Konjen Hirohisa Chiba mendukung program NTB Zero Waste, karena baginya pengolaaan sampah merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha menjaga lingkungan
MATARAM.lombokjournal.com — Berbagai gagasan kerja sama yang sedang dan akan dilakukan antara Pemerintah Jepang dan Provinsi NTB, menjadi topik bahasan saat Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang, Hirohisa Chiba, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jumat (01/11) 2019.

Beberpa topik bahasan keduanya, di antaranya Bidang Pendidikan, Pariwisata, Tenaga Kerja dan juga kerja sama di Sektor Kerajinan asli NTB. Wakil Gubernur menyambut positif kunjungan Konjen Jepang, Hirosi Chiba.
Menurutnya, Jepang merupakan negara maju yang memiliki banyak hal positif yang bisa ditiru NTB. Termasuk dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
“Kami ingin sampah-sampah di NTB ini dikelola dengan baik agar menjadi hal yang berguna bagi masyarakat,” tutur Wagub.
Wakil Gubernur yang biasa dipanggil Umi Rohmi itu juga turut menyampaikan program unggulan Pemprov seperti Zero Waste atau bebas sampah dan juga Revitalisasi Posyandu.
Ia juga memuji Jepang dalam mitigasi kebencanaan, sehingga Wagub berharap NTB juga mampu meniru hal tersebut.
“Kami ingin Posyandu lebih baik lagi dan lebih berkualitas, kita berikan pemahaman dan edukasi dari Posyandu, selain edukasi dari sekolahnya juga,” lanjutnya.
Mengenai pariwisata, Umi Rohmi mengungkapkan, NTB terus meningkatkan penerbangan langsung dari berbagi negara. Hal itu dilakukan agar akses ke NTB dapat lebih mudah.
Berbagai kerja sama yang terjalin antara Jepang dan Indonesia, secara khusus khusus dengan Provinsi NTB, diharapkan berjalan baik dan terus ditingkatkan.
“Insya Allah kalau ke NTB tidak akan menyesal, karena memang indah untuk dikunjungi,” jelas Umi Rohmi.
Hirohisa Chiba pada kesempatan itu mengaku senang bisa mengunjungi NTB.
Terkait program mitigasi bencana, ia menuturkan bahwa Jepang selalu melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak sekolah.
“Setiap pemerintah daerah di Jepang melakukan pengawasan agar selalu siap apabila ada bencana,” ungkapnya.
Ia mengaku mendukung program NTB Zero Waste, karena baginya pengolaaan sampah merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan dalam usaha menjaga lingkungan.
“Harapan kami di seluruh bidang dapat saling membantu, ada kurang lebih 100 orang Jepang yang tinggal di NTB. Mudah-mudahan ke depan wisatawan Jepang semakin banyak yang berkunjung ke NTB ini,” kata Hirohisa Chiba.
AYA/HmsNTB









