Bersama BPJS Kesehatan, Gotong Royong Mengayomi Kesehatan Seluruh Masyarakat

Dewi Maracandra Kirana (kanan)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

“Saya merasa bangga bisa berkontribusi dalam program – program pemerintah tersebut. Sama – sama bertujuan menjadikan Indonesia yang lebih sehat”

lombokjournal.com —

SELONG   :    Dewi Maracandra Kirana (53), Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah 2 tahun terakhir ini ditunjuk sebagai instruktur senam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Labuhan Haji.

Selain menjadi instruktur senam ia pun kerap kali memberikan penyuluhan di tiga Puskesmas yang berbeda setiap minggunya.

Tentang senam itu Dewi mengatakan, bentuk senamnya yaitu senam bugar lansia, termasuk senam untuk penderita hipertensi, diabetes, osteoporosis, dan sebagainya.

“Setelah senam, peserta akan diberikan edukasi tentang berbagai macam penyakit kronis. Saya mengisi kegiatan tersebut pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, tergantung dari jadwal yang diberikan oleh puskesmasnya,” ujar Dewi yang ditemui oleh tim Jamkesnews Minggu (14/04) pagi bersama salah satu teman instrukturnya, Atik (35).

Wanita yang bekerja di kantor BKKBN Lombok Timur ini juga mengungkapkan, program yang diusung oleh pemerintah tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat khususnya bagi lansia yang memiliki riwayat atau resiko penyakit hipertensi, diabetes, asam urat, maupun hiperkolesterol.

Selain aktif sebagai instruktur senam prolanis, wanita yang selalu tampak bugar ini juga menjadi salah satu pengurus Klub Jantung Sehat yang merupakan program dari Yayasan Jantung Indonesia.

Lembaga tersebut adalah lembaga yang fokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Selain Prolanis ada namanya program senam jantung sehat. Kedua program tersebut saling bersinergi untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat. Prolanis merupakan program BPJS Kesehatan, sedangkan senam jantung sehat merupakan program Yayasan Jantung Indonesia.

“Saya merasa bangga bisa berkontribusi dalam program – program pemerintah tersebut. Sama – sama bertujuan menjadikan Indonesia yang lebih sehat,” ungkap Dewi.

Sebagai PNS, ia terbilang jarang menggunakan kartu JKN – KIS miliknya. Suaminya yang merupakan pekerja swasta pun juga hampir tidak pernah menggunakannya. Namun walaupun begitu ia merasa berkewajiban untuk selalu rutin membayar iuran bulanan.

“JKN – KIS itu wajib dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia, dan sebagai warga negara yang baik, ya harus patuh sama aturan yang dibuat pemerintah,” kata Dewi.

Ia mengaku, ekeluarga memang jarang memanfaatkan pelayanan kesehatan. Walaupun gajinya dan gaji suamiya tetap dipotong untuk iuran per bulannya, Dewi tetap tidak keberatan.  Sebab iuran yang dikeluarkan bisa membantu peserta – peserta JKN – KIS yang lain yang membutuhkan.

“ Saling membantu dengan sistem gotong royong. Benar-benar program yang luar biasa besar manfaatnya,” kata Dewi.

ay/hf/Jamkesnews