Indeks

Tak Mampu Bayar Iuran, Asiah Dibantu Jadi Peserta PBI

ASIAH
Simpan Sebagai PDFPrint

Asiah sangat berharap BPJS Kesehatan selalu ada untuk masyarakat, karena ia yakin setiap orang sangat membutuhkan program seperti ini khususnya untuk orang-orang seperti dirinya

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS   ;    Hidup di usia senja dan sebatang kara bukanlah perkara yang mudah. Selain kemampuan fisik yang telah menurun seiring bertambahnya umur, kondisi kesehatan pun harus dijaga agar tidak mudah terkena penyakit.

Begitu halnya yang dirasakan Asiah (66). Dalam kunjungannya ke Kantor BPJS Kesehatan, Senin (11/11/2019), ia pun mencurahkan keluh kesahnya sejak menunggak iuran JKN-KIS.

Asiah mengatakan tujuan dirinya datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan perubahan kepesertaan dari yang semula segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD yang dijamin Pemerintah Daerah.

Asiah mengaku, sedikit pun ia tidak ada niatan untuk menunggak iuran JKN-KIS ini, karena tahu suatu hari ini pasti butuh program ini.

“Betapa susahnya jika kartu JKN-KIS ini tidak dapat digunakan, apalagi saya sudah tua dan bisa sakit sewaktu-waktu tanpa diduga. Padahal kartu tidak aktif karena saya yang tidak mampu bayar iuran. Buat makan saja pas-pasan,” jelas Asiah.

Kepada tim Jamkesnews Asiah menceritakan, asal mula menunggak iuran sejak 2 bulan yang lalu. Dahulu iurannya dibayarkan oleh anaknya, dan tepat 2 bulan yang lalu anak Asiah meninggal dunia sehingga iurannya pun tidak ada yang membayar.

Asiah juga mengapreasiasi pelayanan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan terhadap semua peserta yang datang, termasuk dirinya.

“Meskipun saya menunggak, saya tetap dilayani dengan baik oleh petugas BPJS Kesehatan. Bahkan saya dibantu dicarikan solusi untuk pelunasan iuran yang menunggak ini, sampai akhirnya saya bisa dialihkan ke segmen PBI APBD,” jelas Asiah terharu.

Di akhir perbincangan bersama tim Jamkesnews, Asiah sangat berharap BPJS Kesehatan selalu ada untuk masyarakat, karena ia yakin setiap orang sangat membutuhkan program seperti ini khususnya untuk orang-orang seperti dirinya.

“Jika bukan JKN-KIS yang menolong saya ketika sakit, siapa lagi yang akan menolong, mengingat saya sudah sebatang kara di dunia ini,” ungkap Asiah.

hf/kn/jamkesnews

Narasumber : Asiah

Exit mobile version