MATARAM.lombokjurnal.com –
Rumah sakit Universitas Mataram (Unram) mengantisipasi membludaknya permintaan swab mandiri untuk kebutuhan umroh dan keberangkatan pekerja migran Indonesia ke luar Negeri
“Ya ,dua permintaan ini berpotensi memiliki daftar antrian cukup panjang karena kebutuhannya yang cukup tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ujar Wakil Direktur rumah Sakit Unram, dr. Adnanto Wiweko pada Selasa (13/10/20).
Dijelaskan, saat ini untuk kebutuhan tes swab umroh rumah sakit Unram memiliki kemampuan atau kapasitas maksimal 360 kali dalam satu hari. Hasil tes swabnya juga langsung akan diterbitkan atau paling lambat 2 hari akan diumumkan.
Dijelaskannya, jika nanti kebutuhannya meningkat seiring telah dibukanya ijin umroh ke luar negeri pada 1 November maka pihak rumah sakit Unram akan menerapkan sistem antrian.
Kapasitas maksimal pelayanan tes mandiri di 4 laboratorim se Nusa Tenggara Barat, yaitu maksimal 400 kali tes dalam satu hari. Diharapkan, Pemerintah Daerah segera mengatur skema agar pelaksanaan ibadah umroh dan pemberangkatan pekerja migran indonesia berjalan lancar.
“Jika dilihat dari data penerimaan permintaan tes swab mandiri periode Juli dan Agustus tercatat cukup banyak permintaannya kondisi ini kemudian membuat pihak rumah sakit membuat sistem antri namun september terjadi permintaan penurunan yaitu 16 orang dalam satu hari hingga sekarang perubahan tarif ini belum memiliki dampak terhadap adanya lonjakan tes swab mandiri,” jelas dr Wiweko.
Aya
