Diet Gula Darah, Kontrol Kandungan Karbohidrat dan Kalori

Melakukan diet dengan memilih makanan yang sehat, membantu kita mengontrol kadar gula darah 

LombokJournal.com ~ Kecemasan selalu menyelimuti orang yang telah terkena diabetes.

Sebab penyakit diabetes atau penyakit gula yang tak bisa dikontrol dengan baik, bisa merembet kerusakan organ tubuh dan jaringan tubuh lainnya. Misalnya merembet ke gangguan jantung, ginjal, mata bahkan bisa merusak saraf. 

Diabetes merupakan penyakit kronis yang berlangsung panjang, ditandai meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal.

BACA JUGA: Wagub NTB, Ummi Rohmi Ajak Berantas Rokok Ilegal

Dalam diet diabetes penting kontrol makanan yang mengandung karbohidrat dan kalori

Penyakit gula ini terjadi saat tubuh pengidapnya tak mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan memprosesnya sebagai energi. Pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.

Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.  Penjelasan mengenai keduanya, yaitu: 

  • Diabetes tipe 1: jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali. 
  • Diabetes tipe 2: Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal. 

Diet Sehat

Siapa pun yang mengidap diabetes bertahun-tahun harus mengetahui cara memilih untuk menjalani diet sehat. Pandai-pandailah secara efektif mengelola stres, olahraga teratur, dan mematuhi rejimen pengobatan (jenis dan jumlah obat yang diberikan serta frekuensi dalam terapi). 

BACA JUGA: Penting Keterbukaan Informasi Publik Hingga Desa

Dan yang penting, apa yang kita makan dan minum memainkan peran besar dalam peluang mencapai tujuan A1c. Yang dimaksud A1c adalah rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan.

Mengelola gula darah mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Artinya, mengelola kadar glukosa darah adalah kunci mencegah komplikasi di masa depan. Mengalami peningkatan gula darah dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah penglihatan, kerusakan saraf, amputasi, dan kerusakan ginjal.

Menghitung Karbohidrat

Bagaimana cara mengontrol diabetes dapat bervariasi. Para ahli ada yang menyebut  beberapa jenis makanan yang  baik, atau sebaliknya buruk dalam diet diabetes. 

Salah satu yang penting yaitu mengetahui kandungan karbohidrat suatu makanan yang akan memengaruhi gula darah. 

Mengetahui kandungan karbohidrat dalam makanan merupakan pendekatan dasar yang baik untuk kontrol diabetes. 

Selama pencernaan, tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa, yang merupakan sejenis gula, dan jenis karbohidrat tertentu, yaitu karbohidrat sederhana yang meningkatkan jumlah gula dalam darah dengan cepat.

Kalori Penting dalam Diet Diabetes

Perlu diingat, mempertahankan berat badan yang sehat adalah kunci untuk mengurangi resistensi insulin. Karena itu para ahli mengatakan penting memperhatikan kalori yang kita konsumsi. 

Jika kita membatasi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, tapi masih mengonsumsi terlalu banyak kalori dari sumber lemak dan protein. Ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Hanya kehilangan 5 hingga 10 persen berat badan berarti menurunkan risiko diabetes hingga 58 persen. Berat badan yang sehat bukan hanya meminimalkan risiko diabetes tetapi juga membantu menyehatkan jantung kita. Itu suatu keharusan bagi penderita diabetes, karena diabetes dan penyakit jantung berjalan seiring. ***

 

 




Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB Menurun

Statistisi Madya Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Arrief Chandra Setiawan merilis penurunan angka kematian ibu dan anak 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Angka Kematian Ibu dan Anak di NTB terus mengalami penurunan, penurunan Angka Kematian Bayi (IMR) NTB hampir 90 persen dalam 50 tahun terakhir. 

BACA JUGA: Taraf Pendidikan Antar Generasi di NTB Meningkat

Hal tersebut disampaikan berdasarkan rilis Long Form Sensus Penduduk 2020 oleh Statistisi Madya BPS Prov. NTB, Dr. Arrief Chandra Setiawan, SST, M.Si,Senin (30/01/23). 

“Dalam rentang waktu 50 tahun (periode 1971-2022) terakhir, penurunan Angka Kematian Bayi di Provinsi NTB hampir 90 persen. Sedangkan untuk Kematian Maternal di Provinsi NTB hasil Long Form SP2020 tercatat sebesar 257 kematian di antara 100.000 kelahiran hidup,” jelas Arrief. 

Dijelaskan lebih lanjut, IMR atau Angka Kematian Bayi (AKB) NTB cenderung menurun dari 48 per 1000 kelahiran hidup pada Sensus Penduduk 2010 menjadi 24-25 per 1000 kelahiran hidup pada Long Form SP2020. 

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tersebut, terdapat 4-5 anak berusia 1-4 tahun selama satu tahun per 1000 anak umur 1-4 tahun. 

Sedangkan untuk angka kematian balita di NTB menunjukkan, setiap 1000 balita NTB, 29-30 di antaranya tidak akan berhasil mencapai umur tepat lima tahun.

BACA JUGA: Kepatuhan Pelayanan Publik di NTB Harus Tetap di Zona Hijau

“Perbaikan sarana dan prasarana kesehatan serta meningkatnya kualitas hidup wanita NTB membuat anak yang baru lahir semakin mampu bertahan hidup,” imbuhnya. ***

 

 




Gedung Manajemen RSJ Mutiara Sukma Diresmikan Gubernur NTB

Gedung Manajemen yang diresmikan Gubernur NTB tersebut sebelumnya merupakan Gedung Autis yang dialihfungsikan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah meresmikan Gedung Manajemen RSJ Mutiara Sukma NTB, pada Sabtu, (28/01/23).

Utuk memimpin doa keberkahan Gedung Manajemen yang baru itu, Gubernur NTB minta dr. Jack sapaan akrab Direktur RSUD NTB.

BACA JUGA: RSJ Mutiara Sukma, Nyaman untuk Dikunjungi

Gedung manajemen yang diresmikan merupakan gedung autis

Untuk diketahui, sebelumnya merupakan Gedung Autis yang dialihfungsikan menjadi Gedung Manajemen sebagai tempat pelayanan bagi para pegawai RSJ.

Dengan Gedung Manajemen yang baru, diharapkan pelayanan RSJ ke depan menjadi lebih baik dan masyarakat NTB menjadi Gemilang.

Sebelum meresmikan Gedung Manajemen itu, Gubernur NTB sempat memuji RSJ Mutiara Sukma sebagai tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

BACA JUGA: Expo Karya Siswa SMA-SMK untuk Meriahkan WSBK 2023

Turut hadir mendampingi Bang Zul  diantaranya Kadis Kominfotik NTB, Kadispora, Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan dan pejabat lainnya. ***

 




RSJ Mutiara Sukma, Nyaman untuk Dikunjungi

Pada HUT ke 33 RSJ Mutiara Sukma, Gubernur NTB memuji kegembiraan para pegawai yang mengabdi di rumah sakit jiwa

MATARAM.Lombokjournal.com ~ Apresiasi yang tinggi dialamatkan ke jajaran RSJ Mutiara Sukma atas pengabdian dan kinerjanya selama bertugas demi mewujudkan masyarakat NTB yang gemilang.

Gubernur Zulkieflimansyah memuji RSJ Mutiara Sukma yang nyaman untuk dikunjungi
Gubernur Zulkieflimansyah

Hal ini diungkapkan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat hadir pada puncak peringatan HUT RSJ Mutiara Sukma di Mataram, Sabtu (28/01/23).

BACA JUGA: Sekda NTB Olahraga Bersama ASN Pemprov NTB

Menurut Bang Zul, sejak zaman dipimpin Bu Elly, Bu Evi, dan sekarang Mbak Wiwin rumah sakit jiwa ini menjadi tempat yang nyaman dikunjungi.

“Mudah-mudahan di musim kemarau pesan saya cuman satu mudah-mudahan rumputnya tetap hijau, pemandangannya bagus dan yang membedakan dari dinas-dinas yang lain,” pujinya.

Bang Zul menyampaikan  selamat buat dokter Wiwin yang melanjutkan kepemimpinan yang luar biasa di rumah sakit jiwa.

“Mudah-mudahan kegembiraan dan keceriaan rekan-rekan yang mengabdikan diri disini bisa ditularkan pada kadis-kadis yang lain. Serta RSJ yang kita banggakan ini tetap maju bahkan menjadi yang terbaik di tingkat Nasional,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida menyampaikan terimakasih atas kedatangan pak Gubernur bersama rombongan. 

Diharapkan puncak peringatannya yang ke-33, RSJ Mutiara Sukma memiliki layanan kesehatan yang memenuhi kebutuhan masyarakat NTB terutama layanan kesehatan jiwa.

Saat ini rumah sakit jiwa ini mengembangkan layanan kesehatan non jiwa. Mudah-mudahan bisa terwujud, karena itu merupakan kebutuhan masyarakat juga.

BACA JUGA: Expo Karya Siswa SMA-SMK untuk Meriahkan WSBK 2023

“Kita berharap RSJ menjadi etalase pelayanan kesehatan jiwa di wilayah timur Indonesia,” tuturnya. ***

 




Ciguatera, Keracunan Ikan yang Terkontaminasi Ciguatoxins

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan dengan menghindari Ciguatera yaitu mengonsumsi ikan karang

LombokJournal.com ~  Indonesia merupakan negara tropis dan kepulauan terbesar di dunia yang kaya terumbu karang dan keanekaragaman hayatinya, masyarakatnya sepatutnya harus waspada terhadap ancaman penyakit CFP (Ciguatera fish poisoning). 

Ciguatera atau Ciguatera fish poisoning merupakan bentuk keracunan makanan akibat memakan ikan yang terkontaminasi senyawa ciguatoxins.

Ciguatoxins justru tidak membahayakan ikan yang membawanya, tapi beracun bagi manusia. Mereka tidak dapat dicium atau dicicipi dan tidak dapat dihancurkan atau dihilangkan dengan memasak

BACA JUGA: Kawasan Gili Tramena, NTB Bebas “Ciguatera Fish Poisoning”

Pencegahan yang bisa dilakukan dengan menghindari Ciguatera yaitu mengonsumsi ikan karang

 Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami mual, nyeri, syok jantung, hingga gangguan saraf.

Ketika manusia makan ikan yang terkontaminasi, racun Ciguatera akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan mual, nyeri tubuh, syok jantung, hingga gangguan saraf.

Karena toksin Ciguatera dapat mengaktifkan natrium dan memicu efek fotolistrik pada sel-sel saraf. Akibatnya, muncullah gejala-gejala keracunan makanan seperti yang disebutkan tadi.

Racun ciguatera diproduksi oleh mikroorganisme bentik (yang berada di dasar air) yang menempel pada alga di perairan terumbu karang (dinoflagellata). Senyawa ini tidak berbahaya bagi ikan, tetapi dapat berdampak buruk bagi manusia dan mamalia lainnya. 

Ada lebih dari 400 spesies ikan yang dapat terkontaminasi racun ciguatera dan menjadi penyebab ciguatera fish poisoning

Pada tahun 2017, Centers for Disease Control (CDC) AS memperkirakan sekitar 50.000-500.000 kasus keracunan ciguatera secara global setiap tahun. Menurut CDC, risiko kematian akibat keracunan kurang dari 1 dalam 1.000 kasus. Risiko keracunan ciguatera diperkirakan akan meningkat karena kondisi terumbu karang memburuk akibat perubahan iklim, pengasaman laut, konstruksi lepas pantai, dan limpasan nutrisi.

Upaya pencegahannya bisa dilakukan dengan menghindari mengonsumsi ikan karang dan ikan berisiko tinggi seperti barakuda. Selain itu, sebaiknya juga menghindari memakan hati, telur, atau kepala ikan tersebut.

Namun, paling sering terjadi pada ikan predator berukuran besar dengan berat lebih dari 2 kg seperti barakuda, kerapu, kakap, belut, kuwe batu, dan makarel Spanyol.

Ikan yang sudah terkontaminasi racun ciguatera tidak akan berubah penampilan, rasa, atau baunya. 

Senyawa ciguatoxins juga dapat larut dalam lemak dan tahan panas atau dingin, sehingga tidak akan hilang walaupun sudah dimasak atau dibekukan. 

Karena itu, cukup sulit bagi manusia untuk menghindarinya. 

Menurut jurnal Travel Medicine, perkiraan menunjukkan ada 50.000-500.000 kasus baru keracunan ciguatera di seluruh dunia setiap tahunnya.

BACA JUGA: Layanan Medical Check Up (MCU) di RS Mandalika

Mencegah Ciguatera

Ikan yang terkontaminasi ciguatoxins sangat sulit dibedakan dengan ikan lainnya. Namun, untuk  mengurangi risiko terkena ciguatera fish poisoning melalui hal-hal berikut:

  • Jangan menangkap atau memakan ikan dari daerah wabah
  • Mengolah ikan dengan baik 
  • Hindari memakan bagian kepala, mata, telur, tulang, hati, atau jeroan ikan lainnya. Pasalnya, bagian ini terbukti mengandung kadar ciguatoxin yang lebih tinggi daripada dagingnya. 
  • Jika Anda mengonsumsi ikan laut dari perairan air hangat, makanlah dalam porsi kecil, tidak lebih dari 200 gram. 
  • Sebaiknya simpan sisa ikan yang dimakan (potongan ikan kurang lebih berukuran 20 gr) ke dalam freezer jika muncul gejala keracunan. Hal ini dapat membantu dokter memastikan diagnosis melalui analisis laboratorium.
  • Bagi wanita yang pasangan laki-lakinya keracunan ciguatera, hindari berhubungan seksual hingga pasangan Anda sembuh. 
  • Jika seorang ibu menyusui keracunan ciguatera, sebaiknya berhenti dulu memberikan ASI.

Mengobati Ciguatera

Tidak ada antiracun spesifik yang tersedia untuk racun ciguatera. Pengobatan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk mengurangi gejalanya.

Pengobatan keracunan ikan ciguatera biasanya dilakukan di rumah sakit dengan segera memompa keluar semua isi lambung (gastric lavage). Jika pengobatan ini tidak dapat dilakukan, pasien akan dipaksa muntah dengan pemberian sirup ipecac. 

Saat ini, beberapa dokter merekomendasikan arang aktif untuk membersihkan saluran pencernaan dari racun. Arang aktif dapat menyerap racun dengan baik dari pencernaan jika dilakukan 3 sampai 4 jam setelah pasien mengonsumsi ikan beracun.

BACA JUGA: Pemberian Protein Hewani Guna Cegah Stunting

Mual dan muntah yang tidak terkontrol harus diobati melalui rawat jalan dengan pemberian cairan intravena untuk mencegah dehidrasi. Jika terjadi syok, kejang, atau gagal napas, tindakan medis yang tepat harus segera dilakukan, misalnya dengan pemberian obat polisakarida, serum albumin, atau transfusi darah. 

Pengobatan ciguatera lainnya bersifat simtomatik dan suportif, antara lain:

  • Diuretik osmotik untuk membantu mengeluarkan racun melalui kencing
  • Amitriptilin dan gabapentin untuk mengurangi gejala nyeri saraf
  • Diphenhydramine dan hydroxyzine untuk membantu meredakan gatal
  • NSAID dan parasetamol yang berfungsi mengurangi rasa sakit

Setelah pasien pulih, pasien disarankan untuk menghindari konsumsi ikan, kacang-kacangan, alkohol, dan kafein setidaknya selama 6 bulan untuk mencegah gejala kembali.***

 

Sumber: dari berbagai sumber




Layanan Medical Check Up (MCU) di RS Mandalika

RS Mandalika, Lombok Tengah, penopang kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika berikhtiar beri layanan terbaik

LOTENG.LombokJournal.com ~ Layanan Medical Check Up (MCU) dengan promo untuk warga NTB diluncurkan RS Mandalika, Selasa (23/01/23).

RS Mandalika sebagai penopang kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika terus berikhtiar memberikan pelayanan yang terbaik.

BACA JUGA: Pemberian Protein Hewani Tekan Stunting 

RS Mandalika penopang kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika berikhtiar beri layanan terbaik

Hal itu disampaikan Direktur RS Mandalika dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, Sp.EM.

 “Tidak hanya kepada wisatawan, standar pelayanan yang sama dan terbaik juga diberikan kepada masyarakat umum,” jelas dr. Oxy. 

Di tempat yang sama, warga yang merasakan langsung pelayanan yang diberikan rumah sakit tersebut memberikan apresiasi. 

“Disaat saya melakukan pemeriksaan MCU di Rumah Sakit Mandalika, pelayanannya nyaman, teman-teman semua yang berada di sini ramah, murah senyum, tepat dan juga cepat dalam melakukan pelayanan,” kata Sri Utami Rahayu, warga Truwai. Lombok Tengah usai menerima pelayanan. 

Selanjutnya, Nyoman Busala Putra asal Sandik, Lombok Barat menyampaikan juga pengalaman pemeriksaan kesehatan yang dialami sangat menyenangkan. 

“Pengalamannya menyenangkan, pelayanannya cepat dan petugasnya juga ramah” ucap Nyoman. 

MCU yang dilaksanakan Rumah Sakit Mandalika bekerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma tersebut berjalan lancar dan baik. 

BACA JUGA: Informasi Pemilu 2024, Diskominfotik NTB Siap Mengawal

Total peserta pada hari pertama berjumlah 87 orang dengan rangkaian pemeriksaan, diantaranya pemeriksaan: Narkoba, Jasmani, Rohani dan Kesehatan Jiwa (MMPI-2F). ***

 

 




Pemberian Protein Hewani Guna Tekan Stunting

Wagub NTB mengatakan, pemberian protein hewani, seperti telur, ayam, daging dan lain-lainnya setiap hari, agar anak-anak tumbuh normal

LOTENG.LombokJournal.com ~ Asupan gizi berupa protein hewani harus terus diberikan kepada anak-anak, untuk menjaga kesehatan dan mencegah stunting. 

Karena namanya stunting pertumbuhannya tidak normal. 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menenkankan itu saat mengunjungi Posyandu Dahlia 2, Dusun Bongor Desa Batunyala Lombok Tengah, Rabu (25/01/22).

BACA JUGA: Informasi Pemilu 2024, Diskominfotik NTB Siap Mengawal

Wagub NTB mengatakan, pemberian protein hewani untuk menekan stunting

“Kita harus fokus pada pemberian protein hewani, seperti telur, ayam, daging dan lain-lainnya setiap hari, intinya anak-anak kita harus tetap sehat,” tegas Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Menurutnya, sebagai orangtua menginginkan anak-anak menjadi sukses untuk terus melanjutkan pendidikan jenjang yang lebih tinggi. 

“Untuk melanjutkan pendidikan, anak-anak harus tetap sehat dengan menjaga kesehatan melalui dengan memperhatikan makanan,” katanya.

Saat yang sama, mengunjungi Posyandu Dahlia 1 Dusun Tembeng, terdapat angka stunting berjumlah 45 dari 118 sasaran. Data terakhir menyebutkan pada posyandu yang dilakukan 24 Januari angka stunting menurun menjadi 24.

Sementara itu, Ketua Kader Posyandu Dusun Tembeng, Ahadiyah menyampaikan terimakasih atas kunjungan ibu Wagub orang nomor dua di NTB.

“Mudahan pelayanan posyandu makin baik, orangtua makin sadar membawa anaknya ke posyandu dan Posyandu semakin maju, dan fasilitas posyandu makin lengkap,” harapnya.

Selanjutnya, Wagub bersama rombongan terdiri dari Asisten 1,  Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil , Kadis DP3A2KB, BKKBN,  mengunjungi Puskesmas Batunyala yang sementara. 

Karena saat ini sedang dibangun walaupun kondisi seperti itu, program pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasanya.

BACA JUGA: Upaya Mengembalikan Senyum Anak-anak NTB

Diharapkan Puskesmas yang dibangun pada tahun 2021, dapat menyediakan alat-alat medis yang lengkap untuk menunjang kebutuhan pasien. ***

 

 




Rekonstruksi Bibir dan Celah Langit Mulut 

Operasi bibir sumbing bagian dari proses rekonstruksi tidak hanya menutup bagian sumbing, tapi menyempurnakan posisi rahang atas dan gigi

LombokJournal.com ~ Rekonstruksi celah langit mulut adalah prosedur bedah untuk memperbaiki langit mulut tidak menyatu sepenuhnya, yang merupakan kelainan bawaan.

Celah langit mulut merupakan kondisi cacat yang menyerang satu dari seribu anak, ini bisa terjadi pada langit mulut lunak atau keras, bahkan keduanya. 

Sebagian besar pasien yang mengidap kondisi ini seringkali terjangkit sindrom yang menyerang tungkai, jantung, dan bagian tubuh lain. Meski penyebab utama masih belum diketahui. 

Namun secara genetik celah langit mulut dipengaruhi dan menyerang lebih banyak laki-laki daripada perempuan. 

BACA JUGA: Upaya Mengembalikan Senyum Anak-anak NTB

Operasi bibir sumbing bagian dari proses rekonstruksi

Celah langit mulut dapat di diagnosis oleh USG sebelum kelahiran bayi dan dapat terjadi dengan atau tanpa bibir sumbing.

Memperbaiki celah langit mulut adalah prosedur yang rumit, memerlukan beberapa spesialis dan praktisi medis untuk memberikan perawatan khusus yang mampu meningkatkan kualitas hidup pasien. 

Apabila kondisi ini tidak diobati, maka akan berdampak pada kebiasaan makan, cara bicara, pertumbuhan gigi dan struktur maksilofasial anak.

Siapa Menjalani Rekonstruksi 

Pasien anak dengan kondisi celah langit mulut biasanya mulai menjalani bedah rekonstruksi sebelum berusia satu tahun. 

Namun, bayi yang juga terdiagnosis penyakit jantung atau kesulitan bernafas, terlebih dulu harus menjalani prosedur pengobatan untuk kedua penyakit ini sebelum rekonstruksi. Dokter menyarankan untuk menunda prosedur hingga anak berusia empat tahun, apabila terdapat celah submukosa.

Waktu adalah salah satu faktor yang memengaruhi kualitas hasil prosedur. Anak harus berada di usia yang ideal untuk menghadapi operasi, dan tidak terlalu tua sehingga kondisi ini tidak berdampak serius terhadap tumbuh kembang kemampuan bicara.

Ada kasus yang membuat dokter tidak dapat segera mendiagnosis celah langit mulut saat anak lahir. 

Hal ini biasanya terjadi pada anak dengan kondisi celah parsial atau langit mulut lunak, yang ditandai dengan kesulitan makan, makanan dan cairan naik ke hidung, dan suara sengau. 

Anak yang terdiagnosis celah langit mulut di usia lebih besar, masih tetap layak untuk menjalani prosedur rekonstruksi.

Meskipun rumit, perkembangan terbaru dari rekonstruksi langit mulut telah meningkatkan angka keberhasilan operasi. 

Sebagian besar pasien dapat kembali menjalani aktivitas normal dalam beberapa minggu. Sedangkan bekas luka yang terdapat di bibir bagian atas dan di bawah hidung akan berangsur hilang.

BACA JUGA: Manajemen Risiko Bencana Bagi Daerah Rawan Bencana

Cara Kerja Rekonstruksi 

Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam memperbaiki celah langit mulut, antara lain teknik von Langenbeck, palatoplasti Bardach Two-flap, perbaikan bibir dan celah langit mulut tahap pertama, flap Vomer, dan flap mio-mukosa bukal.

Rekonstruksi celah langit mulut dilaksanakan di rumah sakit di bawah pengaruh sedasi. Meskipun memiliki beragam teknik, prosedur ini biasanya memerlukan sayatan di sisi celah dan mengambil jaringan lunak sebagai bahan untuk memperbaiki kontur langit mulut. 

Flap digunakan untuk mengubah posisi langit mulut (palatum) lunak dan keras. Kemudian, flap disambungkan oleh jahitan tepat di tengah langit mulut. 

Proses rekonstruksi tidak hanya menutup bagian sumbing, tapi menyempurnakan posisi rahang atas dan gigi, serta memperbaiki organ-organ terdekat, seperti telinga. 

Biasanya, ada bagian langit mulut keras yang dibiarkan terbuka untuk memudahkan pertumbuhan di bagian celah dan struktur wajah di sekitarnya, seperti mulut dan rahang.

Jika kondisi sumbing meluas hingga ke bagian anterior mulut, maka diperlukan cangkok tulang alveolar dengan mengambil bahan cangkok dari tulang rusuk atau pangkal paha.

Pasca operasi, pasien kemungkinan akan merasa sakit, ini dapat diobati dengan analgesik ringan. Pasien perlu mendapat perawatan menyeluruh untuk mencegah penyumbatan saluran udara. 

Cedera di area operasi dapat dihindari dengan menggunakan alat pengekang lengan (arm restraint). Pasien seringkali harus menjalani terapi modalitas untuk meningkatkan perkembangan gigi, berbicara, dan mendengar. 

Selain itu, agar langit mulut sembuh secara optimal, asupan makanan perlu dibatasi dengan cairan dan makanan lunak. 

Operasi tambahan, seperti rhinoplasty dan ekspansi palatum pun diperlukan untuk menyempurnakan proses rekonstruksi.

BACA JUGA: Dispensasi Nikah, Ini Risiko Perkawinan Anak

Komplikasi dan Resiko Rekonstruksi 

Resiko dan komplikasi rekonstruksi celah langit mulut, antara lain:

  • Resiko operasi, di antaranya reaksi negatif dari obat bius, pendarahan, dan infeksi di area bedah
  • Komplikasin pasca operasi, termasuk hidung tersumbat dan keluar darah dari hidung dan mulut
  • Pembengkakan dan luka di area bedah
  • Sulit bernafas, bisa menjadi sangat fatal bila tidak segera dilakukan intervensi
  • Dehisensi luka atau jahitan pada luka operasi terbuka, sehingga menyebabkan ketegangan luka yang berlebih dan kualitas jaringan yang kurang sehat
  • Pertumbuhan fistula oronasal di area bedah
  • Peradangan otitis media kronis
  • Perkembangan maksilari terbatas, yang terlihat struktur gigi menyempit atau dimensi langit mulut interior dan berkurang. ***

Sumber: DocDoc.com

 




Upaya Mengembalikan Senyum Anak-Anak NTB 

Operasi bibir sumbing merupakan upaya untuk membantu masa depan para penderita bibir sumbing melalui program Cipta Senyum Untuk Anak NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ini soal bibir sumbing, Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah berpesan, agar rumah sakit dan yayasan mulai menginventarisir para penderita bibir sumbing, terutama balita, dengan menyasar dari Puskesmas dan Posyandu. 

Ia menyampaikan harapan itu saat menyaksikan secara langsung operasi bakti sosial bibir sumbing dan facial cleft di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/01/23)

Ia berharap, kegiatan operasi ini akan menjadi rujukan tindakan untuk Indonesia Timur. 

BACA JUGA: Dispensasi Nikah, Ini Dampak Sertius Pernikahan Anak

Wagub NTB bersyukur, atas upaya membantu anak-anak penderita bibir sumbing

“Saya mengapresiasi kegiatan yang digelar saat ini. Alhamdulillah, anak-anak kita mendapatkan bantuan operasi bibir sumbing dan facial cleft secara gratis. Bakti sosial ini merupakan salah satu ikhtiar Pemprov NTB untuk mengembalikan senyum anak-anak kita di Nusa Tenggara Barat,” ujar Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB. 

Direktur RSUD NTB, dr. L. Herman Mahaputra mengatakan, kegiatan operasi bibir sumbing ini didanai Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit Langit (YPPCBL), sebuah lembaga non profit yang bekerjasama dengan RSUP NTB. 

“Semoga dengan kegiatan ini makin banyak pemderita yang terbantu karena rata rata mereka adalah warga masyarakat miskin,” kata dr Jack panggilan akrab Direktir RSUP NTB  

Kegiatan kali ini melibatkan 35 penderita dari berbagai usia dan yang terkecil usia tiga bulan. Awalnya ada 40 orang dan sisanya tidak lolos screening untuk layak operasi,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan hari kedua pelaksanaan Baksos pra operasi rekonstruksi celah bibir dan langit-langit. Sasarannya balita dengan kelainan lahir bibir sumbing yang diharapkan  dapat membantu masa depan para penderita melalui program Cipta Senyum Untuk Anak NTB. 

Kegiatan ini sendiri di dukung pula oleh NTB Care, FKPPI dan tim dokter Bedah Mulut dan Maxilofacial SMF FKG Unpad / YPPCBL Bandung berkolaborasi dengan SMF Bedah Mulut RSUD Provinsi NTB. Dan kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan HUT NTB ke 64.

BACA JUGA: Manajemen Risiko Bencana, Bagi Daerah Rawan Bencana

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kominfotik, Dr Najamudin Amy dan Kepala Dinas Kesehatan, dr HL. Hamzi Fikri. ***

 

 




Dispensasi Nikah, Ini Dampak Serius Pernikahan Anak

Pemberian izin nikah atau dispensasi nikah yang diberikan pengadilan akan memunculkan berbagai resiko bagi pasangan pengantin

LombokJournal.com ~ Sebanyak 15.212 permohonan dispensasi nikah, 80 persen di antaranya mengajukannya karena sudah hamil duluan.

Sisanya 20 persen terjadi karena berbagai sebab lainnya, termasuk perjodohan karena faktor ekonomi.

Pemberian izin atau dispensasi nikah atau dispensasi nikah yang diberikan pengadilan akan memunculkan berbagai resiko bagi pasangan pengantin

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur Maria Ernawati. 

BACA JUGA: Cegah Perkawinan Anak, Wujudkan Indonesia Layak Anak 2030

Permohonan dispensasi nikah adalah pemberian izin kawin oleh pengadilan kepada calon suami istri yang belum berusia 19 tahun untuk melangsungkan perkawinan. 

Padahal, terdapat beberapa dampak serius menikah di usia remaja terhadap kesehatan

“Pada kasus kehamilan yang tidak diinginkan ditambah usia ibu hamil yang sangat muda berpotensi terjadi bayi lahir stunting,” kata Erna, Jum’at (20/01/23).

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo juga sempat mengatakan bahwa bagaimana pun, usia ideal pernikahan, terutama untuk perempuan adalah di atas 21 tahun.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Hasto mengatakan, perkawinan usia muda akan memunculkan berbagai risiko bagi pasangan pengantin. 

“Begitu pun risiko bagi bayi yang akan dilahirkan,” ujar Hasto

Bahaya Pernikahan Dini

Selain berdampak psikologis, pernikahan dini juga bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, khususnya pada perempuan. 

Hasto mengatakan, pernikahan dini dapat berdampak pada tingginya angka kematian ibu dan bayi serta rendahnya tingkat kesehatan ibu dan anak.

Berikut beberapa bahaya kesehatan dari pernikahan usia dini.

  1. Berisiko melahirkan anak stunting

Hasto merujuk pada sebuah studi yang menunjukkan adanya hubungan antara usia ibu saat melahirkan dengan angka kejadian stunting. Semakin muda usia ibu saat melahirkan, semakin besar kemungkinannya untuk melahirkan anak stunting.

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tak hanya tubuh pendek,stunting juga memiliki banyak dampak buruk lainnya untuk anak.

BACA JUGA: Digitalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak 

  1. Persalinan macet

Hasto mengatakan, saat usia remaja seperti 16 tahun, diameter panggul perempuan baru selebar 8 cm. Sementara, ukuran kepala bayi mencapai 9,8 cm. Ukuran panggul baru akan membesar pada usia 19-21 tahun.

Kondisi panggul yang sempit ini dapat membuat persalinan jadi macet. Tidak hanya itu, kondisi ini bahkan memicu risiko kematian saat melahirkan.

  1. Risiko meninggal dunia

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan berusia 10-14 tahun memiliki kemungkinan meninggal dunia 5 kali lebih besar selama kehamilan, dibandingkan dengan perempuan berusia 20-25 tahun.

Sementara pada usia 15-19 tahun, perempuan memiliki risiko kematian dua kali lebih besar saat hamil. Tak hanya itu, proses kehamilan dan persalinan juga akan terasa lebih menyakitkan dari biasanya.

“Saat hamil terlalu muda, perempuan berpotensi mengalami robek mulut rahim saat proses melahirkan yang menimbulkan ancaman pendarahan serta kematian,” ujar Hasto.

  1. Kanker mulut rahim

Menikah pada usia terlalu dini membuat perempuan berisiko tinggi terhadap perkembangan kanker mulut rahim atau serviks. Di usia remaja, sistem reproduksi perempuan belum berkembang secara sempurna sehingga menjadi rentan.

Kanker serviks sendiri merupakan kanker atau adanya pertumbuhan abnormal pada sel-sel di leher rahim. Kanker ini pada umumnya tidak memperlihatkan gejala pada tahap awal dan gejala baru akan muncul saat sel kanker sudah mulai menyebar.

BACA JUGA: Pola Asuh Anak yang Baik, Akan Cegah Perkawinan Anak

  1. Mengganggu pertumbuhan tulang

Ibu yang hamil pada usia muda berisiko mengalami pertumbuhan tulang yang terhenti. Tulang juga menjadi cenderung keropos.

“Di usia menopause bisa menjadi bungkuk, mudah patah tulang, dan menjadikan usia tua tidak produktif,” tutur Hasto.***