NTB Bertekad Menyelesaikan 5 Pilar Sanitasi

Unuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),  Provinsi NTB merupakan provinsi yang paling banyak peroleh penghargaan terkait STBM

LOBAR.LombokJournl.com ~ Pemerintah Provinsi NTB berhasil 100 persen menjadikan posyandu konvensional sebagai posyandu keluarga,.

Lebih dari 7.600 Posyandu Keluarga di NTB, dan Pemprov NTB dapat melayani masyarakat secara komprehensif, mulai bayi, ibu hamil hingga orang tua.

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tumbuh 3,5 persen, Triwulan I 2023

Wagub NTB mengatakan, NTB bertekad selesaikan 5 Pilar STBM

Wakil Gubernur NTB menympaikannya saat memberikan sambutan Peluncurah Gerakan Bakti Stunting di Posyandu Mawar, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Jum’at (05/05/23).

“Alhamdulillah, berkat kekompakan kita semua, di akhir tahun 2021 mencapai 100 persen posyandu di NTB telah menjadi posyandu keluarga,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi menegaskan, Provinsi NTB bertekad untuk menyelesaikan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), seperti halnya Buang Air Besar (BAB) pada tempatnya, mencuci tangan dengan sabun, mengolah makanan dan minuman rumah tangga yang sehat, mengelola sampah Rumah Tangga  dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Musrenbang 2023, Gerakkan Gagasan dan Inovasi Masyarakat

“Istimewanya Provinsi NTB merupakan satu-satunya provinsi yang terdiri dari Provinsi, Kabupaten/Kotanya yang mendapatkan penghargaan untuk STBM,” ungkap Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi memberikan apresiasi kepada Kepala Daerah, PKK, Dharma Wanita, BKOW,  seluruh Kabupaten/Kota dan stakeholder terkait atas capaian yang telah diraih dalam mengentas masalah stunting.

“Ini tidak kerja satu, dua orang, tetapi semua orang ikut berpasrtisipasi, ujung tombak ada di Dusun, Desa dan seluruhnya, mau seperti apapun kalau di Provinsi Kabupaten, kalau di desa, dusun belum bergerak tidak akan bisa, ini adalah kerja keras semua,” ungkapnya.

Kegiatan Bakti Stunting tersebut, dilaksanakan melalui pemenuhan protein hewani bagi bayi dan balita terutama telur, yang paling mudah dijangkau masyarakat. 

BACA JUGA: WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan

Kegiatan serupa akan dilaksanakan juga di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB.***

 

 




NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

 Berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), angka stunting di NTB terus menurun

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memimpin rapat Persiapan Pendampingan Intervensi Stunting untuk percepatan penurunan stunting di Provinsi NTB, berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja, Selasa (11/04/23).

Ummi Rohmi minta agar NTB konsisten meningkatkan kualitas Posyandu Keluarga. Intervensi dengan tepat sehingga angka stunting benar-benar turun signifikan dan tepat sasaran untuk mencapai target 14 persen tahun 2024.

BACA JUGA: Saat Inflasi Masyarakat Harus Tetap Semangat dan Tak Menyerah

Wagub ajak kabupaten/kota se NTB gotong royong tangani stunting
Wagub Ummi Rohmi

Angka stunting di NTB berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) terus mengalami penurunan. 

Tahun 2019 hasilnya 25,5 persen input baru 70,5 persen, kemudian 2020 23,3 persen untuk inputnya 82,7 persen. 

Mulai 2021 setelah 100 persen posyandu keluarga terbentuk di NTB inputnya sudah 98,54 persen, dan hasilnya 19,2 persem. 

Tahun 2022 menjadi 16,8 persen dan 2023 report terakhir pada Februari 2023 dengan input 97,87 persen hasilnya 14,76 persen..

“Kita harus terus pastikan seluruh balita, ibu hamil, remaja agar terintervensi dengan baik dan benar sehingga angka real yang kita laporkan itu memang betul angka stunting. Memang benar kondisi balita kita seperti itu, fokus dengan itu maka insyaallah yang kita inginkan untuk mewujudkan anak-anak sehat,” jelas Ummi Rohmi 

Dengan E-PPGBM bisa dilihat bagaimana begitu complicated nya kasus stunting ini. 

BACA JUGA: RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Tidak terlepas dari kondisi lingkungan, tidak buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum, makan minum rumah tangganya baik pengolahan sampah rumah tangga, limbah cair rumah tangga, kalau semua sudah baik intervensi spesifik gizi akan sangat efektif menurunkan angka stunting sehingga ini harus menjadi evaluasi bersama. Kepada ibu hamil juga diharapkan agar melakukan USG di puskesmas terdekat yang sudah menyediakan alat untuk USG. Kepada remaja ataupun calon ibu yang anemia juga diharapkan rajin minum vitamin penambah darah.

Wagub NTB mengajak seluruh kabupaten/kota ikut bergotong royong dalam gerakan bakti stunting, dengan menyumbang telur seikhlasnya untuk kemudian disumbangkan kepada anak-anak stunting.

Peran TP PKK

Ketua TP.PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc juga menyampaikan peran yang sudah coba dilakukan oleh TP PKK provinsi untuk ikut membantu program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan.

Sebagai contoh yang sudah dilakukan di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara, sasaran dalam satu desa tersebut terdapat 34 anak stunting. 

Dengan terus intens memberikan protein tambahan berupa telur selama 3 bulan, dari yang semula berjumlah 100 anak, kini turun tinggal 5 orang anak.

TP PKK masih menggodok konsep agar bisa lebihmemberikan signifikasi dari hasil yang diberikan. 

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tinarbuka KI Pusat

“Dari PPI Provinsi kita saat ini juga sedang merancang pilot project dapur sehat atasi stunting ini mulai di Kota Mataram kita berencana untuk melakukan intervensi di satu kelurahan dengan bentuk dapur yang sama, insyaallah akan dimulai setelah bulan Ramadan nanti. Tentu kami mengharapkan kerjasama dari semua pihak untuk terus sama-sama mensukseskan program-program dalam mengatasi stunting ini,” tutup Bunda Niken. ***

 

 




RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Sejak beroperasi tahun 2021, RS Mandalika menargetkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan agar masyarakat makin terlayani 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Rumah Sakit Mandalika Provinsi NTB yang terletak di lingkar Destinasi Parisawa Super Prioritas (DPSP) Mandalika terus berikhtiar memberikan pelayanan yang terbaik. 

Tidak saja kepada para wisatawan namun juga kepada seluruh masyarakat NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Anugrah Tinarbuka KI Pusat

RS Mandalika meningkatkan layanan kesehatan untuk masyarakat

Untuk itu di tahun kedua sejak beroperasi efektif pada tahun 2021 lalu, RS Mandalika menargetkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan dapat terwujud. Agar masyarakat makin merasakan manfaat dan pelayanan di Rumah Sakit Mandalika.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Rs Mandalika dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, Sp. EM, Senin (10/04/23). 

“Insyaallah keberadaan  rumah sakit Mandalika akan semakin terasa kebermanfaatannya. Terlebih tinggal selangkah lagi akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga masyarakat akan semakin Terlayani,” jelas dr Oxy yang juga  dokter spesialis emergency tersebut. 

Menurutnya fasilitas dan kesiapan untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terus digesa. Komunikasi juga terus dilakukan secara intens untuk memastikan kemajuan seluruh syarat yang dibutuhkan BPJS Kesehatan akan tercapai dalam waktu dekat. 

“Syarat ketersediaan tempat tidur serta syarat-syarat lain yang menjadi indikator kerjasama kami targetkan selesai di semester satu  sehingga masyarakat dapat berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan di Rs Mandalika sesegera mungkin,” terang dr. Oxy.

Direktur RS Mandalika juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat di Rs Mandalika. 

Meski saat ini belum bekerjasama dengan BPJS, tarif layanan sebenarnya sudah sangat terjangkau. 

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Lotim, Bang Zul Bertemu Guru Ngaji

“Layanan di Rs Mandalika sudah sangat lengkap, dokter spesialis dasar dan penunjang tersedia. Bahkan layanan konsultasi dokter spesialis sangat terjangkau, hanya di angka 30 ribu rupiah,” jelas dr. Oxy. 

Dikatakan, beroperasinya RS Mandalika jumlah masyarakat yang terlayani makin hari makin bertambah. 

“Tidak hanya layanan gawat darurat tetapi juga poliklinik spesialis dan rawat inap. Bahkan RS Mandalika juga telah melaksanakan kegiatan operasi gratis bagi masyarakat Lombok Tengah.” terang dr. Oxy

Ia optimis Rumah Sakit Mandalika akan memberikan manfaat yang positif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTB. 

Sebelumnya beberapa warga menceritakan pengalamannya melakukan pemeriksaan kesehatan Rumah Sakit Mandalika, salah satunya Sri Utami Rahayu.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda Progresif

“Di saat saya melakukan pemeriksaan medical check up di Rumah Sakit Mandalika, pelayanannya nyaman, teman-teman semua yang berada di sini ramah, murah senyum, tepat dan juga cepat dalam melakukan pelayanan,” ungkap warga Teruwai, Pujut, Lombok Tengah tersebut. ***

 




Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas

Pembangunan Kesehatan, menurut Wagub NTB, dapat meningkatkan angka harapan hidup dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pembangunan kesehatan menjadi prioritas dan terus diperjuangkan, karena kesehatan itu hak seluruh masyarakat NTB.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (RAKERKESDA) Provinsi NTB Tahun 2023, Senin (20/03/23) di Hotel Lombok Raya. 

Raker bertema “Bersama Wujudkan Transformasi Kesehatan dengan Semangat NTB Gemilang” itu mengangkat isu enam pilar transformasi kesehatan.

BACA JUGA: Waspada, Ada Oknum Mencatut Nama Gubernur NTB

Dalam Rakerkesda NTB 2023, Wagub NTB mengingatkan bahwa kesehatan hal penting dalam pembangunan

Enam pilar transformasi kesehatan yang dimaksud yakni layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, tenaga kesehatan, dan teknologi kesehatan. 

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB memberikan berbagai arahan terkait pembangunan kesehatan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-NTB dan para stakeholder di bidang kesehatan. 

“Sehat menjadi satu hal yang sangat penting di dalam pembangunan. Ini yang ingin saya garis bawahi dan saya ingin semua memperjuangkannya”, ucapnya. 

Menurutnya, pembangunan kesehatan dapat meningkatkan angka harapan hidup dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB. 

Pembangunan kesehatan yang dimaksud oleh Wagub NTB meliputi pelayanan, data, infrastruktur, dan tenaga kesehatan di mulai dari posyandu hingga rumah sakit provinsi, yang mana semuanya perlu senantiasa di monitoring dan evaluasi. 

BACA JUGA: Polandia Siap Menerima Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

Ummi Rohmi meminta kabupaten/kota se-NTB mengawasi implementasi tiga pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM (stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, dan pengolahan air minum dan makanan yang aman) yang sudah dideklarasikan sebelumnya.

Serta mendorong enam kabupaten/kota yang belum mendeklarasikan dua pilar STBM lainnya (pengelolaan sampah rumah tangga dan kelima adalah pengelolaan limbah cair rumah tangga). 

BACA JUGA: Wagub NTB Temui Menkes Bicarakan Kualitas Kesehatan

Wagub menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kinerja dan capaian Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB.***

 

 

 




Wagub NTB: Pemprov NTB Serius Tangani Kesehatan

Tekankan pembangunan kesehatan NTB, Wagub NTB berharap Persatuan Ahli Onkologi (Peraboi) ikut berkontribus

SENGGIGI.LombokJoirnal.com ~ Deteksi dini kanker yang telah dapat dilakukan di Puskesmas didukung oleh Posyandu Keluarga sebagai upaya promotif dan preventif. 

Terdapat sosialisasi kesehatan komprehensif hingga pelayanan kesehatan pada seluruh anggota keluarga. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Pemberantasan Korupsi oleh APH

Wagub NTB berharap PERABOI berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di NTB

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, MPd dalam Musyawarah Nasional Persatuan Ahli Onkologi di Hotel Merumatta Senggigi, Lobar, Jumat (17/03/23).

Karena itu, kesungguhan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam pembangunan kesehatan diharapkan bersinergi dengan banyak pihak. 

“Mudah mudahan Peraboi dapat berkontribusi dalam ikhtiar NTB,” ujarnya . 

Sementara itu, Ketua Panitia PITPERABOI XXVI  2023, dr Ramses Indriawan mengatakan, tema “Peran Bedah Onkologi Dalam Pelayanan Kanker di Era JKN Satu Tarif ” diusung untuk bisa mengantisipasi perubahan regulasi dalam meningkatkan profesionalisme melayani bedah onkologi.

“Kegiatan ini berupa Workshop, Symposium dan E- Poster serta Musyawarah Nasional Luar Biasa yang akan berlangsung tiga hari,” jelasnya.

BACA JUGA: Wapres RI: NW Mampu Siapkan SDM Berdaya Saing

Walta Gautama, Sp.B Subsp. Onk (K), Ketua PERABOI mengatakan, pertemuan di Lombok spesial karena merupakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) pertama yang diselenggarakan di daerah Nusa Tenggara.

“Masih banyak masalah dalam hal pentarifan tindakan bedah onkologi yang dicover oleh BPJS,” ujarnya.

Ditambahkannya, sampai saat ini sebagian besar pasien kanker yang menemui dokter bedah onkologi datang pada stadium III atau IV. 

Kasus-kasus terlambat seperti ini seringkali membutuhkan tindakan pembedahan yang kompleks. Terkadang membutuhkan lebih dari satu tindakan dalam sekali operasi. 

Hal ini berpotensi menjadi masalah karena dalam skema pentarifan tindakan bedah onkologi di sistem BPJS.

BACA JUGA: Tuntutan Warga Gili Dikonsultasikan ke KPK dan Kemen ATR BPN

Ia berharap tindakan bedah komplek yang masih belum terakomodir di BPJS dapat diurai dalam pertemuan ini. ***

 

 




Bunda Niken Serahkan 1228 Unit Alat CTPS untuk Kab/Kota

Menurut Bunda Niken, alat peraga cuci tangan pakai sabun (CTPS), pemenuhan pilar pertama dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM)

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc menyerakan 1.228 unit Sato Tap atau Alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) portabel kepada 6 perwakilan Ketua TP PKK Kota/Kabupaten di NTB di Aula Kantor PKK Prov. NTB, Rabu (15/03/23).

Nunda Niken menyerahkan alat peraga cuci tangan pakai sabun
Bunda Niken

Alat peraga CTPS adalah pilar pertama dalam 5 pilar Program Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM). 

BACA JUGA: Ini 5 Kunci agar Hidup Lebih Lama

Yaitu cuci tangan pakai sabun, berhenti buang air besar sembarangan, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. 

Disampaikan juga oleh ibu PKK dari KSB yaitu ibu Hj. Hanifah Musyafiri S.Pt , untuk mencapai 5 pilar tersebut tidak terlepas dari campur tangan atau peran ibu-ibu PKK dalam menyongsong keberhasilan 5 pilar di KSB.

Dalam Agenda Penyerahan Bantuan Alat Cuci Tangan Pakai Sabun,  Ibu Hj Hartina (bagian bidang IV) menyampaikan laporan penyuluhan/sosialisasi alat cuci tangan pakai sabun, yang diserakan kepada 6 Tim PKK Kota/Kab sebanyak 1.228 unit.

6 Tim PKK dimaksud yang tersebar di 5 kabupaten dan 1 kota yaitu: Lombok Barat 200, Lombok Tengah 180, Lombok Timur 500, Lombok Utara 68, Kota Mataram 140, Kab.Sumbawa Barat 132 dan 8 Unit di serakah kepada Tim PKK Provinsi sebagai simbolis sehingga 1.228 Unit alat Peraga Sato Tap.

Alat Peraga CTPS merupakan bantuan dari UNICEF Indonesia melalui Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) kepada PKK Provinsi NTB.

Hj. Niken yang akrab disapa Bunda Niken menyampaikan, supaya alat peraga cuci tangan pakai sabun ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya.

“Semoga alat peraga cuci tangan pakai sabun ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya untuk para kader PKK juga  masyarakat dapat ter-edukasi dengan baik,” harap Bunda Niken. 

Penyaluran alat peraga ini tetap didokumentasikan dan dapat dipertanggungjawabkan supaya penyaluranya jelas kemana saja.

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

Ini sangat penting walau alat sederhana tapi mampu mengedukasi seluruh lapisan masyarakat, dari anak anak sampai orang tua cepat memahami untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. 

‘Semoga dengan ini semua Kabupaten kota di seluruh NTB semakin banyak yang menuntaskan 5 Pillar STBMnya,” katanya. ***

 

 




Wagub NTB Temui Menkes, Bicarakan Kualitas Kesehatan 

Dengan para pimpinan rumah sakit di NTB. Wagub NTB sampaikan banyak permohonan ke Menkes

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (14/02/2023).

Saat audensi Wagub Ummi Rohmi menyampaikan beberapa permohonan kepada Menkes dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit dan layanan rujukan di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Ini 5 Kunci Agar Hidup Lebih Lama 

Wagub NTB temui Menkes biucarakan layanan kesehatan

Permohonan tersebut di antaranya, hibah asset Poltekkes Mataram, untuk percepatan pengembangan dan peningkatan kualitas layanan pada RSUP NTB sebagai rujukan layanan KJSU, KIA Terpadu, Rehabilitasi Medik dan Medical Tourism di Provinsi NTB. 

Percepatan pengembangan RS Mandalika menjadi kelas C yang menopang Kawasan DPSP Mandalika dan pengembangan layanan utamanya layanan Kanker, Jantung, Stroke khususnya bagi wilayah Lombok bagian selatan. 

Peningkatan kelas RS Manambai menjadi kelas B yang menjadi jejaring layanan KJSU khususnya di kawasan pulau Sumbawa serta mendukung pelaksanaan event internasional MXGP di Samota Sumbawa. 

Peningkatan dan pengembangan layanan di RS Mata NTB dalam rangka menurunkan angka kebutaan di NTB yang masih tinggi (4 persen. tertinggi ke dua di Indonesia), melalui penyediaan dan peningkatan sarana, prasarana dan SDM. 

BACA JUGA: PKK Diajak Perbanyak Gerakan Tangani Stunting

Peningkatan dan pengembangan layanan unggulan di RSJ Mutiara Sukma dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan jiwa bagi masyarakat di Provinsi NTB melalui penyediaan dan peningkatan sarana, prasarana dan SDM. 

Selain itu, Ummi Rohmi juga menyampaikan berbagai upaya percepatan intervensi stunting melalui pemanfaatan dan publikasi data  rutin dan survey, serta data rutin by name by address.. 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dr. Ir. Iswandi, MSi, (Ka. Bappeda NTB), dr. Nurahandini Eka Dewi, S.pA (Asisten II Setda NTB), dr. Hamzi Fikri, MM. MARS (Ka. Dinkes NTB), dr. H. Lalu Heman Mahaputra, M.Kes, MH (Dir. RSUP NTB), dr. Oxy Tjahyo W, Sp.EM (Dir. RS Mandalika), dr. Sriana Wulansari, Sp.M (Dir. RS Mata Mataram), dr. Hj. Wiwin Nurhasida (Dir. RSJ Mutiara Sukma NTB), dan dr. Made Sopan P.N M.Biomed, Sp.B (Dir. RS Manambai. ***

 

 




Ini 5 Kunci Agar Hidup Lebih Lama

Ada lima kebiasaan hidup sehat yang membuat seseorang bisa menikmati hidup lebih lama secara signifikan, ini hasil penelitian yang melibatkan banyak orang dan jangka waktu yang lama

LombokJournal.com ~ Ini contoh tentang Amerika Serikat yang menghabiskan uang untuk mengembangkan obat-obatan mewah dan perawatan kesehatan, namun harapan hidup warganya masih salah satu yang terendah dari semua negara maju. 

Masalah besarnya, karena sebagian besar warganya kurang melakukan pencegahan misalnya melalui kebiasaan hidup sehat. 

BACA JUGA: Menuju Gaya Hidup Sehat, Ini 4 langkah yang Perlu Diketahui

Gaya hidup sehat dan umur panjang

Berdasarkan penelitian dari Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, yang melakukan studi besar-besaran tentang dampak kebiasaan hidup sehat terhadap harapan hidup, menggunakan data dari Studi Kesehatan Perawat (NHS) yang terkenal dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan (HPFS). 

Ini berarti, studi tersebut memiliki data tentang sejumlah besar orang dalam jangka waktu yang sangat lama. NHS menyertakan lebih dari 78.000 wanita dan mengikuti mereka dari tahun 1980 hingga 2014. 

HPFS menyertakan lebih dari 40.000 pria dan mengikuti mereka dari tahun 1986 hingga 2014. Ini lebih dari 120.000 peserta, data 34 tahun untuk wanita, dan 28 tahun data untuk pria.

Para peneliti melihat data NHS dan HPFS tentang diet, aktivitas fisik, berat badan, merokok, dan konsumsi alkohol yang telah dikumpulkan dari kuesioner tervalidasi yang diberikan secara teratur.

BACA JUGA: Kesehatanmu Saat Memasuki Usia  di Atas 50 Tahun

Apa sebenarnya gaya hidup sehat itu?

Ini kebiasaan hidup sehat, yang bisa membuat orang menikmati hidup lebih lama

Kelima area kebiasaan sehat ini dipilih, karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan dampak besar pada risiko kematian dini. 

Berikut adalah bagaimana kebiasaan sehat ini didefinisikan dan diukur:

  1. Pola makan sehat, yang dihitung dan dinilai berdasarkan asupan makanan sehat yang dilaporkan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, lemak sehat, dan asam lemak omega-3, serta makanan tidak sehat seperti daging merah dan daging olahan, yang dimaniskan dengan gula minuman, lemak trans, dan natrium.
  2. Tingkat aktivitas fisik yang sehat, yang diukur setidaknya 30 menit per hari dengan aktivitas sedang hingga berat setiap hari.
  3. Berat badan sehat, didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) normal, yaitu antara 18,5 dan 24,9.
  4. Dalam jumlah berapa pun, usahakan untuk tidak merokok, “Sehat” berarti tidak pernah merokok.
  5. Memang ada ukuran asupan alkohol yang masih ditolelir, misalnya antara 5 dan 15 gram per hari untuk wanita, dan 5 sampai 30 gram per hari untuk pria. Tapi sebaiknya jangan sentuh alkohol bila ingin hidup sehat.

Para peneliti juga melihat data tentang usia, etnis, dan penggunaan obat-obatan, serta data perbandingan dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional dan Data Daring untuk Penelitian Epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Apakah gaya hidup sehat membuat perbedaan?

Ternyata, kebiasaan sehat membuat dampak besar bagi kesehatan seseorang. 

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Menurut analisis ini, orang-orang yang memenuhi kriteria kebiasaan sehat itu, menikmati hidup lebih lama secara signifikan, dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan sehat: 14 tahun untuk wanita dan 12 tahun untuk pria (jika mereka memiliki kebiasaan ini pada usia 50 tahun). 

Orang yang tidak memiliki kebiasaan ini jauh lebih mungkin meninggal sebelum waktunya, akibat kanker atau penyakit kardiovaskular.

Peneliti studi juga menghitung berapa banyak dari lima kebiasaan sehat yang dimiliki orang-orang ini. 

Hanya satu kebiasaan sehat (dan tidak masalah yang mana)… hanya satu… memperpanjang harapan hidup hingga dua tahun pada pria dan wanita. Tidak mengherankan, semakin banyak kebiasaan sehat yang dimiliki orang, semakin panjang umur mereka. 

Kondisi ini diharapkan berlaku untuk Anda, jika anda juga mempunyai kebiasaan hidup sehat. 

Penelitian itu juga menguatkan menegaskan penelitian serupa sebelumnya. 

Sebuah studi tahun 2017 yang menggunakan data dari Health and Retirement Study menemukan, orang berusia 50 tahun ke atas yang memiliki berat badan normal, tidak pernah merokok dan minum alkohol, nisa hidup rata-rata tujuh tahun lebih lama. 

Sebuah mega-analisis 2012 dari 15 studi internasional yang mencakup lebih dari 500.000 peserta menemukan, lebih dari setengah kematian dini disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat. Seperti pola makan yang buruk, tidak aktif, obesitas, asupan alkohol yang berlebihan, dan merokok. 

Jadi apa masalah (besar) kita?

Seperti disebutkan pada awal, di Amerika Serikat cenderung menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan obat-obatan mewah dan perawatan lain untuk penyakit. Dan sedikit sekali melakukan tindakan pencegahan. Ini adalah masalah besar.

Para ahli telah menyarankan, cara terbaik untuk membantu orang melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat, yaitu melalui upaya kesehatan masyarakat dan perubahan kebijakan. (Seperti helm sepeda motor dan undang-undang sabuk pengaman). 

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Beberapa negara membuat sedikit kemajuan dengan undang-undang tentang tembakau dan lemak trans.

Tentu saja banyak penolakan dari industri besar tentang itu. Jika kita memiliki pedoman dan undang-undang yang membantu kita hidup lebih sehat, perusahaan besar tidak akan menjual makanan cepat saji, keripik, dan soda sebanyak sebanyak yang dijual selama ini. 

Bagi perusahaan yang sangat ingin menghasilkan uang dengan mengorbankan nyawa manusia, (undang-undang) itu membuat mereka sangat marah. ***

 




Wagub NTB Pembicara dalam Side Event CSW67 di New York

Bicara di markas besar PBB, Wagub NTB menuturkan Posyandu Keluarga bisa meningkatkan akses kesehatan an pendidikan perempuan dan anak

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menjadi pembicara dalam Side Event CSW67 (Commision Statues Of Woman 67) yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesi (Kowani), di Markas Besar United Nations/ PBB New york, Kamis (08/03/23).

Ummi Rohmi sapaan Wagub, membahas bagaimana Provinsi NTB mampu meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan perempuan dan anak melalui Posyandu Keluarga.

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

Menurut Wagub NTB, Posyandu Keluarga berkontribusi menurunkan angka stunting

“Posyandu Keluarga dengan pendekatan Sustainable Development Approaches (SDGs) mampu berkontribusi terhadap penurunan angka stunting dan angka kematian ibu dan anak di NTB,” tutur Wagub. 

Jumlah Posyandu Keluarga di Provinsi NTB hingga saat ini mencapai  7.676, ada di setiap dusun diI NTB.

Terdapat 41.682 kader yang mayoritasnya merupakan perempuan. Keberadaan Posyandu Keluarga mampu menurunkan angka stunting di NTB.

Tahun 2019 terdapat 25,9 kasus dan terus menurun hingga 16,84 persen di tahun 2022. 

Respon positif pun datang dari para peserta acara terhadap program Prosyandu Keluarga Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Bakti Stunting, Wagub Ummi Rohmi Tekankan Gizi Anak

Karena konsep tersebut sangat aplikatif untuk direplikasi di tempat lain, dan mampu meningkatkan peran penting perempuan dalam pembangunan serta meningkatkan akses pelayanan bagi perempuan dan anak.

“Saya juga menyampaikan Program SLB Vokasi dimana anak-anak yang berkenutuhan khusus juga diberikan pelatihan-pelatihan khusus di sekolahnya. Untuk meningkatkan kemampuan mereka dan mendapatkan pelayanan  pendidikan yang sama dengan anak-anak yang lain, dan juga menyampaikan program beasiswa  untuk anak-anak NTB untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri,” jelas Wagub.

Komitmen Pemerintah NTB dalam meningktakan akses layanan pendidikan dan kesehatan  bagi perempuan dan anak sangat sejalan dengan SDG’s Approach.

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri PPPA Republik Indonesia, Presiden Kowani RI, Pembicara dari Organon, itali, Turki, dan India. ***

 




Kominfotik NTB Siap Edukasi Keamanan Obat dan Makanan

Terkait pentingnya menggencarkan  pengawasan keamanan obat dan makanan, Dinas Kominfotik NTB akan mengedukasi masyarakat 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Kominfotik Provinsi NTB siap mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait keamaan  obat dan makanan.

Sekretaris Diskominfotik NTB Hj. Erni Suryani, menyampaikan itu saat mengikuti rapat Revitalisasi Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB, yang dipimpin oleh Sekertatis Daerah (Sekda) NTB Lalu Gita Ariadi, di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/03.23).

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

kata Sekdis Kominfotik NTB, mensosialisasikan terkait pengawasan obat dan makanan

“Kominfotik NTB siap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” jelas Sekdis. 

Terlebih terdapat PPID di tingkat Desa yang dapat menjembatani informasi dari Pemerintah Pusat ke tingkat Desa. Dinas Kominfotik NTB juga memiliki program Kampung Digital.

Kampung Digital merupakan sebuah program yang dirancang Pemerintah untuk meminimalkan kesenjangan informasi di wilayah pedesaan, dengan memanfaat teknologi informasi dan komunikasi yang telah berkembang.

Selain itu, Dinas Kominfotik NTB akan memanfaatkan berbagai media yang dimiliki untuk dapat menyampaikan informasi yang diperlukan. 

BACA JUGA: Kominfotik NTB-Jatim Perkuat Keamanan Cyber

Serta, dapat memanfaatkan berbagai media yang dikoordinasi  Dinas Kominfotik NTB untuk membantu mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait keamaanan obat dan makanan.***