Komitmen NTB Menjadi Provinsi ‘Smart and Green Productivity’

Pj Gubernur NTB mengungkapkan komitmen menjadikan NTB provinsi yang mewujudkan produktivitasnya yang cerdas dan hijau

MATARAM. LombokJournal.com ~ Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, bersama dengan PLN Icon Plus menggelar acara bertema “Smart and Green Productivity”.

BACA JUGA : Sosialisasi Pola Asuh, Bunda Lale Ajak PIKI-R Yarsi

Miq Gite menyatakan bahwa komitmen NTB untuk menjadi provinsi dengan produktivitas cerdas dan hijau
Lalu Gita Ariadi

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB bersama PT. PLN Indonesia Comnet Plus (Icon Plus) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mewujudkan NTB sebagai provinsi dengan produktivitas cerdas dan hijau, Jum’at (07/06/24).

Miq Gite menyatakan bahwa komitmen NTB untuk menjadi provinsi dengan produktivitas cerdas dan hijau telah dimulai sejak lama, setidaknya sejak tahun 2017. Pemprov NTB pernah mengikuti forum internasional bertajuk International Green Island Forum di Pulau Jeju, Korea Selatan.

Menurut Miq Gite, konsep “smart” dalam pemerintahan berarti penerapan teknologi informasi, sedangkan “green” mengacu pada upaya menjadikan daerah bersih dan hijau. Komitmen ini termasuk penandatanganan MoU dengan Icon Plus untuk meningkatkan produktivitas, terutama dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA : Lanjutan Roadshow Mi6, FGD Isu Strategis di Kota Bima

“Pemerintah NTB sudah lama mengikuti forum internasional seperti International Green Island Forum. Konsep smart diterapkan di instansi pemerintah melalui teknologi informasi, dan green berarti komitmen Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadikan daerah kita sebagai green bank sampah dan pengelolaan limbah,” ungkapnya di Pantai Wisata Loang Baloq, Mataram .

Miq Gite menjelaskan bahwa komitmen tersebut mencakup penerapan energi hijau, teknologi hijau, pengembangan ekonomi hijau, dan pariwisata hijau. 

Kehadiran PLN Icon Plus, bagian dari PLN, memungkinkan jaringan PLN dimanfaatkan oleh Icon Plus sehingga seluruh daerah dapat menerapkan konsep provinsi cerdas dan hijau. 

Komitmen ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, terutama kegiatan usaha UMKM. Kini, 10 UMKM lokal telah menjadi binaan Icon Plus dan masuk dalam marketplace.

“Itu adalah komitmen besar dan semuanya sedang berproses. Kehadiran PLN Icon Plus sebagai bagian dari PLN bertujuan untuk memajukan NTB,” pungkasnya.

BACA JUGA : IbU negara dan Bunda Lale Lepas 300 Tukik di Sekotong, Lobar

Dalam kesempatan tersebut, Miq Gite bersama Direktur PLN Icon Plus menyerahkan bantuan CSR kepada beberapa lembaga pendidikan dan pemerintahan setempat. Bantuan tersebut berupa internet gratis selama satu tahun kepada Kelurahan Tanjung Karang dan sarana kebersihan kepada Kelurahan Ampenan Selatan. pnd/dyd

 

 




Nilai Ekspor NTB April 2024 Naik 112,40 Persen

Trend peningkatan nilai ekspor NTB terus berlanjut dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan, bulan Aprol 2024 mencapai US$ 335,35 Juta

MATARAM.LombokJournal.com ~ Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mengungkapkan bahwa nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan April 2024 mencapai US$ 335.352.602.

BACA JUGA : Rapim Polda NTB Dorong Pemprov Siapkan Pemilukada 2024

Berita ini berfokus pada analisis nilai ekspor impor per April 2024 dan perbandingan tahunan

 Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 112,40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dimana ekspor pada bulan Maret 2024 hanya mencapai US$ 157.890.025.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan yang sangat signifikan, mencapai 4.939,22 persen. Pada bulan April 2023, ekspor NTB hanya sebesar US$ 6.654.851.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis berita resmi di Aula Tambora Kantor BPS NTB pada Selasa (15/05/24).

Menurut Wahyudin, “Trend peningkatan nilai ekspor NTB terus berlanjut dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan.”

Lebih lanjut, Wahyudin menjelaskan bahwa pada bulan April 2024, ekspor NTB ke negara tujuan disominasi oleh Korea Selatan dengan ekspor mencapai US$ 166.213.620 atau sekitar 49,56 persen dari total ekspor. 

BACA JUGA : Program SKALA Diapresiasi Pemprov NTB

Diikuti oleh India dengan nilai ekspor sebesar US$ 79.705.019 atau sekitar 23,77 persen, dan China dengan nilai US$ 43.284.310 atau sekitar 12,91 persen. Ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat juga mencatatkan angka signifikan.

Sementara itu, komoditas ekspor utama NTB pada bulan April 2024 adalah Barang Galian/Tambang Non Migas yang mencapai US$ 332.087.430 atau sekitar 99,03 persen dari total ekspor. 

Disusul oleh Ikan dan Udang, Perhiasan/Permata, Daging dan Ikan Olahan, Garam, Belerang, Kapur, serta Biji-bijian berminyak.

Pada bulan yang sama tahun sebelumnya, komposisi nilai ekspor menunjukkan pola yang berbeda. Meskipun demikian, presentase Barang Galian/Tambang Non Migas tetap mendominasi.

BACA JUGA : Literasi Keuangan Digital untuk Pejabat

Penyampaian berita ini berfokus pada analisis nilai ekspor impor per April 2024 dan perbandingan tahunan. mnp/her

 




Rakor UKPBJ Kab/Kota se-NTB, Dibuka  Asisten III Setda NTB

Rakor UKPBJ yang dianggap sebagai dorongan penting dalam peningkatan unit kerja pengadaan barang dan jasa, baik dari aspek SDM maupun aspek lainnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) UKPBJ atau Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten/ Kota Se- Provinsi NTB digelar di Hotel Astoria Rembiga Mataram, Rabu (15/05/24), dibuka oleh Asisten III Setda NTB, H. Wirawan Ahmad

BACA JUGA : Rakerprov KONI NTB Tahun 2024 Dibuka 

Dalam kesempatan ini, atas nama Pemerintah Provinsi NTB, Wirawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Rakor UKPBJ. 

Kegiatan Rakor UKBJ yang dianggap sebagai dorongan penting dalam peningkatan unit kerja pengadaan barang dan jasa, baik dari aspek SDM maupun aspek lainnya.

“Ketika berbicara tentang SDM, penting untuk diingat bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup, tetapi juga soft skill harus diperhatikan,” ujarnya.

BACA JUGA : Program SKALA Diapresiasi Pemprov NTB

Lebih lanjut, Wirawan menekankan pentingnya kematangan organisasi dalam meningkatkan standar pelayanan yang lebih baik.

“Kita saat ini berada pada tingkat kematangan tertentu, yang perlu dipertahankan dengan baik,” katanya.

Dia juga menyoroti pandangan yang harus dimiliki oleh setiap ASN, di mana penyelenggaraan pelayanan pemerintahan merupakan siklus yang terus berputar.

BACA JUGA : Poros Tengah Bubar, DSU Optomos Mengalahkan Zul-Rohmi 

“Setiap tahapan dalam proses ini saling terkait dan mempengaruhi yang lainnya. Sebagai ASN, komitmen, pemahaman akan tugas dan fungsinya dalam pengadaan barang dan jasa sangatlah penting,” tambahnya. Ican/her

 




Perjanjian Shareholder Bank NTB Syariah dan Bank Jawa Timur

Perjanjian antara Bank NTB Syariah dengan Bank Jatim  merupakan bagian dari kerjasama Kelompok Usaha Bank (KUB) untuk memenuhi modal inti Bank NTB Syariah sebesar 3 Trilyun 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si bersama dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Bapak Adhy Karyono, turut menyaksikan penandatanganan perjanjian antar pemegang saham pengendali (Shareholder Agreement) antara Bank NTB Syariah dan Dirut Bank Jawa Timur, Busrul Iman, Rabu (08,05/24) di Multazam Ballroom, Kantor Pusat Bank NTB Syariah Mataram.

BACA JUGA : IMDI NTB Lebih Tinggi dari Rata-rata Nasional

Rangkaian persyaratan dalam shareholder agreement tersebut merupakan bagian dari kerjasama Kelompok Usaha Bank (KUB) untuk memenuhi modal inti Bank NTB Syariah sebesar 3 Trilyun sesuai dengan POJK No 12 Tahun 2020.

Miq Gite, yang akrab disapa sebagai Pj Gubernur, menyatakan harapannya agar kerja sama antara Bank NTB Syariah dan Bank Jatim tidak terbatas pada kerja sama antara dua bank daerah saja. Tapi juga dapat memperkuat hubungan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemprov Jatim di berbagai sektor pembangunan.

BACA JUGA : Ekonomi Kreatif di NTB Beragam dan Menyebar  

Acara tersebut juga dihadiri oleh Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) NTB, Asisten Sekretaris Daerah (Assda), Kepala Bagian Perekonomian, perwakilan dari OJK Bali dan OJK Jatim, serta para pejabat dari unsur forkompimda NTB. Turut hadir juga Pj Bupati Lotim, Wakil Walikota Mataram, Wakil Bupati Dompu, dan perwakilan pemegang saham lainnya. ***

 

 




Ekonomi Kreatif di NTB Beragam dan Menyebar

Sebaran potensi ekonomi kreatif sudah ada semua di NTB, baik di pulau Lombok maupun pulau Sumbawa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ir. Hj. Lale Prayatni, Pj. Ketua Dewan Kerajinan Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), menggarisbawahi potensi ekonomi kreatif di NTB. Hal tersebut disampaikannya acara pembantuannya dalam  kegiatan pelaksanaan tugas pembantuan bimbingan teknis penyusunan proposal dan presentasi Bisnis Ekonomi Kreatif di Lombok Astoria pada Senin (06/05/24). 

Bunda Lale, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa kekayaan budaya NTB menghasilkan beragam produk budaya dengan potensi ekonomi kreatif tinggi, karena mereka memiliki ciri khas yang unik dan beragam dengan menggunakan bahan-bahan dari alam NTB.

BACA JUGA : Ekonomi NTB Tumbuh Sebesar 4, 75 Persen

“Tenun Sasak, Sumbawa, dan Bima, semuanya memiliki keunikannya masing-masing,” ujar Bunda Lale. 

Ia melanjutkan dengan menyebutkan sebaran potensi ekonomi kreatif yang sudah ada di berbagai lokasi di NTB, baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. Sentra-sentra seperti Tenun Bayan, Peringgasela, Taliwang, Poto, Donggo, dan Raba, serta dalam sektor kesenian seperti pertunjukan Sasak dengan Gandrung dan Zikir zaman, Tari Nguri dari Sumbawa, dan Tari Lenggo dari Bima.

Bunda Lale juga menyoroti tantangan dalam pengembangannya, seperti pengembangan potensi sumber daya lokal sebagai daya tarik wisata, peningkatan kualitas produk ekonomi kreatif, dan mendorong kemitraan antara usaha wisata dengan UMKM, pemerintah, dan swasta. 

BACA JUGA : Hardiknas di Sembalun, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan Aiso 

Ditambahkan bahwa ada juga peluang, seperti event-event Nasional dan Internasional di NTB, keunikan produk, kemudahan akses platform pemasaran digital, dan kebutuhan wisatawan terhadap produk NTB.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin, S.Sos., MT, menekankan peran penting faktor SDM dan menjadi kunci sukses dalam mencapai kinerja yang baik. 

Jamaludin menyoroti pentingnya hubungan tak berwujud antara perusahaan pariwisata dengan konsumen, yang sangat bergantung pada kemampuan individu karyawan dalam membangkitkan minat dan menciptakan kesenangan serta kenyamanan bagi para konsumen. 

BACA JUGA : Konstestasi Pilgub NTB 2024 Kurang Menggairahkan

Menurutnya, untuk menciptakan SDM pariwisata yang unggul, diperlukan pengembangan forum koordinasi dan sinergi program lintas sektor, MOU antar gubernur, walikota, dan bupati, serta pelatihan SDM kepariwisataan di sektor pemerintah dan SDM ***

 

 




Ekonomi Provinsi NTB Tumbuh Sebesar 4,75 Persen

BPS Provinsi NTB menyampaikan berita rilis resmi statistik terkait pertumbuhan ekonomi NTB pada triewulan 1 tahun 2024

MATARAM.LombokJpurnal.com ~ Badan Pusat Statistik (BPS) NTB  menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan I-2024 terhadap Triwulan I-2023 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 4,75 persen. 

Perekonomian Nusa Tenggara Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2024 mencapai Rp 43,66 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,50 triliun. 

BACA JUGA : Ekonomi Kreatif di NTB Beragam dan Menyebar

“Ekonomi kita di NTB mengalami pertumbuhan jika dibandingkan pada triwulan  1-2023 dan 2024 yaitu sebesar 4,75 persen,” jelas kepala BPS Provinsi NTB Drs. Wahyudin saat menyampaikan berita rilis resmi statistik di aula Tambora BPS NTB, Senin (06/05/24). 

Ia menyebutkan dari sisi produksi, Lapangan usaha Pertambangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,4 persen. Selanjutnya ada usaha Konstuksi dan Administrasi Pemerintahan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 9,46 persen dan 8,71 persen. 

Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,79 persen sedangkan Komponen Konsumsi Rumah Tangga merupakan komponen dengan andil paling besar yaitu hampir 58,60 persen.

BACA JUGA : Kebersamaan dalam Halal Bihalal Miq Gita dan Keluarga Samawa

Sementara itu, lanjutnya, Ekonomi Nusa Tenggara Barat Triwulan I-2024 terhadap triwulan III-2023 sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 1,36 persen (q-to-q). 

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri mengalami konstraksi tertinggi sebesar 16,6 persen. Selanjutnya lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan dan Usaha Pengadaan Air mengalami kontraksi masing-masing sebesar 6,51 persen dan 5,30 persen. 

Sedangkan Ekonomi Nusa Tenggara Barat tanpa Biji Logam pada Triwulan I-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 3,01 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2023. 

BACA JUGA : Panen Raya Jagung di Samota Samawa, NTB Dihadiri Jokowi

Adapun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 0,81 persen. Man Ikp

 




Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Bantuan modal Jokowi di pasar tradisional menunjukkan komitmen pemerintah memberikan bantuan kepada sektor ekonomi mikro

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs H. L. Gita Ariadi, M. Si melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tradisional Seketeng di Sumbawa, NTB,  Kamis (02/05/24). 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi di NTB

Bantuan Jokowi untuk pedagang kecil merupakan komitmen pemerintah
Presiden Jokowi

Kunjungan Presiden tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada pedagang pasar dalam bentuk Modal Kerja (BMK) dan Bantuan Langsung Tunai.

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara/Kabinet dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. 

Tindakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian kepada sektor ekonomi mikro, terutama pedagang di pasar tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

BACA JUGA : TRansformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’

Para pedagang di Pasar Tradisional Seketeng merespon kunjungan Presiden dengan antusias, menyambut bantuan yang diberikan sebagai dorongan besar bagi usaha mereka. 

Mereka mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah, dan berharap agar dukungan tersebut dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan usaha mereka di masa mendatang.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pasar Tradisional Seketeng Sumbawa, NTB, tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan ekonomi rakyat.

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Rencana Pembangunan

Serta memperkuat kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ***

 




Penurunan Tajam Nilai Impor di NTB Tahun 2024

Penurunan nilai impor NTB merupakan hal yang diharapkan, karena akan membuka peluang bagi produk-produk lokal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB telah merilis data yang menunjukkan penurunan tajam dalam nilai impor Provinsi NTB pada bulan Maret 2024. Nilai impor tersebut turun sebesar 67,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Februari 2024, yang sebesar 144,27 persen.

BACA JUGA : Pendaftaran Calon Kepala Daerah Lombok Timur Mulai Dibuka

Penurunan impor NTB akan menaikkan serapan produk lokal
Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, MM (kiri)

Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, menyampaikan hal ini saat mengumumkan rilis berita resmi statistik terkait ekspor-impor di Ruang rapat Aula Tambora kantor BPS NTB, Senin (22/04/24). 

Menurutnya, penurunan nilai impor NTB merupakan hal yang diharapkan, karena akan membuka peluang bagi produk-produk lokal, terutama dari pelaku UMKM, untuk diserap dengan baik.

BACA JUGA : Milad ke 52 Zulkieflimansyah Didesign Riang Gembira

Menurut penjelasan Wahyudin, kelompok komoditas impor Provinsi NTB yang mengalami penurunan meliputi:

  • Mesin-mesin/Pesawat Mekanik
  • Mesin dan peralatan listrik
  • Produk keramik
  • Karet dan Barang dari Karet
  • Plastik dan Barang dari Plastik
  • Komoditi lainnya.

Selain itu, neraca perdagangan Provinsi NTB pada Bulan Maret 2024 mengalami surplus sebesar US$ 111.33 juta. ***

BACA JUGA : Sentra Perajin Tenun di Kabupaten Bima Ditinjau Bunda Lale

 




Industri Kreatif Berkembang, NTB Jadi Tuan Rumah Event BBI 

Ditjen IKMA Kemenperin, Ibu Reni, menyebutkan bahwa NTB telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan sektor industri kreatif dan manufaktur

MATARAM.LombokJournal.com ~ Direktorat Jendral (Ditjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Dekranasda NTB. 

BACA JUGA : Mudik Ceria Gratis 2024, Mudahkan Pemudik Rayakan Lebaran

Ditjen IMKA menilai NTB punye komitmen kuat mengembangkan industri kreatif dan manufaktur
Bunda Lale dan Ibu Reni

Kerja sama itu dalam upaya memperkuat sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia, 

Diskusi terbaru, Kamis (04/04/24), membahas persiapan even Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang akan diselenggarakan di NTB pada bulan Desember ini.

Dipilihnya NTB sebagai tuan rumah acara BBI merupakan penghargaan besar bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keputusan ini diumumkan setelah pertimbangan strategis dan potensi NTB dalam industri kreatif dan manufaktur.

Ditjen IKMA Kemenperin, Ibu Reni, menyebutkan bahwa NTB telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan sektor IKM dan manufaktur. Keputusan ini juga didukung oleh pencapaian signifikan NTB dalam memajukan industri lokal.

Pj Gubernur NTB, melalui Pj Sekda Pak Ibnu Salim, menyambut baik keputusan ini dan berjanji untuk mendukung penuh penyelenggaraan acara tersebut.

BACA JUGA : Mengajar untuk Memotivasi, Pengajaran KMHDI di Sumbawa

Acara BBI bertepatan dengan HUT NTB dan menjadi platform penting untuk mempromosikan produk unggulan Indonesia serta memperkuat kemitraan antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat. 

Dipilihnya NTB sebagai lokasi acara diharapkan membuka peluang baru bagi pengembangan industri kreatif dan manufaktur di daerah.

Gernas BBI menargetkan 30 juta UMKM nasional tahun 2024, termasuk di NTB. Sebanyak 30 IKM terbaik dari NTB akan dipilih untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

Pelaksanaan BBI melibatkan seluruh IKM/UMKM di NTB, dengan skema pendampingan, promosi, pameran, dan monitoring. Sinergi antara berbagai stakeholder, termasuk Dekranasda NTB, akan menjadi kunci keberhasilan acara ini.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh tim dari Kemenperin dan pemangku kepentingan NTB. Hasil pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk-produk BBI di pasaran dan meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap perekonomian daerah.

BACA JUGA : Rekomendasi Pendirian Fakultas Kedokteran untuk UMMAT

Di akhir pertemuan, tim dari Ditjen IKMA mengunjungi NTBMall untuk mengapresiasi sinergi antara OPD yang berjalan baik dalam mendukung industrialisasi di NTB. ***

 




Pj Gubernur NTB tinjau Gerakan Pangan Murah di Pulau Sumbawa

Pj Gubernur NTB meninjau gerakan pangan murah yang menjual harga kebutuhan pokok dengan harga terjangkau

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Safari Ramadan di Pulau Sumbawa telah dimulai dengan meninjau  gerakan pangan murah, yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. A. Azis., SH., MH. 

BACA JUGA : Dekranasda NTB Tampilkan Desainer Lokal dala IFW 2024

Pj Gubernur NTB tinjau gerakan pangan murah di pendopo bupati KSB

Mereka meninjau Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan di depan Pendopo Bupati Sumbawa Barat pada Jumat (29/02/24).

Dalam pasar Gerakan Pangan Murah Safari Ramadhan ini, berbagai bahan kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau untuk masyarakat. 

BACA JUGA : Pemprov NTB Safari Ramadhan Ketiga di Loteng 

Beberapa di antaranya adalah beras seharga Rp 52.000 per 5 kg, minyak goreng seharga Rp. 15.000 per liter, gula seharga Rp 17.000 per kg, dan telur seharga Rp 55.000 per trey.

Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang dikoordinir oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat. 

BACA JUGA : Muslimah NTB Bahas Kajian Akbar Bersama Bunda Lale

Kegiatan ini dimulai pada pukul 15.00 WITA dan disaksikan langsung oleh Pj Gubernur NTB beserta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Provinsi NTB. ***