Letusan Gunung Tambora, Terkuat Dalam Sejarah Dunia 

Hari ini 207 tahun lalu, letusan Gunung Tambora tercatat terdahsyat sepanjang sejarah

lombokjournal.com ~ GUNUNG Tambora dengan kisah letusannya yang dahsyat, menyimpan daya tarik untuk dipahami lebih jauh.Tidak hanya untuk dijelajahi kawasannya melalui pendakian, juga seluruh potensi kawasan lingkar Tambora yang menjadi inspirasi. Letusan Tambora tercatat mengisahkan ledakan gunung terdahsyat sepanjang sejarah, dengan misteri yang menyertainya.

Tambora hari ini laksana magnet yang punya daya tarik untuk dijelajahi. 

Setelah menjadi kuburan massal bagi dua kerajaan yakni Pekat dan Tambora, serta meluluh-lantakkan Kerajaan Sanggar akibat  muntahan material Tambora yang luar biasa banyaknya, denyut jantung peradaban wilayah-wilayah sekitar gunung ini mendadak “mati” cukup lama. 

Membayangkan letusan Gunung Tambora

Belum ada yang tahu persis bagaimana kehidupan yang ada di tiga kerajaan tersebut pada masa dua abad yang lalu. Hingga akhirnya para ahli menguak misteri peradaban yang hilang tersebut sedikit demi sedikit. 

Bahkan ketika denyut nadi kehidupan di sekitar gunung ini mulai berdetak kembali, semua itu belum terungkap secara lengkap hingga hari ini; hingga Tambora sampai ke kita. 

Gunung Tambora, tersohor karena sejarah letusannya yang maha dahsyat di tahun 1815 lalu. Sebagai salah satu icon Nusa Tenggara Barat, gunung ini menyimpan sejarah letusan yang pernah tercatat dunia sebagai yang terdahsyat setelah Gunung Toba di Sumatera Utara (yang meletus pada zaman pra sejarah). 

BACA JUGA: Letusan Tambora, Situasinya Tergambar Jelas di Bo’ Sangaji Kai

Gunung Toba di Sumatera Utara (yang meletus pada zaman pra sejarah sekitar 74.000 tahun lalu dengan kekuatan ledak skala 8 Vei).

Berdiri di bibir kawah Gunung Tambora Sebuah lubang sangat besar yang menganga tampak dengan jelas. Itulah kawah raksasa dari Gunung Tambora yang meletus sangat dahsyat dengan ledakan yang bahkan tercatat telah memangkas separuh dari badan Gunung Tambora yang memiliki ketinggian awal 4.200 mdpl, dan kini tinggal menyisakan ketinggian 2.851 mdpl. 

Letusan yang disebut paling mematikan dalam sejarah dengan kekuatan setara 171.428 kali bom atom ini, telah meninggalkan bekas kawah raksasa berdiameter 7 kilometer dengan kedalaman kawah mencapai 1.200 meter (1.2 km) dari bibir kawahnya. 

Sebagaimana diungkapkan Igan S. Sutawijaya, geolog yang juga peneliti Gunung Tambora dari Pusat Geologi Bandung, bekas-bekas material letusan Gunung Tambora yang meletus dengan kekuatan 7 Vei (Volcanic Expolisivity Indeks), empat kali lebih dahsyat dari Gunung Krakatau 1883.

Masih terlihat hingga hari ini berupa berupa batu-batu sangat besar serta serpihan-serpihan batu menghitam yang luluh lantak karena panas awan letusan Tambora, yang mencapai 800 derajat celcius. Suhu itu mengalahkan panas awan letusan Gunung Vesuvius di Italia yang mengubur Pompeii, dengan 600 derajat celcius.

Dengan kekuatan ledak super besar itu, Tambora seperti menghempaskan emosinya secara  maksimal. Beberapa gunung pembanding adalah kisah letusan Gunung Krakatau yang menghebohkan di tahun 1883. 

Kekuatan ledak Gunung Krakatau hanya setara 21.500 kali bom atom. Gunung yang paling dekat dengan Tambora adalah Gunung Agung di Bali yang meletus 1963, kekuatan ledaknya hanya 2.600 kali bom atom. 

“Dengan skala 7 Vei, kekuatan ledakan Gunung Tambora hingga saat ini belum terpecahkan dalam sejarah letusan gunung berapi di dunia,” kata Igan. 

Sebagai salah satu dari 127 gunung api aktif di dunia yang banyak dibicarakan karena kedahsyatan ledakannya, Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tidak hanya menjadi kekayaan bagi bangsa Indonesia melainkan juga merupakan kekayaan dunia, khususnya dalam hal keilmuan. 

Gunung Tambora mewarnai kisah berbagai letusan gunung api yang pernah tercatat dalam sejarah dunia. 207 tahun yang lalu, Gunung Tambora yang berdiri meranggas bak pasak bagi Pulau Sumbawa ini telah memuntahkan material yang demikian banyak sampai-sampai mengubur peradaban yang ada di dua kerajaan yakni Kerajaan Tambora di Bima dan Kerajaan Pekat di Dompu.

Lokasi kedua kerajaan itu berada di bagian barat kaki gunung Tambora, dan Kerajaan Sanggar yang berada di sebelah timur gunung ini menjadi porak-poranda. 

Akibat 150 kilometer kubik material yang ditumpahkan dalam erupsi besar Tambora menyebabkan tiga kerajaan hilang, dua terkubur yakni Kerajaan Tambora dan Pekat yang menyebabkan kedua kerajaan ini terhapus dari peta pemerintahan kala itu. 

BACA JUGA: Arsitektur Rumah Tradisi di Karang Bajo, Bayan, KLU

Sedangkan Kerajaan Sanggar yang meskipun tidak terkubur akhirnya hilang juga, karena telah porak poranda dan luluh lantak sehingga menyebabkan seluruh penduduknya musnah (meninggal dan mengungsi) meninggalkan Sanggar. 

Kerajaan Sanggar menjadi wilayah yang kosong. Tidak ada kehidupan yang diatur oleh pemerintahan lagi di sana.

Igan juga mengungkapkan bahwa akibat dari letusan Tambora tidak hanya memporak-porandakan kerajaan-kerajaan yang berada di kaki gunung tersebut, melainkan juga mempengaruhi iklim dunia.  

Letusan Gunung Tambora yang menyebar abu vulkanik dan aerosol 40-60 megaton itu “mengelilingi” dunia selama hampir setahun sejak letusannya 1815 hingga 1816, menyebabkan tahun 1816 tercatat sebagai “tahun tanpa musim panas”. 

“Amerika Utara dan Eropa tertutup abu vulkanik dari letusan Gunung Tambora sehingga sinar matahari redup menyebabkan kegagalan panen yang menimbulkan kelaparan di wilayah tersebut,” ungkap Igan yang juga Penyelidik Bumi Madya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 

Igan menambahkan, abu Gunung Tambora keliling dunia selama tiga minggu. Abu dan aerosol yang merupakan bagian dari material muntahan Gunung Tambora yang terangkat dalam kolom setinggi 43 kilometer ini bahkan menembus lapisan stratosfer sehingga dengan dorongan angin berarak mengelilingi dunia. Terkumpul di belahan bumi bagian utara.

Abu ini menutupi sinar matahari di sana yang menyebabkan eropa kehilangan musim panas. Tahun tanpa musim panas ini menyebabkan semua tanaman mati sehingga mengakibatkan kelaparan sehingga banyak yang mati.***

 

 




Pemda KLU Salurkan Paket Sembako di Kecamatan Tanjung

47 anak disabilitas dan 48 orang anak terlantar di Tanjung menerima bantuan paket sembako dari Pemda KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Penyandang disabilitas dan anak terlantar di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara mendapat pembagian paket sembako.

Bupati, Lombok Utara H. Djohan Sjamsu menyerahkan secara simbolis paket sembako bantuan Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang disalurkan melalui Dinas Sosial Bertempat itu di Aula Kantor Desa Tanjung, Senin (11/04/22). 

Menyalurkan paket sembako dari Pemda KLU
Bupati Sjohan Sjamsu

Bupati Djohan menyampaikan, bantuan yang diberikan sebagai wujud kepedulian negara dan daerah dalam rangka membantu masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas dan anak terlantar di Lombok Utara.

Menurutnya, walaupun sebagai penyandang disabilitas harus tetap bersyukur pada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena masih diberikan kesehatan dan nikmat. 

Pemda KLU berusaha memperhatikan kondisi masyarakat yang mengalami disabilitas, dan diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Alhamdulillah kahadiran tiang bersama jajaran menyerahkan bantuan sebagai sedikit upaya membantu masyarakat. Setidaknya lebih tenang menjalan ibadah puasa dan turut merasakan senang bersama. Semoga bisa dimanfaatkan,” kata Djohan.

BACA JUGA: Bupati Serahkan 199 Sertifikat untuk Nelayan KLU

Berdasarkan data dari Dinas Sosial jumlah disabilitas dan anak terlantar di KLU cukup banyak, namun anggaran daerah menurun. Sehingga bantuan paket sembako tak bisa diserahkan sekaligus, melainkan dengan cara bergiliran.

“Inilah hal yang dapat kami lakukan untuk polong rentenku (saudara-saudaraku) yang mengalami disabilitas dan anak-anakku yang terlantar. Mungkin tidak banyak, tetapi mudah mudahan dalam suasana puasa ramadhan ini, bisa meringankan beban epe pada (kita semua) melaksanakan ibadah puasa,” tuturnya.

Sementara itu, Kadis Sosial dan PPPA Faturrahman dalam laporannya mengungkapkan jumlah penerima manfaat di Kecamatan Tanjung berjumlah 47 orang disabilitas sedangkan  anak terlantar 48 orang.

Jumlah keseluruhan penerima bantuan pada tahun 2022 di KLU sendiri untuk penyandang disabilitas  235 orang, dan  anak terlantar 240 orang.

Kata Faturrahman, disabilitas dan anak terlantar merupakan salah satu program Standar Pelayanan Minimal (SPM)  dari Kementerian Sosial, sehingga program sembako  akan berjalan setiap tahun.

Khusus untuk penyandang disabilitas nantinya Pemda melalui Dinsos dan PPPA  akan menyerahkan, Kursi roda, alat bantu dengar, tongkat ,kaki dan tangan palsu.

“Bagi yang tahun ini menerima bantuan  belum tentu tahun depan akan menerima kembali hal ini dikarenakan anggaran dan jumlah penerima sangat banyak,” tuturnya.

Adapun sumber anggaran dari Dana Intensif Daerah (DID) untuk anak terlantar sebesar 190 juta dan disabilitas 194 juta. 

“Harapan kita ke depan lebih banyak lagi bantuan yang kita berikan pada masyarakat,” harapnya.

BACA JUGA: Penting, Kesepakatan One Gate System ke Gili Matra

Bantuan sembako bagi penyandang disabilitas dan anak terlantar diberikan selama enam bulan, pada penyaluran tahap pertama diberikan dalam dua bulan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Inspektur Lombok Utara H. Zulfadli SE, Kepala Desa Tanjung Budiawan SH, para pendamping dan penerima manfaat. ***

 




Bupati Serahkan 100 Sertifikat untuk Nelayan KLU 

Bupati serahkan 100 sertifikat melalui program perolehan Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) nelayan Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP)  bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerbitkan 100 sertifikat.

Penyerahan sertifikat secara simbolis dilakukan oleh Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH di Aula Dinas KPPP, Jum’at (08/04/22).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, dengan memfasilitasi perolehan Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) nelayan.

Pemda bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Bupati berpesan pada nelayan

Program Sehat nelayan merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penataan atau legalitas aset dan penggunaan aset, sebagai modal pengembangan usaha nelayan. 

Bupati Djohan menyampaikan, pihaknya mengaku bersyukur bisa hadir di tengah-tengah para nelayan Lombok Utara.

Diingatkan, seorang nelayan harus memiliki mental yang kuat dan konsisten dalam bekerja.

”Tidak boleh minder dan berkecil hati karena orang yang sukses bisa melalui berbagai jalan salah satunya nelayan,” katanya.

Menurutnya, Lombok Utara yang memiliki sektor pertanian dan perikanan luas harus bisa dimaksimalkan bahkan menjadi komoditas unggulan. Mengingat pariwisata yang menjadi sektor unggulan KLU tengah berada dalam situasi sulit pasca Pandemi Covid-19.

Bupati dalam setiap kesempatan selalu mendorong anak muda untuk bisa menjadi petani yang sukses dan berhasil, serta mengubah anggapan bahwa petani bukanlah pekerjaan yang menjanjikan. 

BACA JUGA: Penting, Kesepakatan One Gate System ke Gili Matra

Bupati Djohan berpesan, agar para nelayan bisa bekerja sungguh-sungguh serta berharap para nelayan punya penghasilan yang bagus serta menjadi nelayan yang terampil.

Tahun 2021 sebanyak 3.100 sertifikat

Di tempat yang sama, Kadis KPPP,Tresnahadi melaporkan, penyerahan sertifikat merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah terus berupaya melakukan terobosan guna mensejahterakan masyarakat, khususnya nelayan sebagai pelaku utama usaha perikanan.

”Mari manfaatkan fasilitas bantuan yang telah diberikan dengan baik dan bertanggung jawab,” ungkap Tresna.

 Mantan Sekdis Dukcapil KLU ini mengatakan, kerjasama lintas sektor merupakan kunci utama dalam upaya percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Berjalannya program penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) nelayan juga tidak lain hasil dari kerjasama lintas sektor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPN KLU Supriadi mengukapkan penyerahan sertifikat program lintas sektor, menargetkan 100 sertifikat SEHAT NELAYAN (Sertifikat Hak Atas Tanah Nelayan) dan 300 sertifikat untuk masyarakat pelaku usaha UMKM, yang dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Arsitektur Rumah Tradisi di Karang Bajo, Bayan, KLU

”Program ini sudah terlaksana sehingga total sertifikat Program Strategis Nasional (PSN) yang telah terselesaikan pada tahun 2021 sebanyak 3.100 yang mana terbit melalui kegiatan PTSL sebanyak 2.700 sertifikat, dan 400 terbit melalui kegiatan Lintas Sektor,” bebernya

Supriadi berharap, dengan dibagikannya sertifikat kepada para nelayan, dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat khususnya nelayan, serta dengan semangat Reforma Agraria yang di dalamnya mencakup Legalisasi aset dan akses reform.

 

”Dengan sertifikat ini nelayan bisa mendapat akses modal, pasar, teknologi dan pembimbingan penguatan kelompok nelayannya, tentu dengan difasilitasi oleh stakeholder terkait,” tutupnya. 

Turut hadir Kepala Diskoprindag Drs. Abdul Hamid serta para penerima sertifikat. Namun dari jumlah 100 sertifikat yang dibagikan hanya dihadiri 30 orang, sehingga penyerahan secara simbolis itu hanya ke 30 orang.***

 




Penting, Kesepakatan One Gate System Ke Gili Matra

Bupati Djohan berharap Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Visitor Management System (VMS) menghasilkan kesepakatan penting, yaitu terkait pintu masuk menuju Gili Matra, yaitu Bangsal dan Teluk Nara

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemda Kabupaten Lombok Utara berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan destinasi wisata Gili Matra Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan) dengan cara meningkatkan daya dukung lingkungan, dengan mengatur dan mengelola jumlah wisatawan yang datang maupun keluar dari tiga gili tersebut. 

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengatakan itu saat membuka  Focus Group Discussion (FGD) pembahasan roadmap dan finalisasi tahapan Visitor Management System (VMS) bertempat di Aruna Resort, Jum’at  (08/04/22). 

Kegiatan FGD diselenggarakan untuk mendukung Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang sebagai upaya mewujudkan penguatan tata kelola dan efektivitas pengelolaan yang berkelanjutan di Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra.

Penting sistem satu pintu ke Gili Matra

“Kami mengapresiasi kegiatan terbuka mengenai roadmap dan finalisasi tahapan Visitor Management System ini,” ucap bupati.

Menurutnya, untuk mendukung efektifitas dan efisiensi VMS dan juga diperlukan pendekatan inisiasi one gate system sebagai akses awal menuju ke Gili Matra.

BACA JUGA: Arsitektur Rumah Tradisi di Karang Bajo, Bayan, KLU

One gate system atau sistem satu pintu dari VMS terintegrasi, dengan pondok informasi yang rencana lokasi pembangunannya di Teluk Nara.

“Harapan kita pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan bersama terkait pintu masuk menuju Gili Matra, yaitu Bangsal dan Teluk Nara,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, ke depan fast boat dari Bali yang melakukan kunjungan  harus bersandar di Pelabuhan Bangsal ataupun Teluk Nara terlebih dahulu. 

Kemudian penumpang diantar menggunakan publik boat, speed boat ataupun lainnya. 

Hal terpenting dari FGD roadmap dan pembagian peran, jika memang dibutuhkan kebijakan atau Perda untuk payung hukum implementasi VMS maka bisa disepakati bersama di FGD.

“Kami percaya dengan inovasi ini bisa mendorong membangkitkan pariwisata di daerah di masa mendatang,” tuturnya.

Menurut Perwakilan ICCTF Bappenas, Leonas Chatim, VMS adalah sebuah aplikasi yang sangat berguna nantinya sebagai alat untuk menata dan mengorganisir pengunjung yang datang dan pergi di suatu tempat. 

Melalui FGD  kita sama-sama mengharapkan  dukungan dari Pemda KLU.

“Tentunya kami sebagai pelaksana proyek, sangat membutuhkan kerjasama dengan Pemda KLU agar proyek yang sedang Kami jalankan terlaksana dengan baik,” harap Leonas Chatim.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala BKKPN Kupang, Ilham Fauzi pihaknya mendukung kegiatan FGD yang di selenggarakan ICCTF, sangat membantu kegiatan usaha pariwisata di Gili Matra. 

Melalui One Gate system nantinya para wisatawan yang datang bisa terkontrol dan terorganisir dengan baik. 

BACA JUGA: Bulan Ramadhan yang Menakjubkan

FGD sangat penting membantu bangkitkan pariwisata di Gili Matra

Sehingga segala aktivitas wisata bahari dapat menjaga dan melestarikan terumbu karang pada Taman wisata perairan Gili Matra.

“Kegiatan FGD ini sangat penting dalam kita mengatur ulang sistem pariwisata di Gili Matra,” tutupnya 

Nampak hadir juga Asisten II Setda KLU H.Rusdi ST, Kepala BKKPN Kupang Ilham Fauzi, Perwakilan ICCTF Bappenas, Leonas Chatim, dan para perwakilan OPD serta undangan lainnya.***.

 




Arsitektur Rumah Tradisi di Desa Karang Bajo, Bayan, KLU (Dua)

Kearifan lokal yang melekat dalam arsitektur rumah tradisi di Desa Karang Bajo, Bayan, hingga kini seutuhnya masih dipertahankan

lombokjournal.com ~ Posisi-posisi yang mengikuti arah mata angin ini, baku dalam aturan adat Sasak, utamanya di Bayan dan tidak boleh sembarang menempatkannya. Demikian pula dengan arah hadap rumah. 

Menghadap Timur atau Barat

Rumah adat Sasak hanya boleh menghadap arah timur dan barat, begitu aturannya. Ketika pagi tiba, maka rumah-rumah adat Sasak yang menghadap ke timurlah yang mendapatkan matahari sepenuhnya masuk ke dalam ruangan. 

Dan ketika sore tiba, sinar matahari akan dinikmati sepenuhnya oleh rumah yang menghadap Barat. Teras rumah adat penduduk secara umum mengikuti panjang rumah tersebut. 

Letak rumah untuk keluarga juga telah diatur dengan pertimbangan untuk kebaikan dan menghindari saling singgung antara satu dengan lainnya. Rumah orang tua akan berada pada bagian paling ujung selatan menghadap ke barat. 

Bagian arsitektur rumah tradisi
Berugaq

Lalu anak pertama keluarga itu akan mendapat jatah posisi rumah yang berhadapan dengan rumah orang tuanya sebelah barat menghadap ke timur. Kemudian jika lahir anak kedua mendapat posisi rumah pada sebelah timur bagian utara dari rumah orang tuanya atau sebelah utara rumah kakaknya menghadap ke timur. Anak ketiga dari keluarga tersebut akan tetap mengikuti orang tua hingga waktunya ia menikah.

Dan ketika ia sudah berkeluarga posisinya saling mengisi. Anak pertama akan pindah ke rumah orang tuanya, anak kedua bergeser rumah kakaknya yang pertama dan anak ketiga menempati rumah kakak keduanya. Begitu seterusnya. 

Urut-urutan ini sudah terpikirkan kebaikannya oleh leluhur masyarakat adat Sasak, yakni menghindari saling curiga dan meningkatkan saling menyayangi dan melindungi satu sama lain. Bahwa yang lebih tua akan selalu melindungi dan memberikan rasa aman bagi yang lebih muda. 

Maka diaturlah sedemikian rupa. Kesadaran masyarakat adat seperti ini dapat menciptakan kedamaian, ketertiban dan keamanan hidup berkelompok.

BACA JUGA: Rekening Nasabah Dibobol, Bank Harus Bertanggung Jawab

Di tengah dua rumah yang saling berhadapan, timur dan barat, terdapat berugaq (rumah terbuka tempat aktivitas lain khas Sasak) dengan ukuran besar bertiang enam (sekenam). Masing-masing rumah memiliki satu berugaq atau menjadi milik bersama dan dibangun secara gotong royong. 

Masyarakat Sasak yang tinggal dengan rumah adat Sasak yang asli seperti ini, lebih banyak menghabiskan waktu mereka di luar rumah, yakni di berugak. Aktivitas siang hari dari pagi, sore hari hingga menjelang tidur malam, dilakukan di berugak, termasuk makan. 

Rumah biasanya lebih banyak dipakai bagian dapurnya untuk memasak dan ruang lainnya untuk tidur di malam hari.

Berugaq juga berfungsi sebagai tempat menerima tamu. Masyarakat tradisional Sasak menerima tamu di berugaq, tidak di dalam rumah karena rumah hanya berfungsi sebagai tempat privasi. Kecuali ada musyawarah atau pembicaraan khusus yang menyangkut rahasia yang disebut pos sesepen. 

Selain sebagai tempat menerima tamu, berugaq juga berfungsi sebagai tempat musyawarah keluarga (sangkep/gundem). Juga sebagai tempat menggelar acara selamatan baik acara perkawinan, khitanan maupun acara kepaten (kematian).

 Acara tahlilan dalam kepaten disebut Dina Nelung yang dilaksanakan pada hari ketiga, Dina Tekang Ajian pada hari kelima dan Dina Nitu pada hari ketujuh. 

Rumah adat penduduk biasa yang ada di Bayan, tidak sama dengan rumah adat yang ditempati oleh pemangku adat atau pun pejabat adat lainnya. Teras rumah pemangku adat, tidak dibuat sepanjang rumah, melainkan hanya ada di depan pintu masuk saja.

Di kompleks rumah adat Karang Bajo terdapat kediaman resmi pemangku adat Sasak Bayan Lombok. Untuk dapat masuk dalam kompleks rumah adat Karang Bajo ini, wajib menggunakan pakaian adat Sasak seperti kain dan sapuq (ikat kepala khas Sasak untuk laki-laki). 

Dan ketika memasuki kediaman resmi pemangku adat yang ada di sini, harus membuka alas kaki dan beberapa pantangan tidak boleh dilakukan ketika berada di tempat yang disakralkan bagi tradisi Sasak Bayan ini, yakni dengan menjaga sopan santun dan perilaku yang baik. 

Inilah salah satu warisan nilai kearifan dari kehidupan tradisi masyarakat Bayan.

Hal ini dilakukan agar keaslian tradisi yang menyertai kehidupan masyarakat di dalamnya, tetap terjaga. Dan siapa pun yang masuk ke dalam kawasan ini, wajib menaatinya. 

Hal-hal yang bersifat tabu untuk dilakukan, dilarang di kawasan ini. Karena apa yang dilarang untuk dilakukan adalah hal yang kurang baik dan apa yang disarankan adalah hal-hal yang berkaitan langsung dengan sopan santun dan etika. 

Intinya, siapa pun yang datang, harus menjaga perilaku, etika dan sopan santun. Dilarang makan dan minum sambil berdiri, dilarang duduk dengan seenaknya, harus bersila ala lelaki dan perempuan, dilarang berkata kotor dan dilarang melakukan hal-hal yang kurang sopan lainnya, misalnya bicara dengan nada tinggi dan riuh dan sebagainya. 

Salah satu kearifan lokal arsitrktur rumah tradisi
Inan Bale

Dalam kawasan ini terdapat rumah-rumah tradisional Sasak dengan arsitektur asli yang tempati oleh masyarakat tradisional. 

Dan di dalam kompleks khusus ini pula terdapat sebuah lokasi yang menjadi rumah atau kediaman bagi pejabat adat Bayan yang disebut Balen Ma Loka, yang dipagari dengan pagar kampu (pagar yang mengelilingi rumah adat dimana tidak sembarang orang boleh masuk ke dalamnya). 

Kompleks ini serupa kediaman resmi atau pendopo pejabat tertingginya. Ketika memasuki kompleks ini, di depannya terdapat dua berugaq, yang di sebelah barat disebut Berugaq Agung dan sebelah timur disebut Berugaq Smalang. 

Berugaq agung tidak boleh diduduki para perempuan, begitulah ketentuannya. Difungsikan sebagai tempat acara-acara ritual seperti selamatan desa, Idul Fitri, Idul Adha, maulud adat, pesta alip atau untuk musyawarah. 

BACA JUGA: Daur Ulang Sampah Plastik di NTB Jadi Batako

Tempat untuk peralatan musik yang akan mengiringi ritual atau acara adat yang diselenggarakan, seperti gong, gendang dan lain-lain. Perempuan boleh duduk di berugaq smalang ini. Berugaq ini juga dipakai sebagai tempat memotong-motong ternak untuk keperluan konsumsi acara ritual. 

Masih dalam kompleks ini, masuk ke dalam meninggalkan dua berugaq itu, terdapat sebuah rumah yang disebut Bale Pedangan yakni rumah khusus untuk memasak.

 Seluruh aktivitas memasak untuk kegiatan ritual dilakukan di sini dipimpin oleh seorang yang diberikan otoritas untuk kegiatan memasak yang disebut Inaq Pedangan. Dialah yang bertanggung jawab mengurus dan mengatur masakan dalam kegiatan tersebut. 

Di dalam kompleks ini terdapat satu rumah adat inti sebagai tempat tinggal pemangku adat (Balen Ma Loka). 

Inilah kediaman resmi pemangku adat Sasak yang dipilih oleh masyarakat adat Sasak berdasarkan keturunannya. Di samping rumah pemangku adat ini, ada sebuah berugaq yang berfungsi sebagai tempat khusus menerima tamu pemangku adat. Dan di sekitar “rumah dinas” ini terdapat sebuah berugaq lagi yang disebut Berugaq Pengagi’an. Berugaq pengagi’an berfungsi sebagai tempat menyimpan seluruh masakan yang sudah matang dari bale pedangan. 

Di berugaq ini juga terdapat semacam loteng terbuka untuk menyimpan alat-alat masak tradisional seperti pemongkang, periuk dari tanah dan lainnya.

Pada halaman belakang bagian barat posisinya pada pojok selatan, terdapat sebuah rumah yang disebut Gedeng Cor yang dimaknai sebagai rumah khusus para leluhur orang Bayan (dunia gaib) yang tidak boleh dibuka sembarang waktu. Gedeng cor hanya boleh dibuka pada saat-saat tertentu. 

Dan berhadapan dengan gedeng cor di bagian timur pojok selatan terdapat sebuah rumah lagi yang disebut Balen Meni’ tempat menyimpan beras dan hasil bumi lainnya seperti sayur mayur, bumbu-bumbu dan ternak yang akan dipakai untuk acara ritual tersebut. 

Yang bertanggung jawab terhadap rumah ini adalah yang menjabat sebagai inan loka yang orangnya disebut dengan inan meni’.

Tata letak rumah yang disesuaikan dengan fungsi masing-masing dan ditangani oleh masing-masing orang yang diberi tanggung jawab khusus untuk itu membuat kehidupan masyarakat tradisional di Bayan begitu teratur. Semua yang memiliki fungsi disini melaksanakan tugas masing-masing dengan baik dan penuh tanggung jawab sehingga tidak akan berbenturan satu sama lainnya. 

Inilah salah satu kearifan lokal dalam sistem pemerintahan masyarakat adat Sasak yang bisa diserap nilainya untuk keteraturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Para pemangku adat yang dipilih oleh masyarakat benar-benar berdasarkan kemampuan, tingkah laku dan catatan baik leluhurnya. 

Masyarakat adat tidak akan memilih pemangku atau pemimpinnya jika tidak memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan berdasarkan hasil musyawarah adat. ***

Baca sebelumnya: Arsitektur Rumah Tradisi di Desa Karang Bajo, Bayan, KLU (Satu)




Arsitektur Rumah Tradisi di Karang Bajo, Bayan, KLU (Satu)

Kearifan lokal yang melekat dalam arsitektur rumah tradisi di Desa Karang Bajo, Bayan, hingga kini seutuhnya masih dipertahankan

lombokjournal.com ~ Salah satu kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat dengan tradisi yang masih sangat terjaga keasliannya adalah desa-desa tradisional yang ada Bayan, Lombok Utara. 

Dari desa tradisional Segenter, Semokan, rumah adat Karang Bajo, Karang Anyar, Senaru, Sukadana dan masyarakat adat Loloan. Hingga Dasan Bayan Dalam yang lokasinya berada di atas perbukitan dan di tengah hutan adat yang rimbun, sejuk dan lebat. 

Daya pikat budaya dan penjagaan tradisi dalam masyarakat Sasak Bayan Lombok yang masih utuh ini merupakan warisan leluhur masyarakat Bayan. 

Komunitas tradisional Suku Sasak Lombok ini masih menjaga berbagai kearifan lokal yang mengatur kehidupan masyarakat menjadi tertib dan teratur, termasuk arsitektur tradisional rumah adatnya.

Salag satu kearifan lokal arsitrktur rumah tradisi
Inan Bale

Satu Ruangan

Di desa tradisional itu, tidak hanya ditemukan keaslian rumah-rumah adat suku Sasak, melainkan juga keseharian masyarakatnya yang masih sangat tradisional. Salah satu keunikan yang ada di Bayan adalah soal nama yang dipakai secara turun temurun. 

Orang Bayan memiliki nama kebanyakan berakhiran Nap, Dip, Lip, Nom dan Lis. Ini merupakan nama turun temurun serupa marga bagi mereka. Semua nama berakhiran sama, dapat dipastikan mereka berasal dari satu keturunan atau masih berkerabat dekat dalam satu garis keturunan. Nama mereka mengikuti nama leluhurnya.

Di desa-desa tradisional ini, arsitektur rumah-rumah adat yang asli masih terus dipertahankan meskipun di sana-sini secara material tidak seutuhnya bisa dipertahankan lagi, seperti atap alang-alang yang semakin sulit dijumpai. 

Namun, di tempat-tempat tertentu khususnya di wilayah sakral adat, seperti kediaman resmi pemangku adat Karang Bajo dan Dasan Bayan, masih utuh murni dan asli.

BACA JUGA: Rekening Nasabah Dibobol, Bank Harus Bertanggung Jawab

Dalam rumah adat Sasak yang asli, hanya ada satu ruangan tanpa ada sekat atau kamar di mana antara dapur, tempat tidur dan tempat aktivitas lainnya tidak dipisahkan secara permanen. 

Beratapkan alang-alang dengan lantai tanah dan hanya memiliki satu pintu dengan tinggi 150-170 centimeter tanpa satu pun jendela. Kalau memasuki rumah adat Sasak, biasanya menunduk karena pintunya yang terbilang rendah. Inilah yang membuat rumah adat Sasak cenderung gelap di dalamnya. 

Dinding rumah Sasak terbuat dari rangkaian bambu seperti pagar agak longgar yang disebut badak. Dari celah-celah bambu itulah, udara masuk dengan leluasa dan sedikit cahaya. Semacam ventilasi sehingga keunikan rumah adat Sasak sangat terasa. 

Meski tidak memiliki ruang-ruang, kata Rianom, salah seorang tokoh adat Sasak Bayan di Bayan, rumah adat Sasak memiliki tempat-tempat yang berfungsi memperlancar aktivitas pemiliknya. 

Ada yang disebut amben beri yang dipakai sebagai tempat tidur dan juga tempat makan bagi para tetua adat. Jika ada kegiatan makan para tetua adat, maka fungsi amben beri yang tadinya sebagai tempat tidur bisa berubah sewaktu-waktu. 

Ada juga yang disebut dengan amben beleq yang berfungsi sebagai tempat makan khusus bagi para tamu perempuan pada acara-acara ritual selamatan atau yang disebut menggawe rowah

Di dalam ruangan tersebut ada satu lagi bangunan yang posisinya berada di tengah-tengah rumah ruangan rumah adat Sasak yang tingginya menjulang menjelang atap yang disebut sebagai Inan bale (induk rumah) seperti rumah panggung.

Memiliki enam tiang yang disebut sekenam yang terbuat dari kayu-kayu pilihan. Sebelum membuat rumah adat Sasak, yang pertama kali dibuat adalah Inan Bale ini. 

Inan Bale berdiri kokoh di tengah-tengah rumah adat ini. Untuk dapat naik ke atas inan bale, menggunakan tangga atau undak-undak melewati amben beri dan amben beleq yang posisinya bertingkat.

Inan bale berfungsi sebagai tempat menyimpan barang keluarga, benda keramat atau bersejarah yang tidak boleh dilihat orang lain (umum) selain keluarga. Juga sebagai tempat menyimpan beras atau logistik lainnya. 

BACA JUGA: PLN Sukseskan MXGP di Samota, Usai Sukses di MotoGP

Khusus beras, kata Rianom, selalu diletakkan pada bagian pojok dekat tiang paling selatan, tepatnya di tenggara atau dalam Bahasa Sasak daye timu’ dari inan bale tersebut. Tiap kali mengambil beras dari tempatnya yang disebut tenebrasan selalu dilakukan ritual kecil, semacam niat memesan atau meminta izin mengambil beras tersebut kepada Sang Maha Pemberi. 

Masyarakat Bayan hanya makan dua kali sehari, tidak seperti umumnya tiga kali sehari yakni sekitar pukul 10-12 yang disebut mengan lema’ dan menjelang malam ketika usai waktu Magrib. Waktu makan yang secara turun temurun dan teratur telah dilakoni masyarakat tradisional Bayan memberikan rasa kenyang yang awet. 

Pada bagian timur dalam ruang Inan bale, terdapat ranjak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan logistik lainnya. Ada pula tempat untuk menyimpan barang berharga atau bakul-bakul dan peralatan memasak saat acara-acara adat digelar yang disebut lamin.

Dalam ruangan rumah adat Sasak, selain ada Inan bale, amben beri dan amben beleq yang berada dekat pintu masuk bagian barat sebelah utara, ada pula tempat memasak atau dapur disebut jengkiran yang posisinya berada di pojok timur laut (lau’ timu’). 

Masyarakat adat Sasak secara umum masih memasak menggunakan tungku dengan kayu bakar. Sehingga, seluruh ruang rumah hingga atap, termasuk inane bale menghitam karena jelaga. 

Jelaga yang menghitam inilah yang membuat kayu, bambu dan bahan bangunan lain rumah adat ini menjadi kuat. Penerangan di malam hari yang dipakai juga berupa pelita atau lampu-lampu teplok yang turut menyumbang cukup banyak jelaga. ***

Baca selanjutnya: Arsitektur Rumah Tradisi di Desa Karang Bajo, Bayan, KLU (Dua)

 

 




PLN Siap Sukseskan MXGP di Samota, Usai Sukses di MotoGP 

PLN siap sukseskan MXGP, baik infrastruktur kelistrikan dan Sumber Daya Manusia sudah disiapkan untuk gelaran MXGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kesiapan PLN mendukung event MXGP itu  diungkapkan oleh Sudjarwo, General Manager PLN NTB. 

Ia menegaskan, PLN siap mendukung semua event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat, baik yang digelar di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa.

Setelah sebelumnya PLN sukses menghadirkan listrik tanpa kedip pada perhelatan internasional MotoGP Mandalika, PLN NTB berupaya kembali menyiapkan listrik yang prima pada event internasional Motocross Grand Prix (MXGP),  yang akan digelar di Kawasan Samota, Sumbawa Besar pada tanggal 24-26 Juni 2022. 

PLN Siapkan listrik
Kawasan Samota, Sumbawa

Kesiapan ini menjawab permohonan dukungan ketersediaan pasokan listrik untuk gelaran akbar tersebut oleh Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah.

BACA JUGA: Event MXGP di Samota. Sirkuit Bisa Dikerjakan 2 Minggu

Djarwo juga menegaskan, pihaknya melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Sumbawa hingga saat ini terus melakukan koordinasi, baik dengan pelaksana event maupun stakeholder terkait untuk mempersiapkan infrastruktur kelistrikan yang diperlukan selama MXGP berlangsung.

Sementara itu, tahapan yang akan dilewati untuk melistriki MXGP adalah sama dengan tahapan yang diimplementasikan untuk MotoGP. 

Survey awal dilakukan untuk menentukan besaran daya listrik yang diperlukan dan juga titik titik lokasi penting yang harus dilistriki.

“Setelah kita mengetahui kebutuhan dan jumlah titiknya, PLN akan bergerak untuk membuat masterplan jaringan dan juga akan menentukan kebutuhan materialnya. Kemudian kita akan mulai membangun jaringan dan insfrastruktur kelistrikan di lokasi,” ujar Djarwo, Selasa (06/04/22).

PLN Siap sukseskan MXGP
Kawasan Samota, Sumbawa

Untuk kondisi Sistem Kelistrikan Sumbawa sendiri saat ini masih dalam posisi normal. Total daya mampu sebesar 128,85 MW dengan beban puncak 113,32 MW. 

Masih terdapat cadangan daya sebesar 15,53 MW yang dapat dioptimalkan, baik untuk gelaran MXGP ataupun kebutuhan pendukung yang lain.***

BACA JUGA: Bulan Ramadhan yang Menakjubkan

 

 

 




Daur Ulang Sampah Plastik di NTB Jadi Batako 

Wagub berharap semua sampah plastik di NTB bisa terkumpul dan dilakukan daur ulang 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Solusi untuk daur ulang sampah plastik di NTB diharapkan akan diwujudkan dengan dibangunnya pabrik Block Solutions Lombok.

Dan Pemerintah berharap, semua sampah plastik di NTB itu bisa terkumpul dan didaur ulang

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat beraudiensi dari Classroom of Hope.

Audiensi itu terkait dengan update Progress Eco Block dan Program Kolaborasi dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) di Pendopo Wagub NTB, Rabu (06/04/22).

Wagub berharap semua sampah plastik dilakukan daur ulang
Wagub Sitti Rohmi

“Kalau dari pemerintah tentunya berharap bagaimana supaya semua sampah plastik yang ada di NTB itu bisa terkumpul dan didaur ulang,” kata Wagub NTB.

Ummi Rohmi, sapaan akrabnya meminta pihak Classroom of Hope agar segera menyelesaikan proyek tersebut di tahun ini, sehingga NTB bisa memproduksi blocks (bata/batako) dari plastik sendiri.

BACA JUGA: Bulan Ramadhan yang Menakjubkan

“Harus dipastikan rencana ini diwujudkan tahun ini, jadi kita bisa memproduksi blocksnya (batako) disini,” ujar Ummi Rohmi.

Menurutnya, pemerintah akan siap memantau dan mengawal pembangunan pabrik Blocks Solution Lombok di NTB hingga nantinya mulai beroperasi.

“Bagaimanapun hal ini kita lakukan bersama, jadi kami ingin memantau dan mengikuti semua stepnya dengan baik sampai dengan nanti pabrik itu jadi dan mulai beroperasi,” jelasnya.

Siap bulan Oktober

Duncan Ward, selaku Founder dari Classroom of Hope menyatakan, proyek pembangunan pabrik Block Solutions Lombok diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober 2022.

Hal tersebut dikatakan Duncan saat memaparkan rencana desain pembangunan pabrik Block Solutions Lombok kepada Wagub NTB.

“The factory is gonna be ready in October. Sejauh ini tidak ada masalah dengan rencana pembangunannya. Kami hanya tinggal menunggu mesin produksi Blocks (an Injection Molding Machine) yang masih dalam proses tes validasi di Jakarta, kemudian setelah itu akan dibawa ke Lombok sehingga bisa produksi blocks disini,” ujar Duncan.

Sederhananya, Block Solutions merupakan sebuah perusahaan yang mampu mengembangkan dan memproduksi model blocks (batako) dari hasil daur ulang plastik yang ramah lingkungan. 

Blocks tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun bangunan, seperti rumah dan sekolah.

BACA JUGA: Dr. H,MS. Udin, MA; Makna Kalah Bagi yang Berilmu

Turut hadir mendampingi Wagub NTB dalam audiensi tersebut, yaitu Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala BRIDA Provinsi NTB, dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTB. ***

 




Bulan Ramadhan yang Menakjubkan

ßēRKAH ℜäMADHAN
Banyak keutamaan yang kita peroleh dengan menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan, juga bagi fakir miskin. Pada bulan Ramadhan, seorang muslim disunnahkan berinfaq dan bersedekah. Bahkan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk mereka fakir miskin

MATARAM.lombokjournal.com ~Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang paling dinanti dan dirindukan oleh umat muslim di seluruh dunia, begitu pun di Indonesia. Keberkahan yang hanya ada di dalam bulan suci tersebut menjadikan umat Islam merasakan nikmatnya menjalani ibadah.

Pada bulan ini manusia juga diharapkan untuk banyak berdoa dan berbuat kebajikan agar bencana dan musibah yang melanda bangsa Indonesia, diharapkan untuk dijauhkan dari negeri tercinta.

Ada banyak keutamaan yang dimiliki bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah bulan penuh pengampunan. Umat muslim akan saling berlomba untuk mensucikan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Hal tersebut inilah yang menjadikan bulan Ramadhan menjadi bulan yang suci. 

Bulan Ramadhan bulan penuh berkah

 

Di bawah ini ada 9 keutamaan menakjubkan bulan suci Ramadhan, dari diturunkannya Al-Quran hingga malam lailatul qadar, seperti dikutip dari Merdeka.com: 

1. Bulan Diturunkannya Alquran

Keutamaan bulan Ramadhan salah satunya adalah bulan Alquran atau syahrul Quran. Diturunkannya Alquran pada bulan ini menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadan.

Allah SWT berfirman,”Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)“. (QS. Al-Baqarah: 185).

2. Bulan Penuh Keberkahan

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya adalah bulan ini juga kerap disebut dengan bulan syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Rasulullah SAW yang memiliki arti,

Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).

Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan ini, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.

Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya. Keutamaan bulan Ramadhan juga ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya.

Sedangkan bagi fakir miskin, Ramadhan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan Ramadhan ini, seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah. Bahkan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk mereka fakir miskin. 

3. Bulan Penuh Pengampunan

Keutamaan bulan Ramadhan juga sebagai sebuah momen yang paling baik untuk penghapusan dosa-dosa atau bertaubat.

Nabi SAW bersabda yang artinya:”Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Dengan berpuasa pada bulan Ramadhan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim). Selain itu, salat tarawih yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya: Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan salat malam pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat.

Dengan demikian, Allah SWT telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang telah diperbuat pada bulan Ramadhan.

5. Pahala Dilipatgandakan pada Bulan Ramadhan

Selain itu, amalan-amalan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan keutamaan bulan Ramadhan dalam riwayat yang lain juga disebutkan, pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, Ibnu Rajab Rahimahullah berkata, Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,

“Apabila telah tiba bulan Ramadhan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain.”

6. Adanya Malam Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadhan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Di bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Al Quranul Karim.

7. Bulan Ramadhan Bagian dari Rukun Islam

Allah SWT telah menjadikan puasa yang dilakukan pada bulan Ramadhan sebagai rukun yang keempat dari rukun Islam.

Hal ini tertulis dalam ayat al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185:

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah.”

Dalam hadis juga telah disebutkan, Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW, bersabda: “Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Doa di Bulan Ramadhan Mustajabah

Keutamaan bulan Ramadhan selanjutnya adalah doa yang dipanjatkan pada saat bulan Ramadhan lebih mustajabah. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW yang artinya:

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah (terpercaya).

Selain itu juga dipertegas dalam hadis lain. Rasulullah SAW, bersabda yang artinya:”Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi.” (HR. at Tirmidzi).

9. Puasa Bulan Ramadhan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Abu Ayub Al-Anshary meriwayatkan hadist Rasulullah SAW, yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti puasa enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu sama seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)

Selain itu, juga ditegaskan dalam hadis Nabi yang lain. Imam Ahmad meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:

Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuhu bulan. Dan siapa yang berpuasa setelah itu, berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawawl), hal itu sama nilainya dengan puasa sempurna satu tahun.” (HR. Ahmad).***

 

Sumber: Merdeka




 Tadarus Bersama PKK NTB di Pendopo Gubernur NTB

Menyemarakkan  membaca Alquran dengan menggelar Tadarus dilakukan PKK NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengajak untuk menyemarakkan membaca Alquran, agar pahala berlipat ganda di bulan Ramadhan tahun ini. 

Membaca Alquran merupakan salah satu amalan umat muslim yang mendapatkan banyak pahala, terutama jika dilakukan di saat bulan suci Ramadhan.

Bunda Niken menyampaikan itu saat memberikan sambutan pada acara Tadarus Al-Quran dalam rangka bulan suci Ramadhan 1443 H di Pendopo Tengah pukul 08.40 wita, Selasa (05/04/22).

Tadarus untuk menyemarakkan membaca al Qur'an
Bunda Niken

“Ibu-ibu membaca alquran memberikan sebuah kebaikan. Dan dari satu kebaikan itu akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Apalagi jika dilakukan ketika kita berpuasa,” tutur Bunda PAUD Nasional tersebut di hadapan 60 lebih jamaah majelis ta’lim TP PKK Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Dr. H. MS. Udin, MA: Makna Kalah Bagi yang Berilmu

Menurutnya, membaca alquran membawa sebuah kenikmatan, dan diharapkan seluruh jamaah bisa mendapatkan kenikmatan ketika membaca Alquran. Selain, mendapatkan kenikmatan.

Bunda Niken juga berharap agar seluruh jamaah berlomba-lomba menambah amal kebaikan di bulan suci Ramadhan ini. 

“Mudah mudahan kita semua termasuk orang ya g berbahagia menyambut bulan ramadhan. Artinya kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk menambah amal kita. Akan sangat berbeda orang yang bertemu dengan ramadhan dengan orang yg tidak sempat bertemu ramadhan. Semoga kita semua diberi kesehatan agar kita bisa menjalankan ramadhan dengan sebaik-baiknya,” harapnya. 

BACA JUGA: Kemenpan RB Nilai Kinerja Pemprov NTB Sangat Baik

Tadarus Al-Quran ini sendiri akan berlangsung selama lima hari ke depan dan berlokasi di Pendopo Tengah Gubernur. ***