Pemkab Lombok Utara Tahap Dua Tahun 2021 menyerahkan SK kepada PPPK Formasi Guru Tahap Dua tahun 2021
TANJUNG.lombokjouenal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Guru Tahap Dua tahun 2021 kepada 97 orang, di Aula Segara Anak RSUD Lombok Utara, Senin (06/06/22).
Penyerahan SK dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu, dihadiri Wakil Bupati Danny Karter Febrianto
Bupati Djohan juga menekankan disiplin waktu maupun disiplin kerja kepada para ASN.
Jika hal keduanya tidak dilaksanakan dengan baik, Pemerintah Daerah dapat mengevaluasi kembali. Bahkan bisa mencabut status ASN dari perjanjian kerjanya.
‘’Kabupaten Lombok Utara ini telah memasuki usia 13 tahun, tetapi angka kemiskinan masih tertinggi di Provinsi NTB,’’ ujar Ketua DPC PKB KLU ini.
Dalam penyerahan SK PPPK tersebut, bupati juga berharap para pelaku usaha kecil dan menengah meminjam uang di Bank NTB Syariah Cabang Tanjung, dengan bunga pinjaman akan dibayarkan Pemerintah Daerah.
“Kita ketahui, tagun 2018 daerah kita dilanda dengan gempa berkekuatan 7,0 SR mengakibatkan semua fasilitas milik pemerintah, hunian masyarakat serta fasilitas lainnya hampir semuanya rusak. Alhamdulillah setelah melewati proses sedikit demi sedikit persoalan itu kita selesaikan. Tidak sampai disitu tahun 2020 KLU juga dilanda Covid-19 berdampak besar terhadap kondisi ekonomi hingga sosial masyarakat. Sektor pariwisata sebagai penunjang PAD KLU yang paling terdampak oleh Pandemi Covid 19,” pungkas kata Bupati Djohan.
Sementara Kepala BKPSDM KLU Tri Dharma Sudiana menyampaikan selamat kepada para guru penerima SK PPPK. Diakuinya, untuk menerima SK itu harus menunggu lama dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022.
Para guru yang lulus PPPK tersebut sudah melakukan tes pada Desember tahun 2021.
“Para peserta PPPK guru hari ini langsung dapat menerima SK dan buku rekening tabungan,” kata Tri Dharma.
Penyerahan SK itu dihadiri Pj. Sekda Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi, S.STP, MM, Inspektur KLU H. Zulfadli SE, Kepala Dikbudpora Adnan, S.Pd, M.Pd, Direktur Bank NTB Syariah Cabang Tanjung Umarta, SH. ***
Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan NTB
Program unggulan Pemrov NTB dinilai Menkes selangkah lebih maju, sejalan dengan program transformasi kesehatan Kemenkes
LOBAR.lombokjournal.com ~ Posyandu Keluarga sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin selangkah lebih maju, meliputi enam aspek transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan.
“Sebagai tindakan promotif preventif (sosialisasi dan pencegahan) kesehatan masyarakat, Posyandu Keluarga yang sudah kita mulai sejak 2019 dinilai Menkes langkah maju dari transformasi kesehatan yang dicanangkan Pemerintah Pusat,” ujar Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah usai bertemu Menkes di Hotel Aruna, Senggigi, Senin (06/06/22).
Ditambahkan Wagub, intervensi kesehatan masyarakat yang dikerjakan oleh kader Posyandu Keluarga di desa, sejalan (inline) dengan program transformasi kesehatan Kemenkes.
NTB dinilai layak menjadi model (pilot project di KLU dan Bima) penerapan transformasi kesehatan nasional. Salah satunya adalah penguatan layanan kesehatan dasar di Posyandu Keluarga dan Puskesmas.
Dalam pemaparannya, Wagub menjelaskan perkembangan Posyandu Keluarga se NTB yang telah mencapai 7. 656 unit per April 2022.
Sedangkan pengisian data EPPBGM tahun 2021 sebesar 99 persen dari kasus stunting sebanyak 19,23 persen, dan di tahun 2022 sebesar 93 persen dengan program penanganan kasus stunting sebanyak 22,30 persen.
Sementara kasus kematian ibu, dari 144 kasus di tahun 2021 saat ini tercatat 40 kasus per April 2022.
Sedangkan kematian bayi, tercatat sebanyak 250 kasus per April 2022 dari 811 kasus di tahun sebelumnya yang dinilai sebagai keberhasilan intervensi Posyandu Keluarga.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menginisiasi transformasi kesehatan yang dilakukan, yakni Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan dan Teknologi Kesehatan.
“Layanan primer ini yang paling penting di promotif preventif, yang kedua adalah transformasi layanan rujukan rumah sakit, ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan ini kalau ada pandemi lagi supaya kita lebih siap dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan, termasuk surveilan terhadap penyakit menular baik lokal, nasional, maupun regional harus siap,” katanya,
Secara lebih detail, Kepala Dinas Kesehatan, NTB, L Hamzi Fikri menjelaskan, salah satu korelasi transformasi kesehatan tersebut adalah penggunaan data kesehatan masyarakat dalam penanganan stunting (EPPBGM), atau elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat yang telah dikerjakan Pemprov NTB melalui Posyandu Keluarga sebesar 95 persen.
Hal ini membuat konsistensi data lebih baik penggunaannya, untuk penguatan kelembagaan Posyandu Keluarga dan sarana prasarana penunjang penanganan dari data survey WHO. Karena berbasis data dan alamat rIil.
Misalnya, sarana alat ukur tinggi dan berat badan yang berstandar digital.
“Program pusat yang sejalan dengan trasnformasi kesehatan itu dinamakan Posyandu Prima. Sedangkan kita NTB, bertahap sarana tersebut akan dilengkapi dari Kementerian mulai tahun ini untuk Posyandu Keluarga kita,” sebut Fikri.
Hal lain dalam pertemuan tersebut seperti diungkapkan Kadikes adalah penguatan sumberdaya tenaga spesialis dari hulu ke hilir, dengan membuka fakultas kedokteran spesialis baru untuk penyakit beresiko tinggi seperti stroke, jantung, kanker dan lainnya. Selain beasiswa luar negeri untuk kebutuhan dokter spesialis secara nasional, begitu pula untuk kebutuhan NTB khususnya seperti penanganan penyakit jantung yang kebijakan nasionalnya harus dapat dilakukan di rumah sakit Kabupaten/kota. ***
Wagub NTB Kenakan Rimpu di Puncak Festival Tambora 2022
Wagub NTB menekankan tradisi kearifan lokal harus dipertahankan, menjadi pendukung keragaman potensi budaya dan seni di Tambora
DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., berpesan agar tradisi kearifan lokal terus diperhankan dan dilestarikan.
Pesan itu disampaikan Wagub NTB pada puncak rangkaian Festival Tambora tahun 2022, di pos 1 lokasi pendakian gunung Tambora, Minggu (05/06/22).
Wagun Sitti Rohmi
“Saya mengenakan pakaian adat Rimpu dengan menggunakan Tembe Nggoli, pada acara festival tambora, di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu,” kata Ummi Rohm sapaan wagub.
Menurut cucuh pahlawan nasional asal NTB ini, tradisi Rimpu harus terus dijaga dan dilestarikan untuk mempertahankan kearifan lokal masyarakat Bima dan Dompu.
Karena menjadi pendukung keragaman potensi budaya dan seni di Tambora, untuk menuju destinasi wisata kelas dunia.
Wagub NTB tampak anggun mengenakan pakian adat Rimpu yang menjadi pakian khas masyarakat Bima dan Dompu.
Wagub bersama Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konservasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Dr. Nanang Prihadi, Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenpar ekraf RI Reza Pahlevi dan rombongan tamu lain, juga disambut dengan tarian budaya, maka tua dalam proses sambutan oleh majelis adat Dompu dan keturunan kerajaan Sanggar bersama Bupati Dompu Kader Jaelani.
Bahkan salahsatu pimpinan penari, mengajak Ummi Rohmi sapaan Wagub untuk ikut menari bersama, mengikuti seni gerakan tarian tradisional tersebut.
Dengan lincah dan gemulai Wagub Ummi Rohmi dapat dengan cepat menyesuaikan gerakan tari dan seni tradisional masyarakat Bima dan Dompu tersebut.
Sementara itu, Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konswrvasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Dr. Nanang Prihadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Dompu mensuksekan kegiatan ini.
Dikatakannya, kearifan lokal dan budaya menjadi pelengkap dari 3 hal, yaitu konservasi, komunitas dan komoditas, sebagai tempat destinasi wisata pegunungan kelas dunia.
“Mengelola Tambora harus ada hal tersebut,” paparnya.
Ditambahkan Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenparekraf RI, Reza Pahlevi bahwa sinergi dan kolaborasi Pemprov. NTB melalui Geopark Tambora, Dispar, DLHK, Dikbud NTB bersama denga Pemkan Dompu, Balai Taman Nasional dan Kementeria terkait menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung Tambora jadi destinasi kelas dunia, kawasan wisat ini menjadi surganya penikmat gunung,” katanya.
Sehingga melaui pariwasata dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteaan masyarakat.
Festival Tambora yang sudah masuk dalam Kelender Even Nadional (KEN) yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 4-5 Juni 2022, diikuti oleh ribuan masyarakat. Festival ini juga merupakan momentum memperingati meletusnya Gunung Tambora 207 tahun yang lalu.
Hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah Kementerian dan Lembaga Pusat, Kadis Priwisata, dan sejumlah OPD lingkup Pemprov. NTB, Forkopimda Dompu, Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, majelis adat Dompu, OPD lingkup Pemkab. Dompu, TP. PKK Dompu, kesultanan Sanggar, tokoh agama dan masyarakat. ***
Kirab Drumband Meriahkan Desa Segara Katon di KLU
Kirab drumband akademi TNI/POLRI dan IPDN Satlat 1 Macan Latsitardanus XLII meriahkan peresmian Desa Segara Katon
TANJUNG.lombokjournal.com ~Drumband dari Akademi TNI/POLRI dan IPDN yang tergabung dalam satuan latihan 1 Macan Latsitardanus XLII meriahkan hari jadi 1 tahun Desa Segara Katon.
Kirab drumband itu berlangsung sepanjang jalan menuju Balai Rakyat Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga,Lombok Utara, Sabtu (04/06/22).
Warga dari desa lain yang merupakan bagian dari kecamatan Gangga, juga berpartisipasi merngikuti kirab ini. Mereka mengenakan pakaian adat setempat dan membawa spanduk bertuliskan ucapan selamat atas 1 tahun peresmian Desa Segara Katon.
Ada juga yang membawa senjata khas daerah untuk diperkenalkan kepada masyarakat sekitar.
Salah satu rombongan kirab – dengan pengeras suara – mengucapkan doa dan harapan kepada Desa Segara Katon agar diberikan kelancaran, kesuksesan, makmur serta dimajukan perekonomiannya, kuat dan tangguh dalam segala kondisi.
Sepanjang jalan, warga berbondong – bondong datang untuk melihat pertunjukan kirab yang sedang berlangsung.
Anak-anak sangat senang dengan aksi drumband yang ditampilkan oleh Taruna maupun Praja. Mereka bersorak gembira setiap kali barisan drumband melambaikan tangan ke arah mereka.
Sampai di Balai Rakyat Segara Katon, barisan kirab dipersilahkan untuk meletakkan perlengkapan mereka di tempat yang sudah disediakan dan beristirahat, karena jarak yang dilewati cukup jauh.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan peresmian Balai Rakyat Segara Katon, Kecamatan Gangga, oleh Dansatlat 1 Macan Latsitardanus XLII, Mayor Arm Debi Irawan, S.IP.
“Saya berterimakasih kepada peserta Latsitarda beserta seluruh unsur pendukung, yang telah bekerja maksimal, sehingga Balai Rakyat ini dapat diselesaikan dengan baik, ini menjadi salah satu wujud integrasi yang baik antara pemuda – pemudi terbaik dari AAL, AAU, AKMIL, AKPOL, IPDN beserta warga sekitar. Semoga Balai Rakyat ini dapat bermanfaat positif bagi seluruh warga Desa Segara Katon,” ungkap Dansatlat.
Acara peresmian dihadiri oleh para pejabat desa dan aparat TNI/Polri desa setempat. Mereka berterimakasih atas banyaknya jasa yang diberikan oleh para peserta Latsitarda kepada seluruh warga Lombok Utara. Semoga hubungan positif ini dapat selalu terjalin dengan baik sekarang dan seterusnya nanti. ***
Diskominfotik NTB Sekarang Dipimpin Baiq Nelly Yuniarti
Dalam Pisah Sambut pejabat lama dan pejabat baru, Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti, minta ASN di Diskominfotik NTB memiliki dan aktif memanfaatkan medsos
MATARAM.lombokjournal.com ~ Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si yang kini menjabat Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, minta seluruh ASN dan Non ASN di Diskominfotik yang dipimpinnya memiliki sosial media (medsos), karena penyebaran informasi saat ini banyak memanfaatkan sosial media.
Karena Dinas Kominfotik NTB selaku leading sector dari informasi Pemerintah Provinsi seharusnya memiliki dan memanfaatkan medsos
“Saya yakin bapak ibu memiliki sosial media yang banyak, minimal di like saja, jangan sampai punya kita sendiri tidak dilike, harapan saya agar ini menjadi kerjasama kita semua,” tuturnya.
Baiq Nelly mengatakan itu saat seluruh ASN dan Non ASN lingkup Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provini NTB mengadakan kegiatan Pisah Sambut pejabat lama dan pejabat baru, yang berlangsung di Aula Diskominfotik NTB, Jum’at (03/06/22).
Selain mantan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy kini menjadi Kepala Satuan Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi NTB, beberapa pejabat eselon di bawahnya juga dimutasi.
Sekretaris Dinas Kominfotik NTB, Heri Agustiadi, menjadi Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dan Kepala Bidang IKP Dinas Kominfotik NTB, Athar, S.IP menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Ekonomi Dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB.
Sementara itu, pejabat baru Sekretaris Dinas sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, yaitu Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si, dan Kepala Bidang IKP, Lalu Ismunandar Eka Saputra, S.STP., M.H.
Jabatan itu amanah
Kasat Pol PP, Najamuddin Amy mengatakan, tidak ada jabatan yang berlaku selamanya, namun kapan saja bisa berpindah dan pergi.
“Tidak ada jabatan yang harus selamanya kita berada didalam genggaman kita,” kata Najam.
Semua boleh datang namun semua juga harus pergi. Kepergian ini tentu memberikan hikmah, jabatan itu harus kita letakkan di telapak tangan kita.
“Setiap waktu angin berhembus dia akan pergi, jabatan hanya amanah sementara bukan amanah selamanya,” ungkap Najam.
Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Heri Agustiadi, S.Sos., M.M mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh karyawan dan karyawati dan tetap menjalin silaturahmi.
“Kita tetap menjalin silaturahim, pertemanan kita tidak boleh putus, hanya kita berbeda tempat,” tuturnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Ekonomi Dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Athar, S.IP berpesan kepada seluruh Bidang IKP agar kebersamaan dan semangat harus terus ditingkatkan.
“Kolaborasi kerjasama saling membahu di antara kita harus ditingkatkan, apalagi kita akan menyambut perhelatan MXGP Samota,” pesannya. ***
Harga Jagung Membaik, Petani Diminta Melapor Serapan Harga Jagung
Ini Keterangan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB terkait membaiknya harga jagung
MATARAM.lombokjournal.com ~Menindaklanjuti instruksi khusus Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, untuk serius membantu turunnya harga jagung, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Fathul Ghani, M.Si., mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Beberapa upaya yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, kini harga jagung semakin membaik.
Ilustrasi panen jagung
“Alhamdulillah, harga jagung berangsur membaik,” kata Kadis Distanbun, Kamis (2/6/2022) di Mataram.
Salah satunya dengan menfasilitasi petani dengan pembeli jagung.
Dijelaskan Kadis Pertanian dan Perkebunan yang baru saja dilantik ini, bahwa harga pembelian jagung gudang PT. Seger sebesar Rp. 4.200,-/kg, harga gudang UD. Subur Sumbawa di Kabupaten Sumbawa sebesar Rp. 4.250,-/kg.
Sedangkan di Kabupaten Dompu, harga pembelian digudang sebesar Rp. 4.200,-/kg, dan harga pembelian di gudang UD. Pemuda Kreatif yang ada di Kabupaten Bima sebesar Rp. 4.400,-/kg.
“Ini berdasarkan hasil pantauan Distambun Provinsi NTB berkoordinasi dengan petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) Lapangan Kabupaten/Kota tentang harga jagung pada hari Kamis tanggal 2 Juni 2022,” terangnya.
Selanjutnya ia berharap, para petani jagung ikut proaktif memantau dan melaporkan harga serapan jagung yang ada di lapangan.***
Gubernur NTB Mengapresiasi Penanaman Pohon di Perumahan
Gubernur NTB memuji Penanaman 5.000 pohon di perumahan Bell Park II, Desa Kekeri
LOBAR.lombokjournal.com ~ Ada yang menarik dalam acara Dua Dekade Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) Indonesia.
Dalam acara kerja bersama antara PPATK bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di Perumahan Bell Park II, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (03/06/22), juga berlangsung Penanaman 5.000 pohon di kompleks perumahan itu.
Gubernur Zulkieflimansyah
“Saya senang sekali dengan penanaman pohon di lingkungan BTN Bell Park. Patut ditiru ini penting karena pohon ini betul-betul ditanam oleh orang-orang yang mampu mengunjungi masa depan lebih dahulu,” kata Gubernur NTB, H. Zukiflimansyah saat membuka acara.
Ia membayangkan perumahan ini akan indah dijadikan tempat selfi-selfi lalu pohon Tabebuya ini tumbuh kembang dan berbunga.
“Harus kita tiru ini pak Sekda, mudah-mudahan kita sering menanam pohon karena selama ini abai kita lakukan dan hasilnya baru kita rasakan 5 tahun yang akan datang. Kita selalu ingin hasil yang instan dan cepat, tapi butuh kesabaran untuk menikmati masa depan,” ujar Gubernur Zul yang saat itu didampingingi Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi.
Direktur Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, penanaman pohon ini menjadi bagian dan tanggung jawab PT. BTN sebagai perpanjangan tangan pemerintah melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Tentunya kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat baik secara ekonomi sosial dan lingkungan,” tandasnya.
Dengan penanaman pohon menjadikan suasana di perumahan ini menjadi lebih nyaman bagi para pengguna dan lebih baik untuk ekonomi keluarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP. PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, Sekda NTB, Kepala Dinas LHK dan tamu undangan lainnya.***
Kenaikan Tarif PDAM di KLU, Ini Penjelasan Dirut PDAM
Pihak PDAM Lombok Utara mensosialisasikan kenaikan tarif PDM, dan selisih tarif baru dan lama paling rendah dibandingkan daerah lain
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dirut Perumda Air Minum Amerta Kabupaten Lombok Utara, Firmanyah,ST, menyebutkan, kenaikan tarif Air PDAM, mempunyai dasar hukum, dan bukan atas keinginannya peribadi.
Hal itu terungkap dalam sosialisasi kenaikan tarif PDAM Amerta Dayan gunung Lombok Utara dan Amerta Care, yang menghadirkan sekitar 13 wartawan yang bertugas di Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (03/06/22).
Menurut Firmanyah, kenaikan tarif air PDAM KLU didasari oleh Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.
Kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 690-579 Tahun 2021 tentang Besaran Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas Air Minum di Kabupaten/Kota se-NTB.
Demham adanya Permendagri dan SK Gubernur NTB tersebut, dilanjutkan Pemda KLU dengan melakukan kajian bersama PDAM KLU dan BPKP NTB, terkait besaran ideal kenaikan tarif air sesuai dengan kondisi masyarakat dan daerah.
Hasil dari kajian yang dilakukan Pemda KLU bersama PDAM KLU dan BPKP, maka ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Bupati (Perbup).
Bupati Lombok Utara menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Lombok Utara Nomor 58 Tahun 2021 tentang Tarif Air Minum pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Amerta Dayan Gunung.
Diakuinya, perusahaan yang dipimpin merupakan milik daerah dan dalam pelaksanaan kegiatannya mengacu standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kabupaten Lombok Utara.
“Selisih tarif baru dan lama paling rendah dibandingkan dengan daerah lain,” kata Firmansyah.
Digambarkan tarif baru dan lama sebagaimana golongan tarif pemakaian sebagai berikut : 0-10 m3; 10-20 m3; 21-30 m3; 31-999 m3;
Tarif Rumah Tangga A dan B lama 1.470; 1.970; 2.030; 3.550, sedang tarif rumah tangga A baru 2.500; 2.800; 3.000; 3.000, terdapat selisih 530, 1.330, 970 hingga 550.
Rumah Tangga B baru berkisar 3.100, 4.100, 5.000 dan 5.600, terdapat selisih 1.130, 2.630, 1.700, dan 1.550
Tarif Rumah Tangga C lama berkisar 970, 1.470, 3.300 hingga 4.050, sedangkan Tarif Rumah tangga C yang Baru, 3.800, 4.400, 5.600, 6.200, terdapat selisih, 970, 250, 150, 850
Untuk rumah tangga D, F dan G lama, 2.830, 4.150, 5.750, 7.050.
Tarif untuk Instansi Pemerintah 2E baru, 4.100, 5.000, 5.900, hingga 6.900. Selisih, 1.750, 3.050, 1.750, 1.650.
Firmansyah menjelaskan, pada tarif lama, golongan tarif dibebankan biaya administrasi dan pemeliharaan sebesar Rp 10.000, namun biaya beban telah dihapus dengan berlakunya penerapan tarif baru.
Kenaikan tarif air minum di PDAM KLU masih menggunakan tarif progresif. pemakaian dasar/kebutuhan dasar air masyarakat rata-rata sekitar 10 m3. Sehingga pemakaian air lebih dari 10 m3 akan dikenakan tarif yang lebih besar.
Misalnya jika Wahyu dengan golongan Tarif Rumah Tangga B, memakai air sejumlah 12 m3, maka perhitungannya dengan tarif baru dan Tarif lama :
Pemakaian Dasar 10 m3 = 3.100 x 10 = 31.000
Pemakaian Lebih 2 m3 = 4.100 x 2 = 8.200
Total pak Wahyu membayar = Rp 39.200
Tarif Lama (Rumah Tangga C)
Pemakaian Dasar 10 m3 = 970 x 10 = 9.700
Pemakaian Lebih 2 m3 = 1.470 x 2 = 2.940
Beban Administrasi dan Dana Meter = 10.000
Total pak wahyu membayar = 22.640
Selisih pembayaran = 16.560
Penurunan golongan tarif
Dirut PDAM KLU, Firmansyah juga memberikan kesempatan bagi pelanggan yang berpenghasilan rendah untuk merubah golongan tarifnya.
Pelanggan mengajukan penurunan golongan tarif, caranya pelanggan meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kantor Desa setempat. Petugas PDAM KLU akan melakukan verifikasi terhadap pengajuan pelanggan.
Jika verifikasi sesuai maka pihak PDAM KLU akan menurunkan golongan tarif pelanggan. Jika tidak sesuai, pelanggan yang mengajukan akan ditetapkan pada golongan tarif awalnya.
Menurut Firmansyah, jika Pemfda KLU tidak menaikkan tarif Air Minum PDAM, maka konsekuensinya Pemda harus menanggung subsidi atas biaya pemakaian air pelanggan PDAM KLU.
Amerta Care
Tentang sistem Layanan Informasi dan Pengaduan Satu Pintu atau Amerta Care merupakan sistem informasi layanan yang disediakan PDAM KLU berbasis Aplikasi Whatsapp broadcasting dan interaktif chat.
Pelaggan dapat menghubungi nomor whatsapp PDAM KLU untuk meminta layanan informasi terkait dengan pelayanan PDAM KLU. Pelanggan juga dapat mengirimkan pengaduan terkait keluhan pelanggan melalui kontak Whatsapp tersebut.
Kontak Whatsapp AMERTA CARE +62 811 3909 9888
Amerta Care dapat digunakan pelanggan PDAM KLU yang membutuhkan bantuan teknis.
“Manfaat menjadi pelanggan PDAM lebih mudah mengakses atau mendapatkan air bersih dengan kualitas baik,” kata Firmansyah. Dan pelanggan PDAM memperoleh air dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan menggunakan air nonPDAM.
Kenaikan tarif PDAM KLU sempat menuai protes
Edukasi Menghemat pengunaan air, dirata-ratakan kebutuhan pemakaian dasar air masyrakat adalah sejumlah 10 m3 per bulan. 10 m3, sama dengan 10.000 liter, atau 2,5 kali volume mobil tangki sedang (4000 L).
Dengan adanya tarif progresif diharapkan pelanggan dapat menggunakan air lebih bijak dan efisien.
“Biasanya, borosnya pemakaian air diakibatkan oleh gaya hidup, sehingga untuk menghemat air diperlukan perubahan pola hidup hemat air,” harap Firmansyah.***
SELAQ MARONG, Mata Merah sang “Pembunuh” di Arena Peresean
Kisah petarung tak terkalahkan di arena Peresean, ini penelusuran M16 jejak Selaq Marong
LOTENG.lombokjournal.com ~ Siapa petarung hebat di arena Peresean di Lombok?
Belum banyak yang tahu, di jagad Peresean ada nama Pepadu yang mampu menciutkan nyali lawan tandingnya.
Siapa lagi kalau bukan ksatria di arena Peresean, seorang Pepadu yang mendapat sebutan Selaq Marong.
Ini hasil penelusuran yang dilakukan Lembaga Kajian Sosial dan Politik, Mi6.
Pulau Lombok memiliki tradisi seni Peresean kini sering dipentaskan jadi hiburan wisatawan.
Tradisi Peresean merupakan pertarungan antara dua lelaki bersenjata rotan atau disebut penjalin. Petarung itu menggunakan perisai sebagai tameng berlindung dari pukulan rotan lawan.
Tameng tersebut disebut ende dan terbuat dari kulit kerbau yang keras.
Para petarung disebut Pepadu, yang akan saling pukul menggunakan rotan dengan diawasi seorang wasit yang disebut Pakembar.
Selama berlangsungnya pertandingan dua Pepadu, suara gamelan khas Lombok terus mengalun..
Dulu, Peresean sebagai ekspresi kebahagiaan prajurit saat menang perang. Itu juga berfungsi melatih ketangkasan prajurit.
Kemudian tradisi tersebut difungsikan sebagai upacara adat meminta hujan. Namun kini, Peresean menjadi kesenian tradisi Sasak untuk menghibur wisatawan.
Saat ini, Pepadu yang tersohor dengan kepiawaiannya dalam Peresean adalah Selaq Marong.
Seorang pria berkumis yang sering menari ketika serangannya mengenai musuh. Dia adalah pria berasal dari Semoyang, Lombok Tengah dengan nama asli Suminggah.
Legenda Pepadu Selaq Marong 80-an
Di Lombok pernah dikenal seorang Pepadu yang melegenda di era 80-an, di arena Peresean ia mendapat julukan Selaq Marong. Sesuai julukannya, Pepadu itu berasal dari Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Selaq Marong merupakan Pepadu yang sering berlaga pada tahun 1980an.
Perawakannya besar, mata tampak melotot merah saat berada di arena, dan itu menggetarkan lawan tandingnya.
Karena itu dia dijuluki oleh penonton dengan nama Selaq Marong.
Tokoh masyarakat di Desa Marong, Amaq Buan mengatakan, Selaq Marong memiliki ilmu megat-male yang sangat mematikan saat memukul lawannya.
Dia selalu menang di arena dengan membuat lawannya sakit dan bahkan hingga meninggal.
“Sosok perawakan besar dengan mata yang melotot. Selaq Marong kalau Peresean matanya menjadi merah. Itu tanda ilmu pegat male sudah masuk,” tuturnya, Kamis (02/06/22).
Selaq Marong memiliki nama asli Haji Sriatun. Dia tutup usia pada 2020. Namun, ketangkasan saat menjadi ‘gladiator’ di arena Peresean selalu dikenang orang.
Meskipun sangat kuat di arena, Selaq Marong memiliki pantangan saat bertanding.
Dia tidak boleh bertarung siang hari. Entah apa alasannya, konon matanya yang besar dan melotot membuat dia kesulitan bertanding di siang hari. Sehingga dia selalu tampil sore hari.
“Jadi Selaq Marong tidak bisa bertanding siang hari. Karena matanya selalu melotot dan merah,” ujarnya.
Amaq Buan mengatakan, ilmu megat male yang dimiliki Selaq Marong didapat melalui mimpi. Dia tidak pernah berguru atau mencari ilmu untuk mendapatkan kesaktian.
“Itu didapat dari karomah (anugerah Tuhan) saat sedang tidur lalu bermimpi,” katanya.
Cucu keluarga Selaq Marong, Dayat, mengatakan kebiasaan Selaq Marong saat Peresean, yaitu selalu memegang rotan bukan pada ujung atau pegangan rotan.
“Selaq Marong selalu memegang rotan pada bagian sedikit di tengah. Beliau sebenarnya tidak terlalu seni saat bertanding. Tapi kalau serangan kena lawannya, bahaya,” ujarnya.
Dayat mengatakan pernah terjadi keributan saat Selaq Marong Peresean di Masbagik Lombok Timur. Saat itu dia menyerang lawannya hingga meninggal. Itu membuat terjadi kericuhan di arena.
“Gemparnya dulu pertarungan beliau waktu di Masbagik sampai keributan besar terjadi, karena lawan tandingnya langsung meninggal di tempat,” katanya pada koranntb.
Selaq Marong juga pernah bertarung dengan Haji Rijal yang memiliki julukan Arya Kamandanu.
Itu adalah pertarungan dua pepadu perkasa di Lombok. Dalam pertarungan, Selaq Marong berhasil menang.
Konon saat Kapolda NTB waktu itu ingin menobatkan Arya Kamandanu sebagai pepadu terbaik, pihak Selaq Marong protes karena keduanya belum bertanding lagi. Akhirnya waktu pertandingan disepakati.
Namun karena Arya Kamandanu pernah kalah, saat waktu pertandingan di arena Arya Kamandanu menolak untuk bertanding. Sehingga Selaq Marong terpilih menjadi pepadu terbaik.
“Sehingga terjadilah kesepakatan hari pertarungan Arya Kamandanu dengan Selaq Marong. Namun pas hari pertandingan yang sudah ditentukan, Arya Kamandanu menolak untuk bertanding,” ujarnya.
Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan sosok Selaq Marong menjadi legenda di masyarakat Lombok. Banyak masyarakat Lombok sangat familiar dengan nama Selaq Marong.
“Jadi kalau kita bertanya ke masyarakat, siapa Selaq Marong ya pasti dijawab pepadu Peresean. Karena namanya sudah familiar,” katanya.
Dia menjelaskan, pepadu Peresean saat berlaga tidak hanya untuk mencari hadiah berupa uang, tapi menjadi simbol kehormatannya laki-laki Sasak, dan juga untuk merawat tradisi.
“Mereka bertanding tidak hanya untuk mendapatkan bonus atau hadiah. Tapi sebagai bentuk kehormatan seorang pria Sasak, sekaligus untuk merawat tradisi,” katanya.
Lombok memiliki beragam destinasi wisata dan juga memiliki banyak budaya dan tradisi. Budaya dan tradisi tersebut menjadi atraksi pariwisata yang menjadi magnet menarik minat wisatawan berkunjung ke Lombok.
“Sehingga Peresean harus terus dilestarikan sebagai bagian dari atraksi pariwisata di Lombok,” kata Bambang Mei.***.
Perawat di NTB Cukup, PR-nya Pemerataan dan Kualifikasi
Wagub NTB mengatakan meski jumlah perawat cukup, namun perlu meningkatkan pemerataan dan kulifikasinya
MATARAM.lombokjournal.com ~ Secara kuantitas jumlah perawat di Provinsi yang jumlahnya sekitar 15.000 dan bidan kurang lebih 7000, sudah mencukupi untuk pelayanan kesehatan terkait kematian ibu dan bayi, kasus stunting, dan peningkatan pelayanan Posyandu Keluarga
Namun masih menjadi PR bersama adalah pemerataan serta kualifikasinya. yang masih terus harus ditingkatkan.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi menyatakan dalam diskusi bersama para stakeholder terkait di Aula Pendopo Wagub, Kamis (02/06/22).
“Jika digabungkan menjadi 22 ribu, sudah sangat cukup untuk melayani NTB. Yang terpenting adalah bagaimana pemerataan dan kualifikasinya itu. Ini jadi PR bersama,” jelas wagub.
Khususnya, apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya terkait kematian ibu dan bayi, kasus stunting, dan peningkatan pelayanan Posyandu Keluarga di NTB.
“Setelah ini saya sangat berharap ada meeting meeting lanjutan dari segi tekhnis untuk betul betul bisa kita berdayakan semua potensi yang ada,” tambah Ummi Rohmi.
Salah satunya lanjut Wagub, bekerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri yang ada di NTB.
Pemprov NTB bisa bekerjasama dengan setiap Fakultas Kesehatan yang ada dan menjalin hubungan simbisosis mutualisme bersama para mahasiswa kesehatan yang ada.
Dalam diskusi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan IDI, IBI, PPNI, PERSAGI, PPKMI, IAKMI, ATML, POGI, IDAI dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan didampingi oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTB. ***