Wagub NTB Yakin MTQ di Lombok Timur Akan Sukses

Menurut Wagub NTB, yang utama dalam penyelenggaraan MTQ di Lotim adalah silaturahmi

LOTIM.lombokjournal.com ~ Penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Lombok Timur akan sukses dengan memiliki tempat yang representatif dan indah.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat memberikan sambutan malam ta’aruf seluruh Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dari 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB, bertempat di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (29/06/22).

Mengutip ucapan Bupati Lombok Timur, Wagub mengatakan penyelenggaraan MTQ ini sebagai ajang silaturahmi. 

BACA JUGA: Skuad Lombok FC Sudah Komplet, Yakin akan Juara Liga 3 NTB

Wagub NTB PADA MALAM TA'ARUF MTQ DI LOTIM

Menurutnya, yang paling utamanya adalah silaturahmi. Sehingga kompetisinya akan menyenangkan.

“Yang terus-menerus kita dilakukan adalah mengevaluasi bagaimana kemampuan putra putri terbaik NTB baik di tingkat Provinsi maupun ditingkat Nasional. Karena sejatinya Provinsi NTB memiliki potensi yang luar biasa. Terlebih di 10 kabupaten/Kota ini,” ungkapnya. 

Dengan potensi yang ada di 10 Kabupaten/Kota, ke depan harus terus menerus digali, dikembangkan, diwadahi, diberi ruang dan diperhatikan sehingga MTQ menjadi ajang yang membanggakan bagi Provinsi NTB.

“Mudah-mudahan MTQ kali ini betul-betul semakin menambah kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan. Akhirnya kita memiliki energi yang semakin besar membangun NTB ke depan. Selamat berkompetisi dengan riang gembira, mudah-mudahan NTB ini berkah dan sukses,” kata wagub. .

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Drs. H. M. Sukiman Azmy, MM., menyampaikan terimakasih atas diberikan kepercayaan oleh Pemerintah Provinsi NTB sebagai tuan rumah MTQ yang ke-29. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Usut Tenggelamnya Kapal TKI asal NTB

Serta mengucapkan selamat datang kepada seluruh Kafilah, Dewan Hakim, dan para pendamping kafilah dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi NTB pada MTQ ke-29 yang diselenggarakan di Kabupaten Lombok Timur.

Mudah-mudahan ajang MTQ ini, selain untuk membumikan Al-Quran sebagai tuntunan, sekaligus mempererat tali silaturahmi mewujudkan NTB yang relegius, toleran, dan menjunjung nilai-nilai islami sebagaimana tuntunan Al-Qur’anul Karim.

“Selamat berlomba bagi seluruh Kafilah, mari hidupkan Al-Qur’an dalam sanubari kita, sebagai tuntunan dan petunjuk menuju NTB yang baldatun toyyibatun warobbun gofur,” tandasnya. ***

 

 




Skuad Lombok FC Sudah Komplet, yakin Juara Liga 3 NTB

Dengan daya usaha-usaha yang dilakukan, termasuk dengan skuad Lombok FC sudah komplet, yakin mampu menjadi juara Liga 3 NTB tahun ini

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Football Club (Lombok FC) memastikan sudah memiliki skuad yang komplet. 

Klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) ini pun sudah siap sepenuhnya mengarungi Liga 3 NTB tahun 2002 yang dijadwalkan kick off bulan Agustus mendatang.

Rannya siapkan skuad Lombok FC hadapi Liga 3 NTB
Rannya Agustyra Kristiono

“Sejak Jumat, 17 Juni 2022, skuad utama Lombok FC sudah memiliki 25 pemain yang merupakan jumlah ideal untuk menghadapi gelaran Liga 3 NTB tahun 2022/2023,” kata Chief Executive Officer (CEO) Lombok FC, Rannya Agustyra Kristiono dalam keterangan tertulisnya, Ahad (19/06/22).

BACA JUGA: Final, Persiapan MXGP of Indonesia Samota Sumbawa 2022

Rannya yang saat ini sedang berada di London, Inggris menjelaskan, sebanyak 25 pemain yang lolos seleksi tersebut terdiri dari 11 pemain lokal, dan 14 pemain yang datang dari luar NTB seperti dari Maluku Utara, Papua, Sumatera, dan P. Jawa.

Ditargetkan, pada hari Senin, 20 Juni 2022, pemusatan latihan (TC) Lombok FC sudah meningkat ke tahap akhir atau tahap taktikal dimana setiap pemain sudah mendapatkan tempat atau posisinya masing-masing, apakah itu penyerang, gelandang, atau pemain belakang.

“Latihan juga sudah meningkat ke tahap kerja sama tim atau team work. Bukan latihan perorangan lagi,” kata Rannya.

Karena itu, Lombok FC memerlukan banyak pertandingan persahabatan untuk menajamkan kerja sama tim. Dengan begitu, permainan bisa berjalan padu atau kompak sebagai sebuah tim yang utuh.

“Pertandingan persahabatan melawan Santong FC dari KLU ini adalah pertandingan persahabatan yang kedua sebelum pemusatan latihan (TC) Lombok FC masuk ke periodisasi taktikal,” kata Rannya lagi.

Pertandingan melawan Santong FC tersebut digelar pada Sabtu (18/06/2022) pukul 16.00 di Lapangan Santong FC di Kayangan, Kab. Lombok Utara. 

Pertandingan melawan Santong FC tersebut disaksikan langsung Chairman Lombok FC yang juga pendiri klub H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Rannya menegaskan, dengan segala upaya, kegiatan, dan usaha-usaha yang dilakukan Lombok FC selama ini, pihaknya haqqulyakin, Lombok FC akan mampu menjadi juara Liga 3 NTB di tahun ini.

Kemudian menembus ke Liga 2 Nasional di tahun depan untuk mewakili masyarakat sepakbola NTB berkompetisi di tingkat atau level Nasional.

Rannya pun mengutip pesan yang disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam orasi ilmiahnya di Dies Natalis Mahasiswa Universitas Pancasila yang mengatakan’ sepakbola bukanlah hanya sebuah pertandingan semata, tapi adalah, pertaruhan dari pada gengsi, wibawa, dan kehormatan.

BACA JUGA: Pemprov NTB Usut Tenggelamnya Kapal TKI

“Kami sepakat dengan Pak Prabowo. Maka dari itu kami berusaha menyiapkan Lombok FC ini dengan total dan sungguh-sungguh agar ada klub sepakbola dari Bumi Gora yang bisa berkompetisi di level Nasional, membawa nama besar NTB dalam pergaulan dan percaturan Nasional,” tandas Rannya.

Sementara itu, terkait kehadirannya menonton langsung laga persahabatan Lombok FC dengan Santong FC, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menjelaskan, dirinya memang sengaja datang untuk bisa melihat langsung pertandingan uji coba kedua Lombok FC sambil memberikan dorongan semangat kepada tim pelatih, manajemen, dan para pemain.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menegaskan, dirinya ingin menyaksikan performa langsung Lombok FC sebelum mereka menjalani pemusatan latihan (TC) tahap akhir, yaitu periodisasi taktikal dimana kerja sama tim atau team work menjadi prioritas latihannya.

“Seleksi dan pemusatan latihan pemain yang telah berlangsung sekitar tiga bulan ini dilaksanakan untuk menguatkan tekad, dan menunjukan keseriusan Lombok FC menjadi lokomotif kebangkitan sepakbola NTB, dimana maju mewakili dan mampu berkompetisi di tingkat Nasional adalah tujuan utamanya,” imbuh HBK.

Hasil Laga Persahabatan Lombok FC

Sementara itu, laga persahabatan antara Lombok FC dan Santong FC, berakhir dengan skor 1-1, demikian juga dengan pertandingan persahabatan sebelumnya melawan PS Undikma, juga berakhir seri, 0-0.

Di akhir pertandingan, selaku Ketua Yayasan HBK PEDULI, kemudian HBK memberikan bantuan bola sepak dan 2 sets jersey sepakbola untuk memberikan semangat para pemain Santong FC. ***

 




Meriah! Perayaan Ultah Club Vespa Sidoarjo di KLU

Perayaan hari jadi atau terbentuknya Club Vespa Sidoarjo berlangsung meriah di Pantai Sita Indah, Tanjung

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Club Vespa Sidoarjo, Jawa Timur rayakan hari jadi atau terbentuknya klub yang ke 25, Sabtu (18/06/22) di Pantai Sita Indah Tanjung.

Acara perayaan hari jadi Club Vespa Sidoarjo sangat meriah, karena dihadiri klub Vespa dari berbaga perwakilan daerah.

BACA JUGA: Pemda KLU Mendata Rumah yang Terdampak Pelebaran Jalan

Klub Vespa membuat Ultah Club Vespa Sidoarjo jadi meriah
Wakil klub Vespa dari berbagai daerah

Selain diramaikan puluhan klub Vespa yang hadir dari dari perwakilan daerah, MBuga diramaikan oleh club’ Live Band yang pentas meramaikan acara. 

“Club Vespa Sidoarjo ini berhalangan merayakan hari jadinya, sehingga diberikan mandat kepada saya.” kata Mas Blur, salah satu acara perayaan ini.. 

Yang menarik, Rolling Thunder diikuti oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Dany Karter Febrianto, dimulai start dari Teluk Nare, Pemenang,  dan finish di Pantai Sira Indah Tanjung.

Acara ini merupakan acara akbar bagi para pecinta Vespa yang menjadi tempat bertemu dan berkumpulnya para komunitas Vespa dari perwakilan daerah. 

Dan lebih meriah, acara di Tanjung juga dihadiri Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, yang membuka acaranya.

H Djohan Syamsu menyampaikan selamat datang kepada Club’ Vespa Sidoarjo. Tentu saja Bupati Djohan mempromosikan destinasi wisata yang layak dikunjungi di Kabupaten Lombok Uatara.

Di antaranya adalah Tiga Gili (Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air), Rumah Adat di Kecamatan Bayan, Air terjun, termasuk budaya masyarakat adat Bayan yang masih kental dan lain sebagainya.

 Pada kesempatan itu, Bupati Djohan bernostalgia menggunakan Vespa pertama kali di Kabupaten Lombok Utara. 

“Saya menggunakan Vespa selama 20 tahun,” kata Bupati Djohan.

Sekarang Vespa digunakan sarana  dan bentuk penghormatan dan inovasi baru untuk para pecintanya.

BACA JUGA: Pemprov NTB Usut Tenggelamnya Kapal TKI

Uniknya, banyak pengendara Vespa yang datang dengan mengendarai Vespa menjelajah berbagai daerah di Indonesia dan bahkan di berbagai negara, kata bupati.. 

Saat ini, Vespa tidak hanya memiliki fungsi easy-to-ride yang membuat berkendara harian menjadi lebih nyaman. Lebih dari itu, Vespa juga menjadi ikon global yang melambangkan gaya hidup elegan khas suatu daerah. 

Vespa terus tumbuh bersama rasa cinta dari para penggemarnya sejak 1946 dan telah membentuk banyak asosiasi dan komunitas. 

Bupati Djohan menyarankan, segenap anggota club Vespa untuk menginap dan berkunjung ke tempat tempat wisata di Kabupaten Lombok Utara, baik bersama anggota maupun keluarga masing masing. 

“Setelah itu, saya disarankan untuk bercerita antar sesama club  maupun kepada kerabat sahabat di daerah masing masing,” saran Bupati Djohan. 

Tampak hadir mendampingi Bupati Djohan, antara lain Kadis Pariwisata, Ainal Yakin, Kabid Destinasi Dinas Priwisata, I Wayan Subada Iwandana, dan Kabid Promosi dan Pemasaran Raden Santio Wibowo. ***

 

 




Pemprov NTB Usut Tenggelamnya Kapal TKI

Pemprov NTB menelusuri tenggelamnya kapal yang mengangkut 30 TKI ilegal asal Lombok yang tenggelam di Batam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melakukan gerak cepat tangani tenggelamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI), hari Kamis tanggal 16 Juni 2022, di wilayah perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa Kota Batam.

Kabar kecelakaan kapal dengan korban PMI ilegal asal NTB ini datang dari BP2MI NTB. Tercatat ada 30 PMI ilegal yang menumpang kapal tersebut. Rencananya mereka akan masuk ke Malaysia melalui jalur laut.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Disnakertrans) Provinsi NTB,  melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani keselamatan warga NTB.

BACA JUGA: Hibah Tanah Pemprov NTB untuk Kantor Bahasa

Pemprov NTB usut tenggelamnya kapal TKI
I Gde Aryadi

“Kami terus berkoordinasi, dengan berbagai pihak, baik itu TIM SAR, TNI AL Kota Batam, dan Pemerintah Kepulauan Riau,” kata Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, Jum’at (17/06/22) di Mataram.

Disnakertrans menelusuri identitas korban, untuk mengetahui tujuan dan pihak pengirim, hingga prosedur pemberangkatannya.

Menurut Gede, dari informasi yang peroleh tim di lapangan, para TKI yang jadi korban itu berangkat tanpa diketahui oleh Kades dan Kadus asal TKI tersebut.

Kapal tanpa izin yang melalui jalur tidak resmi tersebut,.bergerak dari pantai Nongsa dengan tujuan Malaysia dengan membawa 30 penumpang. 

Sebanyak 23 orang yang selamat dalam evakuasi, merupakan warga asal Lombok NTB.

“Ada 23 orang yang dapat diselamatkan oleh pihak setempat,  kini  dilakukan pemulihan kondisi di Lanal Kota Batam,”ujar Gede.

Para korban berasal dari Kab. Lombok Timur, sebanyak 6 orang, Kab. Lombok Tengah, sebanyak 15 orang, Kab. Lombok Barat sebanyak 2 orang.

Proses penyelamatan menjadi prioritas utama, dan penumpang yang belum ditemukan, masih dalam proses pencarian oleh TNI AL, Tim SAR dan masyarakat setempat. 

Informasi yang diperoleh  dari BP2MI, pada hari Kamis tanggal 16 Juni 2022 sekitar pukul 19.30 Wib, terjadi kecelakaan laut.

BACA JUGA: Final, Persiapan MXGP of Indonesia Samota Sumbawa 2022

 Speed boat mesin 200 pk x 2 yang digunakan mengankut TKI ITU menabrak kayu sehingga bocor dan tenggelam.

“Kami telah mendapat arahan dari Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, untuk memprioritaskan dulu keselamatan dan pemulihan korban pasca musibah tersebut,” jelas Gede.***




Hibah Tanah Pemprov NTB, Untuk Kantor Bahasa

Dukung Bahasa Daerah, Pemprov NTB memberikan hibah tanah untuk dijadikan Kantor Bahasa

LOBAR.lombokjournal.com ~ Dukungan dan apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk Rumah Bahasa, dilakukan dengan memberikan hibah tanah untuk ditempati Kantor Bahasa.

Ini merupakan Keseriusan Pemprov NTB untuk mendukung Bahasa Daerah yang menjadi sumber kebahasaan untuk memperkaya bahasa Indonesia. 

BACA JUGA: Final, Persiapan MXGP of Indonesia Samota, Sumbawa 2022

Hibag tanah untuk Kantor Bahasa merupakan dukungan Pemprov NTB

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah yang diwakili Kepala Biro Organisasi Setda NTB Dr. Nursalim, mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi NTB yang berkonsentrasi melakukan revitalisasi bahasa daerah. 

Menurutnya, tugas itu tidak mudah. Apalagi diketahui bersama, seiring perkembangan zaman, eksistensi bahasa daerah kian terancam keberadaannya. 

“Bahkan, beberapa bahasa daerah di Indonesia ada yang dinyatakan hampir punah. Tentu kita semua tidak ingin kondisi demikian dialami oleh bahasa daerah kita,” jelas Dr. Nursalim.

Ia mengatakan itu, saat membuka Diskusi Terumpun Revitalisasi Bahasa Daerah, Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo, Jumat (17/06/22) di Hotel Aruna Senggigi. 

Hilangnya bahasa daerah berarti hilang juga identitas kebangsaan. 

Karena itu, Nursalim  mengajak masyarakat dan semua pihak terus melestarikan bahasa daerah.

“Mengenal dan menjaga bahasa daerah artinya kita juga ikut menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah yang menjadi kekayaan bahasa kita,” ajaknya.

Banyak cara sederhana yang dapat dilakukan untuk terus melestarikan bahasa daerah. Di antaranya, melakukan kegiatan atau lomba dengan menggunakan bahasa daerah.

Penggunaan bahasa daerah sebagai mata pelajaran wajib dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, juga cara melestarikan bahasa daerah.

BACA JUGA: Joki Cilik akan Hilang dengan Peraturan Pordasi

“Upaya dan cara-cara tersebut, dapat menggairahkan kembali minat masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah,” jelasnya.

Menurutnya, pemprov mendukung penuh semua program Kantor Bahasa, termasuk diskusi terumpun pelaksanaan kegiatan revitalisasi bahasa daerah Sasak, Samawa dan Mbojo ini. Kegiatan ini menjadi upaya melakukan revitalisasi bahasa daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas, S.S. M.Hum, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov NTB.

“Baik itu dukungan program kegiatan maupun diskusi untuk kegiatan revitalisasi bahasa daerah Sasak, Samawa dan Mbojo,” kata Retno.

Diharapkan masyarakat mendukung dan mencintai bahasa daerahnya sendiri. Caranya dengan menggunakan bahasa daerah dengan baik dan benar.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor UMM Mataram, Rektor Univ. Hamzanwadi Lotim, Pejabat  BPKAD, Kadis Pendidikan Kab/Kota se NTB dan budayaaan,para  akademisi, pakar bahasa, komunitas, budayawan serta tokoh masyarakat NTB. ***




Pemda KLU Mendata Rumah yang Terdampak Pelebaran Jalan

Pendataan dilakukan Pemda KLU pada rumah masyarakat  di 17 desa di sepanjang jalan yang terdampak pelebaran jalan Nasional

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR DKP KLU), memulai aksi pendataan rumah terdampak pelebaran jalan Nasional tahun ini 2022. 

Kepala Dinas PUPRDKP KLU, Kahar Rizal,ST,MT saat ditemui wartawan mengatakan, pihaknya sudah memulai pendataan dalam dua hari ini dan akan berjalan sekitar 17 hari ke depan, Jum’at 17/6, di ruang kerjanya,. 

BACA JUGA: 42 JCH Lombok Utara Berangkat Rabu Pagi

Rumah yang terdampak pelebaran jalan nasional didata Pemda KLU
Kahar Rizal,ST,MT

“Hari ini sosialisasi, atau starting rencana pelebaran,” ujar Kahar Rizal kepada wartawan. Pelebaran jalan yang akan dilakukan mulai dari Desa Sambikelen/perbatasan Lokok Putek Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan, sampai dengan Desa Pemenang Kecamatan Pamenang Kabupaten Lombok Utara.

Diakuinya, deda-desa yang didata berjumlah sekitar 17 desa yang berada di sepanjang jalan Nasional. 

Saatnya nanti apabila pendataan sudah selesai akan disampaikan hasil pendataan, baik langsung kepada masyarakat yang ada di masing masing desa terdampak maupun melalui media, ujar Kahar Rizal. 

Karena itu pihaknya belum bisa merespon pertanyaan wartawan terkait jumlah terdampak bangunan pelebaran jalan maupun yang tidak terdampak. 

Rencananya, pelaksanaan pelebaran jalan akan dilakukan dalam kurun waktu tidak lama lagi dan masing-masing sisi jalan 7  meter karena berstatus Jalan Nasional.

“Saat pelaksanaan nanti data bangunan yang perlu dibebaskan akan dipiblikasikan,” ungkapnya.

Pemda KLU MULAI MELAKUKAN PENDATAAN

Pendataan rumah yang terdampak pelebaran dimulai dari Timur yaitu Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan ke arah barat, mengingat rumah rumah masyarakat tidak sepadat di Kecamatan lain, seperti Kecamatan Gangga, Tanjung dan Pemenang.  

Sekaligus merupakan informasi kepada warga di 17 Desa terdampak yang belum  mengetahui informasi pelebaran jalan Nasional di Kabupaten Lombok Utara. ***

BACA JUGA: Survei Dispar KLU di Tiga Gili, Ada Tumpukan Sampah di Trotoar

 




42 JCH Lombok Utara Berangkat Hari Rabu Pagi

Sebelum berangkat 42 JCH Lombok Utara berkumpul di Masjid Baiturrahman Tanjung,  untuk Sholat Subuh bersama Bupati

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ibu Melsip dan Putrinya, Luh Lakmi Julmi Karya  binti Nasrudin (Almarhum) Dusun Lekok Tenggara, Desa Gondang, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, merupakan bagian dari 42 orang Calon Jamaah Haji (JCH) asal Kabupaten Lombok Utara.

Luh Lakmi Julmi Karya binti Nasrudin (Almarhum) berangkat menggantikan orang tuanya yang meninggal sebelum ada pengumuman pemberangkatan JCH.

Bagian dari 42 JCH Lombok Utara

Setelah sekitar delapan tahun menunggu panggilan, akhirnya mereka akan diberangkatkan hari Rabu (22/06/22) sekitar jam 5.00 wita.

BACA JUGA: Survei di Tiga Gili, Ada Tumpukan Sampah di Trotoar

Ibu Melsip dan Putrinya buka Ziarahan yang pusatkan di “Masjid Al Istiqomah” Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga, Kamis (16/06/22) malam. 

Sebagaimana tradisi, CJH Ibu Melsip dan Putrinya, Luh Lakmi Julmi Karya, Binti Nasrudin (Almarhum) buka Ziarah dengan menghadirkan seluruh jemaah di empat dusun Lekok Desa Gondang. 

Pihak Kemenag Lombok Utara menginformasikan, Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Lombok Utara tergabung dalam kloter 9. 

Mereka mendapat penginapan dan tempat tinggal di daerah Misfalah selama di Mekkah. Tempat tersebut tidak jauh jaraknya  dari  Masjidil Haram

Harapan Kemenag KLU, bila ada hal-hal yang tidak jelas, diharapkan  jemaah calon haji dalam kegiatan manasik haji untuk bertanya dan menyimak penjelasan para petugas dengan sebaik-baiknya. 

Sehingga para jamaah dapat memahami manasik haji dengan baik dan benar serta dapat menjadi haji mandiri. 

Terpisah, Kabag Kesra KLU, Alwi Agusto, MPd, yang dihubungi via telpon menjelaskan, seluruh JCH asal KLU Sholat Subuh di “Masjid Besar  Baiturrahim” Tanjung. 

BACA JUGA: Pelatihan Tematik KWT Program Pengembangan P2L

Diharapkan sebelum pelaksanaan Sholat Subuh, semua JCH sudah ada di tempat, karena pada jam itu juga Bupati Lombok Utara akan bersama sama JCH. 

Pelepasan dan keberangkatan rombongan ke Mataram setelah dilepas oleh Bupati, H Djohan Syamsu. 

Karena itu dipastikan JCH tidak ada yang ketinggalan mengingat Jam 8.00 Wita sudah diberangkatkan dari Bandara Lombok.***

 

 




Toleransi Beragama, Gubernur NTB Hadiri Acara Pujawali 

Meneladani Cara Toleransi,  Gubernur NTB Hadiri Acara Pujawali-13 di Cakranegara

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyahmenghadiri acara Pujawali ke – 13 di Pura Kawitan Arya Gajah Para Brata Sira Arya Getas (AGPAG), Cakranegara, Rabu (15/06/22).

Ini cara Bang Zul sapaan gubernur memberi teladan nilai toleransi beragama. 

Menunjukkan toleransi beragama
Gubernur Zulkieflimansyah

“Saya sangat terharu melihat ikatan persaudaraan meski sudah ratusan tahun sampai sekarang, dan di Pura ini rasa tali persaudaraan sangat terasa,” tutur Bang Zul.

BACA JUGA: Main Jaran dengan Joki Cilik Bukan Eksploitasi Anak

Ia menceritakan tentang seorang filsuf yang mengatakan, perkembangan teknologi, manusia sudah bisa belajar terbang karena belajar dari burung. 

Manusia belajar menyelam karena belajar dari ikan, namun hal yang paling berat untuk manusia adalah menjadi manusia.

“Menjadi manusia ternyata tidak gampang, karena dalam banyak hal ternyata menemukan sahabat dan saudara sejati itu tidak sederhana,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pura AGPAG karena menghadirkan ruang untuk siapa saja, Gubernur, Bupati, Anggota Dewan bahkan masyarakat untuk sama-sama berkumpul untuk sama-sama mengolah batin agar menjadi tenang.

Gubernur juga menyinggung, Pura tidak membedakan siapa yang  datang.

BACA JUGA: Logistik MXGP Samota, Segera Tiba di Bandara Lombok 

“Saya kira di Pura ini tidak mengenal seseorang itu Gubernur, Bupati, Anggota Dewan, tapi ketika kita masuk di tempat ini adalah perjalanan dalam, untuk mengolah batin kita menjadi tenang yang seusia kita ini,” ungkapnya. ***

 




Main Jaran dengan Joki Cilik Bukan Eksploitasi anak

Main Jaran atau pacuan kuda adalah tradisi di Pulau Sumbawa yang mengakar sebagai hiburan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sejak lama main jaran atau pacuan kuda merupakan tradisi yang turun-temurun dilaksanakan dan menjadi bagian dari hiburan masyarakat di Pulau Sumbawat. 

Anak-anak sumbawa yang sangat dekat dengan kuda. Sehingga tak heran banyak dari mereka yang telah mahir menunggang kuda sejak usia muda.

Menilai main jaran dengan Joki Cilik
Ari Garmono

“Jadi tidak tepat, menuduh adanya joki cilik sebagai bagian dari eksploitasi anak,” kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Ari Garmono, Selasa (14/06/22) di Mataram.

BACA JUGA: Joki Cilik Ramai Dibahas dalam Program Kabar Bunda Niken

Menurutnya, tudingan yang beredar di media elektronik beberapa waktu yang lalu, seharusnya tidak mengaca pada momentum pacuan kuda dan penunggang kuda dalam iklan MXGP of Indonesia Samota Sumbawa 2022 itu saja. 

Penunggang kuda atau joki dalam iklan tersebut, menggambarkan tradisi masyarakat setempat. Itu nilai kultur yang harus dihormati bersama.

“Inilah nilai-nilai kultur yang menjadi kekayaan daerah,” kata Ari.

Setiap daerah memiliki tradisi masing-masing, termasuk di Sumbawa. Pacuan kuda tradisional yang juga dimiliki daerah lain di Indonesia, menjadi olahraga yang sangat diminati sejak dulu.

Jadi tidak heran, memelihara kuda dan bermain kuda memiliki keunikan tersendiri bagi masyarakat Sumbawa. 

Ada keakraban secara turun temurun dan rasa persaudaraan yang tinggi secara turun temurun dari pemilik kuda ini.

“Tentu hal ini harus dihargai dan dihormati, sebagai sebuah tradisi yang masih ada ditengah kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan Ari, tradisi pacuan kuda itu merupakan nilai-nilai kelokalan yang ada bukan hanya di Sumbawa, di Gayo juga ada. 

Jika itu melekat pada masyarakat sekitar, itu merupakan kearifan lokal. Lain halnya jika itu diadakan di daerah lain yang tidak memiliki tradisi tersebut. 

Ari menegaskan, pacuan kuda tradisional di Sumbawa juga tetap menerapkan aspek keamanan dan perlindungan diri bagi joki cilik. 

BACA JUGA: Pacuan Kuda Ikut Meriahkan MXGP Samota di Sumbawa

“Aspek keselamatan joki ini, tidak diabaikan, tetap menjadi perhatian utama,” tandas Ari. ***

 




Santunan BPJamsostek untuk Pegawai Non ASN BPSDM

Sekda NTB serahkan secara simbolis santunan perlindungan pegawai non ASN dari Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~  Wahyu Ilahi Robbi, pegawai Non ASN BPSDM Provinsi NTB yang meninggal saat jam kerja beberapa waktu yang lalu, mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan/BPJamsostek kepada ahli waris almarhum.

Sekertaris Daerah (Sekda) NTB,  H. Lalu Gita Ariadi, secara simbolis menyerahkan santunan tersebut kepada ahli waris almarhum 

“Alhamdulillah, Selasa sore berkesempatan menyerahkan secara simbolis santunan kepada ahli waris, pegawai Non ASN, Almarhum Wahyu Ilahi Robbi,” kata Miq Gite sapaan akrabnya, Selasa (14/6/2022) di ruang rapatnya.

Miq Gite juga menyampaikan apresiasi kepada BPJamsostek yang menjadi mitra strategis Pemprov NTB dalam memberikan perlindungan sosial kepada non ASN lingkup Pemprov NTB.

BACA JUGA: NTB Kolaborasi Trade and Invesment dengan Uni Eropa

“Terimakasih atas kerjasamanya, semoga terus ditingkatkan kedepan,” harap Sekda.

Kepala BPJamsotek NTB, Adventus Edison Souhuwat menyampaikan, santunan yang diberikan merupakan wujud kepastian perlindungan pegawai non ASN dari Pemprov NTB.

Perlindungan yang diberikan oleh pemerintah daerah bersama BPJamsostek adalah nyata. 

“Kedepannya,  perlindungan dapat diperluas lagi jangkauannya, terimakasih kerjasamanya Pemprov. NTB,” kata Kepala BPJamsotek NTB.

Penerima BPJamsotek, Almarhum Wahyu Ilahi Robbi meninggal tanggal 7 Mei 2022. Almarhum diketahui tiba-tiba pingsan, dan dilarikan ke RSUP NTB. Namun pihak rumah sakit menyatakan, ia sudah meninggal dunia. 

Almarhum Wahyu terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada bulan September 2020 lalu dari Pemprov NTB.

BACA JUGA: Event MXGP, Investor Mulai Jajagi Investasi di Samota

Almarhum Wahyu Ilahi Robbi meninggal pada usia muda, 34 tahun. Meningalkan 2 orang putri berusia 10 tahun dan 4 tahun. 

Ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp310 juta. Terdiri dari, santunan meninggal Jaminan Kecelakaan Kerja Rp120 juta, biaya pemakaman Rp10 juta,  santunan berkala sekaligus Rp12 juta, beasiswa anak pertama Rp81 juta, dan beasiswa anak kedua Rp 87 juta.***