Mitigasi Bencana Alam, Jelang Perhelatan MXGP Samota

Kemungkinan terjadinya bencana alam pun diantisipasi jelang perhelatan MXGP, ini mitigasi yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mengantisipasi ancaman bencana alam juga jadi persiapan menjelang perhelatan Motocross Grand Prix (MXGP) of Indonesia, Samota, Sumbawa 2022.

Ancaman bencana alam yang diantisipasi yakni angin puting beliung dan kebakaran,  ada juga berupa bencana sosial, seperti  kerusuhan yang bisa saja terjadi.

Mitigasi yang disiapkan BPBD NTB jelang MXGP
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, H. Sahda

Karena itu, sebelum perhelatan MXGP berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB memiliki langkah antisipasi menghadapi berbagai bencana yang diperkirakan akan terjadi. 

Ini langkah mitigasi yang dipersiapkan, yaitu penguatan konstruksi atap tenda, melakukan penghijauan, penyiapan mobil tangki untuk suplai air. 

BACA JUGA: Setelah MXGP, Ironman Kelas Dunia Segera Digelar

Lebih dari itu jufa ada langkah pengamanan binatang, khususnya  untuk mencegah penyebaran penyakit rabies. Kemudian juga ada penyiapan jalur evakuasi, helipad, menyiapkan Tim Siaga Bencana (TSB).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H. Sahda mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder, demi kelancaran event MXGP.

“Koordinasi terus dilakukan oleh berbagai stakeholder, agar gelaran MXGP dapat berjalan lancar,” kata H. Sahda melalui pesan singkat, Jumat (10/06/22).

Ia juga mengungkapkan bencana alam yang mungkin mengganggu, meski kemungkinan kecil terjadi.

BACA JUGA: Pembangunan Jalan Lingkar Utara, Pemkab KLU Minta Arahan Gubernur

“Bahaya yang diperkirakan dapat menimbulkan bencana adalah angin puting beliung dan kebakaran, namun kecil kemungkinan terjadi,” tutur H. Sahda. 

 

 




Gubernur NTB Tutup Latsitardanus XLII/2022, Ini Pesannya

Latsitardanus, menurut Gubernur NTB, Memberikan makna sesungguhnya, dengan persaudaraan dan persahabatan yang terjalin selama pelatihan

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M. Sc.,  menghadiri dan menjadi Inspektur upacara pada penutupan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLII/2022, yang diikuti oleh 1.200 peserta dari Taruna Akmil, Taruna AAL, Taruna AAU,  Taruna Akpol, Praja IPDN dan Taruna/Mahasiswa, di dermaga Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Sabtu (110/6/22).

Di depan Wadanjen Akademi TNI Kukuh Surya selaku penanggung jawab kegiatan Latsitarda Nusantara ke-42, Gubernur NTB mengatakan, pendidikan dan pelatihan yang telah dilakukan selama ini, memberikan makna dan pengalaman yang berharga. 

Ini bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri, dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dan Abdi Negara.

tukar menukar cendramata, dari TNI kepada Gubernur dan sebaliknya

“Saya kira pelatihan ini telah memberikan makna dan arti hidup sebagai manusia yang sesungguhnya, dengan persaudaraan dan persahabatan yang terjalin selama pelatihan ini,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

BACA JUGA: Pembangunan Jalan Lingkar Utara, Pemkab KLU Minta Arahan Gubernur  

Menurut Bang Zul, tantangan terbesar dan terberat yang dihadapi saat ini, adalah mencoba berusaha untuk belajar menjadi manusia yang seutuhnya.

Oleh sebab itu, latihan yang dilakukan di NTB adalah upaya serius untuk menginternalisasi diri menjadi manusia yang utuh.

“Kami berpesan kepada adik-adik,  senantiasa pupuk, pelihara dan kembangkan semangat dan jiwa integrasi yang telah tumbuh dan telah terbina selama latihan ini,” ujar Bang Zul.

Disampaikan. pengalaman saat latihan yang berlangsung dari tanggal 14 Mei – 11 Juni 2022 sebagai bekal di masa yang akan datang. 

Bekal para taruna, praja mahasiswa  dalam mengarungi tugas yang semakin kompleks.

Para Taruna diminta pegang teguh komitmen menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia, yang telah diiniasiasi founder father  bangsa dengan keringat, air mata bahkan darah sekalipun.

“Terima kasih telah memilih NTB sebagai tuan rumah, mohon maaf kalau selama ini, ada hal-hal yang kurang berkenan,” pungkas Doktor Zul.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan juga penyerahan sejumlah cendramata, dari TNI kepada Gubernur dan sebaliknya, serta cendramata lainnya. 

Acara tersebut ditutup dengan atraksi budaya dan seni tradisional dari peserta Latsitarda Nusantara XLII/2022 di Provinsi NTB.

BACA JUGA: Selekda ASC, Menangkan Ramli dan Linda Aulia

Turut hadir pada kegiatan tersebut Forkopimda NTB, Kapolda NTB, Danren 162/WB, Sekda NTB, para Asisten Setda Prov. NTB, dan para pimpinan OPD Pemprov NTB.

Selain itu hadir pejabat dan perwira tinggi jajaran 3 Matra TNI, baik TNI AD, UA dan AL, Pejabat dan Perwira Polri, lembaga dan instansi vertikal pemerintah, para Bupati se-Lombok dan Forkopimda,  tokoh masyarakat, agama, mahasiswa dan seluruh elemen dan komponen masyarakat. ***

 

 




Pendampingan Desa Wisata di KLU, untuk Tingkatkan Sadar Wisata 

Dinas Pariwisata KLU adakan bimbingan teknis pendampingan Desa Wisata, untuk peningkatan Sapta Pesona Plus CHSE di destinasi wisata

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Pariwisata KLU dalam upaya peningkatan SDM Sadar Wisata, mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pendampingan Desa Wisata di Medana Bay Marina, Sabtu (11/06/22).

Kegiatan itu diikuti sekitar 71 orang peserta terdiri dari masyarakat dan pelaku pariwisata di Kabupaten Lombok Utara.

Bimtek tersebut meliputi sadar wisata, sapta pesona, Clean Healt Safety and Environment (CHSE), pelayanan prima, dan pengembangan potensi produk wisata, agar bisa diterapkan dalam pengelolaan Desa Wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Ainal Yakin mengatakan, penerapan Sapta Pesona Plus CHSE di destinasi wisata, sangat krusial dan penting untuk pelayanan wisatawan.

pentingnya mengadakan pendampingan sadar wisata

 “Saat ini wisatawan akan cenderung memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat dan seiring keberlanjutan lingkungan,” kata Ainal Yakin.

BACA JUGA: Setelah MXGP, Ironman Kelas Dunia Segera Digelar

Diharapkan, pelaku wisata harus membentuk karakter dan sikap yang baik. Ini merupakan modal dan memiliki komitmen membangun kepariwisataan melalui SDM. 

Menurutnya, setelah diberikan kelonggaran PPKM, Kabupaten Lombok Utara dalam bulan Mei telah mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan, sekitar 34 persen. 

Peningkatan ini yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara. 

Diharapkan peserta bimtek sungguh sungguh mengikuti proses kegiatan, dan ini menjadi bekal dalam pengelolaan usaha pariwisata di Kabupaten Lombok Utara.

Sementara itu, Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arius Santun Hutahalean, MH, (Analis Kebijakan Ahli Madya) menyambut baik kegiatan ini.

“Untuk terwujudnya Kabupaten Lombok Utara sebagai kabupaten wisata yang berdaya saing dan berwawasan budaya,” kata Arius Santun saat membuka bimtek, Sabtu (11/06/22), saat membuka bimtek .

Turut hadir M. Syamsul Lutfi,SE, Komisi 10 DPR RI, CHSE dan Pelayanan Prima Wiweko Adi Nugroho, President Director Lead and Beyond bersama Raden Winata Darmajaya Konsultan UMKM Bidang SDM.

BACA JUGA: Ini Dia, Senggeger Lombok Pemikat Hati Wanita

Ia mengharapkan para kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dapat memberikan dedikasi agar masyarakat memiliki jiwa kepariwisataan, murah senyum, ramah, memiliki sopan santun serta menjaga kebersihan lingkungan.***

 

 

 




Selekda ASC Menangkan Ramli dan Linda Aulia

Siswa SMKN 1 Praya, Ramli dan Linda Aulia, siswa SMKN 4 Mataram terpilih dalam Selekda Asean Skills Competition (ASC)  XIII, dan mewakili NTB dalam Seleknas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Siswa SMKN 1 Praya atas nama Ramli dari kejuruan Restaurant Service, dan siswa SMKN 4 Mataram atas nama Linda Aulia, terpilih dalam seleksi daerah (Selekda) Asean Skills Competition (ASC)  XIII tahun ini. 

Kerduanya akan mewakili NTB pada seleksi nasional (seleknas) ASC pada bulan September mendatang. Penyelenggaraan kompetisi Restaurant Service dan Fashion Technology yang berlangsung dua tahun sekali ini dilaksanakan tanggal 8-10 Juni 2022, yang berlangsung di SMKN 4 Mataram.

BerHarap pemenang Selekda ASC KE JENJANG INTERNASIONAL
I Gede Putu Aryadi

“Para pemenang yang akan berlanjut ke Seleknas harus menyiapkan diri sebaik-baiknya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H 

Putu Aryadi mengatakan itu saat menutup Seleda Calon Kompetitor Asean Skills Competition (ASC) XIII tahun 2022 untuk wilayah Provinsi NTB di hotel Grand Madani, Jumat (10/06/22).

BACA JUGA: Ini Dia! Senggeger Lombok Pemikat Hati Wanita

Selekda itu untuk menyiapkan dan memilih calon-calon kompetitor yang memiliki keahlian (skill) dan kompetensi, sesuai kejuruan yang akan dilombakan.

Siswa yang terpilih akan bersaing di Seleknas ASC XIII, selanjutnya ke ajang ASC international. 

Pemenang dalam Selekda mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 2.500.000 untuk juara 1.

Selain itu, masing-masing kejuruan yang nilainya melampaui passing grade akan menjadi perwakilan NTB untuk mengikuti Seleksi Nasional ASC pada tanggal 5-9 September 2022. 

Dari Seleknas akan dipilih 3 orang peserta terbaik yang akan mengikuti TC (Training Center) 1 selama 3 bulan dan TC 2 selama 6 bulan. 

Dua peserta terbaik akan dipilih untuk menjadi perwakilan Indonesia ke Tingkat International ASC XIII di Singapura. 

Persiapan sebaik-baiknya

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H meminta para pemenang yang akan berlanjut ke Seleknas menyiapkan diri sebaik-baiknya.

Selekda merupakan langkah awal dari perjalanan panjang, yang sangat menentukan ke depannya. 

Menurutnya, langkah awal itu harus dilakoni dengan penuh keyakinan dan optimistik untuk bisa menjadi pemenang. 

Spirit untuk bisa jadi yang terbaik harus ditumbuhkan sejak awal.

BACA JUGA: Setelah MXGP, Ironman Kelas Dunia Segera Hadir

 “Harus dibangun rasa percaya diri dan keyakinan bahwa kalian mampu. Keyakinan inilah yang akan menjadi kekuatan dan motivasi dalam proses kalian menuju puncak kesuksesan,” ucap Putu Aryadi memotivasi para peserta. 

Ia berharap peserta dari NTB pada akhirnya bisa mewakili indonesia pada ajang international

Untuk bisa menjadi wakil indonesia di ajang dunia, mantan Kadis Kominfotik NTB itu meminta Panitia, Tim Juri dan Guru pembimbing untuk mengawal dg lebih intens membina talenta peserta.

Kalau mungkin memberikan tips-tips jitu dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional maupun international.

Aryadi juga berpesan, lomba ini bukan hanya mengejar predikat juara. Sebab  dengan mengikuti kompetisi ini, peserta akan bertemu dengan kompetitor lain  dari berbagai daerah dan bahkan dari berbagai belahan dunia lainnya. 

“Sehingga menjadi kesempatan bagi peserta memperluas wawasan, belajar membangun jaringan dan memperkaya kemampuan berinteraksi serta berkomunikasi dengan dunia luar, sebagai modal penting mewujudkan masa depan yang sukses,” kata Aryadi.

Perwakilan Direktur Jendral Pembinaan Pelatihan dan Vokasi, Direktur Bina Stankomlatker, KementrIan Tenaga Kerja (Kemenaker) RI. Rini Hardwiyanti, S.Ip berpesan. agar para peserta yang menang dan terpilih ke tahap Seleknas untuk lebih giat lagi berlatih. “Penyelenggara Daerah dan pihak terkait harus terus melakukan pembinaan dan menyiapkan mental dan keterampilan yang diperlukan peserta untuk Seleknas,” kata Rini.. 

Rini juga berpesan untuk peserta yang belum menang agar menjadikan Selekda ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. ***

 

 




Pembangunan Jalan Lingkar Utara, Pemkab KLU Minta Arahan Gubernur

Tokoh Masyarakat dan beberapa Kepala OPD Pemkab KLU silaturrahmi ke Gubernur NTB terkait rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, bertemu dengan Tokoh Masyarakat dan beberapa Kepala Perangkat Daerah Pemkab Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara di Ruang Kerja Pendopo Gubernur pada Jumat (10/06/22).

Dalam silahtuarahmi tersebut, perwakilan Pemkab Lombok Utara meminta arahan dan petunjuk mengenai pembangunan Jalan Lingkar Utara.

Pembangunan jalan lingkar utara dikonsultasikan ke gubernur

Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB, mengapresiasi tujuan Pemkab Lombok Utara. Ia menyarankan, agar Pemkab Lombok Utara terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB mengenai rencana pembangunan jalan lingkar utara itu.

BACA JUGA: Ini Dia! Senggeger Lombok Pengikat Hati Wanita

“Silahkan untuk terus berkoordinasi dengan Kadis PUPR NTB, Kepala Bappeda NTB mengenai proposal yang akan nantinya diberikan ke pemerintah pusat. Dengan proposal yang baik dan menarik, pasti pemerintah pusat akan tertarik dan membantu terwujudnya pembangunan jalan lingkar utara ini,” ungkapnya.

Saat diwawancara, Perwakilan Pemkab KLU, Usman, menyampaikan rasa terimakasihnya karena tujuan dan maksud Pemkab KLU sudah diterima dengan baik. 

Ia mengatakan, Pemkab KLU akan secepatnya berkoordinasi dengan stakeholders terkait sesuai dengan arahan Gubernur.

“Bappeda KLU dan Bappeda Provinsi akan segera berkoordinasi dengan intens. Insyaallah proposal akan diselesaikan secepatnya dan akan dikirim ke pusat,” harapnya. 

BACA JUGA; Data Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi

Perlu diketahui, rencana pembangunan jalan Lingkar Utara ini sepanjang 11 km dimulai dari Desa Medana –  Tanjung ke Desa Segara Katon – Gangga. 

Dengan direalisasikan jalan Lingkar Utara ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan menopang pariwisata. ***

 




Ini Dia! Senggeger Lombok Pemikat Hati Wanita

Kalau ingin tahu senggeger pemikat wanita, ini dia hasil penelusuran yang dilakukan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 bersama PDIP NTB 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Masyarakat Sasak di Lombok memiliki budaya yang turun temurun diwariskan ke generasi. Salah satunya adalah senggeger. Senggeger merupakan minyak sejenis mantra yang dapat digunakan orang untuk mencapai keinginannya.

Ini dia, hasil Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 bersama PDIP NTB yang secara konsisten melakukan ekspedisi menelusuri kebudayaan Sasak dan situs-situs bersejarah.

Senggeger Lombok dibagi menjadi dua jenis. Ada senggeger aliran putih dan ada juga senggeger beraliran hitam. 

Ini dia rahasia penggeger pemikat wanita

Jika senggeger putih sebagai mantra sengasih-asih atau agar dicintai banyak orang, senggeger hitam berfungsi sebagai pelet untuk menaklukkan hati wanita.

Seorang pembuat senggeger asal Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Ustad Aji mengatakan, proses pembuatan senggeger menggunakan bahan-bahan yang sering ditemui di dapur, seperti merica, pala, lada, kelapa hijau, bunga tembakau, cengkeh, kunyit, jahe dan kayu manis.

BACA JUGA: Waspada Gangguan Anjing Liar Jelang Event MXGP, Samota

Hanya saja, proses pengolahannya memiliki syarat-syarat. Seperti memetik kelapa memiliki syarat si pemetik harus dalam keadaan suci dan berwudhu. 

“Kemudian kelapa itu harus dipetik di atas dan diturunkan tanpa menyentuh tanah,” kata Amaq Aji, Jumat (10/06/22).

Kelapa akan dijadikan santan, dan santan tersebut akan diolah dengan bahan dapur. Proses pengolahan dengan membaca asma atau puji lantunan ayat-ayat Alquran.

“Selain itu dalam pengolahan minyak tidak boleh lewat perempuan yang sedang datang bulan atau menstruasi,” ujarnya.

Setelah minyak tersebut selesai dibuat, maka memiliki ritual yang disebut dengan istilah ‘mancing’, yaitu menaruh botol dalam keadaan tertutup rapat dalam tempat minyak tersebut. Jika beruntung, botol tersebut akan terisi sendiri tanpa dibuka. 

Namun jika tidak beruntung, maka alam semesta tidak memberikan izin orang tersebut memiliki senggeger.

Dalam proses pembuatan senggeger harus dengan waktu yang tepat. Biasanya pada malam Jumat tanggal 12 bulan maulid atau bulan syawal.

Jenis-jenis Senggeger

Seorang paranormal setempat, Ustad Nasir mengatakan, senggeger memiliki banyak jenis. Ada senggeger Budi Suci yang diyakini berkhasiat memikat wanita.

Ada juga senggeger Tojang Andos yang berfungsi agar seseorang capat melupakan kita. Senggeger tersebut berfungsi sebagai obat jika senggeger yang memikat seseorang telah selesai digunakan.

Sementara ada juga senggeger yang beraliran hitam, seperti senggeger Kecial Kuning. Senggeger tersebut juga berfungsi untuk memikat hati wanita

“Jika ada wanita yang keras kepala dan susah didekati, maka senggeger Kecial Kuning menjadi pelet yang cukup ampuh,” ujarnya.

Selain itu ada juga senggeger Turun Tangis. Senggeger ini dari air mata duyung yang diberikan puji atau doa yang juga memiliki fungsi memikat hati wanita. Ada juga senggeger Jaran Goyang yang diyakini dapat memikat hati wanita.

Ustad Nasir mengatakan, selain berfungsi memikat hati wanita, senggeger juga berfungsi untuk mengobati luka, sebagai obat santet hingga sebagai ilmu kekebalan.

“Semuanya tergantung dari niat seseorang yang akan menggunakan,” ujarnya.

Penggunaan dan Pantangan

Seorang pembuat senggeger, Irawan mengatakan sebagian besar permintaan senggeger didominasi untuk memikat wanita, kekebalan dan pengobatan penyakit.

“Tiga permintaan itu yang mendominasi permintaan senggeger,” katanya.

Penggunaan senggeger untuk memikat wanita cukup mudah. Dengan cara mencampur minyak senggeger pada makanan yang mereka makan. Ada juga dengan cara mengoleskan minyak pada rokok dan menghembuskan asapnya ke arah wanita tersebut.

BACA JUGA: Event MXGP Sebagai Pengungkit Pergerakan Ekonomi

“Namun pantangannya setelah digunakan, jangan bertemu cewek itu beberapa hari,” kata Irawan.

Untuk pengobatan luka, cukup dengan mengoleskan membentuk lingkaran di area luka, tetapi tidak mengenai luka.

Syarat lainnya, saat seseorang memegang senggeger yaitu tidak boleh dibawa ke kamar mandi atau toilet, melewati kuburan dan membawa saat mengunjungi orang yang sedang sakit.

“Itu menjadi pantangan lain saat membawa senggeger,” katanya.

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, Bambang Mei Finarwanto  mengatakan meskipun cara kerja senggeger secara metafisik, namun tetap dalam koridor syar’i.

“Contohnya senggeger aliran putih itu. Meskipun dibuat menggunakan metode metafisik, namun dalam koridor syar’i,” katanya.

Dia mengatakan sudah sepatutnya tradisi senggeger ini diperkenalkan ke publik sebagai suatu warisan budaya.

“Ini menjadi warisan budaya Sasak, sehingga perlu diketahui publik bahwa Lombok memiliki beragam tradisi, tidak terkecuali yang berhubungan dengan klenik,” katanya.***

 




CJH ASN Pemprov NTB Diingatkan, Siapkan Kesehatan Prima

Sekda NTB saat melepas CJH ASN Pemprov NTB mengingatkan, agar menjaga kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Calon Jamaah Haji (CJH) dari unsur ASN Pemprov NTB dilepas Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Jumat (10/06/22) di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Mataram. 

Sejumlah Kepala OPD hadir pada kegiatan tersebut, diantaranya Plt. Kadiskominfotik NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP, M.Si.

CJH ASN Lingkup Pemprov NTB dilepas Sekda NTB

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi mengingatkan  jamaah calon haji ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB untuk menjaga kesehatan. 

BACA JUGA: Produk UMKM Unggulan NTB Hadir di Ajang MXGP

Disamping perjalanan spiritual,  ibadah haji ini merupakan perjalanan fisik yang harus dipersiapkan kesehatan secara prima. 

“Semoga mendapatkan predikat haji yang mabrur,” harap Miq Gita sapaan akrab Sekda NTB. 

Sekda NTB menambahkan, perjalanan ibadah haji ini merupakan penantian yang panjang setelah 2 tahun ditunda karena Covid-19. 

“Alhamdulillah, hari ini kami melepas para jamaah calon haji untuk memenuhi panggilan Allah SWT,” terang Miq Gita .

Mewakili Pemprov NTB, Miq Gita mengucapkan selamat kepada jamaah calon haji ASN lingkup Pemprov NTB

Harapannya semoga para CJH diberikan kesehatan dan seluruh rangkaian haji berjalan dengan baik serta kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat wal afiat. 

BACA JUGA: Event MXGP Jadi Pengungkit Pergerakan Ekonomi

Selain doa terbaik diperuntukkan oleh jamaah calon, agar didoakan daerah NTB semoga selalu dalam keadaan aman damai dan barokah. ***

 




Penanganan Stunting di NTB dengan  Kolaborasi dan Sinergi 

Kunci penanganan stunting yakni perkuat koordinasi dan komunikasi antar pihak

MATARAM.lombokjournal.com ~  Semua pihak diajak berkolaborasi dan bersinergi menangani stunting di beberapa Kabupaten/Kota di NTB.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitt Rohmi Jalillah menyampaikan itu ketika menerima kunjungan  Inspektur Wilayah I BKKBN,  terkait percepatan penanganan stunting di Provinsi NTB, Jum’at (10/06/22) di Aula Pendopo Wagub.

Kunci penanganan stunting

“Karena kuncinya harus bersama, berkolaborasi dan bersinergi semua pihak,” kata Ummi Rohmi sapaan wagub.

Percepatan menangani stunting tak mungkin dilakukan sendiri atau hanya lembaga atau OPD terkait, namun dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat desa.

BACA JUGA: Data Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi

Antar satu lembaga atau pemerintah harus terbangun komunikasi dan koordinasi yang intens untuk menyamakan persepsi. Sehingga data atau informasi termasuk serapan anggaran untuk stunting tepat sasaran di lapangan.

“Hilangkan ego sektoral, saling menunggu sehingga saling menyalahkan. Perkuat koordinasi dan komunikasi antar pihak,” pesan wagub.

Program BKKBN ini dapat disinergikan dengan Pemprov, Kabupaten/Kota, kerjasama untuk penanganan stunting melalui Posyandu Keluarga, yang sudah mencapai 7.000 lebih tersebar di pelosok desa se-NTB.

Karena penanganan stunting ini butuh data yang akurat. Kader Posyandu Keluarga bersama tim pendataan BKKB dapat bersama mensinkronkan data.

“Sehingga kita dapat bekerja dengan data yang valid dan tepat sasaran, baik untuk anak yang sudah menderita stunting atau berpotensi, agar cepat tertangani,” tambah Ummi Rohmi.

Wagub menyinggung persoalan pernikahan anak yang masih terjadi di tengah masyarakat.  Untuk itu, Posyandu Keluarg dapat menjadi media edukasi agar tidak terjadi pernikahan di bawah umur.

“Ini terjadi, akibat masyarakat masih minim pemahaman akibat dari pernikahan dini dan belum siapnya pasangan yang masih sekolah,” sebut cucu pahlawan nasional asal NTB ini.

BACA JUGA: Puteri Indonesia NTB 2022 Raih Posisi Top 11

Maka harus diperbanyak sosialisasi dan edukasi, termasuk terus mengkampayekan Perda untuk mencegah  perkawinan anak di NTB.

Sementara itu, Inspektur Wilayah I BKKBN Maria Vianney Cinggih Widanarti menambahkan, sinergi dan kolaborasi ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan stunting di NTB.

“Kami sangat setuju dengan apa yang sampaikan Ibu Wagub” katanya didampingi  PLT. Kepala BKKBN Prov. NTB Drs. Samaan, M. Si.

Sehingga, kerjasama dan sinergi semua pihak, dapat mensukseskan target dan tujuan untuk menekan angka stunting di NTB.

Turut mendampingi Wagub NTB, Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan  dan sejumlah pejabat BKKBN Provinsi NTB. ***

 




Data Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi 

Verifikasi dan sinkronisasi data tenaga honorer atau tenaga kontrak Pemprov NTB masih dilakukan BKD

MATARAM.lombokjournal.com ~ Data tenaga kontrak atau honorer/Non ASN dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sepenuhnya belum rampung.

Masih ada data belum masuk atau diserahkan secara lengkap.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. Muhammad Nasir menegaskan, perbedaan data pembayaran insentif honorer oleh BPKAD, dengan  jumlah data honorer atau tenaga kontrak /Non ASN yang ada, karena data yang masuk belum lengkap.

“Belum semuanya masuk data dari OPD lingkup Pemprov. NTB,” kata Muhammad Nasir, Kamis (09/96/22) di ruang kerjanya.

Saat ini pihaknya terus melakukan pendataan untuk verifikasi antara gaji yang dibayar dengan jumlah honorer yang tersebar disemua OPD lingkup Pemprov NTB.  

Dari data sementara 6.618 tenaga kontrak atau honorer/ Non ASN, hanya beberapa OPD saja yang masuk datanya.  

BACA JUGA: Menyibak Tuah-tuah Senggeger dan Banyu Urip

Belum semua OPD melaporkan, sehingga terjadi selisih dan belum lagi dikurangi sekitar 2.000 lebih honorer yang sudah lulus jadi PPPK dan CPNS. 

“Kita ingin agar  data yang ada di BKD bisa sinkron dengan data yang ada di BPKAD, namun dengan pendataan yang hati-hati dan cermat, karena ini persoalan data,” ujar Nasir.

Dijelaskan, OPD lingkup Pemprov NTB tersebar di seluruh wilayah NTB, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. 

Termasuk dilingkup Dikbud, seperti pada SMA sederajat, yang memiliki tenaga kontrak atau honorer hingga di daerah terpencil. 

Tidak hanya itu tenaga KPH di DLHK juga memiliki tenaga kontrak yang biasa secara rutin berada di hutan.

“Mungkin mereka masih sibuk, belum sempat mengirim data, maka kami harus menunggu dan tetap terus mengingatkan agar secepatnya mengirim data, ini juga yang jadi  alasan telatnya masuk data,” tambah Nasir.

Terkait informasi yang beredar di media cetak maupun elektronik, ia menegaskan tidak ada selisih data.

Pembayaran yang lebih dari tenaga honorer yang ada, karena ada data yang belum masuk ke BKD.  

“Karena pendataan ini memerlukan ketelitian dan keakuratan, sehingga ke depan menjadi database yang utuh, untuk pemetaan maupun perencanaan kebutuhan daerah,” katanya.

Setelah adanya surat dari Kemenpan RB pada tanggal 31 Mei 2022, tentang pendataan tenaga honorer dan rencana penghapusan tenaga kontrak atau Non ASN, pihaknya mendata tenaga kontrak atau honorer Non ASN yang bisa mengikuti tes CPNS dan P3K.  Kemudian membuat analisah kebijakan untuk dikirim ke pusat.

Namun, ada beberapa tenaga honorer yang tidak memenuhi syarat, dan juga termasuk tenaga kontrak atau honorer/Non ASN Pemprov. NTB seperti cleaning service, driver dan satpam yang tidak terakomodir, harus dipikirkan. 

“Karena ini menyangkut nasib orang banyak, tidak elok kita merumahkan mereka di tengah kondisi seperti ini. Kami terus mencari solusi terbaik bagi mereka hingga November 2023 nanti. Sehingga hal ini tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” terangnya.

BACA JUGA: Pembangunan Sirkuit MXGP Samota Hampir Rampung 

Di sisi lain, tidak semua tenaga kontrak atau honorer/Non ASN  Provinsi dibayar dengan APBD Provinsi.

Karena ada juga yang dibayar dari Dana Komite atau BOS seperti di lingkup SMA sederajat. 

“Mereka juga terdata dan masuk namanya di database tenaga honorer lingkup Pemprov. NTB,” imbuhnya.

Ia tidak memungkiri, selama ini sumbangsih dan peran tenaga kontrak atau honorer/Non PNS, yang jumlahnya lebih banyak dari ASN PNS, keahlian atau kompetensi dan tenaganya sangat membantu di berbagai OPD.

Berkaca dari Provinsi Jawa Barat, banyak tenaga kontrak atau honorer yang memiliki kompetensi atau keahlian direkrut dengan insentif yang layak atau UMR, untuk membantu daerah pada bidang-bidang tertentu.

“Ini menjadi contoh baik, memanfaatkan SDM yang ada, untuk kebutuhan memajukan daerah,”ucapnya.

Hingga saat ini data terus masuk hingga mendekati angka 11 ribu. Jumlah tenaga kontrak atau honorer Non ASN ini akan dihitung untuk kebutuhan ril oleh Biro Organisasi ke depan.

“Jadi tidak gegabah kita merilis data tenaga kontrak atau honorer Non ASN ini. Kita harus mapping secara utuh,” imbuhnya.

Muhammad Nasir berpesan, agar para tenaga kontrak atau honorer Non ASN tidak  resah dengan informasi tentang ini.

 Pemerintah terus memikirkan solusi terbaik untuk para tenaga kontrak atau honorer Non ASN. ***

 

 




Menyibak Tuah-Tuah Senggeger dan Minyak Banyu-Urip 

Penelusuran untuk menyibak rahasia Senggeger dan Minyak Banyu-Urip yang dipercaya punya beragam khasiat mulai dilakukan Tim Ekspedisi Sejarah  PDIP NTB dan Mi6 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat Lombok sedang menunggu penelusuran  minyak bertuah warisan para leluhur masyarakat Sasak, yakni Senggeger dan Minyak Banyu-Urip.

Kokon, warisan leluhur itu dipercayai memiliki beragam khasiat non sains untuk berbagai hajat, untuk  pamor atau junjung drajat, pengasihan maupun sebagai pelindung Badan (sikep awak).

Setelah melakukan penelusuran beragam ‘rahasia’ yang menyelimuti sejarah di Lombok, kini Tim Ekspedisi Sejarah Situs Kebudayaan dan Artefak Suku Sasak yang digagas PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, giliran menelusuri minyak bertuah Warisan para Leluhur itu. 

ilustrasi menyibak Senggeger dan Banyu Urip
ilustrasi ~ Senggeger

Masyarakat Sasak di pedesaan pasti sudah familiar dengan istilah Senggeger. Karena legenda Senggeger kerap diasosiasikan ibarat jalan tol mendapatkan Jodoh. 

BACA JUGA: Arkeolog dan Paranormal Dilibatkan, Lacak Situs Kuno Lombok

Masih ingat kan, sebelum era milenial atau 4.0 dikenal ungkapan: cinta ditolak, dukun bertindak.

Tujuan ekspedisi menelisik eksistensi agar mitos senggeger sebagai ilmu warisan leluhur Sasak  tersebut bisa dipahami. 

Agar masyarakat memahami khasiat, kandungan, proses pembuatan, juga puji dan amalan doa dan mekanisme kerja tak kasat mata atau metafisika. 

Kemudian tuah- tuah senggeger dan banyu urip bisa dirasionalkan dengan logika, khususnya yang  berkaitan dengan cara kerja aurora mistisnya yang mampu mempengaruhi persepsi dan kebatinan seseorang. 

“Tim Ekpedisi Sejarah hanya ingin membuka tabir atau rahasia terselubung agar kekuatan tuah senggeger maupun banyu-urip tidak dipandang dalam konotasi negatif  yang tak sesuai kaedah syar’i,” ujar Ketua Tim, H Ruslan Turmuzi, Kamis (09/06/22)

Menurut Ruslan, khasiat Senggeger maupun Banyu-urip bukan termasuk Ilmu Hitam, karena proses pembuatan dan cara kerjanya tetap dalam koridor syar’i.

Dan tidak menyertakan bahan-bahan yang diharamkan, serta doa-doa yang dirapalkan dimudahkan dijabah oleh Allah SWT. 

“Konon  bahan dasar senggeger adalah minyak kelapa, aneka  rempah plus puji dan doa. Demikian Air bertuah Banyu urip, konon bahan dasarnya di ambil dari 9 mata air atau sumur kuno yang tersebar di empat penjuru gumi sasak,” tuturnya.

Semua itu ditambah dorongan kekuatan sugestif dalam diri seseorang turut menentukan keberhasilan khasiatnya. 

Sementara itu Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto mengatakan, metode investigasi yang akan dilakukan Tim Ekspedisi Sejarah berfokus menelusuri sejarah dan kekuatan metafisika yang menyelubungi tuah-tuah Senggeger.  

BACA JUGA: Letusan Gunung Tambora, Terkuat Dalam Sejarah

Tim Ekspedisi Sejarah Mi6 dan PDIP NTB hari Jumat (10/06) akan hunting menemui narasumber  yang memiliki kepiawaian dalam ‘meramu’  senggeger.

“Nara sumber itu tidak kaleng-kaleng, agar masyarakat awam mendapatkan informasi  utuh terkait praktek tersebut,” ujar Bambang. 

Menurutnya, ikhtiar ini setidaknya ini bentuk empati Tim Ekspedisi  Mi6 dan PDIP NTB guna melestarikan dan menjaga ilmu dalam para leluhur agar tak lekang oleh waktu dan tehnologi. 

“Seluruh rangkaian hunting  mengungkap rahasia di balik Senggeger dan Banyu-urip ini bisa terdokumentasi secara baik dan rapi, melalui publikasi media di semua platform tehnologi 4.0,” katanya. ***