Kerjasama Dinas Kependudukan dan Klinik PKU Muhammadiyah

Penandatangan kerjasama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil KLU dengan Klinik PKU Muhammadiyah disaksikan Bupati Djohan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kerjasama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil KLU dengan Klinik PKU ditandatangani, bertempat  Klinik PKU Muhammadiyah Gangga Kamis (31/03/22).

Penandatanganan kerjasama keduanya dalam upaya percepatan pelayanan penerbitan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) 3 in 1, yaitu Akta Kelahiran, Akta Kematian, KIA dan KTP serta KK di untuk masyarakat KLU

BACA JUGA: Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara Dimulai

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH yang menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama itu mengatakan, momen ini penting untuk percepatan pelayanan pada masyarakat.

 “Saya harapkan kerjasama antara Klinik Muhammadiyah dan Dukcapil bisa berjalan dengan baik agar pelayanan pada masyarakat lebih maksimal,” harapnya.

Hadir dalam penandatanganan itu Ketua TP PKK KLU Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, Kepala Dukcapil  H. Rubain, S.Sos, M.Si,  Ketua Pimpinan Muhammadiyah KLU Drs. H. Parthu, M.Sc, dan Direktur Klinik PKU Muhammadiyah KLU dr. Ahmad Haerul Umam. ***

BACA JUGA: Pembangunan PLTBm, Ini Keuntungan yang Didapat

 

 




Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara Dimulai

Ini momen bersejarah, Bupati Djohan melakukan groundbreaking tanda dimulainya pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara akhirnya memasuki tahap awal konstruksi, ditandai peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Bupati Djohan Sjamsu, SH didampingi Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R, ST, M.Eng, Kamis (31/03/22). 

Ini menempuh ikhtiar yang cukup panjang, untuk mewujudkan gedung perkantoran yang representatif. Gedung perkantoran suatu instansi punya fungsi strategis untuk menunjang kelancaran aktifitas pemerintahan dan pelayanan publik.

Bupati Djohan mengatakan, sejak situasi KLU menghadapi masa sulit, akibat terpaan gempa 2018 dan wabah Covid-19 di awal 2020, diperlukan ikhtiar keras guna merealisasikan pembangunan Kantor Bupati.

Bupati memberi sambutan dimulainya oembangunan Kantor Bupati
Bupati Djohan Sjamsu

“Padahal  Kantor Bupati merupakan sentral aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Djohan. 

Tidak hanya itu, keberadaan Kantor Pemerintahan juga sebagai ikon daerah, selain mempercantik lanskap tata ruang wilayah kabupaten. 

Bupati  mengajak seluruh lapisan masyarakat secara bersama-sama melewati tantangan yang ada dengan bekerja sungguh-sungguh. 

Diakuinya, sumber anggaran pembangunan kantor bupati ini mengandalkan kekuatan APBD KLU. 

BACA JUGA: Kerjasama NTB-Denmark, Studi Kelayakan Pembangunan PLTBm Dimulai

“Sebagai warga utara (Lombok Utara-red) kita bersyukur di usia 13 tahun KLU, baru saat ini kita bisa membangun kantor bupati,” katanya.

Ia memaparkan dua alasan pembangunan kantor pusat pemerintahan daerah mesti dilaksanakan pada 2022. 

Pertama, tahun 2022 sebagai momen yang tepat untuk membangun kantor pusat layanan pemerintahan daerah. 

Kedua, pada tahun-tahun berikutnya negara dan daerah-daerah di Indonesia disibukkan dengan agenda Pemilu dan Pilkada, yang akan memakan anggaran cukup besar. 

“Oleh sebab itu, saya rasa pembangunan gedung kantor bupati tahun ini adalah waktu yang tepat,” tehas bupati.

Selain itu, pihaknya berencana akan membangun Jalan Lingkar Utara (Jalinkra). Pasalnya, lahan lokasi pembangun jalan ini telah dibebaskan sejak tujuh tahun silam. 

Itulah kenapa pembangunan jalinkra secepatnya akan direalisasikan tahun ini. 

Terlebih lagi, ke depan dimungkinkan dibangunnya lintasan jalan jalur dua arah di tengah Kota Tanjung,  terbentang dari Desa Sokong sampai dengan depan Kepolisian Sektor Tanjung.

Ia berharap dimulainya pembangunan Kantor Bupati akan diikuti dengan pembangunan sejumlah kantor OPD di kompleks yang sama, yang dibangun secara bertahap. 

“Ini semua bukan mimpi, namun bisa diwujudkan secara nyata apabila kita mau bekerja keras dan kompak menuju daerah yang lebih maju. Mari kompak bersatu bangun daerah kita ini,” harapnya.

Optimis bangun infrastruktur

Kepala Dinas PUPR dan Perkim KLU, Kaha Rizal, ST, MT menuturkan, setelah banyaknya bangunan pemerintah yang hancur akibat gempa empat tahun silam, tahun ini pemda memiliki optimismemembangun kembali infrastruktur yang luluh lantah tersebut. 

Diterangkan Rizal, luas lahan lokasi pembangunan kantor bupati tercatat sekitar 2.6 hektar, dengan total luas lahan untuk bangunan kantor sebanyak 2.332 meter persegi. 

Gedung Kantor Bupati itu direncanakan terdiri dari 4 lantai dengan lantai dasar/semi basement sebagai tempat Parkir VIP. 

BACA JUGA: Pembangunan PLTBm, Ini Keuntungan yang Didapat

Lantai 1 (satu) khusus ruang Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda. Sementara lantai 2 (dua) untuk ruang Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta lantai 3 akan dipergunakan untuk ruang peribadatan. 

Menurutnya, hal menarik dari bangunan Kantor Bupati tersebut terletak pada desain atap gedung menyerupai atap Masjid Kuno Bayan.

Ikon ini tentu akan membuat desain arsitektur Kantor Bupati terlihat lebih menarik dan elegan, dengan menonjolkan simbol adat dan budaya daerah Dayan Gunung. 

Rizal pun berharap pelaksanaan konstruksi dapat berjalan lancar agar secepatnya memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkait.

Dalam acara groundbreaking itu hadir Ketua DPRD Nasrudin, SHI, bertempat di belakang RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Tampak hadir unsur Forkopimda KLU, para Pimpinan DPRD, Anggota DPRD Provinsi NTB H. Junaidi Arif, SP, segenap Anggota DPRD KLU, para Kepala OPD, Ketua TP PKK Ny. Hj. Galuh Nurdiah Djohan Sjamsu, Camat se-KLU, Leader KSO Kukuh Sugiarto, ST, tokoh masyarakat serta para undangan lainnya. ***

 

 




Pembangunan PLTBm, Ini Keuntungan yang Didapat

Kelanjutan kerjasama NTB-Denmark yaitu pembangunan PLTBm, apakah kelenihan pembangkit listrik ini

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tindak lanjut dari kerjasama Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Denmark, akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).

Sebelum merealisasikan pembangunan PLTBm, Tim Consulting Denmark telah bertemu dengan Gubernur Zulkieflimansyah, Rabu (30/03/22) lalu.

Tim tersebut akan memulai melakukan studi kelayakan atau feasibility study, untuk  mengidentifikasi kemampuan dan kapasitas bahan baku (sekam) yang ada di NTB. Sebab untuk membangun pembangkit dimaksud dibutuhkan sekitar 150.000 ton bahan baku (sekam) setiap tahunnya. 

Apakah Lombok yang dituju sebagai lokasi pembangunan PLTBm cuku tersedia bahan bahu yang dimaksud, mengingat sekam di Lombok juga dibutuhkan sektor lainnya, seperti pertanian dan beberapa sektor lainnya. 

Rencaba Pembangunan PLTBm di Lombok
PLTBm

Tim Consulting Denmark tidak ingin mengganggu kapasitas bahan baku yang digunakan oleh masyarakat NTB. Karena itu harus bisa dipastikan detail dan pastinya penghasilan sekam di NTB mencukupi untuk kepentingan pembangkit listrik itu.

Kelebihan PLTBm

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (saat itu), waktu meresmikan PLTBm di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Selasa (17/09) tahun lalu, menjelaskan kelebihan pembangunan pembangkit listrik tersebut.

BACA JUGA: Kerjasama NTB-Denmark, Studi Kelayakan PLBm Dimulai

Pertama, PLTBm menyediakan energi listrik untuk daerah yang sama sekali belum teraliri listrik. Dengan pembangunan pembangkit ini, Indonesia dapat menambah rasio elektrifikasi nasional

Kedua, PLTBm menjadi salah satu upaya pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya tenaga biomassa yang masih belum banyak dikembangkan. Pembangunan inovasi PLTBm ini mampu mewujudkan upaya mengurangi penggunaan BBM dan energi fosil lainnya.

Ketiga, pembangunan PLTBm ini juga bagian pembangunan daerah 3T atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Pembangunan PLTBm ini menunjukkan, negara hadir di setiap titik wilayah NKRI. 

Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di Kepulauan Mentawai berbahan bakar bambu untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). 

PLTBm  di Pulau Siberut dengan kapasitas 1.300 kW, sedang di tiga desa, yaitu Saliguma yang diresmikan hari ini, Madobag, dan Matotonan, dengan total kapasitas 700 kW untuk 1.233 Kepala Keluarga. 

Potensi penghematan yang akan diperoleh dari PLTBm dibandingkan PLTD adalah Rp 14 miliar per tahun. 

Selain penghematan, pendapatan masyarakat juga meningkat dengan adanya pembelian bambu dari kebun masyarakat setempat, dan penyerapan tenaga kerja sebesar Rp 2 miliar per tahun.

Pembangunan PLTBm ini mengusung konsep Three in One Development. Pertama, PLTBm menyediakan energi listrik untuk daerah yang sama sekali belum teraliri listrik. Dengan pembangunan pembangkit ini, Indonesia dapat menambah rasio elektrifikasi nasional. 

Kedua, PLTBm menjadi salah satu upaya pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya tenaga biomassa yang masih belum banyak dikembangkan. 

Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan target 23 persen EBT dalam bauran energi sebelum 2025. 

Ketiga, pembangunan PLTBm ini juga bagian pembangunan daerah 3T atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar. 

BACA JUGA: Kapolda NTB Kunjungi KLU,  Jelaskan Amanah Kapolri

Nah, bagaimana dengan rencana pembangunan PLTBm di Lombok, sudahkah mempertimbangkan ha;0ha; uyang fidrbut itu? Kita tunggu, apakah rencana pembangunman PLTBm di Lombok terlaksana, atau akan menghadapi kendala misalnya soal bahan baku. ***

 

 




Kerjasama NTB-Denmark, Studi Kelayakan PLTBm Dimulai

Studi kelayakan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di NTB sebagai tindak lanjut kerjasama NTB-Denmark, didukung Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mendukung penuh studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) oleh Tim Consulting Denmark.

Studi kelayakan itu terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di NTB.  

Gubernur Zul mengapresiasi ketelitian Tim Consulting Denmark sebelum membangun PLTBm di NTB. 

“Senang menerima utusan negara Denmark yang menindaklanjuti kerjasama di bidang Energi antara Denmark dan NTB. Mereka selalu menyempatkan studi lapangan yang detail sebelum sebuah project dieksekusi,” tutur Gubernur di ruang kerjanya, Rabu (30/03/22).

Ia mengatakan itu saat menerima Tim Consulting Denmark dalam persiapan FS PLTBm Lombok

Dalam kesempatan tersebut, dibahas Lombok yang menjadi salah satu daerah prioritas untuk dibangunnya PLTBm. 

BACA JUGA: Pembangunan PLTBm, Ini Keuntungan yang Didapat

Tahap yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi kemampuan dan kapasitas bahan baku (sekam) yang ada di NTB. 

Sekam di NTB digunakan oleh beberapa sektor contohnya pertanian dan beberapa sektor lainnya. 

Tim Consulting Denmark tidak ingin mengganggu kapasitas bahan baku yang digunakan oleh masyarakat NTB, sehingga ingin memastikan berapa detail dan pastinya penghasilan sekam di NTB mencukupi. 

Tim Consulting Denmark sendiri membutuhkan sekitar 150.000 ton bahan baku (sekam) setiap tahunnya. 

BACA JUGA: BAZNAS NTB Inisiasi Program Rumah Singgah

Sehingga Pihak Denmark akan memastikan terlebih dahulu volume dari bahan baku dan mengidentifikasi sektor yang terlibat di dalam rencana pembangunan PLTBm. ***

 

 




BAZNAS NTB Inisiasi Program Rumah Singgah 

BAZNAS NTB memprioritaskan program rumah singgah, yang melayani tempat tinggal sementara pasien dari luar Lombok yang melanjutkan pengobatan ke rumah sakit rujukan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Amil Zakat Nasional Wilayah Nusa Tenggara Barat menggelar syukuran yang menempati kantor baru, sekaligus menginisiasi program rumah singgah bagi pasien luar daerah yang melanjutkan pengobatan, Rabu (30/03/22).  

“Semoga Baznas NTB akan memprioritaskan program rumah singgah agar dapat membantu masyarakat,” ujar Baiq Eva Nurcahyaningsih, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi Nusa Tenggara Barat mewakili Gubernur saat tasyakuran di kantor  baru Baznas

BACA JUGA: Pembangunan PLTBm, Ini Keuntungan yang Didapat

Program rumah singgah ini akan melayani tempat tinggal sementara bagi pasien yang datang dari luar pulau Lombok yang akan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit rujukan. 

Selama ini seperti dikatakan Eva, kondisi pasien dan keluarga seringkali menginap di rumah sakit dengan kondisi seadanya. Hal ini rentan memperburuk kondisi pasien maupun keluarga untuk tertular penyakit. 

Begitu pula dengan rumah singgah milik Baznas di luar daerah seperti di RS Sanglah, Bali agar dapat meningkatkan pelayanan bagi warga NTB yang berobat di sana. 

Eva menambahkan, dengan menempati kantor baru di jalan Catur Warga tepat di seberang lapangan Sangkareang Mataram, Baznas akan lebih semangat dan kreatif dalam mengelola dana yang dititipkan oleh umat

Sebelumnya, Baznas NTB berkantor di komplek Islamic Center Mataram. 

Direktur Baznas NTB, Dr H Muhammad Said Ghazali mengatakan, ia berharap kantor yang kini ditempati ke depannya akan dihibahkan kepada Baznas oleh Pemprov. 

BACA JUGA: Kerjasama NTB-Denmark, Studi Kelayakan PLTBm Dimulai

“Sebagai rasa syukur, semoga kantor baru ini akan memudahkan pelayanan dan meningkatkan kinerja Baznas”, ujarnya. 

Hadir pula, Baznas kabupaten/ kota se NTB dan Dewan Pengawas Baznas. ***

 




Kapolda NTB Kunjungi KLU, Jelaskan Amanah Kapolri

Selain silaturahi, kunjungan Kapolda NTB ke KLU untuk menegaskan konsen dari Kapolri untuk percepatan vaksinasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto bersama Ketua Bhayangkari NTB Ny. Irna Djoko Poerwanto serta Pejabat Utama Polda NTB mengunjungi Kabupaten Lombok Utara, Rabu (30/03/22). 

Kedatangan Kapolda NTB yang juga beradaptasi dengan wilayah kerja baru itu, disambut Bupati Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati, Danny Karter beserta para pejabat teras lingkup Pemerintah KLU. 

Kunjungan kerjanya di Gumi Tioq Tata Tunaq kali ini guna mempererat tali silaturahmi dengan unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Lombok Utara seraya press conference  kegiatan Gebyar Vaksinasi Presisi Mabes Polri. 

Kapolda NTB mengatakan,  tujuannya ke KLU untuk bersilaturahmi. Selain itu, menunjukkan hadirnya kepolisian di tengah masyarakat di Lombok Utara. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kuesi Roda Adaptif

“Saya berterimakasih sudah bisa diterima di Lombok Utara,” ujarnya.

Kapolda menerima plakat kenangan dari Bupati Djohan

Inspektur Jenderal yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri itu menuturkan, konsen dari Kapolri serta pejabat utama Mabes Polri saat ini adalah mempercepat vaksinasi.

Hal itu diamanahkan ke seluruh jajaran Polda di seluruh wilayah Indonesia. 

Ia menjelaskan, tujuan dari vaksin tersebut untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga aktivitas masyarakat tanpa kekhawatiran terhadap penyebaran virus Covid-19 dan variannya.

“Kekebalan kelompok di atas segalanya, sebab kalau kekebalan kelompok sudah kuat maka kegiatan sehari-hari akan nyaman,” kata Joko.

BACA JUGA: Training Center LFC, 30 Pemain Terpilih dari 780 Kandidat

Sementara itu, Bupati Djohan Sjamsu dalam kesempatan itu memaparkan keadaan Lombok Utara secara garis besar mulai dari potensi-potensi yang ada serta kondisi masyarakat. 

KLU memiliki begitu banyak potensi mulai dari potensi alam, hasil pertanian dan potensi yang paling menonjol ialah pariwisata. 

“Lombok Utara memiliki banyak jenis destinasi wisata di antaranya pantai, gunung, religi dan adat,” sebut Bupati.

Kata Djohan, sebagai kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat tentu Lombok Utara masih perlu banyak berbenah dari segala aspek menuju kabupaten yang lebih maju. “Mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan dari kabupaten lain di NTB,” harap Djohan.

Menurutnya, KLU merupakan daerah dengan tingkat kriminalitas rendah. 

Selain itu penganut agama memang beragam di KLU, tapi pihaknya menegaskan tidak pernah ada gesekan antar umat beragama.***

 




Rakor Diskominfotik, Tekankan Pelaksanaan Lima Elemen . 

Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy dalam rakor Diskominfotik se NTB mengatakan, Dinas Kominfo harus melakukan lima elemen

SUMBAWA.lombokjournal,com ~ Lima elemen yang dimaksud harus dilakukan pada Dinas Kominfotik, yaitu Komunikatif, Informatif, Handal, Aman dan Optimum.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menegaskan itu saat Rapat Koordinasi atau rakor bersama perangkat daerah yang membidangi urusan komunikasi dan informatika dari Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Barat, Selasa (29/03/22), di Hotel Grand Sumbawa Kabupaten Sumbawa.

Menekankan lima elemen dalam rakor diskominfotik
Najamuddin Amy

“Kelima elemen ini harus ada, seperti halnya Komunikatif, di Bidang Ilmu Komunikasi Publik (IKP) agar Kepala Bidang IKP untuk dapat dengan para awak media maka diperlukannya elemen komunikatif dan informatif,” jelasnya.

Selain itu, elemen Handal berada pada Bidang Statistik yang mengawal salah satu program unggulan dari Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah. 

Program NTB Satu Data di provinsi lain menjadi program sampingan, namun di Provinsi NTB menjadikan program Satu Data menjadi program unggulan.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kursi Roda Adaptif

“Di NTB salah satu program unggulan Bang Zul dan Ummi Rohmi adalah NTB Satu Data, mungkin di Provinsi lain satu data dijadikan program sampingan, tetapi di NTB program satu data  masuk menjadi program unggulan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan terkait elemen aman, pada Bidang Persandian dan Keamanan Informasi yang memiliki tugas untuk memfasilitasi tanda tangan elektronik dan mengamankan informasi.

“Tanda tangan scan itu memiliki nilai keaslian yang tidak sepenuhnya, sementara Ttd elektronik menjadi ciri khas dan tidak bisa dipalsukan,” katanya.

Dan yang terakhir adalah elemen Optimum, pada Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) memiliki berbagai aplikasi, salah satunya e-sakip yang dapat dimanfaatkan oleh Kabupaten Kota agar nilai sakip seluruh Kab/Kota semakin meningkat. 

“Syarat agar sakip bernilai A apabila seluruh kabupaten kota memiliki nilai sakipnya B, caranya adalah harusnya Kabupaten/Kota menggunakan aplikasi e-sakip, ngga perlu buat aplikasi, bisa gunakan yang ada di Diskominfotik NTB dan ini sangat aman untuk digunakan,” jelas Doktor Najam.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd mengapresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang dilakukan oleh Diskominfotik NTB untuk melakukan perjanjian kerja sama dengan seluruh diskominfotik Kab/Kota se – NTB.

BACA JUGA: Training Center LFC, 30 Pemain Terpilih dari 780 Kandidat

“Provinsi tidak bisa berjalan sendiri, pastinya akan bersinergi dengan Kabupaten Kota. Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran Kepala Dinas Kominfotik NTB beserta jajaran yang telah hadir ke Pulau Sumbawa,” ungkapnya. ***

 

 




Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kursi Roda Adaptif

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat serahkan bantuan Kursi Roda Adaptif untuk penderita lumpuh layu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bantuan kursi roda adaptif untuk Haikal Arofi, pemuda 25 tahun yang menderita lumpuh layu, di Gerung, Lombok Barat, diserahkan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat, Senin (28/03/22).

Rachmat Hidayat juga menyerahkan bantuan paket usaha

“Kita sama-sama ingin agar ananda Haikal Arofi bisa tersenyum kembali,” kata Rachmat Hidayat di sela penyerahan bantuan tersebut.

Rahmat juga menyerahkan bantuan untuk pemenuhan nutrisi dan makanan harian bagi Ofi, begitu Haikal Arofi biasa disapa. 

Ibunda Ofi, Hadijah, juga mendapat bantuan paket usaha berjualan ikan, mulai dari timbangan, boks tempat menyimpan ikan, dan juga modal awal usaha.

Ofi menderita lumpuh layu setelah kelas VI SD. Sejak itu, aktivitasnya hanya berada di tempat tidur. 

Saat Rachmat datang ke rumahnya yang sederhana di kampungnya, sang ibu yang membopongnya dari dalam rumah untuk dibawa ke teras. 

BACA JUGA: Rakor Doskominfotik, Tekankan Pelaksanaan Lima Elemen

Terlihat punggung Ofi bertabur luka. Tak bisa menggerakkan badan dan terus menerus hanya berbaring selama puluhan tahun, menjadi musabab luka di bagian belakang tubuhnya tersebut.

Rachmat mengungkapkan, menderita lumpuh layu seperti itu, Ofi rupanya tidak terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah yang disiapkan Kementerian Sosial. Ofi rupanya luput dari pendataan. 

Hal itu terungkap pekan lalu, saat Rachmat menggelar monitoring penyaluran berbagai bantuan sosial untuk anak-anak yang membutuhkan di Balai Anak “Paramita” milik Kementerian Sosial di Bengkel, Lombok Barat.

Saat itu, Ofi dibopong keluarganya datang ke sana. Dia bersama sang adik, Heri, yang juga menderita lumpuh layu. Namun, rupanya yang terdata dalam penerima bantuan hanya sang adik saja. 

Sementata nama Ofi rupanya tak tercantum sebagai penerima bantuan. Kepada Ofi waktu itu, Rachmat memberikan bantuan dari kantong pribadinya. Setelah itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB tersebut langsung berkoordinasi dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Rachmat ingin agar Ofi dimasukkan dalam daftar penerima bantuan tanpa harus menunggu proses yang berbelit-belit. 

Jajaran pejabat Eselon I dan Eselon II di Kemensos kemudian menindaklanjuti hal tersebut dengan cepat.

“Setelah satu minggu, hari ini kita bertemu ananda Ofi lagi, untuk menyerahkan bantuan yang memang sudah menjadi haknya ananda Ofi,” imbuh Rachmat sembari memegang dan mengelus rambut Ofi.

Dalam penyerahan bantuan untuk Ofi tersebut, tokoh kharismatik NTB ini didampingi Kepala Balai Anak Paramita, I Ketut Supena dan jajarannya. Rachmat juga didampingi dua anggota DPRD Lombok Barat dari PDI Perjuangan.

Kepada Anggota DPRD dari PDI Perjuangan, Rachmat juga langsung menginstruksikan agar mereka menyiapkan bantuan secara rutin setiap bulan untuk Ofi, terutama untuk memastikan asupan dan nutrisinya.

Bakal Dibuat Berdaya

Kepala Balai Anak Paramita I Ketut Supena mengatakan, tak cuma Ofi yang kini sudah mendapat bantuan. Ibunya juga kini sudah terdaftar dalam penerima bantuan Program Keluarga Harapan. 

Mereka juga akan mendapat pula Bantuan Pangan Non Tunai secara rutin.

Khusus untuk bantuan yang diserahkan kemarin, pihaknya membawa kursi roda adaptif. Kursi roda tersebut didesain khusus untuk memberi kenyamanan bagi Ofi. Karena kursi roda bisa menyesuaikan dengan tubuh Ofi yang memang sudah tidak bisa menyangga tubuhnya sendiri. Kursi roda adaptif tersebut adalah karya anak-anak yang dibina dan dididik di Balai Anak Paramita.

Dengan kursi roda adaptif tersebut, memungkinkan Ofi bisa dibawa keluar rumah. Sehingga tidak harus selalu berada di dalam rumah dan terbaring di tempat tidur sepanjang hari yang justru memperburuk kondisi kesehatannya.

BACA JUGA: Event Earth Dat Google, Lombok Siap Jadi Tuan Rumah

Ketut Supena menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sejumlah asesmen terkait kondisi Ofi. Sehingga bantuan yang disalurkan Anggota Komisi VIII DPR RI kemarin tersebut, adalah merupakan bantuan yang memang dibutuhkan.

“Selanjutnya, kami akan melakukan pemantauan intensif,” ungkap Ketut.

Kementerian Sosial menyiapkan Pendamping Sosial yang akan secara rutin melakukan pemantauan tersebut. 

Sehingga segala hal yang terkait perkembangan lanjutan mengenai penanganan Ofi, akan segera diketahui.

Khusus untuk Hadijah, ibunda Ofi, Ketut Supena menjelaskan, bantuan paket usaha berjualan ikan diberikan agar perempuan yang kini menjadi kepala keluarga tersebut memiliki penghasilan sehingga membuat keluarganya bisa berdaya kembali.

“Kami akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan usaha jual ikan yang dilakukan Ibu Hadijah bisa berjalan dan berkembang,” kata Ketut Supena.

Dulu, Hadijah memang sempat memiliki usaha berjualan ikan tersebut. Namun, usahanya tersebut harus terhenti. Perempuan yang kini menjanda tersebut, tak lagi memiliki modal untuk bisa berjualan kembali.

Itu sebabnya, mendapati dirinya kini sudah mendapat bantuan dari PKH dan sang anak juga mendapat bantuan, Hadijah begitu sangat bersyukur. 

Menerima bantuan tersebut, dia tak kuasa membendung haru. Dia berjanji akan memanfaatkan bantuan tesebut sebaik-baiknya. Terutama bantuan paket usaha yang diterimanya.***

 

 




Training Center LFC, 30 Pemain Terpilih dari 780 Kandidat

Lombok Football Club (LFC) memulai training center 30 pesepak bola yang terpilih dari 780 kandidat, untuk digembleng jadi pepadu sepakbola berhati “Singa”

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Football Club (LFC), klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memulai Training Center (TC).

TC merupakan persiapan menghadapi Liga 3 NTB 2022. 

Sebanyak 30 pemain sepakbola terbaik bakal mengikuti TC ini setelah diseleksi dari 780 pendaftar.

“Secara resmi, Training Center-nya sudah kita mulai semenjak hari Senin tanggal 21 Maret 2022,” kata Juru Bicara LFC, Rannya Agustyra Kristiono di Mataram, Rabu (30/03/22).

Sebanyak 20 pemain kata Rannya disaring dari proses seleksi yang digelar di P. Lombok dan P. Sumbawa. 

Seleksi di P. Lombok selain diikuti pesepakbola dari Pulau Seribu Masjid, juga diikuti para pemain dari berbagai daerah di Indonesia. 

Sementara di P. Sumbawa, seleksi diikuti oleh bakat-bakat terbaik dari pulau terbesar di Bumi Gora tersebut.

BACA JUGA: Event Earth Day Google, Lombok Siap Jadi Tuan Rumah

“Sebanyak 20 pemain tersaring dan berhasil masuk di skuad utama dari 780 pemain yang ikut seleksi baik di P. Lombok maupun P. Sumbawa,” ungkap Rannya.

Menggenapkan 20 pemain yang masuk skuad utama tersebut, ada juga 10 pemain developpement, yang rata-rata berusia 17 tahun. 

Mereka ini adalah wonderkid-wonderkid atau para pemain berbakat dari P. Lombok dan P. Sumbawa.

“Jadi, totalnya ada 30 pemain dari P. Lombok dan P. Sumbawa yang sekarang ikut TC di Lombok FC,” imbuhnya.

Dara yang sedang merampungkan studinya di Brunell University, London, Inggris ini menjelaskan, mengingat Mess Lombok FC yang berada di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram masih dalam tahap finishing atau penyelesaian, untuk sementara para pemain Lombok FC ini diasramakan di Mess GOR 17 Desember, Kota Mataram.

“In syaa Allah dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Mess Lombok FC di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram sudah selesai dibangun sehingga para pemain dapat segera kita pindahkan,” katanya.

Pelatih Lisensi A-AFC

Rannya menjelaskan, segera setelah gagal masuk di kompetisi Liga 3 Nasional 2021/2022, manajemen Lombok FC segera berbenah diri dengan melakukan restrukturisasi organisasi dan kegiatan seleksi pemain.

Restrukturisasi organisasi dilaksanakan dengan menunjuk dua orang penting yang akan menangani dan menjalankan operasional klub ke depan.

Fabio Oliveira ditunjuk sebagai Direktur Operasi klub. Fabio adalah mantan pemain Persita Tangerang kelahiran Rio de Jeneiro, Brazil, dan sekarang menjadi pelatih yang memegang sertifikat A-AFC. 

Sementara untuk Pelatih Kepala, Manajemen Lombok FC menunjuk Jessie Mustamu, mantan pemain PSIS Semarang, yang juga merupakan pelatih bersertifikat A-AFC, blasteran Belanda-Ambon.

“Restrukturisasi ini menggambarkan langkah dan upaya yang sungguh-sungguh dari manajemen Lombok FC untuk menyiapkan diri menghadapi Liga 3 NTB tahun ini,” kata Rannya.

Semua upaya, kegiatan, dan ikhtiar tersebut, kata kandidat Senator dari NTB dalam Pemilu Legislatif 2024 ini, dilakukan untuk menjadikan Lombok FC sebagai klub sepakbola kecintaan dan sekaligus kebanggaan masyarakat NTB ke depan.

Sungguh tidak mudah untuk mendatangkan orang-orang hebat bersertifikat A-AFC untuk bergabung di klub sepakbola yang masih berkompetisi di Liga 3.

“Tapi alhamdulillah, setelah kita yakinkan tentang visi, misi, serta spirit untuk menjadikan Lombok FC sebagai klub profesional, akhirnya mereka berada di tengah-tengah kita sekarang,” kata Rannya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi para pemain selama menjalani kegiatan TC ini, Lombok FC sudah melibatkan chef atau juru masak profesional. 

Chef yang dimaksud selama ini biasa menangani asupan gizi untuk makan pemain-pemain di Tim sepakbola Nasional.

“Chef Zaenal Abidin adalah salah satu juru masak yang biasa menyiapkan makanan buat para pemain di Tim sepakbola Nasional. Tentu saja Lombok FC sangat bangga bisa mendatangkan Chef Zaenal untuk bergabung dan menjadi bagian penting dari klub ini,” kata Rannya.

Secara terpisah, Presiden/CEO klub Lombok FC H. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengucapkan selamat bergabung dan selamat berlatih kepada 30 pemain sepakbola NTB yang telah berhasil lolos dalam seleksi.

BACA JUGA: Pra Musrenbang, Susun Arah Masa Depan NTB

“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk mengembangkan diri menjadi pemain sepakbola profesional,” kata HBK.

Dia menegaskan, dengan TCyang telah dimulai ini, Lombok FC ingin melahirkan para pepadu sepakbola profesional yang berhati singa.

“Tetaplah semangat serta jaga disiplin agar bisa lolos sampai di akhir TC ini. Tidak mudah untuk mengikuti dan menyelesaikan Training Center ini, tapi dengan kekuatan tekad dan semangat, mudah-mudahan akan berakhir indah pada waktunya,” kata HBK menyampaikan pesan.***

 




Tuan Rumah Pertemuan DEWG, Wagub NTB Sambut Menkominfo

Kedatangan Menteri Kominfo RI Johny G Plate disambut Wagub NTB sebagai tuan rumah pertemuan DEWG,  yang membahas isu transformasi ekonomi berbasis digital oleh Working Groups

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sedang menjadi tuan rumah pertemuan Pertama Digital Economy Working Group (DEWG), yang mana termasuk dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia. 

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah secara khusus menyambut Menteri Kominfo RI Johny G Plate di Bandara BIZAM, Selasa (29/03/2022). 

“Selamat datang kembali Menteri Komunikasi dan Informatika RI, di Nusa Tenggara Barat” sambut Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

Sebagai tuan rumah pertemuan DEWG sambut Menkominfo RI

Usai penyambutan, Menteri Jhony kemudian melanjutkan kegiatan dengan memberikan keterangan pers di Hotel Aruna, Sengigi. 

“Presidensi G20 Indonesia 2022 menjadi momentum membahas transformasi digital di dunia yang lebih inklusif,” kata Menkominfo RI.

Lebih lanjut dijelaskannya, pada hari pertama, Forum DEWG sidang 1st DEWG akan membahas isu Post Covid-19 Recovery and Connectivity dan Digital Skills and Digital Literacy 

BACA JUGA: Tiga Isu Prioritas Dibahas Dalam 1 first meeting DEWG di NTB

Sementara hari kedua, yang dibahas isu Cross-Border Data Flow and Data Free-Flow with Trust serta konklusi secara keseluruhan.

Menurut Johnny, Presiden Joko Widodo telah menegaskan, Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum menunjukkan kepemimpinan strategis Indonesia dalam menentukan arah desain kebijakan pemulihan ekonomi global, terutama pascapandemi Covid-19. 

 “Pemilihan tema Recover Together Recover Stronger menjadi relevan untuk menjawab tantangan global saat ini. Kita ingin pulih dan bangkit bersama dan kita ingin pulih dalam posisi yang lebih kuat,” sambungnya. 

Tiga prioritas utama Presidensi G20 Indonesia antara lain Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi Ekonomi berbasis Digital, dan Transisi Energi Berkelanjutan. 

Ketiga prioritas itu menjadi agenda pembahasan baru (flagship agenda) dalam 11 Working Group (WG), 1 inisiatif dan 10 Engagement Group (EG) dalam Sherpa Track. 

Para menteri ekonomi digital G20 dan para Pemimpin G20 telah mengakui digitalisasi merupakan pendorong bagi kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Karena itu, pada tahun 2017 dibentuk Gugus Tugas Ekonomi Digital atau Digital Economy Task Force (DETF). 

Melalui DETF, inisiatif dan pengembangan kerja sama ekonomi digital lebih intensif dibahas melalui diskusi dan konsultasi dengan engagement group (EG) G20 dan pemangku kepentingan lain. 

BACA JUGA: Pra Musrenbang Susun Arah Masa Depan NTB

Pada tahun 2021 DETF bertransformasi menjadi Digital Economy Working Group (DEWG) mencerminkan realitas di mana perangkat digital memungkinkan percepatan pertumbuhan sosial ekonomi dan ekonomi yang lebih inklusif. 

“Presidensi G20 tahun ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong legacy melalui kesepakatan-kesepakatan di meja perundingan G20 dari Indonesia untuk dunia,” jelasnya. ***