Indeks

177.589 Peserta Program JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran Dinonaktifkan

Wismaningsih Drajadilah
Simpan Sebagai PDFPrint

Sebanyak 177 ribu lebih warga NTB yang telah dinonaktifkan kepesertaanya dari bantuan iuran peserta BPJS kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah pusat

MATARAM.lombokjournal.com — Ratusan ribu lebih peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah Pusat akan diverifikasi ulang oleh Dinas Sosial NTB

Verifikasi ulang tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kembali data peserta baik Nama, Alamat no NIK data penerima bantun iuran tersebut serta pemiliknya apakah sesuai atau tidak.

“Ada sebanyak 177 ribu lebih jumlah masyarakat NTB kategori bantuan penerima Iuran dari pemerintah pusat telah dinonaktifkan kepesertaanya oleh kementrian sosial republik indonesia per 1 agustus kemarin,” ujar Kepala Dinas Sosial NTB, Wismaningsih Drajadilah, Jumat(09/08) 2019.

Seperti diketahui, penonaktifan ratusan ribu lebih data penerima bantuan iuran atau PBI dari pemerintah itu disebabkan karena para peserta tidak aktif sejak tahun 2014.

“Dari jumlah itu juga banyak terdapat nik ganda peserta sudah meninggal dunia,” terangnya.

Wismaningsih menyatakan, dengan penonaktifan ini  mereka tidak lagi terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial yang merupakan program pemerintah pusat.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari pusat  bahwa ada 177 ribu lebih warga NTB yang telah dinonaktifkan kepesertaanya dari bantuan iuran peserta BPJS kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah pusat.

Saat ini pihaknya mellui Dinas Sosial  tengah melakukan pengumpulan data masyarakat yang dinonaktofkan tersebut untuk kemudian dilakukan verifikasi ulang oleh dinas sosial.

Lebih lanjut Wismaningsih mengatakan, dalam proses verifikasi data ini,  pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama dengan instansi terkait akan turun langsung melakukan verifikasi.

“Dari ratusan ribu peserta PBI yang di non aktifkan pemerintah pusat juga sudah menggantinya dengan peserta yang lain dengan jumlah yang lebih banyak sehingga jumlah peserta PBI di NTB menjadi bertambah,”  katanya.

AYA

Exit mobile version