KLU Dapat Vaksin Ternak 600 Dosis, Baru Terima 500 Dosis 

Hari ini KLU mulai pelayanan vaksinasi PMK UNTUK 500 ekor ternak 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelayanan Vaksinasi penangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Lombok Utara. 

Diharapkan dengan dimulainya vaksinasi ini mengurangi kecemasan para peternak sapi terkait merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akhir-akhir ini.

Tresna Hadi membenarkan berlangsungnya layanan vaksinasi PMK di KLU
Tresna Hadi

Penanganan Vaksin ternak di Kabupaten Lombok Utara sampai hari ini sudah mencapai 500 ekor ternak dari 600 dosis yang di tergetkan. 

BACA JUGA:Wagub NTB Yakin, MTQ di Lotim akan Sukses

Kabid Peternakan, DKP3 KLU, dr Sarudi menjelaskan itu pada wartawan, Kamis (30/06/22) di kantornya. 

Ia menjelaskan, dari 4000 dosis jatah paksin yang tersebar di beberapa daerah, NTB mendapatkan jatah 2400 dosis vaksin yang terbagi ke beberapa daerah Kabupaten. 

Sementara untuk Kabupaten Lombok Utara mendapatkan jatah 600 dosis. Dan baru terima 500 dosis vaksin. 

Jatah 500 dosis sudah terpakai semua dalam beberapa hari ini, dan sisanya 100 dosis belum diterima, kata dia. 

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan KLU, Tresna Hadi, SP, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. Kamis (30/06/22).

“Kita mendapat alokasi vaksinasi untuk antisipasi wabah PMK itu sebanyak 600 dosis, yang Insya Allah sudah kami sebar di tiga kecamatan yang aman dari PMK,” kata Kepala Dinas DKP3, Tresna Hadi. 

Menurutnya, populasi ternak di Kabupaten Lombok Utara mencapai 128.782 ekor yang rentan PMK. 

Berdasarkan data terahir yang terpapar PMK sudah mencapai angka 10.433 ekor. Sementara yang sehat 118.349 ekor. 

Dilihat dari jumlah yang sehat mencapai 118.349 ekor, sementara jatah dosis vaksin 600 dosis maka sisanya yang sehat masih banyak yang belum bisa tertangani, tutur Tresna Hadi.

BACA JUGA: Pasca MXGP, BPS NTB Lakukan Kajian Dampak Ekonomi Daerah

Populasi 128.782 ekor yang rentan PMK ini terdiri dari Sapi, Kerbau, Kambing dan Babi.

“Harapan kami vaksinasi bisa dipercepat dan ditambah vaksinnya, agar ternak ternak yang yang sehat dan belum sempat divaksin di KLU segera divaksin untuk mengantisipasi wabah, agar jangan sampai berkembang di Kabupaten Lombok Utaral,” harapnya. ***

 

 




Pemda KLU Mendata Rumah yang Terdampak Pelebaran Jalan

Pendataan dilakukan Pemda KLU pada rumah masyarakat  di 17 desa di sepanjang jalan yang terdampak pelebaran jalan Nasional

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR DKP KLU), memulai aksi pendataan rumah terdampak pelebaran jalan Nasional tahun ini 2022. 

Kepala Dinas PUPRDKP KLU, Kahar Rizal,ST,MT saat ditemui wartawan mengatakan, pihaknya sudah memulai pendataan dalam dua hari ini dan akan berjalan sekitar 17 hari ke depan, Jum’at 17/6, di ruang kerjanya,. 

BACA JUGA: 42 JCH Lombok Utara Berangkat Rabu Pagi

Rumah yang terdampak pelebaran jalan nasional didata Pemda KLU
Kahar Rizal,ST,MT

“Hari ini sosialisasi, atau starting rencana pelebaran,” ujar Kahar Rizal kepada wartawan. Pelebaran jalan yang akan dilakukan mulai dari Desa Sambikelen/perbatasan Lokok Putek Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan, sampai dengan Desa Pemenang Kecamatan Pamenang Kabupaten Lombok Utara.

Diakuinya, deda-desa yang didata berjumlah sekitar 17 desa yang berada di sepanjang jalan Nasional. 

Saatnya nanti apabila pendataan sudah selesai akan disampaikan hasil pendataan, baik langsung kepada masyarakat yang ada di masing masing desa terdampak maupun melalui media, ujar Kahar Rizal. 

Karena itu pihaknya belum bisa merespon pertanyaan wartawan terkait jumlah terdampak bangunan pelebaran jalan maupun yang tidak terdampak. 

Rencananya, pelaksanaan pelebaran jalan akan dilakukan dalam kurun waktu tidak lama lagi dan masing-masing sisi jalan 7  meter karena berstatus Jalan Nasional.

“Saat pelaksanaan nanti data bangunan yang perlu dibebaskan akan dipiblikasikan,” ungkapnya.

Pemda KLU MULAI MELAKUKAN PENDATAAN

Pendataan rumah yang terdampak pelebaran dimulai dari Timur yaitu Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan ke arah barat, mengingat rumah rumah masyarakat tidak sepadat di Kecamatan lain, seperti Kecamatan Gangga, Tanjung dan Pemenang.  

Sekaligus merupakan informasi kepada warga di 17 Desa terdampak yang belum  mengetahui informasi pelebaran jalan Nasional di Kabupaten Lombok Utara. ***

BACA JUGA: Survei Dispar KLU di Tiga Gili, Ada Tumpukan Sampah di Trotoar

 




42 JCH Lombok Utara Berangkat Hari Rabu Pagi

Sebelum berangkat 42 JCH Lombok Utara berkumpul di Masjid Baiturrahman Tanjung,  untuk Sholat Subuh bersama Bupati

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ibu Melsip dan Putrinya, Luh Lakmi Julmi Karya  binti Nasrudin (Almarhum) Dusun Lekok Tenggara, Desa Gondang, Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, merupakan bagian dari 42 orang Calon Jamaah Haji (JCH) asal Kabupaten Lombok Utara.

Luh Lakmi Julmi Karya binti Nasrudin (Almarhum) berangkat menggantikan orang tuanya yang meninggal sebelum ada pengumuman pemberangkatan JCH.

Bagian dari 42 JCH Lombok Utara

Setelah sekitar delapan tahun menunggu panggilan, akhirnya mereka akan diberangkatkan hari Rabu (22/06/22) sekitar jam 5.00 wita.

BACA JUGA: Survei di Tiga Gili, Ada Tumpukan Sampah di Trotoar

Ibu Melsip dan Putrinya buka Ziarahan yang pusatkan di “Masjid Al Istiqomah” Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga, Kamis (16/06/22) malam. 

Sebagaimana tradisi, CJH Ibu Melsip dan Putrinya, Luh Lakmi Julmi Karya, Binti Nasrudin (Almarhum) buka Ziarah dengan menghadirkan seluruh jemaah di empat dusun Lekok Desa Gondang. 

Pihak Kemenag Lombok Utara menginformasikan, Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Lombok Utara tergabung dalam kloter 9. 

Mereka mendapat penginapan dan tempat tinggal di daerah Misfalah selama di Mekkah. Tempat tersebut tidak jauh jaraknya  dari  Masjidil Haram

Harapan Kemenag KLU, bila ada hal-hal yang tidak jelas, diharapkan  jemaah calon haji dalam kegiatan manasik haji untuk bertanya dan menyimak penjelasan para petugas dengan sebaik-baiknya. 

Sehingga para jamaah dapat memahami manasik haji dengan baik dan benar serta dapat menjadi haji mandiri. 

Terpisah, Kabag Kesra KLU, Alwi Agusto, MPd, yang dihubungi via telpon menjelaskan, seluruh JCH asal KLU Sholat Subuh di “Masjid Besar  Baiturrahim” Tanjung. 

BACA JUGA: Pelatihan Tematik KWT Program Pengembangan P2L

Diharapkan sebelum pelaksanaan Sholat Subuh, semua JCH sudah ada di tempat, karena pada jam itu juga Bupati Lombok Utara akan bersama sama JCH. 

Pelepasan dan keberangkatan rombongan ke Mataram setelah dilepas oleh Bupati, H Djohan Syamsu. 

Karena itu dipastikan JCH tidak ada yang ketinggalan mengingat Jam 8.00 Wita sudah diberangkatkan dari Bandara Lombok.***

 

 




Survei Dispar KLU di Tiga Gili, Ada Tumpukan Sampah di Trotoar

Dinas Pariwisata KLU sudah melakukan survei di tiga Gili, selain menemukan kerusakan akibat gempa dan tumpukan sampah di trotoar

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Setelah melakukan survei selama tiga hari di di tiga Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, pihak Dinas Pariwisata Lombok Utara memastikan titik koordinat bkerusakan akibat gempa bumi tahun 2018 lalu.

Survei yang dilakukan Dinas Pariwisata merupakan upaya untuk penataan yang akan dilakukan untuk membangkitkan sektor pariwisata sebagai unggulan di Lombok Utara.

Selain ditemukan kerusakan di beberapa tempat di tiga, persoalan sampah belum tertangani dengan baik di tiga Gili juga menjadi perhatian.

BACA JUGA: Pelatihan Tematik untuk KWT Program Pengembangan P2L 

Survei tentang sampah dikoordinasikan dengan Dinas LH
Kadis Lingkungan Hidup, Rusdianto (kiri) bersama Kabid Persampahan

Kepala Bidang Destinasi Wisata, Wayan Subada mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke tiga Gili mengeluhkan sampah Hotel dan sampah rumahan yang menumpuk di sepanjang terotoar.

“Dan (tumpukan sampah) itu banyak ditemui di Gili Terawangan yang merupakan pusat destinasi wisata yang dikenal dunia,” kata Subada, Rabu (15/06/22) 

Terkait adanya penumpukan sampah yang di keluhkan wisatawan itu, Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup KLU terkait lahan untuk membangun pengolahan sampah atau TPS3R. 

Subada juga membicarakan masalah itu dengan Sekretaris Desa Gili Indah. 

Sudah ada TPA

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLu, Rusdianto, saat ditemui wartawan mengatakan, di Gili Trawangan sudah ada satu tempat pembuangan akhir (TPA) seluas 60 are dan sudah difungsikan.

Namun di Gili Meno dan Gili Air hanya tersedia lahan masing masing luasnya, 25 are di Gili Meno dan 21 are di Gili Air. 

Kedua Gili ini rencananya akan di bangun TPS3R, sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien. 

“Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos bisa digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang di tanam dilahan sekitar TPS untuk dijual,” tutur Risdianto di ruang kerjanya, Kamis (16/06/22). 

Namun diakuinya belum ada anggaran yang tersedia saat ini. Ia belum memastikan tahun depan apakah ada pihak yang siap membangun.

BACA JUGA: Rakor Tekan Perkawinan Anak dan Kekerasan pada Perempuan

Pihak Lingkungan Hidup sudah siapkan lahan secukupnya dalam penanganan sampah di tiga Gili.

“Mudah mudahan persoalan sampah ini cepat tertangani, sehingga wisatawan merasa nyaman,” kata Rusdianto ***

 

 




Pelatihan Tematik untuk KWT Program Pengembangan P2L

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKP3) fasilitasi pelatihan tematik program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelatihan tematik pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L)  kepada delapan (8) kelompok wanita tani (KWT), difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, melaksanakan Kamis (16/06/22).

Pelaksanaan kegiatan itu untuk membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi pada masa pandemi.

BACA JUGA: Toleransi Beragama, Gubernur NTB Hadiri Acara Pujawali

Penjelasan terkait pelatihan tematik

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, I Made Dody Ardhika,SP saat rapat persiapan pelatihan P2L  mengatakan, ada delapan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Lombok Utara mendapat suntikan dana Pemerintah Pusat, masing masing sebesar Rp. 55.000.000,- pada tahun 2021 lalu, yang bersumber dari dana DAK Non Fisik.  

Menurut Dody, bantuan dana itu untuk pengembangan P2L kepada KWT di Lombok Utara. 

Dana ini direalisasikan dengan transfer langsung ke rekening KWT pada tahap I sebanyak 50 persen yaitu Rp. 27.500.000, alokasnya untuk mendukung keberdayaan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dari hasil pekarangannya sendiri.

Dikatakan, komponen kegiatan P2L yang dilaksanakan oleh kelompok penerima manfaat adalah pengadaan sarana pembibitan, pengembangan demplot, pertanaman pekarangan anggota dan kegiatan pasca panen.

Harapannya, kegiatan P2L yaitu bertanam baik di rumah bibit, demplot, maupun di pekarangan dapat tumbuh dan berkembang, meskipun tidak ada lagi bantuan. 

“Pengurus beserta anggota dapat mengajak tetangga untuk turut serta mengoptimalkan pekarangan masing-masing, dalam mendukung keberhasilan pembangunan ketahanan pangan,” harapnya.

Peran DKP3 diharapkan lebih responsif dan inovatif serta lebih intensif melaksanakan monitoring kegiatan di lapangan, tegas Dodi.

BACA JUGA: Rakor Tekan Perkawinan Anak dan Kekerasan pada Perempuan

Untuk tahun 2022 ini KWT  program P2L mendapatkan suntikan dana lagi sebesar Rp 15.000.000 untuk masing masing kelompok, yang peruntukannya untuk “Pelatihan Tematik Pengembangan”. 

“Sama seperti dana awal, yaitu masuk melalui rekening kelompok langsung dalam dua tahapan,” katanya.***

 

 




Bupati Djohan Ajak Umat Hindu Jaga Kerukunan Beragama

Hadiri Simakrama, Bupati Djohan minta umat Hindu rawat falsafah mempolong merenten

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Agama dan keyakinan boleh berbeda,  tapi kita tetap garus kompak bersatu untuk membangunan Lombok Utara.

Pesan itu disampaikan Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH saat menghadiri kegiatan Simakrama di hari Pujawali, Selasa (14/06/22).

Kegiatan itu diselenggarakan oleh umat Hindu Krama Desa di Pura Puseh Kayangan, Dusun Pawang Timpas Barat, Desa Gunjan Asri Kecamatan Bayan 

BACA JUGA: Dinas Pariwisata KLU Siapkan Program Penataan Pariwisata

Bupati ajak eawat falsafah mempolong merenten
Bupati bersama tokoh umat Hindu

“Sikap mempolong-merenten (bersaudara) ini yang harus kita pertahankan di daerah kita sehingga KLU menjadi daerah yang aman dan tentram,” ujar bupati.

Ia menyampaikan apresiasi kepada multi pihak yang bersama-sama menjaga kondisi keamanan daerah. 

Persatuan dan toleransi antar agama di Kabupaten Lombok Utara sangat tinggi, karena itu  harus tetap dipelihara.

“Pesan untuk warga saya disini agar selalu rukun antar umat beragama supaya daerah kita menjadi daerah yang maju,” ucap bupati seraya menyampaikan terima kasih atas undangan Simakrama (Silaturrahmi)  masyarakat Hindu yang ada di Pawang Timpas.

Sebelumnya, Ketua PHDI Kecamatan Bayan melaporkan bahwa umat Hindu di Kecamatan Bayan berjumlah 465 KK, terdiri dari 1.332 jiwa, dengan pekerjaan 95 persen sebagai petani.

Dalam kesempatan ini Pemda KLU menyerahkan bantuan Hibah APBD Tahun 2022 sebesar masing-masing 15 juta untuk Pura puseh Pawang Timpas dan  Pure Dalam Kayangan desa yang diserahkan langsung oleh  bupati  kepada Ketua Pakraman.

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer KLU

Hadir dalam kegiatan itu Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Ketua PHDI Kecamatan Bayan I Made Jaya, Kabag Kesra Setda KLU Alwi Agusto MPd, Sekdes Gunjan Asri Sucianto serta undangan lainnya.***

 

 




Dinas Pariwisata KLU Siapkan Program Penataan Pariwisata 

Dinas Pariwisata Lombok Utara lakukan survei ke sejumlah destinasi, untuk menyusun program penataan sektor pariwisata 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara mulai membenahi, menata dan menyusun program strategis bangkitkan sektor pariwisata. 

Tim dari Dinas Pariwisata KLU, terdiri dari Kepala Bidang Destinasi Wisata dan Kepala Bidang Pemasaran, masing-masing Raden Santio Wibowo, Wayan Subada dan Hepi Yuliati, melakukan survei ke sejumlah destinasi wisata di Desa Gili Indah, Gili Terawangan dan Gili Meno, Selasa  (14/06/22).

Dinas Pariwisata Klu susun program strategis

“Tim Dinas Pariwisata melakukan survei selama tiga hari, untuk menata kembali daerah abrasi yang makin meluas di sepanjang pantai di Tiga Gili,” kata Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Lombok Utara, Drs. Ainal Yakin, saat ditemui di sela-sela kesibukan di kantornya.

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD

Survei di tiga Gili (Gili Indah, Gili Terawangan dan Gili Meno) untuk melakukan penataan, mengingat Tiga Gili merupakan destinasi wisata unggulan Lombok Utara. 

“Insya Allah, program yang kita wacanakan semoga terealisasikan pada tahun 2023,” kata Ainal Yakin.

Diungkapkan, beberapa program yang sudah tersusun untuk penataan pariwisata, di antaranya penanganan abrasi di tiga Gili, pembangunan jalan Lingkar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan bangunan lapak dan beberapa program strategis lainnya.  

Hal sama juga disampaikan Kabid Destinasi Wisata, Drs. I Wayan Subada Iwandana, 

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Kabid Promosi dan Pemasaran Pariwisata, Raden Santyo Wibowo, Adyatama, Hepy Yuliati dan Fadli. 

Wayan Subada Iwandana, saat melaksanakan survei ke Gili Indah (Gili Air) mengatakan, 

terus berupaya agar seluruh objek wisata di Lombok Utara bisa berkembang nantinya.

 “Kita berharap, ke depan sektor wisata ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menambah PAD (pendapatan asli daerah) yang sempat turun drastis akibat gempa 2018 dan Covid 19,” harapnya.

Dinas Pariwisata sedang intens melakukan riset dan survei demi terbentuknya Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, ungkap tim ini saat di temui di lapangan.

Dengan survei ini juga akan memperkaya konsep penataan pariwisata lebih baik, dan dalam pelaksanaan nanti tidak mengalami kendala.

Ini Program Nasional yang anggarannya dan bersumber dari DAK dan Unesco, tutur Subada. 

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah pada Usia Dini

Ke depann, sektor pariwisata di KLU terus dibenahi dan ditata agar mampu menarik pengunjung dan para investor yang ingin bekerja sama dengan pemerintah setempat. Subada dan anggota timnya mengungkapkan, pihaknya sangat butuh dukungan semua stakeholder agar program menjadikan KLU sebagai kawasan tujuan wisata bisa terealisasi. 

Dinas Pariwisata KLU lakukan survei di destinasi wisata

“Jika pembenahan semua sektor pariwisata bisa terealisasi, diharapkan masyarakat yang berada di sekitar dan dekat dengan lokasi objek wisata sama-sama menjaga aset dan potensi yang bisa mendongkrak sektor perekonomian warga setempat,” harapnya.

Disisi lain, Asisten 2, Rusdi, ST pimpin rapat koordinasi di Desa Gili Indah bersama OPD, Dinas Prindakop dan UKM KLU, Drs Abdul Hamid, OPD Perhubungan KLU, M Wahyu Darmawan, SMI.

Rapat ini dimaksudkan mensingkronkan sejumlah program pembenahan kawasan pariwisata di tiga Gili. ***

 




Wabup Danny Hadiri Pelepasan Siswa, Ini Pesannya 

Kata Wabup Danny, belajar tak menjamin seseorang untuk sukses, tapi dengan belajar mempermudah jalan mencapai kesuksesan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Siswa dan siswi lulusan  dari SMKN 1 Tanjung diharapkan menjadi anak muda berprestasi,  kompetitif, dan berdaya saing tinggi.

“Sehingga dapat berpacu dengan anak muda dari daerah lain serta mampu memberikan sumbangsih dalam membangun Kabupaten Lombok Utara ke depan,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Dany Karter Febrianto R ST, M.Eng. 

Wabup Fanny hadiri pelepasan siswa

Wabup Danny mengatakan itu saat menghadiri pelepasan Siswa Siswi Kelas XII SMK Negeri 1 Tanjung KLU, Senin (13/06/22).

BACA JUGA: Sosialisasi BPJS untu Tenaga Kontrak di Lombok Utara

“Mari siapkan diri kita untuk menjadi anak-anak yang berfikir cerdas, berkarakter dan mampu berkompetisi,” tegas Wabup.

Para siswa yang lulus diminta terus menggali potensi yang dimiliki, belajar tidak menjamin diri seseorang untuk sukses. Tapi dengan belajar dapat mempermudah jalan adik-adik dalam mencapai kesuksesan dimasa depan.

“Selamat kepada seluruh siswa dan siswi  SMKN 1 Tanjung yang telah dinyatakan lulus UN,” kata Wabup Danny

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMKN q Tanjung melaporkan, jumlah siswa SMKN 1 Tanjung sebanyak 856  siswa. Yang Kelas XII berjumlah 348 siswa, dan lulus UN sebanyak 343 siswa.

“Adapun 5 siswa yang tidak lulus dikarenakan tidak mengikuti ujian Nasional,” jelas Kepala Sekolah.

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU, Jadi Obyek Wisata

Hadir dalam acara pelepasdan siswa itu, Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi S.Sos, Kepala UPTD Dikbud NTB, para siswa dan siswi Kelas XII l, serta undangan lainnya.***

 




Sosialisasi BPJS Untuk Pekerja Kontrak di Lombok Utara

Penjabat Sekda KLU gelar sosialisasi kepersertaan BPJS untuk pegawai tenaga kontrak (PTT) atau Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri  (PPNPN)

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Pj. Setda KLU Anding  Duwi Cahyadi, S.STP, MM membuka sosialisasi kepersertaan BPJS dan mekanisme pendaftaran bagi Pekerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri ( PPNPN)  atau Pegawai Tenaga Kontrak (PTT) Kabupaten Lombok Utara, di Aula Kantor bupati, Senin (13/06/22).

Sosialisasi tersebut mendorong terwujudnya jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten  Lombok  Utara.

sosialisasi jaminan kesehatan untuk pegawai tenaga kontrak

Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang  Mataram semakin gencar meningkatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata

Dalam sosialisasi itu tampak hadir pula Kepala Cabang BPJS Mataram Sarman  Palipadang, S.Farm,  M.Kes, Kepala BKAD  Sahabuddin, S.Sos,M.Si,serta perwakilan PD lingkup Pemda KLU.

Dalam sambutannya Pj. Setda KLU Anding  dalam  menyampaikan,  ASN merupakan bagian pekerjaan serta tanggung jawab dari tugas yang diberikan pada kita sebagai abdi negara.

“Budaya disiplin dalam  waktu  dan disiplin kerja harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dimana pada Tanggal 28 November 2023 tidak lagi namanya pegawai kontrak di seluruh Indonesia baik di  pusat maupun di daerah.

Jika mekanismenya  menggunakan outsourcing maka pemerintah daerah tidak mampu untuk memberikan gaji dikarenakan keuangan daerah.

Di hadapan para peserta Sosialisasi Pj. Sekda yang juga Asiten III ini menghimbau pada seluruh PNS  untuk mulai belajar dan beradaptasi menggunakan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan. 

Karena selama ini banyak pekerjaan PNS  dilaksanakan oleh pegawai PTT atau Tenaga kontrak.

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Mataram, Sarman Palipadang mengungkapkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta program Jaminan  Kesehatan Nasional ( JKN ).

BACA JUGA: Roadshow ke Loteng, PKK NTB Menilai Lomba UP2K

“Pemda KLU sangat memperhatikan kesehatan bagi warganya, khususnya kesehatan pekerja Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri  (PPNPN),” ungkapnya 

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 disebutkan, pemberi kerja wajib memberikan jaminan kesehatan bagi pekerjanya, baik itu pekerja tetap maupun pekerja kontrak. 

“PPNPN di setiap instansi pemerintah wajib didaftarkan kedalam program JKN-KIS,” tutup Sarman  Palipadang.***

 




Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata 

Rektor Unram didampingi Wabup KLU kunjungi areal kebun kopi untuk pusat pendidikan dan penataan obyek wisata

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Rektor Universitas Mataram (UNRAM), Prof. Ir,  Bambang Hari Kusumo,M.Agr, ST, P.hd, bersama Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. M.Eng, meninjau areal kebun kopi seluas 230 hektare.

Areal kebun kopi itu akan menjadi pusat pendidikan Unram, sekaligus persiapan untuk ditata sebagai obyek wisata. 

Rektor Unram menjelaskan seputar kopi di Lombok Utara

Jadi, kebun kopi dan kawasan hutan pendidikan sekaligus dijadikan sebagai objek wisata pendidikan, dan Downhill sepeda gunung, Glamping Tent, Camping Literasi, Spot Selfie dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Pacuan Kuda Ikut Meriahkan MXGP Samota di Sumbawa

Di sisi lain, Rektor Unram juga membicarakan potensi kopi Lombok, khususnya di Lombok Utara. 

“Kopi Lombok Utara itu memiliki banyak varian seperti kopi di daerah lain,” kata Bambang saat berkunjung bersama beberapa anggota timnya, Jum’at (10/06/22)

Menurutnya, kopi Lombok bisa berkembang baik, karena potensinya yang cukup banyak,” katanya.

Kopi Lombok bakal bisa bersaing dengan kopi lainnya di tingkat nasional, asal pengembangan terus ditingkatkan. Saat ini produksi kopi Lombok tidak dikirim ke luar daerah lain, dan habis untuk konsumsi lokal di Lombok.

Bambang menjelaskan, lahan budidaya kopi itu harus luas, supaya memiliki varian untuk menentukan target pasar. 

Kalau tidak ada target pasar, petani kopi ke depan akan berkurang.

Banyaknya event internasional di Lombok, seperti ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika, harus dijadikan peluang pasar mengenalkan kopi Lombok kepada dunia melalui wisatawan yang datang. 

“Momen ini harus bisa dimanfaatkan oleh para petani atau pelaku UMKM di Lombok,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana pada wartawan mengatakan, pihak Unram sangat bangga menjadi warga yang berdomisili di Lombok, karena potensi alamnya cukup banyak selain kopi maupun lainnya. 

“Potensi yang ada itu harus bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan ekonomi warga,” harapnya.

Pasalnya, kata dia, selama ini produksi kopi dan hulu ke hilir di Lomvok Utara digarap sekadarnya, hal itu sangat mempengaruhi kualitasnya. 

Ia mencontohkan, seperti masyarakat memetik biji kopi masih berusia muda, demikian pula dengan proses pemanggangannya yang tidak memiliki standar.

BACA JUGA: Setelah MXGP, Inronman Kelas Dunia Segera Digelar

Menurutnya, kehadiran para ahli dari Unram bisa merubah prilaku petani. 

“Ini bisa menjadi salah satu cara merubah prilaku petani pada panen kopi agar memetik buah yang sudah matang atau merah,” katanya. 

Tidak menutup kemungkinan,edukasi tersebut akan dilakukan ke sejumlah desa lainnya yang merupakan penghasil kopii. 

“Optimalisasi kopi di daerah, mengingat daerah Lombok Utara sebagai salah satu daerah produksi kopi robusta,” katanya.***