Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal
lombokjhournal.com
MATARAM ; Manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan oleh istri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.
Siti Hamidah (33) merasa terbantu dengan terdaftarnya ia sebagai peserta JKN-KIS, pada saat ia melahirkan anak ketiga di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Sabtu (30/12).
Mengandung dan melahirkan adalah dambaan bagi setiap perempuan yang sudah menikah. Tetapi, melahirkan nyawa adalah sebuah pertarungan nyawa, antara hidup dan mati seorang ibu. Itulah yang Siti rasakan saat ia berjuang melahirkan anak ketiganya.
Walaupun dalam keadaan masih dalam proses pemulihan setelah melahirkan, namun Ida dengan semangat menceritakan pengalamannya menggunakan kartu JKN KIS.
Sejak mendaftar sebagai peserta JKN-KIS Siti merasa terbantu, khususnya dalam hal pembiayaan pengobatan. Pada saat ada keluhan tentang kesehatan ia langsung ke dokter keluarga tanpa ada biaya yang di keluarkannya.
“Saya dan kaum ibu pada umumnya pasti merasakan hal yang sama bagaimana melahirkan di rumah sakit, harus benar-benar mempunyai persiapan yang matang khususnya dalam pembiayaan. Beruntung kami sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, jadi biaya persalinan yang begitu mahal bisa terbantu,” ungkap Ida.
Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal.
“Tetapi, saya tidak menemui kesulitan dalam mengakses pelayanan di sana. Semua gratis, saya dan suami tidak perlu keluar biaya sama sekali. Jujur saya sudah takut karena kalau disuruh bayar, tak tahu kami seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika tidak pakai JKN-KIS,” jelas Ida.
Di akhir ceritanya, Ida menambahkan, kebahagian seorang ibu adalah bisa melihat anak-anaknya tumbuh sehat. Ia pun berharap Program JKN-KIS terus hadir bagi masyarakat dan mebahagiakan ibu-ibu seluruh Indonesia.
Baginya program ini sangat menolong serta dapat mensejahterakan masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan yang cukup mahal, khususnya layanan kesehatan yang membutuhkan penanganan tingkat lanjut dengan biaya cukup besar.
“Semoga anak cucu saya kelak masih bisa merasakan Program JKN-KIS ini,” harapnya.
ay/yn/Jamkesnews
Narasumber : Siti Hamidah
