Jumlah laporan yang masih harus diserahkan diproyeksikan sebanyak 158.000 LPJ yang tersebar di masing-masing kabuapten/kota
MATARAM.lombokjournal.com — Rumah Tahan Gempa (RTG) untuk penanggulangan dampak bencana gempa 2018 di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditargetkan pembangunannya selesai akhir tahun 2020.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi menyampaikan, dengan tambahan pengajuan rumah korban untuk pengerjaan tahap II, pembangunan RTG tahap I diharapkan dapat segera rampung akhir September.
Ahmadi menerangkan untuk penyelesaian pembangunan RTG tahap satu pihaknya masih menunggu pencairan anggaran sejumlah Rp80 miliar lebih.
“Pencairan tersebut mengalami kendala akibat rendahnya progres penyerahan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari fasilitator dan kelompok masyarakat (Pokmas),” ujarnya.
Menurutnya, dalam tahap satu ada sekitar 10.000 unit rumah yang sedang dalam proses pengerjaan rusak ringan.
Hanya saja masih kurang anggaran sekitar Rp80 miliar.
“Itu yang saat ini istilahnya kita menunggu dari BNPB. Itu yang kita bicarakan supaya segera juga (dicairkan). Cuma persoalannya karena progress LPJ kita sangat rendah di tahap satu itu.” ujar Ahmadi.
Diterangkan, pihaknya saat ini telah membuat fakta integritas dengan masing-masing pemerintah kabupaten/kota agar segera menyerahkan LPJ pembangunan RTG tahap I, sebelum akhir September mendatang.
“Fasilitator sudah mulai kerja sejak Juni. Sehingga proses pencairan jalan terus, termasuk untuk LPJ. LPJ ini sebenarnya hutang fasilitator dan pokmas, karena di 2019 itu sampai awal 2020 sangat rendah sekali progressnya,” jelas Ahmadi.
Menurutnya, Kementerian Keuangan membutuhkan LPJ tersebut paling tidak sebagai rujukan untuk melihat perkembangan pengerjaan RTG di NTB.
Untuk mencairkan sisa anggaran yang dibutuhkan, laporan yang diberikan paling tidak dapat menunjukkan progress hingga 60 persen.
Jumlah laporan yang masih harus diserahkan diproyeksikan sebanyak 158.000 LPJ yang tersebar di masing-masing kabuapten/kota.
“Kita punya target ini semua harus selesai di September ini supaya tidak menganggu yang tahap dua,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, BNPB telah menggelontorkan dana bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa NTB sebesar Rp5.7 triliun lebih.
Sesuai data BNPB, ada 226.204 unit rumah korban gempa bumi di NTB. Sampai dengan 1 September 2020, BPBD NTB mencatat total rumah yang sudah selesai dikerjakan pada tahap satu sebanyak 203.551 unit.
Sedangkan rumah dalam pengerjaan sebanyak 10.189 unit.
Sementara itu, untuk tahap dua telah diajukan 17.500 rumah korban gempa dengan kategori rusak ringan.
Di mana pemda kabupaten/kota telah menyerahkan data yang dibutuhkan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan peninjauan langsung ke lapangan.
“17.931 (unit rumah) usulan kita, tapi setelah divalidasi oleh BPNP itu menjadi 17.500. Kalau tahap dua ini data pun sudah disampaikan BPBD Kabuapaten/kota ke pusat, karena itu angkanya sudah ketahuan,” pungkas Ahmadi.
AYA
