Indeks

Sarapudin Menghitung, iuran Bulanan  JKN-KIS Lebih  Murah Ketimbang Biaya Berobat

Saparudin
Simpan Sebagai PDFPrint

Iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Sebagai seorang tenaga keamanan di Kota Mataram, Sarapudin (30) telah memiliki Kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari perusahaan peyalur tenaga keamanan tempat ia bekerja.

Sejak terdaftar dalam Program JKN-KIS, ia dan anggota keluarganya merasa tenang dengan biaya pengobatan apabila sakit.

“Saya sangat terbantu sekali dengan Kartu JKN-KIS yang saya miliki ini. Pada saat saya sakit dan harus dibawa ke dokter saya dan istri tidak takut lagi soal biaya. Karena kalau kita mengikuti prosedurnya pasti semuanya ditanggung. Saat itu saya mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari Puskesmas tempat saya terdaftar,” ujar Sarapudin, Senin (31/12).

Secara pribadi, Sarapudin berpendapat bahwa Program JKN-KIS ini membawa manfaat yang besar, baik untuk dirinya sekeluarga maupun masyarakat pada umumnya. Apalagi jika sakit mendadak menyerang, kekhawatiran akan biaya berobat yang mahal pun tak perlu dirisaukan.

“Karena sakit ini datangnya selalu tiba-tiba tanpa direncanakan, sehingga perlindungan kesehatan sangatlah penting. Makanya saya bersyukur perusahaan saya sudah mendaftarkan saya dan seluruh anggota saya saat masih sehat. Mungkin sekarang kami belum merasa butuh karena masih sehat, tapi saya percaya suatu hari nanti pasti ada waktunya kita merasakan manfaat perlindungan JKN-KIS,” imbuhnya.

Dia mengetahui bahwa iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar daripada iuran yang tiap bulan ia bayarkan.

“Dengan iuran yang hanya 1% dari penghasilan, saya merasa tidak terbebani. Justru biaya berobat itu lebih mahal dibandingkan iuran yang sudah saya keluarkan. Makanya kalau dihitung-hitung ya tidak rugi bayar JKN-KIS tiap bulan,” ungkapnya.

Dia pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, baik yang menjadi pekerja formal maupun yang bekerja informal, karena iurannya tidak memberatkan.

“Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS saya sarankan untuk segera mendaftar karena prosesnya cepat dan tidak ribet. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi Mobile JKN, pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS bisa melalui aplikasi tersebut,” kata bapak satu orang anak ini.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Sarapudin

 

 

Exit mobile version