Indeks
Umum  

PLN NTB Siapkan Kenaikan Beban Listrik Saat Natal dan Tahun Baru 2021

GM PLN PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran ((tengah) saat konfrensi pers di Mataram, Rabu (23/12/20) / Foto; plnNTB
Simpan Sebagai PDFPrint

MATARAM.lombokjournal.com

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran mengatakan, PLN telah menyiapkan antisipasi apabila ada kenaikan beban listrik pada libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 karena memiliki daya mampu pembangkit yang cukup memadai

“Kami siagakan 900 personel untuk terus siaga selama Natal dan Tahun baru saat ini, mulai dari sisi pembangkit hingga pelayanan gangguan. Selain itu, kami juga siapkan 20 buah gen set yang akan stand by di beberapa lokasi utama perayaaan Natal,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran.

Sebanyak 29 lokasi perayaan Natal tahun ini telah diperiksa dan juga disiapkan pasokan listriknya untuk menjaga kekhidmatan umat nasrani menjalankan ibadah.

Selain itu, tak hanya personel, PLN NTB juga menyiagakan 15 buah trafo mobile, 4 buah UPS Mobile, dan 134 buah kendaraan, baik roda 2 ataupun roda 4. Hal ini tentu saja supaya PLN dapat merespon cepat apabila terjadi  gangguan pasokan listrik.

Tantangan menjaga keandalan listrik ini semakin meningkat seiring dengan cuaca yang ekstrim di beberapa hari terakhir.

“Dua hal ini menjadi tersendiri untuk PLN, pandemi Covid 19 dan cuaca. Namun, kami terus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” ujar Lasiran.

Dari sisi pasokan daya pembangkit, per tanggal 19 Desember 2020, kondisi kelistrikan di pulau Lombok memiliki daya mampu pembangkit sebesar 308 MW dan beban puncak malam sebesar 247 MW.

Sedangkan untuk sistem interkoneksi Sumbawa, daya mampu pembangkit sebesar 134 MW dan  beban puncak sebesar 103 MW.

“Untuk daya mampu pembangkit, masih aman. Masih ada cadangan daya sebesar 61 MW untuk Sistem Lombok dan 31 MW untuk Sistem Sumbawa,” tutur Lasiran.

Selama masa siaga ini, PLN juga berkomitmen untuk tidak mengadakan pemeliharaan terencana. Meskipun demikian, gangguan listrik yang diakibatkan gangguan alam, faktor teknis ataupun gangguan lokal masih mungkin terjadi.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat NTB agar sistem kelistrikan semakin andal, dan supaya kami dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Lasiran.

Aya (*)

Exit mobile version