MATARAM.lombokjournal.com — Bulan Maret 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Nusa Tenggara Barat yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,379.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,011 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,391.
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi NTB, Arief Chandra Setiawan menyatakan, jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,372, mengalami kenaikan.
“Gini Ratio Maret 2019 naik sebesar 0,007 poin,” kata Arief Chandra, Senin (15/07) 2019.
Ariief menytakan, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,407 mengalami penurunan 0,014 poin dibanding dengan Gini Ratio September 2018.
Namun meningkat 0,009 poin dibanding Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,398.
“Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,340 turun 0,003 poin dibanding Gini Ratio September 2018 dan meningkat 0,007 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,333.” Katanya.
Dikaatakan, bulan Maret 2019, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 17,34 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.
Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 15,92 persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang.
Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 18,96 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah.
AYA
