Para peserta akan melintasi daerah wisata di antaranya Pusuk Pass, Tanjung, Bayan, Nipah, Malimbu, dan menyusuri sepanjang pinggiran Pantai Utara.
MATARAM.lombokjournal.com — GFNY Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah GFNY Championship Asia. Event balap sepeda internasional GFNY (Grand Fondo New York) Indonesia kembali berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 3 September 2017.
Tahun ini merupakan kali kedua GFNY Indonesia digelar setelah 2016.
800 peserta dari 33 negara akan ambil bagian pada event yang juga menyuguhkan keindahan alam di Pulau Lombok. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal menyampaikan itu di Mataram, Rabu (30/8).
Para peserta akan melintasi daerah wisata di antaranya Pusuk Pass, Tanjung, Bayan, Nipah, Malimbu, yang menyusuri sepanjang pinggiran Pantai Utara.
“Kita menunjuk Lombok bagian utara, karena dicari jalur yang tidak melalui lampu stop,” ujarnya
Jarak balapan dibagi dua, yaitu Long distance (168 kilometer) dan medio distance (82 kilometer). Semua peserta akan melakukan Start di Mangsit, Senggigi. Para peserta akan melewati medan datar sejauh 27 kilometer pertama.
Setelah itu, tantangan berupa tanjakan di kawasan Pusuk Pass setinggi 332 kilometer harus dihadapi. Di Pusuk Pass ini para peserta akan melewati Monkey Forest (Hutan Monyet).
Dari medan tanjakan Pusuk Pass, peserta lang distance akan lanjut ke Tanjung, kemudian ke Anyar dan putar balik ke finis.
“Para peserta GFNY ini akan melewati spot- spot wisata yang ada di lombok untuk itu jalur- jalur yang dilewati para peserta akan ditutup “ujarnya
Para peserta short distance, akan ke Tanjung dan langsung putar balik ke finis di Mangsit. Start balapan akan dimulai pada pukul 06.00 Wita Cut of time (batas maksimal) untuk peserta long distance adalah pukul 15.41 Wita, sementara untuk medio distance adalah 11.59 Wita.
Peserta dibagi dalam beberapa kategori yaitu individu untuk putra dan putri. Ada tujuh pembagian untuk kategori ini yaitu 18-39 tahun putra/putri, 40-44 tahun putra/putri, 45-49 tahun putra, 45+ tahun putri, 50-s4 tahun putra, 55-59 tahun putra.
“Harapannya, event ini akan lebih sukses lagi dari tahun sebelumnya karena para peserta bisa menikmati keindahan Lombok,” ujarnya
AYA
