Lokasi pelaksanaan Opgab, dipilih secara bergilir di hampir semua jalan protokol di Kota Mataram
MATARAM.lombokjournal.com — Kota Mataram merupakan daerah dengan potensi penunggak pajak tertinggi di NTB untuk kategori kendaraan roda empat.
Dari total tiga ratusan ribu lebih objek pajak kendaraan roda empat di Kota Mataram, seratus tujuh ribu di antaranya menunggak pajak.
“Kalau bicara data Mataram ini tertinggi potensi kendaraannya. Artinya yang tidak bayar pajak juga termasuk kategori tinggi,” terang Kasi Penagihan dan Pembayaran Samsat Kota Mataram, Arif Dody Kusnandar kepada lombokjournal.com, Senin (07/09/20).
Dijelaskan, banyaknya pemilik kendaraan roda empat yang menunggak pajak tersebut jadi salah satu alasan dilakukannya Operasi Gabungan (Opgab) oleh tim gabungan dari Samsat, Polresta, Dinas Perhubungan dan Dinas Pendapatan Kota Mataram, dengan fokus pada kendaraan roda empat.
“Dari data di kami, 107 ribu objek yang tidak melakukan daftar ulang dari jumlah 340 ribu sekian kendaraan,” paparnya.
Opgab sendiri kembali rutin dilaksanakan setiap bulan mulai bulan Agustus lalu setelah sempat terhenti selama tiga bulan (Maret-Juli) karena alasan pandemi Covid-19 yang baru mewabah.
“Sempat terhenti. Kita terakhir melaksanakan operasi gabungan itu pada bulan Maret. Itu pun sekali karena ada penyebaran virus (Covid-19),” ujarnya.
Sejauh ini, pelaksanaan Opgab masih fokus pada kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua hanya akan ditindak apabila tak mengenakan pelindung kepala dan masker.
“Secara kasat mata kita tetap menjaring kendaraan roda dua. Kita fokusnya pada roda empat. Ya roda empat ini sangat banyak wajib pajak yang memang tidak menyelesaikan kewajibannya,” katanya.
BACA JUGA ;
Opgab di Masa Pandemi, Paetugas Wajib Terapkan Protokol Kesehatan
Sementara untuk lokasi pelaksanaan Opgab, dipilih secara bergilir di hampir semua jalan protokol di Kota Mataram. Hal tersebut dilakukan guna menjaring sebanyak mungkin pemilik kendaraan roda empat yang mangkir menunaikan kewajibannya.
Ast
