Beberapa pengrajin mmegakui, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan
MATARAM.lombokjournal.com — Kerajinan ketak tak hanya dikenal masyarakat NTB. Dan pasaran kerajinan khas NTB satu ini sudah menasional bahkan mendunia.
Seperti kerajinan ketak yang berada di Dusun Peresak Timur Desa Karang Bayan, Lingsar, Lombok Barat ini. Resellernya pun bahkan berasal dari negara di Asia dan Eropa. Terutama dari Negeri Sakura atau Jepang.
Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) bernama UD Nusa Indah Awidi menuturkan, kerjainan berbahan baku ketak ini sudah masuk ekspor di beberapa negara Asia dan Eropa.
Salah satunya adalah Jepang yang bisa melakukan impor kerajinan ketak sebanyak tiga kali dalam setahun. Sekali order sebanyak 2.000 pcs kerajinan ketak.
“Sudah 10 tahun kami mengirim ke Jepang,” ujarnya, Rabu (11/04)
Ia mengungkapkan, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, dalam sehari ia bisa memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.
Mengerjakan aneka kerajinan ketak, ia menggandeng 341 perajin dari dua desa, yakni Desa Batu Mekar dan Desa Karang Bayan.
“Dari 341 perajin ini terdiri dari 15 pengepul se kecamatan Lingsar,” sambungnya.
Awidi melanjutkan, ada beragam jenis kerajinan ketak yang dihasilkan. Namun salah satunya yang saat ini tengah buming yaitu tas roda.
Tas ini biasa dikenal dengan tas Raisa. Disebut tas Raisa dikarenakan tas ketak bundar ini pernah diunggah di Instagram milik selebritis tanah air tersebut.
Hal tersebut membuat Awidi kebanjiran orderan. Hingga para pengrajin kewalahan, dengan banyaknya permintaan tas Raisa ini.
“Semua perajin kita kewalahan dengan permintaan tas ini,” akunya.
Ramainya pemesanan terlihat dari jumlah pesanan yang ia dapatkan. Dalam seminggu ia dapat menerima orderan hingga 1.000 pcs. Saat ini yang order sudah sampai ke Jepang, India dan Turki serta beberapa negara Eropa lainnya. Tapi kalau yang Turki di ekspor langsung.
“Untuk pemesanan Jepang dan India ia bermitra dengan agen di Jakarta dan Jawa Barat,” pungkasnya.
Ia mengatakan, untuk pemasaran internasional lebih banyak berasal dari Jepang. Pemesanannya pun beragam jenis kerajinan ketak. Mulai dari tas Raisa, tempat sendok, tempat roti dan lain-lainya. Sementara untuk pemasaran nasional, resellernya telah tersebar di Indonesia.
“Sampai ke wilayah Aceh,” ungkapnya.
Sementara untuk harga, setiap kerajinan di patok dengan harga berbeda. Harganya berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta. Kerajinan ketak ini merupakan kerajinan yang tidak kalah kualitasnya dengan bahan lainnya. Salah satu kelebihan dari ketak yaitu anti rayap dan tahan lama.
“Itu yang membuatnya banyak dimintai,” pungkasnya.
AYA
