Indeks
Umum  

Dukung Kampung Sehat, Sekda KLU dan Forkopimda Panen Raya Padi di Jenggala

Panen raya padi Cherang di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Kamis, (09/07/20). (Foto; sid/humaspro)
Simpan Sebagai PDFPrint

Diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton

TANJUNG.lombokjournal.com — Pemerintah Daerah Lmbok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar panen raya padi Cherang di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Kamis, (09/07/20)..

Panen raya padi Cherang,  selain bertujuan penyediaan kebutuhan pangan kegiatan ini untuk mendukung dan mewujudkan kampung sehat di Kabupaten Lombok Utara menyongsong tatanan New Normal.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) KLU Drs. H. Suardi, MH, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S.Sos, MT, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Kepala OPD, Camat Tanjung Samsul Bahri, dan Kepala Desa Jenggala Fahrudin.

Sekda H Suardi bersama Frkopimda

Usai memanen, Sekda H. Suardi menyampaikan, komoditi padi yang dipanen cukup bagus seraya mengharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi Covid-19.

Panen padi itu merupakan gerakan yang mengajak semua lapisan masyarakat guna menata kampung sehat. Konsep kampung sehat diluncurkan untuk menciptakan tatanan lingkungan steril dari corona dan tumbuhnya ekonomi yang produktif di kampung-kampung.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengajak para petani untuk menanam komoditi tanaman yang mampu menunjang ekonomi seperti padi dan tanaman lainnya.

“Padi di Lombok Utara khususnya di Desa Jenggala ini hasilnya bagus dan bisa mencukupi kesediaan pangan. Insya Allah kita tidak bergantung suplai pangan dari luar,” kata Sekda, H Suardi.

Diterangkan Sekda, menanam komoditi tanaman yang ramah lingkungan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan alam. Membuat suasana batin menjadi tenang, sehat, imunitas kuat, dan penyebaran Covid-19 dapat terkendali.

“Dengan kampung sehat, lingkungan kampung kita jadi asri dan tangguh dalam berbagai persoalan yang dihadapi. Saya berpesan mari bersama-sama mewujudkan kampung kita menjadi sehat, asri dan tangguh,” pesan Suardi.

Tidak mengkhawatirkan pangan

Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan mengungkapkan, pada intinya pertahanan itu bukan saja identik dengan ketahanan terhadap musuh.

Tapi, salah satu bentuknya juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat tidak mengkhawatirkan pangan, lantaran dapat tercukupi untuk beberapa bulan dijamin tidak kekurangan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah menuturkan tujuan jangka pendek kampung sehat adalah mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Penyebaran wabah Covid -19 bisa dicegah ketika kondisi masyarakat bersih, sehat, tangguh, dan siap secara fisik.

“Kesiapan masyarakat secara fisik terlihat jika pangan terpenuhi, sehingga gizi dan imunitas mereka naik dan potensi terkena virus pun rendah,” kata Kapolres

Dalam jangka panjang, masih kata Ferry, kampung sehat bisa dilanjutkan kelangsungannya kendati Covid-19 berakhir.

“Keberlangsungan program kampung sehat ini bisa dilanjutkan nantinya tidak semata-mata antisipasi penyebaran Covid, tapi untuk ketahanan pangan agar tetap asri, harmoni dan keamanan masyarakat terjamin,” terang Kapolres AKBP Ferry Jaya.

Ditambahkan Kapolres, kampung sehat saat ini tengah memasuki akselerasi kesiapan masing-masing desa, dengan tolak ukur memiliki pos kesehatan, memiliki rumah isolasi mandiri, dan pola penyelesaian permasalahan secara musyawarah.

Di lain pihak, Plt. Kepala DKPP KLU Ir. Hermato menjelaskan, ketersediaan pangan di Lombok Utara merujuk data beras hasil panen padi bulan Apri sampai Juli sekitar 9800 H.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton.

“Mengacu jumlah penduduk Lombok Utara sekitar 239 ribu jiwa disandingkan dengan hasil panen pada periode April-Juli, maka kebutuhan pangan kita bisa tercukupi,” pungkasnya.

sid

Exit mobile version