Di BUMDes Mart tidak ansih mengakomodir semua produk lokal, juga akan menerima atau menjual produk luar yang memang dibutuhkan masyarakat Lombok Utara
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Utara, angkat bicara terkait program BUMDesa Mart yang memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat.
“Memang persentasi produk yang terakomodir di BUMDes Mart mash tergolong kecil, hanya 10 persen. Ke depan kita harapkan bisa lebih banyak,” harap Ketua Komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima, Senin (09/04).
Salah satu upaya untuk itu, menurut Tusen, pemerintah daerah melalui SKPD terkait lebih banyak memberikan pelatihan dan pembinaan guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
“Misalnya soal kemasan, olahan yang higienis, kode produksi, tanggal kadaluarsa dan beberapa standarisasi lainnya,” paparnya.
Lebih jauh, Tusen juga menilai jika program ini sejalan dengan program WUB pemda KLU. Artinya produk-produk yang dihasilkan bisa juga masuk mengisi BUMDes Mart yang ada.
Sebelumnya, Kepala Dinas BP2KBPMD KLU. H.Kholidi Khalil, mengatakan Kementrian Desa memberikan peluang kepada daerah untuk memperkuat Struktur ekonomi di desa.
“Kalau di Kabupaten ada BUMD, sementara di desa ada BUMDes Mart, guna mendukung meningkatnya perekonomian masyarakat desa,” paparnya.
Di BUMDes Mart, sambung Kholidi, tidak ansih mengakomodir semua produk lokal. Tapi tentu juga akan menerima atau menjual produk luar yang memang dibutuhkan masyarakat Lombok Utara.
“Kita juga sudah melakukan identifikasi, salah satunya dengan menggelar pameran untuk menyeleksi produk-produk yang ada, layak atau tidak masuk di BUMDes Mart,” tutupnya.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, dari total produk lokal yang ada di KLU, baik olahan maupun kerajinan kreatif, hanya 10 persen saja yang diakomodir dalam BUMDes Mart. Selebihnya masih didatangkan dari luar KLU.
DNU
