Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kursi Roda Adaptif

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat serahkan bantuan Kursi Roda Adaptif untuk penderita lumpuh layu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bantuan kursi roda adaptif untuk Haikal Arofi, pemuda 25 tahun yang menderita lumpuh layu, di Gerung, Lombok Barat, diserahkan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat, Senin (28/03/22).

Rachmat Hidayat juga menyerahkan bantuan paket usaha

“Kita sama-sama ingin agar ananda Haikal Arofi bisa tersenyum kembali,” kata Rachmat Hidayat di sela penyerahan bantuan tersebut.

Rahmat juga menyerahkan bantuan untuk pemenuhan nutrisi dan makanan harian bagi Ofi, begitu Haikal Arofi biasa disapa. 

Ibunda Ofi, Hadijah, juga mendapat bantuan paket usaha berjualan ikan, mulai dari timbangan, boks tempat menyimpan ikan, dan juga modal awal usaha.

Ofi menderita lumpuh layu setelah kelas VI SD. Sejak itu, aktivitasnya hanya berada di tempat tidur. 

Saat Rachmat datang ke rumahnya yang sederhana di kampungnya, sang ibu yang membopongnya dari dalam rumah untuk dibawa ke teras. 

BACA JUGA: Rakor Doskominfotik, Tekankan Pelaksanaan Lima Elemen

Terlihat punggung Ofi bertabur luka. Tak bisa menggerakkan badan dan terus menerus hanya berbaring selama puluhan tahun, menjadi musabab luka di bagian belakang tubuhnya tersebut.

Rachmat mengungkapkan, menderita lumpuh layu seperti itu, Ofi rupanya tidak terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah yang disiapkan Kementerian Sosial. Ofi rupanya luput dari pendataan. 

Hal itu terungkap pekan lalu, saat Rachmat menggelar monitoring penyaluran berbagai bantuan sosial untuk anak-anak yang membutuhkan di Balai Anak “Paramita” milik Kementerian Sosial di Bengkel, Lombok Barat.

Saat itu, Ofi dibopong keluarganya datang ke sana. Dia bersama sang adik, Heri, yang juga menderita lumpuh layu. Namun, rupanya yang terdata dalam penerima bantuan hanya sang adik saja. 

Sementata nama Ofi rupanya tak tercantum sebagai penerima bantuan. Kepada Ofi waktu itu, Rachmat memberikan bantuan dari kantong pribadinya. Setelah itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB tersebut langsung berkoordinasi dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Rachmat ingin agar Ofi dimasukkan dalam daftar penerima bantuan tanpa harus menunggu proses yang berbelit-belit. 

Jajaran pejabat Eselon I dan Eselon II di Kemensos kemudian menindaklanjuti hal tersebut dengan cepat.

“Setelah satu minggu, hari ini kita bertemu ananda Ofi lagi, untuk menyerahkan bantuan yang memang sudah menjadi haknya ananda Ofi,” imbuh Rachmat sembari memegang dan mengelus rambut Ofi.

Dalam penyerahan bantuan untuk Ofi tersebut, tokoh kharismatik NTB ini didampingi Kepala Balai Anak Paramita, I Ketut Supena dan jajarannya. Rachmat juga didampingi dua anggota DPRD Lombok Barat dari PDI Perjuangan.

Kepada Anggota DPRD dari PDI Perjuangan, Rachmat juga langsung menginstruksikan agar mereka menyiapkan bantuan secara rutin setiap bulan untuk Ofi, terutama untuk memastikan asupan dan nutrisinya.

Bakal Dibuat Berdaya

Kepala Balai Anak Paramita I Ketut Supena mengatakan, tak cuma Ofi yang kini sudah mendapat bantuan. Ibunya juga kini sudah terdaftar dalam penerima bantuan Program Keluarga Harapan. 

Mereka juga akan mendapat pula Bantuan Pangan Non Tunai secara rutin.

Khusus untuk bantuan yang diserahkan kemarin, pihaknya membawa kursi roda adaptif. Kursi roda tersebut didesain khusus untuk memberi kenyamanan bagi Ofi. Karena kursi roda bisa menyesuaikan dengan tubuh Ofi yang memang sudah tidak bisa menyangga tubuhnya sendiri. Kursi roda adaptif tersebut adalah karya anak-anak yang dibina dan dididik di Balai Anak Paramita.

Dengan kursi roda adaptif tersebut, memungkinkan Ofi bisa dibawa keluar rumah. Sehingga tidak harus selalu berada di dalam rumah dan terbaring di tempat tidur sepanjang hari yang justru memperburuk kondisi kesehatannya.

BACA JUGA: Event Earth Dat Google, Lombok Siap Jadi Tuan Rumah

Ketut Supena menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sejumlah asesmen terkait kondisi Ofi. Sehingga bantuan yang disalurkan Anggota Komisi VIII DPR RI kemarin tersebut, adalah merupakan bantuan yang memang dibutuhkan.

“Selanjutnya, kami akan melakukan pemantauan intensif,” ungkap Ketut.

Kementerian Sosial menyiapkan Pendamping Sosial yang akan secara rutin melakukan pemantauan tersebut. 

Sehingga segala hal yang terkait perkembangan lanjutan mengenai penanganan Ofi, akan segera diketahui.

Khusus untuk Hadijah, ibunda Ofi, Ketut Supena menjelaskan, bantuan paket usaha berjualan ikan diberikan agar perempuan yang kini menjadi kepala keluarga tersebut memiliki penghasilan sehingga membuat keluarganya bisa berdaya kembali.

“Kami akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan usaha jual ikan yang dilakukan Ibu Hadijah bisa berjalan dan berkembang,” kata Ketut Supena.

Dulu, Hadijah memang sempat memiliki usaha berjualan ikan tersebut. Namun, usahanya tersebut harus terhenti. Perempuan yang kini menjanda tersebut, tak lagi memiliki modal untuk bisa berjualan kembali.

Itu sebabnya, mendapati dirinya kini sudah mendapat bantuan dari PKH dan sang anak juga mendapat bantuan, Hadijah begitu sangat bersyukur. 

Menerima bantuan tersebut, dia tak kuasa membendung haru. Dia berjanji akan memanfaatkan bantuan tesebut sebaik-baiknya. Terutama bantuan paket usaha yang diterimanya.***

 

 




Tuan Rumah Pertemuan DEWG, Wagub NTB Sambut Menkominfo

Kedatangan Menteri Kominfo RI Johny G Plate disambut Wagub NTB sebagai tuan rumah pertemuan DEWG,  yang membahas isu transformasi ekonomi berbasis digital oleh Working Groups

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sedang menjadi tuan rumah pertemuan Pertama Digital Economy Working Group (DEWG), yang mana termasuk dalam rangkaian Presidensi G20 Indonesia. 

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah secara khusus menyambut Menteri Kominfo RI Johny G Plate di Bandara BIZAM, Selasa (29/03/2022). 

“Selamat datang kembali Menteri Komunikasi dan Informatika RI, di Nusa Tenggara Barat” sambut Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

Sebagai tuan rumah pertemuan DEWG sambut Menkominfo RI

Usai penyambutan, Menteri Jhony kemudian melanjutkan kegiatan dengan memberikan keterangan pers di Hotel Aruna, Sengigi. 

“Presidensi G20 Indonesia 2022 menjadi momentum membahas transformasi digital di dunia yang lebih inklusif,” kata Menkominfo RI.

Lebih lanjut dijelaskannya, pada hari pertama, Forum DEWG sidang 1st DEWG akan membahas isu Post Covid-19 Recovery and Connectivity dan Digital Skills and Digital Literacy 

BACA JUGA: Tiga Isu Prioritas Dibahas Dalam 1 first meeting DEWG di NTB

Sementara hari kedua, yang dibahas isu Cross-Border Data Flow and Data Free-Flow with Trust serta konklusi secara keseluruhan.

Menurut Johnny, Presiden Joko Widodo telah menegaskan, Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum menunjukkan kepemimpinan strategis Indonesia dalam menentukan arah desain kebijakan pemulihan ekonomi global, terutama pascapandemi Covid-19. 

 “Pemilihan tema Recover Together Recover Stronger menjadi relevan untuk menjawab tantangan global saat ini. Kita ingin pulih dan bangkit bersama dan kita ingin pulih dalam posisi yang lebih kuat,” sambungnya. 

Tiga prioritas utama Presidensi G20 Indonesia antara lain Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi Ekonomi berbasis Digital, dan Transisi Energi Berkelanjutan. 

Ketiga prioritas itu menjadi agenda pembahasan baru (flagship agenda) dalam 11 Working Group (WG), 1 inisiatif dan 10 Engagement Group (EG) dalam Sherpa Track. 

Para menteri ekonomi digital G20 dan para Pemimpin G20 telah mengakui digitalisasi merupakan pendorong bagi kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Karena itu, pada tahun 2017 dibentuk Gugus Tugas Ekonomi Digital atau Digital Economy Task Force (DETF). 

Melalui DETF, inisiatif dan pengembangan kerja sama ekonomi digital lebih intensif dibahas melalui diskusi dan konsultasi dengan engagement group (EG) G20 dan pemangku kepentingan lain. 

BACA JUGA: Pra Musrenbang Susun Arah Masa Depan NTB

Pada tahun 2021 DETF bertransformasi menjadi Digital Economy Working Group (DEWG) mencerminkan realitas di mana perangkat digital memungkinkan percepatan pertumbuhan sosial ekonomi dan ekonomi yang lebih inklusif. 

“Presidensi G20 tahun ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong legacy melalui kesepakatan-kesepakatan di meja perundingan G20 dari Indonesia untuk dunia,” jelasnya. ***

 




Tiga Isu Prioritas Dibahas dalam First Meeting DEWG di NTB 

Tiga isu besar dalam digital space menjadi bahasan pertemuan perdana DEWG

LOBAR.lombokjournal.com ~ Menteri Kominfo Republik Indonesia, Jhony G. Plate mengatakan, isu besar di digital space yakni Connectivity and Post Covid-19 Recovery, Digital Skills and Digital Literacy dan Cross-Border Data Flow and Data Free Flow with Trust

Ketiga isu prioritas itu diangkat dalam  First Meeting Digital Economy Working Group (DEWG).

“Semoga didalam diskusi hari ini akan maju setahap, yang akan dilanjutkan kembali di Jogja,” tuturnya dalam Konferensi Pers DEWG yang berlangsung di Hotel Aruna, Lombok Barat, Selasa (29/03/22). 

Ia melanjutkan, pertemuan G20 merupakan perpaduan antara negara-negara industri G7 dan negara-negara yang ekonominya besar. 

BACA JUGA: Pra Musrenbang Susun Arah Masa Depan NTB

“Kita Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi kepentingan bangsa bangsa atau negara negara yang sedang berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Mira Tayyiba, sebagai pengampu DEWG G20 Kementerian Kominfo mengarahkan agenda DEWG untuk mewujudkan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.  

“Melalui pemanfaatan teknologi digital Indonesia dan dunia dapat pulih bersama, bangkit lebih tangguh,” tandas Mira Tayyiba yang menjadi Chair DEWG G20.

DEWG G20 menjadi batu loncatan dalam transformasi digital di Indonesia. Forum itu diyakini sejalan dengan tujuan Indonesia dalam melakukan transformasi digital.

BACA JUGA: Berkelompok Simpan Padi di Uma Lengge dan Uma Jompa

Karena itu, pembahasan dalam DEWG diharapkan dapat mencapai pemahaman bersama mengenai lingkungan digital yang aman, terlindungi, dan terhubung, sekaligus memitigasi tantangan dan risiko digitalisasi. ***

 




Pra Musrenbang, Susun Arah Masa Depan NTB

Kata Kepala Bappeda NTB, kegiatan Pra Musrenbang diperlukan guna menyusun arah masa depan NTB.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023, diperlukan guna menyusun arah masa depan NTB.

Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dr. Ir. H. Iswandi, MSi., di ruang kerjanya, Senin (28/03/22). 

“Sebagaimana saya jelaskan sebelumnya, jika hari pertama akan fokus pada isu pulau Sumbawa, hari keduanya pulau Lombok,” kata H. Iswandi. 

Iswandi mengatakan, Lebih lanjut urai Kaban, kegiatan hari kedua pada tanggal 30 Maret itu, akan diawali paparan rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah  2023. 

“Dari situ kita berdiskusi, mau dibawa kemana NTB kita ini,” jelasnya. 

BACA JUGA: Terima Staf Ahli Kementerian LHK, Wagub NTB Minta Dukungan Pengelolaan Sampah

Berikutnya, lima Kepala Daerah, di antaranya dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Mataram akan bergantian menyampaikan materi. 

Topik bahasannya seputar isu strategis dan kegiatan prioritas kabupaten/kota masing-masing. 

Bappeda NTB juga mengundang pengusaha eksportir NTB. Di antaranya UD Dahlia Group, UD Rempah Organik Lombok, dan PT Agro Zeer Annur. 

“Para pimpinan perusahaan itu akan sharing berbagai upayanya dalam meningkatkan komoditas ekspor dari Pulau Lombok,” imbuh Iswandi. 

Dari unsur perintah, ada Bappeda Bali dan Bappeda Jawa Timur yang turut diundang. Bappeda Bali akan berbagi pengalaman membangun industri pariwisata yang mendunia dan menjadi basis ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

BACA JUGA: Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

“Soal pariwisata, kita memang perlu belajar banyak dari Bali,” ujar dia. 

Sedangkan Bappeda Jawa Timur akan berbagi pengalaman membangun sistem logistik daerah untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi

Berikutnya dilakukan penyelarasan usulan hasil Musrenbang kabupaten/kota dengan usulan Forum OPD. Dilakukan sesuai dengan kewenangan dan isu strategis provinsi. 

“Sekali lagi, arahnya soal menyusun rencana masa depan NTB,” pungkasnya. ***

 




Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

Pelaksanaan Sekolah Lapang, menjadikan lahan sawah sendiri sebagai ruang kelas 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kecamatan Tanjung, Lombok Utara mendapat kesempatan pelaksanaan sekolah lapang (SL) yang diselenggarakan di Dusun Montong Gedeng, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, KLU,  Selasa (29/03/22).

Kegiatan ini merupakan penerapan Teknologi Pertanian Sekolah Lapang Padi di WKBPP/UPTD Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan,

Kelompok Tanoi peserta sekolah lapang

“Sekolah Lapangan merupakan sekolah tanpa dinding, sehingga ruang kelas sekaligus perpustakaannya, adalah lahan sawah itu sendiri,” kata Aki Suharti, STP Kepala UPTD Kecamatan Tanjung. 

Peserta Sekolah Lapangan melibatkan 12 perwakilan kelompok tani yang ada di Desa Jenggala, meski yang dilibatkan 10 kelompok sesuai juknis.

BACA JUGA: Kayla Mutiara Lombok, Cerita Sukses PLN NTB Bina UKM

Menurut Aki Suarti, lahirnya pola pendekatan Sekolah Lapangan didasari oleh dua tantangan pokok yang saling terkait. Yaitu keanekaragaman ekologi lokal, dan peranan petani yang harus menjadi “ahli” di lahannya sendiri. 

Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Lombok Utara setiap tahun berkurang puluhan hektar per tahun. 

Dari awal Sekolah Lapangan bukan sekedar metodologi baru, melainkan kembali ke arti “Sekolah” yang sebenarnya. Suatu tempat bagi peserta secara aktif menguasai dan mempraktekkan proses penciptaan ilmu pengetahuan.

Proses belajar dalam Sekolah Lapangan erat kaitannya dengan pandangan terhadap sifat dasar manusia.

“Sebagai makhluk hidup yang aktif dan kreatif yang senantiasa ‘haus’ akan pengertian tentang arti dan maksud hidup,” kata Aki. 

Pola Sekolah Lapangan dirancang sedemikian rupa, sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya. 

Agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, pola pendidikan Sekolah Lapangan bukan sekedar “belajar dari pengalaman”. 

Melainkan suatu proses sehingga peserta didik yang orang dewasa, dapat menguasai suatu proses “penemuan ilmu” yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA JUGA: Kominfotik Ajat Berinternet yang Sehat dan Aman

“Diharapkan, proses Sekolah Lapangan dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika sekarang dan tantangan masa depan,” jelas Aki.

Prosesnya di lapangan

Kabid Sarana dan Prasarana OPD Pertanian KLU, Mahzan,SP, menambahkan, Sekolah Lapangan merupakan bentuk sekolah yang seluruh proses belajar-mengajarnya dilakukan di lapangan. 

Pelaksanaannya di lahan petani peserta SL, dalam upaya peningkatan produksi padi Nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, mengetahui dan mengatasi masalah, serta menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya yang ada, secara sinergis dan berwawasan. 

“Sehingga usaha tani diharapkan bisa lebih efisien, produktivitas tinggi dan berkelanjutan,” kata Mahzan.  

Sekolah lapangan merupakan salah satu metode belajar mengajar yang dipandang masih cukup efektif untuk orang dewasa. Kegiatan sekolah lapangan tanaman padi yang dilaksanakan di Kelompok Tani ini, lanjutnya. 

Pertemuan pertama dalam sekolah lapangan ini dipandu oleh H. Hendro Yulistiono, SP., M. Si. (Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB).  

Dalam pertemuan awal Hendro memberikan materi mengenai prinsip PHT (Pengendalian Hama Terpadu).

 PHT merupakan strategi pengendalian hama dengan jalan memadukan berbagai pengendalian pengendalian yang dipilih dan serasi. 

Dengan memperhatikan segi ekonomi, sosial, toksilogi dan ekologi yang ikberatkan faktor-faktor mortalitas di alam sehingga hama tetap berada pada tingkat yang secara ekonomi tidak merugikan.

Empat prinsip manajemen PHT yaitu, Budidaya Tanaman Sehat, menciptakan tanaman yang tumbuh sehat dan kuat, merupakan bagian penting dalam program pengendalian hama terpadu. 

Tanaman yang sehat akan lebih tahan terhadap serangan hama. Dan bila terjadi kerusakan akan lebih mampu mengatasinya. Misalnya dengan membentuk daun-daun baru, tunas baru, anakan baru dan lain-lain. 

Sehingga tanaman akan tetap tumbuh normal dengan produktivitas tinggi. Pengolahan tanah yang baik, pemilihan bibit atau benih unggul dll termasuk pengendalian gulma.

Mendayagunakan Fungsi Musuh Alami

Musuh alami merupakan komponen ekosistem yang menentukan keseimbangan populasi hama. Pada kondisi lingkungan yang baik, musuh alami dapat berperan aktif dalam menekan perkembangan populasi hama. 

Selain itu, aktivitas musuh tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. 

Karena itu penting untuk terus berupaya menemukan, mengenali, dan mengamati musuh-musuh alam yang ada pada tanaman padi. 

Serta berupaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan pertanaman agar populasi musuh dapat terus berkembang.

Hama yang ada pada pertanaman tidak timbul begitu saja. 

Melainkan adanya perubahan-perubahan ekosistem (agroekosistem) yang terjadi akibat perubahan cuaca pertanian. Serta perubahan populasi musuh alami, dan perubahan yang diakibatkan oleh kegiatan budidaya tanaman. 

Perubahan-perubahan tersebut harus terus dipantau melalui pengamatan. perlu dilakukan secara berkala agar tidak terlambat mengambil keputusan pengendalian. 

Petani harus menguasai lahannya sendiri, menganalisis kondisi lingkungan yang ada, membuat keputusan yang bijaksana, mengambil tindakan pengendalian hama yang tepat, praktis dan menguntungkan.

Menurut H Hendri, Petani menjadi Ahli PHT, Petani adalah penanggungjawab, pengelola dan penentu keputusan di lahan sawahnya sendiri. 

Sedang petugas dan pihak lain berperan sebagai narasumber, pemberi informasi, dan pemandu petani bila diperlukan.***

 

 




Kominfotik NTB Ajak Berinternet Sehat dan Aman

Kepala Dinas Kominfotik NTB menjelaskan, makin luasnya digitalisasi seharusnya masyarakat sadar akan penggunaan internet yang sehat dan aman

MATARAM.lombokjournal,com ~ Penting bagi masyarakat menggunakan internet yang sehat dan aman, sebab penggunaan internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam menunjang aktivitas masyarakat.

Kadis Kominfotik jelaskan berinternet yang sehat dan aman

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, menjelaskan hal itu saat memberikan materi dalam acara Silaturahmi Korem 162/Wira Bhakti Dengan Aparat Pemerintah Provinsi NTB “Pemanfaatan Media Sosial Di Era Digital” yang berlangsung di Korem 162 Wira Bhakti, Senin (28/03/22).

Menurutnya, saat ini kita memasuki era banjir informasi, berbeda dengan dulu, untuk mendapatkan informasi harus mencari di surat kabar atau pergi ke perpustakaan yang berbeda-beda.

BACA JUGA: Program Inovasi, Spirit Program Pendidikan NTB yang Gemilang

“Dengan makin luasnya digitalisasi sudah seharusnya masyarakat sadar akan penggunaan internet yang sehat dan aman,” tutur Najam.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat waspada terhadap bahaya tersembunyi yang seringkali terjadi di antaranya Cyber Bullying, Cyber Stalking, Cyber Gambling, Cyber Fraud, Phising, Haki, Data Pribadi, Foto atau Video.

“Jangan mudah percaya dengan kenalan online, batasi pemberian informasi yang bersifat pribadi dan sebagainya,” himbaunya.

Selain itu, penyebaran pemberitaan palu atau hoax sering kali terjadi. 

Berbagai elemen berita hoax yang harus diperhatikan, di antaranya menggunakan kalimat persuasif, artikel penuh huruf besar dan tanda seru, merujuk pada kejadian dengan istilah seperti kemarin, dua hari yang lalu, seminggu yang lalu dan lebih merupakan opini dari seseorang, bukan fakta.

BACA JUGA: ITDC Penyetor Pajak Terbesar di Loteng tahun 2021

“Informasi yang kita dapatkan agar dapat diperhatikan jangan langsung diterima, banyak informasi dari berbagai platform yang tidak bisa diterima begitu saja,” ungkapnya.***

 

 




Pra Musrenbang NTB, 5 Kepala Daerah Bawakan Materi Isu Strategis

Pra Musrenbang atau Musyawarah Rencana Pembangunan NTB, akan jadi wadah akselerasi Program Strategis

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) NTB 2023 yang akan dilaksanakan di Mataram tanggal 29-30 Maret mendatang, akan jadi wadah strategis akselerasi program NTB. 

Provinsi NTB melalui Bappeda selaku penyelenggara direncanakan menghadirkan para pemateri terbaik. 

“Mereka akan menyajikan aneka pembahasan yang berguna untuk kita dalam kaitan membangun NTB,” kata Kepala Bappeda Provinsi NTB, H Iswandi. 

Sebagai contoh, hari pertama, lima Kepala Daerah akan membawakan materi terkait isu strategis dan kegiatan prioritas kabupaten/kota masing-masing. 

BACA JUGA: Pelaku UMKM Bermental Tangguh, Ini Kata Bunda Niken

“Daerah dari Sumbawa termasuk pemprov bisa saling belajar, bertukar pengalaman satu sama lain,” ujar Doktor Pemerintahan tersebut. 

Selain dari unsur pemerintahan, pihaknya juga menghadirkan PT AMNT yang akan menyampaikan materi terkait pembangunan smelter. Mulai dari progres, target, dan kebutuhan intervensi. 

“Ada pula PT STM yang akan membahas investasi gas dan mineral. Juga terkait progres, target, dan kebutuhan intervensi,” ujarnya. 

Masih pada hari pertama kegiatan, ada pula Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Materinya terkait potensi kerjasama Pemda dalam pengembangan kegiatan  BPOLBF. 

Berikutnya Bappeda NTB menghadirkan Bappeda Sulawesi Selatan. Bahasannya mengenai peluang kerja sama regional Provinsi  Sulawesi Selatan dengan Provinsi NTB. 

“Ini menyangkut poros Bima-Sulawesi Selatan yang cukup dekat secara kewilayahan,” tutur Iswandi.

BACA JUGA: Proyek UNDP PETRA Diharapkan Segera Digunakan Masyarakat

Akan ada penyelarasan usulan hasil Musrenbang kabupaten/kota dengan usulan forum OPD sesuai dengan kewenangan dan isu strategis provinsi, tambahnya.***

 




Proyek UNDP PETRA Diharapkan Segera Digunakan Masyarakat

Wagub NTB Optimis, Monitoring dan Pemeriksaan Proyek UNDP PETRA di NTB berjalan Lancar, agar segera dapat digunakan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemantauan dan pemeriksaan fisik  terhadap 22 proyek UNDP PETRA di Provinsi NTB baik itu fasilitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat di NTB, dimulai sejak 22-25 Maret 2022. 

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi monitoring dan pemeriksaan proyek tersebut berjalan lancar.

Optimis proyek UNDP PETRA segera digunakan masyarakat
Wagub Hj Sitti Rohmi

“Saya optimis proses monitoring dan pemeriksaan fisik 22 proyek atau fasilitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur ekonomi masyarakat proyek UNDP PETRA di NTB berjalan dengan lancar dan berhasil,” ucap Wagub Sitti Rohmi.

Ia mengatakan saat memberikan sambutan kegiatan pemantauan dan pemeriksaan fisik hasil proyek UNDP PETRA di Hotel Lombok Raya, Mataram (25/03/22).

Wakil Gubernur mengatakan, akan mendorong segala proses agar masyarakat dapat menikmati bangunan yang telah dikerjakan oleh UNDP PETRA secepatnya.

BACA JUGA: Respon Cepat, Bang Zul Bantu Kursi Roda Ibu Mawar

“Kami akan terus dorong agar proyek atau fasilitas seperti sekolah, puskesmas dan infrastruktur ini segera dapat digunakan. Karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini,” tuturnya.

Oerwakilan BNPB Priska Saragih MKM menjelaskan, setelah kegiatan pemantauan dan pemeriksaan pihaknya akan melakukan beberapa proses.

Nantinya akan ada berita acara serah terima ke PemerintahPpusat dalam hal ini BNPB untuk kemudian diteruskan kepada Pemerintah Daerah.

“Akan kami proses secepatnya dan akan segera dinikmati masyarakat NTB” katanya.

Project Koordinator Petra NTB, Zainudin mengucapkan terimakasih kepada Pemprov NTB, Pemda Kabupaten/Kota serta seluruh stakeholder yang ikut terlibat di dalam proyek ini.  

monitoring dan pemeriksaan proyek UNDP PETRA

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemrov NTB, Pemda Kabupaten/Kota serta seluruh stakeholder yang terlibat. Khususnya Ibu Wagub yang tak henti-hentinya turun ke lokasi untuk turut serta dalam kegiatan UNDP PETRA di NTB” ungkapnya.

BACA JUGA: Asdeksi Adakan Workshop Penyusunan LKPJ Kepala Daerah

PETRA merupakan Proyek Program Bantuan Rekonstruksi Infrastruktur Gempa dan Tsunami yang dilaksanakan oleh UNDP dan didanai Republik Federal Jerman melalui bank pembangunannya KfW.***

 

 




Respon Cepat, Bang Zul Bantu Kursi Roda Ibu Mawar

Melalui Dinas Sosial, Gubernur NTB mengapresiasi respon cepat tim NTB Care yang menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ibu IQ Mawar, warga Desa Mamben Daya, Kabupaten Lombok Timur, menerima bantuan kursi roda dari Gubernur NTB, Zulkieflimansyah atau Bang Zul melalui Dinas Sosial NTB.

Ibu IQ Mawar telah mengalami kelumpuhan selama kurang lebih 10 tahun. Akun FB Sopian Sauri melaporkan kondisi Bu Mawar melalui kanal NTB Care. 

Berkat laporan dari Sopian Sauri, aduan tersebut dengan cepat ditindaklanjuti oleh tim NTB Care kepada stakeholder terkait untuk diselesaikan bersama Pemda. 

BACA JUGA: Harga Pakan Ikan Selangit, HBK Bantu Mesin Pakan Ikan

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan  apresiasi kepada Tim NTB Care yang ditindak lanjuti oleh Pekerja sosial dan pejabat yang membidangi di dinas sosial.dalam menindaklanjuti berbagai aduan dan permasalahan dari masyarakat 

“NTB Care kita luar biasa. Tak kenal lelah berjibaku membantu masyarakat kita yang memerlukan bantuan,” ungkap Gubernur, Kamis (24/03/22).

NTB Care sendiri merupakan kanal pengaduan yang dapat memudahkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan dan kondisi lingkungan di sekitarnya kepada pemerintah. 

Aduan-adunan tersebut dapat dilaporkan melalui aplikasi NTB Care dan sosial medianya, seperti Facebook. 

BACA JUGA: Asdeksi Adakan Workshop Penyusunan LKPJ Kepala Daerah

Keberadaan NTB Care sebagai mata dan telinga Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dengan cepat dapat menangkap, memahami dan merespon berbagai aduan masyarakat secara langsung. 

Sehingga pemerintah daerah dan para stakeholders terkait dapat dengan mudah mengetahui kondisi warganya, dan segera tanggap menyelesaikan pengaduan yang disampaikan. ***

 




Sambut Ramadhan, Bank NTB Cabang Tanjung Gelar Yasinan

Untuk sambut Ramadhan, tiap hari Jum’at dilakukan pengajian dan membaca surat Yasin atau yasinan digelar di Kantor PT. Bank NTB Syariah Cabang Tanjung

TANJUNG.lombokjournal.com ~ PT.Bank NTB Syariah Cabang Tanjung, Lombok Utara gelar pengajian menyambut bulan Suci Ramadhan 1443H atau membaca Al Quran Surat Yasin bersama-sama segenap karyawan muslim di lingkungan kantornya, Jum’at (25/03/22) pagi.

“Setiap hari Jum’at,  pengajian dan membaca surat Yasin atau yasinan biasanya digelar di Kantor PT. Bank NTB Syariah Cabang Tanjung,” kata Umarta, SH, Branch Manager. 

Kegiatan Tadarusan Al-Qur’an/yasinan adalah agenda rutin PT. Bank NTB Syariah setiap hari Jum’at pagi.

Kegiatan ini dinamakan Jum’at mengaji di seluruh kantor (Kantor Pusat, Kantor Cabang dan Cabang Pembantu) secara serentak dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1443 H

PT Bank NTB Syariah Cabang Tanjung dan Cabang Pembantu Pamenang yang ada di Kabupaten Lombok Utara, kegiatan dipusatkan di Musholla PT Bank NTB Syariah Cabang Tanjung.  

BACA JUGA: Adeksi Adakan Workshop Penyusunan LKPJ Kepala Daerah

Rangkaian acara dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Bapak Husni (DBM KC tanjung).

 Kegiatan serupa dilakukan bukan di saat bulan jelang bulan puasa saja, namun diadakan setiap hari Jumat. 

Dalam perjalanan kegiatan sudah sudah tamat/ khatam 2 juz dan ikhtiarkan sampai dengan akhir tahun bisa khatam alqur’an 30 juz

Umarta, menjelaskan pengajian dan membaca Surat Yasin bersama 73 karyawan karyawati PT. Bank NTB Syariah, Cabang Tanjung dan Pamenang dan biasanya kata dia, acara juga diisi dengan ceramah agama.

“Tapi kita tidak sampai acara ceramah, jelang karena kalau itu tergantung kondisi karena bersamaan dengan waktu pelayanan nasabah. Ceramah biasanya akan membahas menjalani ibadah puasa,” katanya.

Dia menambahkan acara pengajian tersebut  saat ini untuk menyambut bulan suci Ramadhan, disamping mengirim doa kepada orang-orang tua yang telah meninggal.

Mohon keselamatan kepada Allah SWT disamping mempererat kekeluargaan baik dengan karyawan,Keluarga maupun kerabat lain, ujarnya.

Umarta, mengungkapkan, di Kantor yang dipimpinnya hanya ada kegiatan pengajian maupun yasinan yang digelar pada setiap Hari Jum’at, terlebih lagi saat menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Kita mohon Ridho Allah Yang Maha Esa atas Rahmat serta karuniaNya pula kita masih bisa bertemu di bulan yang mulia ini,” kata Umarta. 

BACA JUGA: Forum Konsultasi Publik RKPD 2023 Dinas Kominfotik NTB

Ia mengatakan, pengajian juga dimaksud mohon keselamatan, kesehatan baik dalam menjalankan Ibadah Puasa serta dalam tugas. 

Menurutnya, khusus di PT. Bank NTB Syariah Cabang Tanjung, tradisi mandi keramas di sungai atau kali sudah kurang, paling cuma pengajian saja.***