Daur Ulang Sampah Plastik di NTB Jadi Batako 

Wagub berharap semua sampah plastik di NTB bisa terkumpul dan dilakukan daur ulang 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Solusi untuk daur ulang sampah plastik di NTB diharapkan akan diwujudkan dengan dibangunnya pabrik Block Solutions Lombok.

Dan Pemerintah berharap, semua sampah plastik di NTB itu bisa terkumpul dan didaur ulang

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat beraudiensi dari Classroom of Hope.

Audiensi itu terkait dengan update Progress Eco Block dan Program Kolaborasi dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) di Pendopo Wagub NTB, Rabu (06/04/22).

Wagub berharap semua sampah plastik dilakukan daur ulang
Wagub Sitti Rohmi

“Kalau dari pemerintah tentunya berharap bagaimana supaya semua sampah plastik yang ada di NTB itu bisa terkumpul dan didaur ulang,” kata Wagub NTB.

Ummi Rohmi, sapaan akrabnya meminta pihak Classroom of Hope agar segera menyelesaikan proyek tersebut di tahun ini, sehingga NTB bisa memproduksi blocks (bata/batako) dari plastik sendiri.

BACA JUGA: Bulan Ramadhan yang Menakjubkan

“Harus dipastikan rencana ini diwujudkan tahun ini, jadi kita bisa memproduksi blocksnya (batako) disini,” ujar Ummi Rohmi.

Menurutnya, pemerintah akan siap memantau dan mengawal pembangunan pabrik Blocks Solution Lombok di NTB hingga nantinya mulai beroperasi.

“Bagaimanapun hal ini kita lakukan bersama, jadi kami ingin memantau dan mengikuti semua stepnya dengan baik sampai dengan nanti pabrik itu jadi dan mulai beroperasi,” jelasnya.

Siap bulan Oktober

Duncan Ward, selaku Founder dari Classroom of Hope menyatakan, proyek pembangunan pabrik Block Solutions Lombok diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober 2022.

Hal tersebut dikatakan Duncan saat memaparkan rencana desain pembangunan pabrik Block Solutions Lombok kepada Wagub NTB.

“The factory is gonna be ready in October. Sejauh ini tidak ada masalah dengan rencana pembangunannya. Kami hanya tinggal menunggu mesin produksi Blocks (an Injection Molding Machine) yang masih dalam proses tes validasi di Jakarta, kemudian setelah itu akan dibawa ke Lombok sehingga bisa produksi blocks disini,” ujar Duncan.

Sederhananya, Block Solutions merupakan sebuah perusahaan yang mampu mengembangkan dan memproduksi model blocks (batako) dari hasil daur ulang plastik yang ramah lingkungan. 

Blocks tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun bangunan, seperti rumah dan sekolah.

BACA JUGA: Dr. H,MS. Udin, MA; Makna Kalah Bagi yang Berilmu

Turut hadir mendampingi Wagub NTB dalam audiensi tersebut, yaitu Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala BRIDA Provinsi NTB, dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTB. ***

 




Bulan Ramadhan yang Menakjubkan

ßēRKAH ℜäMADHAN
Banyak keutamaan yang kita peroleh dengan menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan, juga bagi fakir miskin. Pada bulan Ramadhan, seorang muslim disunnahkan berinfaq dan bersedekah. Bahkan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk mereka fakir miskin

MATARAM.lombokjournal.com ~Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang paling dinanti dan dirindukan oleh umat muslim di seluruh dunia, begitu pun di Indonesia. Keberkahan yang hanya ada di dalam bulan suci tersebut menjadikan umat Islam merasakan nikmatnya menjalani ibadah.

Pada bulan ini manusia juga diharapkan untuk banyak berdoa dan berbuat kebajikan agar bencana dan musibah yang melanda bangsa Indonesia, diharapkan untuk dijauhkan dari negeri tercinta.

Ada banyak keutamaan yang dimiliki bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah bulan penuh pengampunan. Umat muslim akan saling berlomba untuk mensucikan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Hal tersebut inilah yang menjadikan bulan Ramadhan menjadi bulan yang suci. 

Bulan Ramadhan bulan penuh berkah

 

Di bawah ini ada 9 keutamaan menakjubkan bulan suci Ramadhan, dari diturunkannya Al-Quran hingga malam lailatul qadar, seperti dikutip dari Merdeka.com: 

1. Bulan Diturunkannya Alquran

Keutamaan bulan Ramadhan salah satunya adalah bulan Alquran atau syahrul Quran. Diturunkannya Alquran pada bulan ini menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadan.

Allah SWT berfirman,”Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)“. (QS. Al-Baqarah: 185).

2. Bulan Penuh Keberkahan

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya adalah bulan ini juga kerap disebut dengan bulan syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Rasulullah SAW yang memiliki arti,

Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Ahmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).

Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan ini, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.

Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya. Keutamaan bulan Ramadhan juga ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya.

Sedangkan bagi fakir miskin, Ramadhan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan Ramadhan ini, seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah. Bahkan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk mereka fakir miskin. 

3. Bulan Penuh Pengampunan

Keutamaan bulan Ramadhan juga sebagai sebuah momen yang paling baik untuk penghapusan dosa-dosa atau bertaubat.

Nabi SAW bersabda yang artinya:”Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Dengan berpuasa pada bulan Ramadhan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim). Selain itu, salat tarawih yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya: Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan salat malam pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat.

Dengan demikian, Allah SWT telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang telah diperbuat pada bulan Ramadhan.

5. Pahala Dilipatgandakan pada Bulan Ramadhan

Selain itu, amalan-amalan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan keutamaan bulan Ramadhan dalam riwayat yang lain juga disebutkan, pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, Ibnu Rajab Rahimahullah berkata, Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,

“Apabila telah tiba bulan Ramadhan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah, dan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain.”

6. Adanya Malam Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadhan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadhan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Di bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Al Quranul Karim.

7. Bulan Ramadhan Bagian dari Rukun Islam

Allah SWT telah menjadikan puasa yang dilakukan pada bulan Ramadhan sebagai rukun yang keempat dari rukun Islam.

Hal ini tertulis dalam ayat al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185:

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah.”

Dalam hadis juga telah disebutkan, Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW, bersabda: “Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Doa di Bulan Ramadhan Mustajabah

Keutamaan bulan Ramadhan selanjutnya adalah doa yang dipanjatkan pada saat bulan Ramadhan lebih mustajabah. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW yang artinya:

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah (terpercaya).

Selain itu juga dipertegas dalam hadis lain. Rasulullah SAW, bersabda yang artinya:”Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi.” (HR. at Tirmidzi).

9. Puasa Bulan Ramadhan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Abu Ayub Al-Anshary meriwayatkan hadist Rasulullah SAW, yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti puasa enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu sama seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)

Selain itu, juga ditegaskan dalam hadis Nabi yang lain. Imam Ahmad meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:

Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuhu bulan. Dan siapa yang berpuasa setelah itu, berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawawl), hal itu sama nilainya dengan puasa sempurna satu tahun.” (HR. Ahmad).***

 

Sumber: Merdeka




 Tadarus Bersama PKK NTB di Pendopo Gubernur NTB

Menyemarakkan  membaca Alquran dengan menggelar Tadarus dilakukan PKK NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengajak untuk menyemarakkan membaca Alquran, agar pahala berlipat ganda di bulan Ramadhan tahun ini. 

Membaca Alquran merupakan salah satu amalan umat muslim yang mendapatkan banyak pahala, terutama jika dilakukan di saat bulan suci Ramadhan.

Bunda Niken menyampaikan itu saat memberikan sambutan pada acara Tadarus Al-Quran dalam rangka bulan suci Ramadhan 1443 H di Pendopo Tengah pukul 08.40 wita, Selasa (05/04/22).

Tadarus untuk menyemarakkan membaca al Qur'an
Bunda Niken

“Ibu-ibu membaca alquran memberikan sebuah kebaikan. Dan dari satu kebaikan itu akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Apalagi jika dilakukan ketika kita berpuasa,” tutur Bunda PAUD Nasional tersebut di hadapan 60 lebih jamaah majelis ta’lim TP PKK Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Dr. H. MS. Udin, MA: Makna Kalah Bagi yang Berilmu

Menurutnya, membaca alquran membawa sebuah kenikmatan, dan diharapkan seluruh jamaah bisa mendapatkan kenikmatan ketika membaca Alquran. Selain, mendapatkan kenikmatan.

Bunda Niken juga berharap agar seluruh jamaah berlomba-lomba menambah amal kebaikan di bulan suci Ramadhan ini. 

“Mudah mudahan kita semua termasuk orang ya g berbahagia menyambut bulan ramadhan. Artinya kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk menambah amal kita. Akan sangat berbeda orang yang bertemu dengan ramadhan dengan orang yg tidak sempat bertemu ramadhan. Semoga kita semua diberi kesehatan agar kita bisa menjalankan ramadhan dengan sebaik-baiknya,” harapnya. 

BACA JUGA: Kemenpan RB Nilai Kinerja Pemprov NTB Sangat Baik

Tadarus Al-Quran ini sendiri akan berlangsung selama lima hari ke depan dan berlokasi di Pendopo Tengah Gubernur. ***

 




Kemenpan RB Nilai Kinerja Pemprov NTB Sangat Baik

Pemprov NTB menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2021 kategori Sangat Baik dari Kemenpan RB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah mewakili  Pemerintah Provinsi NTB, menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2021 kategori Sangat Baik (BB), dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI, di Jakarta Selasa (05/03/22). 

Menerima penghargaan SAKIP dari Kemenpan RB
Wagub Sitti Rohmi dan Gubernur Anies

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah di Jakarta, Mewakili Pemerintah Provinsi NTB Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S. Sos, MM menyampaikan rasa syukur atas kekompakan dan kerja keras seluruh Perangkat Daerah di lingkup Provinsi NTB.

BACA JUGA: Hasil Lelang Amal Diserahkan ke Baznas NTB

“Alhamdulillah, ini berkat kerja keras seluruh Perangkat Daerah di NTB,” ungkap Najamuddin.

Ke depan, kolaborasi akan tetap ditingkatkan. Terlebih Gubernur dan wakil Gubernur NTB senantiasa berikhtiar maksimal dalam meningkatkan kerjasama dan kolaborasi di tingkat perangkat daerah. 

Harapannya tentu agar prestasi ini bisa lebih ditingkatkan menjadi A pada evaluasi SAKIP berikutnya. 

“InsyaAllah, capaian ini memacu semangat dalam meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kadis Kominfotik 

Setiap tahun, Kementerian PANRB melakukan evaluasi atas implementasi RB dan SAKIP pada seluruh instansi pemerintah, untuk membina dan meningkatkan kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja.

Menurut Menteri PAN – RB, hasil evaluasi RB dan SAKIP pada tahun 2021 secara nasional menunjukkan tendensi hasil yang positif.

Penyerahan penghargaan dari Kemenpan RB

“Apresiasi yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah konsisten melakukan berbagai perbaikan sehingga mendapatkan predikat RB-SAKIP B, BB, A, dan AA” tutup Tjahjo Kumolo. ***

BACA JUGA: Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster bagi Penumpang dari Bandara Lombok

 

 




Hasil Lelang Amal di Mandalika Diserahkan ke BAZNAS NTB

Bunda Niken Serahkan hasil lelang amal, agar niat amal shaleh para pembeli sampai kepada yang berhak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyerahkan hasil lelang amal yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi NTB, pada 9 Februari lalu di Observation Deck Sirkuit Mandalika. 

Menyerahkan hasil lelang ke Baznas NTB
Hj Niken Saptarini

“InsyaAllah hari ini kita serahkan kepada BAZNAS Provinsi dengan harapan niat amal shaleh dari para pembeli bisa disalurkan kepada yang berhak,” kata Bunda Niken melalui siaran pers Pemprov NTB.

Bunda Niken mengatakan itu saat menghadiri acara Penyerahan Hasil Lelang Kerjasama KPKNL Mataram dan Dekranasda Provinsi NTB Kepada Baznas Provinsi NTB, Selasa (05/04/22).

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan lelang amal tersebut, karena dapat memberikan nuansa lebih pada ajang MotoGP di Mandalika.

“Saya bersyukur sekali, dengan kerja sama ini kita banyak dinilai memberikan nuansa lebih pada MotoGP di Mandalika, bahwa MotoGP bukan hanya balapan saja, ada lelang amal yang nantinya bisa kita sampaikan untuk membawa yang baik bagi NTB,” ujarnya.

BACA JUGA: Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster Bagi Penumpang dari Bandara Lombok

Lelang amal tersebut bertujuan sebagai pembangkit semangat beramal dan kepedulian sosial, serta sebagai pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19 dan juga sebagai ajang untuk promosi produk dari UMKM di NTB

Hasil yang didapatkan dari kegiatan lelang antara KPKNL Mataram dengan Dekranasda Provinsi NTB, yaitu sebesar Rp 39.281.500,-.

Sementara itu, Kepala KPKNL Mataram, Kurniawan Catur Andrianto menyampaikan bahwa kegiatan lelang serupa akan kembali diadakan. 

Ia juga menyatakan, selain produk UMKM lokal, pada lelang selanjutnya juga akan dilakukan pelelangan 10 merchandise MotoGP yang telah ditandatangani para riders.

“Kami bekerjasama dengan ITDC kemarin berhasil memperoleh sepuluh item merchandise MotoGP yang ditandatangani oleh para riders untuk kita lelang amal,” ujar Kepala KPKNL Mataram.

BACA JUGA: Sate Tanjung, Cita Rasa Kuliner Khas Lombok Utara

Turut hadir dalam acara penyerahan hasil lelang tersebut, yaitu Kepala BAZNAS Provinsi NTB, dan beberapa pengurus inti Dekranasda Provinsi NTB.***

 




Puasa Ramadhan: Memahami Syarat, Rukun, dan Ketentuannya

Umat Islam saat ini sudah mulai menjalankan ibadah Puasa Ramadhan, dalam artikel ini kembali menyegarkan apa yang sudah kita pahami tentang kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan

lombokjournal.com ~ Menurut ajaran agama Islam, puasa merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umatnya.  Ibadah puasa masuk dalam urutan ketiga di Rukun Islam. Puasa wajib yang ada di agama Islam biasanya disebut dengan puasa Ramadhan.

Puasa Ramadhan ini dilaksanakan ketika sudah memasuki tanggal 1 bulan Ramadhan menurut tanggalan hijriyah. Secara harfiah, pelaksanaan puasa Ramadhan ini dilakukan selama satu bulan penuh dalam bulan Ramadhan, yang artinya sekitar 29 sampai 30 hari.

Dalam melaksanakan ibadah puasa di agama Islam, umat muslim diberi kewajiban untuk menahan diri dari rasa lapar, haus, serta berbagai hal yang memiliki potensi membatalkan ibadah puasa.

 Periode pelaksanaan puasa sendiri dimulai dari saat matahari terbit ditandai dengan imsak, dan diakhiri ketika matahari sudah terbenam ditandai dengan dikumandangkannya adzan maghrib.

Melalui artikel ini, kita mempelajari mengenai pengertian puasa dalam agama Islam dengan beberapa pengetahuan lain, seperti jenis puasa dalam agama islam, syarat puasa, rukun puasa, hal yang disunnahkan saat berpuasa, hal-hal yang dapat membatalkan puasa, waktu haram berpuasa, orang yang boleh membatalkan puasa, serta hikmah berpuasa dalam agama Islam.

BACA JUGA: Pedoman Ibadah Puasa 1332 H,  Ini Edaran Menag

1. Pengertian Ibadah Puasa secara Umum

Secara umum, puasa merupakan salah satu kegiatan yang dinilai sebagai kegiatan sukarela yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari makanan, minuman atau juga bisa keduanya, perilaku buruk, dan semua hal yang memiliki potensi untuk membatalkan puasa tersebut, selama masih dalam periode pelaksanaan puasa tersebut.

Puasa juga dapat membatasi seseorang dari berbagai aktivitas yang berhubungan dengan aktivitas seksual. Karena umumnya puasa dilaksanakan untuk menunaikan ibadah dalam suatu agama, selain itu puasa juga kerap dilaksanakan untuk menaikkan tingkat kespiritualan seseorang.

Kesimpulannya, puasa dilakukan untuk menahan diri dengan cara mengekang diri dari berbagai macam tujuan serta keinginan. Puasa kerap diartikan sebagai kegiatan yang sangat berguna untuk menekan nafsu duniawi pada diri manusia.

1. Pengertian Ibadah Puasa secara Umum

Secara umum, puasa merupakan salah satu kegiatan yang dinilai sebagai kegiatan sukarela yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari makanan, minuman atau juga bisa keduanya, perilaku buruk, dan semua hal yang memiliki potensi untuk membatalkan puasa tersebut, selama masih dalam periode pelaksanaan puasa tersebut.

Puasa juga dapat membatasi seseorang dari berbagai aktivitas yang berhubungan dengan aktivitas seksual. Karena umumnya puasa dilaksanakan untuk menunaikan ibadah dalam suatu agama, selain itu puasa juga kerap dilaksanakan untuk menaikkan tingkat kespiritualan seseorang.

Kesimpulannya, puasa dilakukan untuk menahan diri dengan cara mengekang diri dari berbagai macam tujuan serta keinginan. Puasa kerap diartikan sebagai kegiatan yang sangat berguna untuk menekan nafsu duniawi pada diri manusia.

2. Pengertian Ibadah Puasa secara Syariat Islam

Menurut agama Islam, puasa disebut dengan Shaum yang berasal dari Bahasa Arab : صوم merupakan ibadah yang bersifat wajib, untuk dilaksanakan ketika bulan Ramadhan telah tiba. Ibadah ini juga dilaksanakan selama satu bulan penuh lalu akan ditutup dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Pelaksanaan puasa yang sesuai dengan syariat Islam adalah dengan menahan diri dari makan minum serta semua perbuatan yang dapat membatalkan puasa dari terbitnya matahari, hingga matahari tenggelam dengan diawali niat yang sudah tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an. 

Puasa ditujukan untuk dapat membentuk serta menanamkan sikap-sikap teladan dan meningkatkan ketakwaan seorang Muslim kepada Allah SWT.

3. Pengertian Ibadah Puasa secara Bahasa

Puasa sendiri merupakan terjemahan dari istilah aslinya yang berasal dari Bahasa Arab, yaitu kata Shaum. Kata tersebut secara Bahasa memiliki arti mencegah atau menahan.

Jenis Puasa Dalam Agama Islam

Dalam agama islam, ibadah puasa dibagi menjadi dua hukum, yaitu jenis puasa dengan hukum wajib dan yang kedua adalah jenis puasa dengan hukum Sunnah.

1. Puasa dengan Hukum Wajib

Puasa wajib atau shaum wajib merupakan jenis puasa yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Apabila seorang umat muslim berhasil melaksanakan puasa jenis ini maka ia akan mendapatkan pahala. 

Sebaliknya apabila seorang umat muslim tidak melaksanakan puasa jenis ini maka ia akan mendapatkan dosa atau ganjaran. Berikut ini daftar puasa yang termasuk dalam puasa wajib.

  1. Puasa wajib Ramadhan
  2. Puasa yang disebabkan karena bernazar
  3. Puasa denda atau kafarat
  4. Puasa ganti atau qadha

2. Puasa dengan Hukum Sunnah

Puasa Sunnah atau shaum Sunnah merupakan jenis puasa yang apabila dikerjakan maka akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa dan pahala. Berikut ini daftar puasa yang termasuk dalam puasa Sunnah.

  1. Puasa Senin-Kamis tiap minggu
  2. Puasa Sunnah enam hari yang dilaksanakan pada bulan Syawal, kecuali saat hari raya Idul Fitri.
  3. Puasa sunah arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.
  4. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.
  5. Puasa Daud atau sehari puasa besoknya tidak, puasa ini dilaksanakan untuk meneladani puasa miliki Nabi Daud.
  6. Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.
  7. Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
  8. Puasa Yaumul Bidh, sekitar tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.
  9. Puasa Nisfu Sya’ban dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban.
  10. Puasa Asyhurul Hurum yang dilakukan pada bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan bulan Rajab.

Saatnya menjalankan ibadah Puasa Ramadhan

Syarat-syarat Wajib dan Sah Puasa 

Umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa pastilah memiliki beberapa syarat-syarat wajib menurut syariat islam yang harus terpenuhi. Berikut ini syarat wajib ibadah puasa menurut syariat islam.

1. Syarat Wajib Puasa Menurut Syariat Islam

  1. Beragama Islam dan menyembah Allah SWT.

       2.Sudah baligh atau sudah cukup umur.

  1. Kondisi akalnya sehat dan waras.
  2. Keadaan rohani dan jasmani yang sehat.
  3. Bukan termasuk musafir yang sedang melakukan perjalanan panjang dan jauh.
  4. Dalam keadaan yang suci dari hadas besar.
  5. Memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk melaksanakan puasa.

2. Syarat Sah Puasa Menurut Syariat Islam

  1. Beragama Islam dan tidak murtad.
  2. Dapat membedakan yang mana yang baik dan buruk (mumayyiz)
  3. Tidak dalam keadaan najis yang suci dari nifas dan haid (khusus wanita)
  4. Memiliki pengetahuan mengenai waktu diterimanya puasa.

Rukun-rukun Puasa Dalam Agama Islam

Ibadah puasa dalam agama Islam memiliki beberapa rukun puasa yang diambil dari syariat islam. Berikut ini rukun puasa dalam agama islam.

1. Islam

Rukun pertama dalam melaksanakan ibadah puasa di agama islam adalah sesroang haruslah memeluk atau beragama islam seperti yang telah disampaikan pada syarat berpuasa menurut syariat islam.

2. Membaca niat

Membaca niat serta doa puasa merupakan tahapan yang sangat penting untuk dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa. Umat muslim akan membaca niat sebelum mereka menjalankan ibadah puasa tepatnya setelah mereka melaksanakan sahur atau juga dapat dilakukan sebelum fajar tiba. Ada beberapa hadist yang menyatakan bahwa pembacaan niat dan doa dapat dilakukan malam harinya sebelum tidur.

3. Menahan serta mengontrol diri

Ketika berpuasa, umat muslim menahan serta mengontrol diri mereka dari segala hawa nafsu baik hawa nafsu makanan, minuman, kegiatan seksual, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Hal-hal yang Disunnahkan Ketika Menjalankan Puasa 

BACA JUGA: Menag Ajak Umat Islam Memperkuat Solidaritas

Ketika berpuasa, umat muslim disunahkan untuk melakukan beberapa Sunnah dalam menjalankan puasa untuk bisa menambah pahala dan meningkatkan derajat umat muslim. Berikut ini hal-hal yang disunnahkan ketika berpuasa dalam agama islam.

  1. Melambatkan sahur
  2. Menyegerakan berbuka ketika sudah waktu berbuka
  3. Membaca doa atau niat berbuka puasa
  4. Ketika berbuka diawali dengan makanan/minuman yang manis
  5. Bersedekah memberi makanan berbuka untuk sesame
  6. Lebih giat dalam beribadah dan bersedekah

Waktu-waktu Dilarang Melaksanakan Puasa 

Ibadah berpuasa dalam agama islam ternyata memiliki waktu atau saat yang melarang umatnya untuk melakukan ibadah tersebut. Berikut ini adalah beberapa waktu umat islam dilarang atau bahkan sampai diharamkan untuk melaksanakan ibadah berpuasa.

a. Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)

Agama islam mengharamkan tanggal 1 Syawal bagi umatnya yang ingin melaksanakan ibadah puasa karena agama islam menetapkan tanggal 1 Syawal sebagai hari yang sakral untuk umat agama islam. Bagaimana tidak? Tanggal 1 Syawal merupakan hari kemenangan untuk umat agama islam.

b. Hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)

Tanggal 10 Dzulhijjah ditetapkan sebagai hari raya kedua oleh agama islam. Pada hari tersebut, umat islam diharamkan untuk berpuasa dan disunnahkan untuk menyembelih hewan qurban lalu dibagikan kepada kerabat serta fakir miskin atau orang-orang yang kurang mampu. Hal itu bertujuan agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan serta kegembiraan mengkonsumsi daging hewan qurban.

– Tiga hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)

– Hari syak (30 Sya’ban)

– Berpuasa selamanya

– Wanita yang sedang haid atau nifas dan belum mandi besar

– Seorang istri yang berpuasa Sunnah tanpa izin dari suami

Selain itu ada waktu yang dianggap makruh bagi seorang muslim yang ingin melaksanakan puasa, yaitu pada saat hari Jum’at, dengan keterangan berpuasa tanpa didahului berpuasa di hari sebelumnya.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa 

Ibadah puasa dalam agama islam memberikan beberapa hal yang dapat membatalkan puasa menurut syariat puasa dalam agama Islam. Berikut ini beberapa hal yang dapat membatalkan puasa dalam agama Islam.

– Makan, minum atau memasukkan benda dengan sengaja ke dalam lubang atau rongga tubuh,

– Melakukan kegiatan seksual,

– Menyengajakan muntah,

– Menyengajakan keluarnya air mani,

– Tiba-tiba haid atau nifas,

– Kehilangan akal (gila atau tiba-tiba pingsan),

– Keluar dari agama islam dan memeluk agama lain (murtad).

Ada beberapa hal-hal yang membatalkan puasa apabila dilakukan dengan tidak sengaja maka tidak akan batal batal puasanya, seperti apabila tidak sengaja makan atau minum serta melakukan kegiatan seksual.

Jenis-jenis Orang yang Membatalkan Puasa 

Dalam pelaksanaan ibadah puasa ini tentunya ada umat yang akan melakukan pembatalan puasa baik dikarenakan situasi atau memang tidak dibolehkan berpuasa. Berikut ini akan kami sajikan beberapa jenis orang yang membatalkan puasa beserta dengan jenis hal yang digunakan untuk mengganti puasa tersebut.

1. Orang yang wajib mengqadha

Orang-orang dibawah ini diberi kesempatan untuk boleh tidak melakukan puasa, namun mereka harus menggantinya dengan berpuasa dilain hari sebanyak jumlah puasa yang ditinggalkannya.

  1. Tidak berpuasa karena sakit (ada harapan pulih),
  2. Seorang musafir atau berpergian jauh dengan jarak minimal 89 km dari rumah,
  3. Wanita yang sedang hamil,
  4. Ibu-ibu yang sedang fase menyusui anak,
  5. Wanita yang sedang haid atau nifas,
  6. Seseorang yang tidak sengaja membatalkan puasanya.

2. Orang yang tidak wajib mengqadha, namun wajib fidyah

Orang-orang dibawah ini adalah orang yang tidak berpuasa dan tidak diwajibkan untuk menggantinya, namun mereka diwajibkan untuk membayar fidyah (memberi makan fakir miskin di hari ia tidak berpuasa)

  1. Tidak berpuasa karena sakit (tidak ada harapan pulih) dan
  2. Orang tua yang sudah tidak mampu menjalankan puasa.

3. Orang yang wajib mengqadha dan melaksanakan kafarat

Bagi umat muslim yang membatalkan puasa dengan cara bersetubuh harus menggantinya dengan mengqadha puasa tersebut disertai dengan melakukan kafarat. Kafarat sendiri berarti memerdekakan atau membebaskan hamba sahaya yang mukmin. 

Jika tidak ada yang bisa dimerdekakan maka seorang muslim tadi diperintahkan untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Apabila dia tetap tidak bisa, maka dia diperintahkan untuk memberi makan orang miskin dengan jumlah yang ditentukan yaitu sebanyak 60 orang miskin, dengan masing-masing mendapatkan 576 gram bahan makanan pokok.

Keutamaan dan Hikmah Berpuasa 

Berpuasa dalam agama Islam apalagi berpuasa Ramadhan yang diwajibkan oleh Allah merupakan ibadah yang ditujukan agar umat Islam selalu menghamba hanya kepada Allah SWT.

Ibadah puasa memiliki beberapa keutamaan menurut syariat islam, seperti umat muslim yang melaksanakan puasa akan melewati sebuah pintu di surga yang bernama Rayyan, pintu surga tersebut adalah pintu yang di khususkan untuk muslim yang berpuasa. Selain itu, Allah akan memberi kelebihan kepada muslim yang berpuasa dengan menjauhkannya dari api neraka sejauh 70 tahub perjalanan masa akhiratnya.

Berikut beberapa hikmah yang diperoleh dari melaksanakan ibadah puasa dalam agama islam.

  1. mendapatkan beberapa pendidikan rohani,
  2. memperbaiki cara bergaul seorang muslim,
  3. bermanfaat untuk kesehatan.

Itulah beberapa informasi mengenai pengertian puasa baik secara umum, Bahasa, maupun dalam agama Islam.

 Puasa merupakan ibadah yang dilakukan oleh hampir seluruh agama yang tersebar di dunia. 

Pelaksanaan puasa di berbagai agama pun tidak jauh berbeda, yaitu sama-sama menahan lapar, haus, serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa tersebut.***




Pedoman Ibadah Ramadhan 1443, Ini Edaran Menag

Ini pedoman penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1334 H

JAKARTA.lombokjournal.com ~  Untuk mewujudkan rasa aman, nyaman, dan khusyuk bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah, Kemenag menerbitkan edaran Pedoman Penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H. Edaran No. SE 08 Tahun 2022 ini ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 29 Maret 2022.

“Umat Islam dianjurkan mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadhan, seperti sholat tarawih, i’tikaf, tadarus Al Qur’an, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf,” pesan Menag Yaqut seperti dikutip dalam laman Kemenag.co.id 

Tapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, pesannya, Kamis (31/3/2022).

Menag melarang pejabat dan ASN Kementerian Agama untuk mengadakan dan menghadiri buka puasa bersama atau giat sejenisnya. 

BACA JUGA: Menag Ajak Umat Islam Perkuat Solidaritas

“Pejabat dan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri,” tegas Menag.

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Internasional, NTB Harus Persiapkan Diri

Berikut ketentuan dalam Edaran Penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H:

  1. Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
  2. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadhan, seperti sholat tarawih, i’tikaf, tadarus Al Qur’an, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
  3. Dalam penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri, pengurus dan pengelola masjid/musala memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama mengenai pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sesuai dengan status level wilayah masing-masing dan menerapkan protokol kesehatan.
  4. Pengurus dan pengelola masjid/mushola sebagaimana dimaksud pada angka 3 wajib menunjuk petugas yang memastikan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh jamaah.
  5. Pejabat dan Aparatur Sipil Negara dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri.
  6. Masyarakat yang mengadakan kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri harus memperhatikan protokol kesehatan.
  7. Vaksinasi COVID-19 dapat dilakukan di bulan Ramadhan dengan mengikuti panduan kesehatan.
  8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat maal, zakat fitrah, infak, dan sedekah oleh Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat, dan masyarakat dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
  9. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, persatuan, kerukunan, kemaslahatan umat, dan kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui materi dan bahasa dakwah yang bijak dan santun sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan AsSunnah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah.
  10. Masyarakat diimbau untuk mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 M di masjid/musala atau rumah masing-masing.
  11. Penggunaan pengeras suara mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.
  12. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H/2022 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan.***

 




Menag Ajak Umat Islam Perkuat Solidaritas 

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bulan Ramadha merupakan momentum untuk membersihkan residu manusiawi

JAKARTA,lombokjournal.com ~ Berdasarkan sidang isbat, Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April 2022. 

Terkait penetapan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat muslim membangun solidaritas dengan sesama.

Umat muslim diajak menjadikan  momentum memperkuat solidaritas dan membersihkan residu manusiawi. 

“Ramadhan adalah momen kita menata dan memperbaiki kualitas diri. Kita dibina dan dididik untuk menjadi muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Kita juga dibiasakan untuk membangun solidaritas dengan sesama,” kata Menag Yaqut, di Jakarta, seperti dikutip dalam kemenag,go.id, Sabtu (02/04/22). 

Hanya dengan menghilangkan kesombongan maka solidaritas dengan sesama ini dapat terwujud. Ini merupakan bagian residu manusiawi yang perlu dibersihkan. 

“Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita lah yang paling benar, sementara orang lain selalu salah. Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita yang paling jujur, sementara orang lain pasti berlaku curang,” tutur Menag. 

BACA JUGA: Pedoman Ibadah Ramadhan 1554 H, Ini Edaran Menag

Gus Yaqut berharap masyarakat dapat mengambil hikmah di bulan suci Ramadhan untuk membersihkan residu manusiawi tersebut. 

“Satu bulan ke depan di bulan Ramadan ini, di bulan yang penuh maghfirah, di bulan yang penuh ampunan, di bulan yang penuh hikmah dan pelajaran kita akan ditempa untuk membersihkan residu-residu manusiawi seperti itu,” ujar Gus Yaqut 

Menag mengungkapkan ini adalah tahun ketiga umat muslim Indonesia menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19. 

Meskipun kondisi pandemi sudah melandai, Menag berpesan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan. 

“Pada tahun ini, momen Ramadan masih dalam suasana pandemi Covid-19. Meski telah melandai, namun mari kita tetap menjaga diri dengan terus meningkatkan kesadaran tentang kebersihan dan kesehatan,” pesan Menag. 

BACA JUGA: Perencanaan Data Sektoral, Pijakan Kebijakan Pemerintah NTB

Menag berharap dengan terbangunnya solidaritas kemanusiaan dan taatnya prokes selama Ramadhan, menjadikan bulan suci ini memberikan dampak besar bagi bangsa. 

“Semoga kita semua menjadi bagian dari madrasah Ramadhan yang kelak lulus dengan berbagai pencapaian terbaik,” kata Menag. ***

 




Perencanaan Data Sektoral, Pijakan Kebijakan Pemerintah NTB 

Agar hasilkan data yang handal, diperlukan pemahaman dan sinergi bersama untuk perencanaan data yang berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, adalah NTB Satu Data.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S. Sos., MM., menegaskan pentingnya data untuk pembangunan.

Rapat Perencanaan Data Sektoral 2022

“Data yang terintegrasi dan berkualitas, dapat digunakan sebagai pijakan dalam proses pembangunan dan kebijakan pemerintah NTB, dan evaluasi program unggulan demi menuju NTB Gemilang,” kata Najam.

Kadis Kominfo NTB mengatakan itu saat membuka Rapat Perencanaan Data Sektoral tahun 2022, Jum’at (01/04/22) di aula Gemilang Kantor Dinas Kominfotik NTB, jalan Udayana Mataram.

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Internasional, NTB Harus Persiapkan Diri

Didampingi Kabid Statistik H. Najib, SH., Najam menyampaikan, agar menghasilkan data yang handal, memiliki kualitas dan dapat dipertanggungjawabkan, perlu adanya satu pemahaman dan sinergi bersama mulai dari BPS NTB sebagai pembina data, Bappeda sebagai sekretariat, Diskominfotik NTB sebagai wali data, dan perangkat daerah lingkup Pemprov NTB sebagai produsen data.

“Kami sangat berharap agar rakor dan penginputan data sektoral ini diatensi benar,” tutur pria yang pernah menjabat Karo Humas Setda NTB ini.

Sehingga, rakor ini untuk secara bersama mendorong percepatan pengumpulan dan updating data sektoral tahun 2022, dan data capaian Indikator Kinerja RPJMD-Renstra Perangkat Daerah. 

Ia juga berharap agar OPD sebagai produsen data dapat memberikan masukan kepada pembina data tingkat daerah mengenai Standar data, metadata, dan Interoperabilitas Data.

“Supaya dapat menghasilkan data sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia dan menyampaikan data dan metadata kepada Wali Data,” harapnya

Pengentri data memiliki peran yang sangat penting dalam rangka percepatan progres pengumpulan data statistik sektoral. 

Sehingga dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan admin dari Diskominfotik terkait pengumpulan data statistik sektoral.

BACA JUGA: Rakor Diskominfotik, Peserta Tinjau Lokasi MXGP di Samota

Berperan secara aktif dalam menyiapkan data-data untuk diunggah ke dalam portal,  menyusun data ke dalam format yang ditentukan dan mengunggah data ke dalam portal NTB Satu Data, dan menginformasikan kepada admin dari Diskominfotik jika data sudah diunggah.

Selain itu, lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini juga berharap agar Forum NTB Satu Data yang telah dibentuk terdiri dari Pembina Data, Wali data, Wali Data Pendukung, dan Wali data Kabupaten/Kota serta dapat menyertakan Produsen Data, yang bertugas melaksanakan koordinasi meliputi, Daftar data Daerah yang akan dikumpulkan, Daftar data Daerah yang menjadi Data Prioritas, Pembatasan akses Data yang diusulkan Produsen Data.

Rakor yang mengusung tema, “Akselarasi Data Indikator Pembangunan Tahun 2022-2023, menghadirkan pembicara dari BPS Provinsi NTB, Bappeda NTB dan dihadiri oleh seluruh OPD lingkup Pemprov. NTB. ***

 




Rakor Diskominfotik, Peserta Tinjau Lokasi MXGP Samota 

Usai pelaksanaan Rakor Diskominfotik se NTB, para peserta mengunjungi lokasi event Motocross Grand Prix (MXGP) di kawasan Samota

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Setelah agenda Rakor Diskominfotik se NTB usai, mulai bincang gemilang dan literasi keuangan digital, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan di Kawasan Samota, lokasi event Motocross Grand Prix (MXGP) di kawasan Samota 2022 di Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis (31/03/22). 

“Setelah seluruh agenda kegiatan, rakor, bincang gemilang dan literasi keuangan digital dan seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan di Kawasan Samota, lokasi event motocross internasional MXGP Samota 2022 di Sumbawa NTB Indonesia,” kata Najamuddin Amy, Kadis Kominfotik NTB.

Dijelaskan, sirkuit MXGP Samota Sumbawa akan menjadi sirkuit yang indah dan fantastik, tidak kalah dengan sirkuit Mandalika di Lombok.

“Ayo saksikan dan siapkan diri untuk hadir menyaksikan event internasional MXGP, pada tanggalnya 24 sampai dengan 26 Juni 2022,” kata Najam. 

BACA JUGA: Rakor Diskominfotik, Tekankan Pelaksanaan Lima Elemen

Menurutnya, kawasan Samota yang akan menjadi arena sirkuit Kejuaraan Dunia Motocross FIM 2022 terletak di area hamparan dan perbukitan yang luas.

“Tidak terasa berjalan kaki bolak balik, mengitari kawasan Samota. Asyik juga karena suasana dan pemandangan padang jagung dengan latar laut samota yang mempesona,” ucapnya.

Peserta juga mendengarkan langsung progres dari PT Telkom dan PT Telkomsel Sumbawa untuk kesiapan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan internet pendukung penyelenggaraan MXGP. 

Najam menuturkan, mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan yang digagas Dinas Kominfotik NTB, peserta dan seluruh rombongan melepas penat dan menikmati RPK UTS yang asri, hijau dan sejuk. 

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan terselenggaranya seluruh agenda Kominfotik kepada Rektor UTS, Bank NTB Syariah, OJK NTB, Pemda dan Diskominfotik Sandi, KCD Dikbud dan Kepala SMA/SMK, Telkom, Telkomsel, Bapenda/Samsat Sumbawa.

BACA JUGA: Pertunjukan Wayang Botol, Edukasi untuk Siaga Bencana

Termasuk ucapan terima kasih kepada para kadis Kominfotik Kab/Kota se NTB, serta Sekdis dan Para Kabid beserta seluruh Tim Kominfotik NTB dan LO Sumbawa***