Imam Salat Tarawih di Lotim Meninggal Mendadak 

Amak Yuliati yang tengah menjadi Imam salah tarawih tiba-tiba menghentikan nafasnya karena dikatakan mengidap sakit sesak nafas 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Pada Senin, 11 Maret 2024, di Dusun Bale Belek, Desa Wanasaba Lauk, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Muhammad Hirjan alias Amak Yuliati, seorang imam yang mengimami salat tarawih di Musala Nurul Yakin, meninggal dunia pada rakaat keenam ibadah tersebut.

BACA JUGA : Laporan Keuangan Harus Akuntabel dan Transparan

Informasi yang diperoleh dari warga sekitar, Yudiatna Dwi Sahreza, menyebutkan bahwa Imam salat tarawih itu yakni, Amak Yuliati, 63 tahun, menghentikan nafasnya saat salam dalam salat tarawih perdana di daerah tersebut. 

Riwayat penyakit sesak yang dimiliki oleh almarhum diduga menjadi penyebab kematiannya.

BACA JUGA : Pasangan MOFIQ Kombinasi Sempurna untuk Kabupaten Sumbawa

Yudiatna menyampaikan, bahwa allmarhum yang meninggal saat mengimami salat tarawih itu memang diduga memiliki penyakit sesak.

Pihak keluarga, masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam proses diskusi mengenai waktu dan lokasi pemakaman imam tarawih itu. 

Yudi, seorang mahasiswa fakultas peternakan Universitas Mataram (Unram), menjelaskan bahwa informasi lebih lanjut mengenai pemakaman akan diumumkan setelah diskusi malam ini.

BACA JUGA : Pengendalian Inflasi Jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 

Dalam foto yang diterima terlihat Amak Yuliati mengenakan baju batik dan sarung merah, dikelilingi oleh jemaah salat tarawih dan warga setempat. Seluruh komunitas berduka atas kepergian imam tersebut. (KHN) ***

 




Laporan Keuangan Harus Akuntabel dan Transparan

Laporan Keuangan jangan dilihat hanya kegiatan rutin, tapi bagian penting upaya menuju pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Plh Pj Gubernur NTB Ibnu Salim, SH, M.Si, CGCAE menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Daerah (LKPD) dan Koordinasi Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah Tahun 2023. 

BACA JUGA : Pengendalian Inflasi Jelang Ramdhan dan Hari Eaya Idhul Fitri

Laporan Keuangan begian penting upaya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan trabsparan

Acara tersebut berlangsung di Auditorium Gedung BPK RI Jakarta, Jum’at (08/03/24). 

Plh Pj Gubernur yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Saerah (Sekda) Provinsi NTB juga hadir bersama 20 Pj Gubernur wilayah Indonesia Timur.

Pembukaan acara dilakukan oleh Anggota VI BPK RI, Prof. Pius Lustrilanang, SIP., M.Si., CSFA., CFrA. Hadir pula tamu terhormat Budi Gunawan Sadikin, Menteri Kesehatan Ir. Suharti, MA., Ph.D., Sekjen Kemendikbud, Plh. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, dan Direktur Keuangan BPJS.

Prof. Dr. Pius Lustrilanang menekankan bahwa penyusunan laporan keuangan tidak boleh dilihat hanya sebagai kegiatan rutin. Tapi merupakan bagian penting dari upaya menuju pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan baik di tingkat nasional maupun daerah.

BACA JUGA : Hak Angkjet Masih Berjalan: Antara Harapan dan Tantangan

Lebih lanjut Pius juga  menyoroti pentingnya membangun komunikasi dan sinergi yang kuat antar pimpinan entitas. Termasuk penyiapan database keuangan yang memadai dan aplikasi pendukung. 

Pius Lustrilanang berpesan kepada tim pemeriksa laporan keuangan untuk tetap berpegang pada nilai-nilai independensi, integritas, dan profesionalisme, dengan tetap menjunjung tinggi kode etik BPK dan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

Terkait pemeriksaan LKPD Provinsi NTB Tahun 2023, Pj. Sekda didampingi Plh. Inspektur Provinsi NTB, Muhariyadi Kurniawan, S.Sos., M.E, menyampaikan harapannya, agar penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi NTB semakin meningkat kualitasnya setiap tahunnya. 

Dengan meningkatkan kualitas laporan itu, diharapkan NTB  mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 13 tahun berturut-turut. 

BACA JUGA : Dt Najam Buka Rakor Diskominfotik Kabupaten/Kota se NTB  

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan tata kelola dan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan. nov/dyd

 




Dr Najam Buka Rakor Diskominfotik Kabupaten/Kota Se-NTB

Dr Najam mengatakan rakor menjadi platform berbagi informasi, saling bertukar pendapat, dan merumuskan langkah-langkah strategis

KOTABIMA, LombokJournal.com – Sebagai upaya untuk meningkatkan sinergitas dan tata kelola optimum di sektor komunikasi dan informatika, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Nusa Tenggara Barat (Kadis Kominfotik NTB), Dr. Najamuddin Amy, S.Sos,. M.M atau Dr Najam, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kominfotik se-Nusa NTB.

Acara ini diadakan di Aula Hotel Mutmainnah pada Selasa (05/03/24).

BACA JUGA : Pengendalian Inflasi Jelang Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri

Menurut Dr Najam, rakor untuk membangun sinergi menuju tata kelola optimum
DR Najamuddin Amy

Dalam pembukaan Rakor tersebut, Dr. Najam menyoroti pentingnya kerjasama antara berbagai pihak dalam mencapai standar tata kelola optimal di bidang komunikasi dan informatika. 

Platform ini dianggap sebagai wadah krusial bagi pemangku kepentingan untuk berbagi informasi, saling bertukar pendapat, dan merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan pelayanan dan pengelolaan di sektor tersebut.

Dr. Najam menekankan bahwa melalui sinergi yang kokoh antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Nusa Tenggara Barat dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, mencapai kemajuan yang lebih baik. 

BACA JUGA : Peningkatan Suara PSI, Pengamat : Ada Dugaan Manipulasi

Para peserta Rakor, termasuk Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, dan perwakilan Kominfo dari Kabupaten/Kota se-Nusa NTB, memberikan respons positif terhadap arahan Dr. Najam. 

Mereka menyatakan komitmen mereka untuk berkolaborasi dalam mendukung pengembangan infrastruktur teknologi informasi, meningkatkan literasi digital, dan memberdayakan masyarakat menghadapi transformasi digital.

“I Nyoman Suwandiasa menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat NTB,” ungkapnya.

Dalam konteks tantangan dan peluang di era digital, Dr. Najam menegaskan bahwa sinergitas antarstakeholder menjadi kunci utama untuk mencapai tata kelola optimum di bidang komunikasi dan informatika. 

Ia mendorong semua peserta untuk berkolaborasi aktif dan saling mendukung, sejalan dengan visi NTB sebagai daerah yang cerdas dan berdaya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

“Sinergitas antarstakeholder menjadi kunci utama dalam mencapai tata kelola optimum di bidang komunikasi dan informatika,” tambahnya.

BACA JUGA : Rangga Raih Suara Terbanyak, Pastikan Kursi di DPRD NTB

Rakor Kominfotik se-NTB diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dan kesepakatan bersama dalam meningkatkan pelayanan dan pengelolaan di sektor komunikasi dan informatika di NTB. 

Dengan komitmen serta sinergi yang kuat, diharapkan NTB dapat terus berkembang sebagai daerah yang unggul dan berdaya dalam menghadapi perkembangan terus-menerus di era digital. Pnd

 




Optimalkan Layanan Publik, Pemprov NTB Siapkan Renaksi

Renaksi di NTB bertujuan optimalkan pelayanan publik, khususnya pengelolaan pengaduan pelayanan publik dengan memanfaatkan SP4N Lapor secara optimal di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB telah menggelar rapat penyusunan rencana aksi (Renaksi) terkait pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

Rapat tersebut dilaksanakan di Kantor UPTD Pusat Layanan Digital Kominfotik NTB, Jum;at (01/03/24), yang dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Layanan Digital, Ari Wahyuddin, S.STP.,M.M. 

BACA JUGA : Medsos Harus Dioptimalkan untuk Tingkatkan Interaksi

Kepala UPTD Diskominfotik NTB menyatakan penyusunan Renaksi di tingkat daerah NTB untuk optimalkan pelayanan publik

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah dan tahapan untuk optimalkan aplikasi SP4N Lapor guna mencapai layanan optimal.

Dalam keterangan resmi, Kepala UPTD menjelaskan bahwa penyusunan Renaksi memiliki tujuan sebagai panduan dalam menyelenggarakan langkah-langkah dan tahapan optimalisasi penggunaan SP4N Lapor, demi mencapai layanan optimal strategis nasional.

“Penyusunan Renaksi ini merupakan acuan untuk melaksanakan langkah-langkah dan tahap optimalisasi SP4N Lapor guna mencapai layanan optimal strategis nasional,” tuturnya.

Kepala UPTD juga menyatakan bahwa penyusunan Renaksi di tingkat daerah NTB bertujuan optimalkan pelayanan publik. Khususnya dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik dengan memanfaatkan SP4N Lapor secara optimal di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA : Hasil Pleno se Pulau Sumbawa, Johan Rosihan Lolos ke Senayan

Sasaran strategis nasional dalam Road Map pengelolaan pengaduan pelayanan publik, sekitar 90 persen, menjadi target yang hendak dicapai. 

Kepala UPTD berharap dengan penyusunan Renaksi ini, Pemerintah Daerah dapat mengambil langkah selanjutnya dengan menyusun dan menetapkan Surat Keputusan (SK) Tim Pengelolaan Pengaduan. Sesuai hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri RI.

Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 76 tahun 2013 dan Peraturan Menteri PAN-RB nomor 3 tahun 2015, aplikasi SP4N Lapor telah ditetapkan sebagai sarana pengaduan publik yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait di jajaran Pemprov NTB, termasuk DLHK NTB, Dinas Kesehatan NTB, Dinas Sosial NTB, Inspektorat NTB, Disnakertrans NTB, serta Biro Hukum Setda NTB. 

BACA JUGA : Pasar Murah Digelar Pemprov NTB di Berbagai Titik

Seluruh jajaran Pemprov NTB menegaskan komitmen bersama untuk optimalkan kualitas pelayanan publik di Provinsi NTB melalui langkah-langkah konkret seperti penyusunan Renaksi. ssn/dyd

 




Medsos Harus Dioptimalkan untuk Tingkatkan Interaksi

Di Desa Loyok, Kabupaten Lombok Timur, melalui Program Jum’at Salam Diskominfotik NTB memperkenalkan strategi memanfaatkan medsos secara efektif.

LOTIM.LombokJournal.com ~ Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Nusa Tenggara Barat (Diskominfotik NTB) memperkenalkan strategi optimalisasi penggunaan media sosial (medsos) di Desa Loyok, Kabupaten Lombok Timur, melalui Program Jum’at Salam seri ke-13. 

BACA JUGA : Inspirasi Putri Mandalika untuk Rakornas Kepemudaan 

Diskominfotik NTB memperkenalkan strategi optimalisasi penggunaan media sosial (medsos)

Dalam kegiatan ini, anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemuda, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah setempat mendapatkan wawasan tentang pentingnya memanfaatkan medsos secara efektif.

Kepala Seksi Pelayanan Administrasi Pemerintah Digital, Lalu Herdianto Tri Wisnu H, M.M, mewakili Diskominfotik NTB, menyampaikan berbagai tips dan trik untuk mengoptimalkan penggunaan medsos. 

Dari strategi konten menarik hingga analisis kinerja yang tepat, Tri Wisnu memberikan panduan komprehensif. Poin utamanya adalah bagaimana memanfaatkan fitur-fitur baru dalam platform medsos guna meningkatkan visibilitas dan interaksi.

“Era digital tidak dapat dihindari, terutama di desa. oleh karena itu, kita harus memanfaatkannya sehingga industri kreatif di desa dapat tumbuh,” ungkapnya di Aula Kantor Desa Loyok,  pada Kamis  (01/03/24).

BACA JUGA : Rumput Laut di Teluk Ekas Jadi Fokus Kunjungan Kerja Menko Marves RI

Peserta program merespon dengan antusias terhadap materi yang disampaikan oleh tim Diskominfotik NTB. Mereka menyadari pentingnya memahami tren dan pola perilaku pengguna medsos untuk membangun komunikasi yang efektif dan relevan dengan masyarakat.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Loyok, Samuil Khair, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Diskominfotik NTB. Dia berharap pengetahuan yang diberikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Loyok. Ia meyakini pemanfaatan medsos secara efektif akan meningkatkan produktifitas, baik secara ekonomi maupun interaksi sosial.

“Kami menyambut baik kedatangan Diskominfotik NTB. Semoga ilmu yang diberikan hari ini bisa memberikan manfaat dan diimplementasikan oleh masyarakat,” ujarnya.

Acara Diskominfotik NTB di Desa Loyok bukan hanya sebagai kegiatan informasi, tetapi juga sebagai langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi di tingkat lokal. 

BACA JUGA : Fasilitas Kajian Standar LH dan Kehutanan Diresmikan di NTB

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang potensi medsos, diharapkan Desa Loyok dapat terus berkembang dan terhubung secara lebih efektif dengan dunia luar. pnd/dyd

 




Inspirasi Putri Mandalika untuk Rakornas Kepemudaan

Pj Gubernur NTB berharap Rakornas Kepemudaan 2024 mebdapat inspirasi dan semangat Putri Mandalika untuk jaga persatuan , kesediaan berkorban dan memberi kesejahteraan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi NTB dengan bangga menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kepemudaan tahun 2024,  yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya Kota Mataram. 

BACA JUGA : Rumput Laut di Teluk Ekas Jadi Fokus Kunjungan Menko Marves 

Pj Gubernur berharap Rakornas Kepemudaan mengandung nilai-nilai positif yang mengambil inspirasi Putri Mandalika
Lalu Gita Ariadi

Kegiatan yang dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ini, berlangsung pada Kamis (29/02/24).

Kehadiran Rakornas Kepemudaan di Lombok menjadi lebih istimewa karena bersamaan dengan peristiwa Putri Mandalika, sebuah legenda masyarakat Sasak di Pulau Lombok.

Peristiwa ini tidak hanya menghidupkan tradisi Bau Nyale, tetapi juga mengandung nilai-nilai positif diharapkan menjadi inspirasi untuk Rakornas.

Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, menyampaikan harapannya agar inspirasi Putri Mandalika mewarnai Rakornas untuk menjaga persatuan, kesediaan berkorban, dan memberikan kesejahteraan dapat memberikan inspirasi positif.

“Semoga unspirasi dan semangat Putri Mandalika yang menolak perpecahan, memilih untuk bersatu, rela berkorban, dan memberikan kesejahteraan, menjadi sumber inspirasi untuk pertemuan Rakornas Kepemudaan malam ini. Semoga apa yang kita persembahkan dalam forum ini dapat menjadi bekal bagi masa depan bangsa dan negara,” ujar Miq Gita, sapaan akrab Pj Gubernur saat menyampaikan sambutan.

BACA JUGA : Pj Gubernur NTB Dampingi Kunjungan Menko Marves RI ke Teluk Ekas

Sebagai sebuah forum diskusi, hasil dari pertemuan Rakornas dianggap sangat berharga dalam proses penyusunan RPJP Nasional dan RPJM Daerah, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

Pj Gubernur menyambut baik keputusan menyelenggarakan Rakornas di Pulau Lombok, NTB dan merasa terhormat atas kepercayaan tersebut.

Pj Gubernur juga menegaskan komitmen NTB untuk memperkuat kolaborasi dengan Kemenpora RI, terutama karena NTB bersama NTT akan menjadi tuan rumah bersama PON 2028. 

Kegiatan Rakornas ini, dengan fokus meningkatkan koordinasi antar lembaga, keserasian program, dan optimalisasi sumber daya. Diharapkan dapat menghindari ketidaksinkronan kebijakan dan meningkatkan kinerja pemberdayaan pemuda sesuai target 2024.

Rakornas Bidang Pemberdayaan Pemuda 2024 melibatkan berbagai agenda seperti diskusi panel, breakout session, dan kegiatan pengkondisian eselon II. 

Peserta berasal dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian/Lembaga Terkait, dan Pemerintah Daerah, dengan narasumber dari berbagai instansi terkait kepemudaan.

BACA JUGA : Fasilitas Kajian Standar LH dan Kehutanan Diresmikan di NTB

Momentum Rakornas ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan koordinasi dan kinerja pemberdayaan pemuda di Indonesia, sesuai dengan visi untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045. ***

 




Rakornas KPI pada Bulan Mei 2024, Provinsi NTB Jadi Tuan Rumah

Provinsi NTB  siap memberikan dukungan penuh untuk memastikan kesuksesan pelaksanaan Rakornas KPI

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi NTB telah dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang dihadiri oleh perwakilan dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. 

BACA JUGA : Konten Lokal Berdampak Positif Bagi Perekonomian Daerah

Pj Gubernur dan wakil KPI Pusat membucaeakan Eakornas KPI

Rakornas KPI dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Mei 2024 mendatang.

Dalam sambutannya, Penjabat (PJ) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, bersama dengan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, menyambut baik dan menyatakan kebanggaannya karena Provinsi NTB dipilih sebagai tuan rumah untuk penyelenggaraan Rakornas. Miq Gita, sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi kepada komisioner KPI pusat yang telah memilih NTB.

“Terima kasih atas kepercayaan untuk menjadikan NTB sebagai tuan rumah. Kami siap memberikan dukungan penuh untuk memastikan kesuksesan pelaksanaannya,” ujar Miq Gita saat menerima audiensi jajaran komisioner KPI pusat bersama KPI Daerah NTB di kantor Gubernur NTB pada hari Selasa (27/02/24).

BACA JUGA : Bimtek Penyusunan Perkada Turunan Perda PDRD

Miq Gita juga meminta kepada Dinas Kominfotik NTB dan KPID NTB agar terus mengawal dan menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan guna menjamin kesuksesan Rakornas.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat, Ubaidillah Sadewa, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB, khususnya Dinas Kominfotik NTB dan KPID NTB, yang telah memberikan banyak bantuan sehingga NTB dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan rapat nasional itu.

“Kami berharap agar dukungan terus berlanjut, sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ungkapnya.

BACA JUGA : MotoGP dan ARRC, Peluncuran Penjualan Tiket di Jakarta

Sebagai informasi tambahan, kegiatan Rakornas yang akan berlangsung pada bulan Mei 2024 juga akan diselaraskan dengan peringatan Hari Penyiaran Nasional (HARSIARNAS).Manikp

 




Konten Lokal Berdampak Positif Bagi perekonomian NTB

Konten lokal berkontribusi berarti dalam pengembangan branding kearifan lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat

LOTIM.LombokJournal.com – Dalam acara Konsolidasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan media, PressCamp KPI Pusat di Villa Ara, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (26/2/2024), Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., MM, berperan sebagai narasumber.

BACA JUGA : Bimtek Penyusunan Perkada Turunan PDRD

Doktor Najamuddin Amy mengajak seluruh media untuk terus mendukung konten lokal yang sehat dan produktif. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian di Provinsi NTB.

Dalam pandangannya, acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk menguatkan keterlibatan media lokal. Tapi juga untuk memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan branding kearifan lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Siaran dan berita dari konten lokal kita yang produktif dan melimpah menjadi asa dan masa depan NTB bicara Siaran Sehat dan Berkualitas,” ujar Doktor Najam.

BACA JUGA : NTB Dari Rawan Pangan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Dalam paparannya, Dr. Najam fokus pada potensi Muatan Lokal dalam konten siaran, menekankan peran penting media lokal dalam mengangkat konten lokal di NTB. Konten lokal sebagai kontribusi vital dalam memperkuat branding kearifan lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Saat ini, pentingnya ekspos kearifan lokal dalam menciptakan daya tarik global sehingga sangat berdampak baik bagi NTB,” tambahnya.

Dr. Najam juga menyoroti bahwa konten lokal yang turut meramaikan panggung nasional menjadi pintu masuk bagi masyarakat luas. Termasuk dari luar daerah, untuk memahami dan mengapresiasi kearifan lokal di berbagai daerah.

“Saat ini, dengan segala sesuatu yang sudah sangat borderless, tanpa batas, ini menjadi kekuatan bagi kita bahwa kearifan yang kita miliki dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tandasnya.

BACA JUGA : Caleg Pendatang Baru Dapil Lombok Melenggang ke Senayan

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua KPI Pusat dan jajarannya serta Ketua KPID NTB beserta jajaran sebagai upaya bersama untuk memperkuat peran media lokal dan meningkatkan eksposur kearifan lokal di Indonesia. ***

 




NTB Dari Rawan Pangan Jadi Lumbung Pangan nasional

Pj Gubernur NTB menekankan komitmenuntuk terus bekerja sama guna mencapai kemandirian pangan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (PJ) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi hadir dalam peringatan ulang tahun ke-24 Masyarakat Petani Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA).

Kegiatan yang berorientasi kemandirian pangan itu diselenggarakan di Kantor Brida Provinsi NTB di Mataram, Senin (26/02/24).

BACA JUGA : Koperasi PKK Cahaya Abadi Adakan Rapat Anggota Tahunan

 Acara masyarakat petani ini diisi kegiatan sarasehan, seminar nasional, dan pameran pertanian organik sebagai rangkaian perayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Miq Gita sapaan Pj Gubernur menekankan komitmen untuk terus bekerja sama guna mencapai kemandirian pangan di seluruh masyarakat. 

Ia menyatakan kebahagiaannya atas transformasi NTB yang sejak tahun 1984 berhasil berubah dari daerah rawan pangan menjadi lumbung pangan nasional

NTB menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang belum terjamah oleh beras impor. Dan Miq Gita menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaga fokus pada kemandirian pangan ke depannya.

BACA JUGA : Caleg Pendatang Baru Dapil Lombok Melenggang ke Senayan

“Kami berkomitmen untuk mempertahankan daerah kita sebagai daerah berhasil dalam kemandirian  pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Ir H Sarjan, Ketua Maporina Provinsi NTB, menyampaikan tujuan peringatan ulang tahun MAPORINA Ke-24. Yakni  untuk mensosialisasikan efisiensi pertanian organik dan kualitas hasil yang memuaskan. 

Ia berharap UMKM anggota Maporina terus meningkat guna mendukung pertanian organik.

“Maporina juga hadir untuk mendekatkan para produsen dengan konsumen,” tambahnya.

BACA JUGA : MotoGP dan ARRC 2024, Peluncuran Tiket di Jakarta

Dengan demikian, perayaan ulang tahun Maporina tidak hanya menjadi momen untuk merayakan pencapaian. Sekaligus juga sebagai ajang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan. Manikp

 




Perdagangan dan Peranannya dalam Pembangunan Ekonomi

Dalam konteks perdagangan, terdapat peran penting dari dua entitas utama, yaitu produsen dan konsumen

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perdagangan merupakan salah satu cara umum mencari keuntungan. Merupakan kegiatan yang melibatkan transaksi barang dan/atau jasa, baik di dalam negeri maupun lintas batas negara. 

Badan Pusat Statistik menjelaskan, perdagangan bertujuan untuk pengalihan hak atas barang dan/atau jasa dengan imbalan atau kompensasi.

BACA JUGA : Pelabuhan Laut Kota Bima Ditinjau Pj Gubernur NTB

Dalam perdagangan, terdapat peran penting dari dua entitas utama, yaitu produsen dan konsumen
Perdagangan di pasar

Di Indonesia, regulasi perdagangan diatur oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, yang menekankan pentingnya peran perdagangan dalam pembangunan ekonomi.

 Namun, dalam perkembangannya, pengertian perdagangan perlu disesuaikan untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional.

UU tersebut mencatat peran perdagangan sebagai elemen kunci dalam meningkatkan pembangunan ekonomi. 

Namun, untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan yang ada, diperlukan kebijakan politik ekonomi yang mendukung dan mengembangkan ekonomi rakyat. Termasuk koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.

BACA JUGA : Rakor di Bima, Pj Gubernur NTB Dukung Lawan Destruktive Fishing

Dalam konteks perdagangan, terdapat peran penting dari dua entitas utama, yaitu produsen dan konsumen. Produsen mencakup pihak yang membuat atau menyediakan barang untuk diperdagangkan, sedangkan konsumen adalah pihak yang membeli barang atau jasa dari produsen.

Perdagangan merupakan konsep ekonomi dasar yang melibatkan pembelian dan penjualan barang dan jasa. Ini melibatkan kompensasi yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual atau pertukaran barang atau jasa antar pihak.

Dalam skala internasional, perdagangan memungkinkan negara-negara untuk memperluas pasar dan memperoleh barang dan jasa yang mungkin belum tersedia. 

BACA JUGA : Aset Pemprov NTB Dihibahkan untuk Tugas Pemerintahan

Hal ini menciptakan persaingan yang lebih besar di pasar global, menghasilkan harga yang lebih kompetitif dan produk yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Pentingnya perdagangan juga terlihat dalam pasar keuangan, di mana perdagangan merujuk pada pembelian dan penjualan sekuritas. Seperti saham di bursa efek, yang memainkan peran vital dalam aktivitas ekonomi global.***