Gubernur NTB bersama Menteri LHK Gelar Rapat Terbatas

Rapat terbatas (Ratas) yang digelar Gubernur NTB bersama Menteri KLH, antara lain membahas status konservasi Gili Trawangan 

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Rapat Terbatas (Ratas) digelar Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, Sc dan jajaran pada Jumat, (13/01/23) di Jakarta. 

Dalam ratas itu untuk membahas dan mencari solusi mengenai berbagai persoalan yang menyangkut masalah kehutanan dan lingkungan hidup di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Menata Ulang, Bukan Penggusuran di Trawangan

Presentasi Gubernur NTB dalam ratas yang membahas persoalan lingkungan hidup, mendaoat sambutan baik dari Menteri KLH

Beberapa yang menjadi pembahasan di antaranya status konservasi Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) di KLU telah resmi dicabut. 

Begitu pula dengan presentasi rencana Gili Petagan sebagai pulau untuk wisata konservasi keluarga, mendapat sambutan baik dr MenLHK mengingat rencana ini termasuk baru di Indonesia. 

Bahkan MenLHK menawarkan juga dibuat di sekitar Bendungan Jati Luhur Jawa Barat, dengan konsep menyatukan konservasi flora fauna dengan wisata keluarga.

Selain itu, usulan beberapa Perijinan Berusaha Pengelolaan Hutan di KLHK juga disetujui MenKLHK, termasuk ide pemanfaatan potensi kawasan hutan dan gili. 

Pada ratas tersebut juga turut mendiskusikan mengenai akselerasi terkait TPST Incenarator LB3 Fasyankes Lemer dan SK Bupati Lotim terkait Pencabutan IUPJLWA PT. ESL Sekaroh Lotim

“Alhamdulillah, semuanya tuntas dengan baik. Terima kasih Bu Menteri atas waktu dan perhatiannya untuk provinsi kami,” kata Bang Zul.

Sebagai informasi, Ratas yang digelar bersama Menteri LHK tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Gubernur ke Prov. DKI Jakarta.

Turut hadir pada ratas tersebut, yaitu  Sekjen LHK Dr. Ir. Bambang Hendroyono, Dirjen LB3 Rosa Vivin, Drjen PKTL Dr. Ir. Rwanda, Sekditjen PHKA, Direktur Konservasi, Dir BRPH Ditjen PHL, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong Dibiayai Anggaran Rp1,4 Triliun

Selain itu, salah satu aktor ternama Indonesia, Baim Wong juga turut hadir pada ratas tersebut dalam rangka membantu mempromosikan NTB. ***

 

 




Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

Workshop mikroplastik yang disampaikan Wagub NTB di Universitas NU, merupakan komitmen kampus ini terhadap lingkungan  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Warisan terbaik bagi anak cucu ke depan sebagai generasi penerus yang akan datang adalah meninggalkan lingkungan yang asri  dan lestari.

InsyaAllah akan survive selama bisa dijaga dan makin asri dan lestari ke depan, akan bisa memberikan kontribusi yang luar biasa.

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Wagub NTB mengapresiasi UNU NTB yang punya perhatian pada lingkungan

Wakil Gubernur NTB,. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikannya pada Workshop MikroPlastik ”Bagaimana Kondisi Mikroplastik Setelah Alih fungsi Sungai Menjadi Tempat Sampah” di Aula Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram (11/01/23).

Wagub juga mengapresiasi  ikhtiar-ikhtiar Civitas Akademika UNU yang sudah ditujukkan selama ini. 

Ia menyebut, salah satunya bayar SPP dengan sampah, melakukan kegiatan-kegiatan terkait lingkungan, kesehatan (pencegahan stunting), dan sosial keagamaan lainnya.

“Berdiri sudah delapan tahun, bagi umur sebuah Universitas masih kecil tetapi progresnya sudah luar biasa. Jadi ini harus terus dinamkan dan tingkatkan,” puji Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Ditambahkan Umi Rohmi, berbicara pada isu mikroplastik sudah berada pada posisi yang membahayakan kalo tidak peduli. 

Karena itu harus didorong agar terus dibentuk bank-bank sampah sehingga bisa menjadi nilai ekonomi bukan malah menjadi masalah bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bagian dari komitmen UNU terhadap lingkungan karena lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun daerah,” jelas Rektor Universitas HAMZANWADI, Pancor, Lombok Timur ini.

Sementara itu, Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M. Pd., menyampaikan terimakasih dan selamat datang di Kampus UNU.

Dijelaskan Baiq Mulianah, Kampus yang sudah berusia delapan tahun itu sudah memiliki 4.000 Civitas akademika, terdiri dari 4 Fakultas.

“Tentu saja apa yang dilakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar panjang apa yang menjadi misi berdirinya lembaga pendidikan,” ungkapnya.

Diceritakan Rektor UNU, sejak tahun 2018 awal kampus sudah menginisiasi terbentuknya bank sampah, dan mahasiswa-mahasiswi boleh boleh bayar SPP dengan sampah.

BACA JUGA: Pilah Sampah Dari Rumah, Ciptakan Lingkungan Sehat

“Walaupun jauh dari kata sempurna, setidaknya kita sudah menginisiasi dan memulai menebarkan kebaikan-kebaikan yang diyakini memiliki dampak positif,” pungkasnya. ***

 




Pilah Sampah Dari Rumah, Ciptakan Lingkungan Sehat

Dengan melakukan pilah sampah, kita telah melakukan hal yang benar untuk menjaga dari bencana lingkungan, sekaligus menyelamatkan ekosistem

lombokjournal.com ~ Kita sering mendengar atau membaca tentang Ekosistem. Apakah yang dimaksud dengan Ekosistem?

Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi sangat erat dan saling memengaruhi.

Lingkungan dan makhluk hidup (termasuk manusia) berlangsung interaksi yang erat, bila terjadi kerusakan lingkungan akan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.  

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem, Dimulai Pilah Sampah dari Rumah

Dengan melakukan pilah sampah dari rumah, lingkungan pun tak tercemar

Kerusakan lingkungan yang kita lihat sehari-hari seperti sungai yang tercemar oleh sampah dan limbah, tanah yang tercemar oleh plastik maupun polusi udara, adalah bukti nyata banyak lingkungan semakin rusak dari hari ke hari.

Pada masa sekarang, manusia menjadi faktor paling dominan dalam kerusakan lingkungan. Misalnya, penanganan sampah yang salah akan mengakibatkan pencemaran sungai, tanah dan udara. 

Contoh paling dekat adalah dalam penanganan sampah

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Jalillah mengatakan, penanganan sampah yang dihasilkan manusia kalau tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan kerusakan ekosistem.

Pilah sampah dari rumah merupakan faktor terpenting dalam mengelola sampah, katanya.

“Mengelola sampah dengan baik merupakan cara agar ekosistem kita tidak terancam,” kata Wagub NTB.

Maka untuk menyelamatkan lingkungan, yang berarti juga menyelamatkan hidup manusia dalam jangka panjang, salah satunya bisa dimulai dari penanganan sampah yang benar.

Pilah Sampah

Pemilahan sampah yaitu kegiatan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis, jumlah dan/atau sifat sampah. 

Pemilahan sampah di rumah bisa dikelompokkan menjadi 3, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah residu. Tujuan pemilahan sampah yaitu untuk mempermudah pengelolaan sampah selanjutnya. 

Selain memudahkan pengelolaan sampah selanjutnya, pemilahan sampah organik dan anorganik dapat mengurangi pencemaran udara. Sebab pendemaran udara salah satunya diakibatkan oleh penumpukan sampah, tercampurnya antara sampah organik dan anorganik.

Pencemaran udara dapat menimbulkan masalah kesehatan,terutama yang berhubungan dengan paru-paru dan pernapasan. 

Manfaat lain dari pemilahan sampah dari rumah, yaitu dapat menambah nilai ekonomi dari hasil sampah yang terpilah tersebut. 

Karena itu, sangat tepat anjuran kita memilah sampah mulai dari sumbernya, yaitu dari rumah. Karena memilah sampah dari rumah ternyata dapat memberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan

BACA JUGA: Pilah Sampah, Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Berikut ini adalah cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah masing-masing yang dapat membantu kelestarian lingkungan kita :

  • Menyediakan tempat sampah (karung pemilah) terpilah 3 di rumah kita masing-masing (Organik, Anorganik, Residu)
  • Memilah sampah sesuai jenisnya (organik, anorganik, residu)
  • Sampah hasil pemilahan yang mempunyai nilai ekonomi disetorkan ke Bank Sampah terdekat atau dibuat kreasi daur ulang
  • Sampah organik dari hasil pemilahan sebaiknya dikelola secara mandiri (misal dijadikan pupuk kompos, pakan ternak atau pakan maggot).
  • Sampah residu diserahkan ke pengelola sampah untuk dibawa ke TPA
  • Perpanjang usia makanan untuk mengurangi jumlah sampah organik
  • Melakukan Zero waste, menyediakan makanan secukupnya jangan berlebihan.
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Melakukan ini sebenarnya tidak sulit. Hanya membutuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang sehat. 

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

Dangatlah mulia bila masing-masing warga bersama-sama melakukan pilah sampah dari rumah masing-masing, mulai dari sekarang. Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan yang akan diwariskan kepada anak cucu. *** 

 




Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Sudah banyak dilakukan dialog antara Denmark dan Pemprov NTB, khsususnya bagaimana menguatkan dan membantu dalam penanganan sampah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB menggandeng Denmark menjadi salah satu mitra kerjasama NTB dalam hal pengelolaan sampah dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, NTB telah mulai menjalankan program pengelolaan sampah “zero waste” NTB Bersih. Di antaranya melakukan pengurangan jumlah sampah, daur ulang, dan penggunaan kembali sejak tahun 2019 lalu. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Tim Bornholms Affaldsbehandling (BOFA) Denmark di Aula Pendopo Wagub, Senin (09/01/22).

BACA JUGA: Masalah Lingkungan Tidak Main-main, Ini Kata Wagub NTB

Kata Wagub, Pemprov NTB menggandengan Denmark yang berpengalaman dalam penanganan sampah
Wagub Sitti Rohmi dan Jens Hjul Nielsen, CEO of BOFA

“Kita sudah melakukan itu (program zero waste) sejak 2019 lalu. Kita juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota. Mulainya step by step, tapi memang itu bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu,” jelas Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

NTB membutuhkan pengalaman Demark dalam hal pengelolaan sampah. Sebab Denmark telah melakukan persiapan dan transisi energi sejak 50 tahun lalu dan sangat unggul dalam pendekatan sirkular ekonomi sampah.

“Sejak Oktober lalu, sudah banyak dialog antara Denmark dan Indonesia tentang bagaimana menguatkan dan membantu satu sama lain dalam penanganan sampah. Kami sudah berjalan jauh dan tentu belum selesai. Namun, kami merasa sangat senang bisa membagi pengalaman tersebut ke Indonesia. Ini merupakan sebuah awal yang baik,” tutur Jens Hjul Nielsen, CEO of BOFA. 

Ia melanjutkan,  kerjasama antara Denmark-Indonesia dilatar belakangi oleh sumber daya bumi yang terbatas namun penduduknya semakin bertambah, yaitu sekitar 8 miliar jiwa.

“Dalam situasi tersebut, kita harus lebih baik dalam pengelolaan sampah. Itu yang kami kerjakan dengan rekan kami di Indonesia. Yang paling penting adalah bagaimana sikap masyarakat terhadap sampah. Kalau itu terwujud, pasti akan bisa menyelesaikan masalah yang ada,” tambah Jens.

Sebagai informasi, Denmark pertama kali berkunjung ke NTB pada Oktober 2022 saat melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemprov NTB. 

Kemudian, rombongan dari Pemprov juga berkunjung ke Denmark pada bulan November untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi 

Kunjungan ketiga Denmark ke NTB akan direncanakan pada bulan Maret mendatang.

Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Asisten I dan Asisten II Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Menyelamatkan Ekosistem, Dimulai Pilah Sampah dari Rumah

Untuk menyelamatkan lingkungan, menurut Wagub NTB membutuhkan perhatian khusus dan serius untuk hindari bencana alam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Memilah sampah dari rumah merupakan langkah awal untuk turut menyelamatkan ekosistem. 

Penegasan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah itu disampaikan saat menjadi keynote speaker webinar series TP.PKK Provinsi NTB “Kesiapsiagaan Bencana Musim Penghujan Dari Rumah”.

Webinar bertema “Kebijakan Zero Waste Dalam Mewujudkan NTB Gemilang” melalui zoom meeting, hari kamis (05/01/22).

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Menyelamatkan ekosistem bisa dimulai pilah sampah dari rumah

“Pilah sampah dari rumah adalah faktor terpenting dan terbesar dalam kita mengelola sampah, bagaimana bank sampah terkelola dengan baik, semua adalah cara agar ekosistem kita tidak terancam,” ungkap Wagub NTB.

Ketidaksadaran memikirkan kondisi alam dalam memenuhi kebutuhan, mengakibatkan kondisi lingkungan terancam.

Ini membutuhkan perhatian khusus dan serius. Mengabaikan kondisi alam, mengakibatkan sering terjadinya bencana alam, longsor, perubahan iklim dan lain sebagainya.

Dikatakan, perubahan iklim dari musim hujan dan kemarau yang tidak menentu, menyebabkan pekerjaan menjadi terganggu, dan itu semua karena ekosistem telah terganggu oleh ulah manusia sendiri.

Emisi gas kaca, pemanasan global sudah menjadi hal yang sangat emergency untuk ditangani bersama. Tentu ini menyebabkan ekosistem dan keseimbangan di bumi terganggu.

NTB Bersih atau Zero Waste

Dalam mengatasi itu, di NTB memiliki beberapa program yang salah satunya yaitu NTB Bersih atau Zero Waste. Tentang bagaimana mengelola sampah, agar sampah tidak jadi musibah, dan bagaimana sampah dipilah agar menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Sumber dari banyak permasalahan sampah adalah sampah organik yang di hasilkan seperti dari bekas makanan dan lain sebagainya. Sampah organik ini kalau tidak di pilah bisa menyebabkan bau, penyakit. Itulah mengapa pentingnya pilah sampah dari rumah. Sehingga PKK, Dharma Wanita, BKOW dan organisasi lainnya sangat besar perannya agar bagaimana di NTB ini bisa memilah sampah dari rumah,” papar Ummi Rohmi sapaan wagub..

Harapannya, memilah sampah dari rumah harus dikampanyekan secara masif dan bersungguh-sungguh bersinergi, maka impact nya luar biasa bagi NTB. Sehingga resiko sampah menjadi penyakit hilang.

Ummi Rohmi juga menyampaikan bagaimana agar desa tangguh bencana,  masyarakatnya paham dengan potensi bencana yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal, bisa terproteksi agar semua bisa tanggap bencana.

“Semangat semua, sehat, terus berkolaborasi, mulai dari rumah, mari kita pilah sampah dari rumah, pilah antara sampah organik dan anorganik, karena dengan memilah sampah lah kita bisa memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan di NTB ini,” katanya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah ikut menjelaskan, perubahan iklim dan efeknya tanpa disadari merupakan dampak dari pola hidup yang kurang positif.

Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan pertambahan jumlah sampah, di sisi lain pengelolaan sampah belum baik. Ditambah dengan pola hidup konsumsif saat ini. Padahal total keseluruhan sampah yang ada sekitar 62 persen dari sampah rumahtangga.

BACA JUGA: NTB Sebagai “Land of Infinitive Experiences”

“Semua akan bermuara kepada kita sendiri, misalnya kita meninggalkan sampah di plastik sembarangan, kemudian hilang. Sampah dibawa ke sungai kemudian laut, sampah di laut dengan efek pemanasan global plastiknya akan mencair, kita kira hilang ternyata tidak, plastik berubah menjadi mikroplastik, dimakan oleh ikan, ikan ditangkap kemudian kita makan. Akhirnya kita sedang meracuni diri kita sendiri karena didalam ikan itu banyak penyakitnya”, jelas Bunda Niken. 

Diharapkan, semua memiliki paradigma sama, mengubah pola pikir, memberikan pendidikan sejak dini kepada anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya. 

Dan memilah sampah, memperhatikan lingkungan, bersikap aktif dalam menyelamatkan bumi makan akan memberikan dampak yang signifikan. ***

 

 




Aksi Bersih-Bersih Pantai Kembali Dimasifkan,

Aksi menjaga lingkungan merupakan kesadaran untuk menghindari bencana 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Aksi bersih-bersih pantai berlangsung di sepanjang pantai Mapak Indah, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Rabu (28/12/22).

Aksi bersih-bersih pantai ini bermaksud menciptakan lingkungan yang bersih dan pantai yang indah.

Aksi bersih-bersih itu merupakan Pemerintah Provinsi NTB bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram, TNI Polri bersama masyarakat. 

BACA JUGA: Pemilahan Sampah Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Aksi bersih-bersih pantai salah satu cara menghindari bencana lingkungan

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, menjaga lingkungan menjadi faktor penting untuk meminimalisir terjadinya bencana. 

Bencana banjir dan longsor yang kerap melanda daerah di seluruh NTB pasti memiliki penyebab, antara lain karena kurangnya kesadaran manusia menjaga lingkungan dan hutan.

“Mari kita satukan energi dan semangat untuk menjaga lingkungan dan daerah kita aman dari bencana,” tegas Wagub NTB.

Ia menyampaikan sambutan itu pada apel Aksi Sinergi Penyuluhan dan Tibum Kamtibnas dan Kegiatan Bersih Pantai.

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB mengingatkan, Pemerintah Provinsi tak kenal lelah mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan. Tidak boleh ada lagi ilegal logging dan hutan-hutan di NTB harus tetap hijau.

“Hari ini kita kumpul bersama, menyatukan semangat kita untuk mengatasi bencana di daerah kita,” ajak Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengajak semua elemen masyarakat untuk mengelolah sampah dengan baik. Jika sampah mampu dikelola dan dipilah dengan baik, maka bencana banjir mampu diatasi. Tak hanya banjir tapi berkah dari sampah bisa dimanfaatkan untuk merajut ekonomi masyarakat.

“Mari kita saling menjaga, agar masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya,” harap Ummi Rohmi.

Seperti diketahui, puluhan rumah warga yang berada di sepanjang pantai Mapak mengalami kerusakan parah akibat gelombang tinggi dan hujan angin yang mengguyur seluruh wilayah NTB pada 23-25 Desember 2022 lalu. 

BACA JUGA: Pemilahan Sampah di NTB Masih Jadi PR Besar

Selain itu, dari kejadian tersebut banyak sampah dan puing rumah warga yang berserakan di sepanjang pantai Mapak indah Kelurahan Jempong Baru.

Dalam aksi bersih-bersih pantai telah melibatkan berbagai stakeholder terkait seperti TNI polri, Pol PP Provinsi NTB, Pol PP Kota Mataram, Dinas LHK NTB, BPBD NTB   dan BPDB kota Mataram serta berbagai peluyuhan kota dan provinsi. ***

 

 




Pemilahan Sampah Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Dalam isu lingkungan, Kota Mataram menghasilkan banyak inovasi seperti pemilahan sampah dan budidaya maggot untuk pelet dan pupuk

MATARAM.lombokjournal.com ~ Memilah sampah dari rumah adalah kunci, selain mengurangi timbunan dan bernilai ekonomis juga mendukung pertanian dan kesehatan. 

Kota Mataram dinilai banyak inovasi dalam pemilahan sampah yang mengurangi jumlah sampah

“Sampah organik akan menimbulkan bau dan penyakit, itu sebabnya pilah sampah dari rumah sangat penting dilakukan,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, Rabu (28/12/22). 

BACA JUGA: Organisasi Perempuan Punya Kekuatan Hebat

Saat peluncuran instalasi pemilahan sampah “Inges” di Karang Bedil, Mataram Timur, Wagub mengapresiasi Kota Mataram yang menghasilkan banyak inovasi terutama dalam isu lingkungan. 

Sebagai etalase daerah, kota Mataram yang terpilih sebagai kota paling inovatif se Indonesia, diakuinya telah banyak berbenah terlebih menyelesaikan persoalan sampah dan sanitasi berbasis lingkungan, yang juga menjadi konsen Pemerintah Provinsi. 

Walikota Mataram, HM Mohan Roliskana mengatakan, inovasi terutama dalam hal penanganan sampah terus didorong hingga ke kelurahan sebagai salah satu pencapaian birokrasi. 

“Reduksi sampah kota hari ini sudah dua ratus ton per hari dari 280 ton dari pemilahan sampah dan budidaya maggot untuk pelet dan pupuk,” ujar Mohan. 

Ditambahkannya, Kota Mataram tengah bersiap membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Sandubaya Cakranegara senilai 15 miliar. 

Fasilitas itu akan dilengkapi dengan budidaya maggot dan proses sampah organik menjadi solar (pyrolisis). 

BACA JUGA: Target Zero Waste, Kuncinya adalah Pemilahan Sampah

Diharapkan, tahun depan fasilitas tersebut sanggup mengurangi biaya sewa TPA sebesar 1,3 miliar setahun untuk efisiensi anggaran. ***

 

 




Pemprov NTB Bertekad Wujudkan Net Zero Emission 2050

Pemprov NTB dan PLN melakukan penandatanganan MoU dalam upaya mewujudkan Net Zero Emission 2050 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Momentum kali ini merupakan saat yang tepat untuk menjadikan dan menerapkan Provinsi NTB sebagai Provinsi Green Tourism, Green Energy dan Green Industry.

Hal itu dikatakan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menandatangani dua MoU dengan PLN di antaranya, Implementasi dan Pengembangan Teknologi Kendaraan Listrik serta Pengembangan, Penyediaan dan Pemanfaatan Biomassa di Hotel Santika, Mataram, Selasa (27/12/22).

Penandatanganan MoU antara Pemprov NTB dan PLN merupakan salah satu upaya mewujudkan Net Zero Emission 2050 di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Bangga Menggunakan Produk Lokal, Ini Kata Gubernur NTB

Penandatangan MoU antara Pemprov NTB dan PLN NTB

“Saya sangat senang karena tepat hari ini perjalanan yang panjang dengan langkah pertama dalam hal Net Zero Emission telah kita lakukan. Bahkan negara-negara Skandinavia tertarik kepada Provinsi NTB untuk bekerjasama dan berpartisipasi mengenai green energy,” ucapnya.

Diharapkan langkah ini dapat menjadikan Provinsi NTB sebagai percontohan bagi Provinsi lain di Indonesia, mengenai Net Zero Emission. Apalagi Provinsi NTB memiliki misi yang sama dengan Indonesia, namun 10 Tahun lebih dulu mewujudkannya.

Selain kegiatan tanda tangan MoU, Gubernur NTB juga meresmikan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang ke 6 di NTB.

Gubernur Zul mengapresiasi langkah teman-teman SMK yang melakukan 64 menit konversi motor BBM ke Listrik sebagi kado hari ulang tahun Provinsi NTB.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo, mengapresiasi komitmen Provinsi NTB 10 tahun lebih awal dari Indonesia dalam mewujudkan Net Zero Emission.

“Saya juga turut bangga dengan langkah yang dilakukan Provinsi NTB dalam menerapkan Net Zero Emission 2050 dan kami dari PLN siap mendukung demi mewujudkannya,” tegasnya.

Dalam laporannya juga ia berkomitmen untuk menambah jumlah SPKLU yang berada di NTB. 

“Saat ini terdapat 6 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di NTB, Insyaallah akan kami tambah 2 lagi guna mewujudkan Green Energy dan NTB Gemilang,” tuturnya.

BACA JUGA: Monitoring Ketersediaan Stok dan Harga Pangan di NTB

Ia melaporkan, pihaknya telah melakukan uji coba 100 persen pelaksanaan Co-Firing PLTU dengan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu menggunakan bonggol jagung di PLTU Sumbawa Barat dan hasilnya berjalan dengan baik. ***

 

 




ATM Sampah Dompu, Mampu Kurangi Sampah 1 ton Sehari

Wagub NTB Apresiasi adanya ATM Sampah di Dompu, penanganan sampah di NTB dilakukan berbasis teknologi

DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, mengunjungi Bank Sampah Mountrash yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Dompu, Jumat (23/12/22). 

Pemprov NTB menyiapkan mesin ATM Sampah untuk mengurangi timbulan sampah plastik di NTB

“Alhamdulillah, Bank Sampah ini mampu mengurangi sampah satu ton dalam sehari, kapasitasnya kita dorong untuk terus bertambah”, ujar Wagub. 

BACA JUGA: Mengelola Sanpah dengan Digitalisasi, Bisa Dikembangkan di NTB

Bersama Bupati Kabupaten Dompu, Bapak H.Kader Jaelani, bank sampah yang bekerja sama dengan PT Mountrash Avatar Indonesia, sejak Januari silam menggunakan Dropbox.

ATM Bank Sampah yang menggunakan Aplikasi Mountrash dengan cara diunduh, Scan QR pada DropBOX dengan App Mountrash, dan memasukkan botol plastik ke dalam DropBOX. Untuk jenis sampah yang ingin di masukkan telah tertera dalam aplikasi.

Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Mountrash menyiapkan mesin ATM Sampah dalam upaya mengurangi timbulan sampah plastik di NTB. 

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB mencatat jumlah sampah plastik yang dihasilkan masyarakat di NTB sekitar 300 ton per hari.

Melalui mesin ATM Sampah, penanganan sampah di NTB dilakukan berbasis teknologi. Masyarakat yang membawa sampah botol plastik dan kaleng ke ATM Sampah, akan mendapatkan cuan yang langsung masuk ke akun Mountrash yang dapat diunduh di Android. 

Satu botol plastik atau kaleng dihargai sebesar Rp50.

“Mesin ATM Sampah ini sangat cocok ditaruh di semua kawasan. Dropbox ATM Sampah ini bisa ditaruh di perumahan, sekolah, perkantoran, pertokoan. Karena mereka pasti menghasilkan sampah plastik,” kata Titik Nuraini, Co founder Mountrash

“ATM sampah ini kita ingin kembangkan ke seluruh NTB, bank sampah yang saat ini masih tradisional harus menabung dengan buku tabungan sekarang bisa digitalisasi, diurus secara online,” tambahnya. 

Pemkab Dompu saat ini  baru memiliki sarana dan pra sarana 11 dump truck kapasitas 8 M3, 3 unit amrol dengan kapasitas 6 M3, dan 9 unit kontener sampah. 

Sementara perkiraan jumlah produksi sampah oleh 247.732 orang penduduk Dompu sekitar 375,35 M3 per hari atau 137.003,3 M3 per tahun. 

Sehingga sampah yang bisa terangkut dalam satu harinya hanya 130 M3 per hari atau setara dengan 35 persen. 

BACA JUGA: Wagub Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Bekerja sama dengan Mountrash Avatar Indonesia, Pemkab Dompu mendorong terbentuknya bank sampah di sekolah – sekolah dan bank sampah Desa/Kelurahan sebagai bentuk inovasi untuk menghindari sampah tersebut 100 persen masuk ke TPA. Dari bank sampah mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan di area publik. 

Hasil pemilahan itu diharapkan dapat dikelola Bank sampah menjadi barang bernilai ekonomi hingga 30 persen. ***

 




Mengelola Sampah Dengan Digitalisasi, Bisa Dikembangkan di NTB

Ini baru dikenalkan, mengelola sampah cara digital, yang recananya akan dikembangkan ke seluruh NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mendukung hadirnya ATM Sampah yang ditawarkan PT Mountrash Avatar Indonesia saat audiensi di ruang kerja Wagub, Rabu (21/12/22).

Menurut Wagub, sampah memang harus punya daya tarik untuk menghasilkan uang, dan harus konsisten terus menerus diupgrade.

BACA JUGA: Sertijab Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB

Wagub NTB mendukung cara mengelola bank sampah yang konvensional bisa didigitalisasi
ATM SAMPAH

“Kalau saya senang sekali, saya maunya tidak hanya sekedar demo saja tapi langsung bisa dimanfaatkan,” jelas Ummi Rohmi. 

Seperti yang diketahui, kendala juga muncul baik itu dari alat-alat, sistem dan penjualan yang tidak lancar, jadi koordinasi pun diminta untuk terus dilakukan. 

Harapannya sampai hilir dan ada garansi sampah akan terus menerus terbeli.

PT Mountrash Avatar Indonesia juga bergerak di bidang AKS atau aplikasi bank sampah. ATM sampah adalah dimana bank sampah dan massa beban sampahnya bisa dibuat lebih sederhana untuk kemudian dipilah sampahnya.

Cara menggunakan Dropbox ATM Bank Sampah ini pertama dengan men-download dan registrasi Aplikasi Mountrash, kedua Scan QR pada DropBOX dengan App Mountrash, dan terakhir Masukan botol plastik ke dalam DropBOX. 

Untuk jenis sampah yang ingin di masukkan telah tertera dalam aplikasi. 

Titik Nuraini selaku Founder dan Direktur Partnership juga menjelaskan, mereka selama ini ingin mengembangkan bank sampah yang konvensional bisa didigitalisasi.

“ATM sampah ini kita ingin kembangkan ke seluruh NTB, bank sampah yang saat ini masih tradisional harus menabung dengan buku tabungan sekarang bisa digitalisasi, di urus secara online,” kata Eni

Bank sampah yang ada di sekolah digunakan untuk pendidikan karakter, karena dilihat 75 persen orang indonesia tidak sadar akan kedisiplinan dalam kebersihan, jadi akan terukur berjenjang dari SD hingga SMA.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan Tokoh Moderasi Beragama

“Jadi semua akan terdata ibu, seandainya warga di NTB ini sudah berapa yang teredukasi dan pertumbuhan nya seperti apa dalam bulan pertama dan seterusnya, akan terlihat termasuk sampahnya”, tambahnya.

Harapan dari pihak Mounthrash dapat terjalin kerjasama untuk penanganan sampah di NTB karena dilihat sampah masih jadi masalah bersama, sehingga hadir memberikan solusi dengan cara era saat ini yaitu digitalisasi. ***