NTB Jadi Pusat Data iklim Terbesar di Asia Tenggara

Provinsi NTB siap sebagai daerah pengambilan data iklim sebagai konsen terhadap isu lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat siap dijadikan sebagai daerah pengambilan data iklim terbesar di Asia Tenggara.

Kesiapan tersebut merupakan bentuk nyata Provinsi NTB yang selalu konsen terhadap isu lingkungan. Sejalan dengan misi NTB Asri dan Lestari untuk mewujudkan NTB Gemilang. 

Wagub NTB  mendengar presentasi proyek Alas Strait Climate Alliance
Presentasi John Laurence Higson

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat menerima presentasi John Laurence Higson selaku Direktur PT. Eco Solutions Lombok di Ruang Kerja Wagub, Kamis (30/06/22).

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika, Lokomotif Pemulihan Pariwisata

Audiensi Higson sendiri kepada Wagub NTB  guna mempresentasikan proyek Alas Strait Climate Alliance bersama (ASCA) PT. ESL.

We are ready,” ucap Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Sementara itu, kedatangan John Higson bersama timnya untuk memaparkan berbagai program terkait lingkungan dan pembangunan berbasis rendah karbon di Provinsi NTB yang akan menjadi daerah prioritas pendanaan FCDO untuk proyek Alas Strait Climate Alliance. 

PT ESL telah mengusulkan ke lembaga donor atas nama proyek ASCA lebih dari 100 unit peralatan stasiun cuaca yang akan disebar di wilayah agroforestry dan smart farming NTB.

Dari 100 unit stasiun cuaca, 5 di antaranya sudah tiba sebagai tahap awal pengiriman. 

Hal ini akan menjadikan NTB sebagai daerah pengambil data iklim terbesar di Asia Tenggara. Sponsorship ini adalah melalui kerjasama dengan Pessl Instrument-Austria yang merupakan mitra dari PT ESL.

BACA JUGA: Wapres Pastikan Wabah Terkendali di Musim Qurban

Dijelaskan Higson, mereka akan datang ke NTB pada tanggal 11-15 Juli untuk memasang 5 stasiun cuaca pertama, dan memberikan training untuk pejabat Pemerintah NTB dan Dosen UNRAM serta UNRAM tentang cara penggunaan alat tersebut. ***

 




Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD 

Penerapan Eco Office diapresiasi Wagub NTB, dan mendorong agar Eco Office tetap diterapkan secara konsisten

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., didampingi Asisten l Setda,  Kadis LHK, dan Karo Umum meninjau pelaksanaan Eco Office di Kantor Gubernur, Mataram, Selasa  (14/06/22).

Ia mengapresiasi telah diterapkan Eco Office di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Progresnya dinilai cukup bagus meski belum sempurna. 

BACA JUGA: Krame Dise Gagak Hitam Bantu TNI-POLRI Jaga Kamtibmas

Pelaksanaan eco officr ditinjau Wagub NTB

Dan Umi Rohmi sapaan akrab wagub menginginkan kantor Setda NTB bisa menjadi barometer OPD lainnya.

“Untuk mencapai kesempurnaan itu, perlu kita dorong tahun 2022 ini Eco Office tetap diterapkan secara konsisten,” tegasnya.

Mengenai pengelolaan sampah dinilai sudah bagus, semua orang di kantor tidak memakai pupuk anorganik tapi sekarang harus menggunakan pupuk organik.

“Semuanya harus menggunakan pupuk organik karena sudah bisa produk pupuk begitu juga di tempat lain seperti Bappeda dan banyak OPD lain sudah banyak diproduksi,” katanya.

Umi Rohmi menginginkan lebih sempurna karena harus membuat contoh kepada masyarakat sehingga penerapan Eco Office harus lebih baik. 

Ia meminta pegawai lingkup Pemprov NTB jangan buang sampah sembarangan.

“Jangan menganggap seperti ini enteng, satu plastik pun tidak boleh ada di bawah,” tegasnya.

Umi Rohmi mengharapkan tidak hanya slogan Eco Office saja ditempel, yang penting  melainkan pelaksanaannya. Contohnya, taman-tamannya sudah bagus, tapi kalau rumputnya seperti ini (tidak terawat) bukan taman namanya.

Menurut catatan Lombok Journal.com, penerapan eco office atau kantor ramah lingkungan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB, mulai diungkapkan sejak awal Agustus 2021.

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah pada Usia Dini

Penerapan Eco Office memberikan dampak positif, yakni pengelolaan sampah, melakukan pengelolaan limbah, penghematan air bersih, penghematan listrik, penghematan ATK, adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), menjaga kerapihan, kebersihan dan keindahan, pengadaan barang dan peralatan lingkungan.

Wagub Sitti Rohmi waktu itu mengatakan, agar penerapan Eco Office yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup di seluruh OPD dapat dimulai pada bulan Agustus 2021.*** 

 

 

 

 




Tata Kelola Sampah di MXGP Samota, Ini Persiapan Pemprov

Pemprov NTB sudah disiapkan tata kelola sampah di event MXGP yang diperkirakan menumpuk 35 ton sehari 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Zero Waste Dinas LHK NTB memproyeksikan timbunan sampah dari perhelatan Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, yang berlangsung tanggal 24 – 26 Juni 2022,  menumpuk sebanyak 35 ton dalam sehari.

Bayangkan, gelaran MXGP yang diprediksi mendatangkan sekitar 50 ribu penonton. Titik-titik keramaian pasti menghasilkan berbagai jenis sampah, baik organik maupun non organik. 

Maka tata kelola harus dipersiapkan untuk mengatasi sampah tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut., M.A.P, megatakan, pihaknya telah menyiapkan cara agar sampah yang dihasilkan terkelola dengan baik sesuai dengan konsep Zero Waste.

BACA JUGA: Event MXGP Pacu pertumbuhan Investasi Daerah

Tumpukan sampah

“Penyiapan tata kelola sampah akan dilakukan melalui sejumlah tahapan proses yang menjadi pedoman penangan sampah di event MXGP yakni pemilahan, penanganan dan edukasi,” ucapnya.

Pertama yaitu, Pemilahan. Pemilahan dilakukan selama event berlangsung, sejak dari sumber sampah yaitu di pada tiap-tiap tempat sampah yang telah terpilah terbagi 2 (organic dan An Organik). 

Selanjutnya sampah dipilah menjadi 3 yaitu An Organik Ekonomis (Botol, Gelas plastik, Kardus dan material yang bisa dijual), An Organik Non Ekonomis (bungkus nasi, sachet, plastik kemasan, dan lain-lain) dan Organik.

Kedua, Penanganan. Penanganan dilakukan terhadap Bak Sampah Terpilah di 100 titik yang telah tersedia dan di titik-titik timbulan sampah dalam area tersebut. 

Dan terakhir, Edukasi. Proses edukasi dilakukan oleh Tim Zero Waste dan para relawan terhadap para pengunjung/penonton, yang dilakukan melalui pemasangan beberapa spanduk edukasi yang dipasang di lokasi strategis sekitar sirkuit.

Lanjutnya tak hanya cara tersebut yang telah disiapkan, kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia), Tim Relawan, Tim Zero Waste dan penyiapan sarana prasarana dalam penanganan sampah MXGP Samota juga tak luput dari perhatian.

“Untuk melengkapi SDM, sarana dan prasarana, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB telah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa serta stakeholders terkait dan akan mengcover mengenai hal tersebut” ungkapnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak KSB Hadirkan Event Internasional

Terdapat 6 (enam) unit truk sampah yang akan mengcover 2 (dua) TPS (Tempat Penampungan Sementara), 3 (tiga) unit roda tiga, satu unit pickup yang diperuntukkan sebagai armada pengangkuan sampah pada 100 titik tempat sampah yang telah disediakan. Kolaborasi juga dilakukan dengan KPH lingkup Kabupaten Sumbawa berupa mobil patroli 4 (empat) unit serta motor patroli 4 (empat) unit ditambah 2 (dua) unit megaphone untuk edukasi penonton agar tertib sampah.

Sementara terkait SDM akan didukung oleh tenaga relawan dan Tim Zero Waste sebanyak sekitar 160 – 170 tenaga yang berasal dari Dinas LHK NTB, Satgas Zero Waste, Komunitas, Pramuka, Dinas LH Sumbawa serta tenaga dari Balai KPH di wilayah Pulau Sumbawa.

“Tata kelola yang disertai dengan sarana dan prasana pendukung ini untuk memastikan, agar tata kelola sampah berjalan baik pada event internasional MXGP. Kami berharap upaya ini, dapat didukung oleh semua pihak temasuk penyelenggara dan maupun regulator perijinan, agar tercipta lingkungan NTB Bersih dan Lestari,” kata Julmansyah.***

 




Bunda Niken: Menyelamatkan Lingkungan Dimulai dari Rumah

Kata Bunda Niken, salah satu program TP PKK NTB yakni melibatkan rumah tangga untuk mengurangi dan mengelola sampah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menyelamatkan lingkungan harus dimulai dari rumah. Setelah rumah bersih dan sehat, sampah yang dipilah dan dikelola berdampak besar pada lingkungkan bahkan dunia. “Sampah di NTB ini 62 persen berasal dari rumah tangga. Kalau semua bergerak sudah pasti besar dampaknya pada percepatan penanganan sampah dan lingkungan NTB,” ujar Ketua TP. PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah di Studio RRI Mataram, Rabu (08/06/22).

Bunda Niken bicara penanganan sampah mulai dari rumah
Bunda Niken

Istri Gubernur NTB yang akrab disapa Bunda Niken ini menambahkan, program pemerintah dalam persoalan sampah mulai dari pengelolaan dan penanganan telah banyak dilakukan . Namun, kesadaran dan perilaku masyarakat perlu terus ditingkatkan.

Salah satu dari banyak program Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB adalah melibatkan rumah tangga untuk terus menerus sadar mengurangi dan mengelola sampah sendiri di rumah.

BACA JUGA: PKK NTB Bersama Unicef Wujudkan Percepatan BASNO 

“Produksi sampah sehari hari ini kalau dikelola dengan baik berhubungan dengan banyak hal mulai kebersihan, kesehatan, ekonomi sampai yang besar seperti zero waste, pariwisata bahkan memperbaiki lingkungan dunia,” sebut Bunda Niken.

Dikatakannya, melalui gerakan “Bersih Bersih Rumah Kita” yang digagas TP PKK NTB diharapkan semua pihak, melalui kader-kader PKK dan anggota keluarga lainnya, menjadi pembawa pesan penyelamatan lingkungan melalui perilaku sehari hari.

Sementara itu, aktivis lingkungan dan praktisi sampah Aisyah Odist mengegaskan, pengurangan produksi sampah harus ditangani serius. Sampah yang tak tertangani dalam pengelolaan karena volume yang sangat besar mencemari lingkungan.

“Kalau sudah tercemar, tidak ada cara efektif dan berbiaya murah untuk memperbaiki lingkungan,” tegasnya.

Dikatakannya, mengurangi sampah dengan produk daur ulang dalam penanganan hanya bagian kecil dari penyelamatan lingkungan.

BACA JUGA: Upacara Pelepasan Akhiri Kegiatan Latsitardanus XLII

Pengelola Bank Sampah NTB Mandiri ini menjelaskan, ia bersama komunitas bank sampah selalu siap mendukung langkah yang dilakukan oleh pemerintah.

Kegiatan sosialisasi dalam talkshow RRI ‘Kentongan’ tersebut juga disiarkan secara daring melalui akun media sosial secara interaktif bersama pendengar RRI NTB.***

 




PKK NTB Bersama UNICEF Wujudkan Percepatan BASNO

Bunda Niken berharap PKK NTB jadi mitra strategis UNICEF untuk mengedukasi remaja anak anak melalui Posyandu Keluarga,

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Penggerak  PKK Provinsi NTB menjalin kerjasama dengan United Nation Children’s Fund (UNICEF) bersama Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) NTB terkait Percepatan Buang Air Sembarang Nol (BASNO) dan Kampanye Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Ketua TP – PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah sangat mendukung berbagai program yang  dilakukan oleh UNICEF dan YKMI. 

Bunda Niken (kiri)

“PKK Provinsi NTB bersama Dasawisma,  sangat mendukung berbagai program yang dilakukan oleh UNICEF dan YKNI. Harapannya agar PKK dapat menjadi mitra strategis terutama untuk mengedukasi remaja anak anak melalui Posyandu Keluarga,” tutur Bunda Niken saat menerima audiensi UNCEF dan YKMI di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/06/22).

BACA JUGA: Bunda Niken di Lobar, Menguatkan Manajemen PKK

Koordinator Pembangunan Bidang Kesehatan dan Sosial Budaya Bappeda Provinsi NTB, Taufiq Hari Suryanto, SKM.,mengatakan, kehadiran perwakilan UNICEF untuk melihat secara langsung program-program yang telah dilaksanakan oleh YKMI NTB.

“Tadi kami sudah meninjau sekolah SLB 2 Mataram di Cakranegara dan beliau puas melihat perkembangan sarana dan prasarananya, Kami dari Bappeda tetap mengawal berbagai kegiatan dan sebagai support untuk pencapain berbagai target indikator yang sudah kita tetapkan,” katanya.

Preetha Prabhakaran Bisht, Wash Spesialist UNICEF memberikan apresiasi kepada Provinsi atas capaian yang dilakukan dalam mewujudkan NTB BASNO. 

Sebanyak empat Kabupaten/Kota yang masih berupaya untuk menjadi BASNO meliputi Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Yuni Riawati, Kepala Kantor Perwakilan YKMI NTB mengatakan, YKMI bersama UNICEF telah bekerja sejak tahun 2020 terutama untuk isu sanitasi dalam kondisi darurat

BACA JUGA: Wagub NTB Targetkan Nilai SAKIP A Tahun 2023

Pada tahun 2020 saat pandemi Covid – 19 YKMI bersama Unicef memberikan dukungan sarana cuci tangan, pendistribusian handsanitizer, disinfektan, sabun cair dan sarana fasilitas kesehatan terutama puskesmas dan juga untuk sekolah PAUD. ***

 




Kawasan Tambora Bisa Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Hadiri Puncak Festival Tambora 2022, Wagub NTB mengagumi kawasan Tambora yang mempunyai beragam potensi alam dan budaya

DOMPU.lombokjournal.com ~ Kawasan Tambora diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia, karena semua potensi adai, seperti laut, pantai yang indah, hutan, savana yang luas dan beragam potensi alam dan budaya lainnya. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menghadiri acara puncak rangkian Festival Tambora, Minggu (5/6/2022) di Santuari Rusa, Doro Ncanga Kabupaten Dompu.

Acara itu dihadiri Bupati Dompu Kader Jaelani,  Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konservasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Dr. Nanang Prihadi, Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenpar ekraf RI Reza Pahlevi.

Mendorong kawasan Tambora jadi Destinasi kelas dunia
Wagun Sitti Rohmi

Kata wagub, Tambora memang dahsyat dan luar  biasa indah. 

“Saat kita jalan lihat sisi kanan kiri rasanya seperti di Eropa,” kata Ummi Rohmi, sapaan Wagub.

Menurutnya, yang membedakan, di Eropa padang savana dihuni oleh domba, sedangkan di tambora ada sapi dan kuda. 

BACA JUGA: Wisata ke Lombok? Wajib Kunjungi Lombok Utara

“Tapi Tambora lebih indah, karena dikelilingi oleh laut,” pujinya.

Gunung Tambora  207 tahun yang lalu pernah meletus sangat dahsyat dan mengguncangkan dunia. 

Namun saat ini gunung Tambora menyimpan sejuta pesona, kekayaan alam dan beragam potensi yang ada dari puncak hingga di dasar laut.

Semua elemen masyarakat dan steakholder di NTB diminta bekerjasama dan bersinergi mewujudkan tagline Tambora jadi destinasi wisata kelas dunia.

Banyak hal yang harus dilakukan dan akan dilakukan berkolaborasi semua pihak, baik antara Pemerintah Daerah maupun kementerian.

Tidak hanya itu, banyak hal juga yang perlu dibenahi, seperti manajemen, ticketing, sistem pendakian yang safety, dan fasilitas lainnya.

“Karena orang mendaki juga butuh kenyaman, sehingga pengunjung atau pendaki semakin betah dengan eksotisnya Tambora,” ujarnya.

Apalagi didukung dengan adanya teluk Saleh, pulau Moyo yang biasa dikenal dunia Samota.

Paling penting adalah bagaimana memelihara dan merawat alam yang dititipkan ini semakin baik kedepan.

Sementara itu, Bupati Dompu Kader Jaelani menyampaikan, momentum Festival Tambora merupakan bagian dari peringatan meletusnya Gunung Tambora dan HUT Dompu. 

“Ikhtiar kami ingin mewujudkan Tambora sebagai destinasi wisata pegunungan kelas dunia,” kata Bupati.

Dengan ditetapkan Tambora sebagai Geopark Nasional, bukan hanya potensi alam yang dibanggakan. Tapi ragam budaya dan kearifan lokal lainnya menjadi nilai tersendiri untuk menuju destinasi wisata pegunungan kelas dunia.

BACA JUGA: Tidur Terlalu Banyak, Bisa Jadi Tanda Depresi

Puncak Festival Tambora yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 4-5 Juni diikuti ribuan masyarakat. 

Kawasan Tambora menyimpan potensi alam dan budaya
Kawasan Tambora

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kementerian LHK, Kemenpar Ekraf, Bappenas,  Pemprov. NTB melalui Dispar, Geopark Tambora, Balai Taman Nasiomsl Tambora, Pemkab Dompu dan steakholder lainnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah Kementerian dan Lembaga Pusat, Kadis Priwisata, dan sejumlah OPD lingkup Pemprov. NTB,  Forkopimda Dompu, Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, majelis adat Dompu, OPD lingkup Pemkab. Dompu, TP. PKK Dompu, kesultanan Sanggar, tokoh agama dan masyarakat. ***

 




Perokok di Indonesia Meningkat 8,8 juta orang 

Hasil Survei Global Adult Tobacco Survey terungkap meningkatnya jumlah perokok dalam 10 tahun terakhir

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Jumlah perokok dewasa di Indonesia mengalami peningkatan dalam sepuluh tahun terakhir. 

Hasil Survei Global Penggunaan Tembakau/Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terlihat adanya peningkatan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang. Seberlumnya jumlahnya 60,3 juta yahun 2011, melonjak menjadi 69,1 juta perokok pada 2021. 

Meskipun prevalensi merokok di Indonesia mengalami penurunan dari 1,8% menjadi 1,6%.

“Ini adalah tantangan yang penting bagi kita semua untuk melakukan upaya-upaya dalam penghentian merokok,” ungkap 

BACA JUGA: Langkah Pengendalian Tembakau di Indonesia

Dante Saksono Harbuwono

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono.

Ia mengungkapkan itu saat peluncuran hasil data GATS 2021 di Gedung Adhyatma, Kemenkes RI, akhir bulan Mei, bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS).

Survei tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan dengan World Health Organization (WHO) dan US– Center for Disease Control and Prevention (CDC).

Ia mengatakan, angka yang digunakan untuk belanja rokok lebih tinggi daripada angka yang digunakan untuk belanja makanan bergizi. 

Data GATS 2021 mencatat jumlah bulanan rata-rata untuk rokok adalah Rp. 382.091,72.  

“Ini juga sebuah tantangan secara sosial ekonomi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar hal itu tidak terjadi,” ujarnya.

Perlu dicatat, angka promosi untuk merokok ini semakin meningkat baik melalui media sosial, elektronik, maupun media promosi lainnya. 

“Yang paling signifikan adalah peningkatan melalui media internet dimana tahun 2011 iklan di internet hanya sekitar 1,9 persen. Naik sepuluh kali lipat menjadi 21,4 persen tahun 2021,” tegas Dante.

Menurutnya, ini tantangan semua pihak untuk melakukan berbagai macam konsep strategi untuk mengedukasi pentingnya berhenti merokok. 

Ia mengajak media dapat turut berperan untuk menggaungkan kepada anak muda, bahwa merokok itu tidak baik dan akan mengganggu kesehatan saat usia lanjut. 

Risiko berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, pembuluh darah, dan kanker dapat meningkat setelah penggunaan rokok dalam waktu panjang.

Tapi dari survey GATS itu juga ada temuan baik temuan yang baik, ternyata 2/3 perokok ingin berhenti. Ini diungkapkan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi 

BACA JUGA: Kirab Drumband Meriahkan Desa Segara Katon di KLU

Terkait hal itu,  Kemenkes telah menyediakan layanan untuk berhenti merokok di fasilitas kesehatan. 

Representatif WHO Indonesia N. Paranietharan berharap pemerintah Indonesia dapat berperan dalam penurunan prevalensi penggunaan tembakau di dunia. 

Khususnya, untuk mencapai target SDGs mengurangi prevalensi penggunaan tembakau sebanyak 40 persen di tahun 2030.***

catatan:

prevalensi adalah tingkat penyebaran pada sebuah kasus penyakit




Gubernur NTB Mengapresiasi Penanaman Pohon di Perumahan

Gubernur NTB memuji Penanaman 5.000 pohon di perumahan Bell Park II, Desa Kekeri 

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ada yang menarik dalam acara Dua Dekade Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) Indonesia.

Dalam acara kerja bersama antara PPATK bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di Perumahan Bell Park II, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (03/06/22), juga berlangsung Penanaman 5.000 pohon di kompleks perumahan itu.

Gubernur NTB SENANG PENANAMAN POHON DI PERUMAHAN
Gubernur Zulkieflimansyah

“Saya senang sekali dengan penanaman pohon di lingkungan BTN Bell Park. Patut ditiru ini penting karena pohon ini betul-betul ditanam oleh orang-orang  yang mampu mengunjungi masa depan lebih dahulu,” kata Gubernur NTB,  H. Zukiflimansyah saat membuka acara.

Ia membayangkan perumahan ini akan indah dijadikan tempat selfi-selfi lalu pohon Tabebuya ini tumbuh kembang dan berbunga.

BACA JUGA: Perawat di NTB Cukup, PR-nya Pemerataan dan Kualifikasi

“Harus kita tiru ini pak Sekda, mudah-mudahan kita sering menanam pohon karena selama ini abai kita lakukan dan hasilnya baru kita rasakan 5 tahun yang akan datang. Kita selalu ingin hasil yang instan dan cepat, tapi butuh kesabaran untuk menikmati masa depan,” ujar Gubernur Zul yang saat itu didampingingi Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi.

Direktur Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, penanaman pohon ini menjadi bagian dan tanggung jawab PT. BTN sebagai perpanjangan tangan pemerintah melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Tentunya kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat baik secara ekonomi sosial dan lingkungan,” tandasnya.

Dengan penanaman pohon menjadikan suasana di perumahan ini menjadi lebih nyaman bagi para pengguna dan lebih baik untuk ekonomi keluarga.

BACA JUGA: SELAQ MARONG, Mata Merah sang “Pembunuh” di Arena Peresean

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP. PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, Sekda NTB, Kepala Dinas LHK dan tamu undangan lainnya.***

 




UNESCO Lakukan Revalidasi Keberadaan Geopark Rinjani

Di Lombok Utara, tim UNESCO mengunjungi beberapa tempat untuk revalidasi Global Geopark Rinjani

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi Cagar Budaya di sejumlah titik yang meninggalkan sejarah peradaban,  dan menjadi perhatian UNESCO Revalidasion Mission Rinjani Lombok UGG

Memberi penjelasan pada tim UNESCO

Tak hanya itu, potensi hasil hutan berupa Kopi Senaru pun menjadi perhatian UNESCO.

BACA JUGA: Patung Batu ‘Bon Gontor’ di Desa Sebaru, KLU

Hari Selasa (31/05/22) tim UNESCO Revalidasion Mission Rinjani Lombok UGG dalam misi mengevaluasi keberadaan sebuah Global Geopark Rinjani.

Revalidasi adalah sebuah misi yang dilakukan oleh UNESCO untuk menilai ulang keberadaan sebuah global geopark tiap empat tahun. 

Dalam misi ini, ekspertis independen ditugaskan untuk melaksanakan misi ke berbagai Geopark.

Di akhir misi, para ekspertis atau evaluator ini memberikan laporan yang akan digunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan Dewan Unesco Global Geopark.

Misi tim UNESCO Revalidasion Mission RinjaniLombok UGG ini bersama Unram, setelah berkunjung ke Sembalun, Lombok Timur.

Wawabcara dilakukan tim UBESCO

Kepala Desa Senaru, Raden Aktia Buana menuturkan kunjungan ini yang terdiri dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang merupakan Asesor UNESCO, KPH Rinjani Barat didampingi tim dari UNRAM.***

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta Calon Jemaah Haji Dilayani dengan Layak

 

 




Geopark Rinjani, Wagub Berharap Tetap Green Card

Status Geopark Rinjani sedang dilakukan revalidasi yang dialkukan tim Assesor UNESCO

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tiap empat tahun sekali dilakukan evaluasi dan validasi ulang (revalidasi) status Gunung Rinjani, kali ini revalidasi Gunung Rinjani berlangsung dari tanggal 29 Mei – 1 Juni 2022.

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah berharap,  agar status Geopark Gunung Rinjani mendapatkan green card, atau masih menjadi anggota UNESCO Global Geopark. 

revalidasi status Geopark Rinjani

“Proses evaluasi dan validasi ini berlangsung empat tahun sekali. Kita berharap kegiatan ini berjalan lancar dan status geopark tetap menjadi green card,” tutur Ummi Rohmi.

Ia mengatakan itu saat menerima kunjungan lapangan Assesor UNESCO yang  berlangsung di Aula Pendopo Wagub NTB, Minggu (29/05/22).

BACA JUGA: Pariwisata Lombok Utara di Tiga Gili Mulai Pulih

Terdapat beberapa indikator penilaian yang harus terpenuhi, seperti geodiversity atau keragaman geologi, biodiversity atau keanekaragaman hayati, dan cultural diversity atau keragaman budaya.

General Manager Rinjani Geopark, Mohamad Farid Zaini, ST., MBA. mengatakan, sebelumnya di tahun 2016 terdapat rekomendasi yang disampaikan, seperti partnership, disibility, networking dengan LinkedIn dengan semua aspek geopark.

“Kita juga fokus terhadap empat rekomendasi yang telah disampaikan pada tahun 2016, yakni partnership, disibility, networking dengan LinkedIn dengan semua aspek geopark,” tuturnya. 

BACA JUGA: Air Mata Sering Merembes di Mata, Ini Wajib Anda Tahu

Tim evaluator yang diterjunkan oleh UNESCO berasal dari Jerman dan Austria, yakni Henning Zellmer dan Oliver Gulas Woehri. Selain itu, akan ada juga tim evaluator dari UNESCO Jakarta. ***