Gubernur NTB Bang Zul Bermalam di RSJ Mutiara Sukma

Gubernur NTB yang akrab dipanggil Bang Zul menyayangkan stigma negatif pada rumah sakit jiwa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ini cara Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, memastikan fasilitas dan pelayanan RS Jiwa Mutiara Sukma.

BACA JUGA: NTB Jadi Trendsetter Fashion Muslimah Indonesia

Bang Zul ingin menghilangkan stigma negatif RS Jiwa
Bang Zul menanam pohon

Di tengah kesibukannya yang padat, Bang Zul menyempatkan bermalam di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Jumat (06/07/23). 

Menurut Bang Zul, RSJ Mutiara Sukma sendiri merupakan salah satu Rumah Sakit Jiwa terbaik di Indonesia.

Selain untuk memastikan fasilitas dan pelayanan yang diberikan maksimal, Bang Zul juga ingin memahami lebih dalam dunia kesehatan mental yang ada di NTB. 

Dengan begitu, Bang Zul berharap stigma negatif terhadap Rumah Sakit Jiwa bisa hilang.

BACA JUGA: Kreativitas Peserta Shell Eco-Marathon Berkembang

“Rumah Sakit Jiwa memang masih identik dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang yang kurang waras. Padahal Rumah Sakit Jiwa lebih dari itu. Banyak hal bisa terbantu dengan memahami RSJ juga ahli-ahlinya yang ada di sana,” ungkap Bang Zul . 

Dengan pemahaman yang baik terkait RSJ, Gubernur NTB berharap tak ada lagi masyarakat yang dipasung di desa-desa. 

Agar masyarakat dengan isu kesehatan mental tidak malu lagi berobat ke RSJ Mutiara Sukma. bisa sembuh dan kembali produktif di tengah masyarakat. 

“Apalagi RSJ Mutiara Sukma milik Pemda NTB merupakan salah satu rumah Sakit terbaik di Indonesia,” jelas Bang Zul. 

Gubernur NTB itu juga mengungkapkan, ide menginap di RSJ datang setelah membaca buku Paolo Coelho yang berjudul “Veronica Decides to Die”. 

Dalam novel tersebut, Veronika yang berniat bunuh diri dengan menenggak obat tidur hingga overdosis, justeru berakhir di Rumah Sakit Jiwa. 

BACA JUGA: Pameran Ragam Corak Kain Tenun Masyarakat NTB

“Di rumah Sakit Jiwalah akhirnya Veronica memahami arti persaudaraan, persahabatan, kesabaran dan kasih sayang yang sebenarnya,” tandas Bang Zul. ***

 

 




Bunda Niken Launching Dapur Stunting di Loteng

Bunda Niken mengatakan, adanya gotong royong Dapur Stunting berpengaruh besar untuk Masa depan anak-anak

LOTENG.LombokJournal.com ~  Bunda Niken menyampaikan, persoalan Stunting menjadi urgent dan penting diintervensi. 

Apa yang dilakukan saat ini, menurut Bunda Niken, berpengaruh besar untuk anak-anak di masa depan.

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Kata Bunda Niken, masalah stunting penting diintervensi
Nunda Niken

“Tanpa intervensi ini, tentunya khawatir mereka akan tumbuh dengan kurang sempurna dan kurang optimal. Sehingga akan menghambat perkembangannya dan optimalisasinya sebagai manusia,” tutur Bunda Niken. .

Bunda Niken sapaan akrab Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, mengatakan itu saat melaunching Gotong Royong Dapur Stunting dan pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Telur di Kantor Desa Aik Berik, Batukliang Utara, Lombok Tengah, Selasa (04/07/23).

Menurut Bunda Niken, penanganan stunting tidaklah mudah karena merupakan sebuah hasil dari beberapa faktor. Salah satunya adalah kurangnya kemampuan para orang tua dalam memberikan gizi yang baik bagi anak-anaknya.

BACA JUGA: Kasus Pekerja Migran NTB yang Disiksa Majikan di Libya

“Kurangnya kemampuan inilah yang kita dukung dengan bersama-sama melalui gerakan gotong royong yang cukup spesial yaitu Dapur Stunting,” ungkap Bunda Niken.

Dapur Stunting tidak hanya memberi telur saja, melainkan memastikan telur itu sampai kepada mulut anak yang rutin diberikan selama 3 bulan kedepan.

“Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan lancar kedepan sehingga anak-anak kita terlepas dari ketidakoptimalan memicu masyarakat lainnya untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan mencegah terjadinya Stunting,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Aik Berik, Muslehudin, menyambut baik program gotong royong Dapur Stunting.

Disebutkan, Desa Aik Berik terus berupaya melakukan terkait dengan penanganan Stunting dengan menyiapkan porsi anggaran untuk memberikan intervensi kebijakan terhadap kegiatan-kegiatan kesehatan.

BACA JUGA: Final MXGP 2023, Semarak “The Spirit of A Culture”

“Jadi seluruh masyarakat di Desa Aik Berik tidak ada alasan lagi untuk tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan dan disiapkan sepenuhnya,” pungkasnya.***

 

 

 




Gizi Anak Harus Dijaga, Mereka Pemimpin Masa Depan

Para orang tua dihimbau perhatikan gizi anak, kata Bunda Niken mereka merupakan pemimpin masa depan bangsa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengajak para orang tua selalu memperhatikan gizi anak-anak. 

Gizi menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, menjadi generasi yang sehat dan cerdas.

BACA JUGA: Bunda Niken Launching Bhakti Stunting di Lombok Timur

Ia mengatakan itu saat menghadiri sekaligus melaunching Gotong Royong Bhakti Stunting di Lingkungan Kelurahan Tanjung Karang, Sekarbela Kota Mataram, Jumat (16/06/23).

“Kami mengajak para orang tua untuk menjaga gizi anak. Karena mereka adalah pemimpin masa depan bagi bangsa dan daerah,” ajak Bunda Niken.

Menurutnya, perkembangan dan pertumbuhan yang sehat merupakan tanggung jawab orang tua. Untuk itu mereka harus diperhatikan makanannya.

Makanan yang sehat dan bergizi akan menentukan pertumbuhan anak yang cerdas dan sehat. 

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Merahkan Lapangan Nasional Lotim

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Sekarbela, Syanik Handayani Samudra mengungkapkan terimah kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan PKK NTB yang sangat masif menggelorakan gerakan mewujudkan anak-anak NTB bebas dari masalah stunting.

“Gotong royong semua pihak menjadi kunci utama dalam mengentaskan masalah stunting di NTB. Kami sangat berterima kasih dengan adanya gerakan gotong royong stunting dari Pemprov NTB,” ungkapnya.

Launching Gotong Royong Bakti Stunting di Kecamatan Sekarbela dirangkaikan dengan pembagian telur kepada puluhan balita. 

BACA JUGA: MXGP Lombok Sumbawa 2023, Datangkan Artis dan Grup Band Papan Atas

Pembagian telur secara gratis tersebut didukung oleh PW Salimah NTB, PD Salimah Kota Mataram dan PKK Provinsi NTB. ***

 

 




Bunda Niken Launching Bhakti Stunting di Lombok Timur

Melaunching bhakti stunting di Desa Montong Baan Selatan, Bunda Niken berharap bhakti stunting ini tidak sebatas simbolis 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melaunching Gotong Royong Bhakti Stunting di Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, (17/06/23).

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Jumpa TGB HM Zainul Majdi di Lombok

Bunda Niken mengajak masyarakat gotong royong mengatasi stunting

Bunda Niken sapaan akrab Ketua PKK NTB itu menyampaikan terimakasih kepada semua pihak stakeholder secara gotong royong membantu kecamatan Sikur ini dalam menekan angka Stunting.

Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang telah berupaya menurunkan angka Stunting.

“Terimakasih kepada Bupati Lombok Timur, Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya terus berusaha menurunkan angka Stunting di wilayah Lombok Timur,” ungkapnya.

Diharapkan gotong royong Bakti Stunting ini tidak hanya sebatas simbolis tetapi harus ada perubahan mindnset dan persepsi bahwa kesehatan itu penting untuk memiliki generasi yang sehat.

BACA JUGA: Limoff 2023, Jadikan NTB Kiblat Tenun Dunia

“Optimis kita bisa menuntaskan angka Stunting dengan gerakan bergotong royong seperti yang dilakukan saat ini,” ungkapnya.

Saat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan NTB, H. Lalu Faozal mengatakan sebagai penanggung jawab kegiatan Bhakti Stunting di daerah Sikur, pihaknya terus berupaya memaksimalkan tugasnya bersama jajarannya.

“Selain kegiatan Bhakti Stunting, kita juga menggelar bagi-bagi sembako sebanyak 250 paket bagi lansia dan pelayanan kesehatan gratis yang di sponsori oleh Rumah Sakit Anggoro,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB: Dewan Kebudayaan Harus Berpikir Besar

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis P3AP2KB, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Kepala Desa Montong Baan Selatan, para Kader Posyandu dan tamu undangan lainnya.***

 




Memerangi Hoaks Tugas Stakeholder dan Masyarakat

Dalam memerangi hoaks jadi tanggung jawab semua elemen bangsa, yakni pemerintah, semua stakeholder dan nasyarakat

MATARAM.LombokJournmal.com ~  Tugas pemerintahan, pelayanan dan kemasyarakatan di era ini harus dilakukan secara sinergi dan kolaboratif. 

Termasuk memerangi Hoax, fakenews, hate speech di media sosial menjadi tanggung jawab dan peran kolaborasi bersama semua elemen bangsa.

Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, yang akrab disapa Bang Najam, menyatakan itu pada Advokasi dan Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan dan Masyarakat untuk Penguatan Deteksi dan Memerangi Hoaks terkait Isu Kesehatan di tujuh Kota di Indonesia di Lombok Plaza Convention & Hotel Mataram, Selasa (13/06/23).

“Dalam teorinya itu ada tiga domain yang berperan agar negara dan pemerintahan dan  masyarakat kita ini maju yakni Government (Pemerintah), Private Sector (Dunia Usaha) dan Civil Society (Masyarakat). Masyarakat ini direfresentasikan oleh Komunitas, NGO dan kelompok2 pemerhati berbagai persoalan bangsa,” kata Bang Najam.

Ia mengingatkan, tiga unsur ini harus berperan.

Menurutnya, kegiatan Mafindo ini setidaknya telah meringankan tugas pemerintah. Semua unsur harus memiliki komitmen dan berkewajiban untuk mengentaskan kemiskinan, pendidikan yang masih rendah sampai dengan urusan berita bohong atau hoaks. 

“Saya sudah lama bertemu dengan banyak teman-temen CSO NGO baik dalam dan luar negeri terkait untuk mempasilitasi programnya ke Provinsi maupun di kabupaten/kota di NTB,” kata Bang Najam di hadapan seluruh Kepala Bidang lingkup Diskominfotik NTB dan puluhan peserta lainnya.

Menurut Bang Najam, sosialisasi, edukasi dan penyebaran informasi masif oleh Diskominfotik terkait pencegahan dan penanggulangan informasi hoaks ini, sudah dilakukan dan terus berkelanjutan. 

Karena itu dari tujuh kota di Indonesia yang menjadi sasaran kegiatan Mafindo ini, tidak salah memilih Provinsi NTB. Seluruh stakeholder dilibatkan. 

Ia mencontohkan, salah satu bukti nyatanya itu sangat erat kaitannya dengan kesehatan yakni keterlibatan Dinas Kominfotik NTB dengan membuat Aplikasi Corona pada saat Covid-19 dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada.

Ia juga menyebut contoh lain seperti menyebarnya berita hoaks di tahun 2019, dimana akan terjadi gempa besar di selatan Lombok. 

Tentu saja dengan berita hoaks tersebut berdampak negatif bagi pada seluruh aktivitas keseharian masyarakat bahkan melumpuhkan roda perekonomian masyarakat.

“Karena itu saya mengajak kita semua untuk tetap berjuang dan menjadi yang terdepan dalam melawan dan memerangi hoax ini. Karena jangan sampai NTB ini rugi karena persoalan berita hoaks yang menyesatkan dan merugikan semua pihak,” katanya.

Manager Patnership Mafindo Pusat Dewi Sari melaporkan, tujuan acara ini diskusi bagi penguatan penanganan dan pencegahan informasi hoaks, khususnya di Kota Mataram. Selain itu membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemahaman isu kesehatan dan cara menyikapinya. 

Selanjutnya, membangun kepedulian pemangku kepentingan setempat melalui aksi nyata dalam menangani hoaks pada isu kesehatan (kejadian ikutan pada pasca Imunisasi, kesehatan Ibu dan Anak, Vaksin dan penyakit tidak menular lainnya. 

Menghasilkan kesepakatan bersama untuk tindak lanjut di lapangan dan pada diskusi berikutnya akan dilakukan pembahasan  lebih jauh mengenai hasil dari tindaklanjut ini. ***

 

 




Program Unicef-NTB, Tunjukkan Trend Positif di Lotim

Adanya program kerja sama program Program Unicef-NTB, meningkatkan  prasarana dan kapasitas tenaga kesehatan di Lotim

LOTIM.LombokJournal.com ~ Dukungan program kesehatan kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, menunjukkan trend positif atau berdampak positif.

BACA JUGA: Dampak Positif Program Kesehatan Anak UNICEF di NTB

Monitoring program kerjasama UNICEF-NTB

Khususnya bagi peningkatan prasarana dan kapasitas tenaga kesehatan untuk fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Lombok Timur. 

Trend positif itu tampak di Puskesmas Montong Betok Kecamatan Montong Gading-Lombok Timur, salah satu layanan kesehatan masyarakat di Lombok Timur.

“Kami merasakan betul bahwa program bantuan kerja sama ini sangat membantu peningkatan layanan di puskesmas kami, baik sarana, tenaga kesehatan maupun manajemen layanan kesehatan kami,” ungkap Kepala Puskesmas Montong Betok, Lalu. M. Yunus.

Ia mengatakannya saat menerima kunjungan Monitoring Terpadu yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga di Puskesmas Montong Betok, Kamis (08/06/23).

BACA JUGA: Sekda NTB Apresiasi Monitoring Terpadu dari UNICEF

Kegiatan monitoring ini merupakan kegiatan yang memantau secara langsung ke lapangan. Tujuannya memastikan, program dukungan kesehatan dapat memberikan dampak yang positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat di seluruh provinsi di Indonesia yang mendapat dukungan program kesehatan tersebut.

Hal itu Kepala Bidang Program Monitoring Unicef Indonesia, Mr. Silas Rapold. 

“Kami ingin melihat apakah program dukungan kerja sama ini memberi dampak  positif bagi layanan kesehatan di tengah masyarakat. Setelah kami pantau ternyata menunjukan hasil yang sangat bagus,” jelasnya.

Program dukungan kerjasama Indonesia-UNICEF di Provinsi NTB berfokus pada keberlangsungan hidup dan kesehatan anak, pendidikan, perlindungan anak, gizi, air dan sanitasi: 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyrakat (STBM) dan kebijakan sosial lainnya. 

Kegiatan Monitoring Terpadu yang dilakukan oleh puluhan Tim dari Kementerian /Lembaga  meliputi Bappenas, Kemenkes, Kemendagri, Kemendes, UNICEF Indonesia.

BACA JUGA: Provinsi NTB Kembali Raih Predikat WTP ke 12 

Monitoring itu didampingi Tim dari Bappeda, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, DPMPD, Dinas Kominfotik lingkup pemerintah Provinsi NTB. Kegiatan monitoring di awali di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur yang meliputi Puskesmas, Sekolah dan beberapa desa.***

 

 




Dampak Positif Program Kesehatan Anak UNICEF di NTB 

Program kerja sama dukungan UNICEF juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Labuapi

LOBAR.LombokJournal.com ~  Dukungan program United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Provinsi NTB, berdampak positif.  

Rohayati, Kepala Puskesmas Labuapi mengungkapkan, dampak positif yang dirasakan, yaitu tidak adanya kematian ibu dan bayi baru lahir selama dua tahun terakhir (2021-sekarang). 

BACA JUGA: Provinsi NTB Kembali Raih Predikat WTP ke 12

Hasil monitoring program kesehatan anak UNICEF memberi dampak positif

“Sehingga dampak positif yang kami rasakan adalah tidak adanya kematian ibu dan bayi baru lahir selama dua tahun terakhir (2021-sekarang) di wilayah kerja kami,” tutur Rohayati.

Ia menyampaikan itu saat saat menerima kunjungan monitoring dari Tim Pusat dan Provinsi di Puskesmas Labuapi, Rabu (07/06/23). 

Menurutnya, program kerja sama dukungan UNICEF juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Labuapi.

Pengembangan kualitas tenaga kesehatan dalam memantau kesehatan ibu dan bayi mengalami peningkatan yang sangat bagus. 

BACA JUGA: Data dan Mindset, Penting Dalam Penanggulangan Kemiskinan

Baik pembinaan, pengelolaan STBM, pemberian gizi pada anak termasuk bebas dari buang air besar sembarangan atau ODF.

Program kesehatan anak dari UNICEF untuk Provinsi NTB merupakan Program Kerja Sama Pemerintah Republik Indonesia dan UNICEF periode 2021-2025 tahun anggaran 2023.

Provinsi NTB merupakan salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang terpilih mendapatkan dukungan 

Dampak positif yang terjadi di Puskesmas Labuapi, Lombok Barat juga sesuai dengan hasil Monitoring Terpadu yang dilakukan Tim dari Kementerian /Lembaga dan UNICEF

Program tersebut memberikan dampak yang positif  bagi pengembangan dan pembangunan kesehatan anak di Provinsi NTB. 

Sehingga kasus kematian ibu dan anak terus mengalami penurunan yang signifikan.

Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Program Kerja Sama RI-UNICEF dari  Bappenas, Inti Wikanestri mengungkapkan, kesehatan ibu dan anak menjadi program prioritas yang terus didorong oleh Presiden Jokowi. 

BACA JUGA: Sekda NTB Apresiasi Monitoring Terpadu dari UNICEF  

Tentu hal ini sangat selaras dengan dukungan program dari UNICEF yang memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu dan anak di provinsi NTB. 

Menurutnya, secara umum bahwa sinkronisasi pelaksanaan program kerja sama pusat dan daerah berjalan dengan baik.

“Sehingga kesehatan ibu dan anak meningkat. Terutama kolaborasi inovasi aplikasi pemantauan bayi baru lahir berbasis keluarga atau “Si Peka Bu Siska” Kabupaten Lombok Barat,” jelasnya.

Ia menyampaikan penjelasan itu di hadapan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid beserta jajarannya saat melaporkan hasil monitoring di kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (07/06).

Penguatan program kesehatan anak dukungan UNICEF di kabupaten Lombok Barat tidak terlepas dari kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui program Revitalisasi Posyandu menjadi posyandu keluarga, Pemprov NTB terus mewujudkan kesehatan ibu dan anak. Selain kesehatan ibu dan anak, juga melebarkan sayapnya dalam menangani kesehatan remaja dan lansia. 

Revitalisasi posyandu di NTB juga mendorong peran aktif kader Posyandu dan Kader PKK di seluruh kabupaten kota Se-NTB untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan melahirkan yang bermuara pada kesejahteraan keluarga yang bahagia. 

Kegiatan monitoring dilakukan sejak 06-09 Juni 2023. Usai melakukan Monitoring di beberapa fasilitas kesehatan, sekolah dan kantor desa di kabupaten Lombok Barat. Tim pusat, Unicef serta provinsi NTB akan melakukan monitoring di fasilitas, sekolah dan kantor desa di kabupaten Lombok Timur pada tanggal 08 Juni 2023. 

BACA JUGA: Data Kemiskinan di NTB Belum Sesuai dengan Kondisi Aktual

Kedua kabupaten tersebut merupakan perwakilan yang menjadi tujuan dari kegiatan monitoring program kerja sama pemerintah Provinsi NTB-UNICEF. ***

 

 




RS Mandalika Tingkatkan Layanan Kesehatan di Masyarakat 

Sekda NTB mengatakan, Pemprov NTB akan terus mengupgrade RS Mandalika, agar pelayanannya maksimal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Keberadaan Rumah Sakit Mandalika di lingkar Destinasi Parisawa Super Prioritas (DPSP) Mandalika menjadi keharusan memiliki pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. 

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Desa Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Penanda tanganan PKS antara RS Mandalika dengan BPJS Kesehatan

Salah satunya adanya pelayanan BPJS Kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menegaskan itu saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Rumah Sakit  Mandalika Provinsi NTB dengan BPJS Kesehatan berlangsung di Ruang Rapat Sekda NTB, Senin (05/06/23).

“RS Mandalika ke depan akan menjadi atensi kami, keberadaannya di Epicentrum pariwisata, menyebabkan RS mandilka menjadi suatu hal yang penting, kolaborasi ini diharapkan menaikkan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” tutur Miq Gite sapaan Sekda.

Diungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB akan terus mengupgrade kondisi RS Mandalika, sehingga pelayanannya semakin optimal.

BACA JUGA: Ekspor Vanili Organik ke AS tahun 2023 Meningkat

“Terimakasih kepada BPJS Cabang Selong sudah melakukan penilaian dan sebagainya, InsyaAllah kita melakukan PKS sebagai komitmen untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat, kuantitas dan kualitas dari RS Mandalika terus meningkat,” ungkapnya.

Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, Sp.EM menjelaskan, tujuan diadakannya kerjasama dengan BPJS Kesehatan, agar RS Mandalika mampu hadir sebagai penyedia layanan kesehatan di masyarakat luas di wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Juara Barcelona Football Festival 2023

“Kami laporkan juga, Kami sudah melalui proses audit dari BPJS kesehatan cukup ketat, Alhamdulillah teman – teman di RS Mandalika mampu memenuhi persyaratan dari BPJS kesehatan, sehingga pada hari ini melakukan PKS,” tuturnya. ***

 

 




Bhakti Stunting di Desa Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Wagub NTB membuka Bhakti Stunting di Lombok Timur, mengungkapkan pentingnya upaya Kepala Desa menurunkan stunting

LOTIM.LombokJournal.com ~ Salah satu barometer kesuksesan Kepala Desa adalah keberhasilannya menurunkan angka stunting di desanya. 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan itu saat  membuka pelaksanaan Gerakan Bhakti Stunting dengan tema Intervensi Pemberian Protein Hewani (Telur) di Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Minggu (05/06/23).    

BACA JUGA: Gubernur NTB Berharap Kebhinekaan NTB Terjaga

Wagub NTB menyerahkan bantuan di acara bhakti stunting

“Kades yang sukses adalah yang berhasil menurunkan stunting,” seru Ummi Rohni sapaan Wagub. 

Penurunan stunting sebagai barometer kesuksesan Kepala Desa merupakan kunci sukses pembangunan masa depan. 

Dijelaskan Ummi Rohmi, pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan sumber daya manusia tak kalah pentingnya. 

Dengan kita memerangi stunting saat ini, maka generasi sepuluh hingga duapuluh tahun yang akan datang menjadi lebih baik. 

BACA JUGA: Wujud Industrialisasi, Hasil Hutan Bukan Kayu

Kara Wagub, pengukuran tinggi dan berat badan harus dilakukan sesuai kenyataan. Kasus stunting bukanlah aib yang harus disembunyikan melainkan tantangan untuk dituntaskan sesegera mungkin. 

“Ukur sesuai dengan kenyataan,” himbau Wagub. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Iswandi menjelaskan, Bappeda NTB akan terus memantau 15 Desa yang ada di Kecamatan Pringgabaya selama tiga bulan ke depan. 

Bantuan berupa telur akan diberikan kepada kelompok sasaran berdasarkan data puskesmas setempat. 

Provinsi NTB melalui Bappeda akan bekerjasama dengan Pemkab Lotim untuk intervensi pemberian protein hewani berupa telur kedepannya. 

BACA JUGA: Ekspor Vanili Organik ke AS tahun 2023 Meningkat

“Semoga bhakti stunting di Kecamatan Pringgabaya ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat sasaran,” katanya. *** 

 

 




Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Saat menghadiri Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting, kader Posyandu ditekankan  agar menggunakan alat yang standar dalam pelayanan kesehatan

LOTIM.LombokJournal.com ~ Para kader Posyandu diminta menggunakan peralatan Posyandu yang standar untuk menimbang dan mengukur, agar hasilnya akurat dan valid.

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan pesan itu saat mengunjungi pelaksanaan Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting, bertajuk “Pemberian Protein Hewani Tuntaskan Stunting” di Desa Jenggik Kecamatan Terare Kabupaten Lombok Timur, Rabu (31/05/23).

BACA JUGA: Kolaborasi dan Sinergitas NTB Care, APDL dan BAZNAS RI

Wagub NTB menghadiri pelaksanaan gotong royong bakti stunting

“Untuk menciptakan pelayanan posyandu yang berkualitas harus menggunakan alat yang standar, seperti alat timbangan elektrik, antropometri dan lain sebagainya untuk mendapatkan data yang akurat dan valid,” tegas Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Selain itu, Umi Rohmi meminta pihak Kepala Desa untuk menganggarkan peralatan posyandu yang standar.

“Alangkah baiknya masing-masing posyandu memiliki timbangan elektrik dan fasilitas pelayanan pendukung lainnya karena anggaran desa itu diperuntukkan untuk peralatan posyandu dan honor kader serta pembinaan kader,” ungkapnya.

Dikatakan, Posyandu Keluarga  di NTB sudah 100 persen. Sehingga permasalahan sosial bisa diedukasi lewat posyandu, tidak hanya melayani masalah kesehatan gizi anak.

BACA JUGA: Pemprov NTB Optimis Mampu Lunasi Hutangnya

“Posyandu ini sebagai tempat edukasi berbasis dusun, tidak hanya melayani masalah kesehatan gizi anak, melainkan bisa mengedukasi tentang bahayanya narkoba, pernikahan dini dan permasalahan sosial lainnya, yang penting posyandunya berkualitas,” kata Ummi Rohmi.

Umi Rohmi mengapresiasi Posyandu Mandalika Samang, sudah bintang tiga Gemilang. Rumah kader dinilai bagus  yang dijadikan lokasi pelayanan posyandu sehingga cukup representatif.

Sementara itu, Ketua Posyandu Mandalika Samang, Baiq Endang Ningsih menyampaikan terimakasih atas kedatangan buk Wagub. 

“Mewakili kader senang sekali bisa dikunjungi. Semoga bisa menjadi inspirasi penyemangat bagi kader untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ex Bandara Selaparang, Epicentrum Pertumbuhan Ekonomi Baru

Disebutkan, sasaran anak bayi balita yaitu terdapat 121. Angka stunting sebelumnya terdapat 19 anak, hingga saat ini masih tersisa 5 yang masih diintervensi. 

Selain itu, ia berharap para kader terus dibimbing dan diberikan pelatihan dalam melakukan tugas-tugas kader dan lain sebagainya untuk meningkatkan kapasitas para kader. ***