Jaringan Posyandu Keluarga dan Puskesmas harus dimasifkan sebagai pusat informasi intuk mencegah stunting
MATARAM.LombokJournal.com ~Posyandu Keluarga dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) harus dimanfaatkan untuk promosikan pendekatan promotif preventif, dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Jalillah dalam Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram. Rabu (30/08/23).
Wagub NTB menekankan, stunting merupakan masalah kronis akibat kekurangan gizi, masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
“Upaya percepatan penurunan stunting, salah satunya memanfaatkan jaringan Posyandu Keluarga dan Puskemas yang sudah ada di NTB,” ujar Ummo Rohmi.
Umi Rohmi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) NTB menekankan, prntingnya memasifkan peran Posyandu Kekuarga dan Puskesmas.
Keduanya sebagai pusat informasi dan edukasi untuk mencegah stunting melalui pola makan yang sehat, Lingkungan yang bersih, memberikan edukasi, Literasi dan pemberian gizi yang cukup.
Ummi Rohmi ingin memastikan, tiap keluarga di NTB memiliki akses yang mudah dan cepat untuk mendapatkan pelayanan informasi.
“Tentang pola makan yang baik, lingkungan, atasi pernikahan usia muda, dan gizi yang diperlukan, terutama bagi anak-anak Posyandu Keluarga dan Puskemas akan menjadi ujung tombak dalam upaya kami untuk mencapai tujuan ini.” ujar Umi Rohmi.
Lebih lanjut dikatakan, langkah-langkah konkret yang diambil Pemerintah Provinsi termasuk pelatihan bagi petugas Posyandu dan Puskemas untuk memberikan informasi yang akurat tentang gizi seimbangkepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan anak-anak.
Program Posyandu Keluarga akan menjadi sebuah tempat untuk mendidik untuk memperluas, menjangkau lebih banyak orang tua.
Tujuannya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemberian makanan bergizi bagi pertumbuhan anak-anak, dan memasifkan kondisi peralatan yang digunakan saat Posyandu.
“Posyandu Keluarga akan menjadi sebuah tempat untuk mendidik,” ujar Umi Rohmi.
Diharapkan, melalui pendekatan yang terpadu ini, Provinsi NTB akan mampu mencapai penurunan yang signifikan dalam angka stunting.
Langkah-langkah yang dicanangkan tersebut menurut Ummi Rohmi menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Provinsi NTB mengatasi masalah gizi buruk dan stunting.
Serta memberikan generasi muda NTB peluang yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.
“Semoga melalui pendekatan yang terpadu ini Provinsi NTB mampu mencapai peniruan yang signifikan,” ujar Ummi Rohmi.
Anak Harus Sehat untuk Capai Cita-citanya
Anak harus mendapat makanan yang bergizi, dan dididik memilah sampah agar tertanam intik jaga lingkungan
LOBAR.LombokJournal.com ~Untuk mencapai cita anak-anak setinggi-tingginya, maka anak-anak harus sehat. Anak harus gemar memakan makanan yang sehat yang terdapat protein hewani dan nabati.
“Selain itu, anak-anak juga harus dididik memilah sampah, supaya tertanam dari kecil untuk menjaga lingkungan,” ujar Umi Rohmi.
Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Bakti Seruni, Kartini, S. Pd., menyampaikan terimakasih kepada Wakil Gubernur meluangkan waktunya untuk berkunjung ketempat ini.
“Terkait program Bakti Seruni Berbagi dengan jimpitan beras. Sehingga setiap hari Senin dikumpulkan oleh anak-anak. Setelah terkumpul banyak bisa dimasak untuk anak-anak dan sisanya bisa dibagikan ke masyarakat sekitar PAUD,” ungkapnya.***
Bakti Stunting, Wagub NTB Kunjungi Desa Pengadang
Gerakan Gotong Royong Bakti Stunting kali ini dilakukan di Desa Pengadang, Lombok Tengah
LOTENG.LombokJournal.com ~ Dalam Gerakan Gotong Royong Bakti Stunting, para Kades dan Kadus diminta berperan masif untuk mengawal dan memantau masyarakatnya, agar hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dorongan itu disampaikan Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Jalillah di tengah kegiatan gerakan Gotong Royong Bakti Stunting, di Desa Pegadang Lombok Tengah, Senin (28/08/23)
Tema gptpng royong bhakti stunting itu yakni Intervensi Pemberian Protein Hewani, seperti telur, daging, ikan dan ayam.
Menurut Wagub NTB, gerakan gotong royong itu untuk menekan angka stunting yang juga disebabkan oleh sanitasi yang buruk, dan kurangnya asupan gizi yang baik pada masyarakat.
“Kita harus kompak, harus bersama-sama menjaga kesehatan keluarga termasuk kesehatan lingkungan agar kita semua bisa hidup sehat,” ujarnya.
Selain itu, Wagub NTB menghimbau penurunan angka stunting di Pegadang harus disegerakan. Mengingat angka stuntingnya termasuk tinggi, di atas 30 persen.
Bila masyarakat sehat maka generasi sepuluh hingga duapuluh tahun yang akan datang menjadi lebih baik.
Pada kesempatan itu Wagub juga memantau secara langsung pengukuran tinggi dan berat badan balita. Selanjutnya memberikan bantuan telur pada keluarga yang terindikasi stunting.
Usai dari Posyandu Cempaka, Wagub selanjutnya mengunjungi Posyandu Kecil Ceria Dusun Banjar 1 Pegadang, yang jaraknya 2 KM dari lokasi pertama.
Hadir mendampingi Wagub pada giat ini Asisten I Pemprov NTB, Karo Administrasi Pimpinan, Kadis Perdagangan, Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan , Kadis PMPD Dukcapil , Kadis Dikbud , Kadis Perdagangan, Kadis Perhubungan , Kadis Perkim , Kadis ESDM, Karo AP, Karo Hukum, Karo Kesra, Kepala BKKBN dan pejabat dari Kabupaten termasuk Camat dan Kades/Kadus setempat. ***
Asupan Gizi Protein Hewani dan Nabati Kunci Anak Sehat
Wagub NTB, Ummi Rohmi berharap orang tua memberi asupan gizi yang cukup sehat untuk mencegah stunting pada anak-anak
LOBAR.LombokJournal.com ~ Orangtua diminta memastikan memberi asupan gizi yang mengandung protein hewanidan nabati untuk pencegahan stunting pada anak.
Pentingnya pemberian asupan gizi sehat itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat melakukan monev stuntingdi Posyandu Keluarga Plamboyan Lembuak Narmada, Selasa (29/08/23).
“Pastikan anak-anak kita itu pemberian asupan gizi yang sehat sampai karena makanan ini adalah kuncinya untuk menjadi anak yang sehat,” ungkap Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.
Selain itu, Umi Rohmi mengingatkan petugas Posyandu selalu menggunakan alat timbangan digital antropometri, agar datanya menjadi akurat dan valid sehingga perlu dikroscek kembali sebelum diinput.
“Datanya harus dipastikan valid, karena dengan data valid kita bisa intervensi,” jelasnya.
Ternyata cukup banyak kejadian kematian tertinggi dialami oleh kelompok milenial, mulai masalah kesehatan, hingga pola hidup yang kurang Bersih (higienis)
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) tahun 2016, lebih dari 3.000 remaja atau generasi milenial meninggal dunia tiap hari, total mencapai 1,2 juta kematian remaja per tahun.
Padahal kebanyakan dari penyebab kematian milenial ini sebenarnya dapat dicegah.
Melihat fakta tersebut, putri mendiang anggota DPR RI H Bambang Kristiono, yakni Rannya Agustyra Kristiono mengajak generasi muda milenial dan Gen Z, khususnya di P. Lombok mulai menerapkan pola hidup sehat dan Bersih sejak dini.
“Pola hidup sehat, bersih dan tertib diperlukan bagi kalangan milenial atau generasi muda Bumi Gora, agar cita-cita Generasi Emas Indonesia bisa tercapai,” kata Rannya Agustyra Kristiono, Minggu (27/08/23).
Dara cantik yang lama menempuh pendidikan di Eropa ini menjelaskan, dari data WHO diketahui, ada beberapa penyebab kematian yang paling tinggi terjadi di usia remaja.
Pertama adalah peristiwa kecelakaan. Kecelakaan merupakan penyebab kematian remaja usia 10-19 tahun yang terbesar.
Kejadian kecelakaan ini dua kali lipat lebih banyak terjadi pada remaja laki-laki. Jenis kecelakaannya adalah kecelakaan lalu lintas (transportasi).
Misalnya tabrakan kendaraan atau kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki. Itulah mengapa pemerintah menetapkan usia minimal untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun.
“Sehingga orangtua dan masyarakat secara umum punya peran yang sangat penting dalam mencegah kematian remaja karena kecelakaan. Salah satu caranya adalah menunggu sampai anak mendapatkan SIM baru diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor. Orangtua juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya soal keselamatan lalu lintas,” katanya.
Penyebab kematian kedua kematian remaja adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan.
“Infeksi saluran pernapasan bagian bawah adalah kondisi infeksi yang dialami pada organ sistem pernapasan bagian bawah seperti paru-paru, bronkus, dan trakea,” jelas Rannya.
Menurutnya, terdapat berbagai macam infeksi saluran pernapasan bagian bawah pada remaja yakni, bronkitis, pneumonia, laryngotracheitis, dan tracheitis.
“Hal ini berkaitan dengan kebiasaan merokok. WHO mencatat bahwa lebih dari setengah dari total kasus kematian anak dan remaja akibat pneumonia adalah akibat menghirup asap polusi dalam ruangan,” imbuhnya.
Selanjutnya adalah penyakit diare. Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri, infeksi parasit, atau bahkan keracunan. Diare juga sangat berkaitan dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan sekitar sehingga kebersihan menjadi penting dalam pencegahan diare.
Minum air mentah, minum produk susu yang tidak diproses melalui pasteurisasi, dan tidak menjaga kebersihan makanan juga meningkatkan risiko diare.
“Diare memang kesannya sepele. Namun, bila tidak segera ditangani, diare bisa menyebabkan dehidrasi serius yang akhirnya berujung pada kematian,” papar Rannya.
Masih berkaitan dengan data WHO, kata Rannya penyebab kematian pada remaja lainnya adalah faktor bunuh diri.
Data WHO menyebitkan, remaja yang masih berkembang dan belum begitu mampu mengelola emosinya dengan baik lebih rentan terhadap percobaan bunuh diri dibandingkan orang dewasa.
Menurut Rannya, tidak mungkin menentukan satu penyebab pasti kenapa seorang remaja memutuskan untuk bunuh diri. Keputusan untuk bunuh diri begitu rumit dan pasti disebabkan oleh banyak hal.
Namun, faktor risiko terbesarnya memang adalah depresi yang tidak terobati. Pemicunya pun bisa beragam hal yang ia temui dalam hidupnya, mulai dari trauma masa kecil, kekerasan seksual, hingga bullying.
“Remaja yang kecanduan zat-zat tertentu seperti alkohol atau narkoba juga lebih rentan mengalami kematian akibat percobaan bunuh diri,” jelasnya.
Karena itulah, Rannya mengajak para milenial dan Gen Zuntuk mulai menerapkan pola hidup sehat, bersih dan tertib menghindari kegiatan-kegiatan negatif yang bisa merugikan diri sendiri.
“Semua bisa dimulai dengan pola hidup sehat, berolahraga dan Positif Thinking. Jauhi makanan ‘sampah”, minuman beralkohol apalagi narkoba,” katanya.
Terkhusus untuk generasi muda di pulau Lombok, Rannya menilai ada banyak hal positif yang bisa dikembangkan. Apalagi Lombok sudah menjadi salah satu destinasi sport tourism internasional sejak adanya sirkuit Mandalika di Lombok Tengah.
“Joging dan bersepeda bisa jadi pilihan yang tepat. Karena olahraga ini terjangkau semua kalangan dan menyehatkan,” katanya.
Rannya sendiri selalu melakukan olahraga ringan yang rutin.Sebab, dengan olahraga tubuh jadi sehat dan pikiran pun lebih positif dan konsentrasi.
Pola makan juga harus diperhatikan generasi muda. Meski tak masuk dalam daftar WHO, namun penyakit Maag dan Gerd juga menjadi penyebab kematian usia remaja.
“Apalagi di zaman gadget seperti sekarang ini, kadang kalau sudah main game sampai lupa waktu. Ini yang harus dihindari, pola makan harus teratur dan sehat,” katanya.
Lanjutkan Cita-Cita HBK
Rannya Agustyra Kristiono sudah bertekad untuk melanjutkan cita-cita mendiang ayahnya, HBK, dalam berkarya untuk masyarakat Pulau Lombok, NTB.
Dara humble dan ramah ini mengaku akan berbuat untuk semua kalangan masyarakat P Lombok, termasuk kaum milenial dan Gen Z.
“Tentu banyak hal baik dan positif yang bisa dilakukan generasi muda di daerah ini. Tapi yang utama, generasi muda lombok harus sehat, kreatif dan berbudi luhur untuk menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.
“Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut bonus demografi memang tidak bisa dihindari. Jadi harus disiapkan mulai sekarang,” jelasnya (*)
Bang Zul dan Umi Rohmi Minta RSUD NTB Berinovasi
Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul mengamanahkan RSUD NTB terus berinovasi dan jangan sedikit-dikit memberi rujukan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Melalui Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB), Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Bang Zul dan Umi Rohmi, berikhtiar memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.
Hal itu dibuktikan, berhasilnya operasi pemasangan permanent pacemaker atau alat pacu jantungpermanen pada anak usia 2,5 tahun (NK), yang berlangsung di RSUD NTB, Rabu (23/08/23).
Direktur RSUD NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH. dalam konferensi pers mengaku, sudah diamanahkan Gubernur Bang Zul dan Wakil Gubernur Umi Rohmi, agar terus melakukan inovasisehingga ke depan kasus-kasus jantung khusus anak tidak beri rujukan ke daerah lain.
“Saya selaku direktur RSUD NTB, diamanahkan Gubernur dan wakil Gubernur NTB, untuk terus berinovasi dan jangan sedikit-dikit merujuk,” ujar dr. Jack di hadapan awak media.
Ditambahkan, RSUD NTB hadir membersamai masyarakatyang membutuhkan pertolongan. Lebih-lebih Pemprov NTB berkewajiban memberikan pertolongan kepada masyarakat agar semua masyarakat NTB sehat.
“RSUD NTB hadir membersamai masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ucap dr. Jack sapaan akrab Lalu Herman.
Ia berharap, RSUD NTB dapat melalukan hal-hal yang terbaru dan pertama kali seperti dengan kasus operasi pemasangan pacu jantung pada anak yang sukses dilakukan.
“Saya berharap RSUD NTB dapat melalukan hal-hal yang terbaru dan pertama kali begitu juga dengan kasus pagi ini,” kata dr. Jack ***
Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen Pada Anak
Tim medis RSUD NTB yang melakukan operasi alat pacu jantung itu membawa harapan untuk perawatan pasien anak dengan masalah jantung yang serius.
MATARAM.LombokJournal.com ~ Operasi perdana pemasangan permanen pacemaker atau alat pacu jantung permanen pada anak laki-laki (NK) berusia 2,5 tahun asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, Rabu (23/08/23).
Alat pacu Jantung permanen ini dirancang memberikan impuls listrik secara teratur ke jantung, memastikan ritme jantung yang sehat dan fungsional.
Pasien perdana yang menjalani operasi alat pacu jantung ini diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan lebih normal dan merasa lebih baik.
Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH mengatakan, tim medis RSUD Prov NTB yang melakukan operasi alat pacu jantung itu membawa harapan baru untuk perawatan pasien anak dengan masalah jantung yang serius.
“Alhamdulillah, hal ini pertama kali kita lakukan di NTB, semoga anak kita (NK) diberikan kesembuhan dan bisa bermain kembali seperti anak-anak yang lainnya,” tuturnya terkait operasi alat pacu jantung di RS yang dipimpinnya.
Dr. Jack sapaan akrab Lalu Herman berharap agar RSUD NTB akan terus melakukan inovasi, sehingga kasus jantung khusus anak tidak lagi melakukan rujuk keluar NTB, tapi Provinsi NTB mampu menangani permasalahan kasus tersebut.
“Semoga ke depan kita akan mampu melakukan tindakan dengan penyakit yang lain,” jelasnya.
Menurutnya, kasus jantung pada anak jarang terjadi di NTB, sehingga RSUD Provinsi NTB akan siap siaga memberikan pelayanan terbaikbagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan tindakan.
“RSUD Provinsi adalah milik Provinsi NTB, artinya memiliki kewajiban memberikan pertolongan dan tindakan agar masyarakat sehat kembali,” tuturnya.
G.A.R. Prawisanthi, Sp.JP (K) FIHA menjelaskan, pasien mengalami Total Av Blok (TAVB), yang merupakan kondisi langka di mana aliran impuls listrik dalam jantung terganggu. Itu mengakibatkan ketidakseimbangan detak jantung dan dampak serius pada kesehatan anak-anak.
“Pada saat itu, pasien datang dengan keluhan kejang dan irama jantungnya hanya 40 kali per menit, seharusnya anak usia 2,5 tahun memiliki irama jantung 90 – 100 kali per menit, kondisi TAVB dalam 10 hari tidak berespon dengan obat – obatan, sehingga kita memustuskan memasangkan alat pacu jantung, tetapi sebelum itu dipasang alat pacu temporer yang dimasukkan kedalam pembuluh darah di paha, yang bertujuan untuk membackup pemasangan pacu jantung permanen,” jelasnya.
Tim Medis Operasi Perdana Pemasangan Permanent Pacemaker pada Anak di RSUD Provinsi NTB, yakni dr. G.A.R. Prawisanthi, Sp.JP (K) FIHA (Consultant of Interventional Cardiology), dr. Maz Isa Ansyori Arsatt, Sp. BTKV, dr. Elya Endriani, Sp. An, dr. Linda Silvana Sari, M.Biomed, Sp.A, dr. Novita, Sp.An, dr. Ni Made Surya, Sp.An, dr. Edi, Sp.BTKV dan Tim Asisten Bedah dan Penata Anastesi. ***
Wagub NTB Bhakti Stunting di Desa Darek
Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB menekankan pentingnya pemberian telur untuk anak-anak, karena protein hewani mencegah stunting
LOTENG.LombokJournal.com ~ Pemberian protein hewani sangat diperlukan mencegah stuntinganak, terutama pemberian makanan tambahan gizi seimbang sangat diperlukan demi pemenuhan nutrisi anak.
Ummi Rohmi sapaan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah Rohmi menekankan itu saat melakukan Gerakan Bakti Stunting di Desa Darek Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (22/08/23).
Ummi Rohmi membagikan telur ayam kepada orangtua yang menjadi sasaran bakti stunting. Pemberian telur ayam menjadi salah satu protein hewani paling murah dan paling mudah ditemukan, untuk mengatasi stunting.
“Telur ayam ini kita berikan untuk anaknya ya, ibu-ibu, bukan untuk bapaknya,” ungkapnya dalam kegiatan bakti stunting itu..
Orangtua diminta tidak membelikan jajan sembarangan kepada anaknya, karena jajanan yang tidak bergizi berbahaya, jadi salah satu penyebab stunting.
“Ibu-ibu perhatikan betul makanan anak, jangan dikasih jajan sembarangan, kalau belanja di warung, belanja yang sehat, agar terhindar dari Stunting,” tuturnya.
Selain itu, Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Rohmi ini, meminta masyarakat menjaga anaknya agar tidak menikah di bawah umur, mengingat pernikahan di bawah umur juga menjadi penyebab bayi lahir Stunting.
Ummi Rohmi berpesan kepada kades dan para kadus untuk memantau perkembangan anak-anak yang mengalami stunting, untuk memastikan masa depan yang cerah bagi generasi muda Desa Praya Barat. (*)
Bunda Niken Launcing ‘Dapur Sehat Pita Putih’
Melaunching Dapur Sehat, Bunda Niken tekankan pentingnya membantu pemerintah untuk menurunkan angka stunting dengan mengubah pola pikir atau mindset masyarakat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua TP PKK Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan, membantu pemerintah menurunkan angka stunting sangatlah penting.
Hal itu dikatakan Bunda Niken yang sekaligus Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) NTB saat melauncing Dapur Sehat Pita Putih Indonesia, di Balai Nusantara lingkungan taman baru Kota Mataram pada, Sabtu (12/08/23).
Saat itu Bunda Niken didampingi Ketua PPI dan TP PKK Kota Mataram Umi Hj Waridah Mujiburahman,
Menurut Bunda Niken, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah seperti penyuluhan, pemberian telur, bahkan sampai dengan sekolah-sekolah melaksanakan gerakan bakti stuntingdengan melakukan gerakan pengumpulan telur untuk anak-anak stunting di NTB.
“Pentingnya kita membantu pemerintah, untuk sama-sama menurunkan angka stunting di NTB,” kata Bunda Niken.
Di tambahkan bunda Niken satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengurangi angka stunting di Nusa Tenggara Barat, mengubah persepsi atau mindset masyarakat.
Menurut Bunda Niken, jika pemerintah hanya memberikan bantuan tanpa merubah pola pikir masyarakat maka yang terjadi bantuan tersebut d konsumsi dengan cara yang tidak tepat. Dan yang dilakukan hari ini adalah upaya pencerdasan masyarakat dan membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh konsisten, berkesinambungan dan berkelanjutan.
“Yang kita lakukan hari ini adalah upaya pencerdasan masyarakat dalam mengubah pola pikir atau mindset masyarakat,” tegas Ketua PPI Bunda Niken.
Orang tua cerdas
Dalam waktu yang sama NTB Bunda Niken menjelaskan, yang dilakukan hari ini bentuk penguatan dan suport pada orang tua. Sekaligus pada kader yang hadir, agar ke depan menjadi orang tua yang cerdasdalam mengasuh anaknya.
“Pemerintah Provinsi telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk bergotong royong membantu masyarakat dengan demikian perhatian pemerintah akan tertuju kepada masyarakat,” kata Bunda Niken.
“Yang kita lakukan hari ini adalah bentuk pemerintah NTB menguatkan dan mensuport masyarakat,” katanya
Di akhir sambutannya Bunda Niken mengucapkan terima kasih kepada para donatur dari berbagai pihak yang telah mensukseskan agenda tersebut.
Di akhir Bunda Niken berharap dengan keberadaan pita putih Indonesia bisa membawa manfaat dan perubahan untuk Indonesia emas di tahun 2045.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan semoga dengan keberadaan Pita Putih Indonesia bisa membawa manfaat untuk Indonesia emas 2045,” ujar Bunda Niken.***
NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting
Wagub NTB mempersembahkan penghargaan dari BKKN Indonesia untuk seluruh pihak yang turut andil dalam gotong royong bhakti stunting
Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting itu diberikan pada acara Forum Koordinasi Stuntingdan Fasilitasi Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTB, di Hotel Prime Park, Kamis (10/08/23).
Piagam penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting diserahkan langsung Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) dan diterima oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub mempersembahkan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah turut andil dalam gotong royongbhakti stunting.
“Penghargaan (gotong royong bhakti stunting) ini untuk Kabupaten Kota, dan seluruh Kader Posyandu di NTB yang terus berjuang menurunkan angka stunting di NTB,” ucap Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.
Dengan penghargaan yang diraih, Ummi Rohmi berharap semangat NTB dalam mengentaskan angka stunting semakin membara.
Melalui peningkatan kualitas Posyandu Keluarga yang ada di setiap dusun, data by name by adress yang valid, serta gerakan gotong royong bhakti stunting ini, angka stunting di NTB bisa terus menurun.
Gerakan Gotong Royong Bakti Stunting sendiri adalah sebuah gerakan, mendorong seluruh OPD lingkup Pemprov NTB turun ke desa-desa dan memberikan edukasi serta bantuan telur kepada masyarakat.
Tak hanya OPD lingkup Pemprov saja, OPD lingkup Kabupaten pun kini ikut membantu, bahkan hingga ke sekolah-sekolah ikut bergotong-royong memberikan edukasi serta bantuan berupa telur ayam kepada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengaku terharu dan terenyuh akan komitmen NTB dalam menuntaskan stunting.
“Saya terenyuh dan terharu karena gerakan gotong royong stunting NTB ini luar biasa. Bahkan saya merinding waktu diberitahu anak SMP turut mengumpulkan telur,” jelasnya.
Selain Pemerintah Provinsi NTB, sejumlah Kabupaten/Kota juga mendapatkan penghargaan atas inovasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di masing-masing daerah di NTB. ***