Posyandu Keluarga di NTB Sudah 100 Persen 

Wagub NTB apresiasi komitmen Kesehatan di Kab/Kota, sehingga  semua posyandu sudah menjadi Posyandu Keluarga

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB yang berkomitmen pada bidang kesehatan, terutama melalui Posyandu Keluarga berbasis dusun. 

Hal tersebut disampaikan Wagub NTB saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) yang berlangsung mulai dari 18 hingga 20 April 2022 bertempat di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Selasa (19/04/22).

Wagub bicarakan Posyandu Keluarga dalam Rakerkesda

“Alhamdulillah seluruh Kabupaten/Kota memiliki komitmen yang luar biasa terhadap kesehatan. Patut kita syukuri, 100 persen  posyandu yang ada di NTB sudah menjadi posyandu keluarga,” ungkap Wagub.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB juga mengingatkan, mulai dari pemerintah tingkat desa, kabupaten sampai provinsi harus berbagi tugas agar posyandu keluarga di tiap-tiap dusun benar-benar menjadi pusat edukasi bagi masyarakat.

BACA JUGA: Pekerja Migran Diminta Berdayakan Ekonomi Keluarga 

“Masing-masing kita memiliki tugas-tugas yang insya Allah kalau kita fokus dengan tugas kita, ini akan berjalan dengan baik. Tinggal bagaimana pembagian tugas kita laksanakan dengan baik, dan semua yang harus kita laksanakan itu bisa terlaksana dengan baik. Sehingga akan tercipta posyandu keluarga yang betul-betul menjadi pusat edukasi berbasis dusun,” jelas Ummi Rohmi.

Terakhir, Ummi Rohmi berharap, dengan adanya Posyandu Keluarga, tidak hanya permasalahan kesehatan yang dapat ditangani, tetapi juga berbagai masalah sosial lainnya.

“InsyaAllah, melalui posyandu keluarga, tidak hanya permasalahan kesehatan dapat tertangani, namun juga masalah sosial,”

Turut hadir dalam Rakerkesda tersebut, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, perwakilan BKKBN Provinsi NTB, serta peserta rapat dari 10 Kab/Kota se-NTB. ***

BACA JUGA: RTG di Lombok Utara Terealisasi 100 Persen

 

 




Gubernur NTB Apresiasi Perawat yang Ikut Sukseskan MotoGP

Gubernur NTB sebut  para perawat ikut sukseskan MotoGP, karena di garis depan lakukan vaksinasi massal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para perawat NTB disebut turut andil mensukseskan berbagai event internasional di NTB, termasuk mensukseskan event MotoGP

Pasalnya, para perawat berada di garis terdepan melakukan vaksinasi massal yang menjadi syarat penyelenggaraan acara internasional tersebut. 

Gubernur hadiri pelantikan Dewan Perawat

“Kami dari Pemda berterima kasih, banyak event besar di kita, World Superbike, MotoGP dan lain lain, sukses karena kontribusi besar dari teman-teman keperawatan ini,” ujar Gubernur NTB, Zulkieflimansyah 

BACA JUGA: Jelang MXGP, Pemprov Gelar Kursus Bahasa Inggris Gratis

Ia menyampaikan terima kasih kepada para perawat, saat Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Dewan Pertimbangan Provinsi dan Majelis Kehormatan Etik Keperawatan (MKEK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi NTB, periode 2022-2027 di Pendopo Gubernur, Rabu (13/04/22). 

Banyak yang tidak tahu, sebenarnya Pemprov NTB berpacu dengan waktu dalam.

“Berdebar-debar, penuh ketidakpastian apakah event ini jadi atau tidak. Karena persyaratan yang harus kita penuhi itu gak ringan. Harus vaksinasi dosis satu, dua, hingga booster segala macam,” jelas Bang Zul.

Namun berkat kerja keras semua pihak, MotoGP Mandalika 2022 sukses digelar. Dan nama Mandalika melalang buana di dunia internasional.

Gubernur berharap para pengurus baru PPNI memiliki semangat baru dalam mengabdi kepada daerah, bangsa, dan Negara. ***

BACA JUGA: NTB Tuan Rumah Y20, Beri Multiplier Effect Bagi Kebangkitan Ekonomi

 

 




RSUD NTB Tahun ini Bisa Tangani Stroke, Jantung dan Kanker

Gubernur NTB tandatangani kerjasama antara RSUD  NTB dengan RS Pusat Otak Nasional, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, serta RS Pusat Kanker Nasional Dharmais. 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Akhir tahun ini, Rumah Sakit Provinsi NTB diharapkan sudah bisa menangani Stroke, Jantung dan Kanker secara lebih baik.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah usai menandatangani kerja sama antara RSUD NTB dan RS Manambai Sumbawa dengan RS Pusat Otak Nasional, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, serta RS Pusat Kanker Nasional Dharmais.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan saat kegiatan Visitasi Tim Pengampu RS Jejaring Kardiovaskuler RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita & Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI di RSUD Provinsi NTB, Selasa (12/04/22). 

Penandatanganan kerjasama antara RSUD NTB dan RS yang tangani stoke, jantung dan kanker
Gubernur NTB bersama Tim Pengampu

Gubernur Zul berharap RSUD Provinsi NTB akan mampu memaksimalkan dalam memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat.

“Insya Allah akhir tahun ini, Rumah Sakit Provinsi kita sudah bisa menangani Stroke, Jantung dan Kanker secara lebih baik sehingga tak perlu lagi di rujuk ke luar Provinsi kita,” kata Gubernur NTB.

BACA JUGA: Jelang MXGP, Pemprov NTB Gelar Kursus Bahasa Inggris Gratis

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para tim pengampu RS atas segala bantuan yang diberikan untuk Provinsi NTB.

“Terima kasih atas segala bantuan dan pengorbanan Bapak dan Ibu untuk hadir di NTB. Semoga komitmen kita untuk menjadikan NTB sebagai pusat pelayanan kesehatan Indonesia dapat terwujud,” ucapnya.

Senada dengan itu, Direktur Utama RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra mengungkapkan rasa syukurnya atas kerja sama tersebut.

“Alhamdulillah pada hari ini ada 3 Rumah Sakit yang hadir. Nantinya ketiganya akan bekerja sama dengan RSUD Provinsi NTB dan RS Manambai untuk penanganan Kardiovaskuler, Stroke dan juga Kanker,” ujar dr. Jack, sapaan akrab Dirut RSUD Provinsi NTB.

Usai penandatanganan kerja sama, visitasi tersebut dilanjutkan dengan membagi 3 tim untuk berkeliling melihat fasilitas pendukung, seperti IBS, CVCU, Laboratorium, Radiologi, Radioterapi, IGD dan lainnya.***

BACA JUGA: Pemprov NTB Boyong Penghargaan Pelaksanaan Anggaran 2021

 




Pandemi Covid-19, Semoga Benar Segera Berakhir 

Hampir 3 tahun terakhir, Pandemi Covid-19 menebar ketakutan di seluruh dunia, benarkah sekarang mulai mereda?

OPINI TENTANG PANDEMI COVID-19
Opini: Adriana Wahyuningsih, mahasiswa UMMAT Mataram, NIM: 2021B1B012

lombokjournal.com ~ Saat awal munculnya pandemi Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19, benar-benar mencekam masyarakat. Pandemi yang berlangsung global ini, artinya terjadi hampir di seluruh dunia, bukan saja cepat menular tapi juga membawa ancaman kematian.

Pandemi ini menebar ketakutan karena adanya kasus kematian yang meningkat. Korban infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan droplet dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersin, yang menyebabkan terjadinya peningkatan angka kematian 

Hampir setiap negara panik datangnya pandemi yang tak bisa diduga asal-usulnya ini. Meski diketahui munculnya pandemi ini diketahui pertama muncul dari wilayah Wuhan, Tiongkok, asal usul virus ini masih terus dilakukan penelitian.

Dari beberapa sumber, riset terakhir diketahui bahwa virus corona berasal dari hewan dan menyebar ke manusia sejak akhir 2019 di pasar makanan laut Huanan di Wuhan, Tiongkok atau China.

BACA JUGA: Aksi Panah Misterius Menghantui Kota Bima, Siapa Pelakunya?

Tapi baiklah, meski perlu tetap waspada namun pandemi Covid-19 sudah tidak lagi mencekam seperti awal kemunculannya.

Memang pembicaraan Covid-19 nyaris tidak tren di tengah masyarakat. Tapi pemerintah menghimbau kepada masyarakat, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Setelah 3 tahun berlangsung dan hampir menjadi isu utama tiap negara, karena peningkatan korban yang meninggal dunia, rupanya pandemi Covid-19 mulai mereda.

Kini, harapan seluruh masyarakat semoga pandemi Covid-19 ini benar- benar berakhir  dan masyarakat bisa melakukan aktivitas normal seperti sebelumnya.

Sambil harap-garap cemas, kita juga harus tetap melindungi diri dan tetap memperhatikan kesehatan kita.

Penting sekali tetap, seperti anjuran Pemerintah, kita wajib tetap melindungi diri dengan cara:

  1. Tetap mencuci tangan dengan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol minimal 3 kali sehari
  2. Tetap memakai masker
  3. Tetap menjaga jarak
  4. Konsumsi makanan sehat dan olahraga
  5. Tetap hindari kerumunan

Tentu saja kita berharap, pandemi yang sangat memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat ini segera berlalu. ***.

BACA JUGA: Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster bagi Penumpang dari Bandara Lombok

 

 




Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster bagi Penumpang dari Bandara Lombok

Mulai hari Rabu (06/04), Bandara Lombok membuka layanan vaksinasi kedua termasuk booster untuk memudahkan keberangkatan penumpang 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Calon penumpang yang akan berangkat melalui Bandara Lombok yang belum memperoleh vaksin ke 2 dan ke 3 atau booster, jangan khawatir. 

Mulai hari ini tanggal 6 April hingga 30 April 2022, Bandara Lombok kembali membuka layanan vaksinasi tersebut. 

Untuk mendapatkan vaksinasi gratis ini calon penumpang harus menunjukkan identitas diri berupa KTP asli. 

Layanan vaksinasi penumpang yang dari Bandara Lombok
Nugroho Jati

Kegiatan vaksinasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti berlakunya Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Nomor 36 Tahun 2022 yang berlaku sejak 5 April 2022 kemarin. 

Bandara Lombok membuka layanan vaksinasi Covid-19 termasuk booster bagi calon penumpang yang akan berangkat melalui bandara ini.  

Vaksinasi dosis kedua dan ketiga (booster) ini digelar untuk memudahkan para penumpang yang akan terbang melalui Bandara Lombok. 

Berdasarkan SE Kemenhub No.36 Tahun 2022, saat ini hanya penumpang pesawat udara yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster saja yang tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR atau antigen. 

BACA JUGA: Hasil Lelang Amal di Mandalika Diserahkan ke Baznas NTB

Sedangkan mereka yang  mendapatkan vaksinasi dosis kedua, tetap wajib menyertakan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Atau bisa juga hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. 

Sementara bagi calon penumpang yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

“Untuk itulah kami membuka layanan vaksinasi Covid-19 di Bandara Lombok ini. Selain mendukung percepatan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah, layanan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi calon penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Lombok dalam memenuhi salah satu persyaratan perjalanan, yaitu sertifikat vaksinasi Covid-19,” ujar Nugroho Jati, PTS. General Manager Bandara Lombok, Rabu (06/04/22). 

Layanan ini ditujukan bagi penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Lombok dan berusia 6 tahun ke atas untuk vaksin dosis kedua. 

Untuk vaksin dosis ketiga (booster), harus berusia 18 tahun ke atas dan jangka waktu dari vaksin dosis kedua adalah 3 (tiga) bulan. 

Vaksinasi digelar di area lobi keberangkatan Bandara Lombok yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 14.00 WITA ini, hanya melayani vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga (booster). 

Untuk vaksin dosis kedua tersedia jenis vaksin Sinovac dan Moderna. Sedangkan vaksin dosis ketiga (booster) tersedia vaksin Moderna. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PT Angkasa Pura I Bandara Lombok dengan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram. 

“Seluruh proses vaksinasi ini memerlukan waktu kurang lebih 30 menit. Jadi diharapkan calon penumpang yang ingin melakukan vaksinasi di bandara bisa mengalokasikan waktu yang cukup sebelum keberangkatan,” imbau Nugroho Jati.

BACA JUGA: Sate Tanjung, Cita Rasa Kuliner Khas Lombok Utara

Sebelumnya, layanan vaksinasi Covid 19 ini sudah pernah beberapa kali digelar di Bandara Lombok menyesuaikan dengan persyaratan perjalanan di masa pandemi Covid 19. Dan pertama kali dibuka pada bulan Juli 2021.***

 

 




Kapolda NTB Kunjungi KLU, Jelaskan Amanah Kapolri

Selain silaturahi, kunjungan Kapolda NTB ke KLU untuk menegaskan konsen dari Kapolri untuk percepatan vaksinasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto bersama Ketua Bhayangkari NTB Ny. Irna Djoko Poerwanto serta Pejabat Utama Polda NTB mengunjungi Kabupaten Lombok Utara, Rabu (30/03/22). 

Kedatangan Kapolda NTB yang juga beradaptasi dengan wilayah kerja baru itu, disambut Bupati Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati, Danny Karter beserta para pejabat teras lingkup Pemerintah KLU. 

Kunjungan kerjanya di Gumi Tioq Tata Tunaq kali ini guna mempererat tali silaturahmi dengan unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Lombok Utara seraya press conference  kegiatan Gebyar Vaksinasi Presisi Mabes Polri. 

Kapolda NTB mengatakan,  tujuannya ke KLU untuk bersilaturahmi. Selain itu, menunjukkan hadirnya kepolisian di tengah masyarakat di Lombok Utara. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kuesi Roda Adaptif

“Saya berterimakasih sudah bisa diterima di Lombok Utara,” ujarnya.

Kapolda menerima plakat kenangan dari Bupati Djohan

Inspektur Jenderal yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri itu menuturkan, konsen dari Kapolri serta pejabat utama Mabes Polri saat ini adalah mempercepat vaksinasi.

Hal itu diamanahkan ke seluruh jajaran Polda di seluruh wilayah Indonesia. 

Ia menjelaskan, tujuan dari vaksin tersebut untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga aktivitas masyarakat tanpa kekhawatiran terhadap penyebaran virus Covid-19 dan variannya.

“Kekebalan kelompok di atas segalanya, sebab kalau kekebalan kelompok sudah kuat maka kegiatan sehari-hari akan nyaman,” kata Joko.

BACA JUGA: Training Center LFC, 30 Pemain Terpilih dari 780 Kandidat

Sementara itu, Bupati Djohan Sjamsu dalam kesempatan itu memaparkan keadaan Lombok Utara secara garis besar mulai dari potensi-potensi yang ada serta kondisi masyarakat. 

KLU memiliki begitu banyak potensi mulai dari potensi alam, hasil pertanian dan potensi yang paling menonjol ialah pariwisata. 

“Lombok Utara memiliki banyak jenis destinasi wisata di antaranya pantai, gunung, religi dan adat,” sebut Bupati.

Kata Djohan, sebagai kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat tentu Lombok Utara masih perlu banyak berbenah dari segala aspek menuju kabupaten yang lebih maju. “Mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan dari kabupaten lain di NTB,” harap Djohan.

Menurutnya, KLU merupakan daerah dengan tingkat kriminalitas rendah. 

Selain itu penganut agama memang beragam di KLU, tapi pihaknya menegaskan tidak pernah ada gesekan antar umat beragama.***

 




Groundbreaking Instalasi Gawat Darurat RSUP NTB 

Jangan Lupakan Masyarakat Miskin itu kata Gubernur NTB saat groundbreaking IGD RSUP Nusa Tenggara Barat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pembangunan gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu dan Perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi harus dapat melayani seluruh masyarakat NTB. 

Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah, mengatakan itu saat groundbreaking atau peletakan batu pertama dimulainya pembangunan IGD Terpadu dan Rawat Inap di RSUP NTB, Senin (21/03/22). 

“Mewah dan canggihnya rumah sakit kita jangan sampai melupakan masyarakat miskin dan termarjinalkan,”  kata gubernur.

BACA JUGA: Pelaku UMKM Dapat Berkah Event MotoGP Mandalika

Dimulainya pembangunan IGD RSUP NTBDENGAN MELAKUKAN GROUNDBREAKING
RSUP NTB

Menurutnya, fasilitas kesehatan terbesar dan tercanggih di Indonesia Timur ini juga bagian dari persiapan event internasional dan diharapkan dapat menjadi PAD yang menguntungkan. 

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyatakan, pembangunan gedung  IGD Terpadu dan penambahan gedung rawat inap di RSUD Provinsi NTB ini, merupakan proyek gedung IGD terintegrasi dan rawat inap ini senilai Rp270 Miliar. Penambahan fasilitas ini untuk menambah kapasitas pelayanan dan optimalisasi layanan kesehatan di RS milik Pemprov NTB menjadi grade A. 

“Selain itu RSUD Provinsi NTB juga akan membangun gedung belakang yang akan difungsikan sebagai gedung Onkologi Terpadu. Kita berharap dengan fasilitas layanan radioterapi dan kemoterapi masyarakat NTB bisa memperoleh traetment di RSUP NTB. Pihak Dorna juga sudah menetapkan status very excellent untuk fasilitas itu,” tambah Dokter Jack sapaan akrab Direktur RSUP NTB ini. ***

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ dari Event Internasional




Penanganan Stunting, Wagub Apresiasi Lombok Barat

Wagub mengapresiasi penanganan stunting di Lombok Barat yang dinilai cukup baik, sehingga angka stunting menurun

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ikhtiar menekan angka stunting harus terus dilakukan bersama dan anak-anak yang terdeteksi harus segera ditangani, orang tua juga harus diedukasi. 

Wakil Gubernur (Wagub) NTB Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat kunjungan kerjanya untuk meninjau Posyandu Keluarga Mawar, di Dusun Dasan Tapen Barat, Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Rabu (16/O3/22)

Saat itu ia mengapresiasi penanganan stunting di Lombok Barat, karena angka stunting di Desa Dasan Tapen menurun.

“Alhamdulillah, angka stunting di Desa Dasan Tapen mengalami penurunan,” kata Wagub Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Penanganan stunting dinilai baik
Wagub di Posyandu

Wagub mengajak mencegah stunting, demi generasi unggul di masa mendatang.

BACA JUGA: Wagub Jamin Ketersediaan Akomodasi Sambut MotoGP

Menurutnya, penanganan stunting di Lombok Barat di tahun 2021 cukup baik, berdasarkan laporan bulan Februari ke Desember 2021. 

Karena itu pentingnya mengisi aplikasi e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) hingga 100 persen untuk memantau semua Balita di NTB.

“Mengisi e-PPGBM sangat penting, karena akan diperoleh data yang akurat sehingga kita dapat memetakan dan mempercepat mengatasi bila ada masalah balita,” jelas Wagub..

Karena di NTB, Lombok Barat termasuk Kabupaten yang masih ada angka Stunting. Harus diperhatikan dan di monitoring trus agar angka stunting turun. 

Wagub juga berpesan, agar kegiatan Posyandu keluarga seperti penimbangan dengan dacin digital agar akurat, pemberian vitamin, pemberian makanan bergizi untuk balita harus ada pelaporannya.

Hal lain disampaikan, yakni mengenai target 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) harus terpenuhi. 

Karena Kabupaten Lombok Barat sudah mendeklarasikan pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) dan pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Maka tersisa 3 pilar yang harus dikejar.

Diantaranya, pilar 3 Pengelolaan Air Minum Makanan Rumah Tangga (PAMMRT). Sedangkan pilar ke 4 Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT) dan pilar ke 5 Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) berhubungan dengan sampah.

BACA JUGA: Event Internasional akan Banyak Digelar di Sirkuit Mandalika

“Misalnya Posyandunya terintegrasi dengan bank sampah dan setelah itu bisa ditindaklanjuti dengan pilar 4 dan  5,” ujarnya Ummi di hadapan Asisten I sekaligus Plt Kadis Kesehatan Lobar dan Kades Desa Dasan Tapen.

Wagub juga menekankan, agar masyarakat harus didorong untuk mengelola sampah dengan memilah, kemudian di drop di bank sampah. Maka Bank Sampah harus terintegrasi dengan Posyandu

“Jadi ibu-ibu setiap datang ke Posyandu bawa sampahnya, timbang disini, 25 persennya jadi operasional dan 75 persen jadi tabungan. Walaupun tidak mahal bisa jadi uang dan bermanfaat sampah itu,” imbuhnya.

Penanganan stunting untuk generasi mwnsatang
Wagub ingatkan pentingnya penanganan stunting di Posyandu Keluarga

Wagub juga meminta agar keberadaan Posyandu Keluarga dapat dijadikan media publikasi untuk berbagai informasi. Baik kesehatan balita dan ibu hamil, remaja, lansia, pencegahan pernikahan dini dan buruh migran, bahaya narkoba dan pentingnya sekolah hingga tingkat SMA.

Kades Dasan Tapen H. Nasrullah mengapresiasi kunjungan dan perhatian Wagub terhadap keberadaan Posyandu Keluarga di desanya. 

“Kami akan terus fokus untuk menangani kesehatan masyarakat. Dan hal yang perlu kami sampaikan bahwa di wiayah kami taka da perkawinan anak di bawah umur dan buruh migran ilegal,” tandas Nasrullah.

Dalam kegiatan itu tampak Wakil Gubernur, Asisten 1 Setda, Kadis Kesehatan, Kadis PMD Dukcapil, Kadis LHK, Kadis Dikbud, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, Kadis Pemuda dan Olahraga, Biro Umum, Biro Adpim dan Biro Kesra Setda Provinsi NTB. ***

 




Program SNGI Diharapkan Sasar Barometer Stunting di NTB

Wagub Ummi Rohmi berharap,  program SNGI ini betul-betul ke lokusnya, artinya ke daerah yang paling banyak stuntingnya 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Pemberdayaan Desa untuk Penanganan Stunting di NTB yang digagas oleh Saving Next Generation Indonesia (SNGI) menyasar daerah yang menjadi barometer di NTB.

Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut saat menerima audiensi SNGI secara virtual di Ruang Kerja Pendopo Wagub NTB,  Selasa (08/03/22).

Wagub menyambut baik program penanganan stunting
Wagub Hj Sitti Rohmi

“Kami semua sangat menyambut baik apa yang dilakukan SNGI untuk dieksekusi NTB. Kami berharap program SNGI ini betul-betul ke lokusnya, artinya ke daerah yang menjadi barometer dan paling banyak stuntingnya, seperti Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat,” harap Ummi Rohmi sapaan wagub.

Ia juga berharap, adanya program pemberdayaan desa untuk penanganan stunting tidak hanya dapat menyelesaikan permasalahan stunting di NTB, tetapi juga berbagai permasalahan lainnya.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Langkah Konkrit Wujudkan SDG’s

“Sekali lagi kami sangat welcome, karena kami juga butuh support dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan stunting di NTB. Sehingga nantinya tidak hanya stunting, tapi seluruh permasalahan krusial yang kita alami di NTB dapat ditangani dengan baik,” tambahnya..

Sementara itu, Lani, perwakilan dari Komunitas SNGI berharap agar program pemberdayaan tersebut dapat benar-benar menggali potensi desa, sehingga berbagai permasalahan kesehatan di NTB  khususnya terkait stunting dapat diselesaikan dengan baik.

“Mudah-mudahan dengan pendekatan ini, kita dapat memberdayakan desa, menggali potensi mereka, meelihat masalahnya apa, sehingga intervensinya memang berbasis pada kebutuhan masalah di dalam desa tersebut,” kata Lani.

BACA JUGA: Bupati: Kemiskinan Tinggi Tapi Pengangguran Rendah

Hadir secara virtual dalam audiensi tersebut, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Bappeda NTB, dan Kepala Dinas DPMD NTB. ***

 




Wagub Tinjau Vaksinasi Siswa di Bima, Ini Pesannya 

Saat tinjau vaksinasi siswa di SMAN 1 Palibelo Wagub Sitti Rohmi berpesan agar siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker untuk mencegah Covid-19  

BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, berpesan agar para siswa SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) jangan takut untuk divaksin. 

Ia mengimbau seluruh siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker, karena itu merupakan kunci melawan pandemi Covid-19. 

Wagub di SMA 1 Palibeo, Bima

“Karena kunci mencegah Covid-19, hanya dapat dilakukan dengan Vaksin dan memakai masker,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

Hal itu dikatakannya saat meninjau vaksinasi di  SMAN 1 Palibelo Kab. Bima sekaligus melihat implementasi “Zero Waste” di sekolah tersebut. 

“Jangan takut ya, tetap semangat, hanya disuntik sebentar saja,” pesan alumni ITS Surabaya tersebut didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di Bima. 

BACA JUGA: Wagub NTB Tanam Ketapang di Jalan Lintas Bima-Dompu

Wagub berharap capaian vaksin pemerintah Kabupaten Bima di akhir Februari 2022, dapat mencapai 80 persen. Baik vaksin pertama maupun kedua. 

Ummi Rohmi berharap, jika ada kendala dalam proses vaksinasi, panitia bisa segera berkomunikasi agar vaksinasi berjalan lancar. 

“Yang penting lakukan vaksinasi dulu, jika ada kendala dalam sistem digital, bisa dicatat  dan inputnya menyusul,” Doktor Rohmi.

BACA JUGA: Wagub Tinjau Implementasi Zero Waste di Sekolah

Ummi Rohmi juga menyampaikan apresiasi kepada TNI/Polri, yang telah mengawal dan mendorong percepatan vaksinasi.

Wagub bersama guru SMA 1 Paibelo, Bima

Sementara itu, Kepala SMA 1 Palibelo Hj. Erot Sutianah, M.Pd mengatakan, siswa-siswi SMAN 1 Palibelo telah divaksin tahap pertama.

“Namun rata-rata siswa kami hanya baru vaksin pertama, kali ini secara masif dilakukan vaksin ke 2,” jelasnya.  

BACA JUGA: Gubernur Bersama KASAD Tanam Phon dan Tinjau Sirkuit Mandalika

Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Provinsi NTB, capaian vaksin di Kabupaten Bima sendiri per 22 Februari 2022 telah mencapai 75 persen pada vaksinasi pertama dan 32 pesen pada capaian vaksinasi kedua. ***