Sambut MXGP of Indonesia 2022, Fasilitas Akomodasi Siap

Pemprov NTB menggesa penyiapan akomodasi untuk sambut MXGP di Samota, Sumbawa

MATARAM.lombokjournal.com ~ Berbagai persiapan dilakukan terkait fasilitas akomodasi hotel dalam perhelatan Motocross Grand Prix (MXGP), yang segera digelar tinggal hitungan hari di sirkuit Rocket Internasional Samota Sumbawa Besar, pada 24-26 Juni 2022 mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, Pemprov NTB menggesa persiapan akomodasi hotel/penginapan diperuntukkan bagi pembalap dan team, talent musisi dan team, dan tamu/penonton. 

Sementara ini pembalap dan team sebanyak 245 orang sudah disiapkan kamar 185 di 6 hotel yakni Hotel Samawa Sea Side Cottage, Transit Hotel, Kaloka Airport Hotel, 99 Balong, Sumbawa Grand Hotel dan Grand Samota. 

BACA JUGA: Pembangunan Rocket Motor Circuit MXGP, Sudah 50 Persen

Untuk talent musik dan team butuh 70 kamar yang sudah disiapkan pula.

Yusron menjelaskan, sampai hari ini yang sudah terisi untuk tanggal 24-26 juni di luar akomodasi pembalap dan team maupun talent musik dan team sebanyak 190 kamar atau 330 bed.

“Itu sudah dibooking para pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Sehingga kamar hotel tersedia masih 338 kamar atau 484 bed,” jelasnya.

Sedang kebutuhan bagi penonton dilengkapi lagi dengan ketersediaan tenda untuk 2000 orang di Ai Lemak, 1500 orang di Ai Loang. 

Termasuk rumah warga sekitar 265 yang tersebar di lima Kecamatan seperti Moyo Utara,  Moyo Hulu, Moyo Hilir, Labuhan Badas, dan Unter Iwes juga akan disiapkan untuk mencukupi kebutuhan akomodasi

BACA JUGA: Bunda Niken di Lobar, Menguatkan Manajemen PKK

Sehingga bisa menampung dua kali lipatnya, dan KRI Makassar yang masih kita tunggu kepastiannya hari ini sebanyak 500 bed. ***

 

 




Desa Kumbang, Lotim, Calon Percontohan Desa Antikorupsi 

Gubernur NTB menghadiri pembukaan Desa Antikorupsi di Desa Pakkato, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan

LOTIM.lombokjournal.com ~ Ada 10 desa di Indonesia dipilih Komisi Pemberantasan Anti Korupsi (KPK) sebagai jadi calon percontohan desa anti korupsi.

Salah satu desa adalah Desa Kumbang, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB yang terpilih menjadi calon percontohan Desa Antikorupsi Tahun 2022.

Gubernur NTB hadiri pembukaan Desa Antikorupsi

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri langsung pembukaan Desa Antikorupsi yang dilaksanakan di salah satu calon desa antikorupsi, yakni di Desa Pakkato, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan,  Selasa (07/06/22).

BACA JUGA: Evaluasi bagi PPPK akan Dilakukan tiap Tahun

Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam sambutannya mengungkapkan, hal ini salah satu upaya pencegahan korupsi di tingkat pedesaan di Indonesia.

“Kita sangat memahami bahwa begitu penting peran desa. Kalau 74 ribu lebih desa bebas dari korupsi, maka tentulah gambaran kabupaten/kota bebas dari korupsi,” tandasnya.

Ia berharap, dengan anggaran yang mencapai Rp468,5 triliun untuk desa, penggunaan dana desa tersebut harus dipastikan sesuai tujuan.

“Anggaran Rp 468,5 triliun itu kita harus pastikan, kalau setiap Kepala Desa paham bagaimana menyusun rencana kerja dari desa, dan paham penyusunan pertanggungjawaban secara benar, baik formil maupun materil, sehingga jauh dari perbuatan korupsi itu,” harapnya.

Sebagai informasi, sebanyak 10 desa di seluruh Indonesia dipilih Komisi Pemberantasan Anti Korupsi (KPK) sebagai jadi calon percontohan desa anti korupsi. 

Sebelum menentukan 10 desa tersebut, tim KPK telah melakukan observasi terhadap 23 desa di 10 provinsi.

BACA JUGA: Dinas Pariwisata KLU Gagas Destinasi Pariwisata Lokal

Ke-10 calon desa antikorupsi tersebut di antaranya Desa Pakatto di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan, Desa Kamang Hilla di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Desa Hanura di Kabupaten Pesawaran, Lampung, Desa Mungguk di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kemudian, Desa Cibiru Wetan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Desa Sukojati di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Desa Kutuh di Kabupaten Badung, Bali, Desa Batusoko Barat di Kabupaten Ende, NTT serta Desa Kumbang di Kabupaten Lombok Timur, NTB.***

 

 




Kader PKK Diajak Bimbing Orang Tua Bina Karakter Anak

Bunda Niken mengajak kader PKK mengedukasi orang tua agar dapat membimbing anak

KLU.lombokjournal.com ~  Seluruh kader TP – PKK diajak membina dan  membimbing para orang tua, agar menjadi memperhatikan pembinaan karakter dan penguatan karakter anak. 

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat melakukan kunjungan Pelayanan KB, Display Diversifikasi Pangan lokal, dan UP2K PKK di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (06/06/22).

Ajak kader PKK bimbing orang tua

“Peran TP PKK dapat memberikan  edukasi kepada orang tua agar dapat membimbing anak, diberikan penjelasan bahwa jangan cepat – cepat menikahkan anak, jangan melihat menikahkan anak bahwa kita bebas, sebenarnya tidak,” ungkap Bunda Niken .

Ia menjelaskan terkait  program Dasawisma merupakan program kerja PKK mulai dari pusat sampai ke desa-desa. Terdiri dari kelompok ibu dari 10 Kepala Keluarga (KK), yang melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga. 

BACA JUGA: Roadshow PKK di Lombok Utara, Bahas Stunting 

Terutama kegiatan mewujudkan program-program dalam bidang meningkatkan ketahanan keluarga, baik ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Harapan saya ada satu dasawisma yang aktif yang akan dibina langsung oleh ibu Ketua TP PKK desa,” kata Bunda Niken.

Ia mengatakan,  Dasawisma ini nanti akan dilombakan, dasawisma yang aktif, mempunyai buku dasawisma yang memiliki berbagai kegiatan, memiliki kebun sendiri, dan punya P2K. “Jadi kalo sudah aktif dasawismanya sangat bagus,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, agar setiap dasawisma di NTB dapat memiliki produk, yang dapat didukung berbagai stakeholder seperti Kantor Desa untuk kegiatan hajatan dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan di NTB

“Semua harus dari desa tersebut jangan beli ditempat lain, sehingga ibu-bu dapat mendukung permasalahan di desa masing – Masing,” tuturnya. ***

 




Kawasan Tambora Bisa Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Hadiri Puncak Festival Tambora 2022, Wagub NTB mengagumi kawasan Tambora yang mempunyai beragam potensi alam dan budaya

DOMPU.lombokjournal.com ~ Kawasan Tambora diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia, karena semua potensi adai, seperti laut, pantai yang indah, hutan, savana yang luas dan beragam potensi alam dan budaya lainnya. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menghadiri acara puncak rangkian Festival Tambora, Minggu (5/6/2022) di Santuari Rusa, Doro Ncanga Kabupaten Dompu.

Acara itu dihadiri Bupati Dompu Kader Jaelani,  Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konservasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Dr. Nanang Prihadi, Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenpar ekraf RI Reza Pahlevi.

Mendorong kawasan Tambora jadi Destinasi kelas dunia
Wagun Sitti Rohmi

Kata wagub, Tambora memang dahsyat dan luar  biasa indah. 

“Saat kita jalan lihat sisi kanan kiri rasanya seperti di Eropa,” kata Ummi Rohmi, sapaan Wagub.

Menurutnya, yang membedakan, di Eropa padang savana dihuni oleh domba, sedangkan di tambora ada sapi dan kuda. 

BACA JUGA: Wisata ke Lombok? Wajib Kunjungi Lombok Utara

“Tapi Tambora lebih indah, karena dikelilingi oleh laut,” pujinya.

Gunung Tambora  207 tahun yang lalu pernah meletus sangat dahsyat dan mengguncangkan dunia. 

Namun saat ini gunung Tambora menyimpan sejuta pesona, kekayaan alam dan beragam potensi yang ada dari puncak hingga di dasar laut.

Semua elemen masyarakat dan steakholder di NTB diminta bekerjasama dan bersinergi mewujudkan tagline Tambora jadi destinasi wisata kelas dunia.

Banyak hal yang harus dilakukan dan akan dilakukan berkolaborasi semua pihak, baik antara Pemerintah Daerah maupun kementerian.

Tidak hanya itu, banyak hal juga yang perlu dibenahi, seperti manajemen, ticketing, sistem pendakian yang safety, dan fasilitas lainnya.

“Karena orang mendaki juga butuh kenyaman, sehingga pengunjung atau pendaki semakin betah dengan eksotisnya Tambora,” ujarnya.

Apalagi didukung dengan adanya teluk Saleh, pulau Moyo yang biasa dikenal dunia Samota.

Paling penting adalah bagaimana memelihara dan merawat alam yang dititipkan ini semakin baik kedepan.

Sementara itu, Bupati Dompu Kader Jaelani menyampaikan, momentum Festival Tambora merupakan bagian dari peringatan meletusnya Gunung Tambora dan HUT Dompu. 

“Ikhtiar kami ingin mewujudkan Tambora sebagai destinasi wisata pegunungan kelas dunia,” kata Bupati.

Dengan ditetapkan Tambora sebagai Geopark Nasional, bukan hanya potensi alam yang dibanggakan. Tapi ragam budaya dan kearifan lokal lainnya menjadi nilai tersendiri untuk menuju destinasi wisata pegunungan kelas dunia.

BACA JUGA: Tidur Terlalu Banyak, Bisa Jadi Tanda Depresi

Puncak Festival Tambora yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 4-5 Juni diikuti ribuan masyarakat. 

Kawasan Tambora menyimpan potensi alam dan budaya
Kawasan Tambora

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kementerian LHK, Kemenpar Ekraf, Bappenas,  Pemprov. NTB melalui Dispar, Geopark Tambora, Balai Taman Nasiomsl Tambora, Pemkab Dompu dan steakholder lainnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah Kementerian dan Lembaga Pusat, Kadis Priwisata, dan sejumlah OPD lingkup Pemprov. NTB,  Forkopimda Dompu, Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, majelis adat Dompu, OPD lingkup Pemkab. Dompu, TP. PKK Dompu, kesultanan Sanggar, tokoh agama dan masyarakat. ***

 




Event MXGP Datangkan Banyak Manfaat bagi Masyarakat

Gubernur NTB: penyelenggaraan event MXGP membuat geliat ekonomi  terbuka lebar bagi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat, UKM, petani, nelayan, maupun pengusaha diuntungkan dengan terselenggaranya event internasional MXGP, itu berarti geliat ekonomi terbuka lebar bagi masyarakat. 

Dan peran Pemprov NTB akan mengakselerasi pembangunan, dan ‘memaksa’ perubahan terjadi dalam berbagai bidang. 

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menulis itu dalam akun resmi media sosial Bang Zul, Ahad (05/06). Ia menjelaskan itu karena banyak pertanyaan seputar diselenggarakannya event MXGP di Samota, Sumbawa pada 24 – 26 Juni mendatang. 

Harga tiket event MXGP disesuaikan kantong
ilustrasi ~ MXGP

“Dengan adanya international event seperti MXGP dan MotoGP, kita dipaksa untuk berinteraksi dengan keragaman dan hal-hal baru, yang dengan sendirinya kita akan banyak belajar dan berubah,” ujar Gubernur Bang Zul. 

Kehadiran event internasional bermanfaat bagi daerah dalam percepatan pembangunan. Antara lain, dari sisi infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, jalan, layanan listrik dan telekomunikasi yang harus dibenahi oleh pemerintah sebagai syarat dan standar event internasional.

BACA JUGA: Bersihkan Bandara Rame-rame, Sambut Hari Lingkungan Hidup

Begitupula dengan geliat ekonomi dan produksi yang terjadi karena adanya permintaan berbagai kebutuhan.

Misalnya untuk penerbangan, hotel, agen perjalanan, restoran, tempat hiburan, wisata serta pelayanan publik untuk ketersediaan listrik, arus komunikasi bagi ribuan pengunjung, yang akan datang rutin setiap tahunnya. 

“Hal ini juga memancing kepastian bisnis dan investasi untuk lapangan kerja baru yang akan mengurangi kemiskinan dan menekan angka pengangguran,” Bang Zul. 

Banyak manfaat lainnya dari penyelenggaraan event internasional, akan membawa perubahan bagi masyarakat NTB. 

Untuk diketahui, tiket MXGP of Indonesia Samota Sumbawa 2022 di Rocket International Sirkuit Samota Adventure Land dapat dibeli melalui tiket.com mulai tanggal 1-20 Juni 2022. Sedang lokasi penjualan tiket offline di GOR Mampis Rungan dengan harga sesuai kelas :

  1. Friday Festival, Rp 100.000,-
  2. Saturday Festival, Rp 150.000,-
  3. Sunday Festival, Rp 150.000,-
  4. Saturday Festival with Additional Paddock Pass, Rp 450.000,-
  5. Sunday Festival with Additional Paddock Pass, Rp 450.000,-
  6. Saturday VIP, Rp 1.000.000,-
  7. Saturday VIP with Additional Paddock Pass, Rp 1.300.000,-
  8. Saturday VVIP, Rp 1.500.000,-
  9. Sunday VIP, Rp 1.500.000,-
  10. Saturday VVIP with Additional Paddock Pass, Rp 1.800.000,-
  11. Sunday VIP with Additional Paddock Pass, Rp 1.800.000,-
  12. Sunday VVIP, Rp 2.000.000,-
  13. Sunday VVIP with Additional Paddock Pass, Rp 2.300.000,-
  14. Saturday Skybox, Rp 2.500.000,-
  15. Saturday Skubox with Additional Paddock Pass, Rp 2.800.000,-
  16. Sunday Skybox, Rp 3.000.000,-
  17. Sunday Skybox with Additional Paddock Pass, Rp 3.300.000,-

BACA JUGA: Merubah Gaya Hidup Menjadi Lebih Positif dan Langgeng

Sebagai informasi tambahan, penukaran tiket baik online maupun offline wajib ditukarkan Wristband pada tanggal 22-26 Juni 2022 di GOR Mampis Rungan.***

 

 




Gubernur NTB Mengapresiasi Penanaman Pohon di Perumahan

Gubernur NTB memuji Penanaman 5.000 pohon di perumahan Bell Park II, Desa Kekeri 

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ada yang menarik dalam acara Dua Dekade Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT) Indonesia.

Dalam acara kerja bersama antara PPATK bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di Perumahan Bell Park II, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (03/06/22), juga berlangsung Penanaman 5.000 pohon di kompleks perumahan itu.

Gubernur NTB SENANG PENANAMAN POHON DI PERUMAHAN
Gubernur Zulkieflimansyah

“Saya senang sekali dengan penanaman pohon di lingkungan BTN Bell Park. Patut ditiru ini penting karena pohon ini betul-betul ditanam oleh orang-orang  yang mampu mengunjungi masa depan lebih dahulu,” kata Gubernur NTB,  H. Zukiflimansyah saat membuka acara.

Ia membayangkan perumahan ini akan indah dijadikan tempat selfi-selfi lalu pohon Tabebuya ini tumbuh kembang dan berbunga.

BACA JUGA: Perawat di NTB Cukup, PR-nya Pemerataan dan Kualifikasi

“Harus kita tiru ini pak Sekda, mudah-mudahan kita sering menanam pohon karena selama ini abai kita lakukan dan hasilnya baru kita rasakan 5 tahun yang akan datang. Kita selalu ingin hasil yang instan dan cepat, tapi butuh kesabaran untuk menikmati masa depan,” ujar Gubernur Zul yang saat itu didampingingi Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi.

Direktur Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, penanaman pohon ini menjadi bagian dan tanggung jawab PT. BTN sebagai perpanjangan tangan pemerintah melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Tentunya kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat baik secara ekonomi sosial dan lingkungan,” tandasnya.

Dengan penanaman pohon menjadikan suasana di perumahan ini menjadi lebih nyaman bagi para pengguna dan lebih baik untuk ekonomi keluarga.

BACA JUGA: SELAQ MARONG, Mata Merah sang “Pembunuh” di Arena Peresean

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP. PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, Sekda NTB, Kepala Dinas LHK dan tamu undangan lainnya.***

 




Perawat di NTB Cukup, PR-nya Pemerataan dan Kualifikasi 

Wagub NTB mengatakan meski jumlah perawat cukup, namun perlu meningkatkan pemerataan dan kulifikasinya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Secara kuantitas jumlah perawat di Provinsi yang jumlahnya sekitar 15.000 dan bidan kurang lebih 7000, sudah mencukupi untuk pelayanan kesehatan terkait kematian ibu dan bayi, kasus stunting, dan peningkatan pelayanan Posyandu Keluarga

Namun masih menjadi PR bersama adalah pemerataan serta kualifikasinya. yang masih terus harus ditingkatkan. 

Mendiskusikan perawat di NTB

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi menyatakan dalam diskusi bersama para stakeholder terkait di Aula Pendopo Wagub, Kamis (02/06/22). 

“Jika digabungkan menjadi 22 ribu, sudah sangat cukup untuk melayani NTB. Yang terpenting adalah bagaimana pemerataan dan kualifikasinya itu. Ini jadi PR bersama,” jelas wagub.

BACA JUGA: Kesehatan Saat Memasuki Usia di atas 50 Tahun

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB berharap, diperlukan pertemuan-pertemuan yang membahas tekhnis. 

Khususnya, apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya terkait kematian ibu dan bayi, kasus stunting, dan peningkatan pelayanan Posyandu Keluarga di NTB. 

“Setelah ini saya sangat berharap ada meeting meeting lanjutan dari segi tekhnis untuk betul betul bisa kita berdayakan semua potensi yang ada,” tambah Ummi Rohmi. 

Salah satunya lanjut Wagub, bekerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri yang ada di NTB. 

Pemprov NTB bisa bekerjasama dengan setiap Fakultas Kesehatan yang ada dan menjalin hubungan simbisosis mutualisme bersama para mahasiswa kesehatan yang ada.

BACA JUGA: Komitmen Perlindungan untuk Pekerja Migran

Dalam diskusi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan IDI, IBI, PPNI, PERSAGI, PPKMI, IAKMI, ATML, POGI, IDAI dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan didampingi oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTB. ***

 

 




Komitmen Perlindungan untuk Pekerja Migran 

Jajaran Dinas Tenaga Kerja se NTB samakan komitmen perlindungan kepada para PMI

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jajaran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota di NTB diajak berkomitmen mewujudkan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara prosedural, dan berupaya mencegah dan menihilkan praktek-praktek unprosedural yang merugikan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tramsmigrasi Prov. NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan itu saat memimpin rapat bersama para Kadisnakertrans Kabupaten/Kota dan para Pengurus Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia, di Aula Kantor Disnakertrans NTB, Selasa (31/5/2022). 

Rapat itu dihadiri para pengurus dan anggota APPMI, APJATI dan ASPATAKI membahas program Perlindungan PMI Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk mewujudkan Zero Unprosedural PMI 

Ia menegaskan, dibukanya kembali kran penempatan PMI ke negara Malaysia, harus disiapkan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan. 

“Tujuannya adalah untuk memastikan perlindungan kepada para PMI kita,” ujar Gede Putu Aryadi.

BACA JUGA: Wagub Launching Desa Wisata Pengkelak Mas, Lotim

Putu Aryadi ingin mendengar masukan konstruktif dari para asosiasi dan Perusahaan Penempatan PMI, untuk bisa mewujudkan program zero unprosedural PMI yg telah menjadi komitmen para Kepala Daerah. 

“Kita harus memiliki komitmen yangg sama, ke depan tidak boleh lagi ada warga kita yang berangkat secara non ptosedural,” ujarnya.

Kepala BP2MI NTB, Abri Danar Prabwa menyampaikan, pihaknya dan Disnakertrans Provinsi, Kabupaten/Kota harus samakan persepsi dalam mengatasi permasalahan PMI di NTB yang berangkat secara unprosedural. 

“Kalau dilihat data, penempatan di Malaysia sudah 2 tahun tertunda keberangkatannya. Jadi, dibutuhkan pengurusan ulang dokumen yang dimiliki oleh CPMI, seperti perjanjian kerja, dokumen medical check up dan surat ijin keluarga,” ungkap Abri. 

Bagi P3MI yang sudah memenuhi persyaratan dokumen bisa mengajukan secara online dan selanjutnya akan diverifikasi oleh BP2MI apakah P3MI tersebut layak atau tidak.

“Kami lihat masih ada beberapa aturan yang belum di implementasikan,” ujar Abri.

Abri juga menyampaikan dalam SISKOP2MI, khusus untuk pekerja disektor perkebunan sawit, diakuinya belum dijadikan mandatory terkait sertifikasi kompetensi. 

Jadi, sertifikasi dan jabatan dapat menyesuaikan. 

“Jangan sampai sebuah kebijakan menjadi kendala melalukan pelayanan dan perlindungan bagi PMI NTB,” ucapnya.

Sertifikat kompetensi

Pada sesi diskusi, Ketua APPMI NTB Muazzim Akbar mengungkapkan, perlunya komunikasi dan sinergi antara Disnakertrans Provinsi, Kabupaten/Kota dan BP2MI.

Ia berterima kasih kepada Kepala Disnakertrans NTB yang menginiasi pertemuan dan selau berkolaborasi bersama asoasiasi dan P3MI. 

“Sertifikasi kompetensi bagi pengusaha/P3MI setuju dilakukan karena semangat pemerintah untuk menjadikan PMI kita berkompeten,” ujar Muazzin. 

BACA JUGA:  Kader NU Diharapkan Belajar di Luar Negeri

Namun khusus untuk sektor perladangan kelapa sawit, sertifikat kompetensi belum bisa diimplementasikan sepenuhnya sebagai persyaratan untuk pengurusan ID.

Sebab di NTB belum tersedia LPK/BLK yg memiliki program pelatihan bidang perkebunan. Lagipula kemampuan Pemerintah untuk menyediakan anggaran sertifikasi belum memungkinkan.

Hal senada diungkapkan Ketua ASPATAKI, Samsul, untuk sektor perladangan dibutuhkan pelatihan yang tidak bisa dilakukan hanya beberapa hari saja, tetapi harus ada pelatihan jangka panjang.

“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi harus ada praktek,” ujarnya.

Ketua Apjati NTB Mohammadun menegaskan, pihaknya bersama AP2TKI terus berupaya meningkatkan kompetensi CPMI, termasuk untuk sektor ladang.

Namun animo masyarakat yang ingin bekerja di sektor ladang sawit ini sangat besar, maka pelatihan kompetensi dan sertifikasi belum bisa mengkover jumlah yang besar. 

Sertifikasi kompetensi yang telah dilakukannya, dipersiapkan bagi CPMI yangg akan ditempatkan di sejumlah perusahaan besar perkebunan sawit di Malaisya, yang mensyaratkan adanya sertifikat kompetensi.

Pertemuan tersebut menghasilkan dua kesepakatan sebagai kesimpulan, yakni ;

  1. Sertifikat kompetensi belum wajib menjadi syarat ID Khusus Tenaga Kerja Sektor Peladangan Sawit, namun perusahaan wajib memastikan bahwa PMI yang akan ditempatkan sebagai pekerja ladang telah memiliki kompetensi/keterampilan.
  2. Akan diwujudkan Keseragaman syarat-syarat pelayanan di semua kabupaten/kota.

Kesepakatan tersenut akan ditindaklanjuti dlm bentuk surat edaran Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB kepada kab/kota untuk keseragaman syarat pelayanan tersebut. ***

 




Gubernur Dukung Penyelenggaraan MTQ Provinsi di Lotim 

Penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi yang ke-XXIX di Kabupaten Lombok Timur didukung Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB mendukung penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi yang ke-XXIX di Kabupaten Lombok Timur.

Gubernur Zul menyampaikan itu saat menerima audiensi Dewan Pengurus LPTQ Lombok Timur dan Panitia MTQ Provinsi NTB di ruang kerjanya, Selasa (31/05/22).

BACA JUGA: Kejuaraan Drag Bike Nasional Diselenggarakan di Bima

Gunernur saat audensi dengan Panitia LPTQ Lotim
Gubernur saat audensi

“InsyaAllah kita bisa bantu, usaha sama-sama,” kata Bang Zul sapaan akrab Gubernur.

Ia juga berpesan kepada para kontingen di tiap kabupaten/kota se-NTB, agar mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

“Ayo masing-masing daerah mempersiapkan kontingennya masing-masing dengan maksimal,” pesannya.

Sebagai informasi, MTQ tingkat Provinsi NTB ke-XXIX rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juni hingga 6 Juli 2022 yang bertempat di Kabupaten Lombok Timur.

“Rencananya akan diselenggarakan pada 29 Juni hingga 6 Juli 2022 di Lotim. Nantinya akan ada 9 cabang lomba yang diikuti oleh puluhan peserta Kab/Kota,” kata Sekretaris Umum Pengurus LPTQ Lotim.

BACA JUGA: Penyakit Mulut dan Kuku adalah Penyakit Hewan Menular

Turut hadir mendampingi Gubernur pada audiensi tersebut, yaitu Kepala BPKAD Provinsi NTB dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB. ***

 

 




Wagub NTB Hadiri Peringatan Hari Malaria Sedunia

Hari Malaria Sedunia (HMS) pernah digelar di Mandalika, Wagub NTB menegaskan penanganan malaria harus sungguh-sungguh

LOTENG.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalillah menghadiri acara puncak peringatan Hari Malaria Srdunia di Lombok Tengah, Selasa (31/05/22). 

Sebelumnya, peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) tahun ini sukses digelar di Mandalika, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Batat (NTB). 

Wagub NTB saksikan penyerahan penghargaan

HMS diperingati setiap tahun pada tanggal 25 April. Acara ini diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Wagub menyampaikan terimakasih dipilihnya NTB sebagai pusat peringatan hari HMS di Indonesia.

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

Menurutnya, penanganan malaria harus sungguh-sungguh dan menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh diremehkan. Dalam pencegahan dan penanggulangannya, butuh sinergi yang kuat. 

Karena itu, ia optimis melalui program unggulan NTB yakni Posyandu Keluarga, masalah kesehatan dari tingkat dusun di NTB pelan tapi pasti tertangani dengan baik.

“Alhamdulillah, kami di NTB melalui program posyandu keluarga, mengatasi masalah kesehatan dari hulu, dari dusun hingga ke semua anggota keluarga,” ungkapnya. 

Peringatan hari malaria sedunia yang digelar secara hybrid tersebut dihadiri langsung oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI. 

Turut hadir juga 79 bupati/walikota di Indonesia yang menerima penghargaan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebagai daerah bebas malaria. 

BACA JUGA: UNESCO Lakukan Revalidasi Keberadaan Geopark Rinjani

Adapun 3 daerah di NTB mendapat penghargaan, yaitu Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Lombok Timur. ***