Mandalika Sukses Jadi Country Branding Indonesia

Penyelenggaraan event internasional di Mandalika, mengakselerasi pemerintah melakukan perubahan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sukesnya penyelenggaraan event internasional, seperti Asian Talent Cup, World Superbike, dan juga event mendatang seperti MotoGP di Mandalika, membuat Indonesia makin terkenal di seluruh dunia.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc menyampaikannya dalam podcast di chanel youtube Ahmad Syaikhu Asyik, Jum’at (25/02/22). 

Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah
Sirkuit Mandalika

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menyampaikan, Mandalika sukses menjadi Country Branding Indonesia di dunia internasional. 

Lebih jauh dijelaskan, jika menempatkan misalnya satu kali event seperti WSBK bisa mengeluarkan biaya hosting fee hampir 50 Miliar dan untuk MotoGP 200 Miliar. 

“Tapi kalo kita maknai secara lain, country branding, Indonesia kalau mempromosikan dirinya secara konvensional biayanya jauh lebih besar dari itu. Tapi media value dengan internasional event seperti WSBK MotoGP dan lain sebagainya itu country branding-nya melebihi 200 Miliar,” jelas Bang Zul. 

Kesuksesan country branding tersebut, tak lepas dari keberanian Presiden Joko Widodo dibarengi dengan sinergitas para menteri, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, hingga masyarakat sendiri. 

BACA JUGA: Gubernur: NTB Gemilang Merupakan Spirit Membangun Daerah

“Bangga atas nama pemerintah daerah dan masyarakat NTB tentu berterimakasih kepada DPR, Pemerintah Pusat, Presiden Jokowi, para menteri yang begitu besar kontribusinya membangun NTB khususnya Mandalika,” ungkap Gubernur Zul. 

Dengan diselenggarakannya event bertaraf internasional tersebut mengakselerasi pemerintah melakukan perubahan di daerah. 

Pasalnya untuk menyelenggarakan event bertaraf internasional pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur yang sepadan. Seperti bandara, pelabuhan, internet, dan lain sebagainya.

Bang Zul juga memberikan tips kepada para pemimpin daerah untuk bisa sukses menyelenggarakan Event-event berskala internasional. Integritas disebut Gubernur Zul sebagai kunci. 

“Kalo pimpinan daerah bersih dan berintegritas maka dia akan punya wibawa berinteraksi dengan kepolisian pengadilan. Jadi kerendahan hati untuk berkorban berkontribusi menjaga integritas itu adalah modal utama,” ungkapnya. 

Selain itu, sering bersama dan sinergitas yang baik antar local parliaments, media, stakeholders dan sebagainya harus diperkuat.

Diselenggarakannya berbagai event tersebut juga berdampak pada penjualan tiket akomodasi dan transportasi. Sehingga tak jarang banyak oknum masyarakat yang memanfaatkan hal tersebut demi manaikan harga tiket hotel berkali lipat.

Karena itu, NTB mengeluarkan Peraturan Gubernur NTB Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi. Maksimal kenaikan hotel hanya 3 kali lipat.

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan

“Jangan aji mumpung menjual tiket hotel yang harganya bisa 3-5 Kali lipat ini akan membuat pengunjung kapok datang ke tempat kita,” pesan Gubernur Zul ***

 




Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Literasi keuangan itu bicara aset, modal, investasi dan segala sesuatu tentang instrumen keuangan dan sistem ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com ~  Kemandirian secara ekonomi dan bisnis, harus dimulai dengan memahami literasi keuangan. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat membuka pelatihan literasi keuangan dan jurnalistik bagi mahasiswa dan wartawan di Aula Handayani, kantor Dikbud NTB, Sabtu (26/02/22). 

iterasi keuangan penting untuk membangun kemandirian bisnis
Gubernur Zulkieflimansyah

Kata Gubernur Zul, mahasiswa dan jurnalis harus memahami instrumen finansial dan sistem ekonomi, agar dapat memanfaatkan peluang membangun kesejahteraan setidaknya bagi dirinya sendiri. 

“Literasi keuangan itu bicara aset, modal, investasi, liability, wakaf, dividen dan segala sesuatu tentang instrumen ekonomi yang mendukung dalam membangun kemandirian bisnis,” jelasnya. 

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan

Ia berharap “buta huruf” soal keuangan ini menjadi momentum gerakan membangkitkan literasi keuangan, terutama di kalangan muda dan diajarkan di sekolah sekolah agar dapat bersaing dalam ekonomi global. 

Di bagian lain, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dr Najamudin Amy mengingatkan, mahasiswa dan jurnalis dalam kapasitas intellectual power harus selalu bicara dan menulis berbasis data. 

“Selain berdampak pada integritas pribadi sebagai  mahasiswa dan penulis, potret pertumbuhan ekonomi yang ingin dihadirkan juga akan terpengaruh dengan komparasi dan update data yang tidak cukup komprehensif,” jelas Najam. 

Mahasiswa pening memahami literasi keuangan

Ditambahkannya, informasi tentang pertumbuhan ekonomi NTB selain sebagai kompas untuk mengetahui kebijakan dan program ekonomi juga akan menggairahkan dan memberikan aura positif, bagi seluruh stakeholder dalam upaya membangkitkan ekonomi NTB. 

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala OJK, Kepala Dinas Dikbud, Forum Wartawan Ekonomi, PWI dan perwakilan organisasi wartawan lainnya.***

BACA JUGA: Wartawan Senior Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa




Gubernur Zul Berharap NTB Jadi Trigger Ekonomi Nasional

Hadirnya event besar seperti MotoGP, WSBK, IATC, Gubernur berharap NTB menjelma menjadi suatu provinsi trigger utama ekonomi dari Nasiona

MATARAM.lombokjournal.com ~ Banyaknya event besar seperti MotoGP, WSBK, IATC, diharapkan Provinsi NTB mampu menjelma menjadi Provinsi Trigger Utama Ekonomi dari Nasional. 

Gubernur berharap pertumbuhan ekonomi dimulai dari NTB
Gubernur Zulkiefimansyah

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB Zulkieflimansyah, saat memberikan sambutan pada Dialog Publik Pra Konkorcab PKC PMII Bali-Nusra bertajuk “Sukseskan MotoGP Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional” di Mataram, Jum’at (25/02/22).

BACA JUGA: Perjanjian Kerjasama NTB-Jabar, Jalin Kolaborasi dan Sinergi

“Dengan banyaknya kegiatan event besar seperti itu, kita ingin NTB mampu menjelma menjadi suatu provinsi trigger utama ekonomi dari Nasional,” ungkap Bang Zul.

Terkait hadirnya MotoGP kata Doktor Zul, misalnya mau tidak mau runway bandara harus diperpanjang, pihak angkasa pura membangun terminal harus lebih indah, PLN tidak boleh mati, telekomunikasi harus lebih baik dan lain sebagainya. 

Semuanya harus bergerak dengan hadirnya event internasional.

Belajar dari pengalaman pada event MotoGP, baik WSBK, Asian Talent Cup. Jika setiap bulan mampu menghadirkan event besar misalnya mini MotoGP, otomotif lainnya maka tidak akan berhenti-henti mengadakan kegiatan di hotel maupun di tempat-tempat lain di NTB.

Pembangunan ekonomi itu sederhana saja, erat kaitannya dengan mobilitas. Makanya kalau mau memajukan suatu daerah atau negara tinggal mobilitasnya saja ditingkatkan. 

Dijelaskan juga oleh Bang Zul, suatu daerah atau dusun terpencil yang tidak maju-maju, jika ingin menggesa pembangunan ekonominya maka segera buka akses jalan, buat jembatan bikin pelabuhan, hadirkan Airport maka mobilitas ekonomi akan bergerak.

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Gubernur Jabar, Perkuat Kerjasama

Sementara itu, Ketua PKC PMII Bali-Nusra Aziz Muslim menjelaskan dilaksanakan kegiatan ini Pra Konkorcab dianalogikan seperti Indonesia sedang membutuhkan NTB, karena secara ekonomi dimulai dari NTB hadirnya event internasional yaitu MotoGP, WSBK, Asian Talent Cup dan lain sebagainya.

“Event internasional tidak hanya untuk Indonesia tetapi seluruh dunia. Makanya kita dorong pertumbuhan ekonomi Nasional itu dimulai dari NTB,” katanya.

Turut hadir dalam dialog publik tersebut, Asisten 2 Setda NTB, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bakesbangpoldagri serta para pimpinan OKP di Mataram. ***

 




Perjanjian Kerjasama Jabar-NTB, Jalin Sinergi dan Kolaborasi

Perjanjian kerjasama antara NTB dan Jabar merupakan awal  untuk terus bisa bekerjasama

JABAR.lombokjournal.com ~ Sebanyak 6 (enam) Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah ditandatangani antara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Jawa Barat, Rabu (23/02/22).

Usai tanda tangani perjanjian kerjasama
Ridwan Kamil – Zulkieflimansyah

Di antaranya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov.Jawa Barat dengan Dinas Perindustrian Prov. NTB tentang Kerja Sama Pembangunan Dan Pengembangan Daerah Urusan Perindustrian.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat dengan  Dinas Perdagangan Prov. NTB tentang Kerja Sama Pembangunan Dan Pengembangan Daerah Urusan Perdagangan.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Prov. Jawa Barat dengan Dinas Koperasi UKM Prov. NTB tentang Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Kecil Di Provinsi Jawa Barat Dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Gubernur Jabar, Perkuat Kerjasama

Dinas PMPTSP Prov. Jawa Barat  dengan Kepala Dinas PMPTSP Prov. NTB tentang Peningkatan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jawa Barat dengan Dinas Pariwisata dan Ekraf Prov. NTB tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah Bidang Pariwisata.

Dinas Pendidikan Prov. Jawa Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Nusa Tenggara Barat tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah Bidang Pendidikan.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengatakan, sudah saatnya bagi Provinsi NTB untuk terus berlari lebih cepat dan belajar dari Jabar. 

“Kerjasama ini menjadi langkah awal untuk perjalanan panjang agar terus bisa bekerjasama,” tutur Bang Zul. 

Ia mengatakan itu  saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan PKS antara Provinsi NTB dengan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kantor Gubernur Jabar, Rabu (23/02/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jabar, H. Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, prinsipnya yaitu kurangi kompetisi perbanyak kolaborasi karena kita sama NKRI. 

“Hal ini juga saya tujukan bagaimana Jabar dan NTB bisa bersinergi dalam berbagai bidang dan kolaborasi yang dilakukan harus terus berjalan,” tutur Kang Emil.***

 




Gubernur NTB dan Gubernur Jabar, Perkuat Kerja Sama

Jelang penyelenggaraan event internasional, Gubernur NTB  Zulkieflimansyah mengaku, NTB harus berbenah dan perkuat kerjasama dengan Jabar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memperkuat kerjasama dengan Provinsi Jawa Barat, karena NTB akan menjadi tuan rumah dari berbagai event internasional. Sehingga harus terus berbenah dan belajar dari Jaba. 

Gubernur NTB menyampaikan sambutan
Gubernur Zulkieflimansyah

Bang Zul sapaan akrabnya mengatakan, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah dari berbagai event internasional. Sehingga harus terus berbenah dan belajar dari Jabar. 

Terlebih jelang perhelatan MotoGP 2022 yang akan berlangsung pada bulan Maret, dan berbagai event internasional yang akan berlangsung, 

“Banyaknya event internasional seperti WSBK, MotoGP, nantinya juga akan dilaksanakan MXGP dan masih banyak event lainnya. Hal ini menjadikan Provinsi NTB harus terus berbenah dan belajar dari Jabar,” ungkap Bang Zul.

BACA JUGA: Wagub Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Ia mengatakannya saat memberikan sambutan sambutan dalam acara penandatanganan PKS antara Provinsi NTB dengan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kantor Gubernur Jabar, Rabu (23/02/22).

BACA JUGA: Regulasi Tarif Hotel di NTB, Gubernur: Jangan Aji Mumpung

Gubernur NTB dan Gubernur Jabar usai penandatanganan PKS

Sementara itu Gubernur Jabar, Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, dalam menghadapi event MotoGP, Jabar telah bekerjasama terhadap produk-produk merchandise. 

“Banyak produk-produk merchandise MotoGP yang dijual oleh warga NTB dan diproduksi di Jabar,” ungkap Kang Emil. ***

BACA JUGA: Perjanjian Kerjasama Jabar-NTB, Jalin Sinergi dan Kolaborasi

 




Pandemi Covid-19 Ajarkan UMKM Sadar Digital

Selama pandemi, Bunda Niken mendorong UMKM belajar cepat beradaptasi memanfaatkan digitalisasi dalam proses berbisnis 

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 mengajarkan para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTB untuk sadar digital. 

UMKM dituntut belajar cepat untuk beradaptasi, meningkatkan inovasi, bersinergi dan memperluas jaringan.

Mendorong digitalisasi saat pandemi
Hj. Niken Saptarini Widyawati

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat acara DigiTalk “UMKM NTB Siap Sambut MotoGP 2022” yang berlangsung di Novotel Hotel, Mandalika, Selasa (22/02/22).

“Selama pandemi Covid – 19 di NTB memang mengalami banyak perubahan, selama pandemi membuat kita semua berubah dan harus beradaptasi, inovasi serta bersinergi dengan cara cara yang tidak biasa,” tutur Bunda Niken. 

Dikatakan, pemanfaatan digitalisasi para UMKM sudah tidak ada hambatan lagi, mulai dari proses jual beli, bahkan kurasi bisa secara digital. 

“Kurasi bisa dilakukan secara digital, dengan interview, pemasaran juga bisa dilakukan secara digital. Kita berharap UKM – UKM dapat melakukan adaptasi dalam proses bisnis ini dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Protein Tinggi dan Antimikroba pada Cacing Nyale

Bunda Niken mengungkapkan agar para UMKM untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan oleh Pemprov NTB. Dan terus belajar dari berbagai ilmu yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas.

“Kegiatan ini menjadi suatu bagian dari upaya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas UMKM di NTB,” ungkapnya. 

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah melakukan banyak ikhtiar untuk UMKM, seperti menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Bela dan Beli Produk Lokal.

Termasuk, penyediaan aplikasi marketplace NTB Mall, mendirikan NTB Mall offline store, hingga membentuk ekosistem dan Komunitas Start Up lokal NTB.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Sukses Digelar, Event Budaya Pra MotoGP

Dalam kegiatan ini  hadir Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, S.Sos.,M.Si,  Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, Founder & CEO Ladaea, Nanny Hadi Tjahjanto, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M dan Ketua Lombok Womenpreneur Club (LWC) Indah Purwanti Ningsih.***

 




Menparekraf RI Buka Bimtek Pengelolaan Homestay di Trawangan

Kedatangan Menparekraf ke Gili Tramena menjelang event MotoGP untuk program peningkatan kapasitas homestay bagi pelaku usaha Wisata 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno membuka bimtek peningkatan kapasitas pengelolaan Homestay di Desa Wisata Gili Tramena, Sabtu (19/02/22).

Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Lombok Utara disambut Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST M.Eng.

Saat penyambutan itu, tampak hadir Kapolres Lotara AKBP I Wayan Sudarmanta SIK, MH,Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi,dan Kadis Pariwisata KLU, Ainal Yakin.

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana

Masyarakat Gili Trawangan menyambut Menparekraf

Kedatangan Sandiaga di Gili Tramena, yang didampingi Wabup Danny, disambut antusias  masyarakat serta pelaku usaha wisata. 

Terlebih kedatangan Menparekraf menjelang event MotoGP bulan depan.

Wabup Danny menyampaikan, program peningkatan kapasitas homestay bagi pelaku usaha Wisata  yang disambut begitu antusias oleh masyarakat di Gili Tramena.

“Kawasan Pariwisata tiga gili ini menjadi sumber terbesar PAD Lombok Utara,” tuturnya.

Event MotoGP di Mandalika yang akan mendatangkan jumlah penonton yang banyak, yang memberi peluang bagi pelaku usaha pariwisata.

Lombok Utara, khususnya destinasi Gili, memiliki daya tarik bagi pengunjung yang tidak hanya menikmati balapan saja.

“Saya harapkan dengan hadirnya Moto P ini bisa menjadi trigger atau pemicu kebangkitan pariwisata terutama di wilayah Lombok Utara,” harapnya.

Sementara itu Menparekraf RI, Sandiaga Uno menuturkan, pelayanan agar lebih dioptimalkan kembali seperti peningkatan kualitas untuk masing-masing homestay.

“Semua pelayanan harus disiapkan dan ditingkatkan, gabungkan dengan Ekrafnya dalam satu paket menonton MotoGP,” katanya.

Wabup Danny beramah tamah dengan Menparekraf
Wabup Danny dan Menparekraf Sandiaga

Sebanyak 6000 kamar tersedia di Gili Tramena selama event Moto GP dimulai, dengan harga 1,5 juta untuk satu kamar dan satu tiket nonton MotoGP, yang sudah disetujui oleh pemilik homestay. 

Dengan harga paket tersebut pemerintah berharap mampu menunjang perekonomian di wilayah KLU terutama di Gili Tramena.

BACA JUGA: DLH KLU Peringati HPSN degan Gerakan Pengurangan Sampah

Usai acara Bimtek peningkatan kapasitas pengelolaan homestay Desa Wisata di Gili Trawangan, Menparekraf beserta rombongan mengunjungi Gili Meno dan Gili Air.***

 

 




Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana  

Panen perdana budidaya udang Vaname dilakukan Kelompok Wanita Budidaya di Dusun Lempenge, setelah tiga bulan memulai budidaya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kelompok wanita budidaya udang Vaname,  Dusun Lempenge, Desa Rempek Kecamatan Gangga,Kabupaten Lombok Utara, membawa kabar baik. 

Mereka sudah bisa panen perdana hari ini, Sabtu (19/02/22) setelah tiga bulan lamanya memulai usaha budidaya. 

hasil budidaya udang Vaname

Misnawati, salah satu ketua kelompok wanita budidaya udang Vaname di Dusun Lempenge menuturkan, program budidaya memang dihajatkan untuk peningkatan perekonomian keluarga. 

BACA JUGA: Menparekraf Buka Bimtek Pengelolaan Homestay di Trawangan

Pihaknya bersama 40 anggotanya yang termasuk perempuan pesisir kategori keluarga miskin. Mereka melakukan budidaya udang menggunakan 20 kolam bundar (Bioflok) pada lahan sewa seluas 40 are.

Luapan kegembiraan ini tercermin dari semangat kerja keras bersama anggotanya dalam mengembangkan usaha budidaya.

Misnawati pada wartawan menuturkan kronologis terbentuknya Kelompok wanita tani yang dipimpinya berangkat dari dirinya membeli udang Vaname di desa Akar-Akar kala itu. 

“Kok bisa hidup dan berkembang di kolam bundar (Bioflok) seperti ini” tanyanya dalam hati, saat itu. 

Tidak bisa udang bisa hidup di tempat yang tidak pernah dilihatnya. Rasa penasaran ini pula Misnawati bertanya kepada salah seorang pendamping budidaya udang Vaname, yang kemudian dari situlah Ia langsung membentuk kelompok, pada tahun 2020.

Kelompok terbentuk 2020, rencana kerja sudah disusun dan proposal dikirim melalui Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) kala itu (sekarang Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) – DKP3 KLU.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian

Kurang lebih satu tahun lamanya menunggu, dan pada tahun 2021 yang baru lalu jawaban proposal dari Dinas bersangkutan, untuk tiga kelompok yaitu kelompok Dusun Lempenge Desa Rempek dan dua kelompok di Dusun Lokok Buak Desa Sukadana dengan total anggaran sebesar 1,1 M.

“Tahap awal adalah percontohan, memang ada kendala, sebab itu kita terus didampingi sekalian membimbing anggota saya,” jelasnya..

Tahun ini, hasil tahap pertama tiga kali panen parsial cukup bagus. 

Pada panen raya perdana hari ini dalam jumlah 20 kolam bundar (Bioflok) hasilnya jauh lebih bagus. 

Diakuinya, di tahun pertama ini tentu masih banyak kebutuhan baik sarana penunjang seperti Prizer sebagai tempat sementara untuk penyimpanan saat pengurangan kepadatan dalam satu kolam, maupun penyimpanan sebelum datang pembeli agar bisa bertahan kesehatannya. 

Sisi lain khususnya kelompok wanita budidaya Vaname di Dusun Lempenge masih menyewa lahan, dan akses masuk kurang mendukung, karena tidak bisa masuk kendaraan pengangkut ukuran bak terbuka. 

Di Dusun Lempenge satu kelompok lagi belum bisa berbuat apa apa, lantaran tidak memiliki modal awal. Belum lagi adanya satu kelompok yang belum mendapat bantuan. 

Mereka berharap ada pihak pihak yang bisa membantu kekurangan ini, karena kelompok yang sudah berjalan belum mampu untuk memodali satu kelompok yang ada di dusun Lempenge. 

Mereka sedang mencari kemitraan. 

”Karena ini potensi bagus, kalau ada pihak yang berkenan untuk modal pengembangan budi daya Vaname ini, Misnawati akan buka untuk kelompok lainnya,” katanya.

Prospek Udang Vaname

Budidaya udang Vaname memiliki prospek cerah. Hal ini dapat dilihat melalui kelompok pembudidaya di Desa Sukadana dan Desa Akar-Akar Bayan dan beberapa tempat lainnya di wilayah Kabupaten Lombok Utara. 

Kalau soal hasil, satu kolam itu bisa mencapai jumah 65 kilogram. Di sini ada 20 kolam, sekali panennya bisa mencapai 1.3 ton, kalau ditotal harganya 78 juta rupiah.

”Alhamdulillah dari apa yang kita lihat tadi memang hasil panennya lebih banyak dari sebelumnya,” katanya. 

Menunjukkan hasil budidaya udang Vaname

Berikut rincian hasil produksi panen parsial dan panen raya berdasarkan size dan harga terendah ;

Kelompok Akar Akar 1 dan 2 (dua kelompok) mengelola 40 Bioflok (Kolam Bundar).

Parsial = 319 kg, Panen total = 932,5 kg

Ander size = 53,5 kg, Total = 1.305. total harga Rp 78.300.000.

Hasil produksi Akar Akar 2

Parsial = 342, Panen total = 882,5 kg

Ander size = 70,5 kg, Total = 1.295 kg

Hasil Total 2 klp = 2.600 kg.  Rp 77.700.00

Total keseluruhan untuk dua kelompok Akar Akar 1 dan 2 mencapai Rp 156. 000.000.

inipun hitungan harga terendah, yaitu Rp60.000. Dua kelompok lain masih dalam proses survey Size.

Khusus Kelompok wanita budidaya udang Vaname di dusun Lempenge, produksiya mencapai 1’5 ton. Karena yang dibudidaya di Lempenge sizenya lebih besar, maka harganya mencapai Rp 68.000. Jadi total mencapai Rp 102.000.000.***

 




Budidaya Udang Vaname, Gencar di Empat Kecamatan KLU

Masyarakat pesisir di KLU minatnya besar dalam budidaya udang Vaname, namun Pemda masih belum sepenuhnya bisa memfasilitasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU melakukan pemulihan ekonomi masyarakat dengan pengembangan tambak udang Vaname di sejumlah titik di KLU.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan DKP3 KLU, melalui Kabid Perikanan Sugiatradi,SP, menjelaskan tingginya harapan masyarakat untuk pengembangan udang Vaname. 

Namun saat ini baru empat Kecamatan di Lombok Utara yang gencar mengembangkan budidaya udang Vanami. Empat kecamatan yang dimaksud yaitu Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga dan Kecamatan Pamenang.

BACA JUGA: Prospek Udang Vaname di Lombok Utara Menjanjikan

Miat masyarakat budidaya udang

Mereka menangkap peluang pengembangan usaha tambak udang Vaname.  

Pengembangan budidaya udang itu merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah KLU dalam pemulihan ekonomi, khususnya  masyarakat pesisir.

Pemda memberikan informasi terbaru, akurat dan komprehensif tentang potensi dan peluang usaha udang Vaname. 

Serta potensi daerah yang cocok untuk pegembangannya d kepada calon investor dan stakeholder.

“Permintaan kelompok pengembangan udang Vaname dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat pesisir di KLU cukup banyak,” jelas Sugiartadi  saat Kunjungan ke sejumlah titik lokasi tambak udang Vaname, Kamis (17/02/22).

Namun Pemerintah Daerah belum mampu sepenuhnya dalam penanganan lantaran kondisi keuangan daerah yang masih difokuskan dengan penanganan pasca bencana.

Saat ini pendapatan daerah yang selama ini banyak bertumpu di sektor Pariwisata melorot tajam.

Demikian halnya di sektor Pertanian sebagai penunjang destinasi wisata di KLU ikut berdampak hingga saat ini. 

“Antara kondisi keuangan daerah dan prospek yang menjanjikan ini, masih menjadi pemikiran,” ungkap Sugiatradi. 

BACA JUGA: Munas PAPPRI, akan Banyak Penyanyi dan Pencipta Lagu ke NTB

Harapannya, baik pihak eksekutif, legislatif, maupun investor agar bersama sama melirik prospek tambak udang Vaname yang bisa jadi salah satu jalan mendongkrak pendapatan daerah untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

Gencarnya pengembangan udang Vaname

Hampir seluruh daerah di Indonesia gencar mengembangkan budidaya Vaname.. 

Sebab saat ini permintaan udang Vaname cukup besar, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Saat ini komoditas udang dunia bernilai ekonomi mencapai USD 250 miliar atau sekitar Rp 3,6 triliun setiap tahun.

lokasi budidaya udang Vaname

Udang Vaname memiliki karakteristik spesifik, seperti mampu hidup pada kisaran salinitas yang luas, mampu beradaptasi dengan lingkungan bersuhu rendah, memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi, dan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap penyakit sehingga cocok untuk dibudidayakan di tambak.

Beberapa tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sekitar tahun 2019, mengawali pengembangan budidaya udang Vaname yang merupakan salah satu terobosan untuk pemulihan perekonomian masyarakat pasca bencana.

Setelah gempa bumi 5 Juli 2018 melanda daerah Lombok Utara dan disusul bencana non alam yaitu pandemi Covid 19.***

 

 




OJK Telah Setujui Rencana Merger 8 BPR se-NTB

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setujui rancangan penggabungan 8 BPR di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui proses pengajuan penggabungan (merger) 8 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Perekonomian  Setda Provinsi NTB, Hj.Eva Dewiyani, SP, bahwa 8 BPR di NTB telah disetujui rancangan penggabungannya oleh OJK. 

“Saat ini, sebanyak 8 BPR milik Pemerintah Provinsi dan  Kabupaten/Kota se-NTB telah disetujui rancang :an penggabungan:nya oleh OJK, kemudian setelah RUPSLB ini akan dilanjutkan dengan pengurusan izin operasionalnya,” jelas Hj. Eva.

BACA JUGA: Prospek Udang Vaname di Lombok Utara Menjanjikan

Ia menyampaikannya saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Hotel Santika Mataram, Selasa (15/02/22).

Sebagai informasi, 8 BPR yang dimaksud yaitu termasuk BPR Mataram yang menjadi BPR penerima penggabungan dari 7 BPR yang lain.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus baru BPR se-NTB.

“Selamat kepada pengurus-pengurus baru BPR se-NTB,” ucap Gubernur Zul.

Bertindak sebagai pimpinan rapat, Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, juga menyampaikan, terdapat tiga agenda rapat, yaitu pengesahan rancangan penggabungan, susunan pengurus, dan penyelesaian keberatan pengurus BPR NTB dan kreditur.

“Dalam kesempatan ini kita akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa untuk membahas tiga hal, yaitu menyepakati pengesahan rancangan penggabungan yang disusun oleh PB BPR se-NTB, kemudian menetapkan susunan pengurus dan menyelesaikan keberatan tentang pengurus dan kreditur,” jelas Bang Zul.

BACA JUGA: MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

Turut hadir hadir dalam rapat umum tersebut, yaitu Bupati dan Walikota se-NTB sebagai pemegang saham BPR se-NTB.***