Gubernur NTB dan Dirjen Perikanan Siapkan Shrimp Estate di Sumbawa
Rapat bersama Dirjen Perikanan Budidaya, Gubernur NTB mendukung Kawasan Budidaya Udang terintegrasi (shrimp estate) di Sumbawa
MATARAM,lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah mengatakan akan mendukung segala persiapan hingga kawasan budidaya udang terintegrasi (shrimp estate) dapat dimanfaatkan.
Ia mengatakan itu saat rapat bersama Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. TB. Haeru Rahayu, mematangkan persiapan groundbreaking pengembangan kawasan budidaya udang terintegrasi (shrimp estate) yang akan dibangun di wilayah Sumbawa, Kamis, (09/07/22) di ruang VIP BIZAM.
Sementara itu Dirjen TB. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc mengungkapkan, tujuannya datang ke NTB untuk menyelesaikan segala persiapan jelang groundbreaking kawasan budidaya udang tersebut.
Ada 2 hal yang akan lakukan di NTB khususnya di Sumbawa.
“Pertama yaitu memperlihatkan desaign kawasan budidaya sementara dan tata kelola budidaya ini nantinya,” ungkapnya.
Kedua hal ini sangat penting, demi terwujudnya kawasan udang terintegrasi.
Terutama mengenai tata kelolanya, karena seluruh stakeholders harus terlibat tak terkecuali masyarakat sekitar kawasan budidaya.
Rencananya besok, Jum’at (10/06) ia langsung ke lokasi yang akan dijadikan kawasan budidaya.
“Kami juga akan langsung menyampaikan kepada masyarakat sekitar mengenai bagaimana tata kelola kawasan budidaya udang ini, agar nantinya bermanfaat buat mereka,” ucapnya.
Diharapkan, seluruh stakeholders yang ikut terlibat agar terus mendukung hingga kawasan budidaya udang terintegrasi ini bisa terwujud.
Diperkirakan luas wilayah kawasan budidaya udang ini sekitar 646 ha dengan 1800 lebih petak tambak udang telah disiapkan.
Turut hadir dalam rapat, seluruh Staff Ahli Gubernur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kepala Bappeda Provinsi NTB serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. ***
Event MXGP Datangkan Banyak Manfaat bagi Masyarakat
Gubernur NTB: penyelenggaraan event MXGP membuat geliat ekonomi terbuka lebar bagi masyarakat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat, UKM, petani, nelayan, maupun pengusaha diuntungkan dengan terselenggaranya event internasional MXGP, itu berarti geliat ekonomi terbuka lebar bagi masyarakat.
Dan peran Pemprov NTB akan mengakselerasi pembangunan, dan ‘memaksa’ perubahan terjadi dalam berbagai bidang.
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menulis itu dalam akun resmi media sosial Bang Zul, Ahad (05/06). Ia menjelaskan itu karena banyak pertanyaan seputar diselenggarakannya event MXGP di Samota, Sumbawa pada 24 – 26 Juni mendatang.
ilustrasi ~ MXGP
“Dengan adanya international event seperti MXGP dan MotoGP, kita dipaksa untuk berinteraksi dengan keragaman dan hal-hal baru, yang dengan sendirinya kita akan banyak belajar dan berubah,” ujar Gubernur Bang Zul.
Kehadiran event internasional bermanfaat bagi daerah dalam percepatan pembangunan. Antara lain, dari sisi infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, jalan, layanan listrik dan telekomunikasi yang harus dibenahi oleh pemerintah sebagai syarat dan standar event internasional.
Misalnya untuk penerbangan, hotel, agen perjalanan, restoran, tempat hiburan, wisata serta pelayanan publik untuk ketersediaan listrik, arus komunikasi bagi ribuan pengunjung, yang akan datang rutin setiap tahunnya.
“Hal ini juga memancing kepastian bisnis dan investasi untuk lapangan kerja baru yang akan mengurangi kemiskinan dan menekan angka pengangguran,” Bang Zul.
Banyak manfaat lainnya dari penyelenggaraan event internasional, akan membawa perubahan bagi masyarakat NTB.
Untuk diketahui, tiket MXGP of Indonesia Samota Sumbawa 2022 di Rocket International Sirkuit Samota Adventure Land dapat dibeli melalui tiket.com mulai tanggal 1-20 Juni 2022. Sedang lokasi penjualan tiket offline di GOR Mampis Rungan dengan harga sesuai kelas :
Friday Festival, Rp 100.000,-
Saturday Festival, Rp 150.000,-
Sunday Festival, Rp 150.000,-
Saturday Festival with Additional Paddock Pass, Rp 450.000,-
Sunday Festival with Additional Paddock Pass, Rp 450.000,-
Saturday VIP, Rp 1.000.000,-
Saturday VIP with Additional Paddock Pass, Rp 1.300.000,-
Saturday VVIP, Rp 1.500.000,-
Sunday VIP, Rp 1.500.000,-
Saturday VVIP with Additional Paddock Pass, Rp 1.800.000,-
Sunday VIP with Additional Paddock Pass, Rp 1.800.000,-
Sunday VVIP, Rp 2.000.000,-
Sunday VVIP with Additional Paddock Pass, Rp 2.300.000,-
Saturday Skybox, Rp 2.500.000,-
Saturday Skubox with Additional Paddock Pass, Rp 2.800.000,-
Sunday Skybox, Rp 3.000.000,-
Sunday Skybox with Additional Paddock Pass, Rp 3.300.000,-
Sebagai informasi tambahan, penukaran tiket baik online maupun offline wajib ditukarkan Wristband pada tanggal 22-26 Juni 2022 di GOR Mampis Rungan.***
Harga Jagung Membaik, Petani Diminta Melapor Serapan Harga Jagung
Ini Keterangan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB terkait membaiknya harga jagung
MATARAM.lombokjournal.com ~Menindaklanjuti instruksi khusus Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, untuk serius membantu turunnya harga jagung, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Fathul Ghani, M.Si., mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Beberapa upaya yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, kini harga jagung semakin membaik.
Ilustrasi panen jagung
“Alhamdulillah, harga jagung berangsur membaik,” kata Kadis Distanbun, Kamis (2/6/2022) di Mataram.
Salah satunya dengan menfasilitasi petani dengan pembeli jagung.
Dijelaskan Kadis Pertanian dan Perkebunan yang baru saja dilantik ini, bahwa harga pembelian jagung gudang PT. Seger sebesar Rp. 4.200,-/kg, harga gudang UD. Subur Sumbawa di Kabupaten Sumbawa sebesar Rp. 4.250,-/kg.
Sedangkan di Kabupaten Dompu, harga pembelian digudang sebesar Rp. 4.200,-/kg, dan harga pembelian di gudang UD. Pemuda Kreatif yang ada di Kabupaten Bima sebesar Rp. 4.400,-/kg.
“Ini berdasarkan hasil pantauan Distambun Provinsi NTB berkoordinasi dengan petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) Lapangan Kabupaten/Kota tentang harga jagung pada hari Kamis tanggal 2 Juni 2022,” terangnya.
Selanjutnya ia berharap, para petani jagung ikut proaktif memantau dan melaporkan harga serapan jagung yang ada di lapangan.***
Kenaikan Tarif PDAM di KLU, Ini Penjelasan Dirut PDAM
Pihak PDAM Lombok Utara mensosialisasikan kenaikan tarif PDM, dan selisih tarif baru dan lama paling rendah dibandingkan daerah lain
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dirut Perumda Air Minum Amerta Kabupaten Lombok Utara, Firmanyah,ST, menyebutkan, kenaikan tarif Air PDAM, mempunyai dasar hukum, dan bukan atas keinginannya peribadi.
Hal itu terungkap dalam sosialisasi kenaikan tarif PDAM Amerta Dayan gunung Lombok Utara dan Amerta Care, yang menghadirkan sekitar 13 wartawan yang bertugas di Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (03/06/22).
Menurut Firmanyah, kenaikan tarif air PDAM KLU didasari oleh Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.
Kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 690-579 Tahun 2021 tentang Besaran Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas Air Minum di Kabupaten/Kota se-NTB.
Demham adanya Permendagri dan SK Gubernur NTB tersebut, dilanjutkan Pemda KLU dengan melakukan kajian bersama PDAM KLU dan BPKP NTB, terkait besaran ideal kenaikan tarif air sesuai dengan kondisi masyarakat dan daerah.
Hasil dari kajian yang dilakukan Pemda KLU bersama PDAM KLU dan BPKP, maka ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Bupati (Perbup).
Bupati Lombok Utara menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Lombok Utara Nomor 58 Tahun 2021 tentang Tarif Air Minum pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Amerta Dayan Gunung.
Diakuinya, perusahaan yang dipimpin merupakan milik daerah dan dalam pelaksanaan kegiatannya mengacu standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kabupaten Lombok Utara.
“Selisih tarif baru dan lama paling rendah dibandingkan dengan daerah lain,” kata Firmansyah.
Digambarkan tarif baru dan lama sebagaimana golongan tarif pemakaian sebagai berikut : 0-10 m3; 10-20 m3; 21-30 m3; 31-999 m3;
Tarif Rumah Tangga A dan B lama 1.470; 1.970; 2.030; 3.550, sedang tarif rumah tangga A baru 2.500; 2.800; 3.000; 3.000, terdapat selisih 530, 1.330, 970 hingga 550.
Rumah Tangga B baru berkisar 3.100, 4.100, 5.000 dan 5.600, terdapat selisih 1.130, 2.630, 1.700, dan 1.550
Tarif Rumah Tangga C lama berkisar 970, 1.470, 3.300 hingga 4.050, sedangkan Tarif Rumah tangga C yang Baru, 3.800, 4.400, 5.600, 6.200, terdapat selisih, 970, 250, 150, 850
Untuk rumah tangga D, F dan G lama, 2.830, 4.150, 5.750, 7.050.
Tarif untuk Instansi Pemerintah 2E baru, 4.100, 5.000, 5.900, hingga 6.900. Selisih, 1.750, 3.050, 1.750, 1.650.
Firmansyah menjelaskan, pada tarif lama, golongan tarif dibebankan biaya administrasi dan pemeliharaan sebesar Rp 10.000, namun biaya beban telah dihapus dengan berlakunya penerapan tarif baru.
Kenaikan tarif air minum di PDAM KLU masih menggunakan tarif progresif. pemakaian dasar/kebutuhan dasar air masyarakat rata-rata sekitar 10 m3. Sehingga pemakaian air lebih dari 10 m3 akan dikenakan tarif yang lebih besar.
Misalnya jika Wahyu dengan golongan Tarif Rumah Tangga B, memakai air sejumlah 12 m3, maka perhitungannya dengan tarif baru dan Tarif lama :
Pemakaian Dasar 10 m3 = 3.100 x 10 = 31.000
Pemakaian Lebih 2 m3 = 4.100 x 2 = 8.200
Total pak Wahyu membayar = Rp 39.200
Tarif Lama (Rumah Tangga C)
Pemakaian Dasar 10 m3 = 970 x 10 = 9.700
Pemakaian Lebih 2 m3 = 1.470 x 2 = 2.940
Beban Administrasi dan Dana Meter = 10.000
Total pak wahyu membayar = 22.640
Selisih pembayaran = 16.560
Penurunan golongan tarif
Dirut PDAM KLU, Firmansyah juga memberikan kesempatan bagi pelanggan yang berpenghasilan rendah untuk merubah golongan tarifnya.
Pelanggan mengajukan penurunan golongan tarif, caranya pelanggan meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kantor Desa setempat. Petugas PDAM KLU akan melakukan verifikasi terhadap pengajuan pelanggan.
Jika verifikasi sesuai maka pihak PDAM KLU akan menurunkan golongan tarif pelanggan. Jika tidak sesuai, pelanggan yang mengajukan akan ditetapkan pada golongan tarif awalnya.
Menurut Firmansyah, jika Pemfda KLU tidak menaikkan tarif Air Minum PDAM, maka konsekuensinya Pemda harus menanggung subsidi atas biaya pemakaian air pelanggan PDAM KLU.
Amerta Care
Tentang sistem Layanan Informasi dan Pengaduan Satu Pintu atau Amerta Care merupakan sistem informasi layanan yang disediakan PDAM KLU berbasis Aplikasi Whatsapp broadcasting dan interaktif chat.
Pelaggan dapat menghubungi nomor whatsapp PDAM KLU untuk meminta layanan informasi terkait dengan pelayanan PDAM KLU. Pelanggan juga dapat mengirimkan pengaduan terkait keluhan pelanggan melalui kontak Whatsapp tersebut.
Kontak Whatsapp AMERTA CARE +62 811 3909 9888
Amerta Care dapat digunakan pelanggan PDAM KLU yang membutuhkan bantuan teknis.
“Manfaat menjadi pelanggan PDAM lebih mudah mengakses atau mendapatkan air bersih dengan kualitas baik,” kata Firmansyah. Dan pelanggan PDAM memperoleh air dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan menggunakan air nonPDAM.
Kenaikan tarif PDAM KLU sempat menuai protes
Edukasi Menghemat pengunaan air, dirata-ratakan kebutuhan pemakaian dasar air masyrakat adalah sejumlah 10 m3 per bulan. 10 m3, sama dengan 10.000 liter, atau 2,5 kali volume mobil tangki sedang (4000 L).
Dengan adanya tarif progresif diharapkan pelanggan dapat menggunakan air lebih bijak dan efisien.
“Biasanya, borosnya pemakaian air diakibatkan oleh gaya hidup, sehingga untuk menghemat air diperlukan perubahan pola hidup hemat air,” harap Firmansyah.***
DKP3 KLU Mengedukasi Penyebaran PMK Ternak
DKP3 KLU mengedukasi mulai dari pengenalan, penularan sampai penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Meski sejak awal dilakukan pengawasan dan pengendalian, namun Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Lombok Utara menyebar luas di tiap Kecamatan
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKP3) KLU, drh Sarudi saat menggelar sosialisasi komunikasi dan edukasi (KIE) tentang pengendalian Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aula Kantor UPTD Kecamatan Bayan, Kamis (02/06/22).
Sosialisasi itu mengundang Camat Bayan yang diwakili Kasi Kesos, anggota dari Polsek Bayan, Kepala UPTD KPPP Bayan, Paramedis, Inseminator, penyuluh, pengusaha (saudagar dan jagal).
Maksud dilakukan sosialisasi untuk mengendalikan PMK, dengan mengedukasi mulai dari pengenalan, penularan sampai penanggulangan PMK.
“Jika hewan ternak terindikasi sakit maka batasi dulu lalu lintas ternak, karena penularannya bisa melalui kontak langsung, tidak langsung dan melalui udara. Pembatasan ini guna menghentikan penyebaran virusnya,” terangnya.
Kalau ada ternak sakit segera laporkan ke dokter hewan atau petugas setempat, untuk memeriksa dan melakukan penanganan.
Penyakit ini menular dengan t cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi, termasuk melalui udara.
Dijelaskan, hewan ternak yang terindikasi PMK ditandai adanya gejala demam tinggi (39-41 derajat celcius), ternak tidak nafsu makan, keluar air liur berlebih (hipersalivasi) dan keluar ingus. Sebagian ada luka pada lidah dan rongga mulut, luka pada kaki dan kuku serta nampak pincang.
Ia mengajak melaporkan jika ada indikasi hewan ternak mengalami gejala klinis tersebut.
Lebih lanjut, langkah yang bisa dilakukan pemilik ternak di antaranya, memantau serta melaporkan kepada petugas kesehatan jika ada hewan ternak yang sakit, dilarang membeli/ memasukkan hewan ternak area dalam maupun luar Kabupaten Lombok Utara, mengontrol akses masyarakat terhadap ternak dan peralatan, disinfeksi kandang secara rutin minimal 2 kali sehari dan memberikan suplemen (jamu tradisional/herbal) serta vitamin kepada ternak untuk daya tahan tubuh.
Ditanya soal kebutuhan obat obatan, Raden Adi Darmawangsa, mengakui sangat terbatas. “Soal ketersediaan Obat Obatan memang sejak sebelum PMK, kita kekurangan” tuturnya. Ia berharap melalui rapat rapat bersama OPD Lin baik di dinas maupun di depan DPRD sering menyampaikan hal ini, akunya. drh Gilang Kala Maulana dan drh Elin Muhammad Tamrin menyebutkan angka sebelumnya 22 ekor sapi yang terindikasi PMK, hari ini Kamis 02/6 – 2022 sudah bertambah menjadi 33 ekor yang tertular PMK. ***
Penyakit Mulut dan Kuku adalah Penyakit Hewan Menular
Penyakit mulut dan kuku (PMK) berbahaya bagi hewan, tapi tidak beresiko pada kesehatan manusia
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease adalah penyakit hewan menular yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi.
Hal itu dijelaskan drh Gilang Kala Maulana pada wartawan, Rabu (01/06/22).
“Yang perlu kita pahami penyakit PMK ini memang berbahaya bagi hewan, tetapi tidak menular atau tidak beresiko pada kesehatan manusia, untuk itu kita akan lakukan berbagai upaya untuk mengatasi PMK ini,” ungkapnya.
“Hari ini kita harus berhadapan dengan PMK, tapi mudah-mudahan PMK ini adalah PMK yang levelnya ringan, yang mutasi atau tingkat penyebarannya tidak terlalu tinggi dan tingkat kematiannya pasa hewan rendah,” jelas Gilang.
Sementara itu, drh. Erlin Moh. Tamrin menjelaskan, sampai hari Rabu (01/06), data catatan yang terlapor di ISIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional),ada 22 kasus terduga suspek PMK di 4 Desa, yaitu Desa Medana, Desa Teniga, Desa Sokong dan Desa Sama Guna Kecamatan Tanjung.
Penyakit ini terkonfirmasi dapat menyebar cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi.
“Namun PMK dipastikan tidak beresiko terhadap kesehatan manusia,” katanya.
Dijelaskan, penanganan di sejumlah kelompok ternak di wilayah kerjanya yaitu Kecamatan Tanjung semakin meluas.
Pada setiap penanganan PMK maupun pertemuan dengan kelompok, pihaknya selalu menyampaikan kepada para peternak supaya memperhatikan anjuran petugas penanganan PMK.
Di Dusun Montong diindikasikan penyebarannya karena ada satu ekor sapi yang masuk tergabung dari Kecamatan Kayangan.
Berikut ciri-ciri hewan ternak yang terinfeksi PMK, yakni demam yang mencapai hingga 39-41 derajat Celcius.
Pembengkakan kelenjar, terutama di daerah mandibula/rahang bawah. Terdapat luka di sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, hingga ambing atau payudara. Produksi air liur tinggi.
Hewan ternak kesulitan menelan makanan.
Hewan bernapas dengan cepat dan kesulitan berdiri. Luka pada kuku mengakibatkan kuku ternak terlepas.
Ternak dengan gejala di atas akan dengan mudah menularkan PMK ke ternak lainnya, baik melalui medium udara atau kontak langsung.
Karena itu, apabila ternak mengalami sejumlah gelaja PMK sianjurkan dilakukan karantina ternak, kemudian semprot kandang dengan desinfektan.
Adapun ternak yang terinfeksi akan diberikan penanganan khusus, yakni berupa vitamin dan obat-obatan sebagaimana yang saat ini tengah dilakukan oleh para petugas hewan ternak di UPTD – DKP3 Kecamatan Tanjung.
Indikasi sebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku yang terjadi di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Utara pada tahap merah, sehingga para petugas berharap petani di harapkan aktif melaporkan ke petugas setempat.
Disamping itu, petugas juga melakukan posyandu dan penanganan PMK secara medis untuk ternak yang di indikasikan terjangkit Virus PMK.
Dan akan di lakukan penyuntikan selama lima kali suntikan dengan tiga jenis obat.
Masa inkubasi berlangsung selama 15 hari secara rutin melakukan pemantauan. Mengisolasi ternak yang sakit, melarang lalu lintas ternak, desinfeksi kandang-kandang yang ternaknya sakit dan mengobati ternak yang sakit hingga sembuh.
Itu penjelasan dari drh Gilang Kala Maulana.
Sampai diturunkan berita ini, wartawan belum dapat konfirmasi dari Kepala Dinas bersangkutan karena sedang hari libur kerja. ***
Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh
Transformasi digital dengan memanfaatkan spektrum frekuensi radio berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi masyarakat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Transformasi digital yang semula sekadar gaya hidup, menjadi produktif yang membuka peluang ekonomi Nusa Tenggara Barat berkembang.
Hal itu dikatakan Najamuddin Amy, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Nusa Tenggara Barat dalam Sosialisasi Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Standar Perangkat Pos Informatika di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat, Selasa (31/05/22).
“Pemanfaatan spektrum frekuensi radio yang bernilai ekonomi berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Najam.
Dijelaskan, perkembangan digital dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dengan menyempurnakan infrastruktur jaringan, pengelolaan sumberdaya manusia dan pemanfaatan aplikasi.
Sehingga kegiatan ekonomi masyarakat berbasis digital berkembang dengan pesat. Marketplace NTBMall menjadi platform bisnis digital UKM, selain hadirnya pengusaha digital yang memanfaatkan media sosial.
Dalam mendukung dan memanfaatkan digitalisasi, banyak aplikasi yang dibuat untuk pelayanan publik serta regulasi yang mengatur pemanfaatan spektrum frekwensi.
Dalam hal investasi, Najam mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas daerah dengan informasi baik.
Selain itu juga menggali potensi masyarakat dan mengabarkannya ke seluruh dunia.
Kepala Balai Monitoring NTB, Kusno mengatakan, pemanfaatan frekwensi radio yang tertib akan mendukung iklim investasi untuk berkembang.
Selain sifatnya yang terbatas, pemanfaatan spektrum frekwensi radio yang tertib akan menjamin lembaga penyiaran maupun masyarakat pengguna memaksimalkan fungsinya.
Sementara itu, staf khusus Gubernur bidang sosial kemasyarakatan, Drs H Wirajaya Kusuma mengatakan, NTB yang sering mengadakan event internasional membutuhkan konektifitas dalam berinteraksi di dunia digital.
“Terobosan menggerakkan ekononi pasca bencana di NTB, memerlukan cara baru berkomunikasi dengan dunia luar. NTB saat ini sedang dikenal dunia dengan event internasional,” ujarnya.
Hadir pula dalam kegiatan sosialisasi, Kepala Dinas DPMPTSP, perwakilan media penyiaran dan masyarakat umum.***
Wabah PMK, Ini Langkah Penanganan DKP3 KLU
Menanggapi berita miring tidak menyikapi wabah PMK, Kepala DKP3 di Kabupaten Lombok Utara menyampaikan penjelasan
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi,S.Pt, menegaskan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak.
“Sejak PMK ini mulai mewabah di Pulau Lombok, pihak Dinas DKP3A Lombok Utara sudah mengambil sikap atau langkah langkah antisipasi,” kata Tresnahadi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, 26/05/22)..
Terkait langkah-langkah antisipasi yang dilakukan pihaknya, antara lain melaksanakan sosialisasi kepada semua UPTD dan penyuluh di masing-masing kecamatan.
Dan mereka sekaligus diperintahkan segera mensosialisasi kepada kelompok ternak di masing-masing kecamatan.
Hewan ternak di KLU
“Pihak DKP3 minta semua Camat dan Kades menosialisasikan kepada masyarakat terkait PMK,” kata Tresnahadi
Selain itu dianjurkan penjagaan pintu masuk KLU baik yang di Pusuk, KLU maupun Lokok Puteq dengan melibatkan staf DKP3, Pol PP, DISHUN dan Kepolisian.
Untuk sementara, dilakukan penutupan pasar hewan di Tanjung dan Kayangan, mulai tanggal 25 mei sd 15 juni 2022.
Menyetop pelaksanaan IB dan PKb (pemeriksaan kebuntingan) pada ternak sapi, karena giat ini dapat menjadi perantara penularan virus PMK.
Selain itu, meningkatkan pelayanan posyandu ternak di masing masing kelompok ternak. Koordinasi dengan Dinas peternakan dan kesehatan hewan Provinsi NTB terkait PMK.
“Hal ini juga bersentuhan dengan jumlah kelompok ternak di KLU sekitar 500 kelompok, sehingga sampai saat ini masih ada kelompok yang belum diberikan sosialisasi,” kata Tresnahadi.
Terkait dengan kelompok ternak itu, pihak DKP3 menargetkan semua kelompok diberikan sosialisasi oleh petugas di masing masing wilayah kecamatan maupun desa.
“PMK ini bukan saja tanggung jawab DKP3, melainkan menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Mengaskhiri percakapan, Tresnahadi berharap, wartawan yang hendak menulis berita sebaiknya ada konfirmasi dengan pihak yang berkompeten, katanya..***
Ikon Pariwisata Indonesia yang Populer di Dunia
Kemenparekraf RI punya misi utama untuk membereskan pengembangan 5 ikon pariwisata sebagai destinasi super prioritas
lombokjournal.com ~ Para pelaku pariwisata didorong untuk mengenalkan popularitas destinasi pariwisata tidak hanya ke luar negeri tapi juga ke dalam negeri.
Hal ini perlu dilakukan sehingga dapat menginspirasi wisatawan domestik atau warga lokal agar mau merencanakan perjalanan ataupun liburan mereka ke dalam negeri.
Hal itu pernah diungkapkan Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, untuk mendorong pemulihan industri pariwisata Indonesia. Sebab potensi wisatawan domestik sangat besar.
Selain mendukung pemulihan industri pariwisata dengan mengunjungi destinasi dalam negeri, wisatawan domestik perlu makin didekatkan dengan keindahan alam negerinya. Sehingga makin kuat kecintaan pada negerinya sendiri.
Indonesia memiliki 5 destinasi super prioritas yang saat ini menjadi ikon pariwisata yang sangat populer di dunia. Kemenparekraf saat ini mempunyai misi membereskan pengembangan 5 destinasi super prioritas.
Berikut adalah 5 destinasi super prioritas yang dipilih untuk menjadi ikon pariwisata Indonesia di panggung dunia:
MANDALIKA, NUSA TENGGARA BARAT
Mandalika
Hilangkan penat dan lelah dengan mengunjungi Permata Tersembunyi NTB. Tidak hanya menyuguhkan keindahan pantai alami dengan berselancar seperti Pantai Gerupuk, Pantai Kuta, Pantai Seger, atau Tanjung Aan, tetapi juga menawarkan wisata budaya bernilai untuk dipelajari. Yang paling terkenal adalah Festival Bau Nyale (sebuah acara lokal di Mandalika dimana masyarakat berkumpul untuk berburu cacing tanah).
Sebagai salah satu destinasi super prioritas Indonesia, Kemenparekraf hendak mengembangkan reputasi dan infrastruktur Mandalika agar siap menjadi tuan rumah wisata olah raga (sports tourism). Kedepannya, Mandalika akan memiliki sirkuit MotoGP dengan dibangunnya Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar yang terdiri dari Sirkuit Balap Skala Internasional, Convention Center, dan 7 hotel mewah seiring dengan rancangan pengelolaan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika – sebuah kawasan berbasis pariwisata dari pemerintah Indonesi
LABUAN BAJO, NUSA TENGGARA TIMUR
Labuhan Bajo
Walaupun sungguh terkenal dengan keunikan wisata komodo di Taman Nasional Komodo serta Pink Beach, rekomendasi unik dari Sandiaga S. Uno adalah menyaksikan matahari terbenam di Bukit Sylvia karena daerah ini terkenal dengan istilah seribu sunset, trekking Pulau Padar dan Kanawa, kemudian merasakan pengalaman bawah laut penuh pesona di beberapa titik selam seperti; Batu Bolong, Castle Rock dan Manta Point.
Selain keindahan alam, Kemenparekraf hendak menajamkan fokus untuk mempopulerkan potensi ekonomi kreatif seperti tenun, kopi, dan masih banyak lagi. Sehingga turis yang berkunjung ke Labuan Bajo tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mendapatkan nilai lebih dengan berbelanja hasil produk kreatif warga lokal.
Kemenparekraf menunjuk Danau Toba sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berbasis keindahan alam. Sebagai keajaiban dunia yang menakjubkan, danau kawah ini ini begitu besar dan di tengah danau ini ada sebuah pulau yang ukurannya hampir sebesar Singapura. Dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi, dan kedalaman 450 meter, Danau Toba sebenarnya lebih mirip lautan. Ini adalah danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia.
Nikmati pengalaman berkayak di Danau Toba dengan memilih tiga jenis rute jelajah danau (Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara). Kemudian, segarkan pikiran dengan menikmati suasana danau sejuk dengan glamping (kemah mewah) di The Kaldera Toba Nomadic Escape yang terletak di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Sobat Tiket dapat menikmati keindahan alam dengan ragam fasilitas mewah seperti tenda ala Bohemian, tenda gelembung transparan, ecopod atau pod kemah ramah lingkungan, dan juga ruang teater terbuka berkapasitas 300 orang.
Bagi turis yang mencari oleh-oleh, kain tenun Ulos adalah suvenir bernilai yang tidak hanya berfungsi sebagai pakaian saja, tetapi juga sebagai simbol status sosial, barang warisan berharga, serta hadiah perayaan penting dalam kehidupan. Selain itu, biji kopi arabika nikmat bernama Sumatra Mandheling.
Likupang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Nama daerah ini menjadi perbincangan hangat di tahun 2020 karena pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah satu destinasi super prioritas. Artinya pemerintah akan memaksimalkan pembangunan pariwisata dari berbagai aspek. Daerah ini juga sedang dipersiapkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
Dengan jarak tempuh dua jam perjalanan mobil dari Manado, terdapat banyak pantai eksotis yang dapat menjadi pilihan, yaitu Pantai dan Bukit Pulisan, Pantai Paal, Pantai Lihaga, hingga Pulau Gangga.
Bagi turis yang berkelana ke Likupang Barat, terdapat Desa Bahoi yang merupakan desa nelayan yang memiliki ekowisata mandiri untuk menjaga ekosistem laut. Ekowisata Desa Bahoi ini terdiri dari hutan bakau yang berada di tepi laut.
BOROBUDUR, JAWA TENGAH
Borobudur
Salah satu warisan budaya dunia UNESCO, Candi Borobudur ini sering dianggap berada di kota Yogyakarta padahal sebenarnya berada kota Magelang, tepatnya di jalan Badrawati dengan akses mudah karena terletak di pinggir jalan.
Bagi masyarakat yang menjadikan kunjungan ke Candi Borobudur sebagai salah satu impian teratas, maka harus juga memasukkan beberapa lokasi wisata sekitar Candi Borobudur ke dalam rencana perjalanan; Punthuk Setumbu, Bukit Rhema Gereja Ayam, Pemandian Candi Umbul, Pinus Kragilan, Candi Ratu Boko, hingga Tebing Breksi.
Jawa Tengah masih sangat kental dengan budaya dan adat Jawa, maka tidak heran jika banyak destinasi wisata yang merupakan peninggalan sejarah. Saat ini, candi-candi tersebut telah dipugar dan dibuka untuk umum.
Itulah 5 destinasi wisata yang menjadi misi pemerintah saat ini untuk dikembangkan sebagai destinasi super prioritas. Kelima destinasi wisata itu sebenarnya sudah menjadi ikon wisata Indonesia yang sudah sangat populer di mancabegara.
Namun kelima destinasi sekaligus menjadi prioritas untuk dikembangkan dalam penataannya agar lebih marketable.***
Oknum Saudagar Kibuli Petugas Pangawas PMK di KLU
Petugas yang memantau lalu lintas hewan ternak untuk pernularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Tanjung, KLU, hampir dikibuli oknum saudagar sapi
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Oknum saudagar nakal asal Mataram, yang mencoba kibuli petugas PMK (penyakit mulut dan kuku) yang tengah memantau lalu lintas hewan ternak.
Saat masuk di wilayah Kabupaten Lombok Utara, menjadi perhatian pengunjung Pasar Hewan Tanjung, Minggu (20/05/22).
Pasalnya, oknum tersebut saat diperiksa sapi bawaannya oleh petugas PMK Kabupaten Lombok Utara, mengaku sapi miliknya dari Telok Kombal Desa Malaka Kecamatan Pamenang KLU.
Padahal sejak dalam perjalanan dari Mataram, salah satu petugas PMK, drh. Gilang Kala Maulana sudah curiga, oknum saudagar itu melanggar aturan.
Sebab sapi ternak yang dibawa oknum sudah pernah transaksi di pasar hewan Selagalas Mataram.
Akhirnya, pelaku pun mengaku perbuatannya dan langsung di paksa kembali ke daerah asal di Mataram, kata Gilang pada media ini.
Sebagai informasi, Dinas Ketehanan Pangan,Pertanian, Perkebunan dan Perikanan hari Minggu (20/05/22) menutup sementara pasar hewan yang ada di Dusun Bengkoang Desa Sokong Kecamatan Tanjung.
Termasuk menutup di pasar ternak yang ada di Tampes Kecamatan Kayangan, terhitung 25 Mei s/d 15 Juni 2020.
Penutupan sementara itu dilakukan sejak pemberlakuan pembatasan gerakan lalu lintas ternak sapi, kerbau, kambing dan babi di wilayah Kabupaten Lombok Utara sebagaimana surat yang di keluarkan oleh Dinas Ketehanan Pangan,Pertanian, Perkebunan dan Perikanan Tresnahdi, S.Pt, Nomor . 524/290/DKP3/V/2022 tertanggal 20 Mei 2022.
Daging sapi kurang diminati
drh. Gilang menambahkan, kalau di Lombok Barat pemberlakuan PMK cukup ketat, dimana Pemda Lombok Barat melalui OPD terkait sudah memfasilitasi seluruh petugas IB (Insiminasi Buatan).
Mereka di kumpulkan di suatu tempat, dan seluruh alat Gan IB diisita untuk sementara. lantaran larangan sementara melayani IB selama pemberlakuan PMK.
“Demikian halnya Daging sapi selama PMK kurang diminati meski turun harganya turun,” tuturnya.
Kepala UPTD Tanjung Aki Suharti,S. Pt menuturkan, hingga hari Minggu jumlah sapi yang beredar di pasar hewan Tanjung dalam satu Minggu berkisar 600 ekor dan belum ada tertular PMK.
Menjawab pertanyaan wartawan media ini tenteng adanya penyebab sapi mati di dusun Monggal Desa Genggelang Kecamatan Gangga, akibat terlilit tali bawaan dan bukan karena PMK.
Aki Suharti juga sekaligus menjawab berita Hoax di media sosial (FB) yang menyebarkan isu sapi mati di Dusun Monggal Desa Genggelang Kecamatan Gangga.
“Sapi mati di Monggal bukan penyebabnya karena PKM, melainkan karena terlilit tali saat di tambah di kebun pemilik,” jelas Aki Suharti.
Penyampaian Aki Suhardi dibenarkan oleh Kabid Peternakan, drh Sarudi. Ia menambahkan pihaknya sudah datangi pemiliknya bersama bawahannya, Sopian,S.pt.
Meski demikian, drh. Sarudi berharap kepada seluruh petenak tetap mematuhi PMK sampai pemerintah mengatakan bebas PMK, ungkapnya.***