Pangan Murah untuk Dekatkan Layanan dan Kontrol Inflasi
Gerakan pangan murah ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan dengan harga yang terjangkau.
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB, melalui Dinas Ketahanan Pangan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Karang Pule, Kecamatan Sekarbele, Kota Mataram, pada Rabu (20/03/2024).
Tujuan kegiatan ini adalah mendekatkan layanan kepada masyarakat untuk mendapatkan harga yang terjangkau serta untuk mengendalikan inflasi daerah.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov NTB, H. Abdul Azis, SH., MH, gerakan ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan dengan harga yang terjangkau.
Ia menjelaskan bahwa aspek ketahanan pangan penting, termasuk pemenuhan cadangan pangandi tingkat daerah untuk menghadapi situasi rawan pangan dan bencana alam.
Selain itu, gerakan pangan murah juga mencakup upaya diversifikasi pangan, mendorong masyarakat untuk mengonsumsi variasi makanan pokok sehingga tidak hanya terpaku pada satu jenis.
“Variasi dalam makanan penting untuk memenuhi kebutuhan energi dengan lebih seimbang,” ujarnya.
Keamanan pangan juga menjadi fokus, dengan penguatan pengujian bahan pangan baik sebelum dipasarkan (pre market) maupun setelah beredar di pasar (pos market).
“Pengujian intensif dilakukan untuk memastikan keamanan konsumsi bahan pangan,” tambahnya.
Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di seluruh Kabupaten/Kota di NTB, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Serly/her
Food Estate Habiskan 1,5 triliun, Hanya Panen Jagung 25 Ton
Habiskan anggaran sebesar Rp 1,5 Triliun tapi menghasilkan 25 Ton jagung, Food Estate Gunung Mas disebut sebagai proyek gagal dan tak bermanfaat bagi Ketahanan Pangan
JAKARTA.LombokJournal.com ~ Proyek Food Estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menggunakan anggaran sebesar Rp 1,5 Triliun, namun hasil panen jagung yang dihasilkan hanya sekitar 25 ton.
Johan Rosihan, Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera menilai, hal ini sebagai bukti nyata kegagalan proyek tersebut.
Menurutnya, penggunaan anggaran sebesar itu untuk menghasilkan jumlah panen yang sangat minim menunjukkan bahwa proyek Food Estate hanya ‘buang-buang anggaran’.
Menurut Johan, proyek ini sebelumnya telah ditolak, namun pemerintah tetap memaksakan pelaksanaannya.
Bahkan, untuk menutupi kegagalan proyek perkebunan singkong, pemerintah memilih untuk menanam jagung di lahan tersebut.
Namun, hasil panen jagung yang minim menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi ketahanan pangan nasional.
Johan juga menyoroti dampak lingkungan dari proyek ini, seperti kerusakan hutan yang mengakibatkan banjir dan longsor.
Dia menegaskan bahwa tidak ada petani yang tertarik untuk terlibat dalam proyek ini, dan menganggap bahwa kebijakan Food Estate di Gunung Mas sebagai kesalahan yang harus dihentikan.
Sebagai tanggapan, Johan menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab dengan menghentikan proyek tersebut dan melakukan pemulihan kawasan yang terkena dampaknya.
Dia juga menekankan perlunya mengalihkan anggaran untuk membantu petani dalam usaha tani di lahan-lahan yang lebih produktif serta membangun infrastruktur pertanian yang mendukung kebutuhan para petani. ***
Ekspor NTB bulan Februari 2024 Meningkat Sebesar 24,90 Persen
Nilai ekspor NTB terus berlanjut mengalam tren kenaikan dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pada Bulan Februari 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam nilai ekspor. Menurut BPS, nilai ekspor Provinsi NTB pada bulan tersebut mencapai US$ 230.708.644.
Dengan demikian berarti mengalami peningkatan sekitar 24.90 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, menyampaikan terkait kenaikan eksport NTB ini dalam rilis berita resmi di ruang rapat Aula Tambora Kantor BPS NTB pada Jum’at (15/03/24).
Menurutnya, tren peningkatannilai ekspor NTB terus berlanjut dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan.
Wahyudin menjelaskan bahwa kelompok komoditas ekspor terbesar pada bulan tersebut adalah barang galian/tambang nonmigas dengan nilai US$ 229.894.817 (99.65 persen).
Sementara itu, sektor impor terbesar pada Bulan Februari 2024 adalah mesin-mesin atau pesawat mekanik, mencapai US$ 102,88 juta (71.31 persen).
BPS juga mencatat bahwa neraca perdagangan Provinsi NTB pada bulan tersebut mengalami surplus sebesar US$ 86.44 juta, dan secara kumulatif dari Januari hingga Februari 2024, surplus mencapai US$ 99.74 juta.
Selain mesin-mesin atau pesawat mekanik, impor bulan Februari 2024 juga didominasi oleh mesin dan peralatan listrik, produk keramik, karet dan barang dari karet, plastik dan barang dari plastik, serta perangkat optik.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) telah berkolaborasidengan Pemerintah Daerah.
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2024, yang dibuka oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si secara daring (13/03/24), menjadi wadah bagi kedua belah pihak untuk merumuskan strategi bersama.
“Rapat ini menekankan komitmen kita untuk mengatasi permasalahan harga dan distribusi bahan pokok,” ujar Irjen Tomsi Tohir Balaw.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH, menyatakan harapannya agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan tanpa kekhawatiran akan ketersediaan bahan pokok.
“Dengan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, kita berupaya keras untuk memastikan ketersediaan stok dan harga-harga yang terjangkau, sehingga masyarakat dapat fokus pada ibadah mereka,” jelasnya.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.AP dan seluruh OPD Pemprov NTB turut hadir dalam rapat tersebut. ***
Teluk Ekas Mendunia
Pengembangan blue ekonomi di Teluk Ekas berupa budidaya rumput laut dan budidaya lobster sudah berjalan cukup lama
oleh Lalu Gita Ariadi
LombokJournal.com ~ Teluk Ekas, kian mencuri perhatian Investor. Selama ini di benak banyak orang (lombok), Teluk Ekas identik dengan tempat usaha budidaya rumput laut. Selain Ekas dan Seriwe, rumput lautjuga tersebar di berbagai perairan NTB seperti di Gerupuk Loteng, Pengantap Lobar, Kertasari KSB, Teluk Saleh ( Sumbawa – Dompu ), Lunyuk hingga Teluk Woworada Bima.
Kamis 29 Februari 2024, sedianya Presiden RI – Bapak Ir. H. Joko Widodo di rencanakan hadir di Teluk Ekas. Namun karena ada kesibukan lain berwakil ke Menko Bidang Maritim dan investasi – Bapak Jenderal Luhut Binsar Panjaitan. Didampingi Menteri kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, pejabat BRIN, Dubes India, Dubes UEA, CEO PT Sea6 Energy dan lain-lain kumpul di pesisir
Saya dan rombongan terbatas, berkesempatan mendampingi Menko Marvest meninjau lokasi budidaya rumput laut PT Sea6 Energy di tengah perairan Teluk Ekas menjorok ke laut bebas. Berjarak hampir 2 km dari bibir pantai. Menggunakan Kapal Polairud Polda NTB yang dalam waktu 15 menit pelayaran sampai di lokasi budidaya rumput laut. Areal yang dekat pantai di gunakan oleh masyarakat.
Kehadiran Menko Marvest kali ini dalam rangka mendukung Investasi rumput laut skala besar dengan mekanisasi dan hilirisasinya di Teluk Ekas. Teluk Ekas yang luasnya 5000 hektar, ke depan akan menjadi episentrum blue ekonomi baru dengan hadirnya investor PT Sea6 Energy dari India. PT Sea6 Energy akan memanfaatkan 100 hektar perairan Teluk Ekas. Selebihnya di manfaatkan masyarakat.
Berdasarkan Perda Provinsi NTB nomor 12 tahun 2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau2 Kecil ( RZWP3K ) telah dialokasikan ruang perairan laut bagi pengembangan blue economi yaitu di perairan selatan Lombok
Timur dan Lombok Tengah untuk pengembangan perikanan budidaya, perikanan tangkap dan pengembangan wisata bahari.
Pengembangan blue ekonomi di Teluk Ekas berupa budidaya rumput laut dan budidaya lobster sudah berjalan cukup lama. Tahun 2017 lembaga pangan internasional ( FAO ) telah menginisiasi pengembangan blue ekonomi tersebut melalui kerjasama dengan IPB dan Unram.
Rumput laut dan lobster menjadi icon utama dalam pengembangan blue economi di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.
Budidaya rumput laut dinilai cocok bagi usaha pemberdayaan masyarakat karena investasinya tidak terlalu mahal. Tekhnologinya sederhana serta masa produksinya yang pendek yaitu 45 hari sudah bisa panen. Menko Marvest, meminta agar BRIN melakukan riset rumput laut bisa dipanen diusia 30 hari dengan kualitas yang baik.
Permasalahan utama dalam usaha budidaya rumput laut adalah kurang tersedianya bibit yg berkualitas. Saat ini pembudidaya rumput laut NTB masih mengandalkan bibit rumput laut jenis Euchema Cottoni hasil kultur jaringan yg ada di balai budidaya laut Lombok di Sekotong NTB sebagai bibit sumber utamanya.
Secara kuantitas jumlah ketersediaan bibit berkualitas masih sangat rendah dengan tingkat sebaran yang terbatas. Menyikapi kelangkaan bibit rumput laut, ke depan upaya pengembangan kebun bibit rumput laut secara intensif yang tersebar pada beberapa lokasi sentra kegiatan usaha budidaya, harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.
Masyarakat Teluk Ekas tentu akan sangat diuntungkan dan berkepentingan dengan kehadiran industri rumput laut ini. Apalagi PT Sea6 Energy tidak menggunakan rumput laut kering. Yang di gunakan adalah rumput laut basah. Begitu panen langsung di olah. Jadi biaya penjemuran berkurang. Ini sangat menguntungkan pembudidaya rumput laut. Semua produksi rumput laut NTB akan diserap PT. Sea6 Energy.
Sea6 Energy bergerak dibidang hulu hilir rumput laut. PT Sea6 Energy membudidayakan rumput laut skala besar serta mengolah rumput laut segar menjadi produk olahan baru seperti biostimulant, bioplastik, tepung rumput laut untuk produk turunan yag digunakan di sektor farmasi, agri dan food grade disamping sebagai bahan yang bisa diproses sebagai biofuel.
Di sektor hulu budidaya rumput laut, PT Sea6 Energy mulai uji coba di Teluk Ekas sejak agustus 2022, untuk memperoleh data 1 tahun (1siklus laut). Hasil test bagus sehingga diputuskan untuk memulai project 100 hektar budidaya rumput laut di Teluk Ekas. Untuk budidaya 100 hektar diperlukan 80 – 100 tenaga kerja. Produksi per tahun sekitar 15.000 ton per tahun.
Dukungan yang sangat besar dari Kementrian Marves dan Pemerintah Daerah, project budidaya rumput laut diinisiasi dan dimulai sejak Bulan September 2023. Ditandai dengan dikeluarkannya perizinan pemanfaatan ruang laut (KKPRL).
Bentuk dukungan ke masyarakat sekitar, PT Sea6 Energy berkolaborasi dengan 10 petani lokal dengan sistem satelite farm. Petani dibantu bibit dan tali untuk budidaya. Pemberdayaan ibu-ibu pengikat bibit dengan cara memperkenalkan mesin pengikat rumput laut diajarkan ke ibu-ibu pengikat rumput laut manual, agar bisa menambah jumlah pengikatan bibit yg akan meningkatkan pendapatan mereka.
Di sektor hilir, industri pengolahan rumput laut merupakan industri pengolahan rumput laut modern dengan konsep zero chemical – zero waste. Tidak menggunakan bahan kimia. Karena bahan baku yang di gunakan adalah rumput laut segar. Semua dapat terproses dengan baik tanpa menghasilkan limbah berbahaya.
Sumber bahan baku pabrik diperoleh dari produksi pembudidaya di sekitar Teluk Ekas sampai ke Pulau Sumbawa. Petani rumput laut dapat langsung menjual hasil panen tanpa perlu menjemur lagi.
Pabrik pengolahan di Teluk Ekas sudah mulai dibangun. Diharapkan akhir tahun 2024 sudah bisa beroperasi. Dengan adanya kegiatan hulu hilir di Teluk Ekas, diharapkan dapat meningkatkan roda ekonomi masyarakat. Pemberdayaan dan peningkatan skill individu masyarakat dengan cara menambah lapangan kerja.
Saat ini hasil olahan PT Sea6 Energy dikirim ke India untuk diproses pembuatan produk finalnya.
Produk final ( pupuk biostulant ) sudah dipasarkan di 22 negara termasuk Indonesia. Di Teluk Ekas direncanakan membuat produk final. Dengan sumber bahan baku dari seluruh NTB.
Pemprov NTB dan Pemkab Lotim tentu harus kolaborasi mendukung suksesnya pengembangan Proyek Strategis Nasional ini. Dari sisi penyedian ruang laut alhamdulillah sudah terakomodir masuk ke RZWP3K termasuk dukungan Tata ruang daratnya.
Dukungan infrastruktur jalan menuju kawasan industri, penataan pesisir agar tidak terjadi tumpang tindih pemanfaat ruang darat dan pergesekan dengan masyarakat.
Termasuk penataan kampung nelayan modern dengan terpenuhinya sarana dan prasarana kebutuhan masyarakat sekaligus untuk kepentingan pengembangan sektor pariwisata berbasis maritim.
Insyaallah. Aamiin YRA. ***
Kota Bima Tuan Rumah Gelar Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi
Potensi masyarakat Kota Bima akan terpacu dengan gelar teknologi tepat guna, khususnya dalam memanfaatkan teknologi untuk memajukan sektor ekonomi kreatif
KOTABIMA.LombokJournal.com ~ Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi XIX yang digelar di Kota Bima, diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomimasyarakat setempat.
Pernyataan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Ibnu Salim itu disampaikannya saat menghadiri Welcome Dinner gelar TTG di Beginning Cafe pada Selasa (05/03/24).
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dan pimpinan BUMD Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.
PJ Sekda NTB menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini akan membawa dampakpositif pada perekonomian masyarakat setempat.
“Semua akan berkumpul disini , UMKM akan menggeliat, dan kami di Provinsi pasti membeli oleh-oleh dari pelaku UMKM masyarakat setempat,” ujarnya optimis.
Gelar teknologi tepat guna dianggap sebagai langkah awal untuk memacu potensi masyarakat Bima. Khususnya dalam memanfaatkan teknologi guna memajukan sektor ekonomi kreatifdan menggali kearifan lokal masyarakat setempat.
Asisten I Sekda Pemerintah Kota Bima, Drs. H. Alwi Yasin, mewakili masyarakat Bima, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB atas keputusan menjadikannya sebagai tuan rumah TTG.
“Semoga TTG menjadi awal untuk kemajuan dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan,” tambahnya.
Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi XIX, dengan tema “Menuju NTB Hijau,” akan berlangsung mulai 5 hingga 8 Maret 2024.
Acara ini akan menampilkan produk UMKM dari seluruh Kota dan Kabupaten peserta, serta menawarkan penjualan Sembako murah oleh BUMN. Man/her
Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rakor pengendalian inflasi, dengan narasumber berasal dari Badan Pangan Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan lembaga terkait
JAKARTA.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang diadakan menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
Acara tersebut berlangsung di hotel Kempenski Jakarta pada Senin (04/03/24).
Rakor dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dengan narasumber berasal dari Badan Pangan Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, dan lembaga terkait lainnya. Mendagri Tito Karnavian menyampaikan sembilan langkah konkret yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam mengendalikan inflasi.
Beberapa langkah tersebut melibatkan pemantauan harga dan stok untuk memastikan ketersediaan kebutuhan, rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, pencanangan gerakan menanam, serta melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait.
Dalam rakor itu Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, dalam sambutannya menjelaskan adanya tantangan utama dalam mencapai ketahanan pangan dan gizi nasional.
Faktor-faktor seperti perubahan iklim ekstrim, situasi geopolitik yang tidak stabil, dan lonjakan harga pangan dan energi menjadi beberapa hal yang dihadapi.
Arief menekankan, perlunya peningkatan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, sinergi TPID, dan pemantauan harga di pasar tradisional maupun ritel modern. Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan makanan di masyarakat. novita/opik
NTB Zone Diresmikan di Surabaya
Pentingnya NTB Zone jadi jembatan kerja sama antara NTB dan Jawa Timur dalam hal promosi dan pemasaran produk unggulan UMKM
SURABAYA.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Lale Prayatni Gita Ariadi, bersinergi dengan Dekranasda Provinsi Jawa Timur dalam meresmikan NTB Zone, yang berlokasi di salah satu mal di Surabaya, Sabtu (02/03/24).
Dalam upacara ini, Bunda Lale, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya NTB Zone sebagai jembatan kerja sama antara NTB dan Jawa Timur, terutama dalam hal promosi dan pemasaran produk unggulan UMKM.
“Dengan kerja sama ini, saya berharap provinsi-provinsi ini dapat mengeksplorasipotensi masing-masing, sehingga tercipta kerja sama saling menguntungkan baik dari sisi pemerintah maupun UMKM secara langsung,” ungkap Bunda Lale.
NTB Zone menampilkan beragam produk, termasuk wastra dan produk turunannya. Selain kain tenun, produk siap pakai seperti tas, sepatu, dan home decor juga menjadi daya tarik.
Kuliner legendaris NTB, seperti ayam taliwang, sate rembige, kripik pelecing, dan kuliner tradisional lainnya, turut meramaikan acara.
“Harapannya, NTB Zone di Desk Space Ciputra World Surabaya ini dapat beroperasi secara berkelanjutan, memberikan manfaat maksimal bagi promosi produkUMKM,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Pj Ketua Dekranasda Jatim, Isye Adhy Karyono, menyampaikan harapannya agar UMKM lokal terus mendapatkan pelatihan untuk mempercepat dan memperluas pasar. Kualitas produk juga diinginkan meningkat agar dapat menjangkau pasar kalangan menengah ke atas.
Arumi Bachsin, selaku pemilik Desk Space, mengapresiasi upaya Bunda Lale dalam menggerakkan dan memasarkan produk lokalNTB. Ia berharap produk UMKM dari NTB dan Jawa Timur dapat bersama-sama berkembang dan mendapatkan pasar yang lebih luas.
Acara ini dihadiri oleh delegasi dari NTB, termasuk pengurus Dekranasda NTB. Para pejabat tinggi, seperti Pj Ketua DWP NTB, Kadis Perdagangan, Kadis Komonfotik, Kaban BPKAD, Kadiskop UMKM, Kadis DP3A2KB, Kadis Pertanian, Perwakilan Dinas Perindustrian, Direktur Kepatuhan Bank NTBS, dan perwakilan Bank Indonesia NTB, turut serta dalam keseruan acara.
Tarian khas NTB dan fashion show bertemakan wastra Lombok Sumbawa semakin memeriahkan acara. Penari berbalutkan wastra kreasi tenun khas NTB dan peragawati profesional berhasil menciptakan suasana yang anggun dan mengesankan. ***
Pasar Murah Digelar Pemprov NTB di Berbagai Titik
Jelang Ramadhan, Pemerintah Provinsi NTB gencar perbanyak Operasi Pasar dan Pasar Murah jelang Ramadhan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam upaya menjaga inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan, Pemerintah Provinsi NTB telah menjalin kerjasama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan operasi pasar dan pasar murah di berbagai titik strategis.
Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, menekankan pentingnya langkah ini guna menghindari penumpukan masyarakat di satu titik yang dapat mengakibatkan dampak negatif.
Operasi pasar dan pasar murah dilakukan secara merata di berbagai lokasi guna mencakup masyarakat dengan lebih luas.
Miq Gite, sapaan akrab Pj Gubernur, mengungkapkan hal ini usai membuka High Level Meeting TPID Provinsi NTB di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB, Mataram pada Kamis (01/03/24).
“Jelang Hari Besar Keagamaan (HBK), kita perlu melakukan kegiatan ekstra untuk mengendalikan inflasi,” jelas Miq Gite.
Pj Gubernur NTB juga mengajak awak media untuk membantu menyebarkan informasi positif terkait ketersediaan beras dan upaya pencegahan lonjakan harga. Miq Gite memastikan bahwa meskipun dampak badai el nino, petani di Lombok berhasil panen, yang akan menjamin ketersediaan beras di NTB.
“Banyak petani di Lombok berhasil panen. Meskipun belum panen raya, namun hal tersebut menjamin ketersiadaan beras di NTB. Ini juga diperkuat dengan Pergub yang kami buat, agar memastikan jaminan stok di daerah baru, lebihnya bisa keluar,” ungkapnya.
Miq Gite menegaskan bahwa Pemprov NTB terus berupaya mengerahkan tenaga dalam menjalankan empat strategi pengendalian inflasi, yaitu keterjangkauan dan stabilitas harga, ketersediaan dan stabilitas pasokan bahan pangan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif. Nov/dyd
Pj Gubernur Dampingi Menko Marves RI ke Teluk Ekas
Pj Gubernur mengatakan bahwa kunjungan dengan Piloting Project dan perhatian di Teluk Ekas dari Menkomarves impian indah masyarakat NTB menjadi kenyataan
LOTIM.LombokJournal.com~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, penuh semangat menyertai Kunjungan Kerja Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) di Teluk Ekas bersama Menko Marves RI, Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A.
Momen tersebut tidak hanya dimanfaatkan Pj Gubernur memperlihatkan potensibudidaya rumput laut skala besar, tetapi kunjungan diharapkan membawa berkah dan harapan bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami berharap kunjungan kerja Bapak Menko siang ini membawa berkah untuk masyarakat NTB, sebagaimana kunjungan sebelumnya yang telah terbukti memberikan hasil,” ungkap Miq Gita sapaan Pj Gubernur dengan antusias di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (29/02/2024).
Miq Gita menambahkan bahwa Kunjungan dengan Piloting Project dan perhatian dari Menkomarves membuatnya yakin bahwa impian-indian indah akan menjadi kenyataan.
“Dengan perhatian luar biasa dari Bapak Luhut, sepertinya impian-indah itu akan segera menjadi kenyataan,” tambahnya.
Selain itu, Miq Gita juga memamerkan kekayaan alam NTB, khususnya Desa Telong-Elong di seberang Teluk Ekas yang terkenal sebagai Kampung Lobster dan pusat perikanan di NTB.
Dia berharap kunjungan Menkomarves, Menteri Perikanan dan Kelautan, serta Menteri Industri akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTB.
“Di samping Teluk Ekas, ada Desa Telong-Elong yang merupakan sentra perikanan di daerah kami. Semoga dengan kehadiran Menko Marves, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Industri, akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTB,” tegas Pj Gubernur .
Sebagai penutup sambutannya, Miq Gita menyampaikan terima kasih kepada Menkomarves, Menteri Perikanan dan Kelautan, Menteri Industri, investor, dan PT Sea Six yang telah memberikan bimbingan kepada masyarakat NTB.
Pj Gubernur berharap agar rumput laut dapat menjadi primadona di Nusa Tenggara Barat.
“Terima kasih kepada Pak Luhut, Mentri KKP, Menteri Perndustrian, Investor, dan PT. Sea Six atas bimbingannya kepada masyarakat NTB. Semoga rumput laut menjadi primadonadi NTB,” tutup Miq Gita dengan rasa syukur. panda/her