Lalu Hadrian Irfani Dorong Prioritaskan Anggaran Pendidikan

Nyaleg DPR RI dapil Pulau Lombok, ikhtiar H Lalu Hadrian Irfani majukan pendidikan untuk sejahterakan masyarakat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Hadrian Irfani memiliki perhatian yang tinggi terhadap dunia pendidikan

Pria yang bakal naik kelas bertarung di pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok itu mengaku bakal mendorong agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diprioritaskan untuk sektor pendidikan. 

BACA JUGA: Jabatan Gubernur NTB dan Wakil Gubernur Berakhir  19 September 2023

Lalu Hardian Irfani mendorong peningkatan anggaran pendidikan
Lalu Hardian bersama Cak Imin

“Pengalaman pribadi saya mengatakan bahwa saat ini terjadi tantangan yang luar biasa. Tetapi intinya, dasarnya justru ada di pendidikan,” ucap lelaki yang akrab disapa H Ari, Minggu (13/08/23) di Mataram 

Ketua Komisi V DPRD NTB itu melihat, postur anggaran perlu memberikan ruang yang lebh luas terhadap dunia pendidikan. 

Setidaknya, menurut H Ari, ada dua unsur penting yang harus dibiayai negara di bidang pendidikan, yaitu sarana dan kualitas pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Memang butuh kembali ditata berkenaan dengan postur – postur anggaran, salah satunya adalah berkenaan dengan anggaran pendidikan, di mana anggaran ini sangat besar tetapi kita juga harus lihat bagaimana postur anggaran tersebut melahirkan SDM berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Politisi yang dikenal ramah dan humble  itu mengatakan, anggaran-anggaran harus diberikan kepada pendidikan terutama kepada lembaga yang masih dalam proses berkembang.

BACA JUGA: Persekusi Persekusi Kader PDI Perjuangan di Sekoting

“Anggaran yang ada harus dibagi, terutama kepada lembaga pendidikan yang kemampuan anggarannya masih belum memadai,” katanya

H Lalu Hadrian Irfani mengupayakan agar separo anggaran yang dialokasikan kepada masing-masing kementerian dipotong separo, sebagai gantinya dialokasikan kepada perbaikan SDM dan pendidikan nasional.

Putra Asli Sasak itu menilai dengan cara itu maka Indonesia akan siap menyambut bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2030-2040. Artinya, pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif atau usia 15-64 tahun dibandingkan usia non produktif.

Pendidikan, kata H Lalu Hadrian Irfani meyakini, pendidikan merupakan ‘jalan tol’ untuk memajukan anak di setiap daerah. H Ari  mengaku, PKB punya platform khusus yang menjadi ruang besar anak muda dalam mengaktualisasikan pendidikan. 

Platform tersebut dikenal dengan istilah “PKB Institute“.

“Jadi Ketua Umum kami Muhaimin Iskandar atau Gus Imin memberikan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pendidikan, baik formal maupun non-formal,” bebernya. 

BACA JUGA: Mentan Kagumi Pengembangan Sorgum di NTB

Pentingnya Pendidikan Akhlak-Karakter

Selain itu, dalam menghadapi era perkembangan teknologi dan disrupsi informasi, salah satu aspek pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah pendidikan karakter.

“Berpadunya dua variabel antara rendahnya literasi dan keberadaban digital dengan tingginya tingkat penetrasi internet inilah yang kemudian memicu lahirnya berbagai persoalan. Di sini pentingnya kehadiran institusi yang mengajarkan pendidikan akhlak,” terangnya.

Anggota DPRD NTB itu menilai pendidikan akhlak atau karakter penting di tengah tingginya penggunaan internet. Nilai-nilai ke-Indonesiaan harus tetap dikedepankan. 

Menurutnya, gotong royong dan sopan santun mulai tergeser dengan gaya hidup hedonis, individualis, dan pragmatis.

“Tumbuhnya paham radikalisme sebagai konsekuensi dari pemaknaan sempit dan tidak kontekstual terhadap ajaran agama juga mulai merasuk pada generasi muda bangsa,” imbuhnya.

Selain pendidikan akhlak, wawasan kebangsaan juga perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa.

“Wawasan kebangsaan juga penting untuk menjaga hidup tetap harmonis dan rukun,” beber H Lalu Hadrian yang juga kelahiran Lombok itu.

Selanjutnya, ia  menegaskan bahwa negara atau pemerintah harus hadir dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat. 

Merujuk data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mencatat sekitar 2.500 anak jenjang pendidikan SMA/SMK dan sederajat putus sekolah atau drop out (DO). Angka itu sekira 0,015 persen dari total jumlah siswa. 

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022, angkatan kerja di Provinsi NTB sebanyak 2,8 juta orang dengan jumlah (Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekitar 2,89 persen. TPT ini turun 0,3 persen dibandingkan Agustus 2021. Meski turun, terdapat penambahan angkatan kerja sebesar 59 ribu orang.

“Muara dari pendidikan yang berikan kepada anak bangsa harus mampu meningkatkan taraf hidup. Jika taraf hidup masyarakat meningkat, maka setengah persoalan yang ada di bangsa ini bisa kita katakan selesai,” bebernya.

Membumikan  Pendidikan Sains dan Tehnologi 

Dalam konteks NTB, Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk membumikan atau mengintensifkan pendidikan berbasis teknologi (teknologi tepat guna). 

Hal itu dinilainya penting dalam rangka memberikan rangsangan bagi anak-anak muda NTB menjadi penemu atau inovator di bidang teknologi. 

“Jadi kita dorong anak-anak NTB di bidang keilmuan masing-masing agar mampu bertransformasi dan mengaktualisasikan pikirannya menghasilkan buah karya baru di bidang teknologi. Tidak hanya sekadar menjadi pemakai teknologi yang sudah ada,” paparnya.

Menurutnya, anak-anak NTB tidak kekurangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, pemerintah daerah hanya perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitasnya.

“Perlu diperbanyak kompetisi, atau ajang lomba tentang sains-teknologi secara beekala agar di NTB muncul talenta-talenta muda yang kreatif dengan penemuan dan inovasi,” kata Lalu Hadrian.

Selain itu, ia berpendapat bahwa pemerintah daerah perlu memberikan insentif atau bantuan bagi anak-anak muda NTB yang bergerak di bidang sains dan teknologi guna menghasilkan penemuan yang out of the box.

BACA JUGA: Berkhidmat Melayani Umat di Pulau Seribu Masjid

“Pemerintah daerah juga perlu menyediakan insentif / bantuan untuk pengembangan penelitian berbasis sains dan teknologi. Ini penting agar intelektual-intelektual NTB memiliki kesetaraan dan kebanggaan dengan adanya perhatian lebih dari pemda untuk pengembangan kemajuan kapasitas intelektualnya,” Pungkasnya.***

 

 




Mentan Kagumi Pengembangan Sorgum di NTB

Sorgum merupakan tanaman tropis yang mudah dibudidayakan, diharapkan dapat menggantikan kebutuhan gandum

MATARAM.LombokJournal.com ~ Menteri Pertanian, H Syahrul Yasin Limpo mengagumi pengolahan sorgum sampai tahap akhir.

Hal itu dikatakan saat didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah mengunjungi pengolahan sorgum di Kota Mataram, NTB.

BACA JUGA: Bunda Niken Launching ‘Dapur Sehat Pita Putih’

Mentan kagumi pengolahan sorgum sampai jadi produk makanan
Mentan di Tabeta Sorgum, Mataram

“Saya kagum NTB sudah sampai mengolah sorgum sampai tahap akhir dengan ragam produk makanan,” ujarnya di Tabeta Sorgum, Selagalas, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Sabtu (11/08/23). 

Dikatakan Mentan, sebagai tanaman tropis yang mudah dibudidayakan, sorgum diharapkan dapat menggantikan kebutuhan gandum

Irwan, pengelola dan pengusaha mengatakan, Tabeta Sorgum mengolah sorgum mulai tahap awal penyediaan bibit, pengembangan sampai pengolahan akhir. Mulai 2009 pihaknya mengembangkan sorgum di lahan 1.213 Ha milik petani se NTB. 

BACA JUGA: 101 Pembalap dari 12 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika

“Tahun ini kita menambah 623 Ha di Lombok Timur dan 50 Ha di Loteng dan tahun ini kita menghasilkan 3,5 ton bibit”, sebutnya. 

Pengolahan sorgum di Tabeta sendiri berupa produk pangan, pakan dan lain lain seperti kue kue, beras sorgum, gula cair dan bahan makanan lainnya. 

BACA JUGA: Zul-Rohmi Tebar 5000 Bibit Ikan di Danau Gunung Jahe

Lebih jauh ia menguraikan, tanaman sorgum ini sangat bernilai ekonomis terlebih jika dikaitkan dengan ketahanan pangan pengganti bahan makanan pokok.***

 

 

 




Bunda Niken Launcing ‘Dapur Sehat Pita Putih’

Melaunching Dapur Sehat, Bunda Niken tekankan pentingnya membantu pemerintah untuk menurunkan angka stunting dengan mengubah pola pikir atau mindset masyarakat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua TP PKK Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan, membantu pemerintah menurunkan angka stunting sangatlah penting.

BACA JUGA: Mentan Kagumi Pengembangan Sorgum di NTB

Bunda Niken launching Dapur Sehat, bantu pemerintah turunkan stunting
Bunda Niken

Hal itu dikatakan Bunda Niken yang sekaligus Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) NTB saat melauncing Dapur Sehat Pita Putih Indonesia, di Balai Nusantara lingkungan taman baru Kota Mataram pada, Sabtu (12/08/23). 

Saat itu Bunda Niken didampingi Ketua PPI dan TP PKK Kota Mataram Umi Hj Waridah Mujiburahman, 

Menurut Bunda Niken, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah seperti penyuluhan, pemberian telur, bahkan sampai dengan sekolah-sekolah melaksanakan gerakan bakti stunting dengan melakukan gerakan pengumpulan telur untuk anak-anak stunting di NTB. 

“Pentingnya kita membantu pemerintah, untuk sama-sama menurunkan angka stunting di NTB,” kata Bunda Niken. 

Di tambahkan bunda Niken satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengurangi angka stunting di Nusa Tenggara Barat, mengubah persepsi atau mindset masyarakat. 

BACA JUGA: Zul-Rohmi Tebar 5000 Bibit Ikan di Danau Gunung Jahe

Menurut Bunda Niken, jika pemerintah hanya memberikan bantuan tanpa merubah pola pikir masyarakat maka yang terjadi bantuan tersebut d konsumsi dengan cara yang tidak tepat. Dan yang dilakukan hari ini adalah upaya pencerdasan masyarakat dan membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh konsisten, berkesinambungan dan berkelanjutan.

“Yang kita lakukan hari ini adalah upaya pencerdasan masyarakat dalam mengubah pola pikir atau mindset masyarakat,” tegas Ketua PPI Bunda Niken. 

Orang tua cerdas

Dalam waktu yang sama NTB Bunda Niken menjelaskan, yang dilakukan hari ini bentuk penguatan dan suport pada orang tua. Sekaligus pada kader yang hadir, agar ke depan menjadi orang tua yang cerdas dalam mengasuh anaknya. 

“Pemerintah Provinsi telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk bergotong royong membantu masyarakat dengan demikian perhatian pemerintah akan tertuju kepada masyarakat,” kata Bunda Niken.

“Yang kita lakukan hari ini adalah bentuk pemerintah NTB menguatkan dan mensuport masyarakat,” katanya 

Di akhir sambutannya Bunda Niken mengucapkan terima kasih kepada para donatur dari berbagai pihak yang telah mensukseskan agenda tersebut. 

Di akhir Bunda Niken berharap dengan keberadaan pita putih Indonesia bisa membawa manfaat dan perubahan untuk Indonesia emas di tahun 2045. 

BACA JUGA: 101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan semoga dengan keberadaan Pita Putih Indonesia bisa membawa manfaat untuk Indonesia emas 2045,” ujar Bunda Niken.***

 

 

 




Bang Zul Berharap Taman dan Hutan Ramai dengan Kicauan Burung

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul mengapresiasi penyelenggaraan lomba burung berkicau, agar masyarakat makin mencintai kelestarian alam 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Bang Zul mengapresiasi penyelenggara Lomba Burung Berkicau dan besarnya minat peserta.

BACA JUGA: Bunda Niken Launching Dapur Sehat Pita Putih

Bang Zul melepas burung tanda dimulainya Lomba Burung Berkicau
Bang Zul melepas burung

Hal itu disampaikan saat Bang Zul saat membuka acara Lomba Burung Berkicau Nasional Piala Gubernur CUP 1 NTB di Lapangan Tugu Selong, Minggu (13/08/23).

Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan pecinta burung berkicau tersebut, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu mengatakan, memberikan apresiasinya atas bersarnya minat peserta lomba.

Menurut Bang Zul, dengan diselenggarakannya lomba burung berkicau ini, masyarakat bisa semakin mencintai binatang, khususnya burung-burung, sekaligus kelestarian alam

BACA JUGA: Mentan Kagumi Pengembangan Sorgum di NTB

“Kegiatan ini perlu kita apresiasi bersama, kita patut bersyukur, atas semua inisiatif penyelenggaraan kegiatan serta besarnya minat para peserta lomba,” jelas Bang Zul. 

Bang Zul berharap, masyarakat diminta untuk tidak menembaki burung agar taman dan hutan di NTB penuh dengan kicauan burung yang Indah.

“Mudah-mudahan tak ada lagi yang menembak burung sehingga taman dan hutan kita penuh dengan kicauan burung yang begitu Indah,” harap Bang Zul. 

Ada puluhan kategori jenis burung yang dilombakan dalam kompetisi ini, seperti Murai Batu, Anis Merah, Cucak Hijau, Kenari dan lainnya. 

BACA JUGA: Nilai Utama Olahraga adalah Persahabatan

Selain uang pembinaan, para peserta akan memperebutkan banyak hadiah yang telah disiapkan oleh panitia. ***

 

 




Zul-Rohmi Tebar 500 Ribu Bibit Ikan di Danau Gunung Jae

Kegiatan tebar ikan di danau Gunung Jae dan tanam pohon yang dilakukan pasangan Zul-Rohmi bagian dari promosi destinasi wisata Gunung Jae

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul -Rohmi) kompak tebar benih ikan di destinasi wisata Gunung Jae Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu (12/08/23).

Kempokan pasangan Gubernur Zul dan Wagub NTB atau pasangan Zul-Rohmi tebar ikan
Tebar ikan di danau Gunung Jae

Kegiatan pasangan Zul-Rohmi ini diinisiasi Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTB dan didukung penuh Pemprov NTB dan stakeholder terkait.

BACA JUGA: Ummi Rohmi dan Budan Niken Memberi Workshop Bunda Literasi

Kegiatan Zul-Rohmi yang diramaikan kehadiran Kwarda Gerakan Pramuka NTB, didahului dengan diskusi atau berbincang dengan masyarakat Desa Sedau, hari Jumat malam tanggal 11 Agustus 2023. 

Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Pokdarwis dalam kesempatan tersebut banyak yang bertanya dan memberikan masukan kepada pasangan Zul-Rohmi dan jajaran.

Usai kegiatan diskusi dengan masyarakat yang berlangsung semarak, Gubernur kemah bersama di destinasi wisata Gunung Jae. 

Ini bagian promosi pariwisata yang dilakukan Pemprov NTB, sebab Gunung Jae memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk terus berkembang.

Pada Sabtu pagi, Gubernur, Wakil Gubernur, pimpinan Perangkat Daerah dan  mitra terkait melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di kawasan destinasi setempat. 

BACA JUGA: Bang Zul Resmikan Kawasan Literasi di Mataram

Ini bagian dari upaya pelestarian lingkungan dalam rangka pembangunan wisata berkelanjutan.

Gubernur Zul mengapresiasi kegiatan ini, apalagi jumlah bibit ikan yang ditebar sekitar 500 ribu ekor. Tebar bibit ikan di danau Gunung Jae,  juga dilakukan di sejumlah bandungan besar di Lombok seperti bendungan Batujai, Pandanduri dan lainnya.

“Hari ini kita tebar setengah juta bibit ikan, mudahan satu saat akan bermanfaat bagi masyarakat. Acara ini luar biasa, apalagi banyak stakeholder yang hadir. Kita melihat spot yang bagus dan mudah-mudahan dengan penataan yang lebih baik ini akan menjadi destinasi unggulan kita kedepan,” kata Gubernur Zul saat melepas ikan.

Potensi perikanan

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, kegiatan yang dilakukan sekarang ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat. 

“Pertama menebar ikan. Potensi perairan kita luar biasa. Ini menunjukkan bahwa banyak tempat-tempat untuk menebar ikan,” kata Umi Rohmi, sapaan Wagub.

Selanjutnya, kegiatan tebar bibit ikan ini adalah wujud bagaimana memperhatikan masalah lingkungan. Sehingga bibit ikan yang sudah ditebar harus dijaga dan dipelihara sampai nantinya bisa dinikmati. 

“Kemudian kegiatan tanam pohon ini juga merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat dan tak hanya dinikmati short term saja namun manfaatnya dalam jangka waktu lima atau 10 tahun ke depan, sangat bermanfaat,” kata Wagub.

Menurutnya, ikan adalah sumber protein hewani. Jika dikaitkan dengan upaya menurunkan angka stunting, maka ikan adalah salah satu asupan protein yang sangat bermanfaat untuk menurunkan angka stunting di NTB. 

“Oleh karena itu yok kita dorong semua potensi ini. Kita sudah diberikan banyak sekali nitmat oleh Allah SWT, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadi kegiatan ini bagus sekali dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani,” ujar Umi Rohmi.

Ketua FWE NTB Ahmad Bulkaini mengapresiasi kehadiran Gubernur, Wakil Gubernur, pimpinan Perangkat Daerah dan stakeholder terkait dalam mensukseskan kegiatan tebar ikan dalam rangka HUT RI ke 78 tahun 2023 ini.

Ucapan terimakasih juga diberikan kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, OJK NTB,  PT. Bank NTB Syariah, Hiswana Migas, Telkomsel, Bulog NTB, BPR NTB, BCA Group, BRI, Bursa Efek Indonesia, Astra Motor, Alfamart, BTPN Syariah.

BACA JUGA: 101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika

“Terimakasih juga kami sampaikan kepada Bank Mandiri, Jamkrida NTB Bersaing, Kanwil Kenenag NTB, PLN Wilayah NTB, PT GNE, PTAM Giri Menang, IWAPI NTB, REI NTB, Pelindo, Ikatan Alumni Perikanan Universitas 45 Mataram, Pak Suryadi Jaya Purnama, Ibu Hj. Wartiah, Pak Nauvar Farinduan, Pak Lalu Hadrian Irfani, TGH Ibnu Kholil, H Kasdiyono dan Sekda Kota Mataram H Lalu Alwan Basri,” tutupnya.***

 

 




101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika 

Pertamina Mandalika International Circuit Lombok (Sirkuit Mandalika) pertama kalinya jadi tuan rumah Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC)

MANDALIKA.LombokJournal.com ~ Pertamina Mandalika International Circuit Lombok (Sirkuit Mandalika), menjadi tuan rumah balapan motor bergengsi, Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2023, digelar mulai 11 hingga 13 Agustus 2023. 

BACA JUGA: Gotong Royong Bakti Stunting di NTB Mengharukan

Para pembalap melakukan latihan bebas (free praktice) di Sirkuit Mandalika
Latihan bebas (free praktice)

101 pebalap dengan 35 team turun mengaspal di sirkuit Mandalika yang sebelumnya sukses menggelar balap internasional, seperti MotoGP dan World Superbike (WSBK). 

Setelah sempat vakum beberapa tahun, ARRC kembali hadir di Indonesia, dan untuk pertama kalinya digelar di Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. 

Kejuaraan ARRC round ke-4 di Sirkuit Mandalika itu diikuti para pembalap dari Malaysia, Philipina, Thailand, Jepang, Singapura, Indonesia, Hongkong, India, Vietnam, China, Taipe, Australia, German dan Yaman, resmi digelar mulai hari Jumat (11/08/23).  

Semua tim yang mengaspal di Sirkuit Mandalikan ajang ARRC ini berasal dari Asia. Australia pernah menjadi salah satu seri/putaran ARRC dan sampai sekarang masih menjadi bagian dari ARRC.  Sedangkan pebalap Jerman berlaga untuk tim dari Malaysia.  

Empat kelas yang dipertandingkan adalah Asia Superbikes 1.000cc (ASB 1000), Supersports 600cc (SS600), Asia Production 250cc (AP250) dan Underbone 150cc (UB150). Indonesia sendiri menghadirkan 19 pebalap muda dan 11 pebalap wild card yang tergabung ke 15 racing team.

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting 

PT Mandalika Grand Prix Association Nusantara Jaya (MGPA), sebagai penyelenggara telah mempersiapkan event balap FIM Idemitsu Asia Road Racing Championship 2023 secara matang dan optimal. 

Ini dilakukan untuk dapat memberikan yang terbaik bagi para spectactor, pembalap dan racing team. 

“Seluruh pebalap yang telah tiba di Sirkuit Mandalika, siap untuk mengaspal, mulai dari mengikuti free practice pada hari Jumat (11/8), lalu dilanjutkan sesi balapan pada Sabtu dan Minggu (12-13/8),” kata Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association Nusantara Jaya (MGPA). 

Free Practice

Hari Jumat (11/08) berlangsung sesi latihan bebas (free practice) sejak  pagi hingga sore. Sesi latihan ini memberikan kesempatan bagi para pebalap untuk mengenali lintasan, menguji kinerja motor, dan memantapkan strategi dalam persiapan untuk sesi balapan utama pada Minggu (13/08). 

101 pembalap menunjukkan antusiasme mereka dalam menjajal lintasan Sirkuit Mandalika yang menjadi lintasan terbaru dari seri balap ARRC. 13 sesi Free Practice berjalan dengan lancar dan aman. 

Pembalap kelas UB150 dan TVS ASIA One Make Championship mendapatkan dua sesi latihan, sementara mereka yang berlaga di kelas AP250, SS600, dan ASB1000 mendapatkan tiga sesi latihan. 

BACA JUGA: DPRD Lobar Minta Dirut PT AMGM Segera Dicopot

Pada sesi Practice I yang berlangsung pagi, untuk kelas UB150, AP250, SS600, TVS ASIA One Make Championship, dan ASB1000) serta Practice II untuk kelas AP250. Sementara sesi siang hingga sore terdiri dari Practice II untuk kelas SS600, ASB1000, UB150, TVS ASIA One Make Championship dan Practice III untuk kelas SS600 dan ASB1000.  Selanjutnya sesi balapan Sabtu dan Minggu (12-13/08) akan berlangsung babak kualifikasi, kemudian race 1 dan race 2. 

 “Free practice yang berlangsung pagi hingga sore hari ini, kami harap dapat menjadi bekal yang akan membantu para pebalap tampil dengan performa terbaik saat babak kualifikasi dan balapan pada Sabtu-Minggu besok,” ungkap Priandhi Satria.

Pada hari Sabtu (12/8), ajang ARRC akan dimulai dengan sesi qualifying untuk kelas TVS ASIA One Make Championship, UB150, AP250, SS600, sebelum masuk ke sesi Superpole untuk top 15 riders UB150 dan sesi qualifying untuk kelas ASB1000. 

Kemudian, selanjutnya pada sesi siang akan diisi dengan race 1 untuk semua kelas. 

Menariknya, dalam even ini penyelenggara melibatkan cukup banyak tenaga kerja lokal untuk berkontribusi dan menjadi bagian dalam penyelenggaraan event ARRC 2023. Melibatkan 200 marshall yang semuanya merupakan warga Nusa Tenggara Barat. Dan 313 warga NTB lainnya, berpartisipasi sebagai volunteer di berbagai bidang seperti hospitality, ticketing, media center, general worker, security, cleaning service dan waste management.  

“Ini upaya kami dalam menciptakan multiplier effect event ARRC 2023 bagi Masyarakat sekitar kawasan The Mandalika, dan kami harapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menambah rasa ikut memiliki masyarakat atas event ini,” kata Priandhi Satria.

Side Event

Tidak hanya menyiapkan event balap motor kelas dunia, pada penyelenggaraan event ARRC 2023 ini MGPA menggandeng Dyandra & Co. sebagai co-promotor, untuk menyiapkan side event atau acara pendukung yang menarik dan berkelas untuk dinikmati pengunjung dan penonton ARRC. 

“Side event berupa pameran otomotif, pertunjukan musik, test ride dan festival kuliner diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu berlokasi di belakang Grandstand A,” ungkap Michael Bayu A. Sumarijanto, Presiden Direktur PT Fasen Creative Quality.

Kejuaraan ARRC 2023 di Indonesia ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga otomotif dan industri pariwisata di Indonesia.

Untuk menyaksikan kejuaraan ARRC 2023 secara langsung di Pertamina Mandalika International Circuit, pembelian tiket dapat dilakukan melalui situs resmi ww.themandalikagp.com

Tiket ARRC 2023 dibagi menjadi kategori Premium Grandstand A dan B dengan harga Rp100.000, dan Premiere Class Rp 2.500.000 yang berlaku untuk 3 hari (three day pass).

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk tidak melewatkan momen spektakuler ini.  Mari saksikan pertarungan yang sangat kompetitif antar pembalap bertalenta dan dukung local heroes kita di kejuaraan ARRC 2023,” ungkap Priandhi. ***

 




Ummi Rohmi dan Bunda Niken Mengisi Workshop Bunda Literasi 

Harapan Ummi Rohmi agar anak-anak yang sedang mengantri Posyandu di tiap dusun bisa sambil membaca

MATARAM,LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur, Ummi Rohmi mengatakan, perpustakaan yang layak ke depan diupayakan ada di setiap desa, bahkan di pojok baca diharapkan Ummi Rohmi di setiap Poyandu Keluarga di tiap dusun di se-Provinsi NTB. 

BACA JUGA: 101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkluit Mandalika

Ummi Rohmi bersama Bunda Literasi mengisi workshop
Bunda Literasi dan Wagub NTB

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang biasa disapa Ummi Rohmi, saat bersama Bunda Literasi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati mengisi Workshop Bunda Literasi di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB yang baru, di JIn. Pemuda No. 63, Kota Mataram, Jum’at (11/08/23).

“Supaya anak-anak yang sedang mengantri Posyandu bisa sambil membaca,” tutur Ummi Rohmi. 

Senada dengan Ummi Rohmi, Bunda Literasi NTB, dalam kesempatan itu mengajak semua pihak mendukung gerakan literasi berbasis keluarga. 

Bunda Niken juga menjabarkan definisi literasi sebagai kedalaman pengetahuan, yang membantu seseorang menganalisa dan membuat sebuah inovasi atau produk tertentu dari pemahaman tertentu.

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bakti Stunting

Tak hanya itu, Bunda Niken juga mengingatkan pentingnya membaca sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT dalam Al-Quran. Perintah membaca diperuntukkan bagi seluruh manusia agar terus belajar tak pandang usia. 

BACA JUGA: Bang Zul Resmikan Kawasan Literasi di Mataram

“Kita disuruh membaca belajar terus menerus dengan membaca tanpa memandang usia, seperti Rasulullah SAW yang mendapatkan wahyu pertama di usia 40 tahun,” jelasnya.***

 

 




Bang Zul Resmikan Kawasan Wisata Literasi di Mataram

Bang Zul apresiasi inovasi yang akan dikembangkan pengelola gedung layanan perpustakaan empat lantai ini, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gedung Layanan Perpustakaan masyarakat di komplek Bumi Perkemahan Jaka Mandala, jalan Pemuda, Gomong, Mataram diresmikan Bang Zul panggilan akrab Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah.

Kawasan itu disebut sebagai kawasan wisata literasi, Bang Zul berharap agar gedung layanan ini melengkapi koleksi literasinya dari seluruh dunia. 

BACA JUGA: 101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika

“Juga menyediakan bentuk literasi non tradisional buku tapi juga audio visual dan sering sering menggelar seminar seminar literasi,” ujar Bang Zul di Mataram, Jumat (11/08/23). 

Bang Zul mengapresiasi inovasi yang akan dikembangkan pengelola gedung layanan perpustakaan empat lantai ini dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Drs Muhammas Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI mengatakan, pendidikan atau edukasi dan sekolah akademis adalah dua hal berbeda. 

Melalui literasi, pengetahuan dan teori yang diperoleh dari membaca buku di sekolah dan kampus belum cukup melahirkan sumberdaya manusia yang kompetitif, dengan kebutuhan dunia yang dimulai dengan literasi tentang lingkungan sendiri dan tuntutan zaman. 

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting

“Karena itu tantangannya bagaimana meningkatkan kegemaran literasi untuk mengimbangi minat baca yng sudah tinggi melalui inovasi literasi sehingga menghasilkan produk produk yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, H Mahdi mengatakan, gedung empat lantai tersebut telah mulai pelayanan sejak Juli lalu meski lantai tiga dan empat masih belum difungsikan. 

Sedangkan lantai satu diperuntukkan khusus bagi anak dan lantai dua untuk umum dengan 900 item koleksi literasi. 

“Gedung layanan perpustakaan ini luasnya 3000 m2 berdiri diatas lahan 5000 m2 yang kami sebut kawasan wisata literasi”, sebutnya. 

BACA JUGA: Bawaslu Duga Ada Oknum Pejabat Pemprov NTB Tak Netral

Kegiatan tersebut juga menggelar workshop literasi dengan narasumber Wakil Gubernur, Bunda Literasi NTB dan dihadiri para kepala OPD serta para pegiat literasi se NTB.***

 




NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting

Wagub NTB mempersembahkan penghargaan dari BKKN Indonesia untuk seluruh pihak yang turut andil dalam gotong royong bhakti stunting

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih penghargaan atas Inovasi Gotong Royong Bhakti Stunting dari BKKBN Republik Indonesia.

BACA JUGA: Gotong Royong Bhakti Stunting di NTB Mengharukan

Wagub NTB menerima penghargaan atas inovasi gotong royong bhakti stunting
Kepala BKKBN dan Wagub NTB

Penghargaan  Gotong Royong Bhakti Stunting itu diberikan pada acara Forum Koordinasi Stunting dan Fasilitasi Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTB, di Hotel Prime Park, Kamis (10/08/23).  

Piagam penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting diserahkan langsung Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) dan diterima oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub mempersembahkan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah turut andil dalam gotong royong bhakti stunting. 

“Penghargaan (gotong royong bhakti stunting) ini untuk Kabupaten Kota, dan seluruh Kader Posyandu di NTB yang terus berjuang menurunkan angka stunting di NTB,” ucap Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB. 

Dengan penghargaan yang diraih, Ummi Rohmi berharap semangat NTB dalam mengentaskan angka stunting semakin membara. 

BACA JUGA: Bawaslu NTB Duga ada Pejabat Pempriv NTB Tak Netral

Melalui peningkatan kualitas Posyandu Keluarga yang ada di setiap dusun, data by name by adress yang valid, serta gerakan gotong royong bhakti stunting ini, angka stunting di NTB bisa terus menurun. 

Gerakan Gotong Royong Bakti Stunting sendiri adalah sebuah gerakan, mendorong seluruh OPD lingkup Pemprov NTB turun ke desa-desa dan memberikan edukasi serta bantuan telur kepada masyarakat. 

Tak hanya OPD lingkup Pemprov saja, OPD lingkup Kabupaten pun kini ikut membantu, bahkan hingga ke sekolah-sekolah ikut bergotong-royong memberikan edukasi serta bantuan berupa telur ayam kepada masyarakat. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengaku terharu dan terenyuh akan komitmen NTB dalam menuntaskan stunting. 

“Saya terenyuh dan terharu karena gerakan gotong royong stunting NTB ini luar biasa. Bahkan saya merinding waktu diberitahu anak SMP turut mengumpulkan telur,” jelasnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Peserta Rakornas KI Nikmati Eksotisme NTB

Selain Pemerintah Provinsi NTB, sejumlah Kabupaten/Kota juga mendapatkan penghargaan atas inovasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di masing-masing daerah di NTB. ***

 

 




Gotong Royong Bhakti Stunting di NTB Mengharukan

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengaku merinding, gerakan bhakti stunting yang mengajak siswa SMP ikut mengumpulkan telur

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pada saat menyerahkan penghargaan atas inovasi Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting di Provinsi NTB, Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengaku terharu dan terenyuh.

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting  

Wagub NTB mengatakan, penghargaan bhakti stunting diberikan pada semua pihak yang ikut peduli gerakan gotong royong bhakti stunting
Wagub Hj Sitti Rohmi

Hasto Wardoyo mengungkapkannya saat memberikan penghargaan gerakan Gotong Royong Bakti Stunting di NTB pada acara Forum Koordinasi Stunting dan Fasilitasi Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTB, di Hotel Prime Park, Kamis (10/08/23).     

“Saya terenyuh dan terharu karena gerakan gotong royong bhakti stunting NTB ini luar biasa. Bahkan saya merinding waktu diberitahu anak SMP turut mengumpulkan telur,” jelasnya.  

Piagam penghargaan dari BKKBN RI tersebut diterima Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah. 

Wagub NTB mempersembahkan penghargaan kepada seluruh pihak yang turut andil dalam gotong royong bhakti stunting

“Penghargaan (gotong royong bhakti stunting) ini untuk Kabupaten Kota, dan seluruh Kader Posyandu di NTB yang terus berjuang menurunkan angka stunting di NTB,” ucap Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB. 

BACA JUGA: UMKM NTB Ramaikan Side Event Rakornas KI se Indonesia

Dengan penghargaan yang diraih, Ummi Rohmi berharap semangat NTB dalam mengentaskan angka stunting semakin membara. 

Melalui peningkatan kualitas Posyandu Keluarga yang ada di setiap dusun, data by name by adress yang valid, serta gerakan gotong royong bhakti stunting ini, angka stunting di NTB bisa terus menurun. 

Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting sendiri adalah sebuah gerakan yang mendorong seluruh OPD lingkup Pemprov NTB turun ke desa-desa dan memberikan edukasi serta bantuan telur kepada masyarakat.

Tak hanya OPD lingkup Pemprov saja, OPD lingkup Kabupaten pun kini ikut membantu, bahkan hingga ke sekolah-sekolah ikut bergotong-royong memberikan edukasi serta bantuan berupa telur ayam kepada masyarakat. 

BACA JUGA: Pengolahan Sampah RDF/SRF di Kebon Kongok, Beroperasi

Selain Pemerintah Provinsi NTB, sejumlah Kabupaten Kota juga mendapatkan penghargaan atas inovasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di masing-masing daerah di NTB. ***