Kerjasama NTB-Denmark, Studi Kelayakan PLTBm Dimulai

Studi kelayakan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di NTB sebagai tindak lanjut kerjasama NTB-Denmark, didukung Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mendukung penuh studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) oleh Tim Consulting Denmark.

Studi kelayakan itu terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di NTB.  

Gubernur Zul mengapresiasi ketelitian Tim Consulting Denmark sebelum membangun PLTBm di NTB. 

“Senang menerima utusan negara Denmark yang menindaklanjuti kerjasama di bidang Energi antara Denmark dan NTB. Mereka selalu menyempatkan studi lapangan yang detail sebelum sebuah project dieksekusi,” tutur Gubernur di ruang kerjanya, Rabu (30/03/22).

Ia mengatakan itu saat menerima Tim Consulting Denmark dalam persiapan FS PLTBm Lombok

Dalam kesempatan tersebut, dibahas Lombok yang menjadi salah satu daerah prioritas untuk dibangunnya PLTBm. 

BACA JUGA: Pembangunan PLTBm, Ini Keuntungan yang Didapat

Tahap yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi kemampuan dan kapasitas bahan baku (sekam) yang ada di NTB. 

Sekam di NTB digunakan oleh beberapa sektor contohnya pertanian dan beberapa sektor lainnya. 

Tim Consulting Denmark tidak ingin mengganggu kapasitas bahan baku yang digunakan oleh masyarakat NTB, sehingga ingin memastikan berapa detail dan pastinya penghasilan sekam di NTB mencukupi. 

Tim Consulting Denmark sendiri membutuhkan sekitar 150.000 ton bahan baku (sekam) setiap tahunnya. 

BACA JUGA: BAZNAS NTB Inisiasi Program Rumah Singgah

Sehingga Pihak Denmark akan memastikan terlebih dahulu volume dari bahan baku dan mengidentifikasi sektor yang terlibat di dalam rencana pembangunan PLTBm. ***

 

 




BAZNAS NTB Inisiasi Program Rumah Singgah 

BAZNAS NTB memprioritaskan program rumah singgah, yang melayani tempat tinggal sementara pasien dari luar Lombok yang melanjutkan pengobatan ke rumah sakit rujukan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Amil Zakat Nasional Wilayah Nusa Tenggara Barat menggelar syukuran yang menempati kantor baru, sekaligus menginisiasi program rumah singgah bagi pasien luar daerah yang melanjutkan pengobatan, Rabu (30/03/22).  

“Semoga Baznas NTB akan memprioritaskan program rumah singgah agar dapat membantu masyarakat,” ujar Baiq Eva Nurcahyaningsih, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi Nusa Tenggara Barat mewakili Gubernur saat tasyakuran di kantor  baru Baznas

BACA JUGA: Pembangunan PLTBm, Ini Keuntungan yang Didapat

Program rumah singgah ini akan melayani tempat tinggal sementara bagi pasien yang datang dari luar pulau Lombok yang akan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit rujukan. 

Selama ini seperti dikatakan Eva, kondisi pasien dan keluarga seringkali menginap di rumah sakit dengan kondisi seadanya. Hal ini rentan memperburuk kondisi pasien maupun keluarga untuk tertular penyakit. 

Begitu pula dengan rumah singgah milik Baznas di luar daerah seperti di RS Sanglah, Bali agar dapat meningkatkan pelayanan bagi warga NTB yang berobat di sana. 

Eva menambahkan, dengan menempati kantor baru di jalan Catur Warga tepat di seberang lapangan Sangkareang Mataram, Baznas akan lebih semangat dan kreatif dalam mengelola dana yang dititipkan oleh umat

Sebelumnya, Baznas NTB berkantor di komplek Islamic Center Mataram. 

Direktur Baznas NTB, Dr H Muhammad Said Ghazali mengatakan, ia berharap kantor yang kini ditempati ke depannya akan dihibahkan kepada Baznas oleh Pemprov. 

BACA JUGA: Kerjasama NTB-Denmark, Studi Kelayakan PLTBm Dimulai

“Sebagai rasa syukur, semoga kantor baru ini akan memudahkan pelayanan dan meningkatkan kinerja Baznas”, ujarnya. 

Hadir pula, Baznas kabupaten/ kota se NTB dan Dewan Pengawas Baznas. ***

 




Kapolda NTB Kunjungi KLU, Jelaskan Amanah Kapolri

Selain silaturahi, kunjungan Kapolda NTB ke KLU untuk menegaskan konsen dari Kapolri untuk percepatan vaksinasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto bersama Ketua Bhayangkari NTB Ny. Irna Djoko Poerwanto serta Pejabat Utama Polda NTB mengunjungi Kabupaten Lombok Utara, Rabu (30/03/22). 

Kedatangan Kapolda NTB yang juga beradaptasi dengan wilayah kerja baru itu, disambut Bupati Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati, Danny Karter beserta para pejabat teras lingkup Pemerintah KLU. 

Kunjungan kerjanya di Gumi Tioq Tata Tunaq kali ini guna mempererat tali silaturahmi dengan unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Lombok Utara seraya press conference  kegiatan Gebyar Vaksinasi Presisi Mabes Polri. 

Kapolda NTB mengatakan,  tujuannya ke KLU untuk bersilaturahmi. Selain itu, menunjukkan hadirnya kepolisian di tengah masyarakat di Lombok Utara. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kuesi Roda Adaptif

“Saya berterimakasih sudah bisa diterima di Lombok Utara,” ujarnya.

Kapolda menerima plakat kenangan dari Bupati Djohan

Inspektur Jenderal yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri itu menuturkan, konsen dari Kapolri serta pejabat utama Mabes Polri saat ini adalah mempercepat vaksinasi.

Hal itu diamanahkan ke seluruh jajaran Polda di seluruh wilayah Indonesia. 

Ia menjelaskan, tujuan dari vaksin tersebut untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga aktivitas masyarakat tanpa kekhawatiran terhadap penyebaran virus Covid-19 dan variannya.

“Kekebalan kelompok di atas segalanya, sebab kalau kekebalan kelompok sudah kuat maka kegiatan sehari-hari akan nyaman,” kata Joko.

BACA JUGA: Training Center LFC, 30 Pemain Terpilih dari 780 Kandidat

Sementara itu, Bupati Djohan Sjamsu dalam kesempatan itu memaparkan keadaan Lombok Utara secara garis besar mulai dari potensi-potensi yang ada serta kondisi masyarakat. 

KLU memiliki begitu banyak potensi mulai dari potensi alam, hasil pertanian dan potensi yang paling menonjol ialah pariwisata. 

“Lombok Utara memiliki banyak jenis destinasi wisata di antaranya pantai, gunung, religi dan adat,” sebut Bupati.

Kata Djohan, sebagai kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat tentu Lombok Utara masih perlu banyak berbenah dari segala aspek menuju kabupaten yang lebih maju. “Mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan dari kabupaten lain di NTB,” harap Djohan.

Menurutnya, KLU merupakan daerah dengan tingkat kriminalitas rendah. 

Selain itu penganut agama memang beragam di KLU, tapi pihaknya menegaskan tidak pernah ada gesekan antar umat beragama.***

 




Rakor Diskominfotik, Tekankan Pelaksanaan Lima Elemen . 

Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy dalam rakor Diskominfotik se NTB mengatakan, Dinas Kominfo harus melakukan lima elemen

SUMBAWA.lombokjournal,com ~ Lima elemen yang dimaksud harus dilakukan pada Dinas Kominfotik, yaitu Komunikatif, Informatif, Handal, Aman dan Optimum.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menegaskan itu saat Rapat Koordinasi atau rakor bersama perangkat daerah yang membidangi urusan komunikasi dan informatika dari Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Barat, Selasa (29/03/22), di Hotel Grand Sumbawa Kabupaten Sumbawa.

Menekankan lima elemen dalam rakor diskominfotik
Najamuddin Amy

“Kelima elemen ini harus ada, seperti halnya Komunikatif, di Bidang Ilmu Komunikasi Publik (IKP) agar Kepala Bidang IKP untuk dapat dengan para awak media maka diperlukannya elemen komunikatif dan informatif,” jelasnya.

Selain itu, elemen Handal berada pada Bidang Statistik yang mengawal salah satu program unggulan dari Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah. 

Program NTB Satu Data di provinsi lain menjadi program sampingan, namun di Provinsi NTB menjadikan program Satu Data menjadi program unggulan.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kursi Roda Adaptif

“Di NTB salah satu program unggulan Bang Zul dan Ummi Rohmi adalah NTB Satu Data, mungkin di Provinsi lain satu data dijadikan program sampingan, tetapi di NTB program satu data  masuk menjadi program unggulan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan terkait elemen aman, pada Bidang Persandian dan Keamanan Informasi yang memiliki tugas untuk memfasilitasi tanda tangan elektronik dan mengamankan informasi.

“Tanda tangan scan itu memiliki nilai keaslian yang tidak sepenuhnya, sementara Ttd elektronik menjadi ciri khas dan tidak bisa dipalsukan,” katanya.

Dan yang terakhir adalah elemen Optimum, pada Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) memiliki berbagai aplikasi, salah satunya e-sakip yang dapat dimanfaatkan oleh Kabupaten Kota agar nilai sakip seluruh Kab/Kota semakin meningkat. 

“Syarat agar sakip bernilai A apabila seluruh kabupaten kota memiliki nilai sakipnya B, caranya adalah harusnya Kabupaten/Kota menggunakan aplikasi e-sakip, ngga perlu buat aplikasi, bisa gunakan yang ada di Diskominfotik NTB dan ini sangat aman untuk digunakan,” jelas Doktor Najam.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd mengapresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang dilakukan oleh Diskominfotik NTB untuk melakukan perjanjian kerja sama dengan seluruh diskominfotik Kab/Kota se – NTB.

BACA JUGA: Training Center LFC, 30 Pemain Terpilih dari 780 Kandidat

“Provinsi tidak bisa berjalan sendiri, pastinya akan bersinergi dengan Kabupaten Kota. Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran Kepala Dinas Kominfotik NTB beserta jajaran yang telah hadir ke Pulau Sumbawa,” ungkapnya. ***

 

 




Rachmat Hidayat Serahkan Bantuan Kursi Roda Adaptif

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat serahkan bantuan Kursi Roda Adaptif untuk penderita lumpuh layu

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bantuan kursi roda adaptif untuk Haikal Arofi, pemuda 25 tahun yang menderita lumpuh layu, di Gerung, Lombok Barat, diserahkan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat, Senin (28/03/22).

Rachmat Hidayat juga menyerahkan bantuan paket usaha

“Kita sama-sama ingin agar ananda Haikal Arofi bisa tersenyum kembali,” kata Rachmat Hidayat di sela penyerahan bantuan tersebut.

Rahmat juga menyerahkan bantuan untuk pemenuhan nutrisi dan makanan harian bagi Ofi, begitu Haikal Arofi biasa disapa. 

Ibunda Ofi, Hadijah, juga mendapat bantuan paket usaha berjualan ikan, mulai dari timbangan, boks tempat menyimpan ikan, dan juga modal awal usaha.

Ofi menderita lumpuh layu setelah kelas VI SD. Sejak itu, aktivitasnya hanya berada di tempat tidur. 

Saat Rachmat datang ke rumahnya yang sederhana di kampungnya, sang ibu yang membopongnya dari dalam rumah untuk dibawa ke teras. 

BACA JUGA: Rakor Doskominfotik, Tekankan Pelaksanaan Lima Elemen

Terlihat punggung Ofi bertabur luka. Tak bisa menggerakkan badan dan terus menerus hanya berbaring selama puluhan tahun, menjadi musabab luka di bagian belakang tubuhnya tersebut.

Rachmat mengungkapkan, menderita lumpuh layu seperti itu, Ofi rupanya tidak terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah yang disiapkan Kementerian Sosial. Ofi rupanya luput dari pendataan. 

Hal itu terungkap pekan lalu, saat Rachmat menggelar monitoring penyaluran berbagai bantuan sosial untuk anak-anak yang membutuhkan di Balai Anak “Paramita” milik Kementerian Sosial di Bengkel, Lombok Barat.

Saat itu, Ofi dibopong keluarganya datang ke sana. Dia bersama sang adik, Heri, yang juga menderita lumpuh layu. Namun, rupanya yang terdata dalam penerima bantuan hanya sang adik saja. 

Sementata nama Ofi rupanya tak tercantum sebagai penerima bantuan. Kepada Ofi waktu itu, Rachmat memberikan bantuan dari kantong pribadinya. Setelah itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB tersebut langsung berkoordinasi dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Rachmat ingin agar Ofi dimasukkan dalam daftar penerima bantuan tanpa harus menunggu proses yang berbelit-belit. 

Jajaran pejabat Eselon I dan Eselon II di Kemensos kemudian menindaklanjuti hal tersebut dengan cepat.

“Setelah satu minggu, hari ini kita bertemu ananda Ofi lagi, untuk menyerahkan bantuan yang memang sudah menjadi haknya ananda Ofi,” imbuh Rachmat sembari memegang dan mengelus rambut Ofi.

Dalam penyerahan bantuan untuk Ofi tersebut, tokoh kharismatik NTB ini didampingi Kepala Balai Anak Paramita, I Ketut Supena dan jajarannya. Rachmat juga didampingi dua anggota DPRD Lombok Barat dari PDI Perjuangan.

Kepada Anggota DPRD dari PDI Perjuangan, Rachmat juga langsung menginstruksikan agar mereka menyiapkan bantuan secara rutin setiap bulan untuk Ofi, terutama untuk memastikan asupan dan nutrisinya.

Bakal Dibuat Berdaya

Kepala Balai Anak Paramita I Ketut Supena mengatakan, tak cuma Ofi yang kini sudah mendapat bantuan. Ibunya juga kini sudah terdaftar dalam penerima bantuan Program Keluarga Harapan. 

Mereka juga akan mendapat pula Bantuan Pangan Non Tunai secara rutin.

Khusus untuk bantuan yang diserahkan kemarin, pihaknya membawa kursi roda adaptif. Kursi roda tersebut didesain khusus untuk memberi kenyamanan bagi Ofi. Karena kursi roda bisa menyesuaikan dengan tubuh Ofi yang memang sudah tidak bisa menyangga tubuhnya sendiri. Kursi roda adaptif tersebut adalah karya anak-anak yang dibina dan dididik di Balai Anak Paramita.

Dengan kursi roda adaptif tersebut, memungkinkan Ofi bisa dibawa keluar rumah. Sehingga tidak harus selalu berada di dalam rumah dan terbaring di tempat tidur sepanjang hari yang justru memperburuk kondisi kesehatannya.

BACA JUGA: Event Earth Dat Google, Lombok Siap Jadi Tuan Rumah

Ketut Supena menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sejumlah asesmen terkait kondisi Ofi. Sehingga bantuan yang disalurkan Anggota Komisi VIII DPR RI kemarin tersebut, adalah merupakan bantuan yang memang dibutuhkan.

“Selanjutnya, kami akan melakukan pemantauan intensif,” ungkap Ketut.

Kementerian Sosial menyiapkan Pendamping Sosial yang akan secara rutin melakukan pemantauan tersebut. 

Sehingga segala hal yang terkait perkembangan lanjutan mengenai penanganan Ofi, akan segera diketahui.

Khusus untuk Hadijah, ibunda Ofi, Ketut Supena menjelaskan, bantuan paket usaha berjualan ikan diberikan agar perempuan yang kini menjadi kepala keluarga tersebut memiliki penghasilan sehingga membuat keluarganya bisa berdaya kembali.

“Kami akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan usaha jual ikan yang dilakukan Ibu Hadijah bisa berjalan dan berkembang,” kata Ketut Supena.

Dulu, Hadijah memang sempat memiliki usaha berjualan ikan tersebut. Namun, usahanya tersebut harus terhenti. Perempuan yang kini menjanda tersebut, tak lagi memiliki modal untuk bisa berjualan kembali.

Itu sebabnya, mendapati dirinya kini sudah mendapat bantuan dari PKH dan sang anak juga mendapat bantuan, Hadijah begitu sangat bersyukur. 

Menerima bantuan tersebut, dia tak kuasa membendung haru. Dia berjanji akan memanfaatkan bantuan tesebut sebaik-baiknya. Terutama bantuan paket usaha yang diterimanya.***

 

 




Training Center LFC, 30 Pemain Terpilih dari 780 Kandidat

Lombok Football Club (LFC) memulai training center 30 pesepak bola yang terpilih dari 780 kandidat, untuk digembleng jadi pepadu sepakbola berhati “Singa”

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Football Club (LFC), klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memulai Training Center (TC).

TC merupakan persiapan menghadapi Liga 3 NTB 2022. 

Sebanyak 30 pemain sepakbola terbaik bakal mengikuti TC ini setelah diseleksi dari 780 pendaftar.

“Secara resmi, Training Center-nya sudah kita mulai semenjak hari Senin tanggal 21 Maret 2022,” kata Juru Bicara LFC, Rannya Agustyra Kristiono di Mataram, Rabu (30/03/22).

Sebanyak 20 pemain kata Rannya disaring dari proses seleksi yang digelar di P. Lombok dan P. Sumbawa. 

Seleksi di P. Lombok selain diikuti pesepakbola dari Pulau Seribu Masjid, juga diikuti para pemain dari berbagai daerah di Indonesia. 

Sementara di P. Sumbawa, seleksi diikuti oleh bakat-bakat terbaik dari pulau terbesar di Bumi Gora tersebut.

BACA JUGA: Event Earth Day Google, Lombok Siap Jadi Tuan Rumah

“Sebanyak 20 pemain tersaring dan berhasil masuk di skuad utama dari 780 pemain yang ikut seleksi baik di P. Lombok maupun P. Sumbawa,” ungkap Rannya.

Menggenapkan 20 pemain yang masuk skuad utama tersebut, ada juga 10 pemain developpement, yang rata-rata berusia 17 tahun. 

Mereka ini adalah wonderkid-wonderkid atau para pemain berbakat dari P. Lombok dan P. Sumbawa.

“Jadi, totalnya ada 30 pemain dari P. Lombok dan P. Sumbawa yang sekarang ikut TC di Lombok FC,” imbuhnya.

Dara yang sedang merampungkan studinya di Brunell University, London, Inggris ini menjelaskan, mengingat Mess Lombok FC yang berada di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram masih dalam tahap finishing atau penyelesaian, untuk sementara para pemain Lombok FC ini diasramakan di Mess GOR 17 Desember, Kota Mataram.

“In syaa Allah dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Mess Lombok FC di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram sudah selesai dibangun sehingga para pemain dapat segera kita pindahkan,” katanya.

Pelatih Lisensi A-AFC

Rannya menjelaskan, segera setelah gagal masuk di kompetisi Liga 3 Nasional 2021/2022, manajemen Lombok FC segera berbenah diri dengan melakukan restrukturisasi organisasi dan kegiatan seleksi pemain.

Restrukturisasi organisasi dilaksanakan dengan menunjuk dua orang penting yang akan menangani dan menjalankan operasional klub ke depan.

Fabio Oliveira ditunjuk sebagai Direktur Operasi klub. Fabio adalah mantan pemain Persita Tangerang kelahiran Rio de Jeneiro, Brazil, dan sekarang menjadi pelatih yang memegang sertifikat A-AFC. 

Sementara untuk Pelatih Kepala, Manajemen Lombok FC menunjuk Jessie Mustamu, mantan pemain PSIS Semarang, yang juga merupakan pelatih bersertifikat A-AFC, blasteran Belanda-Ambon.

“Restrukturisasi ini menggambarkan langkah dan upaya yang sungguh-sungguh dari manajemen Lombok FC untuk menyiapkan diri menghadapi Liga 3 NTB tahun ini,” kata Rannya.

Semua upaya, kegiatan, dan ikhtiar tersebut, kata kandidat Senator dari NTB dalam Pemilu Legislatif 2024 ini, dilakukan untuk menjadikan Lombok FC sebagai klub sepakbola kecintaan dan sekaligus kebanggaan masyarakat NTB ke depan.

Sungguh tidak mudah untuk mendatangkan orang-orang hebat bersertifikat A-AFC untuk bergabung di klub sepakbola yang masih berkompetisi di Liga 3.

“Tapi alhamdulillah, setelah kita yakinkan tentang visi, misi, serta spirit untuk menjadikan Lombok FC sebagai klub profesional, akhirnya mereka berada di tengah-tengah kita sekarang,” kata Rannya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi para pemain selama menjalani kegiatan TC ini, Lombok FC sudah melibatkan chef atau juru masak profesional. 

Chef yang dimaksud selama ini biasa menangani asupan gizi untuk makan pemain-pemain di Tim sepakbola Nasional.

“Chef Zaenal Abidin adalah salah satu juru masak yang biasa menyiapkan makanan buat para pemain di Tim sepakbola Nasional. Tentu saja Lombok FC sangat bangga bisa mendatangkan Chef Zaenal untuk bergabung dan menjadi bagian penting dari klub ini,” kata Rannya.

Secara terpisah, Presiden/CEO klub Lombok FC H. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengucapkan selamat bergabung dan selamat berlatih kepada 30 pemain sepakbola NTB yang telah berhasil lolos dalam seleksi.

BACA JUGA: Pra Musrenbang, Susun Arah Masa Depan NTB

“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk mengembangkan diri menjadi pemain sepakbola profesional,” kata HBK.

Dia menegaskan, dengan TCyang telah dimulai ini, Lombok FC ingin melahirkan para pepadu sepakbola profesional yang berhati singa.

“Tetaplah semangat serta jaga disiplin agar bisa lolos sampai di akhir TC ini. Tidak mudah untuk mengikuti dan menyelesaikan Training Center ini, tapi dengan kekuatan tekad dan semangat, mudah-mudahan akan berakhir indah pada waktunya,” kata HBK menyampaikan pesan.***

 




Event Earth Day Google, Lombok Siap Jadi Tuan Rumah

Google berencana akan menggelar event earth day di Lombok, Gubernur NTB menawarkan beberapa tempat di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut baik rencana event earth day dan siap menjadi tuan rumah acara yang akan digelar pada April 2022 mendatang. 

Dukungan NTB dan kesiapan menjadi tuan rumah tersebut diutarakan Gubernur Zul, saat membahas kolaborasi wawasan lingkungan bersama Google secara virtual di Ruang Kerja Pendopo, Selasa (29/03/22).

Bahkan ditawarkan beberapa tempat di Lombok sebagai tempat penyelenggaraan event earth day.

BACA JUGA: Pra Musrenbang, Susun  Arah Masa Depan NTB

Saat membahas event earth day

In Gili Trawangan, Sembalun, Mandalika, wherever you want it we are ready (Di Gili Trawangan, Sembalun, Mandalika di manapun anda mau kami siap),” kata gubernur. 

Dalam pembicaraan secara virtual tersebut, baik Gubernur maupun pihak Google, memberikan komitmen terhadap isu lingkungan berkelanjutan. 

Provinsi NTB telah banyak mengimplementasikan sustainable Environment ke dalam berbagai program. Seperti misi NTB Hijau, program Zero Waste, Green Tourism, dan lain sebagainya. 

We are really consent with Sustainable Environment program (Kami sangat setuju dengan program Lingkungan Berkelanjutan),” tutur gubernur.  

Sementara itu, Tomomi Matsuko selaku perwakilan Google mengungkapkan komitmen Google dalam memberikan data yang bermanfaat dalam membantu para pemimpin daerah untuk mewujudkan lingkungan sehat yang berkelanjutan. 

Google through Environmental Insight Explorer Helping civic leaders build more resilient Sustainable and thriving World (Google melalui Penjelajah Wawasan Lingkungan Membantu para pemimpin sipil membangun Dunia yang lebih tangguh dan Berkelanjutan),” tutur Tomomi.

BACA JUGA: Terima Staf Ahli Kementerian LHK, Wagub NTB Minta Dukungan Pengelolaan Sampah

Kolaborasi tersebut masih dalam tahap perencanaan yang masih terus akan disempurnakan melalui pertemuan-pertemuan berikutnya. ***

 




Tiga Isu Prioritas Dibahas dalam First Meeting DEWG di NTB 

Tiga isu besar dalam digital space menjadi bahasan pertemuan perdana DEWG

LOBAR.lombokjournal.com ~ Menteri Kominfo Republik Indonesia, Jhony G. Plate mengatakan, isu besar di digital space yakni Connectivity and Post Covid-19 Recovery, Digital Skills and Digital Literacy dan Cross-Border Data Flow and Data Free Flow with Trust

Ketiga isu prioritas itu diangkat dalam  First Meeting Digital Economy Working Group (DEWG).

“Semoga didalam diskusi hari ini akan maju setahap, yang akan dilanjutkan kembali di Jogja,” tuturnya dalam Konferensi Pers DEWG yang berlangsung di Hotel Aruna, Lombok Barat, Selasa (29/03/22). 

Ia melanjutkan, pertemuan G20 merupakan perpaduan antara negara-negara industri G7 dan negara-negara yang ekonominya besar. 

BACA JUGA: Pra Musrenbang Susun Arah Masa Depan NTB

“Kita Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi kepentingan bangsa bangsa atau negara negara yang sedang berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Mira Tayyiba, sebagai pengampu DEWG G20 Kementerian Kominfo mengarahkan agenda DEWG untuk mewujudkan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.  

“Melalui pemanfaatan teknologi digital Indonesia dan dunia dapat pulih bersama, bangkit lebih tangguh,” tandas Mira Tayyiba yang menjadi Chair DEWG G20.

DEWG G20 menjadi batu loncatan dalam transformasi digital di Indonesia. Forum itu diyakini sejalan dengan tujuan Indonesia dalam melakukan transformasi digital.

BACA JUGA: Berkelompok Simpan Padi di Uma Lengge dan Uma Jompa

Karena itu, pembahasan dalam DEWG diharapkan dapat mencapai pemahaman bersama mengenai lingkungan digital yang aman, terlindungi, dan terhubung, sekaligus memitigasi tantangan dan risiko digitalisasi. ***

 




Pra Musrenbang, Susun Arah Masa Depan NTB

Kata Kepala Bappeda NTB, kegiatan Pra Musrenbang diperlukan guna menyusun arah masa depan NTB.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023, diperlukan guna menyusun arah masa depan NTB.

Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dr. Ir. H. Iswandi, MSi., di ruang kerjanya, Senin (28/03/22). 

“Sebagaimana saya jelaskan sebelumnya, jika hari pertama akan fokus pada isu pulau Sumbawa, hari keduanya pulau Lombok,” kata H. Iswandi. 

Iswandi mengatakan, Lebih lanjut urai Kaban, kegiatan hari kedua pada tanggal 30 Maret itu, akan diawali paparan rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah  2023. 

“Dari situ kita berdiskusi, mau dibawa kemana NTB kita ini,” jelasnya. 

BACA JUGA: Terima Staf Ahli Kementerian LHK, Wagub NTB Minta Dukungan Pengelolaan Sampah

Berikutnya, lima Kepala Daerah, di antaranya dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Mataram akan bergantian menyampaikan materi. 

Topik bahasannya seputar isu strategis dan kegiatan prioritas kabupaten/kota masing-masing. 

Bappeda NTB juga mengundang pengusaha eksportir NTB. Di antaranya UD Dahlia Group, UD Rempah Organik Lombok, dan PT Agro Zeer Annur. 

“Para pimpinan perusahaan itu akan sharing berbagai upayanya dalam meningkatkan komoditas ekspor dari Pulau Lombok,” imbuh Iswandi. 

Dari unsur perintah, ada Bappeda Bali dan Bappeda Jawa Timur yang turut diundang. Bappeda Bali akan berbagi pengalaman membangun industri pariwisata yang mendunia dan menjadi basis ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

BACA JUGA: Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

“Soal pariwisata, kita memang perlu belajar banyak dari Bali,” ujar dia. 

Sedangkan Bappeda Jawa Timur akan berbagi pengalaman membangun sistem logistik daerah untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi

Berikutnya dilakukan penyelarasan usulan hasil Musrenbang kabupaten/kota dengan usulan Forum OPD. Dilakukan sesuai dengan kewenangan dan isu strategis provinsi. 

“Sekali lagi, arahnya soal menyusun rencana masa depan NTB,” pungkasnya. ***

 




Terima Staf Ahli Kementerian LHK, Wagub NTB Minta Dukungan Pengelolaan Sampah 

Menerima kunjungan Staf Ahli Kementerian LHK RI, Wagub Sitti Rohmi minta Pusat dukung pengelolaan sampah di lingkar Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah minta dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI terkait pengelolaan sampah di lingkar Mandalika. 

Dukungan Pusat untuk pengelolaan saam pa itu diungkapkan Wagub Sitti Rohmi saat menerima kunjungan Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Bidang Kepemudaan dan Pramuka, di ruang kerja, Selasa (29/03/22). 

Wagub berbincang dengan staf ahli Kementerian LHK
Wagub NTB (kanan) dan stag ahli Kementerian LHK

“Pemprov meminta pusat agar mendukung pengelolaan sampah di sepuluh desa lingkar Mandalika terutama sarana dan fasilitas penanganan sampah,” ungkap Wagub.

Sepuluh desa tersebut belum memiliki fasilitas penanganan sampah yang baik dari penanganan, apalagi pengelolaan sampah seperti angkutan sampah, TPS dan lainnya. Adapun TPA 3R yang telah direncanakan Pemprov masih terkendala lahan. 

Wagub juga mengatakan, selain anggaran untuk lingkungan masih sangat terbatas, kepedulian seluruh masyarakat dan stakeholder masih rendah, karena keberhasilan program pengurangan sampah atau Zero Waste sangat bergantung pada kesediaan berbagi tugas dan tanggung jawab hingga sampai pemilahan sampah di keluarga. 

BACA JUGA: Berkelompok Simpan Padi di Uma Lengge dan Uma Jompa

“Sejak 2018 progres Zero Waste sudah sangat baik terutama hilirisasi dengan berbagai terobosan. Yang bisa dilakukan Pemprov adalah sosialisasi dan intervensi sesuai kewenangan,” katanya. 

Pramu Risanto, Staf Ahli Kementerian LHK Bidang Pemuda dan Pramuka akan segera menindaklanjuti penanganan sampah di lingkar Mandalika

Menurutnya, sebagai Desa Wisata kelas dunia dan sedang naik daun, pengelolaan sampah di lingkar Mandalika segera akan direalisasi. 

Bahkan, keterlibatan pihak ketiga seperti swasta untuk mendanai dan melakukan program penanganan sampah sangat dimungkinkan. 

“Kami juga sedang mengecek kendala lapangan dan melihat kebutuhan sebagai laporan ke Menteri,” ujarnya. 

Staf ahli yang juga CEO dan founder Sekolah Sampah Nusantara ini mengakui, kepedulian lingkungan harus dimulai dari karakter. 

BACA JUGA: Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

“Perubahan karakter ini yang sedang digodok menjadi silabus dan kurikulum agar perilaku manusianya mendukung implementasi penyelamatan lingkungan di lapangan,” tegasnya.***