Jelang MXGP, Pemprov NTB Gelar Kursus Bahasa Inggris Gratis
Jelang MXGP, Pemprov NTB melalui Rumah Bahasa selenggarakan kursus bahasa Inggris gratis bagi masyarakat yang berminat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Menjelang event Motocross Grand Prix (MXGP) Samota, Rumah Bahasa akan bekerjasama dengan PT. Cerdas Digital Nusantara (CAKAP), sebuah perusahaan digital, untuk menyelenggarakan kursus bahasa inggris kepada sekurangnya 5000 peserta secara daring.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB berupaya menggodok kemampuan berbahasa inggris masyarakatnya, terlebih di tengah maraknya event internasional yang digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Melalui Rumah Bahasa kursus bahasa Inggris gratis disediakan bagi masyarakat yang berminat.
“Program ini secara teknis akan dikolaborasikan dan disinergikan dengan program pelatihan bahasa asing yang ada di rumah bahasa,” jelas Siti Rauhun Koordinator Rumah Bahasa, setelah audiensi Gubernur NTB bersama Tim CAKAP di Mataram, Rabu (13/04/22).
Siti Rauhun menjelaskan, CAKAP datang ke NTB berencana untuk berkolaborasi dengan Rumah Bahasa.
“Karena Rumah Bahasa tahun ini model kelas yg kita berikan adalah kelas intensive (face to face) selama 1 – 2 bulan, sedangkan cakap ini memberikan kelas secara daring atau online,” jelas Siti.
Cakap adalah perusahaan digital yang menyediakan layanan pelatihan bahasa asing (Inggris, China, Korea, Jepang, dan Indonesia). Pelatihan berbahasa asing diberikan untuk sektor pendidikan, pariwisata, UKM dan tenaga kerja lainnya.
Siti mengatakan, untuk tahun ini terkait pelatihan Rumah Bahasa yang di Sumbawa diadakan kelas TOEFL dan ESP (English for Specific Purpose) Tourism.
Kemudian untuk kelas TOEFL sama dengan Kabupaten/kota lain di NTB kuota yang berikan maksimal 2 kelas.
“Sedangkan untuk kelas ESP tahun ini kita berikan kuota lebih banyak untuk Sumbawa yaitu sekitar 4 kelas, karena mengingat persiapan utk pegelaran internasional MXGP,” tuturnya.
Saat ini Rumah Bahasa sendiri tengah mengadakan open recruitment peserta tahun 2022 sejak 7 maret sampai 30 april nanti.
Rumah Bahasa menjaring peserta baik dari Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. ***
RSUD NTB Tahun ini Bisa Tangani Stroke, Jantung dan Kanker
Gubernur NTB tandatangani kerjasama antara RSUD NTB dengan RS Pusat Otak Nasional, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, serta RS Pusat Kanker Nasional Dharmais.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Akhir tahun ini, Rumah Sakit Provinsi NTB diharapkan sudah bisa menangani Stroke, Jantung dan Kanker secara lebih baik.
Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah usai menandatangani kerja sama antara RSUD NTB dan RS Manambai Sumbawa dengan RS Pusat Otak Nasional, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, serta RS Pusat Kanker Nasional Dharmais.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan saat kegiatan Visitasi Tim Pengampu RS Jejaring Kardiovaskuler RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita & Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI di RSUD Provinsi NTB, Selasa (12/04/22).
Gubernur NTB bersama Tim Pengampu
Gubernur Zul berharap RSUD Provinsi NTB akan mampu memaksimalkan dalam memberikan pelayanan terbaiknya bagi masyarakat.
“Insya Allah akhir tahun ini, Rumah Sakit Provinsi kita sudah bisa menangani Stroke, Jantung dan Kanker secara lebih baik sehingga tak perlu lagi di rujuk ke luar Provinsi kita,” kata Gubernur NTB.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para tim pengampu RS atas segala bantuan yang diberikan untuk Provinsi NTB.
“Terima kasih atas segala bantuan dan pengorbanan Bapak dan Ibu untuk hadir di NTB. Semoga komitmen kita untuk menjadikan NTB sebagai pusat pelayanan kesehatan Indonesia dapat terwujud,” ucapnya.
“Alhamdulillah pada hari ini ada 3 Rumah Sakit yang hadir. Nantinya ketiganya akan bekerja sama dengan RSUD Provinsi NTB dan RS Manambai untuk penanganan Kardiovaskuler, Stroke dan juga Kanker,” ujar dr. Jack, sapaan akrab Dirut RSUD Provinsi NTB.
Usai penandatanganan kerja sama, visitasi tersebut dilanjutkan dengan membagi 3 tim untuk berkeliling melihat fasilitas pendukung, seperti IBS, CVCU, Laboratorium, Radiologi, Radioterapi, IGD dan lainnya.***
Bupati Djohan Buka Sosialisasi Keamanan Jajan di Sekolah
Bupati Djohan Sjamsu mengatakan, Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) berperan penting dalam pemenuhan asupan gizi anak usia sekolah
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H.Djohan Sjamsu SH membuka sosialisasi keamanan pangan program sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Mina Hotel Tanjung, Selasa (12/04/22).
Kepala BPOM Mataram Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni APt, Kepala Dikes dr. H.Abdul Kadir, para peserta sosialisasi, undangan lainnya.
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 18 tahun 2012 tentang Pangan, merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya.
Pangan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam UUD 1945 serta negara berkewajiban mewujudkan pemenuhan konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi hingga perseorangan.
Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) berperan penting dalam pemenuhan asupan energi dan gizi anak usia sekolah.
PJAS merupakan pangan siap saji yang ditemui dan dijual di lingkungan sekolah serta secara rutin dibeli dan dikonsumsi oleh sebagian besar anak sekolah.
Bupati Djohan Sjamsu
Bupati Djohan menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan oleh BPOM Mataram didasari oleh jajan dan makanan yang ada dan dijual belikan di lingkungan sekolah. Keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di lingkungan sekolah serta kesadaran memilih pangan bisa diawasi.
“Harapan kita semoga kegiatan ini membawa berkah, serta memiliki manfaat bagi anak-anak kita generasi masa depan bangsa,” harapnya.
Jajan yang dijual belikan jika kita lihat begitu enak, tetapi terkadang kita tidak tahu apa saja kandungan yang ada didalamnya oleh karena peran para guru untuk sama-sama mengawasi jajanan yang dikonsumsi anak-anak kita di sekolah.
“Saya ucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh BPOM Mataram sehingga anak-anak kita paham dan mampu diterapkan di sekolah masing-masing,” ucapnya.
Ini merupakan gerakan untuk meningkatkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi melalui peran serta aktif yang lebih terpadu dari seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan lintas sektor di pusat maupun daerah, serta pemberdayaan komunitas sekolah.
Peran multi pihak mulai dari sekolah, guru dan orang tua murid berperan penting dalam mengawasi keamanan jajanan anak di lingkungan sekolah masing-masing.
“Kegiatan ini diharapkan dapat berdampak pada penurunan persentase PJAS yang TMS, peningkatan perlindungan hak anak untuk memperoleh pangan sekolah yang aman, informasi pangan, serta adanya perubahan perilaku siswa orangtua siswa, guru, pedagang pangan, dan pengelola kantin,”tuturnya.
Lebih lanjut kata Gusti Ayu untuk Provinsi NTB jumlah sekolah yang diintervensi program PJAS tahun 2011-2021 yakni 1015 sekolah yang mana sekolah yang sudah memperoleh (PBKPKS) sebanyak 87 Sekolah dan Sertifikasi Sekolah dengan PJAS Aman sebanyak 50 sekolah.
“Untuk Intervensi Sekolah dengan PJAS Aman Tahun 2011 – 2021 di KLU, sebanyak 47 sekolah. Sekolah yang sudah mendapatkan PBKPKS sebanyak 3 sekolah,” jelasnya.
Pada tahun 2022 Balai Besar POM di Mataram untuk KLU dengan jumlah sekolah yang diintervensi yaitu 18 sekolah. Terdiri dari 8 sekolah mendapatkan intervensi A dan 10 sekolah mendapatkan intervensi C.
“Tujuan program keamanan PJAS, adalah tersosialisasikannya materi keamanan pangan terkumpulnya database peserta,” ujarnya.***
Sinergitas OPD Diperlukan untuk Optimalkan Wajib Pajak
Pj Sekda Lombok Utara menekankan, diperlukan sinergitas OPD untuk peningkatkan PAD KLU yang masih alami penurunan pada triwulan pertama tahun 2022
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pj. Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, S.STP., MM pimpin rapat kerja teknis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan SKPD terkait, di Aula Setda
KLU, Selasa (12/04/22).
Hadir Pula Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan H. Simparudin SH serta para Kepala OPD terkait.
Dalam arahannya Pj. Sekda Anding Duwi Cahyadi menyampaikan, PAD KLU masih mengalami penurunan pada triwulan pertama di tahun 2022, rapat kerja teknis dikhususkan bagi para OPD leading sektor PADdengan tujuan para SKPD mengambil langkah terbaik dalam mengatasi permasalahan keuangan yang terjadi di Lombok Utara.
“Masalah ini sebagian besar diakibatkan oleh Covid-19 yang mana sejauh ini realisasi PAD yang terdata pertiga bulan baru mencapai sekitar 8 persen,” jelas anding
Kerjasama dan sinergitas OPD sangat diperlukan terkait PAD, guna mengoptimalkan pengelolaan wajib pajak dan target kita harus bisa terpenuhi di akhir tahun nanti, ungkapnya. ***
Pemprov NTB Boyong Penghargaan Pelaksanaan Anggaran 2021
Beberapa penghargaan terkait Pelaksanaan Anggaran 2021 diboyong Pemprov NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB boyong beberapa penghargaan terkait kinerja pelaksanaan anggaran tahun 2021.
“Untuk Penyaluran Tercepat DAK Fisik dan Dana Desa, Pemprov NTB berhasil meraih peringkat 1 disusul Provinsi Maluku Utara peringkat 2 dan Provinsi Lampung peringkat 3,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi di Mataram, Senin (11/04/22).
Miq Gite sapaan Sekda melanjutkan, penghargaan Pemprov NTB selanjutnya adalah untuk Kinerja Pengelolaan DAK FisikTerbaik di peringkat kedua.
Tingkat pertama diraih Provinsi Kalimantan Timur, dan Peringkat ketiga diraih Sulawesi Tengah.
“Kabupaten Lombok Timur juga mendapat penghargaan sebagai Kabupaten yang Kinerja Pengelolaan DAK Fisik terbaik tingkat Kabupaten se Indonesia, disusul Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Boyolali,” tambah Sekda.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov NTB pada hari Senin 11 April 2022, diterima oleh Sekda NTB didampingi Asisten 2 dan Kepala BPKAD Prov NTB. ***
Jelang MXGP Samota, PLN Siapkan Pasokan Listrik ZDT
PT PLN (Persero) wilayah NTBmenggesa fasilitas pendukung ketersediaan pasokan listrik untuk jelang MXGP
MATARAM.lombokjournal.com ~ Event International Motorcross Grand Prix (MXGP) Samota pada, tanggal 24-26 Juni 2022 mendatang, menunjukan kemajuan dalam berbagai persiapan.
Tidak hanya lahan untuk lokasi yang akan dijadikan venue sirkuit , namun pasokan dan penyediaan listrik tanpa kedip atau dikenal Zero Down Time (ZDT) juga disiapkan.
Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy mengatakan, setelah Gubernur NTB bersama tim INFRONT dan Bupati Sumbawa meninjau kondisi lapangan dan arena sirkuit.
PT PLN (Persero) wilayah NTB juga menggesa fasilitas pendukung ketersediaan pasokan listrik yang sangat diperlukan.
Najamuddin Amy
“Semuanya dipersiapkan, termasuk Infrastruktur kelistrikan dan juga Sumber Daya Manusia sudah kami siapkan untuk gelaran MXGP, oleh PT. PLN (Persero) wilayah NTB,” kata Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Senin (11/04/22) di ruang kerjanya di Mataram.
Menurut Koordinator Bidang Kominfo dan Promosi Panitia MXGP Samota 2022 tersebut, event MotoGP di Mandalika telah sukses digelar Maret 2022 yang lalu. Karena itu, ajang MXGP Samota juga harus sukses dari segala hal.
Lahan dan arena sirkuit sedang digeber, maka fasilitas listrik juga telah disiapkan dengan matang oleh pihak PLN, demi kelancaran kegiatan tersebut.
“Kami terus berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak, untuk mengabarkan dan menginformasikan perkembangan semua proses penyelenggaraan event ini,” kata Bang Najam.
Sebelumnya, General Manager PLN NTB, Sudjarwo mengatakan proses dan tahapan untuk melistriki MXGP implementasinya sama seperti saat penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
Survei awal dilakukan untuk menentukan besaran daya listrik yang diperlukan, dan juga titik titik lokasi penting yang harus dilistriki.
“Setelah survey kebutuhan dan jumlah titiknya jaringan listrik, kami akan membuat masterplan_ jaringan dan juga akan menentukan kebutuhan materialnya,” jelas Djarwo.
Dikatakan, kondisi Sistem Kelistrikan Sumbawa saat ini masih dalam posisi normal. Total daya mampu sebesar 128,85 MW dengan beban puncak 113,32 MW.
“Jadi masih terdapat cadangan daya listrik sebesar 15,53 MW yang dapat dioptimalkan, baik untuk MXGP dan kebutuhan pendukung yang lain,” terangnya.***
Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan Terima Bantuan Tunai Pemerintah
Bupati Djohan danDandim 1606 Mataram salurkan bantuan Pemerintah untuk Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan
TANJUNG.lombokjournal.com ~Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH bersama Dandim 1606 Mataram Letkol (Arm) Arif Rahman S.Sos MM menyalurkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan, di Aula Kantor Bupati, Senin (11/4/2022).
Bupati Djohan menyatakan, pihaknya menyambut baik atas program yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kodim 1606 Mataram.
Bantuan tunai yang diberikan sangat membantu warga khususnya para pedagang, warung dan nelayan untuk melanjutkan usahanya. Bantuan mulai mulai disalurkan itu diharapkan menggerakkan ekonomi masyarakat maupun kebutuhan keluarga selama bulan Ramadhan.
Bupati Djohan Sjamsu
“Sebagai kepala daerah, saya bersyukur rakyat kami dibantu oleh Pemerintah melalui Kodim 1606/Mataram,” ucapnya.
Jumlah penerima bantuan tunai yang diperuntukkan untuk pedagang kaki lima, warung dan nelayan yang ada di Lombok Utara sebanyak 14.000 orang .
Sementara itu, Dandim 1606 Mataram Arif Rahman menyampaikan bantuan tunai yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui TNI untuk seluruh Indonesia berjumlah 1.380.000 orang, untuk wilayah satuan Kodim 1606 yang meliputi Mataram, Lobar dan KLU berjumlah 34.000 orang.
“Pada tahun ini bantuan dengan sasaran tambahannya nelayan sebagai penerima manfaat, nilai yang diberikan untuk masing-masing sebanyak Rp.600.000 per orang,” tuturnya
Program ini merupakan program tahunan pemerintah, tahun Lalu Kodim 1606 Mataram mendapatkan 17 ribu orang penerima bantuan sekarang bertambah menjadi 34 ribu orang penerima bantuan.
Dandim 1606 Mataram Letkol (Arm) Arif Rahman
“Harapan kami agar bantuan yang diterima dipergunakan sebagai mana mestinya,” harapnya.
Hadir pula Ketua DPRD KLU Nasrudin SHI, Wakapolres Lotara Kompol Samnurdin SH, Perwakilan Kejari Mataram, Kadis Diskoperindag Drs. Abdul Hamid, dan Jajaran Kodim 1606 Mataram serta para penerima manfaat.***
Jelang penyelenggaraan event MXGP di Samota, Sumbawa, digelar rapat strategi sosialisasi dan publikasi penyelenggaraan MXGP Samota
SUMBAWA.lombokjournal.com~ Pemerintah Provinsi NTB terus menggesa berbagai aspek kesuksesan ajang Motocross Grand Prix (MXGP) yang bergengsi dunia tersebut.
Karena dua bulan lagi penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) di Samota Kabupaten Sumbawa, tepatnya 24-26 Juni 2022 mendatang, maka sosialisasi dan publikasi penyelenggaraannya juga dimantapkan. .
Ada lima strategi dibahas yang akan digunakan, yakni sosialisasi event, publikasi, promosi, penyediaan infrastuktur, serta sosialisasi literasi MXGP Samota.
“Bagaimana agar kita bisa satu narasi dan saling melengkapi dalam memberikan informasi terkait MXGP melalui berbagai kanal dan media, baik media sosial, media luar ruang dan media massa,” jelas Dr. Najamuddin Amy. S.Sos, Kepala Dinas Kominfotik NTB, dalam rapat yang digelar secara virtual, Jumat (08/04/22).
Bang Najam sapaan Kadis meminta kepada Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa untuk mendirikan Information Center.
Information Center yang akan menjadi pusat informasi lengkap seputar MXGP Samota yang bisa dengan mudah diakses masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut melalui information center.
“Disediakannya Information Center ini sebagai upaya desiminasi informasi kita terkait MXGP Samota kepada masyarakat,” tutur Najam.
Dalam rapat tersebut, berbagai masukan untuk mensukseskan event MXGP Samota diutarakan oleh peserta rapat yang merupakan stakeholder terkait penyelenggaraan event.
Peserta rapat terdiri dari Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Kadis Kominfotik NTB, eselon III Diskominfotik NTB, Ketua Komisi Informasi NTB, Ketua dan Anggota BPPD NTB, Sekertaris Dinas DPM-PTSP, Bidang Pemasaran Dispar NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Diskominfo dan Sandi Kab, Sumbawa, Humas Polda NTB, serta KCD Dikbud Sumbawa.
Seluruh masukan tersebut akan dibawa dalam rapat lanjutan yang akan digelar di Sumbawa Hari Sabtu tanggal 9 April Jam 16.00 WITA di Aula Madilau Adt ( Lantai 3) Kantor Bupati Sumbawa sekaligus dirangkaikan dengan agenda buka puasa bersama.***
Tim INFRONT MXGP Tinjau Venue di Samota
Gubernur NTB dampingi Tim INFRONT MXGP melihat kesiapan pelaksanaan event MXPG
SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB terus memantapkan kesiapan Kejuaraan balap Motocross Grand Prix (MXGP) yang akan digelar di Samota-Sumbawa, pada tanggal 24-26 Juni 2022 mendatang.
Salah satunya penyiapan lahan yang akan dijadikan lintasan balapan sudah masuk ke dalam tahap pengerjaan.
Persiapan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Zulkieflimansyah beserta Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa mendampingi kunjungan tim INFRONT yang merupakan penyelenggara dari event MXGP ini.
INFRONT sendiri merupakan perusahaan sportainment sekaligus international promotor pemilik brand Motor Cross Grand Prix (MXGP).
Kedatangan Gubernur dan rombongan disambut di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin-Sumbawa. Kemudian bergerak menuju ke lokasi lahan yang akan dijadikan venue sirkuit di kawasan Samota.
Ini merupakan kunjungan pertama INFRONT untuk melihat kesiapan pelaksanaan event MXPG khususnya untuk meninjau langsung kondisi lapangan dan arena sirkuit.
Bang Zul, sapaan Gubernur, bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, menjelaskan kepada tim INFRONT gambaran umum kondisi lahan untuk venue yang sudah masuk ketahap pengerjaan awal. Salah satunya yang dijelaskan adalah bagaimana pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan sebanyak 20 Ha untuk event MXGP ini.
Pada kesempatan yang sama, Bang Zul menyampaikan bahwa secara umum pihak INFRONT sangat suka dengan lokasi venue ini. Mereka suka dengan kontur areanya, pemandangannya dan juga kondisi tanahnya.
“Kunjungan tim INFRONT kali ini juga ingin memastikan bahwa data-data yang kita sampaikan baik foto dan juga video sesuai dengan kondisi kenyataan di lapangan sebab sekarang kadang-kadang foto dan juga video lebih indah daripada kondisi aslinya. Jadi mereka tidak mau terkecoh dengan foto dan juga video yang sudah kita sampaikan sebelumnya. Tadi setelah melihat kondisi di lapangan hari ini, mereka sangat bergembira dan bisa memastikan bahwa MXGP SAMOTA akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pada 24-26 Juni mendatang,” jelasnya. ***
Letusan Tambora, Situasinya Tergambar Jelas di Bo’ Sangaji Kai
Situasi di hari kejadian letusan Tambora itu terbaca dengan jelas dalam Buku Catatan Kerajaan Bima atau Bo’ Sangaji Kai
lombokjournal.com ~“Hijrat al-Nabi SAW seribu dua ratus tiga puluh genap tahun, tahun Za, pada hari Selasa waktu subuh, sehari bulan Jumadil Awal, tatkala itulah di Tanah Bima datanglah takdir Allah melakukan kodrat iradat atas hamba-Nya. Maka gelap berbalik lagi lebih dari pada malam itu, kemudian maka berbunyilah seperti bunyi meriam orang perang, kemudian maka turun kersik batu dan abu seperti dituang, lamanya tiga hari dua malam. Maka heranlah sekalian hamba-Nya akan melihat karunia Rabbial-Alamin yang melakukan fa (cc atas) al li-ma yurid1). Setelah itu maka teranglah hari, maka melihat rumah dan tanaman sudah rusak semuanya, demikianlah adanya itu, yaitu pecah Gunung Tambora menjadi habis mati orang Tambora dan Pekat pada masa Raja Tambora bernama Abdul Gafur dan Raja Pekat bernama Muhammad.”
Kawah Gunung Tambora
Kisah ledakan maha dahsyat Gunung Tambora yang terjadi pada tahun 11 April 1815, tercatat dalam Buku Catatan Kerajaan Bima atau Bo Sangaji Kai (naskah kuno kerajaan Bima) dengan judul pada pias kiri naskah: “Alamat Pecah Gunung Tambora”.
Inilah sepenggal kisah yang begitu singkat namun mampu menggambarkan spektakulernya letusan Gunung Tambora dengan berbagai akibatnya.
Berita tentang letusan Gunung Tambora tahun 1815, tertulis dengan apik dan sangat mengharukan dalam Catatan Kerajaan Bima (naskah asli Bo’ Sangaji Kai), pada naskah 872).
Dari Bo’ Sangaji Kai inilah, gambaran tentang situasi di hari kejadian letusan Gunung Tambora itu terbaca dengan jelas. Seribu dua ratus tiga puluh genap tahun, tahun Za, pada hari Selasa waktu subuh, sehari bulan Jumadil Awal, merupakan catatan resmi dari naskah aslinya yang bertepatan dengan tanggal 11 April 1815 di tahun Masehi.
Letusan itu terjadi di waktu subuh hari bahkan ketika siang tiba, matahari tidak kunjung tampak akibat abu vulkanik memenuhi langit dan menutup sinar matahari. Naskah ini mengisahkannya dengan kalimat, maka gelap berbalik lagi lebih dari pada malam itu (gelap yang sangat gelap bahkan lebih gelap dari pada malam hari).
Bagian Bo’ Sangaji Kai yang mengisahkan tentang letusan dahsyat Gunung Tambora ini, dibacakan tahun 2015 oleh Filolog dan sejarawan, Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin semasa hidupnya.
“Siang gelap gulita, laksana malam, langit di atas Pulau Sumbawa berselimut gelap yang hitam pekat sehingga sinar matahari tidak tampak selama setidaknya tiga hari bahkan gelap itu sampai sekitar seminggu lamanya dimana cahaya matahari yang redup masih terasa,” ujar Siti Maryam waktu itu.
Ia menerjemahkan tulisan dari Juru Tulis Istana yang mencatatkan semua peristiwa yang terjadi kala itu dalam Bo’ Sangaji Kai.
Suara ledakannya yang begitu keras bagaikan tengah berkecamuk perang yang melepaskan tembakan-tembakan menggunakan meriam, digambarkan dengan kalimat, berbunyilah seperti bunyi meriam orang perang.
Naniek I Taufan bersama Igan S. Sutawijaya, geolog peneliti Gunung Tambora dari Pusat Geologi Bandung
Geolog Igan S. Sutawijaya, peneliti Gunung Tambora mengungkapkan bahwa dalam berbagai catatan menyebutkan gemuruh ledakan itu terdengar di berbagai wilayah di Indonesia seperti Ternate, Surabaya, Makassar dan Sumatera hingga, sejauh 2.600 kilometer.
Inilah tampaknya yang dicatat oleh juru tulis Istana Kesultanan Bima tentang bunyi letusan yang tertulis seperti meriam orang perang itu. Muntahan material yang demikian banyak menyebar lahar, batu dan abu seperti hujan yang ditumpahkan dari langit dalam waktu yang cukup panjang selama tiga hari dua malam, yang digambarkan dengan sebuah kalimat, kemudian maka turun kersik batu dan abu seperti dituang, lamanya tiga hari dua malam.
Dari cerita Dr. Siti Maryam semasa hidupnya itu (wafat 18 Maret 2017), peristiwa letusan yang disebut sebagai malapetaka yang sangat dahsyat itu terjadi menjelang akhir masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid Muhammad Syah (1773-1817).
Gambaran kehancuran dan porak-porandanya kerajaan-kerajaan yang berada di sekitar Gunung Tambora, bahkan dua di antaranya Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat, yang berada tepat di kaki Gunung Tambora itu terkubur hingga hari ini, juga tercatat dengan rapi dalam naskah kuno tersebut.
Setelah terang datang (tiga hari usai abu vulkanik mereda), tampaklah bahwa rumah dan tanaman sudah rusak semuanya, hancur binasa akibat letusan itu. Diketahuilah bahwa akibat yang lebih parah juga terjadi adalah “habis mati orang Tambora dan orang Pekat” (memakan korban yang sangat banyak).
“Akibat letusan itu yang terlihat seluruh pulau Sumbawa tertutup abu, rumah-rumah hancur berantakan, ternak-ternak penduduk mati, ribuan orang meninggal dunia sebagai akibat langsung dari letusan tersebut, bahkan lahan-lahan pertanian sebagai sumber kehidupan masyarakat binasa dan tidak bisa digarap lagi. Inilah yang menyebabkan terjadinya kelaparan dan berbagai penyakit yang menambah jumlah korban meninggal. Dan akibat dari kehancuran itu, ribuan atau bahkan puluhan ribu orang yang ada di pulau Sumbawa mengungsi ke pulau-pulau terdekat,” ujarnya.
Batu dan lainnya yang menguak letusan Tambora
Tampaknya, inilah yang kemudian dicatat oleh Heinrich Zolingger (ahli botani Swiss), sekitar 30 tahun kemudian sejak terjadinya letusan maha dahsyat itu.
“Zollinger mereka-reka, menghitung jumlah penduduk Pulau Sumbawa pada awal tahun 1815 sekitar 170.000 orang dan musnah separuhnya akibat letusan itu, tersisa kira-kira 60.000 orang,” kata Dr. Siti Maryam.
Letusan Gunung Tambora merupakan sebuah bencana besar, bukan hanya bagi tanah leluhurnya orang Bima dan Dompu, melainkan bencana yang juga dirasakan masyarakat dunia yang terkena dampaknya. Gunung Tambora meletus dengan begitu dahsyatnya, menebar malapetaka bak monster yang menakutkan.
Benda-benda artefak ditemukan terkubur material vulkanik Tambora
Letusan itu juga telah mengubur peradaban dari dua Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat pada masa Raja Tambora bernama Abdul Gafur dan Raja Pekat bernama Muhammad. Hilang tidak berbekas hingga akhirnya lebih dari 150 tahun kemudian (1815-1980-an), secara tidak sengaja sisa-sisa kehidupan di dua kerajaan yang terkubur tersebut terungkap lewat penemuan benda-benda, keramik, tembikar, peralatan rumah tangga dan lainnya di kaki Gunung Tambora.
Kini, setelah lebih dari dua abad peristiwa itu terjadi, jejak-jejak kerusakan itu terkuak lewat berbagai penemuan artefak dan benda-benda bersejarah di kaki Gunung Tambora. Di sana ada situs Gunung Tambora, yang menyimpan sejarah tersebut dan menjadi patut untuk ditelusuri lebih lanjut. Apa yang ada di kaki Gunung Tambora hari ini, adalah berkah dari letusan yang mematikan yang terjadi 207 tahun yang lalu. ***
1) 87, catatan yang menceritakan tentang letusan gunung Tambora.
2) Ungkapan Arab ini disebut juga dalam syair (bait 44) dan diterjemahkan
sebagai berikut: “Allah Ta’ala berbuat sekehendak-Nya”.