Ekonomi Provinsi NTB Tumbuh Sebesar 4,75 Persen

BPS Provinsi NTB menyampaikan berita rilis resmi statistik terkait pertumbuhan ekonomi NTB pada triewulan 1 tahun 2024

MATARAM.LombokJpurnal.com ~ Badan Pusat Statistik (BPS) NTB  menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan I-2024 terhadap Triwulan I-2023 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 4,75 persen. 

Perekonomian Nusa Tenggara Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2024 mencapai Rp 43,66 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,50 triliun. 

BACA JUGA : Ekonomi Kreatif di NTB Beragam dan Menyebar

“Ekonomi kita di NTB mengalami pertumbuhan jika dibandingkan pada triwulan  1-2023 dan 2024 yaitu sebesar 4,75 persen,” jelas kepala BPS Provinsi NTB Drs. Wahyudin saat menyampaikan berita rilis resmi statistik di aula Tambora BPS NTB, Senin (06/05/24). 

Ia menyebutkan dari sisi produksi, Lapangan usaha Pertambangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,4 persen. Selanjutnya ada usaha Konstuksi dan Administrasi Pemerintahan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 9,46 persen dan 8,71 persen. 

Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,79 persen sedangkan Komponen Konsumsi Rumah Tangga merupakan komponen dengan andil paling besar yaitu hampir 58,60 persen.

BACA JUGA : Kebersamaan dalam Halal Bihalal Miq Gita dan Keluarga Samawa

Sementara itu, lanjutnya, Ekonomi Nusa Tenggara Barat Triwulan I-2024 terhadap triwulan III-2023 sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 1,36 persen (q-to-q). 

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri mengalami konstraksi tertinggi sebesar 16,6 persen. Selanjutnya lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan dan Usaha Pengadaan Air mengalami kontraksi masing-masing sebesar 6,51 persen dan 5,30 persen. 

Sedangkan Ekonomi Nusa Tenggara Barat tanpa Biji Logam pada Triwulan I-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 3,01 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2023. 

BACA JUGA : Panen Raya Jagung di Samota Samawa, NTB Dihadiri Jokowi

Adapun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 0,81 persen. Man Ikp

 




Hardiknas di Sembalun, Pj Gubernur Serahkan Penghargaan AiSO

Pesan Pj Gubernur NTB di perayaan Hardiknas, setiap satuan pendidikan harus mencerminkan potret kecil Indonesia Emas 2045

LOTIM.LombokJournal.com ~ Di tengah udara sejuk Sembalun, Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, hadir dalam acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024. 

BACA JUGA : Kebersamaan dalam Halal Bihalal Miq Gita dengan Keluarga Samawa

Dalam perayaan Hardiknas di Sembalun, Pj Gubernur NTB menegaskan, Indonesia Emas 2045 harus menjadi tujuan bersama
Pj Gubernur NTB didampingi Kadis Dikbud NTB

Acara perayaan Hardiknas tersebut dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan Anugerah Istimewa Sekolah (AiSO) 2024 di halaman SMAN 1 Sembalun Lombok Timur, Sabtu (04/05/24).

Para perwakilan tenaga pendidik dari seluruh Provinsi NTB nampak bersemangat menerima penghargaan AiSO. Pj Gubernur, akrab dipanggil Miq Gite, mengungkapkan kegembiraannya dapat bertemu dengan para peserta.

Dalam konteks AiSO, Miq Gite memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Dia berharap bahwa pemberian AiSO saat perayaan Hardiknas 2024 menjadi pendorong bagi kita semua untuk terus berprestasi yang terbaik dalam lingkup tugas masing-masing.

Namun demikian, Miq Gite juga menegaskan pentingnya untuk terus meningkatkan prestasi. Dia menegaskan bahwa mimpi Indonesia Emas 2045 harus menjadi tujuan bersama. 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi di NTB

Generasi yang saat ini sedang dididik di sekolah akan menjadi tulang punggung pembangunan negara.

Miq Gite menekankan bahwa setiap satuan pendidikan harus mencerminkan potret kecil Indonesia Emas 2045. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, produktif, kreatif, dan inovatif.

Sesuasi pesan yang terkandung dalam perayaan Hardiknas, Miq Gite mengajak untuk bersama-sama mendidik, mengawal, dan mewujudkan impian emas ini. 

Dia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut bukan hanya tanggung jawab Kadis Dikbud, tetapi memerlukan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak.

BACA JUGA : Konstestasi Pilgub NTB 2024 Kurang Menggairahkan

“Mari kita terus tingkatkan kualitas AiSO agar semakin meriah dan mendapat dukungan luas,” pungkasnya. ***

 




Kebersamaan dalam Halal Bihalal Miq Gita dan Keluarga Samawa

Dalam halal bihalal bersama IKS, Miq Gita menekanakan, pentingnya nilai-nilai kebersamaan, dan solidaritas dalam memperkuat hubungan keluarga besar

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, hadir dalam acara halalbihalal yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Samawa (IKS) di Auditorium UIN Mataram, Sabtu (04/05/24). 

BACA JUGA : Konstestasi Pilgub NTB 2024 Kurang Menggairahkan 

Pj Gubernur menegaskan, kebersamaan merupakan fondasi membangun NTB

Dalam kesempatan penuh kehangatan tersebut, Pj Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Gita itu menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh anggota IKS yang hadir. Ditegaskannya, pentingnya nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas dalam memperkuat hubungan keluarga besar.

Dalam pidatonya, Miq Gita juga tidak lupa untuk memohon maaf lahir dan batin kepada semua yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa acara halalbihalal adalah momen yang sangat berarti untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kedekatan di antara anggota keluarga besar IKS. 

BACA JUGA : Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional

Miq Gita menekankan bahwa dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan seperti ini, banyak hal bisa dibagikan dan cerita bisa saling disampaikan, sehingga ikatan kekeluargaan semakin kokoh.

Tak hanya sebagai perwakilan pemerintah, kehadiran Pj Gubernur NTB dalam acara tersebut juga merupakan bentuk nyata dari perhatian dan dukungan terhadap kegiatan sosial dan budaya masyarakat. 

Ini menjadi bukti bahwa pemerintah sangat memperhatikan dan mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antarwarga, terutama dalam suasana yang penuh keberagaman seperti di NTB.

Melalui semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin dalam acara halalbihalal, diharapkan akan muncul inspirasi bagi seluruh masyarakat NTB untuk menjaga dan memperkuat ikatan kekeluargaan dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA JUGA : Transformasi Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’ 

Dengan demikian, nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, toleransi, dan gotong royong akan terus menjadi pondasi utama dalam membangun NTB yang lebih baik di masa depan. ***

 




Konstestasi Pilgub NTB 2024 Kurang Menggairahkan

Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, konstestasi Pilgub NTB mengecewakan dan kurang menggairahkan, terkesan mementingkan kalangan elit MATARAM.LombokJournal.com ~ 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Lembaga Kajian Sosial-Politik Mi6 menilai, konstestasi Pemilihan Gubernur NTB 2024, atmosfernya tidak menarik untuk dibahas secara sosial politik. 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Koneksitas Transportasi di NTB

Bakal calon cenderung memprioritaskan diri sendiri dan menggunakan gimmick klise tanpa mempertimbangkan kebutuhan rakyat. Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan bahwa isu-isu yang dibangun terkesan jauh dari kepentingan rakyat dan lebih mementingkan kepentingan elit, Jum’at (03/05/24)

Menurut Bambang Mei, para bakal calon hanya berbicara tentang jargon-jargon tanpa memperhatikan isu-isu yang penting bagi masyarakat NTB. Mi6 menilai bahwa kurangnya variasi dalam pendekatan politik membuat publik sulit untuk melihat gagasan baru dari calon di luar petahana.

Setelah munculnya video yang diduga sebagai Zul Rohmi Jilid II, pertarungan Pilgub NTB dianggap sudah selesai karena elektabilitas dan popularitasnya yang kuat di NTB. Namun, Mi6 tidak menutup kemungkinan adanya kejutan dalam Pilgub mendatang.

BACA JUGA : Trasformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertermuan Kecil’

Berdasarkan pengalaman Pilgub NTB 2018, Mi6 merasa bahwa peluang kemenangan tetap terbuka bagi calon non petahana jika mampu memanfaatkan celah dan meraih dukungan rakyat dengan baik.

Mi6 memprediksi bahwa konstestasi Pilgub NTB 2024 akan diwarnai oleh ketidakjelasan calon yang maju, karena sulitnya memastikan siapa yang benar-benar siap untuk bertarung. Beberapa paslon sudah mendaftar, tetapi parpol belum memastikan secara jelas dukungannya.

Didu, panggilan akrab Direktur Mi6, menambahkan bahwa langkah-langkah biasa dari calon penantang petahana akan semakin sulit mengatasi keunggulan petahana.

BACA JUGA : Peliputan Pilkada, Pentingnya Peningkatan Kompetensi Jurnalis

Namun, masih ada kesempatan bagi calon non petahana untuk memenangkan Pilgub NTB jika mampu memberikan terobosan isu yang dapat menyatukan kepentingan masyarakat.***

 




Panen Raya Jagung di Samota Sumbawa NTB Dihadiri Jokowi

Presiden Joko Widodo bersama para pejabat daerah dan pusat serta petani setempat secara simbolis ikut panen jagung

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo didampingi Pj. Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi lakukan peninjauan dan panen Jagung di daerah Samota Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (02/05/24) 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi

Jokowi mwmbawa sendiri hasil panen jagung
Presiden Jokowi

Acara ini dipandu oleh Menteri Pertanian RI, Ir.  Andi Amran Sulaiman, MP., yang didampingi juga oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo bersama para pejabat daerah dan pusat serta petani setempat secara simbolis ikut memanen jagung sebagai tanda dimulainya panen raya. 

BACA JUGA : Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Kehadiran Presiden dan pejabat tinggi pemerintah diharapkan dapat memberikan semangat dan dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah mereka. ***

 




Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Bantuan modal Jokowi di pasar tradisional menunjukkan komitmen pemerintah memberikan bantuan kepada sektor ekonomi mikro

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs H. L. Gita Ariadi, M. Si melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tradisional Seketeng di Sumbawa, NTB,  Kamis (02/05/24). 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi di NTB

Bantuan Jokowi untuk pedagang kecil merupakan komitmen pemerintah
Presiden Jokowi

Kunjungan Presiden tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada pedagang pasar dalam bentuk Modal Kerja (BMK) dan Bantuan Langsung Tunai.

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara/Kabinet dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. 

Tindakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian kepada sektor ekonomi mikro, terutama pedagang di pasar tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

BACA JUGA : TRansformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’

Para pedagang di Pasar Tradisional Seketeng merespon kunjungan Presiden dengan antusias, menyambut bantuan yang diberikan sebagai dorongan besar bagi usaha mereka. 

Mereka mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah, dan berharap agar dukungan tersebut dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan usaha mereka di masa mendatang.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pasar Tradisional Seketeng Sumbawa, NTB, tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan ekonomi rakyat.

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Rencana Pembangunan

Serta memperkuat kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ***

 




Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi di NTB

Presiden Jokowi berharap bahwa pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di NTB akan mempercepat pembangunan konektivitas infrastruktur transportasi 

MATARAM.LombokJournalc.com ~ Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo telah meresmikan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan infrastruktur transportasi di wilayah tersebut. 

BACA JUGA : Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Jokowi berharap bahwa pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di NTB akan mempercepat pembangunan konektivitas infrastruktur transportasi
Jokowi resmikan ruas jalan baru

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri PUPR, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pembangunan dan perbaikan jalan di Provinsi NTB telah dilaksanakan sejak tahun sebelumnya. Sebanyak lima ruas jalan telah dibangun di empat kabupaten, dengan total panjang mencapai 40,63 kilometer. 

Proyek ini meliputi beberapa wilayah seperti Kabupaten Lombok Barat, Lembar-Sekotong (Pelangan-Segmen-Lembar-Gili Mas), Kabupaten Sumbawa Barat Polamata Jelanga, Kabupaten Sumbawa Sabedo Dalam-Bukit Planing-Lenangguar-Teladan, dan terakhir di Kabupaten Bima Wilamaci-Karumbu-Sape, dengan total biaya mencapai 211 miliar.

BACA JUGA : Presiden Jokowi Tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Presiden Jokowi berharap bahwa pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di NTB akan mempercepat pembangunan konektivitas infrastruktur transportasi secara signifikan.

 Konektivitas insfrastruktur transportasi diharapkan akan meningkatkan kecepatan logistik serta memperbaiki akses menuju kawasan-kawasan produktif seperti pertanian dan perkebunan.

“Kita harapkan dengan adanya jalan ini kecepatan logistik akan semakin baik, jalan-jalan menuju ke kawasan-kawasan baik itu kawasan produktif, kawasan pertanian, perkebunan, semuanya bisa ditunjang oleh jalan yang baik,” ujarnya.

Setelah meresmikan Inpres Jalan Daerah, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sumbawa Barat untuk meresmikan Bendungan Gili Suntuk serta melakukan Panen Raya Jagung di Kawasan Samota. pnd/dyd

 

 




Presiden Jokowi Tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Kedatangan Presiden Jokowi di Lombok (NTB) selain ke Kota Mataram juga berkunjungke Sumbawa

MATARAM. LombokJournal.com ~ Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tiba di NTB pada malam ini, Selasa (30/04/24). Tiba di NTB, Presiden RI disambut langsung Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si bersama seluruh jajaran Forkopimda Provinsi NTB di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

BACA JUGA : Tranformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’

Di Kabupaten Sumbawa Barat, Presiden Jokowi akan meninjau pembangunan smelter
Presiden Jokowi tiba di BIZAM

 Jokowi dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa.

Adapun agenda orang nomor satu di Indonesia tersebut diantaranya, peninjauan smelter dan peresmian Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Jokowi kemudian direncanakan menuju Pasar Tradisional Seketeng dan dilanjutkan dengan panen raya jagung di Samota, Kabupaten Sumbawa. ***

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Perencanaan Pembangunan

 




Transformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’ 

Penulisan puisi bisa beranjak dari karya visual, transformasi itu yang dilakukan penyair Agus Saputra dalam antologi puidi ‘Pertemuan Kecil’ 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam bedah buku puisi Pertemuan Kecil karya Agus K Saputra di Sanggar Tari Taman Budaya NTB, Kamis (18/04/24), Kongso Sukoco mengatakan, salah satu puisi dalam buku itu yang berjudul ‘The Last Pepadu’ menarik perhatiannya.

Karena sumbernya berasal dari olah raga rakyat yang sangat populer di Lombok yaitu Peresean.

BACA JUGA : Timnas Berprestasi Gemilang, STY Layak Dapat Penghargaan 

Transformasi karya rupa ke dalam bahasa puisi bisa memperluas makna
Performance art Zaini Muhammad

Karena itu, perupa setempat (Lalu Syaukani, red) mencoba mengabadikan permaian olahraga tradisional itu. 

Tentu saja lukisan itu tak menyampaikan pengertian verbal. Tapi mungkin puisi Agus Saputra bisa memperluas pemaknaan.” 

 ‘…hingga darah menetes//memercik tempat berpijak//menyambut hujan tiba..

Nah seperti ini, Agus menangkap makna lukisan berjudul ‘The Last Pepadu’. Ini hanya salah satu contoh, bagaimana transformasi seni rupa ke medium bahasa memungkinkan perluasan pengertian hasil pengamatan visual. 

Dan bisa jadi tidak sekedar itu, tapi juga memungkinkan hadirnya pengalaman estetik yang otonom.

Dalam contoh ini, lanjut Kongso, puisi dari proses transformasi itu salah satunya bisa mengambil peran memperluas pengertian kenapa harus diadakan ritus peresean. Ia mungkin hendak menjelaskan mitos tentang berlalunya musim kemarau di Lombok, tetesan darah merupakan simbol harapan kesuburan. Darah yang memercik dari pepadu yang berlaga, bagian dari harapan turunnya hujan menggantikan kemarau.

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Protes

“Inilah yang saya maksud bahwa kreativitas membuat kita berpikir orisinal. Membuat solusi-solusi baru. Punya perspektif baru. Sesuatu yang mesti harus dihidupkan dan jangan menjadi umum, “ ujar Kongso.

Bagi Prof Wahid pertemuan ini adalah sebuah pertemuan besar dari proses dialektika. Pertama, saya menjadi tidak percaya kepada penyair, ketika menyaksikan proses musikalisasi puisi Secret Garden (karya lukis Mantra Ardhana) oleh Ary Juliyant. Karena ternyata, di balik kerendah hatian, di balik tawadhu, di balik ketidak inginan untuk disingkap, ternyata ada sesuatu yang besar.

Kedua, menarik sekali proses kreasi dari puisi-puisi ini, maka saya menjadi percaya. Bahwa dalam kajian kebudayaan ada adagium yang menyatakan penyair itu mati. Pelukis itu mati. Pembuat novel itu mati. Yang membuat ia hidup kembali adalah orang yang membacanya.

“Saya kira, penyair Agus adalah pembaca ulung yang penuh kreativitas. Yang kemudian membuat karya-karya yang oleh orang awam menjadi begitu lebih berbicara. Dan apa yang dibicarakan itu besar sekali. Inilah Ruh,” kata Aba Du Wahid, nama medsosnya di facebook.

Pada titik ini, Prof Wahid seolah diingatkan oleh pembicara sebelumnya, Majas Pribadi (Syawalan dan Berkesenian) yang mengutif Surat An-Naba ayat 38: “Yauma yaqumur-ruhu walmala ikatu saffal la yatakallahuma illa man azina lahur-rahmanu wa qala sawaba” 

Kira-kira lukisan itu seperti itu. Yauma yaqumur-ruhu. Hari ini kita berhadapan dengan lukisan, seakan-akan kita dibentangkan sebuah ruh. Ruh itu semangat. Ruh itu keabadian. Walmala ikatu: yang penuh sayap. Yang penuh sayap itu kalau kita lihat akan menghasilkan sebuah inspirasi baru. Pengetahuan baru. Inilah bagaimana malaikat menjadi personifikasi dari sayap-sayap kebenaran. Bershaf-shaf. Berjejer. Karya itu selalu lahir, lahir kembali, ditransformasikan kembali seperti diungkap Kongso Sukoco.

La yatakallamuna illa man azina lahur-rahmanu wa qala sawaha. Tidak berbicara apa-apa itu karya kecuali dijinkan oleh Allah. Dijinkan oleh Tuhannya. Dan kalau berbicara maka yang dibicarakan yang keluar dari situ adalah kebenaran.

“Kira-kira begitulah bacaan saya dari buku Pertemuan Kecil ini.  Apa yang dilihatnya dalam karya-karya seni rupa, lukisan dll. Saya kira ini menarik sekali. Ini adalah contoh bagi bagaimana pengarang, penulis atau pelukis itu dihidupkan lagi oleh orang lain. Pola ini atau cara seperti inilah yang disebut dialektika. Dialektika adalah penyambung peradaban. Peradaban akan mati. Kebenaran akan mati. Jika tidak ada pembacaan-pembacaan dialektis seperti yang dilakukan Agus K Saputra, “ tandas Prof Wahid, Guru Besar UIN Mataram.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Memperkuat Komitmen Pemda

Acara bedah buku yang bertajuk  Ngupi Buku: Pertemuan Kecil (18/04) dari transformasi karya visual itu dibuka oleh Kepala Taman Budaya NTB Sabarudin. Dihadiri pula oleh akademisi Agus Purbathin Hadi (Kecerdasan Buatan versus Orisinilitas Karya), para pelukis Mantra Ardhana, Zaeni Mohammad, Lalu Syaukani (Kearifan Lokal dalam The Last Pepadu dan Yellow Pricess) dan S La Radek (Karya Lukis dalam Puisi), tokoh LSM Mas Catur (Kebudayaan Kita Hari Ini), ‘gerilyawan erkaem” pemusik balada Ary Juliyant (Tentang Bunyi: Jalan Braga dan Majestic),  serta para penikmat sastra yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Karya lukis yang turut hadir adalah:

1.Janji Jiwa karya Mantra Ardhana

2.The Last Pepadu karya Lalu Syaukani

3.Yellow Princes karya Lalu Syaukani

4.Dilema karya Zaeni Mohammad

5.The Rising Sun karya Zaeni Mohammad

6.Sampela Rimpu karya S La Radek

7.Pemburu Donggo karya S La Radek

8.The Second Flower karya Imam Hujjatul Islam

Penampil lain adalah para musisi dan penyanyi yang populer di NTB, yakni Pipiet Tripitaka (musikalisasi puisi “Kereta Langit Sudah Datang” dan “Terkoyak Ujung Mimpi”), Ary Juliyant (musikalisasi puisi “Majestic” dengan pembaca Hurri Nugroho, dan “Secret Garden” dengan pembaca Sri Latifa), Azhar Zaini (membaca puisi “The Rising Sun dan “The Warriors) dan koloborasi performance art Zaeni Mohammad dengan Sidzia Madvoc (Gempa Lombok: Ingatan Melawan Lupa).

“Sebagai peristiwa kesenian, tentu hal ini harus tetap dirawat di tengah arus deras perubahan (sebagai penyambung peradaban, red). Revitalisasi Taman Budaya dan tentu saja kolaborasi antar seniman menjadi begitu penting dalam mengedepankan kearifan lokal,” tutup Agus K Saputra. ***

 

 




Timnas Berprestasi Gemilang, STY Layak Dapat Penghargaan

Prestasi tinggi diraih Timnas Indonesia, Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mengusulkan memberikan gelar warga negara kehormatan kepada Shin Tae Yong (STY) 

MATARAM.LombokJournal.com – Prestasi gemilang yang ditorehkan Timnas Indonesia dalam ajang Piala Asia U23 telah menciptakan gelombang kebahagiaan di seluruh negeri. 

Keberhasilan membawa anak asuhnya masuk ke babak semifinal, ditambah peluang besar untuk melaju ke Olimpiade Paris 2024, telah mengukuhkan reputasi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), sebagai sosok yang layak mendapat penghargaan tinggi.

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasis Perencanaan Pembangunan

Pelatih Timnas diusulkan menjadi warga negara kehormatan
Jajaran MI6

Usulan dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk memberikan gelar warga negara kehormatan kepada STY menegaskan pengakuan atas jasa besar yang telah ia berikan, tidak hanya bagi sepakbola Indonesia, tetapi juga bagi Indonesia sebagai bangsa yang tengah bangkit di dunia internasional.

“Coach STY telah menulis sejarah bagi sepakbola Indonesia yang akan dikenang selamanya. Dengan visi, dedikasi, dan kepemimpinan yang luar biasa, Coach STY telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan,” ungkap Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, dalam pernyataannya di Mataram pada hari Ahad (28/04/24), didampingi oleh Hendra Kesumah dan Lalu Athari Fathullah.

Partisipasi perdana Timnas Indonesia dalam Piala Asia U23 telah menarik perhatian dunia. Melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan salah satu kekuatan sepakbola Asia, Korea Selatan, membuat Indonesia berada di pusat sorotan. Peluang untuk melangkah ke Olimpiade Paris 2024 semakin nyata dengan tiket playoff yang sudah diantongi, ditambah kesempatan melawan Guinea sebagai wakil Afrika.

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang K elat, Rachmat Hidayat Protes

Menurut Bambang Mei Finarwanto, yang akrab disapa Didu, prestasi Timnas bukan hanya sekadar kemenangan bagi tim, melainkan kemenangan bagi seluruh negeri. Oleh karena itu, apresiasi yang tinggi kepada Pelatih STY merupakan hal yang pantas.

Dalam sejarah sepakbola, gelar Warga Negara Kehormatan pernah diberikan kepada Guus Hiddink oleh Pemerintah Korea Selatan atas prestasinya membawa Timnas Korea Selatan meraih posisi ketiga dalam Piala Dunia 2002.

Athari menekankan bahwa apresiasi tidak hanya harus datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya adalah memberikan penghargaan dalam bentuk fasilitas atau kehormatan yang layak kepada STY, sebagaimana yang diterima oleh Guus Hiddink.

Didu menegaskan bahwa usulan apresiasi tinggi kepada Pelatih STY tidak bermaksud menciptakan diskriminasi di dunia olahraga Indonesia. Namun, kesuksesan Timnas sepakbola memiliki dampak yang luas dalam mempersatukan bangsa, terutama dalam menciptakan rasa patriotisme dan identitas nasional yang kuat.

Hiruk pikuk politik yang sedang berlangsung segera dilupakan saat masyarakat merayakan keberhasilan Timnas sebagai satu bangsa. Prestasi dalam sepakbola mampu mengalihkan perhatian dari isu-isu politik yang sedang berkembang dan memberikan dampak positif pada kesejahteraan psikologis masyarakat secara keseluruhan.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda

”Prestasi besar dalam sepakbola mampu mengalihkan perhatian masyarakat dari isu politik yang sedang mamanas sekalipun. Kegembiraan dan semangat positif yang terjadi selama perayaan kemenangan Timnas ini, dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis masyarakat secara keseluruhan,” tandas Didu.

Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah, menambahkan bahwa prestasi Timnas Indonesia memiliki potensi besar untuk mempersatukan masyarakat dalam keragaman yang ada. Keberhasilan ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kesatuan, kebahagiaan, dan identitas nasional sebagai bangsa Indonesia. me