Banjir Taliwang, Bang Zul Terjun Langsung Bantu Korban 

Korban yang terdampak banjir di Taliwang, Sumbawa Barat dibantu selimut, sembako makanan siap saji dan keperluan darurat lainnya

KSB.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah memberikan bantuan secara langsung kepada para korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/02/23).

BACA JUGA: Pembayaran Pajak Kendaraan Berbasis Aplikasi di NTB

Gubernur NTB, Bang Zul memberikan bantuan darirat pada korban banjir di Taliwang

Kedatangan Gubernur didampingi oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, ST, dan jajarannya, Forkopimda KSB, Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, Kadis PUPR NTB Ridwan Syah, Kadis DKP, Kadis Sosial, Kalak BPBD, Kaban BRIDA dan Tim dari PT AMNT. 

“Tim kita dari Provinsi sudah standby dari tadi malam,” terang Bang Zul.

Berbagai bantuan diberikan seperti selimut, sembako, makanan siap saji, dan berbagai keperluan lainnya diberikan kepada para korban. 

Sebagaimana yang diketahui, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Sumbawa Barat pada Minggu  malam hingga Senin dini hari.

BACA JUGA: Parpol Pendatang Baru Sulit Dapat Dukungan di Pemilu 2024

Namun, kondisi terakhir banjir yang menggenang sudah mulai berangsur surut. ***

 

 




Parpol Pendatang Baru, Sulit Dapat Dukungan di Pemilu 2024

Parpol pendatang baru butuh kerja extra ordinary, Mi6 prediksi Pemilu 2024 di NTB menjadi sangat sulit bagi parpol pendatang baru

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemilu 2024 tidak akan mudah bagi partai politik pendatang baru. Kursi DPR RI dari NTB diyakini masih akan digenggam oleh partai pemegang parlementary threshold saat ini. 

Sementara partai pendatang baru, ajang pertarungan mereka diyakini hanya di level DPRD kabupaten dan DPRD Provinsi.

Prediksi peroleh kursi itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Senin (13/02/23).

BACA JUGA: Prediksi MI16, 50 Persen Petahana DPD RI Dapil NTB Bakal Out

Parpol baru hanya bisa berebut kursi DPRD Provinsi/Kabupaten

“Masyarakat sekarang sudah semakin dewasa dalam menilai partai politik. Pemilih sudah cerdas. Pemilu 2024 akan menjadi sangat sulit bagi partai pendatang baru, apalagi untuk partai yang fakir investasi sosial,” kata Bambang Mei.

Mantan ekskutif Walhi NTB dua periode yang karib disapa Didu ini menegaskan, partai politik pendatang baru yang meraih dukungan hanya mengandalkan nama besar dari tokohnya, akan terjebak romantisme masa lalu.

Jika tidak mengimbanginya dengan kerja mesin partai yang masif dan luar biasa.

Didu menilai, kini ada parpol pendatang baru target tinggi, sebetulnya mudah dinilai oleh publik. 

Sebagai sebuah wacana sah-sah saja. Namun, khalayak sudah punya kalkulasi tersendiri, terhadap apa yang realistis dan yang bombastis.

“Partai baru jelas membutuhkan kerja-kerja mesin partai yang benar-benar extra ordinary. Dan sudah sangat jelas, butuh sumber daya untuk memastikan hal tersebut,” ujar Didu.

Investasi sosial menjadi pembeda yang jelas antara partai politik pendatang baru dengan yang lebih dulu eksis. 

Kalau ada investasi sosial dari partai pendatang baru, pastilah dimulai baru-baru saja. 

Sementara partai yang telah lebih dulu eksis, telah melakukannya dalam jangka waktu yang lama, dan menjangkau masyarakat luas.

Menurutnya, dalam konteks politik, tak akan ada investasi sosial yang sia-sia. Parpoli dengan tokohnya yang lebih banyak berbuat untuk masyarakat, akan mendulang insentif elektoral yang lebih besar dibanding partai yang baru.

Apalagi bagi partai yang hanya baru akan melakukan investasi sosial.

BACA JUGA: Pemilu 2023, Mengadopsi Kecanggihan Teknologi, Analisis Mi16

Didu menilai, perebutan kursi DPR RI pada Pemilu 2024 tak akan banyak kejutan. Sebanyak delapan kursi DPR RI di Pulau Lombok dan tiga kursi DPR RI di Pulau Sumbawa, masih akan digenggam Parpol yang lolos ambang batas parlemen pada pemilu lalu.

“Kalaupun ada pergeseran, saya kira, pergeserannya pada figur. Tapi pemilik kursi masih akan milik partai yang sama,” kata Didu.

Sebagaimana diketahui, delapan kursi DPR RI dari Dapil Pulau Lombok saat ini menjadi milik Partai Gerindra, Golkar, PKS, PDIP, PPP, Demokrat, PKB, dan NasDem. Tiga kursi Dapil Pulau Sumbawa milik Gerindra, PKS, dan PAN. 

Partai-partai tersebut adalah partai yang lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2019.

“Jika kini ada 17 parpol yang telah dinyatakan lolos menjadi peserta Pemilu 2024, dan tidak ada penambahan kursi DPR RI dari Dapil Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, lalu kursi yang mana lagi yang akan diambil parpol pendatang baru?” tandas Didu.

Meski begitu, Didu tak ingin membunuh harapan. Apalagi jika memperhitungkan Pemilu 2024 akan didominasi pemilih muda. 

KPU sudah memprediksi, Pemilu serentak dua tahun mendatang itu akan ada 107 juta pemilih muda dengan rentang usia 17-40 tahun. Jumlah tersebut setara dengan 53-55 persen pemilih.

Parpol yang lolos ambang batas parlemen juga menyadari hal tersebut. Sehingga mereka juga sudah mulai menggarap para pemilih muda bukan hanya saat ini. 

Hal yang sama, partai politik yang lama juga sudah selangkah lebih maju dibanding partai pendatang baru.

Karena itu, gelanggang partai pendatang baru pada Pemilu 2024 sesunggunya bukan pada perebutan kursi DPR RI dari Dapil Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. 

Namun, dia menilai parpol baru akan banyak memberi kejutan pada level perebutan kursi DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota.

“Untuk partai pendatang baru, menempatkan kadernya di DPRD kabupaten/kota, atau di DPRD provinsi tentu akan menjadi sebuah cara terbaik untuk eksis dan menyiapkan investasi sosial yang lebih masif,” katanya.

Efek Ekor Jas

Di sisi lain, Didu menanggapi kemungkinan partai pendatang baru akan mendapatkan efek ekor jas atau coat-tail effect saat mereka ikut berdiri pada barisan partai yang mencalonkan kandidat presiden yang potensial memenangi kontestasi. 

Apalagi, Pemilu Legislatif juga digelar berbarengan dengan Pemilu Presiden pada 14 Februari 2024.

Menurutnya, coat-tail effect selama ini memang terbukti mampu memberi kontribusi berupa insentif elektoral bagi partai politik. Namun, tak semua partai bisa mendapatkan hal tersebut meski mencalonkan figur yang sama di Pilpres.

BACA JUGA: Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Berbasis Aplikasi di NTB

Contoh pada Pilpres 2019, Joko Widodo yang merupakan kandidat yang paling poluler dan dicalonkan oleh banyak partai politik. Tidak semua partai politik yang mencalonkan Jokowi tersebut mendapatkan efek ekor jas. 

Terbukti, empat partai politik pendukung Jokowi yakni PSI, Perindo, Hanura, dan PBB, tidak lolos parlementary threshold.

Begitu pada parpol  yang mencalonkan Prabowo Subianto sebagai presiden. Efek ekor jas jelas menjadi milik Partai Gerindra. 

Sementara partai pendukung lainnya, meski mendapatkan efek namun efeknya sangat kecil.

“Hal yang sama masih akan terjadi dalam Pemilu 2024. Efek ekor jas, masih akan menjadi pemilik partai pengusung utama, bukan partai pendukung. Publikasi sejumlah survei sudah menunjukkan gejala tersebut,” kata Didu.

Karena itu, cara terbaik mendapatkan dukungan dari para pemilih dalam Pemilu 2024 bagi partai pendatang baru adalah dengan menggerakkan mesin partai secara massif. 

Bukan sebaliknya, belum apa-apa tapi malah mempertontonkan saling sikut sesama elite partai.

“Kalau belum apa-apa sibuk berkelahi, sudah pasti ada sisi yang hilang. Dan akan menjadi celaka, jika yang hilang itu adalah bilangan yang besar,” katanya. ***

 




Kekerasan Seksual, Anda Perlu Memahaminya

Jenis kekerasan seksual merupakan perbuatan baik verbal, nonfisik, fisik, bahkan yang dilakukan melalui teknologi informasi dan komunikasi
LombokJournal.com ~ Peristiwa kekerasan seksual masih kerap terjadi di sekitar kita, di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan pendidikan.

Korban kekerasan seksual tentu adalah kaum perempuan, misalnya mahasiswi. Seperti dilakukan dosen berinisial EDH, pengajar di Universitas Siliwangi (Unsil), Jawa Barat baru-baru ini. Padahal ia tercatat sudah menjalani profesi pendidik selama 30 tahun. 

Sudah banyak laporan dari mahasiswi lain, dosen tersebut sering bertindak tidak senonoh.

BACA JUGA: Kekerasan Seksual di Kampus, Nodai Citra Perguruan Tinggi

Korban kekerasan seksual tentu adalah kaum perempuan, misalnya mahasiswi

Namun kita tidak membahas kasus pendidik yang menodai citra perguruan tinggi itu. 

Tapi yang hendak kita bicarakan, bagaimana kita memahami apa yang dimaksud ‘kekerasan seksual itu’?

Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan Indonesia telah dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan menerbitkan buku Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Tinggi. 

Ini merupakan komitmen serius untuk memastikan terpenuhinya hak dasar atas pendidikan bagi seluruh warga negara. 

Kekerasan Seksual didefinisikan setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi (alat vital) seseorang. 

Penyebabnya, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik.

Termasuk mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal.

“Ketimpangan Relasi Kuasa dan/atau Gender”?

Menurut Komnas Perempuan (2017), “ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender” adalah sebuah keadaan terlapor menyalahgunakan sumber daya pengetahuan, ekonomi dan/ atau penerimaan masyarakat atau status sosialnya untuk mengendalikan korban.

BACA JUGA: Kekerasan Sosial yang Jadi Sorotan Publik

Jenis kekerasan, termasuk juga kekerasan seksual berdasarkan jenisnya, dapat digolongkan menjadi kekerasan seksual yang dilakukan secara:

  1. verbal,
  2. nonfisik,
  3. fisik, dan
  4. daring atau melalui teknologi informasi dan komunikasi

Contoh bentuk kekerasan seksual selain pemerkosaan, perbuatan-perbuatan di bawah ini termasuk kekerasan seksual;

  1. berperilaku atau mengutarakan ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan penampilan fisik, tubuh ataupun identitas gender orang lain (misal: lelucon seksis, siulan, dan memandang bagian tubuh orang lain);
  2. menyentuh, mengusap, meraba, memegang, dan/atau menggosokkan bagian tubuh pada area pribadi seseorang;
  3. mengirimkan lelucon, foto, video, audio atau materi lainnya yang bernuansa seksual tanpa persetujuan penerimanya dan/atau meskipun penerima materi sudah menegur pelaku;
  4. menguntit, mengambil, dan menyebarkan informasi pribadi termasuk gambar seseorang tanpa persetujuan orang tersebut;
  5. memberi hukuman atau perintah yang bernuansa seksual kepada orang lain (seperti saat penerimaan siswa atau mahasiswa baru, saat pembelajaran di kelas atau kuliah jarak jauh, dalam pergaulan sehari-hari, dan sebagainya);
  6. mengintip orang yang sedang berpakaian;
  7. membuka pakaian seseorang tanpa izin orang tersebut;
  8. membujuk, menjanjikan, menawarkan sesuatu, atau mengancam seseorang untuk melakukan transaksi atau kegiatan seksual yang sudah tidak disetujui oleh orang tersebut;
  9. memaksakan orang untuk melakukan aktivitas seksual atau melakukan percobaan pemerkosaan; dan
  10. melakukan perbuatan lainnya yang merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal.

BACA JUGA: Gubernur NTB Menyampaikan, Pengiriman PMI Wajib Bersama Keluarga

Kata kunci yang menjadi indikator suatu kekerasan adalah paksaan. Kegiatan apa pun yang mengandung paksaan adalah kekerasan.***

sumber: Kemendikbudristek

 




Kekerasan Seksual di Kampus Nodai Citra Perguruan Tinggi

Para tenaga pendidik yang melakukan kekerasan seksual sebagaimana di Unsil itu tidak bisa ditoleransi

LombokJournal.com ~ Kekerasan seksual yang dilakukan dosen berinisial EDH, mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi (Unsil), Jawa Barat, mendapat perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak (KemenPPPA). 

Seperti diberitakan media nasional, Dosen yang mengajar lebih dari 30 tahun di Unsil yang kerap menjadi dosen pembimbing skripsi mahasiswa itu banyak diketahui punya perilaku genit pada mahasiswi.

BACA JUGA: Internet Harus Aman bagi Perempuan dan Anak-anak

KemenPPP menolak segala kekerasan seksual
Ratna Susianawati

KemenPPA menilai, kejadian kekerasan seksual yang dilakukan oleh para tenaga pendidik sebagaimana di Unsil itu menodai citra perguruan tinggi. secara tegas tidak menoleransi kelakuan itu.

“Kemen PPPA sesuai dengan komitmen kita bersama mengutuk keras terjadinya kekerasan seksual yang masih terjadi di lingkup  Perguruan Tinggi Itu sangat menodai citra dunia pendidikan,” kata Ratna Susianawati, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kemen PPPA, Minggu (12/02/23).

Menurutnya, keluarga memberikan kepercayaan kepada tenaga pendidik untuk memberikan pendidikan formal kepada anak-anak mereka. 

Namun kelakuan para oknum tenaga pendidik masih saja terus memakan korban dari para anak-anak didiknya. 

Melalui tim SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak), pihak KemenPPP langsung melakukan koordinasi dengan Unit Layanan yakni UPTD PPA Provinsi Jawa Barat. Tim memastikan kondisi korban serta mempersiapkan pendampingan kepada korban sesuai kebutuhannya, khususnya pendampingan psikologis.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada korban yang telah berani melaporkan kasus kekerasan seksual  yang telah dialaminya. Tentunya juga kerja cepat dari seluruh pihak, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Siliwangi yang langsung mendampingi korban setelah melakukan pelaporan tersebut,” jelas Ratna.

KemenPPPA juga menekankan pentingnya seluruh perguruan tinggi menunjukkan komitmennya untuk menghapus segala tindak dan bentuk kekerasan seksual di kampus. 

Yakni mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Permendikbudristek PPKS).

“Tegasnya, implementasi Permendikbudristek PPKS di lingkungan kampus akan mencegah kejadian kekerasan seksual terulang. Karena mengatur langkah-langakh penting dan perlu guna mencegah dan menangani kekerasan seksual. Pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman dari kekerasan seksual akan mendukung terciptanya generasi muda yang berkualitas,” tambah Ratna.

Makin maraknya kasus-kasus yang muncul di Perguruan Tinggi, Ratna berharap kiranya semua pihak semakin gencar melakukan sosialisasi Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Undang-Undang ini menjadi harapan besar dalam penuntasan kasus kekerasan seksual. Karena UU ini memuat point penting mulai dari jenis tindak pidana, hukuman bagi pelaku hingga perlindungan bagi korban.

BACA JUGA: Modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Makin Beragam

Ratna mengajak semua perempuan yang mengalami kasus kekerasan seksual berani bicara dan mengungkap yang dialaminya. 

Untuk memudahkan aksesibilitas kepada korban atau siapa saja yang melihat, dan mendengar adanya kekerasan dapat melaporkan kasusnya melalui call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 dan WhatsApp 08111 129 129.***




Angkat Marwah Kota Bima melalui Olahraga

Pengusaha muda Iman Suryo Wibowo, mendirikan klub futsal, dipersiapkan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 untuk angkat marwah daerahnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Iman Suryo Wibowo, salah satu pengusaha muda Kota Bima yang sukses, yang berupaya mengangkat marwah daerahnya.

Kini Iman terjun langsung membina olahraga dengan mendirikan klub futsal dan memimpin Asosiasi Futsal Kota Bima. 

Buat Iman, olahraga adalah jalan mempersatukan warga sekaligus merupakan kiat terbaik menggerakkan ekonomi daerah.

BACA JUGA: Peserta Rally NTB Gemilang Disambut Meriah

Imam Sury0 Wibowo; melalui olahraga angkat marwah daerah
Imam Suryo Wibowo (kanan)

“Masyarakat Bima ini gila bola. Larinya oke. Mainnya oke. Jadi sangat gemar sepak bola,” kata Iman, dalam perbincangan, Minggu (12/02/23).

Iman kini sedang disibukkan mempersiapkan kontingen Futsal Kota Bima menuju laga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023. 

Ajang olahraga multievent paling bergengsi di NTB tersebut akan dibuka pada 18 Februari mendatang di Kota Mataram, di mana Kota Bima memasang target tinggi pada Cabor Futsal. Kota Bima ingin meraih medali emas.

Iman pun memantau langsung secara intensif latihan yang dilakukan tim. 

“Dalam sepekan, latihan dilakukan selama enam hari. Dalam sehari, latihan digelar selama empat jam.Ada latihan sesi pagi dan sesi latihan malam. Masing-masing sesi dua jam,” kata Iman.

Owner PT Ulet Jaya, sebuah holding company yang membawahi lebih dari 20 unit bisnis di Kota Bima ini mengemukakan, latihan untuk mengasah teknik dan taktik. 

Untuk menjaga fisik pemain, pihaknya sengaja tidak melakukan pertandingan melawan tim atau klub lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pemain yang cedera.

BACA JUGA: Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Berbasis Aplikasi di NTB

“Kami juga latihan di pantai. Kami benar-benar fokus pada target untuk meraih medali emas,” kata Iman.

Pengusaha muda kelahiran 1986 ini dikenal warga Kota Bima sebagai penggemar berat sepak bola. Kini ia banyak mencurahkan tenaganya klub futsal miliknya yang masyhur di Kota Bima. Klub futsal binaannya malang melintang dalam kompetisi futsal di Bumi Gora.

Secara khusus, Iman juga membangun dua lapangan futsal di Kota Bima yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk semua itu. 

Menurutnya, pengembangan olahraga butuh pengorbanan besar, termasuk dari sisi finansial. Namun ia meyakini, tak ada investasi pemberdayaan masyarakat yang hasilnya sia-sia.

Ia bangga, seorang pemain futsal Kota Bima turut mengharumkan nama NTB di ajang PON XX Papua yang dihelat pada Oktober 2021. Pada ajang tersebut, Tim Futsal NTB meraih medali perunggu.

Di luar itu, ia juga memberi perhatian pada pembinaan sepak bola usia dini di kotanya. Dalam waktu dekat, Iman akan mendirikan akademi futsal.

Akademi yang akan dibesutnya merupakan franchise dari Akademi Futsal V8, sebuah akademi yang didirikan legenda fustal Indonesia, Vennard Hutabarat. 

BACA JUGA: Insan Pers Diajak Terus Kembangkan Kemampuan

Iman dan Vennard  memang berkawan karib.

 “Sebentar lagi insya Allah sudah penandatanganan MoU,” ungkap Iman.

Menurutnya, jika hanya menyandarkan pengembangan pada kompetisi, baik futsal maupun sepak bola di Kota Bima tak akan pernah berkembang. 

Dengan akademi ini, akan menjaring bakat-bakat sepak bola terbaik dari Kota Bima semenjak dini, lalu mengenalkan dan mendidik mereka dengan kultur sepak bola modern.

“Nanti anak-anak usia SD skillnya kita didik dan kita asah di akademi. Sehingga begitu menginjak usia SMP saja, mereka sudah jadi pemain yang bagus,” kata Iman.

Dengan hadirnya akademi dan kompetisi reguler yang profesional, bakat besar yang dimiliki anak-anak muda maka kelak Kota Bima akan menjadi salah satu daerah yang memasok pemain-pemain tim nasional. 

Sebuah kebanggaan dan marwah yang tak ternilai bagi seluruh masyarakat Kota Bima yang dijuluki “Kota Tepian Air” ini.

Iman meyakini, betapa olahraga adalah media perekat yang bisa mewujudkan kebersamaan.  Olahraga yang dikelola secara profesional pada akhirnya akan mampu menghadirkan kebanggaan dan prestasi bagi daerah. 

Pada akhirnya pula akan menghadirkan pula kebaikan bagi masyarakat, bagi pemerintah, dan bagi semua pihak.

“Olahraga memiliki nilai-nilai universal. Olahraga itu mempersatukan,” kata Iman.

Di sisi lain, olahraga juga menghadirkan kemanfaatan ekonomi yang besar bagi masyarakat dan daerah. 

Daya akomodasi olahraga sangat strategis karena bisa menggeliatkan dan mengakselerasi sektor lain dalam proses pembangunan daerah. Olahraga kata Iman, bisa menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi daerah.  

Paguyuban Bikers

Selain aktif membina pengembangan futsal, di Kota Bima, Iman juga aktif membina komunitas penggemar sepeda motor yang tergabung dalam klub-klub bikers. 

Saat ini, Iman menjadi Pembina Paguyuban Bikers Bima (PBB). Paguyuban tersebut secara resmi berdiri pada 25 September 2022.

“Paguyuban ini menaungi 17 klub di Kota Bima dan juga di Kabupaten Bima,” katanya.

Dokumen dan plakat peresmian paguyuban ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwista Kota Bima, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, dan Kasat Lantas Polres Bima Kota.

Paguyuban ini kata Iman, dihajatkan hadir untuk memberi kemanfaatan yang besar bagi masyarakat. 

Paguyuban ini aktif melakukan kegiatan sosial, menggalang dan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang tidak mampu.

Secara rutin, paguyuban ini bersama Polres Bima Kota dan Polres Bima, tiap dua bulan membagikan dua lusin helm berstandar nasional Indonesia kepada masyarakat. 

Pembagian helm SNI tersebut, sebagai bagian dari aksi nyata untuk terus mengajak masyarakat mengedepankan keselamatan berkendara. 

Dengan cara memperhatikan seluruh kelengkapan berlalu lintas sesuai standar nasional, dan memperhatikan dengan seksama rambu-rambu lalu lintas.

Iman menekankan, paguyuban ini memang dihajatkan bukan sebagai sarana menyalurkan hobi belaka. Namun, hadir untuk berkontribusi pada masyarakat dan mendongkrak pula pembangunan daerah. 

Dalam hal mengakselerasi pembangunan daerah, paguyuban ini secara rutin menggelar touring yang diikuti pula oleh berbagai komunitas motor. Touring tersebut dilakukan ke lokasi-lokasi wisata, yang akan menjadikan lokasi wisata terekspos sehingga akan menarik minat wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Selain itu, para bikers bersama komunitas lainnya biasanya suka berpetualang dan mencari suatu lokasi baru yang memiliki potensi wisata. 

Tentunya kata Iman, hal tersebut akan membantu pemerintah dan juga warga masyarakat sekitar lokasi dalam hal kepariwisataan dan perekonomian.

“Sembari menyalurkan hobi, kami juga ingin berkontribusi tiada henti bagi masyarakat dan juga kemajuan ekonomi daerah,” kata Iman. ****

 

 




Jangan Ubah Dunia (Kisah sakit kaki sang Raja)

Hanya menghindari terantuk batu tajam,  jangan melakukan tindakan yang tak semestinya

KISAH INSPIRASI

LombokJournal.com ~ Dahulu kala, ada seorang Raja yang memerintah negara yang makmur. Suatu hari, dia melakukan perjalanan ke beberapa daerah yang jauh dari kerajaannya. Ketika dia kembali ke istananya, dia mengeluh bahwa kakinya sangat sakit.

Karena ini merupakan pertama kalinya dia melakukan perjalanan yang begitu panjang. Dan jalan yang dia lalui sangat kasar dan berbatu. Dia kemudian memerintahkan rakyatnya untuk menutupi setiap jalan di seluruh negeri dengan kulit.

tentu membutuhkan ribuan kulit sapi, dan akan menghabiskan banyak uang. Kemudian salah satu hambanya yang bijaksana berani mengatakan kepada Raja.

“Mengapa Paduka harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak perlu itu? Mengapa Paduka tidak memotong sepotong kecil kulit untuk menutupi kaki Paduka?” 

Raja terkejut. Tapi kemudian menyetujui sarannya, untuk membuat “sepatu” untuk dirinya sendiri.

 Pelajaran dalam cerita ini: 

Untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang membahagiakan untuk kita tinggali, lebih baik kita mengubah diri sendiri dan hati kita, dan bukan justru berupaya mengubah dunia ***

BACA JUGA:

JoUrnaliana

 




Peserta Rally Sepeda NTB Gemilang Disambut Meriah

Pemprov NTB menyampaikan apresiasi pada semua peserta rally sepeda NTB Gemilang yang juga mempromosikan pariwisata

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menyambut dengan meriah kedatangan peserta Rally  sepeda atau road bike NTB Gemilang di Kantor Gubernur NTB, Minggu (12/02/23). 

BACA JUGA: Mars NTB Gemilang Kawal Rally Sepeda Bima-Mataram 

Peserta rally sepeda NTB Gemilang semua tiba mencapai finish

Sebanyak 80 peserta road bike itu telah menempuh jarak 450 kilometer selama dua hari, yang dimulai dari kantor Walikota Bima pada hari Sabtu, tanggal 11 Februari 2023 kemarin. 

Puluhan Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB turut hadir menyambut kedatangan peserta Rally sepeda NTB Gemilang .

Selama perjalanan peserta rally dikawal Dinas Kominfotik dengan iringan Mars NTB Gemilang, dan estafet Mobil Patroli Polres kabupaten kota Se-NTB, dan tiba di Kantor Gubernur pukul 17:00 WITA. 

Mewakili Gubernur, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB, Tri Budiprayitno mengakui bangga atas semangat seluruh peserta dalam mengikuti Rally sepeda dengan jarak yang sangat jauh. 

“Event ini ini juga sebagai ajang untuk terus mempromosikan pariwisata NTB sembari berolahraga. Atas pemerintah Provinsi NTB kami berterima kasih kepada seluruh peserta yang ikut berpartisipasi dalam event olahraga sepeda dari ujung timur hingga barat NTB,” ungkapnya.

Ketua Panitia Rally Sepeda NTB Gemilang, Abdul Aziz mengungkapkan, semua peserta sangat antusias menjajal jalan yang cukup menantang. 

BACA JUGA: Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Berbasis Aplikasi di NTB

“Alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar. Semua peserta dapat mengikuti hingga hingga finis di Kantor Gubernur,” katanya. 

Seluruh peserta menerima medali dari Pemerintah Provinsi NTB yang dikalungi  oleh masing-masing kepala OPD yang hadir.***

 

 




Transformasi Digital untuk Peningkatan Pelayanan Publik 

Kadiskominfotik NTB, Najamuddin Amy mengatakan transformasi melalui digitalisasi urgen untuk pelayanan publik maup[un perekonomian

MATARAM.LombokJournal.com ~ Transformasi digital baik di sektor pelayanan publik maupun sektor ekonomi menjadi penting bagi Pemprov NTB. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Najamudn Amy saat menjadi narasumber di Seminar Digital dengan tema Transformasi Pelayanan Publik melalui Digitalisasi Pemerintahan dan Sektor Keuangan, yang diselenggarakan oleh AMSI NTB di Fave Hotel, Sabtu (11/02/23).

BACA JUGA: Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Berbasis Aplikasi di NTB 

“Karena transformasi digital ini menjadi urgent atau penting bagi peningkatan pelayanan publik hingga perekonomian di daerah,” ujar Najamuddin.

Dijelaskan, upaya Pemprov NTB dalam hal digitalisasi telah banyak dilakukan. Terbukti dari aplikasi yang telah dikelola langsung/lokal oleh Pemprov NTB mencapai 62 aplikasi.

“Kami baru ini mendapat peringkat peringkat 8 secara nasional dalam indeks SPBE dan meraih kembali predikat Provinsu Terinovatif,” jelasnya.

Selain itu dari sektor ekonomi, mantan Kasat Pol PP NTB itu juga menjelaskan peran JPS Gemilang hingga hadirnya NTB Mall dapat meningkatkan jumlah UMKM hingga meningkatkan perekonomian di NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Bisa Wujudkan The Gateway to Global Market

“Alhamudillah dari data BPS terbukti Pertumbuhan ekonomi di NTB positif mencapai angka 7,04 persen,” ungkapnya ***

 

 




Peringatan Isra’ Mi’raj di YPP Sa’adatul Istiqomah NWDI Sambelia 

Menghadiri peringatan Isra’ Miraj’, Ummi Rohmi masih sempat ingatkan jaga gizi seimbang

LOTIM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Peringatan Hari Besar Islam Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW dan Haul Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Sa’adatul Istiqomah NWDI Beburung Desa Madayain Kecamatan Sambelia Lombok Timur, Sabtu (11/02/23).

dI acara peringatan Israj Miraj Ummi Rohmi ingatkan pentingnya makanan seimbang

Dalam kesempatan tersebut Wagub Ummi Rohmi menjelaskan pentingnya kesehatan untuk pendidikan yang lebih baik. 

Kepada para hadirin yang merupakan para santri, pengajar, masyarakat umum, dan wali santri, Ummi Rohmi meminta untuk menjaga anak dari kemungkinan terkena stunting. 

“Sekolah tinggi terus setinggi tingginya maka kita harus menjaga kesehatan,” tutur Ummi Rohmi. 

Ummi Rohmi meminta, kepada khususnya para orangtua untuk memperhatikan gizi seimbang kepada anak-anaknya. 

Terutama pemberian asupan protein hewani seperti telur, ayam, daging, serta berbagai jenis ikan yang mudah ditemui didi pasaran. 

BACA JUGA: Pentingnya Protein Hewani untuk Mencegah Stunting

Di akhir sambutannya, Ummi Rohmi berharap kesehatan dan keselamatan dapat menyertai para hadirin sehingga dapat beribadah dengan sebaik-baiknya.***

 

 




Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Berbasis Aplikasi di NTB

Dengan adanya inovasi pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis aplikasi, pendapatan daerah meningkat karena obyek pajak akan optimal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Aplikasi e-Samsat Delivery untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis aplikasi, diresmikan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB di Epicentrum Mal, Mataram, Sabtu (11/02/23).

Inovasi e-Samsat dan Samsat Delivery akan menaikkan pendapatan, sehingga menaikkan pertumbuhan ekonomi. 

Hal itu dikatakan Asisten III, H Wirawan Ahmad, dalam peluncuran inovasi pembayaran pajak kendaraan bermotor itu. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Bisa Wujudkan The Gateway to Global Market

Wirawan Ahmad mengatakan, pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis aplikasi menaikkan pendapatan daerah
H Wirawan Ahmad

“Wujud inovasi adalah perbaikan proses untuk peningkatan kualitas. Pendapatan meningkat karena objek pajak makin optimal. Sehingga belanja pemerintah optimal, pertumbuhan ekonomi meningkat,” ujar Wirawan mewakili Gubernur NTB. 

Inovasi yang dilakukan oleh Bappenda NTB ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan.

Kepala Bappenda NTB, Eva Dewiyani mengatakan, aplikasi pembayaran pajak itu yang diresmikan itu merupakan yang pertama se Indonesia

“Aplikasi pertama oleh Bappenda NTB se-Indonesia,” ucap 

Dengan skema pembayaran yang dilakukan secara nontunai menggunakan aplikasi Qris Bank Indonesia. Masyarakat dijamin membayar pajak kendaraan sesuai dengan tagihan yang diberikan.

Selain itu, di aplikasi e-Samsat, masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan tidak perlu repot datang ke lokasi Samsat. Karena petugas akan datang secara langsung ke lokasi pembayar pajak, untuk mengantarkan STNK yang telah dibayarkan pajaknya. 

Sebanyak 20 orang petugas telah disiapkan Bappenda yang tersebar di sepuluh kota /kabupaten se NTB.

“Bisa membayar kapan pun dan di mana pun tanpa harus datang ke Samsat. Menghemat waktu, tenaga dan biaya,” tandas Eva.

Namun aplikasi e-Samsat masih mengurus pajak tahunan STNK saja. 

BACA JUGA: Event Budaya Bau Nyale Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Sedangkan untuk pajak 5 tahunan BPKB, harus mengurus secara manual di Samsat masing-masing kabupaten/kota Provinsi NTB. ***