Rannya Agustyra Kristiono, Inspirasi Milenial Bumi Gora

Putri semata wayang, H.  Bambang Kristiono (Almarhum),  Rannya Agustyra Kristiono, menjadi harapan dan inspirasi 2,1 juta milenial NTB

MATARAM,LombokJournal.com ~ Rannya Agustyra Kristiono siap meneruskan kiprah ayahnya, H Bambang Kristiono (Almarhum), berkhidmat melayani masyarakat NTB khususnya Pulau Lombok.

Mewarisi visi politik sang ayah, Rannya menghadirkan harapan dan inspirasi baru bagi warga Pulau Lombok

BACA JUGA: 101 pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika

Rannya Agustyra Kristiono punya komitmen berkhidmat untuk mesyarakat Bumi Gora
Rannya Agustyra Kristiono

Rannya adalah generasi milenial tapi visi, komitmen, dan kualitasnya, bisa mewujudkan harapan di usianya yang masih muda. Pada Rannya, 2,1 juta generasi milenial Bumi Gora, layak menambatkan harapan di masa yang akan datang. 

Tekad Rannya, dara cantik jebolan Brunnel University London, Inggri ini, mengaku akan mewakafkan dirinya untuk melayani masyarakat NTB.

”Bismillah. Saya mewakafkan diri untuk ikut menjadi bagian di Pileg DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok. Ini bentuk dedikasi saya kepada perjuangan yang telah dilakukan Ayah saya, kepada masyarakat Pulau Lombok,” ucap Rannya, Jumat (11/08/23).

Dibimbing dan dididik disiplin ayahnya, membuat Rannya menjadi pribadi yang matang dan kuat. Ia mewarisi visi politik ayahnya yang merupakan salah satu tokoh sentral di DPP Partai Gerindra. 

BACA JUGA: Bang Zul Resmikan Kawasan Literasi di Mataram

Tak mengherankan Rannya tumbuh menjadi politisi milenial dengan visi segar dan komitmen besar untuk melayani masyarakat.

”Apa yang telah dimulai dan dilakukan oleh Ayah saya, tidak boleh berhenti karena alasan apa pun,” katanya.

Rannya hadir mewakili perspektif berbeda dan lebih inklusif dalam dunia perpolitikan Bumi Gora. Sebagai generasi milenial yang tumbuh dalam era teknologi dan informasi, Rannya adalah potret figur muda yang lebih terbuka terhadap perbedaan. 

Ia progresif dalam pandangan sosial, hal yang amat dibutuhkan untuk membawa kemajuan bagi masyarakat yang lebih inklusif dan adil di Bumi Gora.

Rannya memang ingin berbuat lebih bagi kepentingan generasi milenial di Pulau Seribu Masjid. Seiring bonus demografi yang kini melanda Indonesia, jumlah generasi milenial di NTB yang dominan. 

Berdasarkan data KPU NTB, dalam Pemilu tahun 2024 nanti, jumlah pemilih yang masuk kategori generasi milenial akan mencapai 2,1 juta. Dan itu setara dengan 54 persen total pemilih di NTB. 

Banyak pihak meyakini, keberadaan para generasi milenial yang dominan ini, mampu memengaruhi hasil pemilihan dan keputusan politik dengan cara yang signifikan.

Sebagai generasi milenial, Rannya akan melakukan yang terbaik. Dan tahu apa yang dibutuhkan oleh mereka. 

Rannya juga tahu bagaimana memperjuangkan dan mewujudkannya manakala menerima amanah dari mereka untuk duduk sebagai wakil rakyat di Gedung DPR kelak. 

Aktif mendampingi dan mengorkestrasi banyak kegiatan bersama ayahanya, Rannya tumbuh menjadi figur yang terbiasa menemukan solusi kreatif banyak masalah yang dihadapi masyarakat.

Rannya menegaskan, dirinya memahami sepenuhnya, generasi milenial memberi perhatian besar terhadap pekerjaan dan kesempatan Kerja. Karena itu, ia menjadi bagian dalam Pileg 2024 untuk mendapatkan kursi di DPR RI dari Pulau Lombok lewat Partai Gerindra. Dan bisa membuka peluang kerja dan mengurangi tingkat pengangguran di kalangan pemuda dan milenial.

”Dalam konteks ini, mendorong investasi dalam sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi menjadi salah satu prioritas,” ucap Rannya.

Di sisi lain, Rannya juga mengetahui jika generasi milenial juga butuh dengan perumahan yang terjangkau. Untuk mengatasi masalah perumahan yang mahal dan tidak terjangkau bagi pemuda dan milenial, Rannya ingin hadir untuk mendorong program perumahan yang terjangkau tersebut dan kebijakan peningkatan akses kepemilikan rumah.

BACA JUGA: Bawaslu Duga Ada Oknum Pejabat Pemprov NTB Tak Netral

Dalam akses internet dan teknologi, ia akan berupaya meningkatkan akses ke internet dan teknologi di daerah pedesaan dan kota. 

Mengurangi kesenjangan digital dan memfasilitasi partisipasi aktif dalam masyarakat generasi muda berbasis digital, adalah concern Rannya.

Melalui lembaga filantropi HBK PEDULI yang dipimpinnya, Rannya membantu perangkat layanan internet gratis bagi masyarakat di pedesaan. 

Perangkat jaringan internet tersebut pun telah menjadi ujung tombak bagi keberlangsungan pembelajaran jarak jauh bagi para siswa sekolah semasa Pandemi Covid-19 mewabah.

Pemberdayaan perempuan

Sebagai politisi perempuan, Rannya punya concern pada pemberdayaan perempuan. Ia mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui kebijakan dan program yang mendukung perempuan di berbagai bidang.

”Termasuk dalam bidang politik, pendidikan, dan ekonomi dan budaya” tandasnya.

Jangan heran jika Rannya selalu hadir dalam berbagai upaya menyelesaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masyarakat di Pulau Lombok.

Ia ingin menunjukkan kepada generasi milenial, ia bisa berkontribusi memperkaya kepemimpinan dan representasi dalam dunia politik.

”Keterlibatan generasi yang beragam secara demografis dan pengalaman dalam politik, akan dapat menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan mewakili kepentingan seluruh masyarakat,” tandas Rannya.

Begitulah Rannya. Di usianya yang muda, berusaha melakukan yang terbaik menghadapi tantangan politik yang kompleks dan beradaptasi cepat dengan perubahan zaman. Rannya berada di garis depan untuk berkhidmat melayani masyarakat.

BACA JUGA: Bunda Niken Jadi Narasumber Modest Fashion Talk di Bali

”Semoga pengabdian ini berkenan dan diterima oleh saudara-saudara kami di Pulau Lombok,” imbuh Rannya.***

 

 




NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting

Wagub NTB mempersembahkan penghargaan dari BKKN Indonesia untuk seluruh pihak yang turut andil dalam gotong royong bhakti stunting

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih penghargaan atas Inovasi Gotong Royong Bhakti Stunting dari BKKBN Republik Indonesia.

BACA JUGA: Gotong Royong Bhakti Stunting di NTB Mengharukan

Wagub NTB menerima penghargaan atas inovasi gotong royong bhakti stunting
Kepala BKKBN dan Wagub NTB

Penghargaan  Gotong Royong Bhakti Stunting itu diberikan pada acara Forum Koordinasi Stunting dan Fasilitasi Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTB, di Hotel Prime Park, Kamis (10/08/23).  

Piagam penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting diserahkan langsung Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) dan diterima oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub mempersembahkan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah turut andil dalam gotong royong bhakti stunting. 

“Penghargaan (gotong royong bhakti stunting) ini untuk Kabupaten Kota, dan seluruh Kader Posyandu di NTB yang terus berjuang menurunkan angka stunting di NTB,” ucap Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB. 

Dengan penghargaan yang diraih, Ummi Rohmi berharap semangat NTB dalam mengentaskan angka stunting semakin membara. 

BACA JUGA: Bawaslu NTB Duga ada Pejabat Pempriv NTB Tak Netral

Melalui peningkatan kualitas Posyandu Keluarga yang ada di setiap dusun, data by name by adress yang valid, serta gerakan gotong royong bhakti stunting ini, angka stunting di NTB bisa terus menurun. 

Gerakan Gotong Royong Bakti Stunting sendiri adalah sebuah gerakan, mendorong seluruh OPD lingkup Pemprov NTB turun ke desa-desa dan memberikan edukasi serta bantuan telur kepada masyarakat. 

Tak hanya OPD lingkup Pemprov saja, OPD lingkup Kabupaten pun kini ikut membantu, bahkan hingga ke sekolah-sekolah ikut bergotong-royong memberikan edukasi serta bantuan berupa telur ayam kepada masyarakat. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengaku terharu dan terenyuh akan komitmen NTB dalam menuntaskan stunting. 

“Saya terenyuh dan terharu karena gerakan gotong royong stunting NTB ini luar biasa. Bahkan saya merinding waktu diberitahu anak SMP turut mengumpulkan telur,” jelasnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Peserta Rakornas KI Nikmati Eksotisme NTB

Selain Pemerintah Provinsi NTB, sejumlah Kabupaten/Kota juga mendapatkan penghargaan atas inovasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di masing-masing daerah di NTB. ***

 

 




Gotong Royong Bhakti Stunting di NTB Mengharukan

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengaku merinding, gerakan bhakti stunting yang mengajak siswa SMP ikut mengumpulkan telur

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pada saat menyerahkan penghargaan atas inovasi Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting di Provinsi NTB, Kepala BKKBN RI, Dr. (UC).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), mengaku terharu dan terenyuh.

BACA JUGA: NTB Raih Penghargaan Gotong Royong Bhakti Stunting  

Wagub NTB mengatakan, penghargaan bhakti stunting diberikan pada semua pihak yang ikut peduli gerakan gotong royong bhakti stunting
Wagub Hj Sitti Rohmi

Hasto Wardoyo mengungkapkannya saat memberikan penghargaan gerakan Gotong Royong Bakti Stunting di NTB pada acara Forum Koordinasi Stunting dan Fasilitasi Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTB, di Hotel Prime Park, Kamis (10/08/23).     

“Saya terenyuh dan terharu karena gerakan gotong royong bhakti stunting NTB ini luar biasa. Bahkan saya merinding waktu diberitahu anak SMP turut mengumpulkan telur,” jelasnya.  

Piagam penghargaan dari BKKBN RI tersebut diterima Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah. 

Wagub NTB mempersembahkan penghargaan kepada seluruh pihak yang turut andil dalam gotong royong bhakti stunting

“Penghargaan (gotong royong bhakti stunting) ini untuk Kabupaten Kota, dan seluruh Kader Posyandu di NTB yang terus berjuang menurunkan angka stunting di NTB,” ucap Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB. 

BACA JUGA: UMKM NTB Ramaikan Side Event Rakornas KI se Indonesia

Dengan penghargaan yang diraih, Ummi Rohmi berharap semangat NTB dalam mengentaskan angka stunting semakin membara. 

Melalui peningkatan kualitas Posyandu Keluarga yang ada di setiap dusun, data by name by adress yang valid, serta gerakan gotong royong bhakti stunting ini, angka stunting di NTB bisa terus menurun. 

Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting sendiri adalah sebuah gerakan yang mendorong seluruh OPD lingkup Pemprov NTB turun ke desa-desa dan memberikan edukasi serta bantuan telur kepada masyarakat.

Tak hanya OPD lingkup Pemprov saja, OPD lingkup Kabupaten pun kini ikut membantu, bahkan hingga ke sekolah-sekolah ikut bergotong-royong memberikan edukasi serta bantuan berupa telur ayam kepada masyarakat. 

BACA JUGA: Pengolahan Sampah RDF/SRF di Kebon Kongok, Beroperasi

Selain Pemerintah Provinsi NTB, sejumlah Kabupaten Kota juga mendapatkan penghargaan atas inovasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di masing-masing daerah di NTB. ***

 

 




Bawaslu Duga Ada Oknum Pejabat Pemprov NTB tak Netral

Bawaslu NTB menanggapi serius aduan masyarakat, akan klarifikasi oknum pejabat Pemprov NTB 

MATARAM.LombokJournal.com ~, Dugaan adanya pelanggaran ketidaknetralan oknum pejabat tinggi Pemprov NTB, yang mengarahkan dukungan untuk pasangan Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), mendapat perhatian serius Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB. 

BACA JUGA: DPRD Lobar Minta Dirut PT AMGM Segera Dicopot

Bawaslu akan menindaklanjuti pejabat yang tak netral
Umar Ahmad Seth

 Bawaslu akan menindaklanjuti laporan ketidaknetralan oknum pejabat Pemprov NTB itu.

Koordinator Devisi Penanganan Pelanggaran, Data Informasi Bawaslu NTB, Umar Ahmad Seth menegaskan, pihaknya sudah mengantongi bukti.

Bawaslu menduga, memang ada ketidak netralan pejabat Pemprov NTB yang mengarahkan dan  mengkampanyekan Zul-Rohmi untuk lanjut pada periode kedua di Pilgub 2024. 

Saat ini Bawaslu melakukan pendalaman atas pelaporan dari masyarakat itu. 

“Yang pasti, dari bukti yang kita peroleh, memang ada tindakan ketidak netralan dari salah satu pejabat teras Pemprov NTB itu,” tegas Umar kepada awak media, Rabu (09/08/23).

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Peserta Rakornas KI Menikmati Eksotisme NTB

Menurut Umar, dari bukti yang dikantongi pihaknya itu, Bawaslu sudah langsung bergerak dengan membentuk tim untuk melakukan kajian terkait pelanggaran oknum pejabat tersebut. 

Langkah yang dilakukan Bawaslu adalah bentuk pencegahan terjadinya pelanggaran netralitas ASN. 

“Yang perlu diingat untuk urusan Pemilu dan Pilkada sudah ada lembaga negara yg mengurusnya. Yakni, KPU dan Bawaslu. Di situ, ASN itu tugasnya harus  fokus saja pada tugas dan fungsi yang sudah diamanatkan oleh negara. Dan bukan terlibat dalam bentuk politik praktis apalagi menjadi tim sukses paslon,” ujar Umar. 

Ia memastikan, Bawaslu NTB akan melakukan pemanggilan pada oknum pejabat teras Pemprov tersebut untuk melakukan klarifikasi atas laporan masyarakat terkait sikap tidak netralnya tersebut. 

Terlebih, dalam aduan dan bukti yang diperoleh Bawaslu itu, sudah ada perilaku ASN yang tidak baik yang dilakukan oknum pejabat teras. Hingga membawa nama organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu untuk memberikan dukungan pada Zul-Rohmi untuk lanjut pada periode kedua di Pilgub 2024. 

“Insya Allah, besok kita akan panggil oknum pejabat teras Pemprov NTB itu. Nah, jika dari hasil klarifikasi kami, misalnya dia mengakui. Serta, ada pelanggaran, tentu kami akan langsung teruskan ke Komisi ASN,” kata Umar. 

BACA JUGA: UMKM NTB Ramaikan Side Event Rakornas KI se Indonesia

Diketahui, masa jabatan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah akan berakhir 19 September 2023. Nantinya, untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut hingga saat Pilgub NTB, pemerintah akan menunjuk Penjabat Gubernur.***

 

 

 




DPRD Lobar Minta Dirut PT AMGM Segera Dicopot

Salahi Regulasi, DPRD Lobar minta Dirut PT Air Minum Giri Menang diminta jelaskan soal pinjaman Rp 110 Miliar kepada Publik

LOBAR.LombokJournal.com ~  Pinjaman Rp 110 Miliar yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) PT Air Minum Giri Menang (AMGM), Lalu Ahmad Zaini membuat Wakil Rakyat di LOBAR berang.

Pasalnya, pinjaman itu tanpa pembahasan DPRD Lombok Barat. Anggota DPRD Lobar, H Ahmad Zaenuri berang, setelah tahu pinjaman sudah terealisasi bahkan telah digunakan untuk sejumlah pengerjaan fisik oleh oleh direksi BUMD milik Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat itu. 

BACA JUGA: PT AMGM Pinjam 110 miliar Tanpa Persetujuan DPRD

DPRD Lobar memasalahkan pinjaman PT AMGM yang ,menyalahi regulasi

“Kami ini di dewan tidak pernah sama sekali melakukan pembahasan tentang penjaman (hutang) tersebut, ” katanya, Selasa (08/08/23).

Zaenuri menegaskan, dewan tidak akan meributkan soal pinjaman itu sepanjang mengacu pada regulasi yang ada. 

Regulasi pinjaman ke pihak lain yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah maupun perusahaannya itu sudah sangat dia hafal.

Karena  Zaenuri tahun 2010 lalu pernah duduk sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lombok Barat.

BACA JUGA: Pengolahan Sampah RDF/SRF Kebon Kongok, Beroperasi

Saat itu, Pemda Lombok Barat untuk pertama kalinya melakukan pinjaman kepada Pemerintah Pusat dan menjadi daerah pertama yang meminjam di Indonesia.

“Saya tahu persis proses pinjaman ini. Jadi Zaini ini suruh belajar kepada saya,” tegasnya.

Dirut PT AMGM Harus Dicopot

Atas hal itu, Zaenuri menegaskan, DPRD Lombok Barat meminta Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid untuk segera mencopot Dirut PT AMGM Lalu Ahmad Zaini dari jabatannya sebagai Dirut PT AMGM.

Dia menilai, sikap yang dilakukan oleh PT AMGM ini sudah menyalahi aturan . Jelas-jelas di dalam Perpres 46 Tahun 2019, yang membahas perusahaan air, di dalam pasal 6 ayat 3 menyebut pinjaman harus persetujuan dewan. 

“Nanti masuk APH (aparat penegak hukum) bisa bermasalah Pak Bupati ini. Kalau tidak berarti dia (Bupati) melindungi orang bersalah,” jelasnya.

“Kalau Pak Bupati segera mencopot. Nah selamat dia nanti,” sambungnya..

Sebelumnya, Komisi II DPRD Kota Mataram juga sempat melakukan rapat kerja dengan Direksi PT AMGM, pada hari Selasa, 18 Juli lalu. 

Rapat tersebut dikhususkan untuk membahas dan meluruskan tentang gonjang-ganjing soal isu dana pinjaman yang dilakukan oleh PT AMGM kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 110 miliar.

BACA JUGA: UMKM NTB Ramaikan Side Event Rakornas KI se Indonesia

Dalam rapat tersebut, Dirut PT AMGM mengakui bahwa pinjaman tersebut telah direalisasikan dan sudah digunakan.

“Mengenai pertemuan Komisi II dengan Dirut PDAM itu saya tidak tau persis, tetapi saya mendapatkan informasi dari Komisi II bahwa terkait dengan pinjaman itu sudah terealisasi,” kata Wakil Ketua I DPRD Kota Mataram Abd. Rachman.

Ia menyebutkan bahwa, persoalan dana pinjaman yang telah direalisasikan itu saat ini menjadi atensi Komisi II.

Rachman pun heran atas pinjaman tersebut. Hal itu dikarenakan tidak pernah ada surat yang masuk dari PT AMGM untuk membahas soal hutang ini di DPRD Kota Mataram

Terpisah, Dirut PT AMGM Lalu Ahmad Zaini yang dikonfirmasi media soal pinjaman yang dilakukannya itu belum merespon, kendati ditelepon berkali-kali. ***

 

 




Gubernur NTB Ajak Peserta Rakornas KI Nikmati Eksotisme NTB

Para peserta rakornas Komisi Informasi se Indonesia disarankan Gubernur NTB untuk jalan-jalan ke Rinjani, Sembalun atau Gili Trawangan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah hadiri pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Informasi se Indonesia yang bertajuk “Keterbukaan Informasi Publik Untuk Demokrasi, Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan Nasional” yang berlangsung tanggal 6 – 9 Agustus 2023.

BACA JUGA: UMKM NTB Ramaikan Side Event Rakornas KI se Indonesia 

Gubernur NTB ajak peserta rakornas nikmati eksotisme NTB
Pembukaan Rakornas KI

Gubernur NTB mengajak seluruh peserta Rakornas Komisi Informasi se Indonesia untuk dapat menikmati eksotisme yang ada di Provinsi NTB, terdapat dua pulau yaitu pulau Lombok dan Sumbawa. 

“Rakornas di Pulau Lombok, semoga mampu menggerakkan anda untuk semua jalan-jalan ke Rinjani, Sembalun, Gili Trawangan dan tempat indah lainnya,” ungkap Gubernur NTB. 

BACA JUGA: Pengolahan Sampah RDF/SRF kEBON Kongok, Beroperasi

Menurut Gubernur NTB, jika sebuah diskusi apabila dilakukan di outdoor atau di alam terbuka maka akan menemukan banyak persaudaraan dan mampu menyelesaikan suatu masalah dengan nyaman.

BACA JUGA: Nilai Utama Olahraga adalah Persahabatan

“Karena saya yakin ketimbang berdebat dalam ruangan, maka anda akan menemukan banyak persaudaraan dan terlatih menyelesaikan masalah secara bersama – sama dalam keadaan rileks,” ungkap Gubernur NTB. ***

 

 




UMKM NTB Ramaikan Side Event Rakornas KI Se-Indonesia

Komisi Informasi se Indonesia yang menjadikan NTB sebagai tempat penyelenggaraan Rakornas, memberi angin segar bagi pelaku UMKM

MATARAM.LombokJournal.com ~ Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB menjadi side event dan  melengkapi gelaran Agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ke – 14 Komisi Informasi Se – Indonesia berlangsung di Lombok Raya Hotel, Senin (07/08/23).

BACA JUGA: Pengolahan Sampah RDF/SRF di Kebon Kongok, Beroperasi

Penyelenggaraan RAKORNAS KI se Indonesia buka kesempatan bagi UMKM NTB
Salah satu pengunjung UMKM NTB

Sebanyak 12 UMKM yang terlibat dengan menghadirkan berbagai produk unggulan, seperti produk makanan (keripik, ayam Taliwang, sate pusat, madu dan lain sebagainya), fashion (baju, tas) dan berbagai kreasi mutiara. 

Kehadiran para UMKM menjadi bentuk memperkuat sektor bagi pelaku UMKM, memperkenalkan berbagai produk unggulan di NTB dan sebagai bentuk bela dan beli produk lokal. 

Ni Made Febrie Arisandi AK.,SE., ST., MM. selaku pendamping UMKM dari UPT Balai Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BP3UD) Dinas Perdagangan, menjelaskan, terpilihnya NTB sebagai tuan rumah Rakornas tentu sebagai angin segar bagi para UMKM.

“Nampaknya event ini cukup membuka peluang yang baik bagi pelaku usaha (UMKM) karena akan beri efek yang baik sebagai penunjang supaya produk-produk unggulan NTB bisa di kenal dan juga di bawa pulang sebagai oleh-oleh bagi peserta rakornas,” tuturnya.

BACA JUGA: Rakor Progres Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Kualitas produk unggulan yang tampilkan pada event Rakornas ini cukup memantik seluruh rangkaian kegiatan ini ditandai banyak pengunjung yang melihat dan juga membeli produk yang digelar. 

Di satu sisi, Melilizar selaku owner dari Otilia Pear merupakan anggota dari Organisasi Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) mengaku, hadirnya Rakornas semakin memperluas jaringan UMKM ke seluruh Indonesia.

“Kita berharap efek dari kegiatan ini bisa ada masukan untuk kita produk kita laku dan bisa dibawa ke luar dari NTB dan memperkenalkan bahwa Lombok memliki mutiara yang bagus dan beragam,” ujarnya.

Salah satu peserta Rakornas, Meliana dari Sulawesi Tengah menyampaikan, produk- produk yang hadir sangat beragam, sehingga memperlihatkan bahwa NTB kaya akan produk unggulan yang dimiliki.

BACA JUGA: Hari Anak Nasional di NTB, Dimeriahkan 800 Peserta

“Produk nya bagus bisa memperlihatkan usaha-usahanya pada acara yang besar seperti ini agar produk ntb bisa dikenal secara luas karena kita hadir dari berbagai provinsi di indonesia”ungkapnya. ***

 

 




Pengolahan Sampah RDF/SRF di Kebon Kongok, Beroperasi

Pabrik pengolahan sampah RDF/SRF di Kebon Kongok merupakan wujud nyata industrialisasi persampahan

LOBAR.LombokJournal.com ~ Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) RDF/SRF dengan kapasitas 120 ton/hari di TPAR Kebon Kongok, Lombok Barat mulai beroperasi, Senin (07/08/23).

BACA JUGA: Rakornas Komisi Informasi Berlangsung di NTB

Wagub NTB usai meresmikan beroperasinya tempat pengolahan sampah di Kebon Kongok
Peresmian pengolahan sampah di Kebon Kongok

Beroperasinya pengolahan sampah itu diresmikan Wakil Gubernur NTB (Wagub), Hj. Siti Rohmi Djalilah. 

Ummi Rohmi sapaan Wagub mengungkapkan bangga, karena beroperasinya pengolahan sampah RDF/SRF ini wujud nyata industrialisasi persampahan di NTB.

“Akhirnya kita bisa mengoperasikan TPST RDF/SRF ini, dan ini baru langkah pertama dalam pengolaHan sampah yang terpadu,” ujar Wagub.

Menurutnya, keberadaan pengolahan sampah terpadu ini, maka sampah menggunung dapat diminimalisir. Dengan pengolahan sampah ini, sampah yang akan dibawa ke landflill tinggal residunya saja. Termasuk pemilahan sampah dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

BACA JUGA: Hari Anak Nasional di NTB, Dimeriahkan 800 Peserta

“Alhamdulillah sampah dari Kota Mataram yang selama ini hingga 300 ton sehari mulai berkurang dan saya mengapresiasi Kota Mataram dengan adanya MMC.(Mataram Maggot Centre), atau TPST Sandubaya bisa mengurangi sampah ke TPAR Kebon Kongok,” tambahmya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Julmansyah, S.Hut., M.A.P, mengatakan ada 3 metode yang digunakan dalam mengoperasikan TPST ini, yakni pertama pengolahan RDF/SRF ini akan menghasilkan pelet sampah yang akan menjadi co-firing untuk PLTU Jeranjang. 

Pada kesempatan tersebut juga ditanda tangani Perjanjian Kerjasama utk co-firing antara TPAR Kebon Kongok dengan anak perusahaan PLN agar pelet sampah sebanyak 1.000 ton uuntuk 6 bulan. 

Kedua, sampah organik dari pengolahan sampah RDF/SRF ini dalam bentuk kompos dengan metode Takakura. Ketiga, plastik daur ulang yang terpilah dari proses TPST ini akan dikerjasamakan dengan BUMDes yang siap.

Pabrik RDF/SRF ini dibangun oleh BPPW (Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah) NTB Kemen PUPR, yang dilengkapi dengan sarana prasarananya. 

Pihak TPAR Kebon Kongok sebagai operator dari pabrik ini. Dalam pengoperasian ini semua menggunakan EV (electrival vehical) atau kendaraan listrik. 

BACA JUGA: PT AMGM Pinjam 110 miliar Tanpa Persetujuan DPRD

Menurut Julmansyah ini wujud pemprov NTB mulai menerapkan pembangunan rendah karbon, karena dengan EV maka rendah emisi.

Selama 64 tahun NTB, baru sekarang memiliki atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang operasional dan layak. Wagub menekankan, “jangan sampai setelah peresmian tapi tidak berkelanjutan operasinya,” lanjutnya.

Pengoperasian TPST ini sebanyak 137 orang tenaga kerja yang berasal dari desa lingkar TPA. ***

 

 




Bunda Niken Jadi Narasumber Modest Fashion Talk di Bali 

Menurut Bunda Niken, Dekranasda NTB memberikan semangat kepada desainer kain tenun khas NTB 

BALI.LombokJournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah berharap NTB dapat pusat fashion dunia

BACA JUGA: Pengolahan Sampah RDF/SRF di Kebon Kongok, Beroperasi

Bunda Niken mengungkapkan keinginannya agar NTB jadi pusat busana mulim
Bunda Niken

Hal tersebut diungkapkan saat Bunda Niken menjadi salah satu narasumber pada Modest Fashion Talk Bali Fashion Trend 2023  di Discovery Mall, Denpasar Bali, Minggu (06/08/23).

“Cita-cita kami kedepan ingin NTB menjadi pusat Fashion Muslim Dunia,” ucap Bunda Niken.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken memaparkan, peran Dekranasda NTB dalam memberikan semangat kepada desainer kain tenun khas NTB yang memiliki khas dan corak tersendiri.

Bunda Niken mengabarkan, bulan Juli kemarin lalu NTB menyelenggarakan Lombok International Modest Fashion Festival (LIMOFF), untuk mengangkat Wastra NTB di kancah Internasional. 

Event tersebut, menurut Bunda Niken, dihadiri Lima desainer Internasional dan 100 desainer muda se-Indonesia, dengan omset hampir 1 Milyar. 

BACA JUGA: Wagub NTB  Hadiri Kongres X HIMMAH NWDI

“Dampaknya luar biasa, bagi masyarakat, terutama pengerajin kain tenun, desainer dan model. Bahkan impeknya lainnya juga begitu luar biasa, seperti tingkat okupansi Hotel di sekitar Senggigi, semuanya full,” tutur Bunda Niken. 

Hal ini merupakan salah satu strategi memotivasi dalam mencari talenta-talenta desainer muda di Indonesia, khususnya NTB. 

Selain dengan mengadakan kegiatan Fashion Show baik untuk remaja dan anak-anak yang menampilkan berbagai hasil karya, Dekranasda NTB juga memberikan pelatihan khusus inkubasi Fashion, bagi para desainer muda yang ingin meningkatkan kualitasnya.

Pemerintah memberikan sekolah selama 6 bulan bagi desainer muda, dan setelah itu diberikan bantuan oleh pemerintah untuk pengembangan usahanya. 

Hasil dari karya mereka juga diberikan kesempatan untuk tampil di tingkat nasional agar mereka lebih optimal dan selalu mengembangkan karya-karyanya. 

BACA JUGA: Bang Zul Buka Festival Qasidah NTB 2023

“Dekranasda NTB sangat mensuport wastra didesain sebagai busana muslim. Untuk melestarikan budaya sehingga anak-anak menjadi tahu dan paham tentang budaya daerah yang membuat mereka jadi bangga,” tutupnya. ***

 

 

 




Rakornas Komisi Informasi Berlangsung di NTB

39 Komisi Informasi se Indonesia akan selenggarakan Rakornas di Nusa Tenggara Barat yang diikuti 350 peserta

MATARAM.LombokJournal.com ~ Menteri Komunikasi informasi dan Statistik RI, Budi Arie Setiadi akan membuka Rapat Koordinasi NasIonal (Rakornas) Komisi Informasi se Indonesia yang dipusatkan di Mataram, Nusa Tengara Barat (NTB), Senin (07/08/23). 

Rakornas Komisi Informasi ini akan berlangsung tanggal 6-9 Agustus 2023 yang dihadiri 39 Komisi Informasi  se Indonesia dengan 350 peserta.

BACA JUGA: Hari Anak Nasional di NTB  Dimeriahkan 800 Peserta

Pesrta Rakornas Komisi Informasi disambut dengan Tarian Selamat Datang. Selain Sambutan Selamat Datang Komisi Informasi NTB dan Gubernur NTB serta Keynote Speech Wapres RI, serta sambutan dan pembukaan acara oleh Komisi Informasi Pusat.

Berbagai rangkaian kegiatan mewarnai Rakornas Komisi Informasi di Mataram, NTB itu dimulai hari Minggu (06/08/23) digelar Car Freeday yang diikuti Gubernur, Wagub NTB, Komisioner KI Pusat, Komisioner KI Provinsi se Indonesia.

Dalam Car Free Day diiringan Gendang Belek dan Drum Band, Fun Wark Keterbukaan Informasi Publik oleh seluruh OPD se NTB, para pelajar SMA/SMK sederajat se Kota Mataram, unsur masyarakat lainnya hiburan Gemilang Band Prov NTB dan lainnya. 

BACA JUGA: Rakor Progres Pendidikan Kecakapan Wirausaha 

Beberapa materi

Selanjutnya Governmental Session bersama Ketua Komisi 1 DPR RI, Meutya Viada Hafid dengan materi “Keterbukaan Informasi Publik untuk Demokrasi, Kesejahteraan Rakyat dan Pembangunan Nasional”. Menteri Kominfo dan Informatika RI (Budi Arie Setiadi, S.Sos, M.Si) : “Keterbukaan Informasi Publik dan Transformasi Digital”.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal RI Dr. (HC) Drs.A. Halim Iskandar, M.Pd akan menyampaikan “Keterbukaan Informasi Publik di Tingkat Desa”, Mendagri (Jendral (Purn) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, MA, Ph.d dengan materi  “Keterbukaan Informasi Publik Pemilu dan Penguatan Pemerintah Daerah”.

Menteri BUMN RI Dr. (HC) H Erick Thohir, BA, M.BA) dengan materi: “Keterbukaan Informasi Publik, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat”, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi RI (Abdullah Azwar anas) dengan materi: “Keterbukaan Informasi Publik dan Reformasi Birokrasi”. 

Ketua Badan Pengawas Pemilu RI (Hasyim Asy’ari, SH, M.Si, Phd) dengan materi:  “Peran Keterbukaan Informasi Publik dalam Pengawasan Pemilu Serentak 2024”. 

Pada Rakornas KI ini juga akan dibahas terkait maksud dan tujuan serta perubahan skema Rakornas oleh KI Pusat, Rapat Bidang dengan mengangkat isu-isu Aktual (Demokrasi dan Ekonomi), Tugas dan Fungsi KI, Penguatan PPID Pemprov NTB. 

Para peserta Rakornas Komisi Informasi se Indonesia akan dijamu Welcome Diner bersama Gubernur NTB di Pendopo. 

BACA JUGA: Pemilu 2024, Milenial dan Gen Z Punya Kemandirian Memilih

Pada Selasa tanggal 8 Agustus 2023 City Tour Gilis Tour yang sekaligus berkunjung ke beberapa destinasi wisata, dan  menginap selama tiga hari pelaksanaan dengan  rangkaian sejumlah agenda Rakornas.***