Jabatan Gubernur NTB dan Wagub NTB Berakhir 19 September 2023
Masa jabatan Gubernur NTB dan Wagub akan berakhir tanggal 19 September 2023, pemberhentian itu telah diusulkan DPRD NTB ke Presiden
MATARAM.LombokJournal.com ~ Masa jabatan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Hj Sitti Romli Jalillah akan berakhir pada tanggal 19 September 2023.
Hal itu diketahui dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTBdengan agenda Pengumuman Pemberhentian Gubernur NTB dan Wakil Gubernur Masa Jabatan 2018 – 2023 di Ruang Rapat DPRD NTB, Senin (14/08/23).
Terkait pengumuman itu, Gubernur NTB mengatakan hal ini biasa-biasa saja.
“Tidak ada jabatan selamanya, ada awal ada akhir dan disikapi biasa-biasa saja,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.
Terkait Penjabat Gubernur NTB dikatakan, yang pertama harus baik sama teman-teman wartawan, yang kedua jabatan ini tidak sakral-sakral.
“Semua orang bisa melakukannya, terlebih birokrasi seperti mesin yang sudah jalan sendiri,” kata Gubernur NTB.
Pengumuman pemberhentian itu dibacakan Wakil Ketua l DPRD, berdasarkan surat no 007/889/DPRD/2023, tentang pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masa jabatan tahun 2018-2023.
Mengingat pasal 79 ayat 1 UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dalam pengumuman itu disebutkan, masa jabatan H. Zulkieflimansyah dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah, masing-masing sebagai Gubernur NTB dan Wakil Gubernur masa jabatan tahun 2018-2023 berakhir tanggal 19 September 2023.
“Berdasarkan hal tersebut, DPRD mengusulkan pemberhentian H. Zulkieflimansyah dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah M. Pd, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur masa jabatan 2018-2023 kepada Presiden RI melalui Kemendagri,” ucap Wakil Ketua DPRD NTB.
Turut hadir dalam paripurna diantaranya Sekda, TNI Polri, dan Forkompimda NTB.
Peristiwa Persekusi Kader PDI Perjuangan di Sekotong
Terjadinya persekusi kader PDI Perjuangan di Sekotong, Rachmat Hidayat jadi ingat peristiwa tragis yang juga menimpa kadernya 37 silam di Lombok Timur
MATARAM.LombokJournal.com ~ Peristiwa persekusi yang menimpa kader PDI Perjuangan di Sekotong, Lombok Barat baru-baru ini, membuat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H Rachmat Hidayat mengenang kembali peristiwa tragis di Lombok Timur 37 tahun silam.
Saat itu terjadi peristiwa mengenaskan yang juga menimpa kaderPartai Demokrasi Indonesia (PDI) di Lombok Timur bernama Amaq Nurita pada tahun 1986. Terjadi peristiwa mengenaskan, Amaq Nurita ditembak di batang lehernya, hingga gigi dan lidahnya rontok.
Tubuhnya lalu dibuang di parit, namun Tuhan berkehendak lain, namun peristiwa tragis itu tak membuat Amaq Nurita kehilangan nyawanya. .
Rachmat Hidayat berharap, semua pihak menjadikan peristiwa tiga dekade silam itu sebagai pembelajaran, termasuk bagi aparat penegak hukum.
Amaq Nurita Ditahan Polisi
RACHMAT tak akan pernah lupa. Waktu itu, bulan Ramadan baru separo jalan. Dua hari menjelang peringatan Nuzulul Quran.
Usai santap sahur, Rachmat yang kala itu menjabat Ketua DPD PDI Lombok Timur kedatangan tamu. Enam orang jumlahnya. Mereka adalah tokoh masyarakat dan para tetua dari Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Jika bukan karena ada hal yang sangat mendesak, tak mungkin mereka bertamu pada dinihari begitu.
Rachmat tergopoh menyongsong para tetamu itu. Dengan takzim, dipersilakannya masuk. Dan benar. Tanpa banyak basa-basi, enam tokoh itu segera menyampaikan laporan.
”Kawule pelungguh ditangkap polisi dan dibawa ke Polsek Keruak,” kata Amaq Rasine, memulai laporan.
Rachmat menyebut, usia Amaq Rasine kala itu sudah 70 tahun, dan merupakan salah seorang tokoh yang sangat dihormati di Desa Beleka.
Hanya butuh sekejap, cerita dari enam tokoh dan tetua Desa Beleka itu pun tumpah.
Hari Minggu (13/08/23), Rachmat menuturkan cerita 37 tahun silam itu dengan detail. Yang dilaporkan ditangkap itu adalah warga Desa Beleka bernama Amaq Nurita. Pekerjaannya penggembala kerbau. Ia adalah kader PDI tulen.
Pada masa itu, kader-kader militanPDI, sebelum kini menjadi PDI Perjuangan, memang banyak bermukim di daerah-daerah seperti di Beleka, Janapria, Saba, Jagawana, yang secara administratif merupakan desa-desa di wilayah Lombok Tengah. Tapi, kata Rachmat, mereka memiliki KTA sebagai Anggota PDI Lombok Timur.
Ihwal penangkapan Amaq Nurita pun dituturkan Anggota Komisi VIII DPR RI ini dengan lengkap.
Semua bermula dari kegiatan Amaq Nurita menggembala puluhan kerbau di kawasan Gawah Sekaroh, wilayah yang kini merupakan ujung bagian selatan dari Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Kawasan hutan ini berada dekat pantai. Sekarang, beberapa di antara pantai itu sudah menjadi destinasi wisata dengan nama yang sangat kesohor.
Dulu, sebelum ada jalan aspal mulus seperti saat ini, gawah Sekaroh adalah tempat yang sangat terpencil. Karena itu, Amaq Nurita bisa menginap berhari-hari di sana untuk menggembala kerbau.
Biasanya pula, setelah waktu tertentu, dia akan berpindah menggiring kerbaunya ke lokasi lain yang memiliki rumput lebih hijau, dan akan menginap lagi di sana hingga beberapa hari.
Suatu malam, Amaq Nurita terjaga dari lelap. Kira-kira pukul tiga dini hari. Sebuah perahu besar merapat ke bibir pantai. Perahu itu sarat muatan ternak. Sapi-sapi dalam bobot besar. Entah dari mana. Entah pula terkait ternak apa.
Beberapa orang juga dilihatnya turun dari perahu menjejak pantai. Meski memerhatikan, Amaq Nurita memilih tidak berinteraksi dengan mereka. Dirinya hanya fokus dan awas pada kerbau-kerbaunya.
Dua hari setelah itu, Amaq Nurita ternyata ditangkap aparat kepolisian. Tak ada yang tahu bagaimana persisnya.
Keluarganya di Beleka, tiba-tiba saja mendapati kabar kalau Amaq Nurita ditangkap dan dibawa ke Polsek Keruak.
Hal yang kemudian membuat keluarga berembuk bersama para tokoh dan tetua di desa itu, dan mereka bersepakat melaporkan hal tersebut secara langsung kepada Rachmat Hidayat.
”Saya sampaikan kepada beliau-beliau waktu itu, kalau saya akan menindaklanjuti laporan itu begitu hari sudah terang,” kata Rachmat.
Para tetamu itu pun lega. Mereka lalu pamit. Saat matahari belum sepenggalan, Rachmat kemudian sudah memacu motor trail miliknya menuju Polsek Keruak.
Di sana, Rachmat yang kala itu sudah menjabat sebagai Anggota DPRD Lombok Timur bertemu dengan Sersan Subari yang dikenalnya sangat baik. Dari Sersan Subari, Rachmat mendapat kabar, Amaq Nurita sudah tidak di Polsek Keruak, tapi dibawa ke Polsek Sakra.
Rachmat balik badan. Kendaraan trailnya kembali dipacu menuju ke Polsek Sakra. Namun, di sana, dia juga tidak mendapatkan informasi yang detail.
Petugas kepolsian di polsek itu hanya menyampaikan, Amaq Nurita telah dibawa ke Polres Lombok Timur di Selong.
Atas informasi itu, Rachmat mulai sedikit lega. Selepas agenda kedinasan, dia bakal mengurus kembali hal tersebut.
Namun, malam harinya, tokoh dan tetua dari Beleka kembali datang ke rumahnya. Kali ini, mereka mengenakan pakaian adat lengkap. Mereka datang menyampaikan informasi yang membuat Rachmat terperanjat.
”Amaq Nurita ditembak,” kata tetamu itu.
”Siapa yang menembak?” tanya Rachmat.
Tetamu kompak menggeleng. Tak seorang pun dari mereka tahu para penembak. Yang jelas, tubuh Amaq Nurita ditemukan di parit. Lima belas kilometer dari Desa Beleka. Kondisinya bersimbah darah. Amaq Nurita ditembak di batang lehernya. Gigi dan lidahnya rontok.
”Tapi dia masih hidup,” kata tamu melanjutkan.
Dalam kondisi masih terperanjat, Rachmat berkemas. Dia memerintahkan langsung agar Amaq Nurite malam itu langsung dibawa ke Rumah Sakit di Kota Mataram. Kendaraan disiapkan. Rachmat menyebut, dirinya juga akan langsung berangkat ke Mataram dan menunggu di rumah sakit di ibu kota provinsi NTB itu.
Seiring waktu, sedikit-demi sedikit informasi kian semakin jelas. Diketahui, bahwa Amaq Nurita ditembak oknumpersonel kepolisian. Informasi itu dipastikan sendiri oleh Rachmat. Qadarullah, Rachmat yang tiba lebih dulu di Rumah Sakit Provinsi NTB di Mataram malam itu, bertemu dengan Anggota POM ABRI yang merupakan sahabatnya bernama Rawitah. Saat itu, Rawitah sedang menunggu keluarganya yang sedang rawat inap di rumah sakit. Mendapati Rachmat di sana, Rawitah menghampiri.
“Ada apa Dik…?” kata Rawitah yang langsung menyapa Rachmat.
Cerita tentang apa yang menimpa Amaq Nurita pun meluncur deras. Tak ada yang ditutup-tutupi. Tak ada pula yang dilebih-lebihkan. Persis seperti yang diketahui langsung Rachmat.
Mendapati cerita tersebut, Rawitah kemudian meminjam telepon rumah sakit. Dia menghubungi instansinya.
Tak berselang lama, satu truk personel POM ABRI datang ke rumah sakit. Sesuai perintah Rawitah, ruang perawatan yang akan ditempati Amaq Nurita harus disterilkan dan dijaga oleh personel POM ABRI secara ketat.
Tak lama kemudian, kendaraan yang membawa Amaq Nurita tiba dan langsung menjalani perawatan intensif di bagian gawat darurat. Dan selama proses perawatan tersebut, personel POM ABRI berjaga. Berkat kesigapan dokter, Amaq Nurite tertolong.
“Beliau juga masih hidup sampai hari ini,” kata Rachmat.
Malam itu, Rachmat turut bermalam di rumah sakit. Esok harinya, dia kemudian bergegas menemui Lalu Fatrhurrahman yang merupakan Ketua Fraksi PDI di DPRD NTB. Rachmat melaporkan apa yang telah terjadi. Menerima laporan tersebut, Fathurrhaman kemudian bergegas ke RSUD Mataram utuk memastikan langsung hal tersebut.
Meminjam telepon rumah sakit, Lalu Fathurrhaman kemudian menghubungi jajaran Muspida Pemprov NTB. Mulai dari Kepala Polisi Wilayah, dimana waktu itu, NTB masih berada di bawah wilayah hukum Polda Bali dan Nusa Tenggara. Komandan Korem juga ditelepon. Termasuk Gubernur NTB kala itu, H Gatot Suherman.
Hari itu juga, sejumlah anggota Polsek dan Polres di Lombok Timur diamankan oleh tim POM ABRI. Kasus ini pun diusut dan sampai persidangan di Mahkamah Militer di Surabaya. Mahkamah Militer menyatakan tiga orang terbukti bersalah. Yang pertama AKBP Djais, yang menjabat Kapolres Lombok Timur kala itu. Dihukum enam tahun penjara dan dipecat dari kepolisian.
Yang kedua, Lalu Lukman Ris, Kapolsek Keruak kala itu. Mendapat hukuman yang sama dengan Kapolres. Satu personel lagi yakni Mahdi, yang disebut dalam persidangan sebagai yang menembak Amaq Nurita. Divonis tiga tahun penjara dan dipecat dengan tidak hormat dari anggota kepolisian.
Dari ketiganya, hanya Lalu Lukman Ris yang saat ini masih hidup. Lalu Lukman sendiri masih memiliki hubungan keluarga dengan Rachmat.
“Lalu Lukman Ris sepupu saya. Ibunya adalah bibi saya,” kata Rachmat.
Ada Kemiripan
Rachmat menegaskan, dirinya mengungkap peristiwa 37 tahun silam tersebut ke publik, lantaran politisi lintas zaman Bumi Gora ini melihat ada kemiripan dengan tindakan persekusi terhadap kader PDI Perjuangan di Sekotong, Lombok Barat, yang dihakimi massa dan rumahnya dirusak, lantaran dituding melakukan tindakan rudapaksa terhadap anak kandungnya.
Hal yang belakangan tidak terbukti, dan kasusnya dihentikan oleh aparat kepolisian.
Rachmat menegaskan, semua orang harus bisa belajar terhadap apa yang terjadi pada kader PDI di Lombok Timur tiga dekade silam tersebut. Termasuk aparat penegak hukum.
”Jangan sampai kejadian 37 tahun lalu ini terulang lagi. Kejadian itu harus jadi pembelajaran agar jangan sampai ada yang begini,” ucapnya.
Sudah menjadi komitmen PDI Perjuangan untuk membela dengan teguh kadernya yang tidak bersalah. Kasus yang menimpa Amaq Nurita menjadi contoh. Bahkan, pembelaan itu dilakukan saat Indonesia masih dibawah pemerintahan Orde Baru yang dicatat sejarah sebagai pemerintahan yang represif dan tidak ramah pada lawan politik pemerintah.
”Apalagi zaman reformasi saat ini. PDI Perjuangan akan berada di garis depan, membela kadernya yang tidak bersalah,” kata Rachmat.
Karena itu, dia ingin kasus persekusi kader PDI Perjuangan di Sekotong diusut tuntas. Dibuka pula dengan terang benderang. Sebab, kata Rachmat, dirinya mendapat informasi yang disertai bukti foto, sebelum tindakan persekusi terhadap kader PDI Perjuangan, sempat ada rapat warga di rumah salah seorang tokoh di Sekotong. Dari bukti foto tersebut, kata Rachmat, terlihat Kapolsek Sekotong ada di sana.
”Begitu pula saat persekusi terjadi. Hingga perusakan rumah kader kami. Ada aparat kepolisian di lokasi. Namun, keberadaan mereka justru tidak signifikan bertindak untuk menghentikan tindakan persekusi tersebut. Ada bukti terkait ini dan bukti-bukti itu juga sudah kami serahkan ke Komisi III DPR RI,” tandas Rachmat.
Politisi kharismatik Bumi Gora ini menegaskan, dirinya dan PDI Perjuangan sangat mencintai kepolisian. Apalagi dirinya, terlahir dan besar dari keluarga polisi.
Hanya saja, Rachmat menegaskan, dirinya tak ingin ada oknum di kepolisian yang lalai atau justru melakukan pembiaran terhadap tindakan yang melawan hukum. Karena itu, dia ingin kasus persekusi di Sekotong diusut tuntas.
”Kalau memang benar ada kelalaian, atau ada yang terlibat, atau ada pembiaran, kita tahu bahwa itu adalah perbuatan oknum. Dan kalau benar ada oknum seperti ini terhadap kasus persekusi ini. Oooooo… nggak ada cerita!” tandas Rachmat.
Dalam hal ini, hukum kata Anggota DPR RI tiga periode ini, harus menjadi panglima. Tidak boleh pula ada kegaduhan baru. Apalagi kegaduhan akibat statement aparat penegak hukum yang prematur seperti yang telah terjadi sebelumnya.
Sekali lagi, tragedi yang menimpa Amaq Nurita harus menjadi contoh. Bagaimana penegakan hukum dilakukan tanpa ada kegaduhan.
Rachmat pun yakin seyakinnya, meski saat ini belum ada perkembangan signifikan, kasus persekusi kader PDI Perjuangan di Sekotong akan selesai dan ditangani hingga tuntas. Sebagai muslim yang taat, Rachmat menegaskan tentang pentingnya berlaku adil seperti dalam Ayat Suci Alquran, Surat al-Madidah Ayat 8.
”Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa,” kata Rachmat menyitir sebagian terjemahan Surat al-Maidah Ayat 8 tersebut.
Rachmat menegaskan, hukum Tuhan pasti akan berlaku. Cepat atau lambat.
”Saya memiliki keyakinan. Dan keyakinan saya itu seperti makna dalam Surat al-Maidah ayat delapan. Inilah modal kami menjaga harkat dan martabat partai. Menjaga harkat dan martabat hukum, harkat dan martabat negara, juga harkat dan martabat kemanusiaan dan pergaulan berkehidupan,” tandasnya ***
Lalu Hadrian Irfani Dorong Prioritaskan Anggaran Pendidikan
Nyaleg DPR RI dapil Pulau Lombok, ikhtiar H Lalu Hadrian Irfani majukan pendidikan untuk sejahterakan masyarakat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Hadrian Irfani memiliki perhatian yang tinggi terhadap dunia pendidikan.
Pria yang bakal naik kelas bertarung di pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok itu mengaku bakal mendorong agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diprioritaskan untuk sektor pendidikan.
“Pengalaman pribadi saya mengatakan bahwa saat ini terjadi tantangan yang luar biasa. Tetapi intinya, dasarnya justru ada di pendidikan,” ucap lelaki yang akrab disapa H Ari, Minggu (13/08/23) di Mataram
Ketua Komisi V DPRD NTB itu melihat, postur anggaran perlu memberikan ruang yang lebh luas terhadap dunia pendidikan.
Setidaknya, menurut H Ari, ada dua unsur penting yang harus dibiayai negara di bidang pendidikan, yaitu sarana dan kualitas pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Memang butuh kembali ditata berkenaan dengan postur – postur anggaran, salah satunya adalah berkenaan dengan anggaran pendidikan, di mana anggaran ini sangat besar tetapi kita juga harus lihat bagaimana postur anggaran tersebut melahirkan SDM berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.
Politisi yang dikenal ramah dan humble itu mengatakan, anggaran-anggaran harus diberikan kepada pendidikan terutama kepada lembaga yang masih dalam proses berkembang.
“Anggaran yang ada harus dibagi, terutama kepada lembaga pendidikan yang kemampuan anggarannya masih belum memadai,” katanya
H Lalu Hadrian Irfani mengupayakan agar separo anggaran yang dialokasikan kepada masing-masing kementerian dipotong separo, sebagai gantinya dialokasikan kepada perbaikan SDM dan pendidikan nasional.
Putra Asli Sasak itu menilai dengan cara itu maka Indonesia akan siap menyambut bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2030-2040. Artinya, pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif atau usia 15-64 tahun dibandingkan usia non produktif.
Pendidikan, kata H Lalu Hadrian Irfani meyakini, pendidikan merupakan ‘jalan tol’ untuk memajukan anak di setiap daerah. H Ari mengaku, PKB punya platform khusus yang menjadi ruang besar anak muda dalam mengaktualisasikan pendidikan.
Platform tersebut dikenal dengan istilah “PKB Institute“.
“Jadi Ketua Umum kami Muhaimin Iskandar atau Gus Imin memberikan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pendidikan, baik formal maupun non-formal,” bebernya.
Selain itu, dalam menghadapi era perkembangan teknologi dan disrupsi informasi, salah satu aspek pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah pendidikan karakter.
“Berpadunya dua variabel antara rendahnya literasi dan keberadaban digital dengan tingginya tingkat penetrasi internet inilah yang kemudian memicu lahirnya berbagai persoalan. Di sini pentingnya kehadiran institusi yang mengajarkan pendidikan akhlak,” terangnya.
Anggota DPRD NTB itu menilai pendidikan akhlak atau karakter penting di tengah tingginya penggunaan internet. Nilai-nilai ke-Indonesiaan harus tetap dikedepankan.
Menurutnya, gotong royong dan sopan santun mulai tergeser dengan gaya hidup hedonis, individualis, dan pragmatis.
“Tumbuhnya paham radikalisme sebagai konsekuensi dari pemaknaan sempit dan tidak kontekstual terhadap ajaran agama juga mulai merasuk pada generasi muda bangsa,” imbuhnya.
Selain pendidikan akhlak, wawasan kebangsaan juga perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa.
“Wawasan kebangsaan juga penting untuk menjaga hidup tetap harmonis dan rukun,” beber H Lalu Hadrian yang juga kelahiran Lombok itu.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa negara atau pemerintah harus hadir dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
Merujuk data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mencatat sekitar 2.500 anak jenjang pendidikan SMA/SMK dan sederajat putus sekolah atau drop out (DO). Angka itu sekira 0,015 persen dari total jumlah siswa.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2022, angkatan kerja di Provinsi NTB sebanyak 2,8 juta orang dengan jumlah (Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekitar 2,89 persen. TPT ini turun 0,3 persen dibandingkan Agustus 2021. Meski turun, terdapat penambahan angkatan kerja sebesar 59 ribu orang.
“Muara dari pendidikan yang berikan kepada anak bangsa harus mampu meningkatkan taraf hidup. Jika taraf hidup masyarakat meningkat, maka setengah persoalan yang ada di bangsa ini bisa kita katakan selesai,” bebernya.
Membumikan Pendidikan Sains dan Tehnologi
Dalam konteks NTB, Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk membumikan atau mengintensifkan pendidikan berbasis teknologi (teknologi tepat guna).
Hal itu dinilainya penting dalam rangka memberikan rangsangan bagi anak-anak muda NTB menjadi penemu atau inovator di bidang teknologi.
“Jadi kita dorong anak-anak NTB di bidang keilmuan masing-masing agar mampu bertransformasi dan mengaktualisasikan pikirannya menghasilkan buah karya baru di bidang teknologi. Tidak hanya sekadar menjadi pemakai teknologi yang sudah ada,” paparnya.
Menurutnya, anak-anak NTB tidak kekurangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, pemerintah daerah hanya perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitasnya.
“Perlu diperbanyak kompetisi, atau ajang lomba tentang sains-teknologi secara beekala agar di NTB muncul talenta-talenta muda yang kreatif dengan penemuan dan inovasi,” kata Lalu Hadrian.
Selain itu, ia berpendapat bahwa pemerintah daerah perlu memberikan insentif atau bantuan bagi anak-anak muda NTB yang bergerak di bidang sains dan teknologi guna menghasilkan penemuan yang out of the box.
“Pemerintah daerah juga perlu menyediakan insentif / bantuan untuk pengembangan penelitian berbasis sains dan teknologi. Ini penting agar intelektual-intelektual NTB memiliki kesetaraan dan kebanggaan dengan adanya perhatian lebih dari pemda untuk pengembangan kemajuan kapasitas intelektualnya,” Pungkasnya.***
Mentan Kagumi Pengembangan Sorgum di NTB
Sorgum merupakan tanaman tropis yang mudah dibudidayakan, diharapkan dapat menggantikan kebutuhan gandum
“Saya kagum NTB sudah sampai mengolah sorgum sampai tahap akhir dengan ragam produk makanan,” ujarnya di Tabeta Sorgum, Selagalas, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Sabtu (11/08/23).
Dikatakan Mentan, sebagai tanaman tropis yang mudah dibudidayakan, sorgum diharapkan dapat menggantikan kebutuhan gandum.
Irwan, pengelola dan pengusaha mengatakan, Tabeta Sorgum mengolah sorgum mulai tahap awal penyediaan bibit, pengembangan sampai pengolahan akhir. Mulai 2009 pihaknya mengembangkan sorgum di lahan 1.213 Ha milik petani se NTB.
Lebih jauh ia menguraikan, tanaman sorgum ini sangat bernilai ekonomis terlebih jika dikaitkan dengan ketahanan pangan pengganti bahan makanan pokok.***
Bunda Niken Launcing ‘Dapur Sehat Pita Putih’
Melaunching Dapur Sehat, Bunda Niken tekankan pentingnya membantu pemerintah untuk menurunkan angka stunting dengan mengubah pola pikir atau mindset masyarakat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua TP PKK Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan, membantu pemerintah menurunkan angka stunting sangatlah penting.
Hal itu dikatakan Bunda Niken yang sekaligus Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) NTB saat melauncing Dapur Sehat Pita Putih Indonesia, di Balai Nusantara lingkungan taman baru Kota Mataram pada, Sabtu (12/08/23).
Saat itu Bunda Niken didampingi Ketua PPI dan TP PKK Kota Mataram Umi Hj Waridah Mujiburahman,
Menurut Bunda Niken, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah seperti penyuluhan, pemberian telur, bahkan sampai dengan sekolah-sekolah melaksanakan gerakan bakti stuntingdengan melakukan gerakan pengumpulan telur untuk anak-anak stunting di NTB.
“Pentingnya kita membantu pemerintah, untuk sama-sama menurunkan angka stunting di NTB,” kata Bunda Niken.
Di tambahkan bunda Niken satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengurangi angka stunting di Nusa Tenggara Barat, mengubah persepsi atau mindset masyarakat.
Menurut Bunda Niken, jika pemerintah hanya memberikan bantuan tanpa merubah pola pikir masyarakat maka yang terjadi bantuan tersebut d konsumsi dengan cara yang tidak tepat. Dan yang dilakukan hari ini adalah upaya pencerdasan masyarakat dan membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh konsisten, berkesinambungan dan berkelanjutan.
“Yang kita lakukan hari ini adalah upaya pencerdasan masyarakat dalam mengubah pola pikir atau mindset masyarakat,” tegas Ketua PPI Bunda Niken.
Orang tua cerdas
Dalam waktu yang sama NTB Bunda Niken menjelaskan, yang dilakukan hari ini bentuk penguatan dan suport pada orang tua. Sekaligus pada kader yang hadir, agar ke depan menjadi orang tua yang cerdasdalam mengasuh anaknya.
“Pemerintah Provinsi telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk bergotong royong membantu masyarakat dengan demikian perhatian pemerintah akan tertuju kepada masyarakat,” kata Bunda Niken.
“Yang kita lakukan hari ini adalah bentuk pemerintah NTB menguatkan dan mensuport masyarakat,” katanya
Di akhir sambutannya Bunda Niken mengucapkan terima kasih kepada para donatur dari berbagai pihak yang telah mensukseskan agenda tersebut.
Di akhir Bunda Niken berharap dengan keberadaan pita putih Indonesia bisa membawa manfaat dan perubahan untuk Indonesia emas di tahun 2045.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan semoga dengan keberadaan Pita Putih Indonesia bisa membawa manfaat untuk Indonesia emas 2045,” ujar Bunda Niken.***
Bang Zul Berharap Taman dan Hutan Ramai dengan Kicauan Burung
Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul mengapresiasi penyelenggaraan lomba burung berkicau, agar masyarakat makin mencintai kelestarian alam
LOTIM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Bang Zul mengapresiasi penyelenggara Lomba Burung Berkicau dan besarnya minat peserta.
Hal itu disampaikan saat Bang Zul saat membuka acara Lomba Burung BerkicauNasional Piala Gubernur CUP 1 NTB di Lapangan Tugu Selong, Minggu (13/08/23).
Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan pecinta burung berkicau tersebut, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu mengatakan, memberikan apresiasinya atas bersarnya minat peserta lomba.
Menurut Bang Zul, dengan diselenggarakannya lomba burung berkicau ini, masyarakat bisa semakin mencintai binatang, khususnya burung-burung, sekaligus kelestarian alam.
“Kegiatan ini perlu kita apresiasi bersama, kita patut bersyukur, atas semua inisiatif penyelenggaraan kegiatan serta besarnya minat para peserta lomba,” jelas Bang Zul.
Bang Zul berharap, masyarakat diminta untuk tidak menembaki burung agar taman dan hutan di NTB penuh dengan kicauan burung yang Indah.
“Mudah-mudahan tak ada lagi yang menembak burung sehingga taman dan hutan kita penuh dengan kicauan burung yang begitu Indah,” harap Bang Zul.
Ada puluhan kategorijenis burung yang dilombakan dalam kompetisi ini, seperti Murai Batu, Anis Merah, Cucak Hijau, Kenari dan lainnya.
Selain uang pembinaan, para peserta akan memperebutkan banyak hadiah yang telah disiapkan oleh panitia. ***
Zul-Rohmi Tebar 500 Ribu Bibit Ikan di Danau Gunung Jae
Kegiatan tebar ikan di danau Gunung Jae dan tanam pohon yang dilakukan pasangan Zul-Rohmi bagian dari promosi destinasi wisata Gunung Jae
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul -Rohmi) kompak tebar benih ikan di destinasi wisata Gunung Jae Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu (12/08/23).
Tebar ikan di danau Gunung Jae
Kegiatan pasangan Zul-Rohmi ini diinisiasi Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTB dan didukung penuh Pemprov NTB dan stakeholder terkait.
Kegiatan Zul-Rohmi yang diramaikan kehadiran Kwarda Gerakan Pramuka NTB, didahului dengan diskusi atau berbincang dengan masyarakat Desa Sedau, hari Jumat malam tanggal 11 Agustus 2023.
Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Pokdarwis dalam kesempatan tersebut banyak yang bertanya dan memberikan masukan kepada pasangan Zul-Rohmi dan jajaran.
Usai kegiatan diskusi dengan masyarakat yang berlangsung semarak, Gubernur kemah bersama di destinasi wisata Gunung Jae.
Ini bagian promosi pariwisata yang dilakukan Pemprov NTB, sebab Gunung Jae memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk terus berkembang.
Pada Sabtu pagi, Gubernur, Wakil Gubernur, pimpinan Perangkat Daerah dan mitra terkait melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di kawasan destinasi setempat.
Ini bagian dari upaya pelestarian lingkungan dalam rangka pembangunan wisata berkelanjutan.
Gubernur Zul mengapresiasi kegiatan ini, apalagi jumlah bibit ikan yang ditebar sekitar 500 ribu ekor. Tebar bibit ikan di danau Gunung Jae, juga dilakukan di sejumlah bandungan besar di Lombok seperti bendungan Batujai, Pandanduri dan lainnya.
“Hari ini kita tebar setengah juta bibit ikan, mudahan satu saat akan bermanfaat bagi masyarakat. Acara ini luar biasa, apalagi banyak stakeholder yang hadir. Kita melihat spot yang bagus dan mudah-mudahan dengan penataan yang lebih baik ini akan menjadi destinasi unggulan kita kedepan,” kata Gubernur Zul saat melepas ikan.
Potensi perikanan
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, kegiatan yang dilakukan sekarang ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat.
“Pertama menebar ikan. Potensi perairan kita luar biasa. Ini menunjukkan bahwa banyak tempat-tempat untuk menebar ikan,” kata Umi Rohmi, sapaan Wagub.
Selanjutnya, kegiatan tebar bibit ikan ini adalah wujud bagaimana memperhatikan masalah lingkungan. Sehingga bibit ikan yang sudah ditebar harus dijaga dan dipelihara sampai nantinya bisa dinikmati.
“Kemudian kegiatan tanam pohon ini juga merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat dan tak hanya dinikmati short term saja namun manfaatnya dalam jangka waktu lima atau 10 tahun ke depan, sangat bermanfaat,” kata Wagub.
Menurutnya, ikan adalah sumber protein hewani. Jika dikaitkan dengan upaya menurunkan angka stunting, maka ikan adalah salah satu asupan protein yang sangat bermanfaat untuk menurunkan angka stunting di NTB.
“Oleh karena itu yok kita dorong semua potensi ini. Kita sudah diberikan banyak sekali nitmat oleh Allah SWT, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadi kegiatan ini bagus sekali dalam rangka meningkatkan konsumsi protein hewani,” ujar Umi Rohmi.
Ketua FWE NTB Ahmad Bulkaini mengapresiasi kehadiran Gubernur, Wakil Gubernur, pimpinan Perangkat Daerah dan stakeholder terkait dalam mensukseskan kegiatan tebar ikan dalam rangka HUT RI ke 78 tahun 2023 ini.
Ucapan terimakasih juga diberikan kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, OJK NTB, PT. Bank NTB Syariah, Hiswana Migas, Telkomsel, Bulog NTB, BPR NTB, BCA Group, BRI, Bursa Efek Indonesia, Astra Motor, Alfamart, BTPN Syariah.
“Terimakasih juga kami sampaikan kepada Bank Mandiri, Jamkrida NTB Bersaing, Kanwil Kenenag NTB, PLN Wilayah NTB, PT GNE, PTAM Giri Menang, IWAPI NTB, REI NTB, Pelindo, Ikatan Alumni Perikanan Universitas 45 Mataram, Pak Suryadi Jaya Purnama, Ibu Hj. Wartiah, Pak Nauvar Farinduan, Pak Lalu Hadrian Irfani, TGH Ibnu Kholil, H Kasdiyono dan Sekda Kota Mataram H Lalu Alwan Basri,” tutupnya.***
101 Pembalap dari 13 Negara Berlaga di Sirkuit Mandalika
Pertamina Mandalika International Circuit Lombok (Sirkuit Mandalika) pertama kalinya jadi tuan rumah Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC)
MANDALIKA.LombokJournal.com ~ Pertamina Mandalika International Circuit Lombok (Sirkuit Mandalika), menjadi tuan rumah balapan motor bergengsi, Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2023, digelar mulai 11 hingga 13 Agustus 2023.
101 pebalap dengan 35 team turun mengaspal di sirkuit Mandalika yang sebelumnya sukses menggelar balap internasional, seperti MotoGP dan World Superbike (WSBK).
Setelah sempat vakum beberapa tahun, ARRC kembali hadir di Indonesia, dan untuk pertama kalinya digelar di Sirkuit Mandalikadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kejuaraan ARRC round ke-4 di Sirkuit Mandalika itu diikuti para pembalap dari Malaysia, Philipina, Thailand, Jepang, Singapura, Indonesia, Hongkong, India, Vietnam, China, Taipe, Australia, German dan Yaman, resmi digelar mulai hari Jumat (11/08/23).
Semua tim yang mengaspal di Sirkuit Mandalikan ajang ARRC ini berasal dari Asia. Australia pernah menjadi salah satu seri/putaran ARRC dan sampai sekarang masih menjadi bagian dari ARRC. Sedangkan pebalap Jerman berlaga untuk tim dari Malaysia.
Empat kelas yang dipertandingkan adalah Asia Superbikes 1.000cc (ASB 1000), Supersports 600cc (SS600), Asia Production 250cc (AP250) dan Underbone 150cc (UB150). Indonesia sendiri menghadirkan 19 pebalap muda dan 11 pebalap wild card yang tergabung ke 15 racing team.
PT Mandalika Grand Prix Association Nusantara Jaya (MGPA), sebagai penyelenggara telah mempersiapkan event balap FIM Idemitsu Asia Road Racing Championship 2023 secara matang dan optimal.
Ini dilakukan untuk dapat memberikan yang terbaik bagi para spectactor, pembalap dan racing team.
“Seluruh pebalap yang telah tiba di Sirkuit Mandalika, siap untuk mengaspal, mulai dari mengikuti free practice pada hari Jumat (11/8), lalu dilanjutkan sesi balapan pada Sabtu dan Minggu (12-13/8),” kata Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association Nusantara Jaya (MGPA).
Free Practice
Hari Jumat (11/08) berlangsung sesi latihan bebas (free practice) sejak pagi hingga sore. Sesi latihan ini memberikan kesempatan bagi para pebalap untuk mengenali lintasan, menguji kinerja motor, dan memantapkan strategi dalam persiapan untuk sesi balapan utama pada Minggu (13/08).
101 pembalap menunjukkan antusiasme mereka dalam menjajal lintasan Sirkuit Mandalika yang menjadi lintasan terbaru dari seri balap ARRC. 13 sesi Free Practice berjalan dengan lancar dan aman.
Pembalap kelas UB150 dan TVS ASIA One Make Championship mendapatkan dua sesi latihan, sementara mereka yang berlaga di kelas AP250, SS600, dan ASB1000 mendapatkan tiga sesi latihan.
Pada sesi Practice I yang berlangsung pagi, untuk kelas UB150, AP250, SS600, TVS ASIA One Make Championship, dan ASB1000) serta Practice II untuk kelas AP250. Sementara sesi siang hingga sore terdiri dari Practice II untuk kelas SS600, ASB1000, UB150, TVS ASIA One Make Championship dan Practice III untuk kelas SS600 dan ASB1000. Selanjutnya sesi balapan Sabtu dan Minggu (12-13/08) akan berlangsung babak kualifikasi, kemudian race 1 dan race 2.
“Free practice yang berlangsung pagi hingga sore hari ini, kami harap dapat menjadi bekal yang akan membantu para pebalap tampil dengan performa terbaik saat babak kualifikasi dan balapan pada Sabtu-Minggu besok,” ungkap Priandhi Satria.
Pada hari Sabtu (12/8), ajang ARRC akan dimulai dengan sesi qualifying untuk kelas TVS ASIA One Make Championship, UB150, AP250, SS600, sebelum masuk ke sesi Superpole untuk top 15 riders UB150 dan sesi qualifying untuk kelas ASB1000.
Kemudian, selanjutnya pada sesi siang akan diisi dengan race 1 untuk semua kelas.
Menariknya, dalam even ini penyelenggara melibatkan cukup banyak tenaga kerja lokal untuk berkontribusi dan menjadi bagian dalam penyelenggaraan event ARRC 2023. Melibatkan 200 marshall yang semuanya merupakan warga Nusa Tenggara Barat. Dan 313 warga NTB lainnya, berpartisipasi sebagai volunteer di berbagai bidang seperti hospitality, ticketing, media center, general worker, security, cleaning service dan waste management.
“Ini upaya kami dalam menciptakan multiplier effect event ARRC 2023 bagi Masyarakat sekitar kawasan The Mandalika, dan kami harapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menambah rasa ikut memiliki masyarakat atas event ini,” kata Priandhi Satria.
Side Event
Tidak hanya menyiapkan event balap motor kelas dunia, pada penyelenggaraan event ARRC 2023 ini MGPA menggandeng Dyandra & Co. sebagai co-promotor, untuk menyiapkan side eventatau acara pendukung yang menarik dan berkelas untuk dinikmati pengunjung dan penonton ARRC.
“Side event berupa pameran otomotif, pertunjukan musik, test ride dan festival kuliner diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu berlokasi di belakang Grandstand A,” ungkap Michael Bayu A. Sumarijanto, Presiden Direktur PT Fasen Creative Quality.
Kejuaraan ARRC 2023 di Indonesia ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga otomotif dan industri pariwisata di Indonesia.
Untuk menyaksikan kejuaraan ARRC 2023 secara langsung di Pertamina Mandalika International Circuit, pembelian tiket dapat dilakukan melalui situs resmi ww.themandalikagp.com.
Tiket ARRC 2023 dibagi menjadi kategori Premium Grandstand A dan B dengan harga Rp100.000, dan Premiere Class Rp 2.500.000 yang berlaku untuk 3 hari (three day pass).
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk tidak melewatkan momen spektakuler ini. Mari saksikan pertarungan yang sangat kompetitif antar pembalap bertalenta dan dukung local heroes kita di kejuaraan ARRC 2023,” ungkap Priandhi. ***
Ummi Rohmi dan Bunda Niken Mengisi Workshop Bunda Literasi
Harapan Ummi Rohmi agar anak-anak yang sedang mengantri Posyandu di tiap dusun bisa sambil membaca
MATARAM,LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur, Ummi Rohmi mengatakan, perpustakaan yang layak ke depan diupayakan ada di setiap desa, bahkan di pojok baca diharapkan Ummi Rohmi di setiap Poyandu Keluargadi tiap dusun di se-Provinsi NTB.
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang biasa disapa Ummi Rohmi, saat bersama Bunda Literasi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati mengisi Workshop Bunda Literasi di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB yang baru, di JIn. Pemuda No. 63, Kota Mataram, Jum’at (11/08/23).
“Supaya anak-anak yang sedang mengantri Posyandu bisa sambil membaca,” tutur Ummi Rohmi.
Senada dengan Ummi Rohmi, Bunda Literasi NTB, dalam kesempatan itu mengajak semua pihak mendukung gerakan literasi berbasis keluarga.
Bunda Niken juga menjabarkan definisi literasi sebagai kedalaman pengetahuan, yang membantu seseorang menganalisa dan membuat sebuah inovasiatau produk tertentu dari pemahaman tertentu.
Tak hanya itu, Bunda Niken juga mengingatkan pentingnya membaca sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT dalam Al-Quran. Perintah membaca diperuntukkan bagi seluruh manusia agar terus belajar tak pandang usia.
“Kita disuruh membaca belajar terus menerus dengan membaca tanpa memandang usia, seperti Rasulullah SAW yang mendapatkan wahyu pertama di usia 40 tahun,” jelasnya.***
Bang Zul Resmikan Kawasan Wisata Literasi di Mataram
Bang Zul apresiasi inovasi yang akan dikembangkan pengelola gedung layanan perpustakaan empat lantai ini, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat.
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gedung Layanan Perpustakaan masyarakat di komplek Bumi Perkemahan Jaka Mandala, jalan Pemuda, Gomong, Mataram diresmikan Bang Zul panggilan akrab Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah.
Kawasan itu disebut sebagai kawasan wisata literasi, Bang Zul berharap agar gedung layanan ini melengkapi koleksi literasinya dari seluruh dunia.
“Juga menyediakan bentuk literasi non tradisional buku tapi juga audio visual dan sering sering menggelar seminar seminar literasi,” ujar Bang Zul di Mataram, Jumat (11/08/23).
Bang Zul mengapresiasi inovasi yang akan dikembangkan pengelola gedung layanan perpustakaan empat lantai ini dalam meningkatkan literasi masyarakat.
Drs Muhammas Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI mengatakan, pendidikan atau edukasi dan sekolah akademis adalah dua hal berbeda.
Melalui literasi, pengetahuan dan teori yang diperoleh dari membaca buku di sekolah dan kampus belum cukup melahirkan sumberdaya manusia yang kompetitif, dengan kebutuhan dunia yang dimulai dengan literasi tentang lingkungan sendiri dan tuntutan zaman.
“Karena itu tantangannya bagaimana meningkatkan kegemaran literasi untuk mengimbangi minat baca yng sudah tinggi melalui inovasi literasi sehingga menghasilkan produk produk yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, H Mahdi mengatakan, gedung empat lantai tersebut telah mulai pelayanan sejak Juli lalu meski lantai tiga dan empat masih belum difungsikan.
Sedangkan lantai satu diperuntukkan khusus bagi anak dan lantai dua untuk umum dengan 900 item koleksi literasi.
“Gedung layanan perpustakaan ini luasnya 3000 m2 berdiri diatas lahan 5000 m2 yang kami sebut kawasan wisata literasi”, sebutnya.
Kegiatan tersebut juga menggelar workshop literasi dengan narasumber Wakil Gubernur, Bunda Literasi NTB dan dihadiri para kepala OPD serta para pegiat literasi se NTB.***