Pekerja Migran Didorong Berdayakan Ekonomi Keluarga

Pekerja Migran yang sukses perlu diekspos untuk memotivasi yang lain, dan mereka didorong berusaha di daerah sendiri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan LSM lainnya mendorong agar PMI NTB dan keluarganya untuk berusaha dan berdaya di daerah sendiri melalui Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran Indonesian (PIJAR).  

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. HJ. Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka acara Pelatihan untuk Pelatih PIJAR di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (18/04/22).

Mnedorong Pekerja Migran berusaha di daerah sendiri
Wagub Hj Sitti Rohmi

“Kita dorong agar berusaha di daerah sendiri,” ujar Ummi Rohmi, sapaan Wagub. 

Ummi Rohmi juga menjelaskan, banyak contoh buruh migran yang sukses di luar negeri. Sehingga diharapkan cerita positif yang jarang terekspos tersebut bisa lebih masif lagi disiarkan melalui PIJAR. 

Agar para PMI dapat termotivasi untuk menjadi PMI yang sukses.

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi ke empat terbesar di Indonesia yang mengirim Pekerja Migran ke luar negeri. 

Remittance atau uang yang dikirim oleh PMI NTB dari luar negeri mencapai 24-25 miliar per tahun.

BACA JUGA: Gelar Budaya Nusantara 2022 akan Berlangsung di NTB

Sehingga pemberdayaan ekonomi produktif bagi PMI dan keluarganya sangat diperlukan. Agar ke depan, dapur PMI yang tak lagi kembali ke perantauan masih bisa tetap mengepul.

Selain itu, PMI diharapkan dapat termotivasi untuk sukses berdaya di daerah sendiri. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, I Gede Putu Ariyadi dalam kesempatan yang sama menjelaskan  banyaknya remittance yang dikirim PMI harus dapat dikelola dengan baik. 

Hal tersebut yang disebut Kadis memerlukan edukasi kepada PMI dan keluarganya. 

“Remittance yang dikirim PMI NTB tiap bulan rata-rata 24-25 miliar. Ini yang harus dikelola dengan memberikan edukasi kepada PMI dan keluarganya,” tutur Kadis. 

BACA JUGA: Wagub: Lobar Konsisten Bangun Pendidikan dan Kesehatan

Kadis menambahkan, banyak PMI yang sukses membangun usahanya sendiri. Para PMI sukses ini yang akan menularkan ilmunya kepada PMI dan keluarganya yang lain melalui PIJAR. ***

 

 




Wagub; Lobar Konsisten Bangun Pendidikan dan Kesehatan

Pembangunan kesehatan dan pendidikan butuh konsistensi, dan Wagub apresiasi Lobar yang pencapaiannya luar biasa

LOBAR.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dinilai konsisten terhadap pembangunan pendidikan dan kesehatan. 

Penilaian itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat ke -64 sekaligus Deklarasi PAM-RT (Pilar STBM) dan penyerahan sertifikat RSUD, Minggu (17/04/22) di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung.

Menurutnya, pembangunan kesehatan dan pendidikan ini tidak bisa terlihat hasilnya dalam waktu singkat, tidak seperti membalik telapak tangan. 

Berbeda halnya dengan pembangunan infrastruktur akan terlihat hasilnya signifikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

Tidak demikian dengan pembangunan Kesehatan dan pendidikan, yang betul-betul butuh konsistensi.

BACA JUGA: 580 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

wagub menyerahkan sertifikat RSUD

“Pencapaian Lobar di sektor pendidikan dan kesehatan saat ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” kata Wagub.

Indek pembangunan Manusia (IPM) Lobar dari waktu ke waktu menunjukkan grafik yang signifikan. Dan Lobar berhasil menduduki peringkat empat pencapaian IPM dari 10 Kabupaten/kota se NTB, kata Wagub.

Lebih jauh Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini mengemukakan, seperti diketahui IPM di dalamnya terdapat tiga Komponen penting. 

Diantaranya pertumbuhan ekonomi, pendidikan termasuk indikatornya harapan dan rata-rata lama sekolah dan komponen kesehatan menyangkut angka harapan hidup.

Menurutnya, bisa dimengerti kenapa IPM Lobar bisa meningkat, karena memang poin harapan sekolah dan rata-rata lama sekolah dan harapan hidup diperhatikan dengan baik.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024 Bakal Disemarakkan Adu Kuat Paranormal

“Jadi berkaitan dengan IPM Kabupaten Lombok Barat tentu berkaitan juga dengan apa yang saat ini dilakukan Lobar yakni Deklarasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis masyarakat (STBM). 5 Pilar STBM ini kalau betul-betul kita perjuangkan artinya kita ingin mewujudkan kehidupan yang sehat di daerah kita,” tandas Ummi Rohmi.

Wagub mengatakan, Provinsi NTB merupakan provinsi pertama di Indonesia yang  pertama kali melaksanakan 5 pilar STBM ini. Dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan kabupaten pertama yang melaksanakan hal tersebut.  

Dari 10 kab/kota di NTB yang paling cepat mengikuti 5 pilar STBM ini setelah KSB yakni Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan Kabupaten Lobar. 

“Padahal kita mengetahui Kabupaten Lotim dan Lobar memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Dan 5 pilar STBM ini bukan hal yang mudah untuk kita capai, karena ini berbicara Rumah Tangga,” kata Wagub.

Artinya, kalau pelaksanaan sukses di lingkungan Rumah Tangga, maka menjadi sebuah kesuksesan di kabupaten tersebut. 

“Ini kerja besar dan tidak main-main. Dan ini hanya bisa dicapai dengan koordinasi yang luar biasa dari semua pihak,” terang Wagub.

Dikatakan, dengan tingkat kesehatan masyarakat Lobar yang semakin meningkat, angka harapan hidup bisa lebih lama. Termasuk angka stunting Lobar yang semakin menurun. 

Dan dengan ODF ini akan semakin turun, termasuk di dalamnya angka kematian bayi, angka kematian ibu hamil juga turun sehingga angka harapan hidup dan IPM Lobar juga akan naik. 

Atas semua itu, Rektor Universitas Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur ini mengungkapkan terima kasihnya kepada Pemkab Lobar dan semua pihak, yang membuat Lobar semakin maju dalam bidang kesehatan. 

Wagub juga memberi apresiasi terhadap kenaikan kelas dua RSUD di Lombok Barat yakni RSUD Patut Patuh Patju yang semula kelas C menjadi kelas B. Begitu pula RSUD Air Awet Muda, Narmada yang naik kelas dari D ke C. 

Untuk naik kelas sebuah RSUD tidaklah gampang. Namun Lobar sudah membuktikannya. 

“Terima kasih kepada Pemkab Lobar yang telah berusaha semaksimal mungkin sehingga parameter-parameter kesehatan ini naik cukup signifikan. Artinya dengan predikat ini RSUD Lobar sudah siap melayani seluruh masyarakat Lobar secara mandiri,” jelasnya.  

Apa yang bisa dipenuhi di Lobar bisa digunakan. Tidak perlu harus meminta rujukan ke RS Provinsi. 

“Dan kita di NTB tahun 2022 ini sudah mencanangkan untuk layanan-layanan One Servis itu di RSUP NTB. Artinya rujukan-rujukan ke luar daerah kita usahakan distop di 2022 ini,” ungkap Wagub.

Belum lama ini, juga RSU NTB juga sudah bekerjasama dengan RS Harapan Kita dan RS lainnya untuk penanganan tumor, penanganan jantung, dan penanganan stroke. 

“Jadi ini kita usahakan tidak lagi rujukan ke luar NTB selesai di RSUP NTB. Usahakan juga di RSUD Lobar perlu dibenahi juga untuk meminimalisir rujukan ke RS Provinsi. Kecuali yang memang untuk hal hal yang sangat penting,” ujarnya.

Wagub memotivasi kepada Pemkab Lobar untuk tetap memperbaiki peringkat IPM nya di NTB dengan target peringkat satu seluruh kabupaten se NTB dan peringkat ketiga di antara 10 kabupaten/kota se NTB. 

Bagi Wagub NTB dalam hal ini tidak ada yang tak mungkin. Terlebih komitmen Pemkab Lobar sangat tinggi di bidang kesehatan dan pendidikan. 

“Untuk itu mari Posyandu keluarga yang ada di setiap dusun di seluruh lobar ini bisa diyakinkan berkualitas. Karena itu menjadi pusat edukasi berbasis dusun. Begitu pula agar diyakinkan bahwa di setiap desa di Lobar yang belum selesai pendidikan SMA untuk bisa ikut paket C, SMP bisa ikut paket B dan belum tamat SD bisa ikut paket A. Sehingga angka rata-rata lama sekolah kita bisa naik dan IPM kita juga bisa naik,” kata Wagub.

NTB ke depannya akan banyak digelar berbagai event internasional. Ia berharap Lombok Barat bisa mengambil peran dan kesempatan untuk memajukan pariwisata dengan  potensi keindahan alamnya yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain. 

BACA JUGA: Kisah Rowana, Kabur Ke Jawa Terlantar di Lombok

Demikian juga dengan hasil-hasil UMKM nya bisa memanfaatkan peluang-peluang tersebut dengan baik. 

Wagub menyerahkan buku

Sebelumnya Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menjelaskan, kebanggan Lombok Barat di HUT ke 64 2022, berdasarkan data BPS, Lobar menduduki peringkat pertama di NTB angka rata-rata Lama Sekolah yakni 12,3 tahun. 

Artinya seluruh masyarakat lobar punya harapan lama sekolah yang meningkat . 

“Dan kami juga Pemkab Lobar punya komitmen agar  IPM Lobar tahun 2023 untuk meraih peringkat satu dari 8 kabupaten se NTB dan Nomor tiga dari Kabupaten Kota se NTB. Dan kebanggaan lainnya naiknya kelas RSUD Patut Patuh Patju dan RSUD Air Awet Muda, Narmada,” kata Fauzan yang sebelumnya Ketua KPUD NTB.***

 




Pilgub NTB 2024 Bakal Disemarakkan Adu Kuat Paranormal

Kuatatnya klenik di masyarakat, sehingga Pilgub NTB 2024 akan diwarnai dengan perang paranormal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pilgub NTB 2024 akan diwarnai maraknya adu kuat paranormal politik, untuk memback-up tak  kasat mata citra kontestan yang bertanding. 

Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto memprediksi, akan muncul squad Paranormal meramaikan pentas politik.

Menurutnya, ini harus dimaknai sebagai sugesti atau kekuatan spirit kepada paslon, agar lebih optimis menyongsong kemenangannya. 

Adu kuat paranormal di Pilgub NTB 2024
Bambang Mei Finarwanto

“Fenomena munculnya adu kuat paranormal pada panggung belakang setiap  kontestasi politik tidak terlepas dari masih kuatnya kepercayaan klenik di masyarakat,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto melalui siaran pers kepada media, Senin (18/04/22 ).

Menurut pria yang akrab disapa Didu ini mengatakan, paranormal adalah orang yang mendapat anugerah kekuatan batin dan pikiran, yang mampu menerawang dan berselancar pada dunia supranatural. 

Untuk mencegah hal-hal agar tidak berbau syirik maupun kekufuran, maka paranormal yang baik dalam berinteraksi dengan dunia lain tetap pada koridor syar’i. 

“Salah satu Koridor Syar’i yang dilakukan Paranormal ‘putih’ guna menjaga keberkahan anugerah ‘ilmu tilik’ senantiasa menjaga pantangan keduniawian, seperti tidak memasang tarif jasa pada setiap advisnya,” ujar Didu. 

BACA JUGA: Kisah Rowana, Kabur ke Jawa Terlantar di Lombok

Saat ini tingkat kepercayaan terhadap citra positif Paranormal berkat masifnya  publikasi di media mainstream maupun platform media sosial, seperti Fb, tiktok , Instagram, dll yang menyajikan berbagai ragam konten yang menghibur dan edukatif terkait aktivitas supranatural. 

“Jika sebelum era teknologi digital 4.0 aktivitas supranatural identik dengan yang berbau seram, angker, tertutup, takut ditahu, dan lain lain, maka di era keterbukaan teknologi 4.0 , aktivitas Supranatural menjadi tontonan yang menghibur sekaligus membuka tabir  gaib/ mistis menjadi sesuatu yang tidak tabu lagi,” ucapnya.

Peran Paranormal dalam Pilgub NTB

Lebih jauh Didu menambahkan secara sosiologis, fenomena paranormal dalam mewarnai pentas politik di NTB bukan barang baru. 

Apalagi di kalangan pegiat supranatural, NTB dikenal sebagai salah satu kawasan yang banyak memiliki talenta supranatural yang unik dengan berbagai spesifikasi dan keahliannya. 

“Sudah menjadi rahasia umum jika NTB menjadi salah satu destinasi /rujukan mencari talenta yang dipandang memiliki kemampuan supranatural yang mumpuni,” kata lelaki mantan Direktur Eksekutif Walhi NTB. 

Dalam kontestasi Politik Pilgub NTB 2024 mendatang, Didu mensinyalir bakalan terjadi perang  paranormal pada sisi backstage, untuk menyemarakan panggung belakang. 

Orang Pintar tersebut akan makin eksis sebagai pihak yang akan dilibatkan atau dimintai second opininya untuk memperkuat keyakinan sugestif. 

Pada sisi lain, Mi6 meyakini arus kuat paranormal pada Pilgub 2024 merupakan bentuk keberterimaan secara rasional pikiran masyarakat yang mau berdamai dengan hal-hal tak kasat mata, sehingga sangat naif untuk diabaikan.   

“Dalam konteks ilmu dalam, keberadaan paranormal selain untuk ‘memagari’  dari pengaruh energi negatif dari lawan politik, juga dipercaya mengambil peran lain tak kasat mata seperti menaikkan pamor ataupun karisma dengan berbagai ritual,” tandas didu.

BACA JUGA: Gunung Tambora, Potensi yang Harus Dikelola

Terakhir Didu menggarisbawahi, meskipun kemajuan teknologi pesat,  keberadaan paranormal dalam politik disadari atau tidak sudah menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan. Selain sudah menjadi tradisi budaya masyarakat lama, eksistensi Paranormal  juga ditunjang  erat dengan citra positif yang kerap ditampilkan lewat media campaign berbagai platform yang memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Meskipun keberadaannya tidak bisa dibuktikan secara ilmiah/empirik. 

“Jika lembaga survei berperan untuk memotret aspek popularitas, keberterimaan maupun elektabilitas, maka paranormal memainkan peran pada domain supranatural seperti meningkatkan pengasihan, karisma dan pamor,” kata Didu.***

 




Gelar Budaya Nusantara 2022 akan Berlangsung di NTB

Wagub NTB Sitti Rohmi mendukung kegiatan ‘Gelar Budaya Nusantara 2022’, dan memang diharapkan banyak event nasional diselenggarakan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB direncanakan akan menjadi tuan rumah salah satu event nasional, yaitu Gelar Budaya Nusantara 2022.

Wagub Hj Sitti Rohmi menyatakan, Pemerintah Provinsi NTB siapa mendukung seluruh kegiatan yang akan diselenggarakan di NTB.

Membicarakan kegiatan Gelar Budaya Nusantara

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Bali (Wilayah Kerja Bali, NTB dan NTT) di ruang kerja Wagub, Senin (18/04/22).

“Kita tentunya menyambut baik. Pada dasarnya kita pasti support, karena kita ingin event-event nasional itu diselenggarakan disini,” kata Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

BACA JUGA: Wagub: Lobar Konsisten Bangun Pendidikan dan Kesehatan 

Ia meminta pihak BPNB Provinsi Bali terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar acara Gelar Budaya di NTB dapat terselenggara dengan baik.

“Jadi nanti harus berkoordinasi agar pelaksanaannya bisa berjalan baik. Mudah-mudahan lancar, dipersiapkan dengan baik. Kolaborasi dengan banyak pihak,” tuturnya.

Sementara itu, I Made Dharma Suteja selaku Kepala BPNB Provinsi Bali menjelaskan,  terpilihnya Gelaran Budaya Nusantara 2022 di NTB terinspirasi dari Mandalika.

“Kami memilih NTB karena terinspirasi dari Mandalika. Nantinya akan ada 11 BPNB yang hadir, dan masing-masing BPNB mencakup 1 sampai 3 provinsi, jadi sama dengan seluruh Indonesia,” jelas I Made Dharma Suteja.

Sebagai informasi, Gelaran Budaya Nusantara 2022 rencananya akan diselenggarakan pada bulan Mei mendatang, tepatnya pada tanggal 20 hingga 24 Mei 2022 di Taman Mayura Kota Mataram. 

Isi dari kegiatan tersebut, yaitu Dialog Pamong Budaya, Pameran Budaya, Cooking Class, Pentas Seni dan Exhibisi Permainan Tradisional.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024 akan Disemarakkan Adu Kuat Paranormal

Turut hadir mendampingi Wakil Gubernur saat audiensi tersebut, yaitu Dr. H. Aidy Furqan, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Baiq Ika, Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi NTB. ***

 




Kisah Rowana, Kabur ke Jawa Terlantar di Lombok

Ini kisah nyata tentang Rowana, yang diceritakan Nanik I Taufan. Rowana, gadis asal Sumbawa dibawa kabur pacarnya ke Jawa, menghilang dari rumah orang tuanya. Sampai di Jawa, ternyata pacarnya tak bertanggung jawab. Ia diantar pulang tapi tak sampai ke rumah, Rowana terlunta-lunta di Lombok 

lombokjournal.com ~ Beberapa tahun lalu, di salah satu sudut perumahan di Kota Mataram, seorang gadis duduk termenung di gardu ronda. Pakaiannya lusuh dan tubuh tidak terurus. Ia sudah berada di berugak tersebut sejak dua hari lalu. 

Awalnya tidak ada yang memperhatikan gadis bermata bening ini. Warga mengira ia tengah menanti seseorang. 

Namun, pada hari kedua, warga baru sadar bahwa gadis tersebut masih juga berada di berugak ini. 

Warga menduga ia tersesat. Saat ditemukan, ia sudah tidak lagi bisa bicara. Entah peristiwa apa yang sudah dialaminya sehingga ia tampak shock dan gagu. Warga juga menduga ia korban kekerasan, karena di tubuhnya seperti punggung sampai pinggang ditemukan luka memar seperti terkena benda tumpul. 

Ketika ditanya tentang identitasnya, ia hanya berdiam diri dengan pandangan kosong dan bola mata yang menyorot tajam kebingungan. 

Tak satu pun dokumen melekat pada dirinya untuk mengetahui siapa ia sebenarnya. Karena merasa prihatin dengan kondisinya, warga memutuskan merawatnya beberapa hari di rumah salah seorang warga. Mungkin saja ia mau bicara agar bisa dikembalikan ke orang tua atau keluarganya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Alsirah (50) yang tinggal di kompleks tersebut mendekatinya. Ia seperti orang ketakutan. Ia benamkan wajahnya di antara tubuhnya yang dekil dan kurus. Sorot matanya, kosong. Gerakannya lemah terkesan malas. 

Selain Alsirah, beberapa ibu rumah tangga lainnya juga berdatangan melihat kondisinya. Alsirah lalu bertanya, tentang identitasnya. Begitu juga dengan para ibu lainnya. 

BACA JUGA: Kisah Maria, Menderita Bersama Suami Tapi Tak Bisa Bercerai

Gadis itu tidak bisa menjawabnya. Sikapnya datar dan seperti tidak ingin mengenal siapa-siapa. 

“Berkali-kali ditanya, berkali-kali pula ia hanya menatap kami,” ungkap Alsirah. 

Karena kasihan, Alsirah kemudian membawanya pulang ke rumah. Di sana ia sempat dimandikan dan dirawat selama beberapa hari. Namun, karena gadis ini tidak bisa berbicara (dianggap bisu), Alsirah merasa harus menitipkannya di rumah negara. 

Selain itu, gadis tersebut  susah sekali diatur. Gadis itu pun lalu dititipkan pada salah satu rumah aman di Mataram. Di sana ia dirawat dan petugas rumah aman terus mencoba melakukan pendekatan agar terkuak identitasnya. 

Satu minggu berada di rumah aman, petugas belum juga tahu siapa namanya dan di mana alamatnya. 

Hari-harinya hanya makan dan tidur. Diajak bicara ia hanya membalas dengan tatapan kosong. Perilakunya kasar. Jika keinginannya tidak dituruti, ia biasanya marah dan tidak jarang meludahi dan menjambak kawan lainnya. 

Petugas merawat dan memeliharanya dengan penuh kesabaran dan perhatian. Ia rupanya keras hati. Jika menginginkan sesuatu namun tak tersampaikan, ia bisa diam dan “ngambek” berhari-hari. Tidak jarang juga ia terlihat menangis dan sedih.  

Ia selalu tidur di siang hari dan jarang sekali tidur di malam hari. Waktu malam ia habiskan untuk menonton televisi hingga menjelang subuh. Sehari-hari ia apatis dan asosial. Ia sudah tidak lagi peduli dengan sekitarnya bahkan dirinya. 

Suatu hari setelah enam bulan berlalu, ia mau bicara tapi dengan informasi sangat minim. Ia bilang bernama Rowana (nama samaran). Ia ke Mataram dibawa seseorang bernama Rohidah yang berprofesi sebagai pengajar. Informasi lainnya, ia naik bus. Ia juga mengaku bahwa ibunya masih hidup. Informasi yang diberikan juga berubah-ubah. Ia mengaku ke Mataram naik truk lewat Pelabuhan Lembar bersama Agus, pacarnya. 

BACA JUGA: Kisah ‘Primadona’ Nurul, Menolak Menikah Beda Agama

Namun ia tidak mengetahui Agus itu berasal dari mana. Ketika ditanya lebih detail tentang siapa nama ibunya dan alamat pastinya, ia diam dan menggeleng. 

“Setelah itu saya sangat pelit bicara karena saya kesulitan berkomunikasi verbal,” ungkap Rowana. 

Kisah derita perempuan

Tiap kali ditanya, ia selalu bilang ”Rowana lupa”. Minimnya informasi yang diberikan Rowana membuat petugas kesulitan menguak identitasnya sehingga sulit melacak keluarganya. Dalam waktu berbulan-bulan, petugas belum berhasil menguak identitasnya karena semakin lama kosa kata Rowana semakin sedikit. 

“Saya hanya bisa bilang mau pulang, setelah itu diam,” ujarnya menyadari kebingungan petugas rumah aman saat mengurusnya. 

Hal inilah yang membuat petugas kesulitan memenuhi permintaannya untuk pulang. Permintaannya untuk pulang sangat sering dilontarkannya. 

“Tidak mungkin petugas melepas saya jika saya sendiri tidak lagi tahu berasal dari mana. Saya berterima kasih pada petugas yang telah merawat saya dan tidak membiarkan saya terlunta-lunta di jalanan. Saya juga berterima kasih pada ibu-ibu di perumahan yang sudah menyelamatkan saya,” lanjutnya.

Besarnya keinginannya untuk pulang membuat Rowana beberapa kali hendak melarikan diri dari rumah aman. Karena itu, petugas keamanan agak ketat mengawasinya. Bagaimana tidak, pernah ia beberapa kali sudah keluar dari halaman berjalan tak punya tujuan. Beruntung ia segera ditemukan. 

Bahkan, saking besarnya keinginan untuk pulang, ia pernah mengelabui petugas dan petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk panti tersebut dengan cara menyamar. Ia memakai baju rangkap dan memakai helm milik petugas yang diambilnya dari tempat parkir sepeda motor. Sampai akhirnya ia sadar bahwa ia harus berperilaku baik.

Beberapa waktu kemudian ia mulai menjadi normal dan sedikit demi sedikit ia lancar berbicara. Sampai akhirnya terkuaklah siapa sebenarnya Rowana. 

Ia berasal dari Pulau Sumbawa dan tinggal di pelosok desa. Rowana mengingat bahwa ia telah diperlakukan tidak baik oleh pacarnya yang melarikannya hingga ke Pulau Jawa lalu memulangkannya hanya sampai Pulau Lombok saja. Di sanalah kisah awalnya ia terlunta-lunta. 

Trauma yang hebat membuatnya menjadi gagu dan apatis. Setelah ingatannya kembali dan ia bisa bicara normal, ia sadar bahwa tidak mungkin pulang ke rumah orangtuanya setelah apa yang terjadi padanya.

BACA JUGA: Kisah Anak Majikan, Jadi Supir Tak Beruntung di Arab Saudi

Ia kekeh meninggalkan rumah, lari bersama pacarnya yang rupanya tidak bertanggung jawab. Ia melawan orang tuanya demi laki-laki tak bermoral itu. 

Rowana sangat rindu orang tuanya. Ia ingin meminta maaf pada mereka namun tidak punya keberanian untuk melakukannya. Ditambah lagi rasa malu yang amat dalam membuat ia memutuskan “lari” seterusnya dari orangtua dan kampung halaman. Kerinduan untuk pulang itu selalu ada. 

“Nanti jika saatnya tiba dan saya siap, saya ingin sekali pulang,” kata Rowana yang kini bekerja di bagian penjualan alat-alat rumah tangga. ***

 




580 Paket Sembako untuk Anak yatim dan Kaum Duafa

PT Bank NTB Syariah Tanjung bagikan 580 Paket Sembako untuk anak yatim dan kaum duafa

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan dilakukan PT Bank NTB Syariah Tanjung, dengan membagikan sebanyak 580 paket  sembako kepada anak yatim dan kaum duafa, di seputaran Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Sabtu (17/04/22).

Membagikan 580 paket sembako juga untuk duafa

Branch Manager Bank NTB Cabang Tanjung, Umarta,SH mengatakan, kegiatan ini merupakan kepedulian PT Bank NTB Syariah untuk membantu meringankan beban anak yatim dan kaum duafa. 

“Sepanjang bulan Ramadan ini, PT Bank NTB  di seluruh NTB menjalankan program sosial berupa pembagian sembako dan santunan kepada anak yatim, dan insan berkemampuan khusus.” jelas Umarta, Sabtu.

BACA JUGA: Safari Ramadhan Pj. Sekda di Majid Assalam, Bayan

Mewnurutnya, partisipasi PT Bank NTB Syariah dalam kegiatan sosial di bulan Ramadhan ini merupakan bagian dari program internal di bulan Ramadhan.

Pihaknya berharap, kolaborasi bersama antara PT Bank NTB Syariah dengan masyarakat dapat terus berlanjut, sebagai kepedulian kepada anak yatim, piatu dan kaum duafa.

Adapun bantuan berupa paket sembako, santunan, dan takjil beras 5 kg, kain sarung, minyak goreng, gula pasir masing masing senilai Rp 150.000.***

BACA JUGA: Pesona Khazanah Ramadhan Perkuat Branding Pariwisata NTB

 




Gubernur NTB Kunjungi Korban Kebakaran Karara, Bima

Kepada korban kebakaran Gubernur NTB memberikan bantuan, dan berpesan agar tabah menghadapi musibah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meninjau korban kebakaran di Lingkungan Karara, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima,  Sabtu (16/04/22). 

Menurut Sunardi (36), warga yang menjadi sasaran si jago merah, Gubernur NTB dengan sigap datang dan memberikan bantuan.

Sunardi beserta istri dan kedua anaknya dapat selamat dari kobaran api karena cepat menyelamatkan diri dan dibantu oleh warga.

Gubernur tinjau lokasi kebakaran

Kebakaran yang terjadi di Lingkungan Karara, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, terjadi sekitar pukul 02.40 Wita Sabtu (16/04).

Api yang terlihat muncul dari atas genteng dan membakar seluruh rumah, tidak sempat menyambar rumah lain di sekitar karena pihak pemadam kebakaran kota Bima dapat memadamkan api dengan cepat. 

BACA JUGA: Gunung Tambora, Potensi yang Harus Dikelola

“Alhamdulillah tadi saya sempat dikunjungi Gubernur Zulkieflimansyah. Saya menyampaikan ucapan terima kasih telah membantu dan mengunjungi kami, bantuannya sangat membantu sekali,” kata Sunardi sambil terbata-bata meneteskan air matanya. 

Pria asli Jawa Tengah yang berprofesi sebagai penjual bakso, yang baru 3 bulan mengontrak rumah warga Kota Bima ini mengakui, sejak kebakaran terjadi hingga pagi, hanya Gubernur NTB orang pemerintah yang memberikan mensuportnya. 

“Bapak Gubernur sempat berpesan agar sabar dan tabah menghadapi musibah ini, namun sangat menyentuh dan membekas di hati saya pak,” ucapnya.

Apalagi, dikunjungi di tengah duka dan musibah yang dialami, seluruh harta benda dan usahanya ludes dalam hitungan jam. 

“Kerugian saya sekitar 100-150 juta rupiah, termasuk 2 unit motor dan penggilingan mi dan alat usaha lainnya,”ungkapnya.

Sementara itu, pemilik rumah yang terbakar, Warga Kota Bima,  Parto  mengapresiasi rasa simpati dan kepedulian Gubernur NTB.

BACA JUGA: Pesona Khazanah Ramadhan Perkuat Branding Pariwisata NTB

“Tadi beliau mengunjungi korban Sunardi, dan memberikan bantuan,” kata pria berkumis tersebut.

Ia yakin Pemerintah Kota Bima juga akan turun ke lokasi untuk meninjau rumahnya.***  

 




Gunung Tambora, Potensi Yang Harus Dikelola

Sumber daya alam yang berlimpah di Gunung Tambora harus dikelola agar memberikan efek ekonomi bagi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~  Keberadaan gunung Tambora harus dikelola dengan baik, agar memberikan manfaat untuk masyarakat Pulau Sumbawa dan NTB pada umumnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu, saat membuka webinar peringatan meletusnya Gunung Tambora yang ke 207 tahun, yang digelar oleh Yayasan Tambora, Kamis (14/04/22)

Webinar peringatan 207 tahun meletusnya Tambora
Gubernur Zulkieflimansyah membuka webinar

“Apalagi Tambora sudah lama dikenal dan mengubah peradaban dunia,” kata Bang Zul sapaan populer Gubernur NTB..

Menurut Bang Zul, Tambora menghadirkan sumber daya alam yang berlimpah untuk dikelola.  Tapi tantangan Pulau Sumbawa perlu dukungan infrastruktur, transportasi dan fasilitas yang memadai.

BACA JUGA: Gubernur NTB Kunjungi Korban Kebakaran di Karara, Bima

“Supaya Bima maupun Dompu punya  kesempatan menggelar berbagai event. Baik berskala Nasional maupun Internasional,” pesan Doktor Zul.

Ia berharap di masa yang akan datang kemajuan daerah akan banyak ditentukan oleh investor. Tetapi harus dilakukan sosialisasi yang masif.

Sehingga kehadiran investor di Tambora mampu dan mensejahterakan masyarakat baik di lingkar Tambora dan di pulau Sumbawa umumnya.

Sementara tokoh Nasional asal Bima, Dr. Hamdan Zoelva mengaku, eksotik dan potensi taman bumi ini sudah diakui dunia.

“Maka potensi Tambora harus dikelola agar memberikan efek ekonomi bagi masyarakat, harus terus didorong,” sebut mantan ketua MK ini.

Jadi, ditetapkannya Tambora sebagai bagian dari Cagar Biosfer Dunia, menjadi modal utama bagi daerah. Untuk memanfaatkannya demi kemajuan daerah dan keseimbangan ekosistem alam.

BACA JUGA: Pesona Khazanah Ramadhan Perkuat Branding Pariwisata NTB

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Dompu dan peserta hybrid lainnya. ***

 

 




IKA Unhas-Bima, Kontribusinya Besar Membangun NTB

Gubernur NTB buka Musda Pertama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin-Bima atau IKA Unhas-Bima 

BIMA.lombokjournal.com ~ Peran serta dan dukungan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin – Bima (IKA Unhas) sangat besar dalam proses pembangunan di Bumi Gora ini.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin – Bima (IKA Unhas), Sabtu (16/04/22) di Paruga Nae, Kota Bima.

Gubernur membuka Musda IKA Unhas Bima

“Alumni IKA Unhas betul-betul berkontribusi besar terhadap pembangunan di NTB,” kata Bang Zul sapaan populer Gubernur.

Ia mengungkapkan itu di depan Ketua IKA UNHAS Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, dan Rektor UNHAS Profesor. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., yang mengikuti melalui hybrid.

Menurunya, adanya Musda ini semakin mempererat hubungan dan silaturahmi antar alumni.

BACA JUGA: Gunung Tambora, Potensi yang Harus Dikelola

“Sehingga semakin lama semakin guyup, sebagai media ngobrol ringan, bernostalgia,   menambah inspirasi, saling mendukung untuk memperpanjang umur,” pesan Gubernur Zul.

Ia juga mengaku senang bisa berkumpul dan hadir bersama keluarga besar IKA Unhas-Bima.

Sementara itu, Ketua IKA UNHAS Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman menitipkan IKA Unhas Bima  dan NTB untuk didukung dan dibina kepada Gubernur NTB.

“Para alumni harus banyak belajar dan berguru kepada Gubernur Zul, kiprah dan perannya sungguh luar biasa untuk daerah bahkan tingkat nasional,” pesan mantan Menteri Pertanian RI tersebut.

Ia juga mengatakan agar IKA Unhas Bima terus berkontribusi secara total untuk membangun NTB. Ikut serta membantu Gubernur NTB dan daerah Bima.

“Bangun komunikasi dan koordinasi serta kolaborasi untuk membangun daerah,”tandasnya.

Mengusung tema, Kontribusi Alumni Untuk Pembangunan Bima, NTB dan Indonesia,Ketua Panitia Syafruddin, S.S mengatakan, agenda utama Musda adalah pemilihan Ketua IKA UNHAS wilayah Kota Bima. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Kunjungi Korban Kebakaran di Karara, Bima

Kegiatan dilandasi semangat bertema “Kontribusi Alumni untuk Pembangunan Daerah – IKA UNHAS untuk Bima, NTB dan Indonesia”.

Musda pertama kali ini dilaksanakan atas instruksi Ketua IKA Pusat, Dr. Ir. Andy Amran Sulaiman, agar seluruh kabupaten kota membentuk Pengurus IKA UNHAS.

“Setelah kita data ada sekitar 350 alumni UNHAS di Bima, baik di kabupaten maupun kota. Para alumni ini ada yang jadi birokrat, politikus, dokter, pengusaha dan banyak lagi profesi lainnya,” imbuh ASN yang pernah menjadi staf penerjemah di Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB ini.*** 

 




Pesona Khazanah Ramadhan Perkuat Branding Pariwisata NTB

Gelaran event Pesona Khazanah Ramadhan akan memperkuat branding Pariwisata NTB sebagai destinasi utama Wisata Halal 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Event Pesona Khazanah Ramadhan 2022 diharapkan memperkuat branding NTB, khususnya sebagai destinasi utama Wisata Halal Indonesia.

“Ini momentum yang baik untuk menjadikan NTB destinasi wisata utama di Indonesia dan dunia”, ujar Kepala Dinas Pariwisata, Yusron Hadi.

Ia menegaskan itu saat membuka Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center, Mataram, Jumat (15/04/22). 

Pesona Khazanah Ramadhan untuk menyemarakkan bulan puasa Ramadhan

Event ini sekaligus untuk memperkuat UMKM dengan memberikan ruang pada pelaku usaha kecil menyemarakkan Ramadhan sekaligus pariwisata NTB. 

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala UPT Islamic Center, Syarifudin Hidayatullah mengatakan, selain gelaran event yang bersifat ibadah yang telah dimulai sejak awal Ramadhan seperti tadarus dan lainnya, side event seperti bazaar, Pesantren Expo, pentas seni budaya Islam, pameran buku dan dialog Islam, diharapkan menyemarakkan bulan suci Ramadhan tahun ini. 

Selama dua pekan mulai 15 April dalam rangka bulan Ramadhan, acara akan berlangsung hingga puncaknya pada Malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Panitia juga melaksanakan pemberian takjil, buka puasa bersama, tarawih, tadarus, qiyamul lail dan kultum subuh, lomba Tahfidzul Quran, cerdas cermat serta lomba dai yang terbuka untuk peserta dari siswa siswi.

 “Peringatan Nuzulul Quran dan takbiran sebagai acara puncak,” kata Syarifudin.

Kegiatan tahunan kolaborasi seperti Biro Kesra dan UPTD Pengembangan Destinasi Unggulan Daerah yang mengelola Islamic Center juga didukung Kementerian Pariwisata mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai Papua. 

BACA JUGA: Gula Gending dari Kembang Kerang, Dijual Hingga ke Sulawesi

Ditambahkannya, kegiatan baru yang belum pernah dilakukan pada tahun sebelumnya adalah Pesantren Expo yang diisi oleh pondok pesantren berupa profil kegiatan pondok, produk kreatif hingga ada ruang performance seni budaya yang ada di masing-masing pesantren. 

Begitu juga pesantren Ramadhan setiap akhir pekan Sabtu dan Ahad diisi oleh para siswa di kota Mataram yang berlangsung di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.

Sebanyak 10 pondok pesantren secara bergilir hadir mengisi kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan agar masyarakat lebih mengenal dunia pesantren. 

“Ada juga lomba lomba seperti menggambar, lomba azan, fashion show muslimah, lomba nasyid dan festival takbir, dile jojor dan bedug di penghujung Ramadhan”, sebutnya. 

BACA JUGA: Kunjungan AHY ke Bima Disambut Gubernur NTB

Setelah dua tahun absen, Pesona Khazanah Ramadhan juga diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan semangat mengisi Ramadhan dengan berbagai kegiatan positif.

Hadir dalam pembukaan tersebut dari unsur Forkopimda NTB, Pimpinan OPD Provinsi NTB serta pimpinan BUMN/BUMD. ***