Menanggapi berita miring tidak menyikapi wabah PMK, Kepala DKP3 di Kabupaten Lombok Utara menyampaikan penjelasan
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi,S.Pt, menegaskan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak.
“Sejak PMK ini mulai mewabah di Pulau Lombok, pihak Dinas DKP3A Lombok Utara sudah mengambil sikap atau langkah langkah antisipasi,” kata Tresnahadi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, 26/05/22)..
Terkait langkah-langkah antisipasi yang dilakukan pihaknya, antara lain melaksanakan sosialisasi kepada semua UPTD dan penyuluh di masing-masing kecamatan.
Dan mereka sekaligus diperintahkan segera mensosialisasi kepada kelompok ternak di masing-masing kecamatan.
Hewan ternak di KLU
“Pihak DKP3 minta semua Camat dan Kades menosialisasikan kepada masyarakat terkait PMK,” kata Tresnahadi
Selain itu dianjurkan penjagaan pintu masuk KLU baik yang di Pusuk, KLU maupun Lokok Puteq dengan melibatkan staf DKP3, Pol PP, DISHUN dan Kepolisian.
Untuk sementara, dilakukan penutupan pasar hewan di Tanjung dan Kayangan, mulai tanggal 25 mei sd 15 juni 2022.
Menyetop pelaksanaan IB dan PKb (pemeriksaan kebuntingan) pada ternak sapi, karena giat ini dapat menjadi perantara penularan virus PMK.
Selain itu, meningkatkan pelayanan posyandu ternak di masing masing kelompok ternak. Koordinasi dengan Dinas peternakan dan kesehatan hewan Provinsi NTB terkait PMK.
“Hal ini juga bersentuhan dengan jumlah kelompok ternak di KLU sekitar 500 kelompok, sehingga sampai saat ini masih ada kelompok yang belum diberikan sosialisasi,” kata Tresnahadi.
Terkait dengan kelompok ternak itu, pihak DKP3 menargetkan semua kelompok diberikan sosialisasi oleh petugas di masing masing wilayah kecamatan maupun desa.
“PMK ini bukan saja tanggung jawab DKP3, melainkan menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Mengaskhiri percakapan, Tresnahadi berharap, wartawan yang hendak menulis berita sebaiknya ada konfirmasi dengan pihak yang berkompeten, katanya..***
Bunda Niken: di Dompu Kekerasan terhadap Perempuan Tertinggi
Road Show di Dompu, Bunda Niken ungkapkan tahun 2020, di Dompu kasus kekerasan terhadap perempuan menempati posisi teratas
DOMPU.lombokjournal.com ~Angka kekerasan terhadap perempuan di Provinsi NTB mengalami kenaikan secara konstan.
Tahun 2020, jumlah angka kekerasan terhadap perempuan mencapai 363 kasus.
Bunda Niken atau Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, Ketua TP.PKK Provinsi NTB memaparkan data itu saat memandu acara road show Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken melalui hybrid dan offline, Rabu (25/05/22) di aula pendopo Bupati Dompu.
Hj Niken Saptarini Widyawati
Ia tengah melakukan kunjungan kerjanya ke Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu, “Kabupaten Dompu, pada tahun 2020 yang lalu merupakan daerah yang menempati posisi teratas, dengan 26 kasus kekerasan perempuan lebih banyak dibanding daerah lain,” kata Bunda Niken.
Tapi tahun 2021, angka kekerasan di kabupaten Dompu tersebut mengalami penurunan menjadi 22 kasus.
Namun secara keseluruhan di NTB, pada tahun 2021, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami kenaikan hingga 462 .
Diperlukan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada kaum perempuan dan masyarakat, agar membangun kesadaran kolektif.
“Sehingga bentuk kekerasan itu dilakukan tidak hanya bentuk fisik, namun secara psikis, seksual dan ekonomi. Termasuk ekploitasi dan juga kekerasan lainnya,” jelas Bunda Niken.
Masyarakat juga harus lebih memahami hak-hak perempuan, sehingga tidak lagi terjadi angka kekerasan terhadap perempuan.
Keluarga merupakan tempat asuh yang baik untuk mendidik dan saling mencintai bagi orang tua, untuk mengajarkan anak tentang menghargai, melindungi serta menghormati hak perempuan dan anak.
“Betapa pentingnya keluarga dan peran orang tua untuk hal ini,” tutur Bunda Niken.
Saling memahami
Ketua PKK Kab. Dompu Hj. Lilis Suryani Kader Jaelani mengatakan, bersama gabungan organisasi wanita, selalu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak dan remaja.
“Lebih utama adalah saling memahami dan percaya dalam keluarga. Begitupun dalam lingkungan masyarakat agar perempuan juga dihormati haknya,” kata Lilis.
Ditambahkan, perempuan tidak pernah mengharapkan apapun bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Namun kejadian seperti ini masih saja terjadi disekiling kita. Baik terjadi akibat adanya laporan atau tanpa diketahui oleh publik.
Psikolog Klinis UPTD PPA Dompu, Najwah Naeli, S.Psi. M.Psi menjelaskan, pada perempuan dapat pada sisi positif. Artinya dari rahim perempuanlah terlahir generasi penerus.
Kekerasan ini juga disebabkan oleh banyak faktor, adanya perbedaan perempuan dan pria, pendidikan, gangguan mental dan sebagainya.
“Faktor ini menjadi salahsatu perempuan menjadi korban kekerasan,” terang Najwah Naeli.
Termasuk juga akibat pengasuhan yang otoriter dan keras dalam keluarga, dan biasanya sering dilakukan oleh orang tua laki-laki atau bapak.
Sehingga ketika anak sudah mulai memasuki umur 10 tahun, ia akan mulai milih untuk modeling atau mengikuti gaya salahsatu anggota keluarganya.
“Misalnya ayah yang melakukan pemukulan terhadap ibu, maka anak akan merekam dalam benaknya dan berpikir bahwa bila ada masalah maka kekerasanlah yang dilakukan,” ujarnya.
Kepala DP3AP2KB Kab. Dompu Hj. Shelly Andayani mengatakan, untuk menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak butuh kerjasama dan sinergi semua pihak.
“Seluruh komponen masyarakat, OPD, organisasi wanita, TP.PKK, aparat keamanan untuk memberikan edukasi dan bersama secara masif mensosialiasikan hak perempuan,” ajaknya.
Karena memang berdasarkan data, angka kasus kekerasan di Dompu masih tinggi. Maka kepedulian semua pihaklah kunci untuk ini semua.
Duta Genre NTB asal Dompu, Muh. Aditya mengatakan, kekerasan terjadi akibat masih ada stigma bahwa laki-laki berbeda dengan perempuan.
“Misalnya, pria masih anggap perempuan lemah, padahal orang hebat itu terlahir dari perempuan hebat,” kata Adit.
Maka, kepedulian dan tindakan yang baik dari orang dewasa serta masyarakat menjadi contoh bagi anak, remaja dan generasi muda dimasa yang akan datang.
Hadir pada kegiatan tersebut Pimpinan DPRD, Sekda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, DW, GOW dan ketua TP. PKK Kecamatan dan desa se Kabupaten Dompu. ***
Wagub NTB Puji Ponpes Abul Barokat Wannafahat NWDI Loteng
Menurut Wagub NTB, ponpes ini mempunyai program unggulan yang tidak dimiliki di tempat lain
LOTENG.lombokjournal.com ~ Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI Bunkate Jonggat Lombok Tengah Pimpinan TGH. Muhammad Imanuddin Sumar. yang berbasis pada hafalan Al-Qur’an dan hadist serta berbahasa Inggris dan Arab mendapat pujian.
Pujian itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah program unggulan pondok pesantren tersebut.
“Saya bangga, dan pondok pesantren ini luar biasa, memiliki program unggulan dalam bahasa Arab dan Inggris sehingga kedepannya mampu bersaing diluar seiring kemajuan zaman di era dunia globalisasi,” puji Wagub NTB.
Ia mengatakan itu saat halal bihalal di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI Bunkate Jonggat Lombok Tengah, Kamis (26/05/22).
Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi ini mengakui, setiap kali kunjungannya ke daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, banyak masyarakat menitipkan anak-anaknya masuk di Ponpes Abul Barokat ini.
Rata-rata mereka para orang tua senang dengan anak-anak mereka yang memiliki kemampuan yang sulit didapatkan di tempat lain.
Kemampuan yang dimaksud yaitu mampu membaca kitab kuning, berbicara menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Sehingga ini menjadi luar biasa dan sangat dibutuhkan.
“Mudah-mudahan dengan dimiliki pondok pesantren ini bisa dicontoh oleh pondok-pondok pesantren yang lain. Dengan kemampuan yang dimiliki anak-anak bisa bersaing diluar negeri, misalkan di Mesir, Yordan, Amerika, Australia dan belahan dunia lainnya,” ujarnya.
Ummi Rohmi mengajak kepada para santri untuk bersemangat dalam belajar dan mendapatkan pendidikan yang luar biasa, berkat jasa Almagfurullah Maulana Syekh begitu mudahnya mendapatkan pendidikan di Pulau Lombok ini.
Menurutnya, dalam melanjutkan perjuangan harus menguasai bahasa dan melek teknologi, dengan teknologi akan mempermudah berbagai urusan pekerjaan dan lain sebagainya.
“Mudah-mudahan pondok pesantren kedepannya makin maju, makin mensyiarkan kebaikan dan dengan kualitas pondok pesantren makin dikenal oleh masyarakat luas,” tandasnya. ***
Bupati Djohan Hadiri Darmasanti Trisuci Waisak
Bupati Djohan Sjamsu minta masyarakat Lombok Utara tetap memelihara toleransi umat beragama
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Syamsu,SH, menghadiri peringatan Dharmasanti Trisuci Waisak 2566 BE/2022 yang dipusatkan di Vihara Giri Metta Bavana Arama Dusun Buani, Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Kamis (26/05/22).
Dalam acara itu ia mengharapkan masyarakat Kabupaten Lombok Utara tetap menjaga kerukunan beragama, dimana “Dharmasanti ini sebagai bentuk kebersamaan dan kerukunan umat beragama”.
Pesan Bupati Djohankepada seluruh umat beragama di KLU agar selalu hidup rukun damai.
Sebab Lombok Utara merupakan daerah yang paling aman, toleransi umat beragama yang saling berdampingan satu dengan lainnya.
Ia menyampaikan terimakasih pada semua umat beragama di KLU, dan berharap terus memelihara bersama-sama toleransi bergama di Gumi Tioq Tata Tunaq.
“Kebersamaan, kerukunan, modernisasi ini kita wujudkan untuk internal agama Buddha dan eksternal yang melibatkan tokoh lintas agama,” katanya.
Sebelumnya, panitia Darmasanti Trisuci Waisak, Sudianto mengatakan Waisak tahun 2022 mengajarkan dharma sebagai pedoman untuk menunaikan tugas dan kewajiban.
Ia mengatakan, moderasi beragama menjadi salah satu di antara praktek kebenaran untuk meraih keharmonisan.
Moderasi beragama juga sebagai jalan binam memadukan cinta kasih dan kasih sayang serta pemahaman agama lebih terbuka terhadap perkembangan kehidupan.
Di ahir penutup penyampaian Bupati, panitia menyuguhkan Cindra Mata sebagai ujud syukur Umar Budha atas kehadiran Bupati, Wkl Bupati bersama rombongan.
Dalam kegiatan peringatan Dharmasanti Trisuci Waisak 2566 BE itu, Bupati Djohan Sjamsu tampak bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto.
Selain disambut panitia juga Dhamadesana Bhikku Bhante Dhammosubho Mahathera, Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto S.PdB, Pembimas Budha Kemenag NTB Aryadi Setiawira SH, Kapolsek Gangga IPTU.Remanto SH, serta undangan lainnya. ***
Penembakan Texas: 19 Siswa dan Dua Guru Tewas
Remaja SMA dengan senjata otomatis menewaskan 19 siswa SD dan dua orang guru dalam penembakan di sebuah sekolah dasar di Texas selatan.
lombokjournal.com ~ Tersangka itu, Salvador Ramos berusia 18 tahun, memegang senapan semi-otomatis AR-15 dan magasin berkapasitas tinggi. Ia melepaskan tembakan beruntun ke Sekolah Dasar Robb – tempat sekolah anak-anak berusia tujuh hingga 10 tahun – di kota Uvalde.
Salvador Ramos
Pejabat Patroli Perbatasan AS yang berada di dekatnya ketika penembakan dimulai, bergegas ke sekolah dan menembak dan membunuh pria bersenjata itu.
Patroli Perbatasan adalah agen federal yang menjaga pelabuhan masuk AS. Uvalde, yang berjarak kurang dari 80 mil dari perbatasan dengan Meksiko, adalah markas bagi stasiun Patroli Perbatasan.
Akhirnya remaja itu dibunuh oleh penegak hukum. Namun dua agen perbatasan dilaporkan ditembak dalam baku tembak dengan remaja bersenjata itu. Seorang agen tertembak di kepala, kata para pejabat. Tapi keduanya sekarang dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Salvador Ramos, 18, siswa SMA yang tinggal di komunitas berjarak 135 kilometer dari sekolah. Berusia 18 tahun, Ramos merupakan penduduk Uvalde, kota kecil berpopulasi 16 ribu jiwa di Texas selatan yang mayoritas warganya keturunan Latin
Ia dengan keji menewaskan sembilan belas anak kecil dan dua orang dewasa, dalam penembakan di sebuah sekolah dasar di Texas selatan itu.
Sebelum melakukan aksi kejinya itu, ia diduga menembak neneknya sebelum mengamuk, dengan senjata yang dibelinya secara ilegal.
Menurut CBS News, penyerang mengenakan pelindung tubuh saat melakukan serangan. Seorang remaja berusia 18 tahun lainnya yang dicurigai menyerang sebuah toko kelontong di Buffalo, New York, pada 14 Mei, juga mengenakan pelindung tubuh dan membawa senapan semi-otomatis.
Penembakan belasan anak-anak di sekolah dasar itu mengejutkan seluruh dunia
Presiden AS Joe Biden, dalam pidato dari Gedung Putih, tampak geram dan mengatakan “muak dan lelah” menanggapi penembakan massal. Ia pun menyerukan untuk melakukan kontrol senjata.
“Berapa banyak anak-anak kecil yang menyaksikan apa yang terjadi – melihat teman-teman mereka mati, seolah-olah mereka berada di medan perang, demi Tuhan,” katanya. “Mereka akan hidup dengan itu seumur hidup mereka.”
Dia memerintahkan agar bendera di Gedung Putih dan gedung federal AS lainnya dikibarkan setengah tiang untuk menghormati para korban di Uvalde.
Bertindak sendiri
Kepala Polisi Distrik Sekolah Independen Uvalde, Pete Arredondo mengatakan penembakan itu dimulai pada pukul 11:32 waktu setempat pada pada hari Selasa (23/05/22).
Salvador Ramos dalam melakukan aksinya itu dipastikan bertindak sendiri,
Gubernur Texas, Greg Abbott menuturkan, sebelum melakukan penembakan itu Salvador Ramos meninggalkan sebuah kendaraan sebelum memasuki sekolah untuk melepaskan tembakan yang mengerikan.
Petugas polisi distrik sekolah Uvalde, Erick Estrada yang bekerja di sekolah tersebut, melihat Ramos muncul dari kendaraan membawa senapan dan mengenakan pelindung tubuh.
Namun petugas itu tidak dapat menghentikannya, kata Estrada. Dua petugas lagi dari Departemen Kepolisian Uvalde juga berusaha menghentikan Ramos tetapi tidak dapat melakukannya, dan meminta bantuan.
Guru tertembak
Beberapa anak yang meninggal telah diidentifikasi.
Eva Mireles dan Imra Garcia
Anggota keluarga mengkonfirmasi kematian Xavier Lopez dan Amerie Jo Garza yang berusia 10 tahun, dalam pernyataan pada Selasa malam.
Angel Garza mengatakan di Facebook bahwa putrinya Amerie telah terbunuh.
“Cinta kecilku sekarang terbang tinggi dengan para bidadari di atas. Peluk keluargamu. Katakan pada mereka bahwa kamu mencintai mereka,” tulisnya di akun FB dengan nada sedih.
Dua orang dewasa yang meninggal adalah guru, yakni Irma Garcia dan Eva Mireles.
Nyonya Garcia adalah ibu dari empat anak dan telah menjadi guru selama 23 tahun. Situs web yang sama mengatakan, Mireles telah menjadi guru selama 17 tahun, memiliki seorang putri di perguruan tinggi dan suka berlari dan mendaki.
Rumah Sakit Memorial Uvalde memposting di Facebook sebelumnya bahwa 13 anak telah dibawa ke rumah sakit “melalui ambulans atau bus”.
Seorang wanita berusia 66 tahun dan seorang gadis berusia 10 tahun berada dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di San Antonio, kata pejabat rumah sakit University Health.
Pengawas distrik sekolah Hal Harrell mengatakan tahun ajaran telah berakhir lebih awal setelah penembakan itu.
Keadaan darurat
Penembakan di sekolah bukan pertama kali terjadi, dan telah menjadi keadaan darurat yang berulang di AS.
Tercatat, tahun 2012 di Sekolah Dasar Sandy Hook di Connecticut, juga terjadi serangan brutal pada anak-anak. Dua puluh dari 26 korban berusia antara lima dan enam tahun.
Berbicara di lantai Senat AS di Washington DC pada hari Selasa, Senator Demokrat Connecticut Chris Murphy memohon rekan-rekannya untuk meloloskan undang-undang pengendalian senjata.
“Ini hanya terjadi di negara ini. Di tempat lain, anak-anak kecil pergi ke sekolah berpikir bahwa mereka mungkin akan ditembak hari itu,” katanya.
Tapi tidak semua senator menyetujui undang-undang pengendalian senjata.
Senator Texas Ted Cruz, seorang Republikan, menolak seruan untuk kontrol senjata. Dia mengatakan hal itu akan membatasi hak-hak “warga negara yang taat hukum”, Menurutnya, undang-undang semacam itu tidak mencegah kejahatan.
Tapi pada hari Senin, sebuah laporan FBI mengungkapkan, serangan brutal”penembak aktif” telah berlipat ganda sejak virus corona dimulai pada tahun 2020. ***
Inilah Salvador Ramos, Tersangka Penembakan di Sekolah Dasar
Inilah beberpa fakta yang diketahui tentang Salvador Ramos, yang menyerbu dan menewaskan 19 siswa sekolah dasar
lombokjournal.com ~ Salvador Ramos, pelaku penembakan di sekolah dasar Robb di Uvalde, Texas, Amerika Serikat, memang bermasalah dalam keluarga.
Eva Mireles dan Imra Garcia
Sebelum melakukan penembakan di sekolah dasar yang menewaskan 19 anak dan dua orang guru, yaitu Eva Mireles (44), dan Imra Garcia (46), yang secara heroik kehilangan nyawa mereka karena berusaha melindungi anak-anak sekolah, Ramos dikabarkan telah menembak neneknya yang saat ini masih kritis dirawat di rumah sakit.
Ramos sendiri kemudian tewas ditembak oleh polisi di tempat kejadian.
Penembakan dengan jumlah korban tewas terbanyak terjadi pada 14 Desember 2012, di Sandy Hook Elementary School yang menewaskan 26 orang.
Seorang teman dekatnya bertutur, Ramos pernah memposting di akun instagramnya, ia tampak berkata kasar dan agresif pada ibunya. Remaja yang sehari-hari tampak pendiam itu, juga kerap memposting gambar senjata barunya.
Insiden penembakan di sekolah dasar Robb di Uvalde, Texas, Amerika Serikat, pada Selasa (24/05/22) siang waktu setempat itu merupakan salah satu peristiwa paling tragis di negara Paman Sam dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya.
Salvador Ramos, siswa SMA yang tinggal di pemukiman sekitar 135 kilometer dari sekolah. Berusia 18 tahun, Ramos merupakan penduduk Uvalde, kota kecil berpopulasi 16 ribu jiwa di Texas selatan yang mayoritas warganya keturunan Latin.
Ramos, yang berasal dari North Dakota dan baru saja pindah ke Texas. Ia juga diketahui bekerja paruh waktu di restoran cepat saji Wendy’s terhitung mulai bulan Februari lalu.
Ia biasa bekerja di siang hari dengan shift kerja mulai pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Manajer di Restoran itu, Adrian Mendes, menuturkan, Ramos sering menyendiri, dikenal tidak ramah dengan teman kerjanya. Di restoran itu tidak ada yang benar-benar mengenal Ramos, sebab ia tak terlalu bersosialisasi dengan karyawan lain.
“Dia hanya bekerja, dibayar, dan datang untuk mengambil ceknya,” tutur Mendes.
Ia membeli senjata saat Ulang Tahunnya ke 18, dan itu pertama kali ia membeli senjata seperti informasi dari kepolisian.
Ramos diduga menggunakan senapan AR-15 dan satu pistol saat insiden berdarah di sekolah dasar tersebut.
Ia sempat mengunggah foto senapan jenis AR15 di media sosial beberapa hari sebelum insiden penembakan. Senapan jenis AR15 itu sempat diunggah akun Instagram ‘salv8dor’, yang dikonfirmasi beberapa murid bahwa akun tersebut milik Ramos.
Mantan teman sekolahnya mengatakan, Ramos sempat mengirimkan foto senjata beserta amunisinya empat hari insiden terjadi. Ramos memiliki tas ransel yang
“Saya mengatakan ‘kenapa kamu memiliki ini?’ dan ia menjawab ‘jangan khawatir soal hal ini’,” kata teman Ramos. Ramos kemudian mengirimkan pesan, “saya sekarang terlihat sangat berbeda, kamu takkan mengenali saya.” ***
Program TP PKK Diminta Selaras dengan Pemerintah Daerah
Peringatan HKG di Dompu, Bunda Niken ingatkan program TP PKK agar selaras dengan program Pemerintah Daerah
DOMPU.lombokjournal.com ~ TP. PKK diminta menyelaraskan program-programnya dengan kebijakan pemerintah melalui program kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widiyawati mengingatkan itu di aula Pendopo Bupati Dompu, Rabu (25/05/22)
Bunda Niken melakukan Road Show kunjungan kerja di Dompu, yang dirangkai dengan peringatan hari kesatuan gerak (HKG) tingkat Kabupaten Dompu.
HKG PKK ke-50 tingkat kabupaten Dompu, yang merupakan tidaklanjuti peringatan HKG PKK tingkat provinsi NTB telah dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2022 yang lalu di mataram.
“Sinergitas dan kemitraan program antara PKK dan OPD termasuk instansi lainnya merupakan perwujudan akar budaya kita,” katanya.
Saat itu hadir Bupati Dompu, Ketua TP. PKK Dompu Hj. Llis Suryani dan Ketua GOW Dompu, Faridah H. Syahrul Parsan.
Disampaikan Bunda Niken, TP. PKK Provinsi NTB telah melakukan rapat klinis sinergitas dengan OPD Provinsi NTB pada bulan Februari 2022 yang lalu. Ia berharap TP. PKK di Dompu juga bisa melaksanakan hal sama untuk menyamakan program.
Sehingga, dalam upaya mengatasi permasalahan dan memenuhi kebutuhan masyarakat, dapat teratasi dengan program-program yang bersifat strategis dan prioritas.
“Seperti pembinaan karakter, pendidikan dan peningkatan ekonomi, penguatan ketahanan, kesehatan keluarga dan lingkungan,” kata Bunda Niken.
Gerakan PKK di indonesia telah dilaksanakan selama 50 tahun dan pada diperingati hari kesatuan gerak (HKG) PKK ke-50 ini, sebagai tahun emas gerakan PKK dengan tema “Limapuluh tahun gerakan PKK: Berbakti untuk bangsa berbagi untuk sesama”.
Tema tersebut diharapkan melekat dalam hati sanubari jajaran pengurus TP. PKK dan seluruh kader PKK. Dan jadi tekad bersama dalam pengabdian mengelola gerakan PKK secara berjenjang menuju NTB gemilang.
Selaras dengan visi misi pembangunan Kabupaten Dompu
Sementara itu, Bupati Dompu Kader Jaelani menyampaikan, sebagai mitra pemerintah, TP. PKK harus mampu berperan aktif dalam menuntaskan permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks.
“Apalagi kita masih dihadapkan pada isu strategis nasional seperti degradasi moral, tingginya angka stunting, pandemi Covid 19, kerusakan lingkungan serta isu lainnya,” kata Bupati.
Program OPD dan PKK harus bersinergi, dengan prioritas menuntaskan berbagai persoalan tadi, baik itu program daerah dan nasional.
Lebih lanjut dikatakan Bupati, roadshow kunjungan kerja TP. PKK Provinsi, selain harus selektif, efisien, efektif, namun mampu menyentuh dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya harap, program dan kegiatan PKK Provinsi maupun Kabupaten Dompu dapat diselaraskan dengan visi misi pembangunan Kabupaten Dompu, pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih maju, bahagia, sehat dan sejahtera,” ujar Kader Jaelani
Sementara itu, Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu Hj. Llis Suryani Kader Jaelani mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi kepada Ketua TP. PKK Provinsi NTB yang memilih Kabupaten Dompu sebagai tempat untuk puncak peringatan HKG ke-50.
“Terimakasih telah menyambangi dan membersamai kami Ibu ketua TP. PKK Provinsi NTB,” kata istri Bupati Dompu.
Kunjungan ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi TP. PKK se Kabupaten Dompu, agar lebih optimal mensukseskan program PKK dan membantu program serta visi misi Pemerintah Daerah.
Di penghujung acara dilakukan pemberian penghargaan kepada TP. PKK Kabupaten Dompu yang melaksanakan sosialisasi secara aktif, dan melalui kegiatan bakti sosial HKG PKK ke 50, membagikan paket sembako kepada pasukan kebersihan kota, lansia dan ibu hamil.
Sebelum peringatan HKG, di halaman aula pendopo Bupati Dompu, Ketua TP. PKK Provini NTB juga meninjau stand pelayanan KB gratis, display diversifikasi pangan lokal, dan stand UP2K PKK di halaman Kantor Bupati Dompu.***
Progres MXGP Berjalan Baik, Pelaksanaan Sesuai Jadwal
Progres MXGP berjalan baik, dan masyarakat perlu menyipkan akomodasi dan hospitality yang lebih baik
SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Progress persiapan event MXGP berjalan baik, karena itu dipastikan seri kejuaraan dunia motocross grandprix atau MXGP di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat terlaksana sesuai jadwal.
Komandan lapangan MXGP of Indonesia, Ridwansah yang juga Kepala Dinas PUPR di Sumbawa, mengatakan itu dalam jumpa pers di Sumbawa, Rabu (25/05/22).
Ridwansyah
“Ini tantangan dan peluang bagi masyarakat. Tak sekadar gelaran balap tapi dampak ekonomi dan lain lain,” ujar Ridwansah di Sumbawa, Rabu (25/05/22).
Dampak langsung dari perhelatan ini, bagaimana menyiapkan akomodasi dan hospitality yang baik selama tiga hari.
Selain penting perbaikan fasilitas umum seperti jalan, bandara, rumah sakit dan lain lain tak hanya semata mendukung gelaran balap motor dunia, namun masyarakat bisa menyediakan makan, minum sampai kebutuhan wisata untuk ribuan orang.
Gelaran resmi MXGP of Indonesia akan digelar 24 sampai 26 Juni di Rocket International Circuit di Samota, Sumbawa.
Terdiri dari dua kelas, MX2 dan MXGP, tiket akan mulai dijual 1 Juni mendatang dengan harga mulai 100 ribu sampai dua juta rupiah untuk tiga jenis tiket festival, VIP dan VVIP. Proyeksi tiket VIP dan VVIP terjual sebanyak 2500 lembar dan sisanya untuk kelas festival. Tiket dijual online melalui tiket.com dan penjualan offline.
Kedatangan tim dari 19 negara dipastikan mulai 21 Juni sebanyak 500 orang terdiri dari kru dan pebalap MXGP.
Ia berharap dukungan semua pihak untuk berbenah dan bersiap, karena gelaran ini juga bagian dari upaya pemerataan pembangunanbagi masyarakat Sumbawa.
Dalam konferensi pers bagi media lokal Sumbawa di area sirkuit tersebut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa.
Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah mengatakan, peluang ini adalah jalan untuk membuktikan Sumbawa sanggup menggelar event internasional.
“Event ini bukan hanya milik masyarakat Sumbawa melainkan masyarakat NTB, yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.***
Joki Cilik Ramai Dibahas dalam Program Kabar Bunda Niken
Resiko terjadi kecelakaan san eksploitasi anak sebagai Joki cilik, diperbincangkan dalam diskusi bersama Bunda Niken
Bima.lombokjournal.com ~ Para orang tua joki cilik di Bima diminta membatasi buah hatinya menjadi joki pada pacuan kuda.
“Orang tua harus bergerak hatinya, untuk membatasi anak yang masih di bawah umur 10 misalnya untuk tidak menjadi joki,” kata Ketua TP. PKKB Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah.
Ia mengatakan itu saat roadshow di Kabupaten Bima, dalam program Kabar Bunda Niken (KBN) dengan mengusung tema “Joki Cilik, secara off line dan hybrid”, Selasa (24/05/22) di Aula pendopo Bupati Dompu.
Hj Niken memberikan edukasi dan pemahaman kepada keluarga baik anak maupun bapak sebagai kepala rumah tangga, agar mengutamakan pendidikan bagi masa depan anaknya.
“Karena informasinya, saat lomba pacuan kuda, joki cilik ini tidak masuk sekolah,” kata Hj Niken.
Persoalan lain yang dihadapi joki cilik saat pacuan, misalnya resiko kemungkinan terjadi kecelakaan. Termasuk bila ada transaksi taruhan, merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak.
Hal lain juga yang harus diperhatikan adalah ada 10 hak anak yang harus dijamin oleh semua pihak. Salah satunya adalah pendidikan dan kesehatan.
Diakuinya, Joki cilik adalah masalah kompleks yang terjadi di NTB. Namun menurutnya harus ada perlindungan khusus terhadap anak sebagai joki cilik.
“Walaupun Pacuan kuda sebagai tradisi dan budaya di Bima,” katanya.
Sedangkan Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan, S. Pd, juga mengaku sangat khawatir keberadaan joki cilik ini.
Menurutnya ada 3 hal yang harus diperhatikan mengenai persoalan joki cilik ini. Pertama terkait ekonomi, kedua pendidikan dan ketiga terkait hobi.
Kondisi ekonomi memaksa anak-anak ini menjadi joki cilik. Tergiur dengan bayaran yang hanya sedikit dibanding keselamatannya.
Begitupun persoalan pendidikan, menjadi terbengkalai akibat anak tidak masuk sekolah. Tidak hanya itu, hobi turun temurun jadi faktor seorang anak berani menjadi joki.
“Disinilah peran orang tua untuk melarang anaknya menjadi joki karena masih terlalu kecil,” kata istri Wabup Bima.
Ditambahkan oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos, terkait joki cilik harus diatur khusus dengan regulasi.
“Misalnya joki colik harus diatas 10 tahun atau 15 tahun,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pemerhati anak Kabupaten Bima, Rufidah mengatakan, profesi joki cilik ini termasuk penggadean terhadap jiwa anak.
“Karena pengaruhnya dan akibatnya terhadap keamanan, pendidikan dan hak anak,” ujarnya
Maka, semua pihak harus ikut peduli terhadap bentuk eksploitasi anak ini. Baik itu orang tua joki, pemerintah, organisasi Pordasi Kabupayen Bima dan semua komponen masyarakat.
Regulasi Joki Cilik
Solusi lain yang mengemuka pada acara tersebut disampaikan salahsatu anggota pengurus Pordasi Kabupaten Bima, Drs. Irfan.
Ia bersama pengurus daerah maupun pusat terus mengatur regulasi tentang kategori pacuan kuda tradisional ini.
“Misalnya joki harus sesuai kelas dan ukuran kuda, memakai pengaman lengkap saat latihan maupun pertandingan dan diasuransi,” terangnya.
Study and Development Institue, Ir. Irwan salah satu pemerhati anak NTB juga mengingatkan, agar permasalahan joki cilik ini minimal harus diatur oleh regulasi.
“Minimal Perbup atau Pergub, untuk mengatur dan melindungi para joki cilik ini,” tambah Irwan.
Di akhir acara tersebut, Bunda Niken juga sempat berbicara dan ngobrol dengan orang tua joki cilik dan 4 anak yang berprofesi joki cilik.
Hadir pada kegiatan tersebut Camat dan ketua TP. PKK Kecamatan se Kabupaten Bima. ***
Bupati Djohan Kukuhkan Pengurus PWRI KLU
Bupati Lombok Utara minta PWRI tidak boleh patah semangat, dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat
TANJUNG.lombokjournal.com ~Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) harus memberikan saran dan masukan yang positif untuk membantu percepatan pembangunan Kabupaten Lombok Utara.
Bupati Djohan Sjamsu mengatakan itu saat mengukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Lombok Utara (PWRI KLU) Masa Bakti 2022-2027, di aula kantor bupati setempat, Rabu (25/05/22).
“Organisasi ini harus dapat memberikan saran dan masukan yang positif untuk membantu percepatan pembangunan Kabupaten Lombok Utara,” kata bupati.
Perngukuhan itu berdasarkan Keputusan DPW PWRI Provinsi NTB Nomor 16/52/PD.PWRI/SK/III/2022 tentang Pengesahan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Lombok Utara Masa Bhakti 2022-2027, dengan Intiha, SIP sebagai Ketua PWRI KLU.
Pesan bupati, para ASN purna tugas tersebut tidak boleh patah semangat, meskipun dinas resmi dengan pemerintah telah usai sesuai ketentuan regulasi kepegawaian.
Namun keberadaan mereka di tengah masyarakat harus aktif, supaya tetap memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Kepengurusan PWRI yang pertama di KLU diminta bersinergi dentan Pemda, dengan tetap memberikan ide, gagasan, dan sumbangsih tenaga dan pemikiran guna percepatan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara.
“Dengan keberadaan kita sebagai pengurus PWRI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” kata bupati.
Sementara itu, Ketua DPW PWRI Provinsi NTB Drs. Suroyo menuturkan, misi organisasi PWRI untuk mempererat kesatuan, meningkatkan kemandirian dan kualitas serta mengusahakan kesejahteraan yang layak bagi kehidupan Wredatama.
PWRI merupakan organisasi kemasyarakatan di Indonesia, tempat berhimpunnya para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagaimana aturan pensiunan ASN, termasuk Kepala Desa wajib menjadi anggota PWRI.
Perjalanan PWRI di KLU pasang surut namun secara umum berjalan dengan baik, jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi NTB.
“Awal mula pembentukan PWRI KLU sendiri begitu cepat. Pada bulan Maret lalu kita diskusi terkait pembentukan organisasi PWRI di KLU bersama bupati. Alhamdulillah sekarang sudah terbentuk kepengurusan di KLU,” kata Suroyo. ***