Wagub NTB Hadiri Peringatan Hari Malaria Sedunia

Hari Malaria Sedunia (HMS) pernah digelar di Mandalika, Wagub NTB menegaskan penanganan malaria harus sungguh-sungguh

LOTENG.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalillah menghadiri acara puncak peringatan Hari Malaria Srdunia di Lombok Tengah, Selasa (31/05/22). 

Sebelumnya, peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) tahun ini sukses digelar di Mandalika, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Batat (NTB). 

Wagub NTB saksikan penyerahan penghargaan

HMS diperingati setiap tahun pada tanggal 25 April. Acara ini diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Wagub menyampaikan terimakasih dipilihnya NTB sebagai pusat peringatan hari HMS di Indonesia.

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

Menurutnya, penanganan malaria harus sungguh-sungguh dan menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh diremehkan. Dalam pencegahan dan penanggulangannya, butuh sinergi yang kuat. 

Karena itu, ia optimis melalui program unggulan NTB yakni Posyandu Keluarga, masalah kesehatan dari tingkat dusun di NTB pelan tapi pasti tertangani dengan baik.

“Alhamdulillah, kami di NTB melalui program posyandu keluarga, mengatasi masalah kesehatan dari hulu, dari dusun hingga ke semua anggota keluarga,” ungkapnya. 

Peringatan hari malaria sedunia yang digelar secara hybrid tersebut dihadiri langsung oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI. 

Turut hadir juga 79 bupati/walikota di Indonesia yang menerima penghargaan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebagai daerah bebas malaria. 

BACA JUGA: UNESCO Lakukan Revalidasi Keberadaan Geopark Rinjani

Adapun 3 daerah di NTB mendapat penghargaan, yaitu Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Lombok Timur. ***

 

 




UNESCO Lakukan Revalidasi Keberadaan Geopark Rinjani

Di Lombok Utara, tim UNESCO mengunjungi beberapa tempat untuk revalidasi Global Geopark Rinjani

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi Cagar Budaya di sejumlah titik yang meninggalkan sejarah peradaban,  dan menjadi perhatian UNESCO Revalidasion Mission Rinjani Lombok UGG

Memberi penjelasan pada tim UNESCO

Tak hanya itu, potensi hasil hutan berupa Kopi Senaru pun menjadi perhatian UNESCO.

BACA JUGA: Patung Batu ‘Bon Gontor’ di Desa Sebaru, KLU

Hari Selasa (31/05/22) tim UNESCO Revalidasion Mission Rinjani Lombok UGG dalam misi mengevaluasi keberadaan sebuah Global Geopark Rinjani.

Revalidasi adalah sebuah misi yang dilakukan oleh UNESCO untuk menilai ulang keberadaan sebuah global geopark tiap empat tahun. 

Dalam misi ini, ekspertis independen ditugaskan untuk melaksanakan misi ke berbagai Geopark.

Di akhir misi, para ekspertis atau evaluator ini memberikan laporan yang akan digunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan Dewan Unesco Global Geopark.

Misi tim UNESCO Revalidasion Mission RinjaniLombok UGG ini bersama Unram, setelah berkunjung ke Sembalun, Lombok Timur.

Wawabcara dilakukan tim UBESCO

Kepala Desa Senaru, Raden Aktia Buana menuturkan kunjungan ini yang terdiri dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang merupakan Asesor UNESCO, KPH Rinjani Barat didampingi tim dari UNRAM.***

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta Calon Jemaah Haji Dilayani dengan Layak

 

 




Patung Batu “Bon Gontor” di Desa Senaru, KLU 

Temuan warga, situs purbakala Patung Batu “Bon Gontor”, kemungkinan tertimbun letusan gunung Samalas selama ratusan tahun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Raden Gedarip (75), salah satu dari tokoh adat budaya Bayan, menuturkan tentang temuan Patung Batu berbentuk manusia, yang tidak banyak diketahui orang. 

Masyarakat yang tinggal di Bayan sering bercerita tentang keberadaan mitos Bibi Cili atau yang dikenal dengan ‘Cilinaya’. Mitos ini hampir ditemui di tiap daerah di Pulau Lombok, seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat maupun di kabupaten termuda yaitu Lombok Utara.

Dari mitos tersebut bisa ditelusuri nilai sejarah yang terurai – dengan mengambil teori Koentjaraningrat – mitologi dan cerita-cerita rakyat dapat memberi indikasi fakta sejarah dari suatu suku bangsa. 

Patung Batu ‘Bon Gontor’

Dari teori tersebut kami telusuri  fakta sejarah yang ditemukan di Bayan, yaitu patung batu yang konon merupakan Patung Budha.

Patung Buda perempuan yang ditemukan di Dusun Bon Gontor, Desa Senaru, Kecamatan  Bayan Kabupaten Lombok Utara itu, bila dilihat wujudnya berasal dari Buda India. 

BACA JUGA: UNESCO Melakukan Revalidasi Keberadaan Geopark Rinjani

Dengan beberapa ciri antara lain,  hidungnya yang besar dengan telinga yang panjang. Dengan fakta tersebut,  memberikan petunjuk pada mitos Bibi Cili ada hubunganya dengan Budha India.

Ada dugaan, patung tersebut terbawa letusan Gunung Samalas yang diperkirakan meletus pada tahun 1257, dan terkubur selama ratusan tahun.

Sebagai informasi, Gunung Samalas diperkirakan tingginya mencapai 7.000 km di atas permukaan air laut. Kabarnya, gunung Rinjani yang tingginya sekitar 3.700 km, merupakan sisa dari letusan Gunung Samalas.

Bayangkan, dasyatnya letusan Samalas hingga menerbangkan material dati sekitar 3.300 km ketinggian gunung.

Tempat tertinggi

Raden Gedarip menuturkan, Bon Gontor dalam bahasa setempat adalah tempat yang paling Tinggi, sementara Gontor adalah perbukitan. Kalau disimpulkan menjadi tempat tertinggi dari perbukitan. 

Raden Gedarip menambahkan tentang kisah tempat tertinggi itu, Saat itu ceritanya berkisar abad ke 16 masehi, semua warga masyarakat Bayan masih menganut ajaran animisme atau Kepercayaan secara turun temurun. 

Singkat cerita ketika abad ke 16 ini pula datang para wali dari Jawa yang mengajarkan tentang Islam. Warga Bayan yang saat itu masih menganut kepercayaan animisme menolak dan lari ke hutan mencari tempat perbukitan paling tinggi. 

Umat Budha yang enggan masuk Islam tetap menganut kepercayaan animisme, sehingga masih ada bukti sebagaimana patung batu Bon Gontor, ungkapnya. 

Pada dasarnya penemuan patung ini merupakan sejarah nyata bahwa saat itu umat Budha tinggal di tempat ketinggian untuk menyelamatkan diri dan kepercayaannya, kata Raden Gendarip.

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

Orang pertama yang menemukan patung Budha ini bernama Sutajim, sekarang Almarhum, dan salah satu putranya bernama Asmanom (51).

Asmanom dan Raden Gedarip, sama-sama menuturkan tentang Patung Batu berbentuk manusia di Dusun Bon Gontor, Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang tidak banyak warga mengetahuinya.

Akses jalan sekitar 1,5 km dari jalan utama Senaru. Saat ini kondisi jalan tanah ini banyak lubang dan tidak terawat. Demikian pula dengan situs cagar budaya ini tidak terawat dengan baik.

Pondok dan kebesihannya masih swadaya oleh penjaga, Asmanom. Selain pondok darurat, tidak ada lampu penerangan, papan nama, tempat istirahat (Berugak) WC dan sarana penunjang lainnya belum memadai.

Kades Senaru, Raden Aktia Buana yang juga salah satu pelaku pariwisata perharap, agar Pemerintah Daerah menganggarkan kelengkapan sarana prasarana Cagar Alam ini sebagai tujuan wisata panorama Kabupaten Lombok Utara, harapnya. ***

 

 




Pemprov NTB Dukung Sensus Penduduk 2020 Lanjutan

Pemprov NTB juga mensosialisasikan dan mendorong ASN untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan

MATARAM.lombokjournal.com ~  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mendukung diselenggarakannya Sensus Penduduk 2020 Lanjutan.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy mengatakan pada rapat koordinasi Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, dengan tema “Kolaborasi dan Sinergi dalam Mencatat Indonesia untuk NTB Gemilang di Hotel Prime Park pukul 10.00 wita, Selasa (31/05/22).

Dukungan Pemprov NTB dalam sensus lanjutan

Dukungan Pemprov NTB tersebut tertuang dalam berbagai kebijakan dan aksi nyata, di antaranya SE Gubernur NTB tentang himbauan bagi seluruh OPD provinsi/kabupaten/kota dan masyarakat umum untuk menyukseskan dan berpartisipasi aktif dalam SP 2020.

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh 

Pemprov NTB juga mensosialisasikan dan mendorong ASN untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan.

“ASN Pemprov NTB juga diminta ikut menyukseskan kegiatan pendataan Long Form SP2020 dengan memastikan keikutsertaan dan mengisikan data secara tepat dan akurat,” jelas Najam. 

Berbargai informasi SP 2020 Lanjutan penyampaiannya dapat melalui berbagai kanal informasi yang dimiliki oleh Pemprov NTB, di antaranya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi NTB, selain itu juga Website ntbprov.go.id, 

Menu berita pada portal NTB Satu Data, dan Sosial media (facebook, instagram, twitter). 

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

“Semoga Diskominfotik NTB bisa trus berkoordinasi dengan BPS untuk menghasilkan data agar bisa trus dibagikan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Najam.***

 

 




Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

Transformasi digital dengan memanfaatkan spektrum frekuensi radio berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Transformasi digital yang semula sekadar gaya hidup, menjadi produktif yang membuka peluang ekonomi Nusa Tenggara Barat berkembang.

Hal itu dikatakan Najamuddin Amy, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Nusa Tenggara Barat dalam Sosialisasi Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Standar Perangkat Pos Informatika di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat, Selasa (31/05/22). 

Transformasi digital untuk menggerakkan ekonomi

“Pemanfaatan spektrum frekuensi radio yang bernilai ekonomi berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Najam. 

Dijelaskan, perkembangan digital dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dengan menyempurnakan infrastruktur jaringan, pengelolaan sumberdaya manusia dan pemanfaatan aplikasi. 

Sehingga kegiatan ekonomi masyarakat berbasis digital berkembang dengan pesat. Marketplace NTBMall menjadi platform bisnis digital UKM, selain hadirnya pengusaha digital yang memanfaatkan media sosial

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta Calon Jemaah Haji Dilayani dengan Layak

Dalam mendukung dan memanfaatkan digitalisasi, banyak aplikasi yang dibuat untuk pelayanan publik serta regulasi yang mengatur pemanfaatan spektrum frekwensi. 

Dalam hal investasi, Najam mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas daerah dengan informasi baik.

Selain itu juga menggali potensi masyarakat dan mengabarkannya ke seluruh dunia. 

Kepala Balai Monitoring NTB, Kusno mengatakan, pemanfaatan frekwensi radio yang tertib akan mendukung iklim investasi untuk berkembang. 

Selain sifatnya yang terbatas, pemanfaatan spektrum frekwensi radio yang tertib akan menjamin lembaga penyiaran maupun masyarakat pengguna memaksimalkan fungsinya. 

Sementara itu, staf khusus Gubernur bidang sosial kemasyarakatan, Drs H Wirajaya Kusuma mengatakan, NTB yang sering mengadakan event internasional membutuhkan konektifitas dalam berinteraksi di dunia digital. 

BACA JUGA: Industri Rokok, Bisakah Dikurangi Produksinya?

“Terobosan menggerakkan ekononi pasca bencana di NTB, memerlukan cara baru berkomunikasi dengan dunia luar. NTB saat ini sedang dikenal dunia dengan event internasional,” ujarnya. 

Hadir pula dalam kegiatan sosialisasi, Kepala Dinas DPMPTSP, perwakilan media penyiaran dan masyarakat umum.***

 

 




Gubernur NTB Minta Calon Jemaah Haji Dilayani Dengan Layak

Kata Gubernur NTB adanya fasilitas aula, penginapan, perkantoran di Asrama Haji, pelayanan calon jamaah haji harus maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Adanya Gedung Auditorium Bir Ali ll, UPT. Asrama Haji Embarkasi  Lombok di Asrama Haji Mataram, fasilitas ini diharapkan mampu melayani calon jemaah haji dengan layak. 

Sehingga betul-betul melaksanakan ibadah haji itu sebagai perjalanan terakhir dalam hidup.

Gubernur NTB saat peresmian gedung

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan itu saat peresmian Gedung Auditorium Bir Ali ll, di Asrama Haji Mataram, Selasa (31/05/22).

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengatakan, banyak orang dari desa bertahun-tahun memandikan keringat tidak kenal lelah dalam bekerja sampai pulang malam-malam. 

“Hal itu dilakukan semata-mata karena harapan suatu saat nanti bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah sebagai perjalanan menapaktilas hidup,” ucapnya.

BACA JUGA: WHO: Industri Rokok Meracuni Lingkungan Kita

Menurut Bang Zul, ibadah haji itu merupakan perjalanan pendistribusian harapan. 

Jadi tanpa harapan orang tak ada semangatnya dalam hidup, karena itu perlu ada harapan Agar semangat hidup itu ada, yang dibayar dengan keringat air mata bahkan darah sekalipun.

“Karena itu orang yang berkecimpung dalam urusan haji ini merupakan pekerjaan yang sangat, mulia karena melayani orang-orang yang sudah bekerja keras dalam menyempurnakan agama,” tandasnya.

Sementara itu, Ses-Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU,) H. Ahmad Abdullah mewakili Dirjen PHU mengucapkan selamat kepada UPT. Asrama Haji Embarkasi Lombok, yang selesai proses pembangunan gedung baru dengan anggaran 27 Miliar.

Gedung tersebut akan digunakan untuk fasilitas Aula, Penginapan, Perkantoran, agar pelayanan calon jamaah haji bisa maksimal. 

“Fasilitas bisa dimanfaatkan secara optimal dan kontinyu dan para petugas bisa bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan bagi calon jamaah haji,” ujarnya.

Ia meminta kepada para PPIH Embarkasi Lombok,r senantiasa memberikan pelayanan yang prima bagi calon jamaah haji.

Sehingga menciptakan kesan yang baik rasa semangat dan optimisme dalam beribadah.

BACA JUGA: Tim Ekspedisi akan Ungkap Misteri Sejarah di Lombok

“Selain itu menjadi PR bersama agar aset-aset yang dimiliki pemerintah ini tidak mangkrak, seperti lokasi yang strategis yang dihibahkan Gubernur ini,” tambahnya. 

Diharapkan semua aset-aset Embarkasi betul-betul bernilai, dan keuntungannya kembali ke masyarakat. 

“Sudah saatnya aset-aset kita bisa maksimal tidak hanya pintar membangun tetapi bagaimana mengoptimalkan gedung ini dan mengembangkan sehingga betul-betul berdaya dan menguntungkan bagi masyarakat umum,” katanya.***

 




BCA Salurkan Bantuan ke Rumah Singgah 

Difasilitasi NTB Care, Bank Central Asia (BCA) salurkan bantuan ke Rumah Singgah yang menyediakan hunian bagi pasien rawat jalan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ NTB Care memfasilitasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang ada di Rumah Singgah Nusantara Bumi Gora Indonesia (RGBI) Mataram, Senin (30/05/22). 

Rumah Singgah Nusantara yang dikelola Relawan Bumi Gora merupakan lembaga independen, yang membantu Pemerintah menyediakan hunian nyaman bagi warga tidak mampu, yang sedang menjalani rawat jalan. 

Pasien yang rumahnya jauh, rumah singgah sangat bermanfaat dan gratis. 

Pimpinan BCA di rumah singgah

Pada kesempatan tersebut, Indra selaku Pimpinan KCP BCA Mataram berharap, bantuan yang disalurkan nantinya akan bermanfaat untuk pasien.

Bantuan yang diberikan pihak BCA berupa sembako, kipas angin, alas tidur dan beberapa kebutuhan lain.

BACA JUGA: Jangan Habiskan Waktumu Seharian dengan Smartphone

“Bantuannya tidak seberapa, tapi semoga bisa membangkitkan optimisme pasien agar cepat sembuh. Semoga berkah,Terima kasih NTB care jadi jembatan kebaikan,” ucap Indra.

Sementara itu, Anugrah Fajar Fahrurazie, selaku Kepala Sekretariat NTB Care juga turut menuturkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak BCA yang mendukung keberadaan RBGI.

“Terima kasih bang Indra, Pimpinan BCA NTB yang berkenan mendukung dan peduli dengan keberadaan dan eksistensi rumah singgah Nusantara. Terima kasih Pak kabag Tata Laksana Biro Organisasi NTB atas dukungannya, terima kasih juga relawan Bumi Gora Indonesia yang mewakafkan tenaga, pikiran dan hartanya untuk kemanusiaan,” ucap fungsional pranata Humas Ahli muda pada Setda NTB tersebut. 

“NTB Care sebagai kanal aduan masyarakat, dan perpanjangan tangan pemerintah insyaallah akan terus berikhtiar menjembatani kebaikan,” tutup Alumnus IPDN tersebut. 

Peraturan Gubernur NTB Nomor 14 Tahun 2022, NTB Care adalah sistem layanan pengaduan masyarakat, yang menyediakan berbagai kanal pengaduan berbasis teknologi informasi

BACA JUGA: WHO: Industri Rokok Meracuni Lingkungan Kita

Kanal pengaduan itu memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan dan ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah bersama Pemerintah Daerah.***

 




Industri Rokok, Bisakah Terus Dikurangi Produksinya?

Inilah dilema industri rokok, satu pihak mengkampanyekan gaya hidup yang tidak sehat, tapi menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar buat negara

MATARAM.lombokjournal.com ~ Peringatan tanda bahaya bagi industri tembakau atau rokok dikeluarkan World Health Organization (WHO), melalui laporannya “Tobacco: Poisoning our planet” (Tembakau: Meracuni planet kita).

Dalam laporan itu menyoroti, industri tembakau (rokok) sangat berdampak buruk pada planet bumi, yang sekaligus merupakan ancaman paling serius bagi kesegatan manusia.  Di bawah ini diuraikan fakta-fakta tentang industri tembakau atau rokok:

Tembakau dalam Sejarah
Tembakau sejak lama menopang penerimaan pajak negara lewat cukai. Namun keberadaan industri rokok banyak mengundang kritik lantaran dinilai mengkampanyekan gaya hidup yang tidak sehat. Menurut catatan sejarah, rokok telah mulai diproduksi secara massal di Indonesia sejak tahun 1700.
Duit Rokok
Di negara maju, industri rokok kian surut oleh kampanye pemerintah. Namun di Indonesia peranan rokok sebagai sumber pemasukan negara saat ini masih besar. Penerimaan dari sektor bea dan cukai, pajak daerah dan PPB dari tembakau dan rokok tahun 2015 lalu saja tercatat melebihi angka Rp 170 triliun.

INDUSTRI ROKOK SEBAGAI GANTUNGAN HIDUP

BACA JUGA: WHO: Industri Rokok Meracuni Lingkungan Kita 

Gantungan Hidup
Rokok saat ini menjadi gantungan hidup banyak orang. Saat ini industri rokok menyediakan lapangan pekerjaan untuk sekitar 6,1 juta orang, termasuk di antaranya 1,8 juta petani tembakau dan cengkeh.

Sisi Gelap Tembakau
Namun industri rokok memiliki wajah kedua yang tidak ramah. Terutama beban kesehatan menjadi kekhawatiran banyak orang. Menurut Kementerian Kesehatan, kerugian total akibat konsumsi rokok selama 2013 mencapai Rp 378,75 triliun. Padahal nilai pasar industri saat ini ditaksir berkisar hingga 224,2 triliun Rupiah.

Kerugian Akibat Rokok
Tingginya angka kerugian berasal dari beban pembelian rokok yang mencapai 138 triliun Rupiah, hilangnya produktivitas akibat sakit, disabilitas dan kematian prematur di usia muda sebesar 235,4 triliun dan biaya berobat akibat penyakit-penyakit terkait tembakau sebanyak 5,35 triliun Rupiah.

Tumbuh Pesat
Meriahnya industri rokok juga membuat angka pecandu tembakau di Indonesia melonjak ke angka 90 juta jiwa, yang tertinggi di dunia. Saat ini industri rokok Indonesia memproduksi hingga 315 miliar batang per tahun. Menurut catatan Kementerian Perdagangan, industri rokok Indonesia tumbuh hingga 10% setiap tahun.

BACA JUGA: Jangan Habiskan Waktumu Seharian Bersama Smartphone

Pasar Internasional
Namun begitu sikap pemerintah terkait industri rokok dan tembakau tetap berpegang pada pertumbuhan ekonomi, terutama sebagai komoditi ekspor. Tahun 2015 silam nilai ekspor rokok asal Indonesia mampu menembus angka 1,1 miliar Dollar AS atau sekitar 135 triliun Rupiah.

Peran Pemerintah
Saat ini upaya pemerintah membatasi konsumsi rokok di tanah air dinilai belum terlalu efektif. Namun Kementerian Keuangan mengklaim, dalam 10 tahun terakhir Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah membantu mengurangi jumlah pabrik rokok dari 4.669 pabrik menjadi 754 pabrik di tahun 2016.

Sejak lama industri rokok dan tembakau menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar buat negara. Namun belakangan ketahuan, bisnis rokok malah menciptakan beban kerugian yang jauh lebih besar ketimbang nilai pasarnya. ***

Sumber: Kumpulan tulisan tentang tembakau di media

 




WHO: Industri Rokok Meracuni Lingkungan Kita

Menurut WHO, produk rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia beracun, sekitar 4,5 triliun filter rokok mencemari lautan, sungai, trotoar kota, taman, tanah, dan pantai

JENEWA.lombokjournal.com ~World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia PBB hari ini, Selasa (31/05/22) mengungkapkan, informasi baru tentang rokok yang merusak lingkungan.

Selain itu, juga berbahaya bagi kesehatan manusia.

WHO menyerukan, agar industri rokok lebih bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkannya.

WHO ingatkan, produk rokok meracuni planet

“Tiap tahun industri rokok merugikan dunia lebih dari 8 juta nyawa manusia, 600 juta pohon, 200.000 hektar lahan, 22 miliar ton air dan 84 juta ton CO2,” demikian pernyataan WHO.

BACA JUGA: Industri Rokok, Bisakah Terus Dikurangi Produksinya?

Mayoritas tembakau ditanam di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Padahal, air dan lahan pertanian seringkali sangat dibutuhkan untuk menghasilkan makanan bagi wilayah tersebut. 

Sebaliknya, mereka digunakan untuk menanam tanaman tembakau (bahan pembuatan trokok) yang mematikan. 

Laporan WHO “Tobacco: Poisoning our planet” (Tembakau: Meracuni planet kita) menyoroti, jejak karbon industri dari produksi (rokok), pemrosesan, dan pengangkutan tembakau setara dengan seperlima CO2 yang dihasilkan oleh industri penerbangan komersial tiap tahun. 

BACA JUGA: Jangan Habiskan Waktumu Seharian dengan Smartphone

Ini berkontribusi pada pemanasan global.

“Produk tembakau (rokok) adalah barang yang paling banyak berserakan di planet ini, mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia beracun, yang masuk ke lingkungan kita saat dibuang. Sekitar 4,5 triliun filter rokok mencemari lautan, sungai, trotoar kota, taman, tanah, dan pantai kita setiap tahun,” kata Dr Ruediger Krech, Direktur Promosi Kesehatan di WHO.

Produk seperti rokok, tembakau tanpa asap, dan rokok elektrik juga menambah penumpukan polusi plastik. 

Filter rokok mengandung mikroplastik dan merupakan bentuk polusi plastik tertinggi kedua di dunia.

Disebutkan, tidak ada bukti bahwa filter memiliki manfaat bagi kesehatan. 

WHO minta para pembuat kebijakan memperlakukan filter rokok, seperti apa adanya, plastik sekali pakai.

Dan mempertimbangkan untuk melarang filter rokok untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

BACA JUGA: Pariwisata Lombok Utara di Tiga Gili Mulai Pulih

Biaya membersihkan produk rokok yang berserakan menjadi beban pembayar pajak, bukan beban industri yang menciptakan masalah. 

Tiap tahun, China menelan biaya sekitar 2,6 miliar dolar AS dan India sekitar 766 juta dolar AS. Biaya untuk Brasil dan Jerman mencapai lebih dari USD 200 juta. 

Negara-negara seperti Prancis dan Spanyol dan kota-kota seperti San Francisco, California di AS telah mengambil sikap. 

Mereka berhasil menerapkan “undang-undang tanggung jawab produsen”, mengharuskan industri rokok bertanggung jawab untuk membersihkan polusi yang diciptakannya.

WHO mendesak negara dan kota untuk mengikuti contoh ini. Serta memberikan dukungan kepada petani tembakau untuk beralih ke tanaman yang berkelanjutan.

Selain itu diserukan untuk menerapkan pajak industri rokok yang tinggi (yang juga dapat mencakup pajak lingkungan). 

Dan memberi dukungan layanan untuk membantu orang berhenti merokok. ***

 

 




Tim Ekspedisi Akan Ungkap Misteri Sejarah di Lombok

Tim Ekspedisi Sejarah PDIP NTB dan Mi6 akan ungkap sejumlah rangkaian mitologi danr situs/artefak  yang belum terpecahkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Respon positif terhadap upaya Tim Ekspedisi Mi6 dan PDIP NTB mengungkap mitologi dan situs atau artefak yang belum terpecahkan Lombok, tampak dari antusisme di berbagai plafform media sosial.

Masih  banyak eksistensi dan sejarah masa lalu leluhur di Lombok yang belum terungkap, membuat masyarakat Sasak sanagt antusias menanggapi kehadiran Tim Ekspedisi Sejarah Mi6 dan PDIP NTB.

“Alam bawah sadar masyarakat Sasak di Lombok mulai ‘ngeh’ ketika Tim Ekspedisi Sejarah terbentuk.” kata kata Ketua Tim Ekspedisi Mistis, H Ruslan Turmuzi melalui Siaran Pers, Senin (30/05/22) .

tIMS Ekspedisi sejaarah PDI pERJUNGAN ntb

Menurutnya, sejumlah informasi juga diterima langsung Tim Ekspedisi dari warga untuk menginvestigasi sejumlah kisah sejarah dan bukti artefak di Lombok yang belum terpecahkan asal usulnya.

Ruslan mengatakan, Tim Ekspedisi Sejarah PDIP NTB dan Mi6 sesuai arahan dan perintah Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat terus bergerak dan mengungkap rekam jejak sejarah kebudayaan para leluhur.

BACA JUGA: Geopark Rinjani, Wagub NTB Berharap Tetap Green Card

Pengungkapn misteri masa lalu ini agar diketahui oleh generasi penerus bangsa, agar tidak kehilangan jati dirinya.

“Misalnya di Lombok Utara, ada masjid kuno yang berdiri dan dikelilingi oleh perkampungan Hindu. Kisah ini perlu diungkap ke publik kenapa hal tersebut bisa terjadi. Apa pesan yang hendak disampaikan oleh leluhur dengan mendirikan masjid kuno di lingkungan ummat Hindu,” tuturnya.

Politisi PDIP ini mengatakan, dalam waktu dekat ini Tim Ekspedisi akan melakukan sejumlah investigasi dan menelisik bukti-bukti artefak  maupun kisah mitologi masa lalu.

Agar dibuktikan kronologi fakta sejarah secara detail melalui berbagai kajian multi disiplin keilmuan, khususnya arkeologi dan metafisika.

“Beberapa waktu lalu Tim Ekpedisi didatangi warga dari Kedatuhan Benue, dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Kliang  yang menginginkan Tim Ekspedisi untuk menelisik lebih jauh sejumlah peninggalan benda kuno yang diduga kuat peninggalan Kedatuhan Benue,” tutur Ruslan.

Ruslan juga mengungkapkan,  fenomena yang belum terpecahkan terkait bukti artefak dan nama-nama desa yang melingkari kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah dari empat penjuru mata angin yang selalu di awali dengan kata ‘BATU’.

“Sebelah Selatan Kota Praya ada Desa Batujai, Sebelah Barat ada Desa Batu-Tulis, Sebelah Utara Batu Tambun dan Batu Menek, Sebelah Timur ada Desa Batunyale dan tengah kota Praya ada  Batuson,” katanya.

Tim Ekspedisi akan menggali dan menelisik benang merahnya, agar fenomena ini bisa terklarifikasi secara obyektif.

 Misteri Misi Anak Raja Seran di Kampung Rumbuk

Sementara itu Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto mengungkapkan, ia tidak menyangka jika respon publik terhadap Tim Ekspedisi Sejarah sedemikian besar.

BACA JUGA: Taruna Latsitarda Mulai Latihan di Gili Trawangan

Hal ini makin memotivasi Tim Ekspedisi untuk semakin giat mengungkap kisah sejarah masa lalu, agar tidak menjadi mitos dan cerita rakyat semata.

“Minggu kedua II Juni mendatang, Tim Ekspedisi Mi6 dan PDIP NTB akan turun ke Lapangan menelisik dan menginvestigasi sejumlah peninggalan bangunan kuno, termasuk rumah ibadah di lombok agar bisa diuraikan benang merah kronologi dan faktanya sejarahnya,” ujar Didu spaan akrab Bambang.

Didu menginformasi, Tim Ekspedisi akan mengungkap Kisah Putera Mahkota Raja Seran II yang tinggal di Desa Rumbuk.

Seran dikaitkan dengan bukti peninggalan  Masjid Kuno yang pertama di Desa Rumbuk, yakni Masjid At-Taqwa.

“Pertanyaan kemudian selain syiar agama Islam kala itu, Kenapa Raja Seran yang istananya diduga  di Air Suning, Kabupaten Sumbawa Barat  justru mengutus putera mahkotanya tinggal di Rumbuk. Ada apa dan ada siapa di Rumbuk? Ini yang mau kita telisik benang merah sejarahnya,” kata didu.

Didu menambahkan, konon  Ekspedisi Putera Raja Seran ke Rumbuk ini diiringi  sejumlah hulu balang dan masyayikh.

Maka tak heran kemudian bahasa masyarakat di seputaran Rumbuk Seran yakni Kembang Kerang, Rempung, Pringgasela, Jantuk berdialeg Seran.

“Diduga pengikut Putera Mahkota Seran menyebarkan syiar agama islam dan tinggal di desa-desa tersebut  yang memiliki dialek Seran leluhurnya,” ungkap Didu .

Berdasarkan informasi yang diterimanya, di Dusun Bangkang, Desa Kuta Lombok Tengah, diduga ada benda kuno prasejarah  yang menyerupai pengolahan emas maupun mineral lain.

“Jika artefak pengolah logam emas itu benar, patut diduga nenek moyang leluhur suku Sasak sudah mengetahui peta kandungan mineral  logam berharga di kawasan tersebut,” kata Didu. (*)