Event Earth Day Google, Lombok Siap Jadi Tuan Rumah

Google berencana akan menggelar event earth day di Lombok, Gubernur NTB menawarkan beberapa tempat di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut baik rencana event earth day dan siap menjadi tuan rumah acara yang akan digelar pada April 2022 mendatang. 

Dukungan NTB dan kesiapan menjadi tuan rumah tersebut diutarakan Gubernur Zul, saat membahas kolaborasi wawasan lingkungan bersama Google secara virtual di Ruang Kerja Pendopo, Selasa (29/03/22).

Bahkan ditawarkan beberapa tempat di Lombok sebagai tempat penyelenggaraan event earth day.

BACA JUGA: Pra Musrenbang, Susun  Arah Masa Depan NTB

Saat membahas event earth day

In Gili Trawangan, Sembalun, Mandalika, wherever you want it we are ready (Di Gili Trawangan, Sembalun, Mandalika di manapun anda mau kami siap),” kata gubernur. 

Dalam pembicaraan secara virtual tersebut, baik Gubernur maupun pihak Google, memberikan komitmen terhadap isu lingkungan berkelanjutan. 

Provinsi NTB telah banyak mengimplementasikan sustainable Environment ke dalam berbagai program. Seperti misi NTB Hijau, program Zero Waste, Green Tourism, dan lain sebagainya. 

We are really consent with Sustainable Environment program (Kami sangat setuju dengan program Lingkungan Berkelanjutan),” tutur gubernur.  

Sementara itu, Tomomi Matsuko selaku perwakilan Google mengungkapkan komitmen Google dalam memberikan data yang bermanfaat dalam membantu para pemimpin daerah untuk mewujudkan lingkungan sehat yang berkelanjutan. 

Google through Environmental Insight Explorer Helping civic leaders build more resilient Sustainable and thriving World (Google melalui Penjelajah Wawasan Lingkungan Membantu para pemimpin sipil membangun Dunia yang lebih tangguh dan Berkelanjutan),” tutur Tomomi.

BACA JUGA: Terima Staf Ahli Kementerian LHK, Wagub NTB Minta Dukungan Pengelolaan Sampah

Kolaborasi tersebut masih dalam tahap perencanaan yang masih terus akan disempurnakan melalui pertemuan-pertemuan berikutnya. ***

 




Tiga Isu Prioritas Dibahas dalam First Meeting DEWG di NTB 

Tiga isu besar dalam digital space menjadi bahasan pertemuan perdana DEWG

LOBAR.lombokjournal.com ~ Menteri Kominfo Republik Indonesia, Jhony G. Plate mengatakan, isu besar di digital space yakni Connectivity and Post Covid-19 Recovery, Digital Skills and Digital Literacy dan Cross-Border Data Flow and Data Free Flow with Trust

Ketiga isu prioritas itu diangkat dalam  First Meeting Digital Economy Working Group (DEWG).

“Semoga didalam diskusi hari ini akan maju setahap, yang akan dilanjutkan kembali di Jogja,” tuturnya dalam Konferensi Pers DEWG yang berlangsung di Hotel Aruna, Lombok Barat, Selasa (29/03/22). 

Ia melanjutkan, pertemuan G20 merupakan perpaduan antara negara-negara industri G7 dan negara-negara yang ekonominya besar. 

BACA JUGA: Pra Musrenbang Susun Arah Masa Depan NTB

“Kita Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi kepentingan bangsa bangsa atau negara negara yang sedang berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Mira Tayyiba, sebagai pengampu DEWG G20 Kementerian Kominfo mengarahkan agenda DEWG untuk mewujudkan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.  

“Melalui pemanfaatan teknologi digital Indonesia dan dunia dapat pulih bersama, bangkit lebih tangguh,” tandas Mira Tayyiba yang menjadi Chair DEWG G20.

DEWG G20 menjadi batu loncatan dalam transformasi digital di Indonesia. Forum itu diyakini sejalan dengan tujuan Indonesia dalam melakukan transformasi digital.

BACA JUGA: Berkelompok Simpan Padi di Uma Lengge dan Uma Jompa

Karena itu, pembahasan dalam DEWG diharapkan dapat mencapai pemahaman bersama mengenai lingkungan digital yang aman, terlindungi, dan terhubung, sekaligus memitigasi tantangan dan risiko digitalisasi. ***

 




Pra Musrenbang, Susun Arah Masa Depan NTB

Kata Kepala Bappeda NTB, kegiatan Pra Musrenbang diperlukan guna menyusun arah masa depan NTB.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023, diperlukan guna menyusun arah masa depan NTB.

Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dr. Ir. H. Iswandi, MSi., di ruang kerjanya, Senin (28/03/22). 

“Sebagaimana saya jelaskan sebelumnya, jika hari pertama akan fokus pada isu pulau Sumbawa, hari keduanya pulau Lombok,” kata H. Iswandi. 

Iswandi mengatakan, Lebih lanjut urai Kaban, kegiatan hari kedua pada tanggal 30 Maret itu, akan diawali paparan rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah  2023. 

“Dari situ kita berdiskusi, mau dibawa kemana NTB kita ini,” jelasnya. 

BACA JUGA: Terima Staf Ahli Kementerian LHK, Wagub NTB Minta Dukungan Pengelolaan Sampah

Berikutnya, lima Kepala Daerah, di antaranya dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Mataram akan bergantian menyampaikan materi. 

Topik bahasannya seputar isu strategis dan kegiatan prioritas kabupaten/kota masing-masing. 

Bappeda NTB juga mengundang pengusaha eksportir NTB. Di antaranya UD Dahlia Group, UD Rempah Organik Lombok, dan PT Agro Zeer Annur. 

“Para pimpinan perusahaan itu akan sharing berbagai upayanya dalam meningkatkan komoditas ekspor dari Pulau Lombok,” imbuh Iswandi. 

Dari unsur perintah, ada Bappeda Bali dan Bappeda Jawa Timur yang turut diundang. Bappeda Bali akan berbagi pengalaman membangun industri pariwisata yang mendunia dan menjadi basis ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

BACA JUGA: Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

“Soal pariwisata, kita memang perlu belajar banyak dari Bali,” ujar dia. 

Sedangkan Bappeda Jawa Timur akan berbagi pengalaman membangun sistem logistik daerah untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi

Berikutnya dilakukan penyelarasan usulan hasil Musrenbang kabupaten/kota dengan usulan Forum OPD. Dilakukan sesuai dengan kewenangan dan isu strategis provinsi. 

“Sekali lagi, arahnya soal menyusun rencana masa depan NTB,” pungkasnya. ***

 




Terima Staf Ahli Kementerian LHK, Wagub NTB Minta Dukungan Pengelolaan Sampah 

Menerima kunjungan Staf Ahli Kementerian LHK RI, Wagub Sitti Rohmi minta Pusat dukung pengelolaan sampah di lingkar Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah minta dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI terkait pengelolaan sampah di lingkar Mandalika. 

Dukungan Pusat untuk pengelolaan saam pa itu diungkapkan Wagub Sitti Rohmi saat menerima kunjungan Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Bidang Kepemudaan dan Pramuka, di ruang kerja, Selasa (29/03/22). 

Wagub berbincang dengan staf ahli Kementerian LHK
Wagub NTB (kanan) dan stag ahli Kementerian LHK

“Pemprov meminta pusat agar mendukung pengelolaan sampah di sepuluh desa lingkar Mandalika terutama sarana dan fasilitas penanganan sampah,” ungkap Wagub.

Sepuluh desa tersebut belum memiliki fasilitas penanganan sampah yang baik dari penanganan, apalagi pengelolaan sampah seperti angkutan sampah, TPS dan lainnya. Adapun TPA 3R yang telah direncanakan Pemprov masih terkendala lahan. 

Wagub juga mengatakan, selain anggaran untuk lingkungan masih sangat terbatas, kepedulian seluruh masyarakat dan stakeholder masih rendah, karena keberhasilan program pengurangan sampah atau Zero Waste sangat bergantung pada kesediaan berbagi tugas dan tanggung jawab hingga sampai pemilahan sampah di keluarga. 

BACA JUGA: Berkelompok Simpan Padi di Uma Lengge dan Uma Jompa

“Sejak 2018 progres Zero Waste sudah sangat baik terutama hilirisasi dengan berbagai terobosan. Yang bisa dilakukan Pemprov adalah sosialisasi dan intervensi sesuai kewenangan,” katanya. 

Pramu Risanto, Staf Ahli Kementerian LHK Bidang Pemuda dan Pramuka akan segera menindaklanjuti penanganan sampah di lingkar Mandalika

Menurutnya, sebagai Desa Wisata kelas dunia dan sedang naik daun, pengelolaan sampah di lingkar Mandalika segera akan direalisasi. 

Bahkan, keterlibatan pihak ketiga seperti swasta untuk mendanai dan melakukan program penanganan sampah sangat dimungkinkan. 

“Kami juga sedang mengecek kendala lapangan dan melihat kebutuhan sebagai laporan ke Menteri,” ujarnya. 

Staf ahli yang juga CEO dan founder Sekolah Sampah Nusantara ini mengakui, kepedulian lingkungan harus dimulai dari karakter. 

BACA JUGA: Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

“Perubahan karakter ini yang sedang digodok menjadi silabus dan kurikulum agar perilaku manusianya mendukung implementasi penyelamatan lingkungan di lapangan,” tegasnya.*** 

 




Berkelompok Simpan Padi di Uma Lengge dan Uma Jompa

Masyarakat Bima di Desa Maria secara berkelompok menyimpan padi di kompleks Uma Lengge dan Uma Jompa, lumbung khas Mbojo, yang sudah berusia ratusan tahun

BIMA.lombokjournal.com ~ Cobalah berkunjung ke Desa Maria Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Wilayah ini merupakan salah satu tempat unik di Kabupaten Bima, bagaimana masyarakat di sini masih mempertahankan sistem gotong royong ala nenek moyang mereka, 

Di sebuah areal seluas lebih-kurang 70 are ini, bertengger lumbung-lumbung tradisional Mbojo yang masih berdiri dengan kokoh.  Di antara lebih dari 100 lumbung khas tersebut, 12 di antaranya dinamakan Uma Lengge dan 90 lainnya disebut sebagai Uma Jompa. 

Uma Lengge dan Uma Jompa, sama-sama merupakan lumbung khas suku Mbojo. Uma Lengge merupakan lumbung tertua suku Mbojo, sedangkan Uma Jompa adalah lumbung khas yang beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

Kompleks Uma Lengge tempat penyimpanan padi secara berkelompok
Komplek Uma Lengge dan Uma Jompa di Wawo

“Namun, keduanya sama-sama berusia ratusan tahun,” ujar Jonta, juru pelihara Uma Lengge, dalam wawancara beberapa waktu lalu. 

Uma Lengge dan Uma Jompa terbuat dari kayu berkualitas seperti Jati dan kayu Kelapa.

Sejak zaman dulu, masyarakat Desa Maria telah mewarisi tempat penyimpanan padi khas ini. 

Dulunya, menurut Jonta, hampir seluruh area sekitar kompleks Uma Lengge saat ini, terdapat ratusan Uma Lengge dan Uma Jompa. Keberadaan kompleks Uma Lengge menunjukkan masyarakat Mbojo, sejak dulu telah menganut sistem hidup berkelompok termasuk juga dalam melakukan penyimpanan logistik mereka. 

Masyarakat Desa Maria, yang hingga saat ini masih banyak yang mata pencahariannya sebagai petani, menyimpan padi secara bersama-sama di lumbung Uma Lengge maupun Uma Jompa yang berada dalam satu kompleks. Masyarakat tidak menyimpan padi di rumah masing-masing.

Kompleks Uma Lengge ini dahulu dijaga oleh dua orang juru pelihara yang berfungsi sebagai pengamanan sekaligus merawat lumbung-lumbung ini. 

BACA JUGA: Kayla Mutiara Lombok, Cerita Sukses PLN NTB Bina UKM

Menurut Jonta, para juru pelihara itu dahulu dibayar dengan padi atau gabah yang dikumpulkan dari semua pemilik Uma Lengge dan Uma jompa. Tidak ada ketentuan pasti tentang berapa besar para pemilik Uma Jompa dan Uma Lengge ini memberikan padi atau gabahnya bagi juru pelihara, melainkan disesuaikan dengan banyak sedikit hasil panen tahun yang bersangkutan. 

“Kalau panennya banyak ya…banyak pula yang diberikan kepada juru peliharanya,” kata Jonta.

Penyimpanan padi atau gabah secara bersama-sama di Uma Lengge dan Uma Jompa dalam satu kompleks, awalnya karena pernah terjadi kebakaran yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat terutama padi dan gabah. 

Hal inilah, yang membuat masyarakat Desa Maria di Wawo, membuat lumbung secara bersama-sama yang dijaga secara khusus oleh dua juru pelihara desa. 

Tiap kali panen tiba, masyarakat Desa Maria selalu menyimpan padi-padi dan gabah mereka di lumbung ini. Kepemilikan lumbung Uma Lengge dan Uma Jompa, diwarisi secara turun- temurun. Sehingga tidak ada keributan untuk saling rebut lokasi penyimpanan padi. Tiap kepala keluarga di Desa Maria, yang mendapat warisan secara turun-temurun, memiliki satu Uma Lengge. Ada pula yang dimiliki beberapa keluarga, namun masih bersaudara atau berfamili. Uma Lengge dan Uma Jompa dipakai hingga ke anak cucu.

Keberadaan Uma Lengge dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengamankan logistik berupa padi dan gabah untuk kebutuhan mereka setahun. Masyarakat Desa Maria hanya melakukan panen satu tahun sekali. Menurut Maawiah, salah seorang pemilik Uma Lengge, padi dan gabah mereka aman tersimpan di lumbung ini. Selama ini, menurut yang ia dengar dari orang tuanya, nyaris tidak pernah terjadi pencurian gabah dan padi yang mereka simpan di Uma Lengge yang kini menjadi miliknya itu. 

Keamanan padi dan gabah yang disimpan di Uma Lengge ini bukan semata-mata aman dari pencurian, melainkan juga aman dari binatang pengganggu seperti tikus.

Posisi Tinggi

Arsitektur Uma Lengge dan Uma Jompa, rupanya telah dipikirkan betul oleh leluhur masyarakat Mbojo, untuk mengamankan logistik utama mereka ini sehingga terhindar dari pencurian dan tikus pengganggu. 

Posisi Uma Lengge dan Uma Jompa yang tinggi akan menyulitkan pencuri untuk mencapai tempat penyimpanan padi tersebut. Tinggi Uma Lengge dan Uma Jompa rata-rata mencapai sekitar 12 meter. Jika dilihat sepintas, pintu masuk Uma Lengge khususnya, tertutup alang-alang, sehingga tidak tampak jelas. 

Pintu itu akan tampak terbuka, manakala sang pemilik sedang menaikkan atau menurunkan padi mereka dengan tangga yang tinggi. Tempat penyimpanan padi Uma Lengge ini, jika diperhatikan dari luar, berada di semacam loteng yang langsung berbentuk seperti  atap.

Dengan tinggi 12 meter – dari tiang penyangga utama hingga ujung atapnya, lumbung tradisional Uma Lengge ini, memiliki dua ruang utama. 

Yang pertama adalah ruang terbuka berbentuk segi empat dengan empat tiang utamanya, berlantai bambu berfungsi sebagai bale-bale atau tempat bersantai atau istirahat para pemiliknya. Tingginya dari tanah sekitar 2 meter. Pada empat tiang penyangga utama inilah, terdapat sebuah papan tebal dengan ukuran luas 30 cm x 30 cm (dalam bahasa Mbojo disebut Lampu), yang dipasang persis di antara ruang istirahat menuju ruang loteng lumbung. 

Papan ini berfungsi untuk mencegah agar tikus dan binatang pengganggu lainnya tidak dapat mencapai loteng. 

Konstruksi anti binatang pengganggu ini dibuat dengan pertimbangan dan kecerdasan nenek moyang masyarakat suku Mbojo. Dengan papan selebar itu, tentu saja tikus ataupun binatang lainnya dengan sendirinya tidak akan mungkin mencapai loteng, karena empat tiang penyangga utama inilah satu-satunya akses masuk ke loteng penyimpanan padi.  

Tempat penyimpanan padi berkelompok di Desa Maria yang aman dari pencurian dan gangguan tikus

Bagian utama dari Uma Lengge adalah bagian loteng tempat penyimpanan padi. Tempat yang berbentuk seperti atap dengan luas sesuai dengan luas ruang terbuka tempat beristirahat di bawahnya ini, tingginya 4 meter. Di dalam loteng inilah padi disimpan. 

BACA JUGA: Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

Seluruh areal loteng yang konstruksinya langsung berfungsi sebagai atap ini ditutupi atap alang-alang. Atap alang-alang menjulang setinggi 4 meter inilah letak kekhasan Uma Lengge.

Loteng sebagai tempat penyimpanan padi pada Uma Lengge, dibuat dengan sangat kokoh hingga mampu menampung padi berton-ton. Keseluruhan konstruksi Uma Lengge dibuat tanpa menggunakan paku, melainkan pasak dan tali temali, khas rumah tradisional yang oleh para nenek moyang didapatkan dari alam sekitarnya. ***

 




Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

Pelaksanaan Sekolah Lapang, menjadikan lahan sawah sendiri sebagai ruang kelas 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kecamatan Tanjung, Lombok Utara mendapat kesempatan pelaksanaan sekolah lapang (SL) yang diselenggarakan di Dusun Montong Gedeng, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, KLU,  Selasa (29/03/22).

Kegiatan ini merupakan penerapan Teknologi Pertanian Sekolah Lapang Padi di WKBPP/UPTD Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan,

Kelompok Tanoi peserta sekolah lapang

“Sekolah Lapangan merupakan sekolah tanpa dinding, sehingga ruang kelas sekaligus perpustakaannya, adalah lahan sawah itu sendiri,” kata Aki Suharti, STP Kepala UPTD Kecamatan Tanjung. 

Peserta Sekolah Lapangan melibatkan 12 perwakilan kelompok tani yang ada di Desa Jenggala, meski yang dilibatkan 10 kelompok sesuai juknis.

BACA JUGA: Kayla Mutiara Lombok, Cerita Sukses PLN NTB Bina UKM

Menurut Aki Suarti, lahirnya pola pendekatan Sekolah Lapangan didasari oleh dua tantangan pokok yang saling terkait. Yaitu keanekaragaman ekologi lokal, dan peranan petani yang harus menjadi “ahli” di lahannya sendiri. 

Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Lombok Utara setiap tahun berkurang puluhan hektar per tahun. 

Dari awal Sekolah Lapangan bukan sekedar metodologi baru, melainkan kembali ke arti “Sekolah” yang sebenarnya. Suatu tempat bagi peserta secara aktif menguasai dan mempraktekkan proses penciptaan ilmu pengetahuan.

Proses belajar dalam Sekolah Lapangan erat kaitannya dengan pandangan terhadap sifat dasar manusia.

“Sebagai makhluk hidup yang aktif dan kreatif yang senantiasa ‘haus’ akan pengertian tentang arti dan maksud hidup,” kata Aki. 

Pola Sekolah Lapangan dirancang sedemikian rupa, sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya. 

Agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, pola pendidikan Sekolah Lapangan bukan sekedar “belajar dari pengalaman”. 

Melainkan suatu proses sehingga peserta didik yang orang dewasa, dapat menguasai suatu proses “penemuan ilmu” yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA JUGA: Kominfotik Ajat Berinternet yang Sehat dan Aman

“Diharapkan, proses Sekolah Lapangan dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika sekarang dan tantangan masa depan,” jelas Aki.

Prosesnya di lapangan

Kabid Sarana dan Prasarana OPD Pertanian KLU, Mahzan,SP, menambahkan, Sekolah Lapangan merupakan bentuk sekolah yang seluruh proses belajar-mengajarnya dilakukan di lapangan. 

Pelaksanaannya di lahan petani peserta SL, dalam upaya peningkatan produksi padi Nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, mengetahui dan mengatasi masalah, serta menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya yang ada, secara sinergis dan berwawasan. 

“Sehingga usaha tani diharapkan bisa lebih efisien, produktivitas tinggi dan berkelanjutan,” kata Mahzan.  

Sekolah lapangan merupakan salah satu metode belajar mengajar yang dipandang masih cukup efektif untuk orang dewasa. Kegiatan sekolah lapangan tanaman padi yang dilaksanakan di Kelompok Tani ini, lanjutnya. 

Pertemuan pertama dalam sekolah lapangan ini dipandu oleh H. Hendro Yulistiono, SP., M. Si. (Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Prov. NTB).  

Dalam pertemuan awal Hendro memberikan materi mengenai prinsip PHT (Pengendalian Hama Terpadu).

 PHT merupakan strategi pengendalian hama dengan jalan memadukan berbagai pengendalian pengendalian yang dipilih dan serasi. 

Dengan memperhatikan segi ekonomi, sosial, toksilogi dan ekologi yang ikberatkan faktor-faktor mortalitas di alam sehingga hama tetap berada pada tingkat yang secara ekonomi tidak merugikan.

Empat prinsip manajemen PHT yaitu, Budidaya Tanaman Sehat, menciptakan tanaman yang tumbuh sehat dan kuat, merupakan bagian penting dalam program pengendalian hama terpadu. 

Tanaman yang sehat akan lebih tahan terhadap serangan hama. Dan bila terjadi kerusakan akan lebih mampu mengatasinya. Misalnya dengan membentuk daun-daun baru, tunas baru, anakan baru dan lain-lain. 

Sehingga tanaman akan tetap tumbuh normal dengan produktivitas tinggi. Pengolahan tanah yang baik, pemilihan bibit atau benih unggul dll termasuk pengendalian gulma.

Mendayagunakan Fungsi Musuh Alami

Musuh alami merupakan komponen ekosistem yang menentukan keseimbangan populasi hama. Pada kondisi lingkungan yang baik, musuh alami dapat berperan aktif dalam menekan perkembangan populasi hama. 

Selain itu, aktivitas musuh tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. 

Karena itu penting untuk terus berupaya menemukan, mengenali, dan mengamati musuh-musuh alam yang ada pada tanaman padi. 

Serta berupaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan pertanaman agar populasi musuh dapat terus berkembang.

Hama yang ada pada pertanaman tidak timbul begitu saja. 

Melainkan adanya perubahan-perubahan ekosistem (agroekosistem) yang terjadi akibat perubahan cuaca pertanian. Serta perubahan populasi musuh alami, dan perubahan yang diakibatkan oleh kegiatan budidaya tanaman. 

Perubahan-perubahan tersebut harus terus dipantau melalui pengamatan. perlu dilakukan secara berkala agar tidak terlambat mengambil keputusan pengendalian. 

Petani harus menguasai lahannya sendiri, menganalisis kondisi lingkungan yang ada, membuat keputusan yang bijaksana, mengambil tindakan pengendalian hama yang tepat, praktis dan menguntungkan.

Menurut H Hendri, Petani menjadi Ahli PHT, Petani adalah penanggungjawab, pengelola dan penentu keputusan di lahan sawahnya sendiri. 

Sedang petugas dan pihak lain berperan sebagai narasumber, pemberi informasi, dan pemandu petani bila diperlukan.***

 

 




NTB Kerjasama Sister Province dengan Northern Territory of Australia

Gubernur Provinsi NTB menandatangani Letter of Intent (Lol) dengan Pemerintah Northern Territory. Australia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menjalin kerjasama Sister Province dengan Provinsi Utara Australia (Northern Territory) dalam bidang pariwisata, pendidikan, industri, perdagangan dan investasi.

Gubernur menandatangani kerjasama NTB DENGAN aUSTRALIA

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat penandatanganan Letter of Intent (Lol) antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Northern Territory (NT) secara virtual, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (28/03/22). 

“Alhamdulillah, hari ini menandatangani sister province antara Provinsi NTB dengan Provinsi Australia Utara (Northern Territory of Australia). Kedua provinsi akan saling membantu di area pariwisata, pendidikan, industri, perdagangan dan investasi,” kata Gubernur.

Bang Zul sapaan akrabnya juga mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB sangat senang dengan adanya kerjasama dalam berbagai bidang dengan Provinsi NT of Australia.

“Kami sangat senang menjalin kerjasama berbagai bidang dengan Northern Territory, semoga ke depannya akan lebih banyak kerjasama lagi,” tambah Bang Zul.

BACA JUGA: Sekolah Lapang, Petani Harus Ahli di Lahannya Sendiri

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E Penny Williams PSM menyatakan, kerjasama tersebut sangat penting untuk membangun hubungan yang baik antara Pemerintah Provinsi NTB dan Provinsi NT of Australia.

I am really excited to join this today. This is an important relationship and collaboration between West Nusa Tenggara and Northern Territory (Saya sangat bersemangat untuk bergabung hari ini. Ini adalah hubungan dan kerjasama yang penting antara Nusa Tenggara Barat dan Northern Territory,red).” ungkap H.E Penny Williams.

Turut mendampingi Gubernur NTB dalam penandatanganan LoI tersebut, yaitu Asisten I dan II Setda Provinsi NTB serta beberapa kepala OPD ruang lingkup pemerintah Provinsi NTB. ***

BACA JUGA: Kayla Mutiara Lombok, Cerita Sukses PLN NTB Bina UKM

 




Kayla Mutiara Lombok, Cerita Sukses PLN NTB Bina UKM 

Kayla Mutiara Lombok, merupakan salah satu cerita sukses PLN NTB dalam membina UKM, sehingga mampu merambah pasar internasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sejak tahun 2016, PLN Nusa Tenggara Barat membina 77 UKM di Lombok Barat melalui Rumah Kreatif BUMN (RB). 

UKM-UKM binaan PLN tersebut terdiri dari berbagai bidang usaha seperti, Food and Beverages sebanyak 53 persen, kemudian bidang Craft ada 34 persen dan Fashion 7 persen, serta Jasa 6 persen.

Pembinaan itu dilakukan dengan berbagai program pelatihan, mulai dari pemasaran, manajemen keuangan, foto produk, pengelolaan media sosial hingga bagaimana melakukan manajemen pelanggan. 

Semua pelatihan ini disiapkan oleh RB Lombok Barat dengan tujuan meningkatkan kapasitas UKM (Usaha Kecil Menengah) di Lombok Barat. 

Kayla Mutiara Lombok merupakan UKM binaan Lombok

Selain di Kabupaten Lombok Barat, PLN NTB juga membina 5 UKM melalui RB Sumbawa yang mulai beroperasi di awal tahun 2022.

Sebagai salah satu produk andalan Nusa Tenggara Barat, UKM mutiara Lombok mendapat perhatian PLN NTB dalam pembinaan ini, dengan sebab produk unggulan ini mampu menembus pasar nasional maupun internasional. 

Salah satu UKM binaan PLN NTB yang kemudian mampu meningkatkan kapasitasnya adalah Kayla Mutiara Lombok yang berlokasi di Jalan Raya Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. 

BACA JUGA: UKM di NTB Bermental Tangguh, Ini Kata Bunda Niken

Galeri milik Yulida Samad ini merupakan salah satu mitra binaan yang tergabung dalam Rumah Kreatif BUMN (RB) Lombok Barat.

Dengan omzet hampir mencapai 420 juta per tahun, produk Kayla Mutiara Lombok yang menjadi binaan PLN NTB sejak tahun 2019 ini telah dinikmati oleh pecinta mutiara hingga ke luar negeri, seperti Hong Kong, Dubai, Qatar dan Korea Selatan. 

Produknya terdiri dari berbagai jenis mutiara air laut dan mutiara air tawar dan dilengkapi dengan  surat serta bersertifikat. 

Kesempatan untuk menggelar pameran di Korea Selatan yang difasilitasi oleh PLN NTB tahun 2019 lalu, diakui Yulida Samad, pemilik Kayla Mutiara Lombok sebagai kesempatan pembuka jalan bagi Kayla Mutiara Lombok menuju pasar internasional.

“Saya berterima kasih kepada PLN atas kesempatan yang diberikan di tahun 2019 lalu, yaitu mengikuti pameran di Korea Selatan. Ini membuka jalan untuk Kayla mutiara di pasar internasional,” tutur Yuli.

Yuli mengungkapkan telah banyak mengikuti pelatihan yang diadakan oleh RB Lombok Barat dengan berbagai jenis pelatihan yang diadakan, mulai dari pemasaran, manajemen keuangan, foto produk, pengelolaan media sosial dan juga manajemen pelanggan. 

Yuli dengan Kayla Mutiara Lomboknya adalah satu dari cerita sukses PLN NTB membina UKM di Nusa Tenggara Barat.

Refa Purwati, Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN NTB mengungkapkan bahwa  pembentukan RB Lombok Barat ini sejalan dengan  program inisiatif Kementerian BUMN  dalam rangka pemberdayaan UKM di daerah masing masing. 

BACA JUGA: ITDC Penyetor Pajak Terbesar di Lombok Tengah tahun 2021

Kayla Mutiara Lombok yang pasarnya menembus luar negeri

Fungsi utama RB Lombok Barat ini  sebagai  wadah bagi langkah kolaborasi BUMN dalam membentuk Digital Economy Ecosystem melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari UKM di daerah masing masing.

“Selain keandalan penyediaan listrik, PLN juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan UKM di NTB. Kami berharap, dengan adanya RB Lombok Barat, UKM di Lombok dapat tumbuh dan memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan ekonomi masyarakat di sekitarnya, terutama di NTB pada umumnya,” kata Refa. ***

 




Kominfotik NTB Ajak Berinternet Sehat dan Aman

Kepala Dinas Kominfotik NTB menjelaskan, makin luasnya digitalisasi seharusnya masyarakat sadar akan penggunaan internet yang sehat dan aman

MATARAM.lombokjournal,com ~ Penting bagi masyarakat menggunakan internet yang sehat dan aman, sebab penggunaan internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam menunjang aktivitas masyarakat.

Kadis Kominfotik jelaskan berinternet yang sehat dan aman

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, menjelaskan hal itu saat memberikan materi dalam acara Silaturahmi Korem 162/Wira Bhakti Dengan Aparat Pemerintah Provinsi NTB “Pemanfaatan Media Sosial Di Era Digital” yang berlangsung di Korem 162 Wira Bhakti, Senin (28/03/22).

Menurutnya, saat ini kita memasuki era banjir informasi, berbeda dengan dulu, untuk mendapatkan informasi harus mencari di surat kabar atau pergi ke perpustakaan yang berbeda-beda.

BACA JUGA: Program Inovasi, Spirit Program Pendidikan NTB yang Gemilang

“Dengan makin luasnya digitalisasi sudah seharusnya masyarakat sadar akan penggunaan internet yang sehat dan aman,” tutur Najam.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat waspada terhadap bahaya tersembunyi yang seringkali terjadi di antaranya Cyber Bullying, Cyber Stalking, Cyber Gambling, Cyber Fraud, Phising, Haki, Data Pribadi, Foto atau Video.

“Jangan mudah percaya dengan kenalan online, batasi pemberian informasi yang bersifat pribadi dan sebagainya,” himbaunya.

Selain itu, penyebaran pemberitaan palu atau hoax sering kali terjadi. 

Berbagai elemen berita hoax yang harus diperhatikan, di antaranya menggunakan kalimat persuasif, artikel penuh huruf besar dan tanda seru, merujuk pada kejadian dengan istilah seperti kemarin, dua hari yang lalu, seminggu yang lalu dan lebih merupakan opini dari seseorang, bukan fakta.

BACA JUGA: ITDC Penyetor Pajak Terbesar di Loteng tahun 2021

“Informasi yang kita dapatkan agar dapat diperhatikan jangan langsung diterima, banyak informasi dari berbagai platform yang tidak bisa diterima begitu saja,” ungkapnya.***

 

 




Program Inovasi, Spirit Menuju Pendidikan NTB yang Gemilang

Program inovasi memberikan spirit mewujudkan misi NTB yang sehat dan cerdas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekda NTB, Drs. HL. Gita Ariadi, M.Si mengatakan, Pemrov NTB mengapresiasi Pemerintah Australia, Kementerian, Lembaga dan NGO lainnya yang telah menjadikan NTB sebagai lokasi pelaksanaan Program inovasi.

Program untuk memajukan dunia pendidikan di NTB itu, memberikan sprit menuju pendidikan NTB yang Gemilang, dan mewujudkan misi NTB yang sehat dan cerdas. 

Sekda mengatakan itu, dalam acara Pemantauan Bersama Implementasi Program Inovasi Provinsi NTB, di Aula Sidang Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram,Senin (28/03/22) . 

Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan Pemerintah Australia, perwakilan Bappenas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan teknologi, NGO dan lainnya.

Program Inovasi mewujudkan misi NTB yang sehat dan cerdas

Miq Gita sapaan akrab sekda NTB ini menambahkan, upaya yang dilakukan Pemprov NTB berkolaborasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak, merupakan ikhtiar untuk meningkatkan human development indeks Provinsi NTB, yang dari tahun ke tahun berada pada posisi yang kurang menguntungkan. 

BACA JUGA: Pelaku UMKM Bermental Tangguh, Ini Kata Bunda Niken

“Dan Alhamdulillah kondisi saat ini NTB sudah berada pada posisi yang lebih baik lagi,” katanya.

Diharapkan, human development indeks dari tahun ke tahun NTB akan berada pada posisi semakin membaik. Meski demikian ikhtiar dari satu  periode ke berikutnya tidaklah semudah membalikkan tangan.

Untuk menaikkan point human development indeks satu digit saja, butuh perjuangan keras.

Namun perjuangan yang berat untuk meraih sukses tersebut, akan ringan kalau dilakukan bersama-sama untuk mewujudkannya. 

“Dan pencapaian ini akan terus kita tingkatkan menjadi lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang,” kata Miq Gita.

Miq Gita juga berharap kepada para Kepala bappeda, Kadis Dikbud yang ada di Kabupaten/Kota se NTB akan memberi motivasi dan menjadi inovasi pengembangan pendidikan di daerah, dan bisa dijadikan pedoman untuk melihat perspektif dan orientasi pembangunan SDM di NTB. 

Bagi Sekda NTB, menjadi tugas pemerintah untuk melakukan afirmasi atau dukungan penganggaran yang dialokasikan, baik dari APBN maupun APBD sedemikian rupa untuk mendukung program peningkatan SDM melalui jalur pendidikan.

“Oleh karena itu praktik-praktik baik dan inovasi merupakan suatu ikhtiar untuk mencari solusi atau menemukan cara baru guna mengatasi permasalahan-permasalahan klasik yang kita hadapi  dengan menemukan sebuah treatmen-treatmen  baru,” kata Gita Ariadi. 

Sekda memahami inovasi-inovasi yang dilakukan guna memperkuat arah pendidikan didasarkan pada pengalaman-pengalaman, temuan, kajian dan pemikiran dari berbagai pihak. 

Dan menjadi suatu kebanggaan NTB dijadikan tempat mengembangkan program inovasi tersebut. 

“Berangkat dari itu semua, program inovasi yang berorientasi pada peningkatan SDM menjadi komitmen Pemprov NTB untuk memberikan dukungan bagi afirmasi di bidang pendidikan,” katanya.

BACA JUGA: Wabup Danny Buka Kongres Anak KLU VIII tahun 2022

Miq Gite berharap, mudah-mudahan sisa waktu dua tahun dari program inovasi ini benar-benar akan bisa terwujud dengan tetap memperkuat kolaborasi, sinergi dengan semua pihak. 

“Kami mengajak apa yang sudah dan akan terus dilakukan seperti ini kita niatkan sebagai sebuah investasi besar untuk generasi mendatang. Dengan demikian kita bisa menghilangkan sekat-sekat yang menjadi pembatas. Sehingga upaya mensukseskan program inovasi di NTB diharapkan bisa menjadi model untuk diterapkan di daerah-daerah lain,” katanya.

Pemprov NTB, lanjut Sekda, akan tetap membutuhkan kerjasama, kolaborasi, baik dari Kementerian, Lembaga dan NGO lainnya. 

Semua itu diperlukan sebagai bentuk dukungan guna menghasilkan SDM-SDM NTB unggul yang dimulai dari pendidikan dasar, menengah dan seterusnya yang pada  saatnya siap berkompetisi dalam membangun pendidikan di NTB.

“Dan Pemprov NTB tetap konsisten mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan SDM, menimba ilmu dan pengalaman di tempat-tempat lain. Mudah-mudahan program cendekia NTB bisa secara khusus bersinergi dengan Pemerintah Australia, agar anak-anak NTB bisa melanjutkan pendidikannya di Australia, atau melalui kerjasama lainnya di masa-masa yang akan datang,” tandas Miq Gita. 

Kepada Pemerintah Australia yang telah memberikan kepedulian bagi program ini untuk NTB, Pemprov NTB tentu memiliki tanggung jawab moral untuk  mengimplementasikan keunggulan-keunggulan yang dimiliki pemerintah Australia dalam penciptaan SDM. 

Dan pola-pola seperti ini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk ditransfer di NTB. 

Seperti diketahui Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerjasama dengan Pemerintah Australia dalam memajukan sektor pendidikan NTB.  

NTB merupakan provinsi pertama mitra inovasi di Indonesia, implementasi di NTB dilakukan di enam kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu dan Kabupaten Bima. 

Program pendidikan difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran siswa tentang literasi dan numerasi pada jenjang pendidikan dasar. 

Tim inovasi bekerjasama dengan guru, orang tua, kepala sekolah,  pengawas, pemerintah kabupaten,  dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan upaya rintisan terobosan pendidikan.***