“Cara mudah dan praktis untuk deteksi dini penyakit kronis, keren sekali. Besok saya ajak teman–teman saya untuk ikut menggunakan aplikasi ini”
lombokjournal.com —
SELONG ; Mar Atun Sholihah (18), mahasiswa Universitas Mataram, yang menjadi salah satu pengguna aplikasi Mobile JKN.
Aplikasi Mobile JKN mempermudah peserta JKN–KIS melakukan beberapa transaksi pelayanan, tanpa harus datang dan mengantri ke kantor BPJS Kesehatan.
Kesibukan Mery, sapaan akrabnya, dengan kegiatan di kampus maupun luar kampus, membuat gadis asal Selong, Lombok Timur ini tidak mau kerepotan apabila harus ke kantor BPJS Kesehatan dan mengantri berjam–jam.
Aplikasi ini dapat digunakan oleh peserta dimana dan kapan pun tanpa batasan waktu.
Caranya pun mudah, dengan hanya mengunduh aplikasi Mobile JKN secara gratis di playstore atau appstore bagi pengguna smartphone, lalu melakukan registrasi. Setelah itu langsung dapat menikmati fitur–fitur yang tersedia.
“Sekarang kan ada mobile JKN, aplikasi ini memudahkan saya melakukan perubahan data dan perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Bisa kapanpun dan dimanapun. Semuanya praktis berkat aplikasi ini,” kata Mery, ketika ditemui di kediamannya, Minggu (24/03) 2019.
Mery adalah anak dari Peserta JKN – KIS yang masuk dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Orang tuanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Ia mengungkapkan, ayahnya rutin mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) setiap minggunya. Ketika diwawancarai mengenai JKN – KIS, Mery tidak merasa kesulitan karena sudah familiar dengan program yang dikelola BPJS Kesehatan tersebut.
Banyak informasi yang bisa diperoleh dari aplikasi ini, cek status kepesertaan, perubahan data, dan fitur KIS digital yang tidak dapat ditemukan di kartu KIS yang berbentuk fisik.
Tidak hanya itu, mobile JKN juga menyediakan fitur skrining kesehatan yang dapat dinikmati oleh setiap penggunanya. Fitur skrining ini bertujuan untuk mendeteksi gejala penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal ginjal kronik, dan jantung koroner.
“Saya sudah mencoba fitur skriningnya. Sangat menarik! Hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan saya bisa melihat langsung hasilnya. Cara mudah dan praktis untuk deteksi dini penyakit kronis, keren sekali. Besok saya akan ajak teman – teman saya untuk ikut menggunakan aplikasi ini,” ungkapnya.
Adapun dengan adanya fitur skrining kesehatan tersebut, penggunanya dapat mengetahui hasilnya secara langsung.
Apabila hasilnya adalah risiko rendah maka peserta JKN – KIS akan diingatkan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan melakukan akrivitas fisik rutin minimal 30 menit/hari.
Namun apabila hasilnya adalah resiko sedang atau tinggi maka peserta akan dihimbau untuk konsultasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan penjelasan terhadap hasil skrining riwayat kesehatan.
“Kita sebagai generasi muda harus pintar – pintar memperhatikan kondisi tubuh kita. Mumpung masih muda dan masih sehat, yuk cek kesehatan dari sekarang. Deteksi dini penyakit jadi lebih mudah dengan skrining kesehatan di Mobile JKN,” ungkap Mery.
ay/hd/Jamkesnews
