Indeks

Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem 

Waspada kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia

BMKG mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia
ILUSTRASI ~ tiga bibit siklon tropis ini memicu potensi peningkatan curah hujan (cuaca ekstrem), angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan / Foto: Suparerg Suksai/pexels
Simpan Sebagai PDFPrint

Kemunculan tiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan dan memicu pemusatan massa udara

MATARAM.LombokJournal.com ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi  kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.

Keberadaan fenomena tiga bibit siklon tropis ini memicu potensi peningkatan curah hujan (cuaca ekstrem), angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA : Balita 4 Tahun yang Terseret Arus Sungai di Bima Ditemukan

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, ketiga bibit siklon yang saat ini aktif adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

Berdasarkan hasil analisis terkini, Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan. 

BACA JUGA : Angin Puting Beliung Terjang Batukliang Lombok Tengah

Saktifnya tiga bibit siklon tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Sementara bibit lainnya, 93S dan 92P memiliki peluang rendah namun keseluruhannya tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

Kemunculan tiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. 

Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA : Bencana Heidrometeorologi,  Banjir dan Longsor di Bima

Adapun dampak yang ditimbulkan dari aktifnya sistem dinamika atmosfer ini adalah terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. 

Serta potensi angin kencang di Bali, DI Yogyakarta, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan pesisir selatan Papua Selatan.

Masyarakat perlu waspadai gelombang tinggi (2,5-4 meter) yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

Dengan aktifnya tiga bibit siklon tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Serta mengantisipasi kemungkinan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan tanah longsor di wilayah rawan.dan

Exit mobile version