Indeks

Tanamkan Toleransi Anak Lewat Lomba Video Pendek Keberagaman

Semarak kehadiran para pelajar dalam penyerahan penghargaan pemenang kompetisi Film/Video Pendek bertema “Kita Beda Kita Bersaudara” tingkat pelajar, di Taman Budaya NTB, Rabu (11/09) 2019 (Foto; HmsNTB)
Simpan Sebagai PDFPrint

Perlu ada upaya-upaya preventif dan edukatif untuk mengamputasi penyebaran radikalisme tersebut

Para pemenang

MATARAM.lombokjournal.com – Lembaga Perlindungan Anak Provinsi NTB bekerjasama dengan Dewan Anak Mataram menyelenggarakan kompetisi Film/Video Pendek bertema “Kita Beda Kita Bersaudara” tingkat pelajar.

Kompetisi ini bertujuan menanamkan bibit toleransi pada anak sejak di masa sekolah.  Pelajar berkompetisi membuat film atau video pendek yang bertema keberagaman.

“Semoga dengan lomba semacam ini dapat memupuk rasa toleransi adik-adik, sehingga ketika telah dewasa nanti dapat merawat budaya adik-adik serta kesatuan NKRI,” pesan Asisten III Setda Provinsi NTB, Hj. Hartinah, di Taman Budaya NTB, Rabu (11/09) 2019.

Hj. Hartinah menyampaikan itu saat memberikan sambutan acara penganugerahan pemenang Lomba tersebut,

Selain mengajarkan toleransi, Lomba ini juga diharapkan dapat menangkal radikalisme yang  ada  sekolah.

Dari hasil penelitian dan Survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), dipimpin Prof Dr Bambang Pranowo, guru besar sosiologi Islam di UIN Jakarta. Penelitian yang dilakukannya pada Oktober 2010 hingga Januari 2011 mengungkapkan, hampir 50 persen pelajar setuju tindakan radikal.

Sehingga perlu ada upaya-upaya preventif dan edukatif untuk mengamputasi penyebaran radikalisme tersebut.

“Ajang Lomba seperti ini juga bisa menjadi penangkal adanya paham radikalisme di dalam sekolah. Soalnya kan anak seusia saya cepet sekali terhasut ajakan orang lain,” ujar Gaung Alif, siswa SMAN 1 Mataram selaku panitia acara.

Pembelajaran toleransi memang sangat kental terlihat dalam acara tersebut. Diawali dengan penampilan Wayang Botol (Watol) dari Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) sebagai pembuka acara.

Kemudian kata-kata motivasi dari TGH. Hasanain, dan pemutaran film pendek bertema toleransi karya anak-anak NTB.

Pembelajaran toleransi yang tidak terkesan menggurui juga disuguhkan dalam penampilan lakon dari Teater Sanggar Budaya Pelangi SMAN 2 Mataram berkolaborasi dengan Teater Tereng SMAN 3 Mataram.

Lakon yang menceritakan tentang kegalauan, perundungan, dan perberbedaan anak remaja tersebut berhasil memukau para penonton.

Pemenang dalam Lomba tersebut sendiri di antaranya, Rival dan Kawan-Kawan sebagai juara 1, Team Z juara 2, dan Liat Family sebagai juara 3.

Untuk Juara Favorit The Iswae Generation sebagai favorit 1 dan SMANSAGA sebagai juara favorit 2. Kriteria pemenang dinilai berdasarkan Penyampaian Pesan, Originalitas Ide, dan Kualitas Video.

AYA/HmsNTB

 

Exit mobile version